Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. PERBANDINGAN EFEK MOBILISASI SARAF DAN SPINAL MOBILIZATION WITH LEG MOVEMENT TERHADAP PENURUNAN NYERI FUNGSIONAL PADA LUMBAR RADICULOPATHY Comparison Of The Effects Of Nerve Mobilization And Spinal Mobilization With Leg Movement On Reduction Of Functional Pain In Lumbar Radiculopathy Sudaryanto. Tiar Erawan. Rahmat Nugraha. St Khadijah Indah Maidah Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar *) E-mail korespondensi : sudaryanto@poltekkes-mks. ABSTRACT Background : Lumbar radiculopathy is a condition that causes pain and tingling along the associated sciatic nerve distribution and can cause weakness and limitations in performing daily activities. Methods: The aim of this study was to compare the effect of Nerve Mobilization and Spinal Mobilization With Leg Movement (SMWLM) on reducing functional pain in patients with Lumbar radiculopathy. The research design was a randomized pre test Ae post test two group design, there were 2 groups. treatment group 1 received Nerve Mobilization and treatment group 2 received SMWLM, both groups were given Short Wave Diathermy. The number of samples based on inclusion criteria was 20 people, randomized into 2 groups, were 10 people in treatment group 1 and 10 people in treatment group 2. Data collection was obtained by measuring the Patient Specific Functional Scale (PSFS) at the beginning of the study and at the end of the study. Results: The results of the paired sample t test obtained the value of p = 0. <0. in both the treatment group 1 and the treatment group 2, which means that Nerve Mobilization and SMWLM produced a significant effect on reducing functional Then, based on the results of independent sample t test, obtained the value of p = 0. <0. , which means that there is a significant difference in the average difference between treatment group 1 and treatment group 2, where the mean difference in treatment group 2 . %) > the mean difference treatment group 1 . 14%). Conclusion: The SMWLM intervention resulted in a significantly greater reduction in functional pain than the nerve mobilization intervention in patients with Lumbar Radiculopathy Keywords : Nerve Mobilization. Spinal Mobilization With Leg Movement. Functional Pain. Lumbar Radiculopathy. ABSTRAK Latar belakang : Lumbar radiculopathy merupakan kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan kesemutan sepanjang distribusi saraf sciatic yang terkait dan dapat menyebabkan kelemahan serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Metode : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh Mobilisasi saraf dan Spinal Mobilization With Leg Movement (SMWLM) terhadap penurunan nyeri fungsional pada penderita Lumbar radiculopathy. Desain penelitian adalah randomized pre test Ae post test two group design, yaitu terdapat 2 kelompok . treatment 1 mendapatkan Mobilisasi Saraf dan kelompok treatment 2 mendapatkan SMWLM, kedua kelompok diberikan Short Wave Diathermy. Jumlah sampel berdasarkan kriteria inklusi adalah 20 orang, dirandomisasi kedalam 2 kelompok yaitu sebanyak 10 orang kelompok treatment 1 dan 10 orang kelompok treatment 2. Pengumpulan data diperoleh melalui pengukuran Patient Specifik Functional Scale (PSFS) di awal penelitian dan akhir penelitian. Hasil : Hasil uji paired sample t diperoleh nilai p=0,000 . <0,. baik pada kelompok treatment 1 dan kelompok treatment 2, yang berarti Mobilisasi Saraf dan SMWLM menghasilkan pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nyeri fungsional. Kemudian berdasarkan hasil uji independent sample t diperoleh nilai p=0,000 . <0,. yang berarti ada perbedaan rerata selisih yang signifikan antara kelompok treatment 1 dan kelompok treatment 2, dimana nilai rerata selisih kelompok treatment 2 . %) > nilai rerata selisih kelompok treatment 1 . ,14%). Kesimpulan : Intervensi SMWLM menghasilkan penurunan nyeri fungsional yang lebih besar secara signifikan daripada intervensi Mobilisasi saraf pada penderita Lumbar Radiculopathy. Kata Kunci : Mobilisasi Saraf. Spinal Mobilization With Leg Movement. Nyeri Fungsional. Lumbar Radiculopathy PENDAHULUAN Lumbar radiculopathy merupakan kondisi yang menyebabkan nyeri dan atau parastesia pada distribusi saraf sciatic atau akar saraf lumbosakral dan dapat melakukan aktifitas sehari-hari. Lumbar radiculopathy merupakan kerusakan saraf sciatic, dimana saraf sciatic dari akar saraf L4 sampai S2 mengalami iritasi atau kompresi (Berry et al. , 2. Herniasi nukleus pulposus (HNP) adalah penyebab paling umum dari nyeri sciatic atau penyebab terjadinya lumbar Herniasi nukleus pulposus pulposus keluar kearah posterior atau posterolateral sehingga nukleus pulposus dapat menekan atau menjepit akar saraf yang berhubungan dengan sciatic nerve (Ostelo, 2. Insiden radiculopathy berdasarkan laporan adalah antara 30 hingga 50 tahun, dan lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan dengan rasio perbandingan 2:1. Sebanyak radiculopathy dan low back pain adalah memiliki prevalensi umur 18-55 tahun (Berry et al. , 2. Di Belanda, kasus lumbar radiculopathy sekitar 9,4 kasus per 1000 orang dewasa (Ter Meulen et al. , 2. Sedangkan menurut Ehrlich GE, et. Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Indonesia radiculopathy sebesar 18-21%, dimana lakilaki sebesar 13,6% dan perempuan sebesar 18,2% (Wardoyo puspo,Tandya Lenny. Di Wilayah Sulawesi Selatan khususnya kota Maros, berdasarkan data resmi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. La Palaloi, pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2020, jumlah kunjungan pasien lumbar radiculopathy di Poli Fisioterapi sebanyak 77 kasus, dengan jumlah kunjungan setiap pasien per minggu sekitar 2-3 kali. Berdasarkan hasil survey dibeberapa Rumah Sakit. RSUD Dr La Palaloi Maros merupakan Rumah Sakit radiculopathy terbanyak. Nyeri yang ditimbulkan oleh lumbar Keterbatasan aktivitas yang berhubungan dengan pembebanan dan perubahan posisi seperti duduk saat bekerja, berjalan, membungkuk, memindahkan dan mengangkat barang dapat menyebabkan penderita tidak mampu melakukan aktivitas pekerjaan dalam waktu yang lama (Ostelo, 2. Pada umumnya banyak metode intervensi yang digunakan fisioterapi untuk diakibatkan oleh lumbar radiculopathy, modalitas thermal yang menghasilkan efek deep thermal seperti Short Wave Diathermy, kemudian pemberian terapi latihan seperti Mobilisasi Saraf dan Spinal Mobilization With Leg Movements biasa disebut (SMWLM). Short Wave Diathermy (SWD) efektif dalam memanaskan jaringan dalam tanpa risiko panas berlebihan, dan kemungkinan untuk memodulasi frekuensi gelombang sesuai dengan kebutuhan klinis sehingga menjadikan alat ini pilihan terapi yang efektif untuk nyeri muskuloskeletal. Hasil penelitian yang dilakukan telah mengkonfirmasi bahwa SWD efektif dan aman serta mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pada penderita gangguan musculoskeletal (Masiero et al. Mobilisasi Saraf adalah metode manual terapi yang bermanfaat untuk meredakan nyeri akibat iritasi saraf perifer. Penerapan Mobilisasi saraf pada kasus lumbar radiculopathy bertujuan untuk ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. meningkatkan pergerakan saraf ischiadicus, mengurangi sensitivitas mekanis sistem saraf perifer, meningkatkan fungsi saraf, serta mengurangi rasa sakit pada area pinggang (Jeong et al. , 2. Penelitian sebelumnya tentang Mobilisasi Saraf pada pasien low back pain dan lumbar radiculopathy, melaporkan bahwa mobilisasi saraf yang diberikan sebanyak 2 kali menunjukkan penurunan persepsi nyeri. Mobilisasi Saraf dapat mengurangi pengiriman impuls nyeri yang disebabkan oleh peradangan pada jaringan saraf, serta meningkatkan adaptasi saraf perifer akibat cedera dan menurunkan tekanan pada saraf. Dengan meningkatnya Mobilisasi Saraf dapat mengurangi reaksi hipoksia yang disebabkan oleh edema di dalam saraf dan mengurangi kompresi pada jaringan saraf, sehingga nyeri dapat berkurang (Khadijah & Budi, 2. Spinal Mobilization With Leg Movements (SMWLM) merupakan teknik mobilisasi yang melibatkan gerakan tungkai secara bersamaan dengan glide sendi pada segment tertentu daerah lumbar spine. Tehnik ini memiliki efek teraupetik terhadap diskus intervertebralis yang menonjol membebaskan iritasi pada akar saraf yang bersumber pada diskus. Tujuan dari SMWLM adalah untuk menurunkan nyeri fungsional yang berhubungan dengan gerak aktif pasien pada saat otot berkontraksi (Hing et al. , 2. Berdasarkan uraian masalah di atas, maka kami ingin membuktikan perbandingan efek antara Mobilisasi Saraf Spinal Mobilization With Leg Movements terhadap penurunan nyeri Lumbar Radiculopathy. Berdasarkan masalah penelitian tersebut maka dapat dirumuskan masalah Apakah perbandingan efek Mobilisasi Saraf dan Spinal Mobilization With Leg Movements terhadap penurunan nyeri fungsional pada Lumbar Radiculopathy Kemudian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efek antar Mobilisasi Saraf dan Spinal Mobilization With Leg Movements terhadap penurunan nyeri fungsional pada penderita Lumbar Radiculopathy. Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar METODE Desain. Tempat dan Waktu Jenis riset adalah quasi experiment dengan desain randomized pre test Ae post test two group, menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok treatment 1 mendapatkan Mobilisasi Saraf, kelompok treatment 2 mendapatkan Spinal Mobilization With Leg Movement, namun kedua kelompok mendapatkan Short Wave Diathermy. Penelitian ini dilaksanakan di Poli Fisioterapi RSUD. Dr. La Palaloi Maros. Jumlah dan Cara Pengambilan Subjek Populasi penelitian adalah pasien lumbar radiculopathy yang mendapatkan pelayanan di Poli Fisioterapi RSUD Dr La Palaloi Maros. Berdasarkan kriteri inklusi didapatkan jumlah sampel sebanyak 20 orang, kemudian dirandomisasi kedalam 2 kelompok yaitu 10 orang pada kelompok treatment 1 dan 10 orang pada kelompok Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah simple random Kriteria inklusi sampel adalah pasien melaporkan sensasi nyeri menjalar, rasa kesemutan pada daerah kaki, tidak bisa duduk lama, muncul kesemutan pada daerah kaki saat berjalan, hasil slump test ( ), hasil MRI menunjukkan HNP lumbal grade 1 dan 2, pasien berusia < 60 tahun dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi sampel adalah hasil radiologi menunjukkan adanya komplikasi lainnya seperti spondylolisthesis lumbal dan penderita yang overweight atau obesitas. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Pengumpulan melalui pengukuran nyeri fungsional yang dilakukan pada awal penelitian dan pada akhir penelitian. Adapun prosedur tesnya : pasien diminta untuk mengidentifikasi hingga lima aktivitas penting yang tidak dapat pasien lakukan atau mengalami kesulitan sebagai akibat dari penyakit yang dideritanya pada lembar Indeks Patient Specifik Functional Scale (PSFS) kemudian pasien diminta untuk menilai tingkat kesulitannya atau nyeri yang dirasakan saat melakukan aktivitas dengan skala 0 Ae 10 . kala 11 poi. setiap aktivitas. Aktivitas yang umumnya tidak dapat dilakukan oleh pasien lumbar radiculopathy adalah aktivitas memindahkan barang, mengangkat barang, berjalan, duduk, dan pekerjaan rumah. ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Pengolahan dan Analisis data Hipotesis penelitian ini adalah ada perbandingan efek Mobilisasi Saraf dan Spinal Mobilization With Leg Movements terhadap penurunan nyeri fungsional pada penderita Lumbar Radiculopathy. Analisis data yang digunakan adalah uji deskriptif untuk memaparkan nilai rerata skala PSFS. uji normalitas data dengan uji Shapiro Wilk untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal. uji perbandingan . ji hipotesi. dengan uji paired sample t dan uji independent sample t karena hasil data berdistribusi normal. Penelitian ini telah lulus kaji etik penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar dengan Nomor : 0417/KEPK-PTKMS/ VI/2021 HASIL Data pengukuran nyeri fungsional melalui skala PSFS, terdiri dari data pre test, post test, dan Berdasarkan tabel 1 terlihat adanya peningkatan nilai rerata baik kelompok treatment 1 maupun kelompok treatment 2. Pada kelompok treatment 1 terjadi peningkatan skala PSFS setelah diberikan intervensi Short Wave Diathermy dan Mobilisasi Saraf dengan rerata peningkatan sebesar 11,14%. Pada kelompok treatment 2 juga terjadi peningkatan skala PSFS setelah diberikan intervensi Short Wave Diathermy dan Spinal Mobilization With Leg Movement dengan rerata peningkatan sebesar 20%, artinya bahwa pemberian Short Wave Diathermy dan Mobilisasi Saraf dapat menghasilkan penurunan nyeri fungsional, begitu pula pemberian Short Wave Diathermy dan Spinal Mobilization With Leg Movement dapat menghasilkan penurunan nyeri fungsional pada penderita lumbar radiculopathy. Berdasarkan tabel 2 diperoleh hasil uji Shapiro Wilk dengan nilai p>0,05 baik kelompok treatment 1 maupun kelompok treatment 2, yang menunjukkan bahwa semua kelompok data berdistribusi normal, sehingga berdasarkan hasil uji tersebut digunakan uji paired sample t untuk masingmasing kelompok sampel . reatment 1 dan treatment . dan uji independent sample t untuk membuktikan efektivitas antara kedua Berdasarkan tabel 3 diperoleh hasil uji paired sample t dengan nilai p=0,000 Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar . <0,. yang berarti bahwa pemberian Short Wave Diathermy dan Mobilisasi Saraf dapat menghasilkan penurunan nyeri fungsional yang signifikan pada pasien lumbar radiculopathy. Berdasarkan tabel 4 diperoleh hasil uji paired sample t dengan nilai p=0,000 . <0,. yang berarti bahwa pemberian Short Wave Diathermy dan Spinal Mobilization With Leg Movement dapat menghasilkan penurunan nyeri fungsional yang signifikan pada pasien lumbar Berdasarkan tabel 5 diperoleh hasil uji independent sample t dengan nilai p=0,000 . <0,. , berarti ada perbedaan rerata selisih yang signifikan antara kelompok treatment 1 dan kelompok Kemudian dilihat dari nilai rerata selisih menunjukkan nilai 20% . > nilai 11,14% . , pemberian Short Wave Diathermy dan Spinal Mobilization With Leg Movement lebih besar menghasilkan penurunan nyeri fungsional dibandingkan pemberian Short Wave Diathermy dan Mobilisasi Saraf pada penderita lumbar radiculopathy. PEMBAHASAN Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pemberian Short Wave Diathermy dan Mobilisasi Saraf dapat menghasilkan penurunan nyeri fungsional yang signifikan pada pasien lumbar radiculopathy, begitu pula pemberian Short Wave Diathermy dan Spinal Mobilization With Leg Movement dapat menghasilkan penurunan nyeri fungsional yang signifikan pada pasien lumbar radiculopathy, namun Spinal Mobilization With Leg Movement lebih besar menghasilkan penurunan nyeri fungsional dibandingkan Mobilisasi Saraf. Penggunaan Short Wave Diathermy pada setiap sampel menggunakan terapi continuous dengan waktu 15 menit dimana aplikator diletakkan diatas sisi lateral lumbal yaitu area erector spine dan quadratus lumborum yang spasme/tight. Efek thermal SWD menurunkan kecepatan firing rate tipe II muscle spindle dan gamma eferent serta meningkatkan kecepatan firing rate serabut saraf tipe Ib dari Golgi Tendon Organ. Perubahan kecepatan firing rate ini dianggap berkontribusi pada pengurangan kecepatan firing rate alpha motor neuron sehingga dapat menstimulasi terjadinya ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. penurunan spasme otot (Cameron, 2. Terdapat beberapa teori yang telah diuji untuk mendukung penggunaan klinis SWD. Suatu riset membuktikan bahwa penambahan SWD pada terapi latihan dapat menggunakan Visual Analogue Scale serta McGill Pain Questionnaire. Di samping itu, efek SWD juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengukuran nyeri menggunakan Pain Pressure Threshold (PPT) Score . <0,. (Sutariya & Shukla. Pemberian mobilisasi saraf pada setiap sampel menggunakan metode Maitland dalam posisi side lying . ungkai yang nyeri di ata. disertai dengan gerakan fleksi-ekstensi hip. Gerak fleksi-ekstensi hip berulang-ulang menghasilkan gerakan sliding dari saraf ischiadicus kearah distal dan proksimal. Gerakan sliding tersebut dapat melepaskan adhesive dan mengembalikan fleksibilitas saraf ischiadicus. Selain itu, posisi side lying dapat menghasilkan opening pada foramen intervertebralis sisi atas sehingga dapat memfasilitasi akar saraf dan saraf ischiadicus untuk bergerak sliding kearah distal-proksimal, menghasilkan penurunan kompresi pada radiks lumbosacral sehingga (Hengeveld et al. , 2. Suatu studi literature review melaporkan bahwa neurodynamic exercise (VAS), meningkatkan ROM Straight Leg Raising (SLR), dan memperbaiki aktivitas fungsional (ODI) pada kasus lumbar radiculopathy (Satria Nugraha et al. , 2. Spinal Mobilization With Leg Movement neurodynamic dengan konsep Mulligan, dimana mengaplikasikan transversal glide kemudian diikuti dengan gerak SLR pada Penerapan transversal glide pada membebaskan kekakuan pada facet joint secara segmental dan melebarkan ruang pada foramen intervertebralis, sehingga saat gerakan SLR akar saraf dan nervus ischiadicus dapat bebas bergerak ke arah distal dan proksimal. Selain itu, aplikasi glide intervertebralis joint sekaligus meningkatkan ruang pada foramen intervertebralis sehingga terjadi penurunan kompresi pada Vol. XVi No. 1 Juni 2023 DOI: https://doi. org/10. 32382/medkes. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar struktur yang menimbulkan nyeri dan keterbatasan (Kumar, 2. Sebuah studi menunjukkan bahwa Mobilization With Movement Mulligan memiliki dampak terhadap penurunan rasa Hasil studi menunjukkan penurunan rasa sakit yang signifikan . =0,0. dan perbaikan keterbatasan fungsional . =0,0. setelah pengobatan (Warude & Shanmugam, 2. Mulligan menjelaskan bahwa jika diskus yang menonjol ke posterior menekan radiks dan timbul nyeri maka akan mempengaruhi keterbatasan gerak facet joint saat fleksi trunk. Jika terjadi kelemahan pada dinding posterior diskus, maka masalah yang timbul akan lebih besar terjadi pada facet joint yang terbatas. Telah ditunjukkan pula bahwa selama gerak rotasi lumbal, terjadi gerakan pada facet joint serta peningkatan celah pada facet joint yang berlawanan sehingga SMWLM jelas berperan dalam mengatasi hipomobilitas facet joint dan berkontribusi dalam meredakan nyeri (Ashraf et al. , 2. Dalam suatu penelitian dengan judul AyThe Effect of Spinal Mobilization With Leg Movement in Patients With Lumbar Radiculopathy: A Double-Blind Randomized Controlled TrialAy melaporkan bahwa Spinal Mobilization With Leg Movement (SMWLM) dapat menghasilkan pengurangan rasa sakit konvensional . =0. 000<0,. (Satpute et , 2. Keunggulan dari SMWLM adalah dapat memperbaiki segmen gerak facet joint lumbal melalui rotational glide disertai dengan gerak fisiologis fleksi Ae ekstensi hip (SLR) yang dapat menggerakkan nervus ischiadicus kearah distal dan proksimal, sehingga efek tersebut dapat memperbaiki hipomobile facet joint, mobilitas nervus ischiadicus, dan membebaskan iritasi pada akar saraf lumbal. Kelemahan penelitian ini adalah jumlah sampel yang masih sedikit, namun dilihat dari tingkat kerusakan diskus sebagian besar sampel masih tergolong grade 1 dan sebagian besar sampel masih tergolong kelompok usia dewasa akhir sehingga tingkat kesembuhannya cukup KESIMPULAN Kesimpulan penelitian ini adalah intervensi Spinal Mobilization With Leg ISSN : 1907-8153 (Prin. e-ISSN : 2549-0567 (Onlin. Movement lebih besar menghasilkan penurunan nyeri fungsional dibandingkan Mobilisasi Saraf pada penderita lumbar SARAN Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada tenaga fisioterapi untuk mengaplikasikan Spinal Mobilization With Leg Movement (SMWLM) pendekatan pengobatan dalam manajemen Lumbar Radiculopathy. DAFTAR PUSTAKA