Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 73 Pengaruh Literasi Keuangan dan Teman Sebaya terhadap Perilaku Keuangan dengan Gaya Hidup Sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswa Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia Ecci Resamala Sari1. Yusron Toto2. Yuniarti3. Sukma Febrianti4 Email: ecciresamalasari02@gmail. com1 , totoyusron@gmail. com2 , yuniarti. sadikin@gmail. sukma_febri@yahoo. 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi. Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia Abstract This research aims to analyze and determine the influence of financial literacy and peers on financial behavior with lifestyle as a mediating variable (Study of students at the Indonesian Institute of Business and Economic. The population of this study was 821 IBE Indonesia students class 20212024, the sampling technique used purposive sampling and the sample formula was Taro Yamane with an error rate of 5%, a sample of 268 respondents was obtained. The data collection technique uses a questionnaire from Google Form and the data analysis tool uses Smart PLS 4. The data analysis technique uses PLS-SEM. Based on the results of this research, it can be concluded that financial literacy has a positive influence on financial behavior. Apart from that, the existence of peer variables also has a significant positive impact on financial behavior. Financial literacy and peers also contribute positively and significantly to lifestyle. Finally, lifestyle plays a role in mediating the relationship between financial literacy and financial behavior, as well as between peers and financial Keywords: financial literacy, peers, lifestyle, financial behavior Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui adanya pengaruh literasi keuangan dan teman sebaya terhadap perilaku keuangan dengan gaya hidup sebagai variabel mediasi (Studi pada mahasiswa Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesi. Populasi penelitian ini adalah 821 mahasiswa IBE Indonesia angkatan 2021-2024, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan rumus sampel yaitu Taro Yamane dengan tingkat erorr 5%, di peroleh sampel sebanyak 268 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dari google form dan alat analisis data menggunakan Smart PLS 4. Teknik analisis data menggunakan PLS-SEM. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif terhadap perilaku keuangan. Selain itu, keberadaan variabel teman sebaya juga memberikan dampak positif signifikan terhadap perilaku keuangan. Literasi keuangan dan teman sebaya juga berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap gaya hidup. Terakhir, gaya hidup berperan dalam memediasi hubungan antara literasi keuangan dan perilaku keuangan, serta antara teman sebaya dan perilaku keuangan. Kata Kunci: literasi keuangan, teman sebaya, gaya hidup, perilaku keuangan Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management 74 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. PENDAHULUAN Era generasi Z adalah era yang banyak terjadi perubahan perilaku, khususnya dalam perilaku keuangan. Perubahan perilaku keuangan tersebut seperti perubahan penggunaan uang tunai, cara menyimpan atau menabung uang, edukasi financial dan sikap terhadap Pertumbuhan ekonomi di era globalisasi ini menyebabkan kemajuan teknologi yang berdampak besar terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan yang semakin cepat tersebut menyebabkan dampak yang signifikan, terutama pada beberapa generasi terkhusus generasi Z (Fitriyadi et al. , 2. Generasi Z memiliki kriteria Menurut Rudianto . yaitu orang yang lahir pada tahun 1995-2010, yang dimana pada saat ini telah berusia 14 hingga 29 tahun. Generasi Z disebut juga dengan generasi internet atau iGeneration, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa generasi Z sangat mudah terpengaruh oleh dampak dari globalisasi karena karakter mereka yang mudah tertarik dengan barang-barang yang sedang trend ataupun bermerek di internet, sehingga apa yang dulunya merupakan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup menjadi lebih bervariasi khususnya dikalangan mahasiswa. Mahasiswa yang termasuk dalam generasi Z ini wajib memahami tentang keuangan karena mahasiswa adalah para penerus yang akan menjadi agen of change untuk kedepannya. Beberapa dari mahasiswa banyak yang belum memiliki persiapan dalam mengelola keuangan dengan berbagai macam alasan. Satu alasan utama tersebut yaitu kebanyakan mahasiswa masih menerima uang dari orang tuanya, dimana mereka tinggal meminta uang kembali kepada orang tuanya jika uangnya sudah habis. Namun, pada umumnya yang sering terjadi adalah pada mahasiswa yang kost, kontrakan atau lainnya yang jauh dari orang tuanya. Dimana dana mereka mudah cepat habis di pertengahan bulan dan belum sampai pada bulan Hal ini terjadi karena kurangnya pengelolaan keuangan yang baik dan tidak adanya anggaran bulanan untuk pengeluaran serta gaya hidup yang tinggi sehingga terjadi kekurangan uang sebelum bulannya habis yang menjadi penyebab timbulnya perilaku berhutang (Gunawan et al. , 2. Fenomena yang terjadi dikalangan mahasiswa terkait perilaku keuangan seringkali memperlihatkan bahwa kebanyakan mahasiswa mempunyai perilaku keuangan dengan tingkat yang relatif rendah dan gaya hidup hedon yang tinggi. Hidup di tengah pertumbuhan teknologi yang semakin pesat dengan gaya hidup digital telah menjadi sebuah fenomena budaya yang menghasilkan revolusi gaya hidup seperti budaya hidup yang serba digital, dimana beberapa pasar online menawarkan opsi Aubeli sekarang, bayar nantiAy. Mahasiswa sangat berpengaruh terhadap masalah perilaku keuangan, karena mereka merupakan suatu kelompok yang mudah tergiur terhadap trend terkini dan perubahan gaya hidup (Irawati & Kasemetan, 2. RUMUSAN MASALAH Berikut beberapa permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia? Bagaimana pengaruh teman sebaya terhadap perilaku keuangan mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia? Bagaimana pengaruh literasi keuangan terhadap gaya hidup mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia? Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 75 Bagaimana pengaruh teman sebaya terhadap gaya hidup mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia? Bagaimana pengaruh gaya hidup terhadap perilaku keuangan mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia? Bagaimana pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan melalui gaya hidup pada mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia? Bagaimana pengaruh teman sebaya terhadap perilaku keuangan melalui gaya hidup pada mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia? TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian pengaruh literasi keuangan dan teman sebaya terhadap perilaku keuangan dengan gaya hidup sebagai variabel mediasi yaitu: Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap perilaku keuangan mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap gaya hidup mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap gaya hidup mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya hidup terhadap perilaku keuangan pada mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan melalui gaya hidup pada mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh teman sebaya terhadap perilaku keuangan melalui gaya hidup pada mahasiswa Institut Bisnis Dan Ekonomi Indonesia. KAJIAN LITERATUR Literasi Keuangan Pengetahuan dan kecakapan sangat diperlukan pada literasi keuangan untuk pengaplikasian pemahaman mengenai kosnep dan risiko agar dapat membuat pengelolaan keuangan yang efektif dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat (Gunawan et , 2. Menurut Assanniyah & Setyorini . Literasi keuangan merupakan suatu kemampuan yang dinilai dari tingkat pemahaman dan pengetahuan seseorang dalam mengelola keuangannya. Indikator literasi keuangan yaitu pengetahuan keuangan, keterampilan keuangan, sikap keuangan dan perilaku keuangan Menurut Otoritas Jasa Keuangan . , literasi keuangan dapat diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku individu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan, demi mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan merupakan pemahaman menyeluruh yang melibatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap masyarakat atau individu dalam mengambil keputusan keuangan dan pengelolaan keuangan yang efektif sesuai dengan kondisi kebutuhan setiap individu dengan berbagai aspek seperti menabung. Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management 76 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. mengelola hutang, merencakan keuangan dan lain sebagainya untuk mencapai kesejahteraan Teman Sebaya Menurut Putri & Wahjudi . teman sebaya adalah individu dalam kelompok yang memiliki usia yang sama sehingga interaksi yang mereka lakukan dapat memengaruhi perilaku keuangan. Hal ini terjadi karena teman sebaya seringkali menjadi sosok yang lebih dekat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup dan kualitas hidup masing-masing individu. Menurut Santrock dalam Hakim . teman sebaya merupakan remaja yang memiliki circle atau teman yang Indikator teman sebaya yaitu kerja sama, persaingan, pertentangan, penerimaan, akomodasi dan perpaduan. Teman sebaya merupakan sekelompok remaja atau anak-anak yang sefrekuensi atau kedewasaan yang sama, dimana hubungan antar mereka bisa menimbulkan dampak yang positif maupun negatif. Apabila kelompok pertemanan tersebut baik, maka teman yang lain akan akan termotivasi untuk ikut melakukan kebaikan dan mengikuti kebiasaan baik temannya dan begitu pula sebaliknya. 3 Gaya Hidup Menurut Dewi et al . menjelaskan bahwa gaya hidup adalah suatu pola hidup seorang individu yang diperlihatkan dalam kegiatan, minat dan pendapat. Hal ini menggambarkan bahwa seseorang secara keseluruhan berpengaruh terhadap lingkungannya. Gunawan et al . mengemukakan bahwa gaya hidup merupakan bagaimana orang hidup, bagaimana mangatur waktu, bagaimana cara membelanjakan uang dan bagaimana mengalokasikan waktu pada suatu pola kehidupan yang diekspresikan dengan minat, aktivitas dan pendapat dalam membelanjakan uang. Secara umum dapat disimpulkan bahwa gaya hidup merupakan pola kehidupan seseorang yang di ungkapkan melalui aktivitas, minat dan pendapat yang bisa dilihat dari kesehariannya untuk berinteraksi dengan banyak orang di sekitarnya, sehingga bisa saja berdampak untuk mempengaruhi orang lain. Indikator gaya hidup yaitu aktivitas, minat dan opini. 4 Perilaku Keuangan Menurut Wahyuni & Setiawati . menyatakan bahwa financial behavior adalah kemampuan seseorang dalam mengatur perencanaan, pengelolaan, pemeriksaan dan pengendalian keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Wibowo & Hidayat . mengemukakan perilaku keuangan merupakan suatu ilmu yang mempelajari terkait perilaku keuangan yang berhubungan dengan bagaimana seseorang mengelola dan mempergunakan keuangan yang yang ada. Secara umum dapat disimpulkan bahwa financial behavior (Perilaku Keuanga. merupakan ilmu yang mempelajari mengenai kemampuan seseorang dalam mengatur keuangan agar uang tersebut dapat dikendalikan. Menurut Wibowo & Hidayat . indikator perilaku keuangan adalah sebagai berikut: membayar tagihan, membuat anggaran belanja, mencatat pengeluaran bulanan, menyediakan dana darurat, menabung, membandingkan harga sebelum memutuskan untuk melakukan Kerangka Konseptual Berikut adalah model yang menjelaskan hubungan variable literasi keuangan dan teman sebaya terhadap perilaku keuangan melalui gaya hidup. Adapun korelasinya yaitu: Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 77 Gambar 1. Kerangka Konseptual Sumber: Data diolah 2024 Hipotesis Penelitian H1 : Literasi Keuangan Berpengaruh Secara Positif dan Signifikan Terhadap Perilaku Keuangan H2 : Teman Sebaya Berpengaruh Secara Positif dan Signifikan Terhadap Perilaku Keuangan H3 : Literasi Keuangan Berpengaruh Secara Positif dan Signifikan Terhadap Gaya Hidup H4 : Teman Sebaya Berpengaruh Secara Positif dan Signifikan Terhadap Gaya Hidup H5 : Gaya Hidup Berpengaruh Secara Positif dan Signifikan Terhadap Perilaku Keuangan H6 : Literasi Keuangan Berpengaruh Secara Positif dan Signifikan Terhadap Perilaku Keuangan Melalui Gaya Hidup H7 : Teman Sebaya Berpengaruh Secara Positif dan Signifikan Terhadap Perilaku Keuangan Melalui Gaya Hidup METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menitikberatkan pada pengukuran dan analisis hubungan sebab-akibat antara bermacam-macam variabel (Sugiyono, 2. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak Kampus Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia. Objek pada penelitian ini yaitu mahasiswa generasi Z Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024. Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia seluruh jurusan yang berjumlah 821 mahasiswa. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 268 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Taro Yamane margin off error 5%. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data primer dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan kuesioner yang dibuat menggunakan google form dengan skala likert yang disebarkan kepada mahasiswa. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SmartPLS versi 4. dengan teknik analisis data Partial squares-structural Equation Modeling (PLS-SEM). HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian data penelitian dilakukan dengan pengujian kuantitatif dengan menghitung data yang diperoleh dari responden yang dijadikan sampel dalam penelitian. Pengujian data pada penelitian ini menggunakan bantuan komputer dengan analisis SEM PLS melalui alat Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management 78 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. analisis Smart Pls versi 4. Adapun hasil dari penelitian yaitu sebagai berikut. Analisis Jalur Smart Partial Least Square (PLS) Gambar 2. Model Structural Uji Model Pengukuran atau Outer Model Convergent Validity Convergen validity adalah nilai loading factor pada variabel laten dengan indikatorindikatornya. Menurut Ghozali . suatu korelasi dapat dikatakan memenuhi validitas konvergen apabila memiliki nilai loading factor yaitu lebih besar dari 0,7 dianggap sebagai indikasi bahwa ukuran reflektif individual tersebut valid. Meskirpun begitu, dalam penelitian pengembangan skala, loading sebesar 0,5 hingga 0,6 masih dapat diterima. Tabel 1. Hasil Pengujian Convergent Validity Konstruk Perilaku Keuangan (Y) Literasi Keuangan (X. Teman Sebaya (X. Gaya Hidup Pernyataan Y_1 Y_2 Outer Loading Y_3 Y_4 Y_5 X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 X2_6 Z_1 Keterangan Valid Valid Valid Valid Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 79 Z_2 Z_3 Sumber: Data Olahan Smart-PLS 4. (Z) Berdasarkan hasil estimasi loading factor pada tabel diatas nilai item yang dihasilkan oleh konstruk perilaku keuangan, literasi keuangan, teman sebaya dan gaya hidup telah memenuhi standar convergent validity karena semua faktor bernilai > 0,7. Discriminant Validity Pengujian Discriminant validity dilakukan untuk menunjukkan apakah indikator pada suatu konstruk akan memiliki loading factor terbesar pada konstruk yang dibentuknya dibandingkan dengan loading factor pada konstruk lainnya. Tabel 2. Cross Loading Gaya Hidup Literasi Keuangan (Z) (X. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Sumber: Hasil olahan SmartPLS 4. Perilaku Keuangan (Y) Teman Sebaya (X. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai cross loading menunjukkan discriminant validity yang baik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa nilai korelasi antara indikator dan konstruknya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai korelasi antara indikator dan konstruk lainnya. Salah satu metode alternatif untuk menilai validitas diskriminan adalah dengan membandingkan akar kuadrat dari average variance extracted (AVE) untuk setiap konstruk Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management 80 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. dengan korelasi antar konstruk dalam model. Sebuah model dianggap baik jika nilai AVE dari masing-masing konstruk lebih besar dari 0,50 (Ghozali dan Latan, 2. Tabel 3. Nilai Average Variance Extracted (AVE) Variabel Average Variance Extracted (AVE) Perilaku Keuangan (Y) Literasi Keuangan (X. Teman Sebaya (X. Gaya Hidup (Z) Sumber: Hasil Olahan SmartPLS 4. Berdasarkan tabel diatas hasil uji memperoleh nilai average variance extracted (AVE) menunjukkan bahwa pada seluruh variabel memiliki validitas potensial untuk diuji lebih lanjut hal ini karena nilai AVE setiap variabel > 0,5. Hal ini membuktikan bahwa setiap variabel memiliki discriminant validity yang baik. Reliability Dalam PLS-SEM menggunakan program Smart PLS 4. 0, ada dua cara untuk mengukur reliabilitas suatu konstruk melalui indikator, yaitu dengan menghitung Cronbach's alpha dan composite reliability. Suatu konstruk dianggap reliabel jika nilai composite reliability dan Cronbach's alpha keduanya lebih besar dari 0,70. (Ghozali & Latan, 2. Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa nilai Cronbach alpha dan Composite Reliability untuk variabel perilaku keuangan (Y), literasi keuangan (X. , teman sebaya (X. dan gaya hidup (Z) memiliki nilai CronbachAos alpha dan Composite Reliability > 0,7 yang berarti penelitian ini mencapai tingkat keandalan composite yang memadai dan telah memenuhi persyaratan nilai cronbachAos alpha sehingga penelitian ini dinyatakan sudah reliabel. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha Perilaku Keuangan (Y) 0,861 Literasi Keuangan (X. 0,783 Teman Sebaya (X. 0,845 Gaya Hidup (Z) 0,717 Sumber: Data Olahan Smart-PLS 4. Variabel Composite Reliability 0,900 0,860 0,886 0,835 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Uji Model Struktural atau Inner Model R-Square . R-square dapat digunakan untuk mengungkapkan pengaruh variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel endogen yang memiliki dampak signifikan. Secara umum, nilai Rsquare dapat dikategorikan sebagai berikut: nilai 0. 75 menunjukkan model yang kuat, 0. Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 81 menunjukkan model yang moderat, dan 0. 25 menunjukkan model yang lemah. (Ghozali & Latan, 2. Tabel 5. Uji R-Square Variabel Perilaku Keuangan Gaya Hidup Sumber: Hasil Olahan Smart-PLS 4. R-Square 0,321 0,451 Berdasarkan tabel di atas nilai R-Square penelitian ini dapat diketahui bahwa variabel perilaku keuangan dipengaruhi oleh literasi keuangan dan pengaruh teman sebaya sebesar 32,1%. Sementara itu, sisanya sebesar 67,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang berada di luar model yang diuji. Selain itu, variabel gaya hidup juga dipengaruhi oleh literasi dan teman sebaya sebesar 45,1% dan sisanya 54,9% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model pengujian. Q2 Prediktive Relevance . Nilai Q2 dari prediktive relevance dapat digunakan untuk mereinterpretasikan sintesis, cross validation, dan fungsi fitting dengan memprediksi variabel yang diamati serta estimasi parameter konstruk. Sebuah model dianggap memiliki predictive relevance yang baik jika nilai Q2 lebih dari 0, sedangkan jika nilai Q2 kurang dari 0, model tersebut dianggap memiliki predictive relevance yang rendah. Berikut rumus perhitungan Q2 prediktive Q2= 1-. -ycyay. a Oe ycyay. Maka: Q2= 1Oe . Oe 0,. Oe 0,. Q2= 1Oe . Q2= 1Oe 0,372 Q2= 0,628 Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, nilai Q2 atau relevansi prediktif dalam penelitian ini adalah 0,628. Hasil ini menunjukkan bahwa model penelitian memiliki relevansi prediktif, mengingat nilai Q2 lebih besar dari 0. Hasil Uji Hipotesis (Bootstrapin. Uji Direct Effect (Uji Hipotesis Langsun. Pengujian efek utama antar variabel digunakan uji T dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05. Jika nilai T hitung lebih besar dari 1,96, maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Sebaliknya, jika T hitung kurang dari atau sama dengan 1,96, maka Ho diterima. Berdasarkan tabel 6. dapat dilihat bahwa konstruk literasi keuangan memiliki dampak signifikan terhadap perilaku keuangan seseorang. Hal ini ditunjukkan oleh nilai T statistik yang mencapai 9,863, yang lebih besar dari 1,96, serta nilai P yang sangat rendah, yaitu 0,000. Konstruk teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku Hal ini dapat dilihat dari nilai T statistik yang mencapai 2,357, jauh lebih besar Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management 82 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. dari 1,96. Selain itu, nilai P value yang diperoleh adalah 0,009. Konstruk literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup. Hal ini dapat dilihat dari nilai T statistik yang mencapai 5,947, yang lebih besar dari 1,96, serta nilai P yang sangat rendah, yaitu 0,000. Konstruk teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup. Hal ini dapat dilihat dari nilai T statistik yang mencapai 7,246, melebihi batas 1,96, serta nilai P yang sangat rendah, yaitu 0,000. Konstruk gaya hidup memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan. Hal ini dapat dilihat dari nilai T statistik yang mencapai 2,089, yang lebih besar dari 1,96, serta nilai P value sebesar 0,018. Tabel 6. Hasil Uji Path Coeffisien Original (O) Gaya Hidup (Z) -> Perilaku Keuangan (Y) Literasi Keuangan (X. -> Gaya Hidup (Z) Literasi Keuangan (X. -> Perilaku Keuangan (Y) Teman Sebaya (X. -> Gaya Hidup (Z) Teman Sebaya (X. -> Perilaku Keuangan (Y) Sumber: Hasil Olahan SmartPLS 4. Sample (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) Uji Specifict Inderect Effect (Uji Medias. Uji efek mediasi akan mengukur nilai spesifik dari pengaruh tidak langsung. Jika nilai T hitung lebih besar dari 1,96, maka hipotesis nol (H. akan ditolak dan hipotesis alternatif (H. akan diterima. Sebaliknya, jika nilai T hitung kurang dari 0,05, maka Ho akan diterima. Untuk mengevaluasi apakah variabel gaya hidup dapat memediasi hubungan antara literasi keuangan dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku keuangan, silakan lihat tabel berikut Berdasarkan tabel 7. dapat dilihat bahwa konstruk literasi keuangan memiliki dampak signifikan terhadap perilaku keuangan seseorang. Hal ini ditunjukkan oleh nilai T statistik yang mencapai 9,863, yang lebih besar dari 1,96, serta nilai P yang sangat rendah, yaitu 0,000. Konstruk teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku Hal ini dapat dilihat dari nilai T statistik yang mencapai 2,357, jauh lebih besar dari 1,96. Selain itu, nilai P value yang diperoleh adalah 0,009. Konstruk literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup. Hal ini dapat dilihat dari nilai T Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 83 statistik yang mencapai 5,947, yang lebih besar dari 1,96, serta nilai P yang sangat rendah, yaitu 0,000. Konstruk teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gaya hidup. Hal ini dapat dilihat dari nilai T statistik yang mencapai 7,246, melebihi batas 1,96, serta nilai P yang sangat rendah, yaitu 0,000. Konstruk gaya hidup memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan. Hal ini dapat dilihat dari nilai T statistik yang mencapai 2,089, yang lebih besar dari 1,96, serta nilai P value sebesar 0,018. Tabel 7. Specifict Inderect Effect Original (O) Sample (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) Literasi Keuangan (X. -> Gaya Hidup (Z) Perilaku Keuangan (Y) Teman Sebaya (X. > Gaya Hidup (Z) -> Perilaku Keuangan (Y) Sumber: Hasil Olahan SmartPls 4. Berdasarkan hasil dari tabel diatas dapat dilihat bahwa konstruk gaya hidup memiliki peran penting dalam memediasi hubungan antara literasi keuangan dan perilaku keuangan. Nilai T statistik 2,023 > 1,96 dan nilai P values 0,022 < 0,05. Maka dari itu hipotesis keenam yang menyatakan gaya hidup mampu memediasi hubungan literasi keuangan terhadap perilaku keuangan diterima. Konstruk gaya hidup mampu memediasi hubungan teman sebaya terhadap perilaku Nilai T statistik 2,015 > 1,96 dan nilai P values 0,022 < 0,05. Maka dari itu hipotesis ketujuh yang menyatakan gaya hidup mampu memediasi hubungan teman sebaya terhadap perilaku keuangan diterima. PEMBAHASAN Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Prilaku keuangan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dilihat bahwa semakin tinggi tingkat literasi keuangan mahasiswa IBE Indonesia, khususnya generasi Z, maka akan semakin baik pula perilaku keuangan yang ditunjukkan dan begitu juga sebaliknya. Hal ini karena individu dengan literasi keuangan yang baik mampu membuat keputusan keuangan yang lebih bijaksana, menyisihkan Sebagian pendapatan untuk ditabung dan merencanakan pengeluaran tak terduga dengan lebih matang, sehingga keuangan jangka pendek maupun jangka panjangnya lebih terkelola. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nafitri & Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management 84 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. Wikartika . dengan hasil yang menunjukkan literasi keuangan berpengaruh secara positif serta signifikan terhadap perilaku keuangan, kemudian penelitian juga mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni & Setiawati . dengan hasil yang serupa literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan dan terakhir mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh (Sari & Widoatmodjo, 2. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Perilaku Keuangan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki pengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan. Dari penelitian ini dapat dijelaskan bahwa teman sebaya sangat mempengaruhi perilaku keuangan mahasiswa IBE Indonesia serta dalam pengambilan keputusan terkait keuangan. Hal ini terjadi dikarenkan mahasiswa IBE Indonesia lebih dominan berasal dari luar daerah yang dimana selama kuliah tinggal di kost atau asrama sehingga waktu mereka lebih banyak dihabiskan bersama teman-temannya. Akibatnya, perilaku keuangan mahasiswa IBE Indonesia mengikuti perilaku keuangan teman Hasil penelitian ini mendukung atau menerima hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Cahyani & Rochmawati . Rajagukguk & Sari . dan Dyansyah & Pandin . yang menunjukkan bahwa teman sebaya bepengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Gaya Hidup Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap gaya hidup. Semakin baik tingkat literasi keuangan seseorang, semakin besar dampaknya terhadap gaya hidup mereka. Dalam penelitian ini, literasi keuangan secara umum didefinisikan oleh pengetahuan dasar, keterampilan, dan sikap Aspek-aspek ini berkontribusi pada pengelolaan keuangan yang lebih baik, yang pada gilirannya memengaruhi pola gaya hidup setiap mahasiswa. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ayu et al . dan Dewi & Darma . yang menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap gaya hidup. Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Gaya Hidup Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teman sebaya berpengaruh secara signifikan dengan arah positif terhadap gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh teman sebaya memiliki dampak signifikan terhadap gaya hidup individu. Hal ini terjadi karena kurangnya kontrol diri serta pendirian yang lemah, yang membuat mahasiswa IBE Indonesia cenderung mudah terpengaruh oleh kelompok teman sebayanya. Semakin rendah tingkat kontrol diri seseorang, semakin tinggi pula gaya hidup yang dijalani. Sebaliknya, semakin tinggi kontrol diri seseorang, semakin rendah tingkat gaya hidupnya. Hasil penelitian ini berbeda dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Jannah & Sylvia . dan Isnawati & Kurniawan . yang menyatakan bahwa teman sebaya tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap gaya hidup. Perbedaan hasil penelitian ini dikarenakan adanya perbedaan generasi, objek dan lokasi. Dimana penelitian sebelumnya dilakukan pada mahasiswa generasi milenial akhir dan masuk generasi Z awal sehingga penelitian tersebut mungkin belum sepenuhnya mencerminkan adanya perkembangan Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 85 teknologi digital dan media sosial. Sementara penelitian ini dilakukan pada mahasiswa generasi Z yang memiliki karakteristik berbeda seperti ketergantungan yang lebih tinggi terhadap media sosial dan menganggap teman sebaya sebagai sumber referensi mereka dalam menentukan gaya hidup. Perbedaan ini mempertegas bahwa faktor generasi dan konteks sosial berdampak signifikan dalam mempengaruhi hubungan antara teman sebaya dan gaya Oleh karena itu penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam memahami bagaimana pengaruh teman sebaya dapat berbeda di berbagai generasi. Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Keuangan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel gaya hidup berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku keuangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa IBE Indonesia memposisikan gaya hidup sebagai prioritas utama seperti menyukai membeli barang yang lagi trend, sering nongkrong di cafe serta merasa bangga saat menggunakan barang-barang yang sedang tren, karena berpikir itu akan membuatnya mendapatkan banyak pujian dari teman-temannya, sekaligus meningkatkan rasa percaya dirinya. Di samping itu, melakukan aktivitas healing seperti berlibur dan berwisata juga telah menjadi hal yang biasa Temuan dari penelitian ini menunjukkan keselarasan dengan hasil wawancara yang dilakukan di lapangan. Selain itu, penelitian ini juga mendukung temuan dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Sufyati Hs & Alvi Lestari . dan Nafitri & Wikartika . yang menyatakan dengan hasil yang serupa bahwa gaya hidup berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap perilaku keuangan. Peran Mediasi Gaya Hidup Terhadap Hubungan Literasi Keuangan ke Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa variabel gaya hidup berperan sebagai mediator dalam hubungan antara variabel eksogen literasi keuangan dan variabel endogen perilaku keuangan. Hasil, ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Ayu et al. , 2. Artinya dalam penelitian ini gaya hidup memiliki peran yang cukup besar efeknya dalam memediasi literasi keuangan terhadap perilaku Gaya hidup mencerminkan suatu kebiasaan setiap individu dalam mengatur keseharian mereka termasuk keputusan keuangan. Seseorang yang memiliki literasi keuangan yang baik cenderung lebih memahami pentingnya gaya hidup yang seimbang seperti membelanjakan uang sesuai kebutuhan dan menabung. Perubahan gaya hidup ini kemudian berdampak pada perilaku keuangan yang lebih terarah, seperti dapat mengelola anggaran atau pendapatan yang lebih baik. Karena, semakin rendah tingkat literasi keuangan maka akan semakin tinggi gaya hidupnya yang pada akhirnya berpengaruh terhadap perilaku Peran Mediasi Gaya Hidup Terhadap Hubungan Teman Sebaya Ke Perilaku Keuangan Berdasarkan hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa variabel gaya hidup. mampu memediasi hubungan variabel eksogen teman sebaya terhadap perilau keuangan. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Isnawati & Kurniawan . yang menyatakan Gaya hidup tidak dapat dijadikan sebagai Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management 86 | Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. mediator dalam hubungan antara teman sebaya dan perilaku keuangan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki pengaruh tidak langsung terhadap perilaku keuangan. Variabel gaya hidup dalam penelitian ini tercategorikan tinggi dengan koefisien jalur yang bernilai positif. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi gaya hidup seseorang, semakin negatif pula pengaruh teman sebaya terhadap perilaku keuangannya. Sebaliknya, jika gaya hidup seseorang cenderung rendah, maka pengaruh teman sebaya terhadap perilaku keuangan bisa menjadi lebih positif. Ini disebabkan oleh kemampuan individu untuk mengontrol diri, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh temantemannya. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terkait hubungan antara literasi keuangan dan teman sebaya terhadap perilaku keuangan yang di mediasi oleh gaya hidup dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia. Selain itu, pengaruh positif dan signifikan juga ditunjukkan oleh interaksi antar teman sebaya terhadap perilaku keuangan mahasiswa di institusi tersebut. Literasi keuangan juga berkontribusi secara signifikan terhadap gaya hidup mahasiswa, di mana dukungan dari teman sebaya berperan dalam membentuk gaya hidup yang sama. Gaya hidup itu sendiri terbukti mempengaruhi perilaku keuangan mahasiswa secara positif dan signifikan. Dengan demikian, literasi keuangan berperan penting dalam membentuk perilaku keuangan mahasiswa melalui gaya hidup yang mereka jalani. Teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan melalui gaya hidup mahasiswa Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang penulis rekomendasikan dalam penelitian ini yaitu: Bagi Institut Bisnis dan Ekonomi Indonesia Penulis berharap agar penelitian ini dapat menjadi acuan literatur bagi peneliti pada penelitian selanjutnya. Bagi Mahasiswa Kepada para mahasiswa penulis menyarankan agar selalu belajar dan peka akan setiap informasi yang berhubungan dengan keuangan agar kedepannya bisa memiliki literasi keuangan yang tinggi dengan harapan supaya para mahasiswa terhindar dari masalah keuangan serta dapat membantu meningkatkan literasi keuangan negara Indonesia agar dapat lebih tinggi dari negara lain. Bagi Peneliti Selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya, penulis menyarankan untuk menambahkan variabel lain yang memungkinkan memiliki pengaruh juga terhadap perilaku keuangan mahasiswa seperti uang saku, pendapatan orang tua dan lingkungan kampus. Bisman (Business and Managemen. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 1. Februari 2025. | 87 DAFTAR PUSTAKA