Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pembentukan Karakter Religius Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran di TPQ Nurul Hikmah Gumelem Kulon. Susukan. Banjarnegara Titi Suwarni1. Nahdiyah Hidayah2 Pendidikan Bahasa Inggris. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. UMNU Kebumen Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. UMNU Kebumen tiastitis16@gmail. com, nahdiyahh247@gmail. Abstrak TPQ merupakan salah satu bentuk pendidikan non-formal di tengah masyarakat. TPQ bukan hanya tempat untuk belajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter religius anak sejak dini. Salah satunya adalah TPQ Nurul Hikmah di desa Gumelem Kulon. Kecamatan Susukan. Kabupaten Banjarnegara. TPQ Nurul Hikmah bukan hanya tempat untuk belajar Al-Qur'an, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter religius pada anak yang memberikan banyak program kegiatan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala diantaranya yaitu kendala jumlah santri yang belum jelas karena terkadang tiba-tiba masuk dan terkadang tiba-tiba keluar begitu saja, ada yang pamit dan ada yang berhenti begitu saja, sehingga membuat keadaan terkadang menjadi kurang kondusif. Selain itu,sarana dan prasarana juga masih sangat minim. Namun demikian pengurus TPQ sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kendala yang ada, yaitu dengan pendekatan pembelajaran interaktif dan mengadakan pertemuan rutin bagi para guru dan wali santri serta menggunakan secara maksimal sarana dan prasarana yang sudah ada. Dengan mengajarkan pendidikan agama sejak usia dini, anak-anak akan memiliki karakter religius dan akhlak yang baik. Pemberian bekal ilmu agama sejak dini ini merupakan awal yang baik bagi pertumbuhan moral anak. Kata Kunci: TPQ. Pendidikan Karakter. Religius. Pendidikan Non-formal. PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak, terutama dalam hal penguatan nilai-nilai religius. Masa kanak-kanak merupakan masa emas . olden ag. dalam proses tumbuh kembang, di mana anak sangat mudah menyerap informasi, perilaku, dan nilai-nilai yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya (Suryadi, 2. Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk kepribadian dan nilai-nilai moral individu. Pada tahap ini, anak berada dalam periode perkembangan yang sangat penting dan peka terhadap segala bentuk simulasi yang ia terima dari lingkungan sekitarnya (Zannatunnisya dkk, 2. Dalam konteks ini, pendidikan agama menjadi aspek fundamental yang tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan moral anak. Masa usia dini merupakan fase penting dalam pembentukan karakter karena anakanak berada dalam tahap pembiasaan nilai. Pendidikan karakter, baik formal maupun nonformal, diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi dekadensi moral generasi muda. Karakter religius merupakan bagian dari nilai-nilai karakter yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhannya, seperti sikap jujur, amanah, taat beribadah, dan bersyukur (Zubaedi, 2. Melalui pendidikan karakter baik formal maupun nonformal, diharapkan dapat menjadi solusi atas dekadensi moral generasi muda. Dalam perspektif Islam. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 pendidikan karakter secara teoretis telah ada sejak Islam diturunka (Suryana. A, 2. , melalui diutusnya Nabi Muhammad Saw untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki kontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui kegiatan rutin seperti mengaji, hafalan surat pendek, praktik ibadah, dan pembiasaan akhlak mulia. TPQ memberikan ruang bagi anak untuk belajar dan menginternalisasi nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu TPQ yang aktif dalam pembinaan karakter anak adalah TPQ Nurul Hikmah, yang berlokasi di Desa Gumelem Kulon. Kecamatan Susukan. Kabupaten Banjarnegara. TPQ ini tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-QurAoan, tetapi juga menekankan aspek pembentukan akhlak dan spiritualitas anak. Hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda (Muhammad Hasan dkk, 2. Diharapkan anak-anak tidak hanya bisa membaca Al-QurAoan saja tetapi berfokus pada pembentukan karakter anak dan pembiasaanpembiasaan yang baik dan Istiqomah. Namun demikian, sedikit kajian akademik yang secara khusus menelaah efektivitas program pembinaan karakter religius yang diterapkan di TPQ, khususnya di TPQ Nurul Hikmah. Padahal, penting untuk mengetahui sejauh mana lembaga Pendidikan non formal ini dapat menjadi sarana strategis dalam pembentukan karakter religius anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran TPQ Nurul Hikmah sebagai sarana pembentukan karakter religius anak usia dini, serta menggambarkan pendekatanpendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran di TPQ tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis, baik bagi pengelola TPQ, para pendidik, maupun orang tua dalam merancang metode pendidikan agama yang lebih efektif dan menyeluruh. Selain itu, penelitian ini memperkaya khasanah literatur mengenai pendidikan karakter melalui lembaga keagamaan di tingkat akar IDENTIFIKASI MASALAH TPQ Nurul Hikmah merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini melalui kegiatan seperti mengaji, hafalan doa, dan pembiasaan akhlak. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi efektivitas pembentukan karakter religius anak. Salah satu permasalahan yang muncul adalah kurangnya kedisiplinan para santri, ada beberapa dantri yang tiba-tiba masuk dan tiba-tiba keluar juga, jadi mereka belum bisa mengaji secara konsisten, terkadang ada juga yang datang terlambat dan bahkan tidak hadir tanpa pemberitahuan, sehingga menyebabkan proses belajar-mengajar terhambat. Selain itu, tingkat kedisiplinan dan fokus belajar anak juga menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak usia dini secara alami memiliki kecenderungan bermain yang tinggi. Hal ini membuat beberapa murid cenderung lebih asyik bermain daripada mengikuti kegiatan mengaji, sehingga mereka tertinggal dalam hafalan atau pembelajaran jika dibandingkan dengan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 teman sebayanya yang lebih fokus. Ditambah lagi sarana dan prasarana yang masih terbatas, hal ini menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Namun demikian ustadz-ustadzhah dan santri-santri tetap semangat dalam mengaji. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun TPQ Nurul Hikmah telah memiliki struktur kegiatan yang baik, faktor sumber daya manusia, manajemen kelas dan sarana prasarana masih menjadi hambatan dalam upaya pembentukan karakter religius anak secara optimal. Oleh karena itu, permasalahan ini penting untuk dikaji lebih dalam guna mengetahui sejauh mana peran TPQ Nurul Hikmah dalam membentuk karakter religius anak usia dini, sekaligus menemukan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dalam mengatasi kendala tersebut. METODOLOGI PELAKSANAAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami secara menyeluruh pengalaman subjek penelitian, seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan. Selain itu penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu menjelaskan data ssecara rinci menggunakan katakata, baik secara lisan maupun tertulis. Penelitian ini dilakukan di TPQ Nurul Hikmah, yang berlokasi di Dusun Muntang. Desa Gumelem Kulon. Kecamatan Susukan. Kabupaten Banjarnegara, pada bulan Juni 2025. Subjek penelitian ini adalah pengajar TPQ, orang tua, dan santri TPQ Nurul Hikmah yang aktif mengikuti kegiatan di TPQ. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara mendalam dengan ustadz/ustadzah serta wali murid, observasi langsung kegiatan belajar di TPQ, dan dokumentasi berupa foto dan catatan kegiatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: wawancara mendalam dengan ustadz/ustadzah dan wali murid. observasi langsung kegiatan belajar di TPQ. dokumentasi berupa foto dan catatan kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter religius anak. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan non-formal. TPQ tidak hanya berfokus pada pengajaran baca tulis Al-Qur'an saja, tetapi juga berperan penting dalam penanaman nilai nilai Islam dan pembentukan karakter mulia pada anak-anak (Ayuningtyas,R. & Susanto. , 2. Dalam konteks Indonesia yang mayoritasnya beragama muslim. TPQ memiliki peran penting dalam aspek pendidikan nasional, terutama dalam pembentukan karakter dan Untuk itu harus ada perhatian yang lebih untuk TPQ agar kedepan semakin berkembang lagi. Selain itu apabila suasana lingkungan anak didominasi dengan suasana positif dan nyaman maka perkembangan karakter anak akan tumbuh ke arah positif. Tentunya setiap orang tua menginginkan karakter yang dimiliki anak berkembang positif sesuai dengan norma agama dan norma Masyarakat (Irhamna & Purnama. Oleh karena itu kegiatan pendidikan di TPQ Nurul Hikmah lebih mengkondisikan lingkungan yang baik dalam rangka mendukung perkembangan dan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 pembentukan karakter anak supaya nantinya menjadi pribadi yang baik sesuai yang Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa diantaranya yang memiliki kesinambungan antara perkembangan pada anak usia dini dengan lingkungan yang positif nantinya berpengaruh pada keberhasilan mereka pada kehidupan Apabila di sekitarnya banyak interaksi masyarakat yang baik maka anak akan terbiasa mendengar perkataan yang baik, maka pengucapan mereka akan baik pula (Dewi et , 2. Untuk itu TPQ Nurul Hikmah selalu berusaha bisa menciptakan suasana yang humanis serta semangat untuk mengaji di TPQ. TPQ Nurul Hikmah merupakan lembaga pendidikan non formal yang berfokus pada pemberian ilmu pengetahuan keagamaan pada peserta didiknya. Disamping pembelajaran tentang baca tulis Al-QurAoan, santri-santri juga dibekali dengan doa-doa sholat, doa-doa harian, hafalan jus Aoamma dan pembiasaan-pembiasaan. Hal ini bertujuan untuk membekali santri-santri agar mempunyai akhlak yang terpuji. Pelaksanaan Program Dalam Membentuk Karakter Religius Dalam penelitian ini ditemukan bahwa untuk melaksanakan program membentuk karakter religius di TPQ Nurul Hikmah yaitu antara lain : Pertama, mengajarkan Al-QurAoan secara mendalam. Dalam hal ini, ustadz-ustadzah mengajarkan Al-QurAoan kepada anak-anak dengan baik dengan metode sorogan, dimana anak akan membaca dan ustadz/ustadzah menyimak. Anak-anak akan dibimbing untuk bisa membaca Iqra terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan juz Aoamma dan setelah sudah mengenal huruf, tau panjang pendeknya dan sudah lancar kemudian dilanjutkan pada tingkat Al-QurAoan. Dengan tahapan-tahapan ini, diharapkan anak-anak akan menguasai bacaan dengan benar. Dan dengan metode secara berulang-ulang anak akan semakin mahir dalam membaca dan semkain memperdalam pemahaman membaca Al-QurAoan. Dengan tidak naiknya tingkatkan apabila belum benar-benar mahir akan membuat anak tidak Namun, dengan hal ini akan mendorong anak untuk terus berusaha dan belajar. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan anak untuk bersabar serta dengan hal ini anak-anak juga terlatih untuk jujur apabila belum naik tingkatan anak tidak boleh berbohong untuk menaikkan sendiri. Memasuki tahapan membaca Al Quran anak diajarkan untuk bersabar dan jujur serta merupakan upaya menjaga sikap-sikap yang lebih kepada pembentukan karakter anak, dimana anak dilatih juga untuk tidak mudah menggapai sesuatu secara instan serta memahami bahwa setiap pencapaian itu membutuhkan proses. Adanya proses yang harus dilalui secara bertahap membantu anak-anak untuk mulai menghargai upaya belajar. Anak-anak yang dibimbing dalam konteks sabar dan konsisten cenderung menjadi sosok dengan ketekunan tinggi, tuntutan tanggung jawab, serta percaya diri yang tidak mudah menyerah, disiplin, mematuhi ketentuan bahkan rasa hormat kepada ustadz-ustadzah juga mulai tumbuh. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an tidak sebatas keterampilan membaca huruf hijaiyah saja, namun diharapkan bisa menjadi alat menanamkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Gambar 1. Ngaji BTA Kedua. Selain mengajarkan membaca Al-QurAoan, kegiatan penting lainnya di TPQ Nurul Hikmah ialah pengajaran hafalan doa-doa yang terintegrasi dengan ibadah seharihari. Anak-anak dibimbing untuk menghafal doa pendek yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari seperti doa makan, tidur, keluar dan masuk rumah, serta doa yang relevan dengan rutinitas harian. Hafalan ini tidak sekedar diingat saja. Anak-anak diajarkan juga mengaitkan antara praktik dan penerapan dalam kehidupan nyata. Pada waktu bersamaan, anak-anak juga diajarkan melakukan wudhu, salat, dan beribadah dengan adab yang benar. Kedua kegiatan ini dilakukan secara bersama. Dengan pemahaman mengenai doa-doa ibadah dasar, anak-anak diajarkan untuk mengimplementasikan ibadah tersebut secara bertahap dan tertib serta memberikan pemahaman kepada anak-anak terkait dengan bentuk penghambaan kepada Allah Swt dzat yang Maha segala-galanya. Gambar 2. Hafalan doa dan praktik ibadah Ketiga, kegiatan Di TPQ Nurul Hikmah tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-QurAoan saja, tetapi juga mencakup kekuatan niali-nilai keislaman. Program ini diracang sebagai bentuk pendidikan keaagamaan non formal yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai religius dan moral pada anak-anak sejak usia dini (Suryadi & Ulfah. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 , 2. Pendidikan agama sejak usia dini sangat krusial karena pada masa inilah karakter dan kepribadian anak sedang brkembang pesat (Santrock. W, 2. Materi yang di berikan difokuskan pada hafalan doa-doa harian dan praktik ibadah dasar seperti wudhu, sholat, dan adab sehari-hari, seperti yang sudah dijelaskan di bagian atas. Kegiatan ini sejalan dengan pinsip pendidikan karakter melalui pembiasaan dan keteladanan dalam islam(Zamroni, 2. Dilanjutkan dengan belajar hafalan juz Aoamma, memperdalam doadoa pilihan serta praktik ibadah lanjutan. Pemberian materi ini dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang menyenangkan agar sesuai dengan perkembangan usia anak. Gambar 3. Mujahaddah rutin Selain pembelajaran di kelas. TPQ Nurul Hikmah mengadakan berbagai kegiatan keagamaan secara rutin , salah satunya adalah Setiap hari kamis mengadakan kegiatan ziarah kubur yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai spiritual, mengingatkan tentang kematian, serta melatih akhlak dan kesadaran diri terhadap kehidupan setelah mati. Hal ini terlihat dari sikap disiplin mereka saat beribadah, kesopanan terhadap ustadz-ustadzah dan orang yang lebih tua, sesama teman, serta aktif dalam berbagai kegiatan. Program ini menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan yang berfokus pada TPQ tidak hanya menghasilkan anak-anak yang bisa membaca Al-QurAoan, tetapi juga menciptakan generasi dengan akhlak yang baik dan landasan spiritual yang kokoh. Gambar 4. Kegiatan Tadabur Alam Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Hambatan Dalam Upaya Membentuk Karakter Religius Dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program upaya membentuk karakter religius anak. Di TPQ Nurul Hikmah salah satu permasalahan utama terletak pada permasalahan dari sisi peserta didik, khususnya pada anak-anak yang sangat aktif dan suka bermain-main selama kegiatan pembelajaran berlangsung, banyak anak-anak yang lebih sibuk bermain daripada mendengarkan ustadzustadzah,ada juga yang asyik mengobrol sehingga mengganggu temannya yang fokus Situasi ini menyebabkan kondisi kelas tidak kondusif, sulit dikendalikan, dan menyulitkan ustadz-ustadzah dalam menyampaikan metri secara efektif. Jika tidak segera ditangani dengan baik dan bijak, maka hal-hal seperti ini dapat berdampak pada upaya terhambatnya pembentukan karakter religius pada anak serta menurunnya kualitas pembelajaran dan semangat anak-anak di TPQ Nurul Hikmah. Gambar 5. Kegiatan Ziarah Kubur Cara Mengatasi Hambatan Upaya Pembentukan Karakter Religius Dengan adanya hambatan-hambatan yang ada, maka harus ada solusi untuk Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan cara mengatasi hambatanhambatan tersebut yaitu yang pertama adalah mengadakan musyawarah secara rutin antara ustadz-ustadzah dengan wali santri. Kedua, untuk mengatasi perilaku anak-anak yang sangat aktif dan suka bermain sendiri yaitu dengan pendekatan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan interkatif, agar anak-anak cenderung lebih terkondisikan karena mereka menikmati pembelajaran yang sedang berlangsung. Pembelajaran yang interaktif bisa diterapkan dalam permainan edukatif, bernyanyi, atau hafalan berhadiah. Selain itu, ustadzustadzah juga bisa membentuk kelompok belajar kecil agar lebih mudah dalam pengawasan dan pembimbingan. Karena penanaman sikap disiplin dan aturan sederhana yang diterapkan secara konsisten dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan suasana pembelajaran di TPQ Nurul Hikmah menjadi lebih baik lagi dan seluruh anak bisa mendapatkan hasil yang terbaik serta bisa menjadi generasi penerus bangsa yang cinta Al-QurAoan dan mempunyai akhlak terpuji. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Hikmah memiliki peran yang strategis dalam mendukung pembentukan karakter religius sejak usia dini. Sebagai lembaga pendidikan agama non formal. TPQ Nurul Hikmah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca dan menulis Al-Qur'an, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak mulia, serta pengembangan spiritual anak secara komprehensif. Program-program yang dilaksanakan, seperti pengajaran Al-Qur'an, menghafal doa-doa harian dengan praktik dan ibadah sehari-hari. Ziarah kubur, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya, menunjukkan bahwa TPQ Nurul Hikmah memiliki pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam menanamkan nilai-nilai agama dan karakter pada anak sejak usia dini. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di TPQ Nurul Hikmah tidak hanya meningkatkan kemampuan keagamaan anak, tetapi juga membentuk kepribadian dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai terpuji, seperti jujur, sabar, disiplin, dan percaya diri, meskipun tidak langsung terlihat, tetapi sedikit demi sedikit akan tertanam dalam diri anak. Tahapan pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak memudahkan proses internalisasi nilai-nilai tersebut, karena materi yang disampaikan sesuai dengan pemahaman dan psikologi anak. Selain itu, berbagai kegiatan pendukung yang bersifat spiritual dan sosial juga memberikan pengalaman nyata bagi anak untuk menghayatinya secara utuh, bukan hanya sekedar teori, tetapi juga aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian. TPQ Nurul Hikmah terbukti sebagai lembaga pendidikan non formal efektif mencetak generasi muda yang tidak hanya fasih membaca Al-QurAoan, tetapi juga berakhlak mulia. Selain dari aspek kelembagaan dan metode pengajaran, peran orang tua tidak kalah penting dalam mendukung keberhasilan program pendidikan karakter keagamaan di TPQ. Orang tua perlu terlibat aktif dalam proses mendidik anak-anaknya, sehingga nilai-nilai yang telah diajarkan di TPQ dapat terimplementasi melalui kebiasaan dan keteladanan di lingkungan rumah. Kerjasama yang sinergis antara pihak TPQ dan orang tua akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara emosional dan sosial. Dengan segala potensi kekuatan dan tantangan yang ada. TPQ Nurul Hikmah membuktikan bahwa pendidikan agama non formal dapat menjadi alternatif dan solusi efektif dalam menjawab kebutuhan pendidikan karakter religius pada anak. Dengan penguatan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas pendidik, dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, diharapkan TPQ Nurul Hikmah dapat terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak generasi yang berkarakter Qur'ani dan religius. DAFTAR PUSTAKA