Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pemberdayaan Anak Pesisir Bengkulu Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam (Cemara Lau. Melalui Edukasi Kearifan Lokal Di SDN 57 Kota Bengkulu MuthiAoah Marwa1*. Elsa Fitri2. Muhammad Fikri3. Syahwa Sestika4. Regina Varrelyn Bintang5. Heni Nopianti6 1,2,3,4,5,6 Jurusan Sosiologi. Universitas Bengkulu Email: marwamuthiah7@gmail. com 1* Abstrak Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis dan keterampilan praktis anak-anak pesisir di Kelurahan Pasar Bengkulu melalui pemahaman tentang pemanfaatan pohon cemara laut. Anak-anak sebagai generasi penerus memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sejak usia dini. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan partisipatif di SDN 57 Kota Bengkulu dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan Materi disampaikan melalui media visual untuk memudahkan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme peserta serta peningkatan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan potensi sumber daya alam lokal. Pendidikan berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam menyampaikan nilai-nilai perlindungan lingkungan sekaligus mengenalkan potensi ekonomi dari pemanfaatan pohon cemara laut. Kegiatan ini merekomendasikan adanya program lanjutan guna menjamin keberlanjutan peran generasi muda dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Keywords: Anak pesisir. Cemara laut. Kearifan lokal. Masyarakat pesisir PENDAHULUAN Wilayah pesisir pantai merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, baik hayati maupun nonhayati, seperti hasil laut, hutan mangrove, pohon kelapa dan Istilah menggambarkan nilai-nilai luhur yang dianggap baik untuk setiap daerah, unsur kedaerahan tidak pernah pula terlepas dari kearifan lokal (Atirah etc, 2. Menurut Humsona dan kawan-kawan di dalam Atirah etc . bahwa Unsur kearifan lokal penting bagi masyarakat Indonesia, karena kearifan tersebut mereka gunakan sebagai masyarakat nelayan pesisir dalam bersikap berperilaku melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari hari termasuk dalam berkegiatan ekonomi, serta kelesatrian alam sekitar pesisir. Wilayah pesisir Bengkulu menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Salah satu potensi yang terabaikan adalah pohon cemara laut atau cemara yang tumbuh subur di sepanjang pantai. Keberadaan pohon cemara ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar, namun belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Padahal, buah cemara dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan, media edukasi, bahkan produk kreatif lainnya yang bernilai ekonomi tinggi. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Kelurahan Pasar Bengkulu, sebagai salah satu wilayah pesisir Kota Bengkulu, merupakan contoh nyata dari potensi yang belum tergali. Pohon cemara yang tumbuh di sepanjang garis pantainya memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Dengan pengelolaan yang tepat, sumber daya alam ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. Namun sebagian besar masyarakat di Kelurahan Pasar Bengkulu belum memiliki pemahaman mendalam mengenai potensi pohon cemara baik dari buah atau limbah daunnya yang dapat di manfaatkan secara kreatif dan berkelanjutan. Terlebih lagi, anak-anak sebagai generasi penerus di wilayah ini belum mendapatkan edukasi yang memadai terkait sumber daya lokal di lingkungan sekitar Hal ini menyebabkan potensi besar yang dimiliki daerah ini tidak memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan (Amil et al. , 2. Melalui pendekatan edukatif yang berbasis kearifan lokal, potensi ini dapat diangkat dan dikembangkan. Kegiatan pelatihan kepada anak-anak menjadi penting sebagai bentuk pemberdayaan sejak dini, tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan tetapi juga untuk menumbuhkan keterampilan kreatif yang dapat menunjang ekonomi keluarga dan masyarakat secara umum. Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan nilai peduli lingkungan dan mengenalkan potensi lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan wilayah pesisir. Dengan melibatkan anak-anak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media untuk mentransfer pengetahuan lokal, memperkuat identitas budaya, serta mendorong tumbuhnya kesadaran ekologis yang berkelanjutan di kalangan generasi muda. Melalui pendekatan kearifan lokal, anak-anak dapat memahami nilai-nilai pelestarian alam yang diwariskan secara turun-temurun, yang relevan dalam membentuk sikap peduli terhadap lingkungan (Nurfani, 2. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, sekaligus memberdayakan anak-anak pesisir dan melestarikan kearifan lokal. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak pesisir dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan meningkatkan literasi anak-anak pesisir terkait pemanfaatan sumber daya alam yang ada dengan cara yang ramah lingkungan. Rumusan masalah dalam pemberdayaan ini adalah Bagaimana cara memberdayakan anak pesisir pantai di tinjau dengan potensi sumber daya Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 METODE KEGIATAN Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anak-anak usia 6 hingga 13 tahun yang berdomisili di kawasan Kelurahan Pasar Bengkulu. Jumlah peserta yang ditargetkan adalah 10-20 anak. Kelurahan Pasar Bengkulu dipilih karena memiliki potensi sumber daya alam berupa pohon cemara yang melimpah di kawasan sekitarnya. Ketersediaan pohon cemara ini memberikan peluang yang baik untuk pengembangan kegiatan edukasi. Kondisi geografis dan lingkungan sekitar yang mendukung juga menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan lokasi sasaran. Metode kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung, dengan pendekatan edukatif kepada anak-anak pesisir. Kegiatan dilakukan secara tatap muka di lokasi kegiatan ini ditujukan yaitu. Jenis edukasi membuat media tanam kreatif dalam pemanfaatan sumber daya alam yaitu pohon cemara. Selain itu, diberikan juga edukasi mengenai nilai-nilai kearifan lokal, dan pelestarian lingkungan serta yang paling utama pengenalan pohon cemara sebagai sumber daya alam lokal. Tahapan kegiatan dirancang agar dapat terlaksana secara efektif dalam rentang waktu 4 mei sampai 17 mei 2025. Kegiatan diawali dengan tahap koordinasi tim dan pengurusan perizinan kepada pihak desa atau pengelola wilayah pantai, dilanjutkan dengan survei lokasi dan identifikasi calon peserta anak-anak pesisir yang akan dilibatkan. Setelah itu, dilakukan penyusunan materi edukasi, pembuatan alat bantu atau media pembelajaran sederhana, serta persiapan bahan praktik seperti buah cemara laut atau cemara dan alat kerajinan. Pelaksanaan kegiatan utama direncanakan berlangsung satu kali dalam periode tersebut, dengan jadwal yang akan ditentukan berdasarkan kesiapan lokasi dan peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat (Pengma. ini bermula dari perencanaan yang komprehensif, meliputi penyusunan proposal dan koordinasi internal tim untuk memastikan efektivitas dan dampak positif program yang akan dilaksanakan. Tahap awal ini menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebagai fondasi keberhasilan kegiatan Pengmas. Setelah proposal disusun, langkah selanjutnya adalah memperoleh surat izin resmi dari Jurusan Sosiologi pada tanggal 5 Mei sebagai lembaga naungan dan dituju kepada pihak SDN 57 Kota Bengkulu sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Proses perizinan ini berjalan lancar yang dilakukan tanggal 7 Mei yang ditandai dengan sambutan hangat dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Setelah memperoleh izin resmi, tim Pengmas fokus pada perumusan materi edukasi yang akan disampaikan kepada siswa kelas 3 SDN 57 Kota Bengkulu. Materi yang bertemakan pentingnya pelestarian lingkungan pesisir, khususnya peran pohon cemara laut, disusun secara sistematis dan komunikatif, mempertimbangkan usia dan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Penyusunan materi dilakukan dengan memanfaatkan media presentasi PowerPoint untuk memudahkan pemahaman visual. Selain materi, persiapan juga mencakup pengadaan alat dan bahan pendukung yang dibutuhkan selama proses edukasi. Proses persiapan alat dan bahan dilakukan secara terencana dan efisien, diselesaikan pada hari Kamis, 8 Mei 2025, sehari sebelum pelaksanaan kegiatan Pengmas. Hal ini memastikan kesiapan tim dalam menghadapi pelaksanaan kegiatan pada hari Jumat, 9 Mei Namun, sebelum sampai pada tahap persiapan ini, terdapat proses penyesuaian jadwal pelaksanaan kegiatan. Awalnya, terdapat kendala terkait jadwal pelaksanaan yang berdekatan dengan cuti bersama Waisak dan ujian sekolah kelas 6. Setelah melalui diskusi dan negosiasi dengan pihak sekolah, akhirnya disepakati tanggal pelaksanaan kegiatan pada 9 Mei 2025. Gambar 1. Penyusunan Bahan dan Alat Pada hari Jumat, 9 Mei 2025, kegiatan Pengabdian masyarakat . dimulai 30 WIB di SDN 57 Kota Bengkulu. Tim Pengmas tiba di lokasi dan melakukan koordinasi awal sebelum memulai sesi edukasi. Kerja sama dengan kelompok Pengmas lain yang memiliki tema serupa turut memperlancar jalannya kegiatan. Setelah koordinasi awal bersama kepala sekolah dan wali kelas 1, sesi edukasi dimulai pukul 08. 15 WIB dengan pendekatan yang ramah dan interaktif, disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Metode penyampaian materi yang digunakan menekankan pada pemahaman yang mudah dipahami dan menarik perhatian siswa. Setelah penyelesaian persiapan alat dan bahan, tim melanjutkan dengan pembuatan sertifikat penghargaan untuk SDN 57 Kota Bengkulu sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi sekolah dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Setelah proses pengeditan dan pencetakan, sertifikat tersebut kemudian disahkan dengan tanda tangan Ketua Jurusan Sosiologi. Ibu Heni Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Nopianti. Sos. Si. , yang juga merupakan dosen pengampu mata kuliah Masyarakat Pesisir. Dukungan beliau memberikan legitimasi dan semangat tambahan bagi tim dalam melaksanakan kegiatan. Pada tanggal 9 Mei 2025, kegiatan pengabdian masyarakat dimulai. Tim, yang berkolaborasi dengan kelompok 3 yang memiliki tema serupa, tiba di SDN 57 Kota Bengkulu 30 WIB. Koordinasi awal dilakukan oleh Ketua Kelompok kami. Syahwa Sestika, dan Ketua Kelompok 3 sebelum memasuki kelas pukul 08. 15 WIB. Sesi edukasi diawali dengan sambutan hangat dan ramah, menciptakan suasana nyaman dan antusiasme siswa Metode penyampaian materi disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar, menggunakan bahasa sederhana, komunikatif, dan diselingi humor agar tetap menarik Gambar 2. Sapa dan Salam Namun, selama penyampaian materi tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan peran pohon cemara laut, tim menghadapi kendala teknis. Proyektor sekolah yang direncanakan digunakan ternyata mengalami kerusakan dan tidak dapat terhubung ke laptop. Upaya alternatif menggunakan proyektor cadangan juga kurang efektif karena keterbatasan jangkauan visual bagi seluruh siswa. Tim pun melakukan improvisasi dengan mengajak siswa untuk duduk berkelompok di depan laptop. Meskipun kurang ideal dari segi teknis, metode ini justru menciptakan interaksi yang lebih dekat dan akrab antara tim dan siswa. Gambar 3. Proses Edukasi dan Penyampaian Materi Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Meskipun dengan kendala teknis, penyampaian materi tetap berfokus pentingnya edukasi sejak usia dini untuk menjaga lingkungan pesisir ditekankan, dengan pohon cemara laut sebagai contoh tanaman pelindung pantai. Penjelasan materi disampaikan secara lugas dan mudah dipahami, serta dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Setelah penyampaian materi, sesi tanya jawab dan permainan berhadiah dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa serta meningkatkan interaksi dan partisipasi aktif mereka. Sebagai penutup kegiatan, hadiah diberikan kepada siswa yang menunjukkan pemahaman baik terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, meskipun dihadapkan pada kendala teknis, berjalan dengan lancar berkat adaptasi dan improvisasi tim serta dukungan penuh dari pihak sekolah. Hal ini menunjukkan pentingnya fleksibilitas dan kreativitas dalam menghadapi tantangan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Setelah semua kegiatan terlaksana, tim memberikan sertifikat kepada pihak sekolah sebagai bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dalam melaksanakan kegiatan. Gambar 4. Pembagian Hadiah Ke Siswa-Siswi Gambar 5. Pemberian Sertifikat Kepada Pihak Sekolah Kemudian pada tahap evaluasi ditemukan bahwa siswa dan siswi diberikan beberapa pertanyaan terkait materi, pertanyaan ini diberikan saat sesi permainan atau game untuk mengetahui pemahaman mereka, dan ternyata sebagian besar dari siswa dan siswi tersebut Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 paham betapa pentingnya menjaga ekosistem dan manfaat pohon cemara laut sehngga bisa kami simpulkan bahwa siswa dan siswi yang merupakan anak-anak pesisir paham mengenai pemanfaatan sumber daya lokal melalui edukasi kearifan lokal. KESIMPULAN Kegiatan yang dilaksanakan di SDN 57 Kota Bengkulu berjalan dengan lancar dan Edukasi mengenai pemanfaatan pohon cemara laut dan urgensi pelestarian lingkungan pesisir telah berhasil menarik perhatian serta antusiasme siswa kelas 3. Pendekatan edukatif yang disederhanakan, komunikatif, dan berlandaskan kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan serta pengetahuan siswa mengenai sumber daya alam di lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi wahana inisiasi dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan dan memperkenalkan potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Partisipasi aktif siswa dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik sederhana mengindikasikan bahwa edukasi berbasis kearifan lokal dapat diterima dengan baik oleh siswa di wilayah pesisir UCAPAN TERIMAKASIH Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan anak-anak pesisir di Kelurahan Pasar Bengkulu. Secara khusus, kami berterima kasih kepada pihak SDN 57 Kota Bengkulu atas dukungan, kerja sama, dan fasilitas yang diberikan selama proses pelatihan berlangsung. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para guru, orang tua, dan seluruh peserta didik yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan semangat DAFTAR PUSTAKA