Analisis Peta Sebaran Spasial Pemadan Kebakaran (DAMKAR) Kota Jakarta Pusat Christian Vieri 1. Syahid Ali Adamiri 1. Taris Zharfa Hirzi 1 Sitasi: Vieri. Adamairi. , & Hirzi. Analisis Peta Sebaran Spasial Pemadan Kebakaran (DAMKAR) Kota Jakarta Pusat. Forum Geografi. Vol. No. Sejarah Artikel: Diterima: 16 April 2023 Disetujui: 27 April 2023 Publikasi: 31 Mei 2023 Universitas Negeri Jakarta 1. Rawamangun. Jakarta Timur Email Korespondensi: christianvieri2128@gmail. Abstract The fire station is a public facility that serves the community by providing first aid for incidents or disasters, especially fires. This facility also has another function as a firefighter's workplace. Analysis of the distribution of fire stations in Central Jakarta City uses the shape file of Central Jakarta City administration, and Open street google Earth to find out the location of fire stations in Central Jakarta City. The analytical methods applied in this project include quantitative description analysis and the Nearest neighbor analysis method, with the results of data processing attached in the form of a map to analyze the spatial distribution pattern of fire stations in Central Jakarta City. The results of the analysis show that the pattern of distribution of firefighter posts in Central Jakarta City is spread across 7 sub-districts and the resulting distribution pattern is that firefighter posts in Central Jakarta City spread randomly. This study provides information about the distribution of fire extinguishers and determines the pattern of fire stations in Central Jakarta. Keywords: Fire station. Central Jakarta. Nearest Neighbor Analysis Abstrak Copyright: A 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Pos pemadam kebakaran merupakan fasilitas publik yang melayani masyarakat dengan memberi pertolongan pertama untuk kejadian atau bencana, terutama kebakaran. Fasilitas ini juga memiliki fungsi lain sebagai tempat kerja pemadam kebakaran. Analisis sebaran pos pemadam kebakaran di Kota Jakarta Pusat menggunakan shape file administrasi Kota Jakarta Pusat, dan Open street google Earth untuk mengetahui letak pos pemadam di Kota Jakarta Pusat. Metode analisis yang diterapkan dalam proyek ini meliputi analisis deskripsi kuantitaif dan metode Nearest neighbour Analysis, dengan hasil pengolahan data yang dilampirkan dalam bentuk peta untuk menganalisis pola sebaran pos pemadam kebakaran secara spasial di Kota Jakarta pusat. Hasil analisis menunjukkan pola sebaran pos pemadam kebakaran di Kota Jakarta Pusat, yang tersebar di 7 kecamatan dan pola sebaran yang dihasilkan adalah pos pemadam kebakaran yang ada di Kota Jakarta Pusat menyebar secara acak. Penelitian ini memberikan informasi mengenai sebaran pos pemadam serta mengetahui pola dari titik pos pemadam kebakaran yang ada di Kota Jakarta Pusat. Kata Kunci: Pos pemadam kebakaran. Jakarta Pusat. Nearest Neighbour Analysis Pendahuluan Pusat pemadam kebakaran adalah fasilitas publik yang melayani masyarakat dengan memberi pertolongan pertama untuk kejadian atau bencana, terutama kebakaran (Asiri, 2. Fasilitas ini juga memiliki fungsi lain sebagai tempat kerja pemadam kebakaran. Sehubungan dengan fungsinya sebagai tempat kerja pemadam kebakaran, bangunan ini juga berfungsi sebagai pos atau stasiun untuk petugas pemadam kebakaran untuk berjaga-jaga jika mereka menerima laporan kebakaran dan juga sebagai garasi untuk unit mobil pemadam kebakaran dan berbagai peralatan dan perangkatnya (Maulana, 2. Pemadam kebakaran adalah orang yang bekerja untuk menangani dan memadamkan kebakaran di kabupaten atau kota. Secara lebih luas, mereka juga dapat menyelamatkan dan menangani bencana atau kejadian tak terduga lainnya yang merugikan masyarakat (Huda & Minarsih, 1. Petugas pemadam kebakaran adalah orang yang dilatih untuk menangani kebakaran dan kejadian tak terduga lainnya, seperti bencana alam, kecelakaan lalu lintas, atau gedung atau Vieri dkk. Halaman 62 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. pohon runtuh. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang kuat, serta kemampuan untuk bekerja dengan cepat dan akurat dalam kondisi yang penting dan berbahaya (Maulana, 2. Sebagai ibu kota negara. DKI Jakarta memiliki jumlah DAMKAR cukup banyak yang tersebar di berbagai wilayah. Pada Jakarta Pusat tercatat ada 16 stasiun DAMKAR. Pada tahun 2021 tercatat di Jakarta Pusat telah terjadi kebakaran sebanyak 210 kejadian, terdiri dari 78 perumahan, 35 bangunan . , 7 kendaraan, dan 90 titik kebakaran lainnya (Badan Pusat Statistik, 2021. Oleh karena itu, pola sebaran spasial DAMKAR ini menjadi perhatian penting. Analisis pola sebaran spasial DAMKAR di Kota Jakarta Pusat memiliki kepentingan yang luas, baik dari segi keselamatan, dan kenyamanan masyarakat maupun dari aspek keamanan kota yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, pemahaman terhadap pola sebaran DAMKAR dapat memberikan informasi yang berharga bagi masyarakat mengenai letak DAMKAR terdekat dari titik lokasi Penelitian mengenai pola sebaran DAMKAR di Jakarta Pusat dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana pengawasan DAMKAR terhadap masyarakat di kota tersebut terkait dengan ketertiban dan ketentraman umum serta perlindungan masyarakat sub urusan bencana kebakaran di wilayah tersebut. Analisis ini juga dapat membantu dalam mengidentifikasi kesenjangan pelayanan DAMKAR di Jakarta Pusat, mengevaluasi keefektifan lokasi DAMKAR yang ada, dan memberikan rekomendasi bagi pengembangan atau perubahan lokasi DAMKAR di masa depan. Melalui penelitian ini, kami akan melakukan analisis pola sebaran spasial DAMKAR di Kota Jakarta Pusat. Data yang digunakan meliputi lokasi DAMKAR, data geografis wilayah, dan data demografis penduduk. Hasil luaran dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pola sebaran DAMKAR di Jakarta Pusat dan memberikan panduan bagi pengambilan kebijakan terkait pengembangan lokasi DAMKAR di wilayah Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pola sebaran spasial DAMKAR di Kota Jakarta Pusat, diharapkan dapat ditemukan strategi pengelolaan yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan keamanan, keselamatan, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan di wilayah ini (Putri & Ridlo, 2. Metode Penelitian Gambar 1. Peta Administrasi Kota Jakarta Pusat Vieri et al. Halaman 63 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Daerah yang menjadi objek penelitian ini adalah Kota Jakarta Pusat. Provinsi DKI Jakarta. Kota Jakarta Pusat memiliki luas 48,13km2. Secara astronomis Kota Administrasi Jakarta Pusat berada antara106o22Ao42Ay Bujur Timur sampai dengan 106o58Ao18Ay Bujur Timur dan 5o19Ao12Ay Lintang Selatan sampai dengan 6o23Ao54Ay Lintang Selatan. Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Pusat dibagi menjadi 8 Kecamatan, yaitu Gambir . ,59km. Tanah Abang . ,30km. Menteng . Senen . ,22km. Cempaka Putih . ,69km. Johar Baru . ,38km. Kemayoran . ,25km. Sawah Besar . ,16km. serta 44 kelurahan. Menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, jumlah penduduk Kota Administrasi Jakarta Pusat pada 2021 adalah sebanyak 1. 824 jiwa dengan 571. 920 berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 564. 904 perempuan. Kepadatan Penduduk di wilayah ini adalah sebanyak 23. 642, 93 jiwa/km2 (Badan Pusat Statistik, 2. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari halaman situs web Ina-Geoportal . ttps://tanahair. dan situs web Google Earth . ttps://w. id/intl/id/eart. Alat yang digunakan dalam proyek ini adalah laptop dengan aplikasi ArcMap 10. 8 yang sudah terpasang dan Microsoft Excel. Arcgis 10. 8 merupakan software yang digunakan untuk semua analisis spasial objek penelitian, sedangkan Microsoft Excel digunakan untuk mengolah data titik koordinat menjadi format yang sesuai untuk analisis spasial. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskripsi kuantitatif. Jenis penelitian mempunyai ciri khas yaitu menggunakan data numerik. Data numerik tersebut digunakan untuk menggambarkan, menganalisis, dan menjelaskan suatu fenomena secara objektif yang tidak bertujuan untuk menguji hipotesis melainkan hanya berupaya untuk mendeskripsikan suatu informasi terkait (Desa et al. Analisis deskriptif ini digunakan untuk menggambarkan keterjangkauan pos pemadam kebakaran terhadap suatu wilayah di Kota Jakarta Pusat dengan melihat letak dari pos pemadam kebakaran tersebut. Penelitian ini hanya menggunakan data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung seperti plotting titik koordinat yang dilakukan di software Google Earth Pro. Analisis spasial pada objek DAMKAR di Kota Jakarta Pusat ini berupa analisis statistika spasial Nearest Neighbor Analysis (NNA) atau analisis tetangga terdekat dalam Bahasa Indonesia yang merupakan suatu metode untuk menggali pola pada data lokasi serta membandingkan secara grafis pembagian fungsi yang dilihat dari peristiwa ke peristiwa atau jarak titik ke peristiwa acak dari tetangga terdekat (Nurdyansyah & Fahyuni, 2. Nearest Neighbor Analysis (NNA) digunakan untuk mengetahui pola sebaran dari pos pemadam kebakaran yang ada di wilayah Kota Jakarta Pusat (Akbar, 2. Analisis ini memiliki hasil akhir berupa indeks, dalam indeks yang akan dihasilkan akan mempunyai hasil antara 0 Ae 2. dengan menggunakan perhitungan Analisa tetangga terdekat, keberadaan pos pemadam kebakaran dapat ditentukan polanya. Untuk menghitung besar nilai parameter tetangga terdekat T dapat menggunakan persamaan (Dian Ayu Saraswati. Sawitri Subiyanto, 2. Untuk menghitung nilai Jh dapat menggunakan persamaan : Jh = Oo Dengan nilai P diperoleh menggunakan persamaan : Vieri et al. Halaman 64 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Keterangan : T = Indek penyebaran tetangga terdekat Ju = Jarak rata-rata yang diukur antara satu titik tetangganya yang terdekat Jh = Jarak rata-rata yang diperoleh andai kata semua titik mempunyai pola acak P = Kepadatan titik dalam tiap kilometer persegi N = Jumlah titik/lokasi A = Luas wilayah yang diobservasi Dari nilai T yang diperoleh dari persamaan di atas, makan akan diklasifikasikan untuk menentukan pola sebaran pos pemadam kebakaran menggunakan Continum Nearest Neighbor Analysis, sebagai berikut : Gambar 2. Continum Nearest neighbor Analysis Statistic T . umber: Hagget dlm. Dari gambar di atas, maka dapat ditentukan pola sebaran titik/lokasi melalui aturan berikut : Nilai T yang berada dalam interval 0 sampai 0. 7 menunjukkan bahwa polanya cenderung memiliki tipe berkelompok Nilai T yang berada dalam interval 0. 7 sampai 1. 4 menunjukkan bahwa polanya cenderung memiliki tipe acak Nilai T yang berada dalam interval 1. 4 sampai 2. 15 menunjukkan bahwa polanya cenderung memiliki tipe seragam Analisis tetangga terdekat adalah Teknik pengkelasan berdasarkan kedekatan Kedekatan ini diartikan melalui ukuran jarak, misalnya jarak Euclidean. Jarak Euclidean merupakan jarak antara dua titik, titik A . 1, y. dan titik B . 2, y. , jarak Euclidean ini dapat diperoleh dari rumus berikut : Jarak (A,B) = Keterangan . Vieri et al. Halaman 65 Jarak (A,B) = Jarak antara titik A dan titik B = Koordinat (Longitud. x titik A = Koordinat (Longitud. x titik B = Koordinat (Latitud. y titik A = Koordinat (Latitud. y titik B Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Gambar 3. Alur Penelitian Hasil dan Pembahasan Ucapan Terima Kasih . Penulis turut berterima kasih kepada Bapak Ilham B. Mataburu. Si, selaku dosen pengampu mata kuliah statistika spasial. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan, atas bantuannya sehingga dapat menyelesaikan artikel ini. Kontribusi Penulis Conceptualization: Christian Vieri. Taris Zharfa Hirzi. methodology: Syahid Ali Adamiri. Taris Zharfa Hirzi. investigation: Christian Vieri. Taris Zharfa Hirzi. writingAi original draft preparation: Christian Vieri. Taris Zharfa Hirzi. Syahid Ali Adamiri. writingAireview and editing: Christian Vieri. Taris Zharfa Hirzi. Syahid Ali Adamiri . visualization: Christian Vieri. Vieri et al. Halaman 66 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Taris Zharfa Hirzi. Syahid Ali Adamiri . All authors have read and agreed to the published version of the manuscript. Hasil Gambar 4. Peta Aksesibilitas Jalan Kota Jakarta Pusat Jalur jalan adalah unsur utama dalam menempatkan titik DAMKAR yang sesuai, tidak semua jalan memiliki akses yang baik. Jalan yang dapat dikategorikan dalam jalan yang aksesibel yaitu jalan utama, kolektor, serta arteri (Akbar, 2. Sedangkan, jalan yang tidak termasuk dalam jalan yang baik yatiu jalan yang memiliki jalur yang sempit, serta banyak penghambat dan halangan seperti, portal, jalan buntu, dan banyaknya polisi tidur. Jenis jalan yang termasuk ke dalam jalan ini salah satunya yaitu jalan lokal. DaerahAiDaerah yang berada dalam radius 100 meter dari jalan arteri dan kolektor memiliki aksesibilitas yang tinggi. Untuk menciptakan peta aksesibilitas, proses buffering dilakukan pada jarak 100 meter dari jalan arteri dan kolektor yang ada di kota Jakarta Barat. Pembuatan buffer meliputi kedua sisi jalan, sehingga peta aksesibilitas berikut dihasilkan. Pada gambar 4 terdapat informasi bahwa Sebagian besar jalan wilayah Jakarta Pusat sudah terhubung dengan jalan seperti arteri, kolektor dan jalan utama, hal ini menunjukan bahwa jalan di Kota Jakarta Pusat sudah tergolong cukup baik untuk aksesibilitas pemadam kebakaran. Pada peta, wilayah dengan radius 100 meter atau lebih dari jalan dianggap memiliki aksesibilitas tinggi, sedangkan wilayah dengan radius lebih dari 100 meter dianggap memiliki aksesibilitas Wilayah dengan warna abu-abu dianggap memiliki aksesibilitas rendah. Saat ini Kota Jakarta Pusat memiliki tujuh belas pos/unit pemadam kebakaran, sebagai berikut : Dinas Pemadam Kebakaran Mangga Dua Damkar Jakpus pos pemadam kebakaran kebon Melati Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta (Humas Jakfir. Pos Pemadam Kwitang Sektor 7 Vieri et al. Halaman 67 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Kantor Sektor Pemadam Kebakaran Kemayoran Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan (Damkar Joha. Pos damkar harapan mulya Pos damkar monumen proklamasi Pos damkar caravan kwitang Suku Dinas Pemadam Kebakaran Pos Pemadam Kebakaran Cempaka Putih Pos Pemadam Kebakaran Petamburan Pos Pemadam Kebakaran Petamburan Suku Dinas Pemadam Kebakaran Pos Karet Pos Pemadam kebakaran. Jatibaru Pos Pemadam Senen Gambar 5. Peta Sebaran Pos DAMKAR Kota Jakarta Pusat Pada gambar 5 terdapat peta sebaran dari lokasi pos pemadam kebakaran yang ada di wilayah Kota Jakarta Pusat. Terlihat bahwa pos pemadam kebakaran di wilayah Kota Jakarta sudah hamper disetiap kecamatan di Kota Jakarta Pusat, hanya ada satu kecamatan yang belum ada pos pemadam kebakaran yaitu Kecamatan Sawah Besar. Sebaran pos pemadam kebakaran di Kota Jakarta Pusat tersebar diberbagai Kecamatan, yaitu Kecamatan kemayoran dengan 2 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Cempaka Putih dengan 1 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Johar Baru dengan 1 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Senen dengan 2 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Menteng dengan 3 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Tanah Abang dengan 5 pos pemadam kebakaran, dan Kecamatan Gambir dengan 3 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Jakarta Utara tidak memiliki pos pemadam kebakaran, hal tersebut disebabkan karena jalanan yang sulit diakses dan padatnya penduduk di wilayah Hal ini menyebabkan bagian utara Kecamatan Sawah Besar tidak dapat dijangkau oleh pos pemadam kebakaran yang ada di sekitar, karena letak wilayah yang terlalu jauh, yaitu melebihi jangkauan dari satu pos pemadam kebakaran Vieri et al. Halaman 68 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Sedangkan Kecamatan Tanah Abang yang memiliki pos pemadam kebakaran yang paling banyak diantara kecamatan yang lain, sebanyak 5 pos pemadam kebakaran. Hal ini disebabkan karena jalanan yang berada di Kecamatan Tanah Abang memiliki akses yang mudah dilalui. Gambar 6. Peta Jangkauan Tiap Pos DAMKAR Kota Jakarta Pusat Pos pemadam kebakaran merupakan layanan keselamatan masyarakat jika terjadi masalah kebakaran di pemukiman, maka dari itu pos pemadam kebakaran harus mampu menjangkau semua wilayah, sehingga semua wilayah akan terlayani dengan baik. Jangkauan dari satu unit pos pemadam kebakaran yaitu sejauh 2. meter dari lokasi pos. Apabila didapatkan suatu wilayah yang masih belum terjangkau maka ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk dibuatkan pos pemadam kebakaran yang baru di wilayah yang masih belum terjangkau oleh pos pemadam kebakaran yang sudah ada. Berdasarkan gambar 6 dapat dilihat bahwa dalam jangkauan 2. 500 meter pos pemadam kebakaran yang sudah ada masih belum mampu menjangkau suatu Wilayah tersebut yaitu bagian utara dari Kecamatan Sawah besar. Hal ini dinilai sangat kurang efektif dalam pelayanan terhadap masyarakat, dikarenakan wilayah yang membutuhkan pelayanan pos pemadam kebakaran masih ada yang belum terpenuhi, sedangkan ada suatu wilayah yang mendapatkan pelayanan berlebih dari pos pemadam kebakaran yang sudah ada. Pembahasan Pola sebaran pos pemadam kebakaran dapat dilihat melalui analisis Nearest Neighbour Analysis (NNA). Pada dasarnya analisis NNA ini sesuai untuk menganalisis pola sebaran dengan minimal sebanyak 17 objek yang dikaji. Kota Jakarta Pusat sendiri saat ini yang tercatat memiliki pos pemadam kebakaran sebanyak 17 titik, sehingga objek yang diperlukan sudah memenuhi kriteria yang Pola sebaran pos pemadam kebakaran dilihat dari besarnya nilai Vieri et al. Halaman 69 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. indeks ketetanggan T. Dengan menggunakan metode Nearest Neighbour Analysis, maka dapat dihitung dengan menggunakan persamaan jarak (A,B) didapatkan jarak pos pemadam kebakaran terdekat dari masing-masing pos pemadam kebakaran. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan persamaan (A,B) maka didapatkan rata-rata jarak antar titik (J. , yaitu 1,173494, kemudian mencari nilai Jh dengan N = 17 titik. A = 48,13km2, maka : Jh = = 0,39476 = 0,87456 Oo . Dengan Ju = 1,173494 dan Jh = 0,87456 maka nilai T adalah : = 1,408155 Gambar 7. Rata-rata Ringkasan Tetangga Terdekat Nilai indeks antar pos (T) sebesar 1. 408155, maka dapat dipastikan pola sebaran pos pemadam kebakaran yang ada di Wilayah Jakarta Pusat menyebar secara Vieri et al. Halaman 70 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. acak, artinya pola sebaran pos pemadam kebakaran yang ada di Kota Jakarta Pusat semua menyebar hampi di tiap-tiap Kecamatan yang ada di Kota Jakarta Pusat. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Kota Jakarta Pusat memiliki akses jalan yang cukup baik untuk dilalui mobil pemadam kebakaran. Sebagian sebagian besar wilayah kota Jakarta Barat sudah dihubungkan oleh jalan - jalan arteri maupun jalan kolektor, termasuk daerah-daerah yang dianggap rawan terhadap kebakaran sudah memiliki akses yang baik . ksesibilitas tingg. , sehingga DAMKAR dapat melayani masyarakat dengan cepat dan baik. Kota Jakarta Pusat memiliki 17 pos pemadam kebakaran dan 8 kecamatan yang tiap-tiap masingnya memiliki pos pemadam kebakaran, kecuali Kecamatan Sawah Besar yang tidak memiliki pos pemadam kebakaran, hal ini disebabkan karena jalan yang cukup sulit diakses. Sebaran pos pemadam kebakaran di Kota Jakarta Pusat tersebar diberbagai Kecamatan, yaitu Kecamatan kemayoran dengan 2 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Cempaka Putih dengan 1 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Johar Baru dengan 1 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Senen dengan 2 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Menteng dengan 3 pos pemadam kebakaran. Kecamatan Tanah Abang dengan 5 pos pemadam kebakaran, dan Kecamatan Gambir dengan 3 pos pemadam Satu pos pemadam kebakaran hanya bisa menjangkau sejauh 2. 500 meter dari lokasi pos. Apabila didapatkan suatu wilayah yang masih belum terjangkau maka ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk dibuatkan pos pemadam kebakaran yang baru di wilayah yang masih belum terjangkau oleh pos pemadam kebakaran yang sudah ada. Pada Kota Jakarta Pusat ada satu wilayah yang bagiannya tidak terjangkau oleh pos pemadam kebakaran. Wilayah tersebut yaitu bagian utara dari Kecamatan Sawah besar. Hal ini dinilai sangat kurang efektif dalam pelayanan terhadap masyarakat, dikarenakan wilayah yang membutuhkan pelayanan pos pemadam kebakaran masih ada yang belum terpenuhi, sedangkan ada suatu wilayah yang mendapatkan pelayanan berlebih dari pos pemadam kebakaran yang sudah ada. Pola sebaran dari unit/pos pemadam kebakaran yang sudah ada di Kota Jakarta Pusat sudah tersebar secara acak. Maka dapat dikatakan bahwa pos pemadam kebakaran sudah tersebar secara baik untuk melayani masyarakat dengan baik di Wilayah Jakarta Pusat. Berdasarkan dari hasil kesimpulan yang diperoleh dari analisis, maka dapat diberikan saran, yaitu untuk wilayah yang tidak terjangkau oleh pos pemadam kebakaran penting bagi pemerintah untuk memperhatikan wilayah terkait agar segera dibangun pos pemadam kebakaran yang baru, agar semua wilayah di Kota Jakarta Pusat terjangkau oleh pos pemadam kebakaran sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih baik kedepannya. Daftar Pusataka Akbar. Analisis Spasial Untuk Optimasi Penempatan Unit Pos Pemadam Kebakaran di Kota Jakarta Vieri et al. Halaman 71 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2023. DOI: 10. 2210/jsg. Barat. Universitas Islam Indonesia, 87. , 1Ae7. Asiri. Pelaksanaan Mitigasi Bencana Kebakaran Pada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buton. Kybernan: Jurnal Studi Kepemerintahan, 3. , 28Ae40. https://doi. org/10. 35326/kybernan. Badan Pusat Statistik. Jumlah Peristiwa Kebakaran Menurut Benda yang Terbakar dan Kota Administrasi di Provinsi DKI Jakarta 2018-2021. https://jakarta. id/indicator/27/627/1/jumlah-peristiwakebakaran-menurut-benda-yang-terbakar-dan-kota-administrasi-di-provinsi-dki-jakarta. Badan Pusat Statistik. Jumlah Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Menurut Kota Administrasi di Provinsi DKI Jakarta 2021. https://jakarta. id/indicator/34/1238/1/jumlah-sarana-danprasarana-dinas-pemadam-kebakaran-menurut-kota-administrasi-di-provinsi-dki-jakarta. Desa. Serai. , & Perspektif. NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial UPerpajakan. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9. , 1483Ae1490. Dian Ayu Saraswati. Sawitri Subiyanto. Analisis Perubahan Luas Dan Pola Persebaran Permukiman (Studi Kasus : Kecamatan Tembalang. Kecamatan Banyumanik. Kecamatan Gunungpati. Kecamatan Mijen Kota Semarang Jawa Tenga. Jurnal Geodesi Undip, 5. , 155Ae163. Huda. , & Minarsih. DAN PENYELAMATAN BATANG HARI BERBASIS WEBSITE. 7Ae12. Maulana. Perancangan Pusat Pemadam Kebakaran Di Jakarta Dengan Implementasi Smart Design. (Doctoral Dissertation. Univeristas Komputer Indonesi. Nurdyansyah, & Fahyuni. Inovasi Model. In Nizmania Learning Center. Putri. , & Ridlo. Studi Literatur : Strategi Penanganan Permukiman Kumuh Di Perkotaan. , 104Ae Vieri et al. Halaman 72