Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi (Rice Husk As. Pada Beton Normal Terhadap Nilai Kuat Tekan Teguh Haris Santoso. Weimintoro. Okky Hendra H. Pengajar Jurusan Teknik Sipil. Universitas Pancasakti Tegal Jln. Halmahera No. 1 Mintaragen. Kota Tegal Timur. Kota Tegal 52121 E-mail : tesant73@gmail. (!,2,. Abstract This study aims to determine the effect of adding rice husk ash to normal concrete on its compressive strength value. The benefit of this research is to increase knowledge about the effect of rice husk ash which can be used as an effort to reduce the use of Portland cement in concrete. This research method uses an experimental method of an experiment to determine the effect of a variable under study. The location of this research was conducted at the laboratory of PT. Nisajana Hasna Rizqy Tegal. The results of this study are the composition of the mixture of rice husk ash mixture which has the greatest compressive strength value occurs in the mixture of ASP * 10% concrete at 19. 84 MPa aged 28 days, the compressive strength value does not reach the planned target of 24 MPa. Keywords : Rice Husk Ash. Concrete. Compressive Strength Value. Pendahuluan Penggunaan beton saat ini sebagai bahan utama konstruksi bangunan sudah tidak diragukan lagi keunggulannya, kekuatan yang semakin tinggi dalam memikul beban, proses pengerjaanya yang mudah serta durabilitasnya menjadikan beton sebagai pilihn utama dalam segala hal Inodonesia sebagai negara agraris, pada dasarnya memiliki potensi untuk Khususnya dari segi produksi padi, produksi padi di Indonesia tercatat pada tahun 2019 mencapai 54,60 juta ton gabah kering giling (GKG), dimana dapat menghasilkan 20% - 25% sekam padi dari total keseluruhan, oleh karena itu sekam padi banyak ditemukan di Indonesia (Nasional, 2. Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambah memebentuk masa padat (SNI. Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, 2. Sekarang ini sedang dikembangkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, dengan tujuan penghematan sumber daya alam dan konsep ramah lingkungan. Abu sekam padi adalah limbah hasil pembakaran sekam padi yang mengandung senyawa terbesarnya adalah silika (SiO. yang dapat dimanfaatkan untuk campuran pada pembuatan semen, bahan isolasi, . husk board dan campuran industri bata merah (Heldita. Oleh sebab itu penulis ingin memanfaatkan abu sekam padi untuk bahan pengujian sebagai upaya pengurangan penggunaan semen portland dalam pembuatan beton normal. Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang di dapat adalah bagaimana pengaruh abu sekam padi pada campuran beton normal terhadap nilai kuat tekannya. Ditinjau dari rumusan masalah, maka tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh abu sekam padi pada campuran beton normal terhadap nilai kuat tekan. Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Landasan Teori Beton Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambah memebentuk masa padat Beton nomal adalah beton yang mempunyai berat isi . 0 Ae 2. kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah (SNI. Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, 2. Adapun material Ae material pembuatan beton antara lain : Semen portland Semen hidrolis yang dihasilakan dengan cara menggiling terak semen terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambah lain (SNI. Cara pemilhan campuran untuk beton normal, beton berat dan beton massa, 2. Agregat Halus Adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami dari batu atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai butir terbesar 5,0 mm (SNI. Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, 2. Agregat Kasar Adalah kerikil sebagai hasil desintegarasi alami dari batu atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai butir antara 5 mm Ae 40 mm (SNI. Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, 2. Air Air merupakan komponen penting dalam pembuatan beton, air akan bereaksi dengan semen dan reaksi tersebut akan membuat semen mengeras, sehingga dapat mengikat agregatagregat yang ada pada campuran beton (Isradias Mirajhusnita, 2. Bahan Tambah Bahan tambah adalah bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam campuran beton pada saat atau selama proses pencampuran berlangsung. Bahan tambah didefinisikan sebagai material selain semen hidraulik, agregat halus & kasar, dan air yang dicampurkan ke dalam beton atau mortar yang ditambahkan sebelum atau selama pengadukan berlangsung (Mulyono. Abu Sekam Padi (Rice Husk As. Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi adalah material yang bersifat pozzolanic dalam arti kandungan material terbesarnya adalah silika dan baik untuk digunakan dalam campuran pozzolan Ae kapur yaitu mengikat kapur bebas yang timbul pada waktu hidrasi semen Silikon dapat bereaksi dengan kapur membentuk kalsium silika hidrat sehingga menghasilkan ketahanan dari beton bertambah besar karena kurangnya kapur (Rahman, 2. Adapun kandungan senyawa pada abu sekam padi sebagai berikut : SiO2 : 92 Ae 94%. Carbon : 3 Ae 5%. Fe2O3 : 0. 10 Ae 0. CaO : 0. 10 Ae 0. Al2O3 : 0. 20 Ae 0. MgO : 0. 10 Ae 0. MnO : 0. K2O : 0. Na2O : 0. 1% (Mulyono, 2. Perawatan Perawatan adalah untuk mempertahankan agar beton tetap jenuh, agar proses hidrasi semen berjalan dengan sempurna & dapat mengembangkan kekuatannya secara wajar serta memiliki tingkat kekedapan serta keawetan yang baik. Uji Kuat Tekan Tata cara pengujian yang umum dipakai adalah SNI 03-1974-1990. Rumus yang digunakan untuk perhitungan kuat tekan beton adalah : Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. fAoc = P / A a. Keterangan : fAoc = Kuat tekan (MP. = Beban tekan (N) = Luas penampang benda uji . Metodelogi Penelitian Metode Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu suatu percobaan dalam melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh yang terjadi dari suatu variabel yang diteliti. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium PT. Nisajana Hasna Rizqy Tegal. Instrumen Penelitian Alat Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu picnometer, cawan, satu set alat uji material agregat halus & kasar, timbangan digital dan analog, gelas ukur, kuas, molen/pencampur agregat, cetakan silinder serta alat tulis untuk mencacat analisa dan hasil pada saat pengujian. Bahan . Semen Portland Semen yang digunakan adalah Semen Tiga Roda Roda Type I . Agregat Halus Agregat halus yang digunakan pasir Kali Comal Pemalang . Agregat Kasar Agregat kasar yang digunakan kerikil Kaligung Kabupaten Tegal yang ada di PT. Nisajana Hasna Rizqy Tegal . Air Air yang digunakan adalah air yang tersedia di PT. Nisajana Hasna Rizqy Tegal . Abu Sekam Padi Abu sekam padi yang digunakan berasal dari limbah pembakaran batu bata dengan variasi campuran sebesar 10%, 15% dan 25%. Perencanaan Mix Design Sebagai pedoman dengan mutu kuat tekan . beton yang direncanakan 24 Mpa. Sebagai acuan mengunakan SNI 7656 Ae 2012 untuk perencanaan campuran material bahan pada tabel 1 dibawah ini : Tabel 1. Mix Design Beton Normal per 1 m3 dalam Kg. Perbandingan Berat . Agregat Halus Pasir . Aregat Kasar Split . Air (Lt. Variasi PC* ASP* Split 1 - 2 Split 2 - 3 Beton Normal Abu Sekam Padi 10 % Abu Sekam Padi 15 % Abu Sekam Padi 25 % Catatan : PC* ASP* = Portland Cement = Abu Sekam Padi Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Dari mix design pencampuran beton normal tabel 1 diatas, maka dapat ditentukan total volume material yang dibutuhkan untuk pembuatan 4 buah sampel benda uji silinder dengan volume 0,02121428 cm3. Tabel 2. Volume Perbandingan Abu Sekam Padi & Semen Portland untuk Kebutuhan 4 Silinder. Perbandingan Berat . Variasi Agregat Halus Pasir . PC* ASP* Aregat Kasar Split . Split 1 - 2 Split 2 - 3 Air (Lt. Beton Normal 5,022 Abu Sekam Padi 10 % 5,022 Abu Sekam Padi 15 % 5,022 Abu Sekam Padi 25 % 5,022 Catatan : PC* = Portland Cement ASP* = Abu Sekam Padi Diagram Alur / Flow Chart Mulai Penyediaan Material Abu sekam padi : C Analisa ayakan Agregat Halus & Kasar : C Berat jenis SSD & penyerapan air C Berat isi & porositas C Kadar air C Kadar lumpur C Analisa ayakan Spesifikasi Mix design & Pengadukan Pengujian beton segar : C Faktor air semen C Slump test Pembuatan Sampel Perawatan Pengujian beton keras Umur 7 hari & 28 hari Analisa data & Kesimpulan Selesai Gambar 1. Diagram Alur Penelitian. Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Hasil Dan Pembahasan Pengujian Material Abu Sekam Padi (Rice Husk As. Gradasi Analisa Ayakan Dari hasil pengujian analisa ayakan abu sekam padi dilaboratorium didapat Modulus Kehalusan Butir (MHB) yaitu sebesar 1. 03% . angat halu. , dikarenakan berbentuk abu yang sangat halus seperti semen potrland dengan nilai MHB sebesar < 1,5 % (Menurut SNI S-04-1989-F sebesar 1,5 Ae 3,8%). Gradasi Abu Sekam Padi (RHA) % Lolos Ayakan Batas Atas Data Sampel Batas Bawah Pan No. Saringan Ayakan Gambar 2. Grafik Gradasi Ayakan Abu Sekam Padi. Agregat Halus . Berat Jenis SSD & Penyerapan Air Dari hasil pengujian dilaboratorium, didapat berat jenis SSD sebesar 2. 6 nilai tersebut masih dalam batas 2. 2 Ae 2. 7 (SNI 03-1970-. dan penyerapan air sebesar 2. 53% 6 nilai tersebut masih dalam batas 3% (ASTM C 29M Ae 91. Berat Isi & Porositas Dari hasil pengujian dilaboratorium, didapat berat isi sebesar 1. 3 gr/cm3 nilai tersebut tidak kurang dari 1. 2 gr/cm3 (SII No. dan porositas 47. Berat Kadar Air Dari hasil pengujian dilaboratorium, didapat nilai kadar air sebesar 7. Berat Kadar Lumpur Dari hasil pengujian dilaboratorium,didapat nilai kadar lumpur sebesar 12. 19% nilai ini tidak sesuai SNI S-04-1989-F yang di ijinkan yaitu 5%. Gradasi Analisa Ayakan Dari hasil pengujian analisa ayakan agregat halus dilaboratorium didapat Modulus Kehalusan Butir (MHB) yaitu sebesar 3% . , nilai ini masih dalam batas SNI S-041989-F sebesar 1,5 Ae 3,8%. Gradasi Agregat Halus (Pasir Kali Coma. % Lolos Aayakan Batas Atas Data Sampel Batas Bawah 200" 100" 3/8" No. Saringan Ayakan Gambar 2. Grafik Gradasi Ayakan Agregat Halus. Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Agregat Kasar . Berat Jenis SSD & Penyerapan Air Dari hasil pengujian dilaboratorium, didapat berat jenis SSD sebesar 2. 7 nilai tersebut masih dalam batas 2. 2 Ae 2. 7 (SNI 03-1970-. dan penyerapan air sebesar 1. 62% 6 nilai tersebut masih dalam batas 3% (ASTM C 29M Ae 91. Berat Isi & Porositas Dari hasil pengujian dilaboratorium, didapat berat isi sebesar 1. 4 gr/cm3 nilai tersebut tidak kurang dari 1. 2 gr/cm3 (SII No. dan porositas 46. Berat Kadar Air Dari hasil pengujian dilaboratorium, didapat nilai kadar air sebesar 1. Berat Kadar Lumpur Dari hasil pengujian dilaboratorium,didapat nilai kadar lumpur sebesar 4. 14% nilai ini masih dalam batas sesuai SNI S-04-1989-F yang di ijinkan yaitu 5%. Gradasi Analisa Ayakan Dari hasil pengujian analisa ayakan agregat kasar dilaboratorium didapat Modulus Kehalusan Butir (MHB) yaitu sebesar 7%, nilai ini masih dalam batas yaitu sekitar 6 Ae 7,1% (Menurut SII. Gradasi Agregat Kasar (Kerikil Kaligun. % Lolos Ayakan Batas Atas Data Sampel Batas Bawah Pan 100" 50" 30" 16" 4" 3/8" 1/2" 3/4" 1" No. Saringan Gambar 3. Grafik Gradasi Ayakan Agregat Kasar. Pengujian Beton Segar Faktor Air Semen Dari hasil pengujian FAS (Faktor Air Seme. diperoleh sebagai berikut : Tabel 3. Hasil Uji FAS Campuran Beton Segar. No. Variasi Kebutuhan Air . g/cmA) Kebutuhan Semen . g/cmA) Abu Sekam Padi 10 % Abu Sekam Padi 15 % Abu Sekam Padi 25 % Rata - rata Faktor Air Semen (%) W/C (%) Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Faktor Air Semen W/C Ratio Abu Sekam Padi 10% Abu Sekam Padi 15% FAS Abu Sekam Padi 25% Linear (FAS) Gambar 4. Grafik FAS Campuran Abu Sekam Padi. Didapat nilai FAS . rata-rata campuran beton dari hasil pengujian beton segar diatas yaitu 0,62. Nilai ini tidak masuk dalam batas yang diijinkan untuk beton normal yaitu 0,50 (SNI 2834 Ae 2. Berdasarkan gambar 4 diatas ini menunjukan bahwa semakin bertambahnya kebutuhan abu sekam padi maka FAS semakin besar, secara worability beton semakin baik namun secara strenghts beton akan semakin turun karena jumlah air yang kebanyakan dapat mengurangi daya rekat pada semen itu sendiri. Slump Test Dari hasil pengujian slump diperoleh grafik sebagai berikut : Slump Test Nilai Slump . Abu Sekam Padi Abu Sekam Padi Abu Sekam Padi Slump Test Linear (Slump Tes. Gambar 5. Grafik Slump Test Campuran Abu Sekam Padi. Berdasarkan gambar 5 menunjukan nilai slump test rata-rata yang didapat dari hasil pengujian beton segar yaitu sebesar 10. Nilai ini masih dalam batas yang di ijinkan pada beton normal yaitu 8-12 cm (SNI 7394-2. Pengujian Beton Keras Pengujian Kuat Tekan Dari hasil pengujian kuat tekan pada beton umur 7 hari dan 28 hari didapat pada tabel 4 dibawah ini sebagai berikut : Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Umur (Har. Slump . 8 Ae 12 Tabel 4. Perbandingan Hasil Uji Kuat Tekan (MP. Beton Pada Umur 7 Hari & 28 Hari. Kuat Nilai Kuat Nilai Kuat Tekan Tekan Beton Variasi Tekan Beton (K) Rata (Mp. Campuran (Mp. ASP* 10 % 14. ASP* 15% ASP* 25 % ASP* 10 % 8 Ae 12 ASP* 15% ASP* 25 % Catatan : ASP* = Abu Sekam Padi Kuat Tekan Rata rata (K) Dari hasil pengujian kuat tekan beton diatas, pada tabel 4 maka dapat diketahui bahwa komposisi variasi campuran abu sekam padi yang memiliki nilai kuat tekan terbesar terjadi pada beton campuran ASP* 10% sebesar 19. 84 MPa umur 28 hari. Sehingga semakin banyak campuran abu sekam padi pada beton akan menurunkan nilai kuat tekannya. Hal ini dapat dilihat lewat pada gambar 6, dibawah ini : Perbandingan Kuat Tekan Beton Campuran Abu Sekam Padi Nilai Kuat Tekan (MP. Abu Sekam Padi Abu Sekam Padi Abu Sekam Padi Variasi Campuran Abu Sekam Padi Umur 7 hari Umur 28 hari Gambar 6. Grafik Perbandingan Uji Kuat Tekan Beton. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Dari hasil pengujian nilai kuat tekan, didapat campuran ASP* 10% memiliki nilai kuat tekan terbesar yaitu 19. 84 MPa umur 28 hari. Sehingga dapat disimpulkan campuran variasi abu sekam padi 10%, 15% dan 25% tidak dapat meningkatkan nilai kuat tekan. Serta tidak mencapai target nilai kuat tekan yang telah direncanakan yaitu sebesar 24 MPa. Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Saran Campuran abu sekam padi yang pantas untuk variasi campuran beton normal harus kurang dari 10% penggunaanya dari jumlah berat semen. Pada material abu sekam padi memiliki daya serap tinggi maka harus penambahan superplasticizer untuk mengurangi FAS (Faktor Air Seme. dan meningkatkan nilai kuat Penambahan sampel pada penelitian agar hasil lebih akurat. Dilengkapi foto makro & mikro untuk menegtahui ikatan pada abu sekam padi menggunakan Scaning Electron Microscope (SEM). Daftar Pustaka