251 Ahmad Nur Mahfuda, et. P-ISSN : 2502-8383 E-ISSN : 2808-3954 Vol. 10 No. 2 , 2025 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ MANAGEMENT OF QURAN TRANSLATION LEARNING AT SCHOOLS FOR PROSPECTIVE PREACHERS AT THE ELEMENTARY SCHOOL AND MADRASAH IBTIDAIYAH LEVEL AT AL MUSLIMUN JEMBER HOMESCHOOLING Ahmad Nur Mahfuda 1. Dimas Herliandis Shodiqin 2. Universitas Muhammadiyah Jember Email: nurmahfuda@unmuhjember. id1, dherliandis@unmuhjember. Article Info Corresponding Author: Ahmad Nur Mahfuda nurmahfuda@unmuhjembe Keywords: Manajemen Pembelajaran. Terjemah Qur'an. Homeschooling Kata kunci: Learning Management. Qur'an Translation. Homeschooling Naskah. Diterima : 12 /08 /2025 Direvisi : 25 /09/ 2025 Disetujui : 28/09/ 2025 Abstract The management of Qur'an translation learning at the Al Muslimun Jember Homeschooling School for Prospective Preachers at the Elementary/Madrasah Ibtidaiyah level is a training process that integrates the Qur'an translation learning method with a systematic, focused, and well-structured system. This institution offers an in-depth training programme, which not only covers a basic understanding of Islamic teachings but also the use of the word-by-word . method of learning the translation of the Qur'an, which facilitates understanding. At the SD/MI level, learning the translation of the Qur'an is taught with a focus on the meaning of each word, the development of lafzhiah, and the compilation of translation modules for each surah. This learning process is highly dependent on the cultural context and scope of the institution. This study uses a descriptive qualitative method with a direct observation approach in the Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation from primary and secondary data sources. Primary data was obtained from interviews and direct observation at the institution, while secondary data consisted of relevant documents such as brochures, magazines, and other information materials. The results of this study indicate that the homeschooling-based education implemented at Homeschooling Al Muslimun has proven to be effective in teaching Quran translation at the elementary level (SD/MI), which is conducted in a home environment. The learning management system implemented at this institution is highly effective. Abstrak Manajemen Pembelajaran Terjemah Al-Qur'an di Sekolah Calon DaAoi Tingkat SD/MI di Homeschooling Al Muslimun Jember merupakan proses pelatihan yang mengintegrasikan metode pembelajaran terjemah Qur'an dengan sistem yang sistematis, terarah, dan terstruktur dengan baik. Lembaga ini menawarkan program pelatihan yang mendalam, yang tidak hanya mencakup pemahaman dasar mengenai ajaran Islam, tetapi juga penggunaan metode pembelajaran terjemah Al-Qur'an secara melafalkan kata demi kata . yang memudahkan pemahaman. Pada tingkat SD/MI, pembelajaran terjemah Qur'an diajarkan dengan fokus pada arti kata per kata, pengembangan lafzhiah, serta penyusunan modul terjemah per surat. Proses pembelajaran ini sangat bergantung pada konteks budaya dan ruang lingkup yang dimiliki oleh lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pengamatan langsung di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi dari sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi langsung di lembaga, sedangkan data sekunder berupa dokumen relevan seperti brosur, majalah, dan bahan informasi lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis homeschooling yang diterapkan di Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. Homeschooling Al Muslimun terbukti efektif dalam pembelajaran terjemah Qur'an pada tingkat dasar (SD/MI), yang dilakukan di lingkungan rumah. Manajemen pembelajaran yang diterapkan di lembaga ini sangat penting dalam memastikan kelancaran dan keberhasilan pembelajaran terjemah Al-Qur'an dengan pendekatan yang jelas dan terarah. Kata Kunci. Manajemen Pembelajaran. Terjemah QurAoan. Homeschooling PENDAHULUAN Pengelolaan manajemen yang efektif merupakan hal yang sangat penting dalam setiap organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks ini, manajemen menjadi sebuah keharusan dalam memajukan pelaksanaan suatu organisasi atau lembaga. Manajemen sebagai suatu proses melibatkan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan tenaga manusia dan sumber daya lainnya. Manajemen yang baik akan memberikan arah yang jelas untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien (Supriyadi, 2. Pentingnya manajemen dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, semakin dirasakan. Salah satu bentuk implementasi manajemen yang sangat dibutuhkan adalah dalam pengelolaan pelatihan, terutama dalam bidang pendidikan agama Islam. Pelatihan terjemah Al-Quran menjadi suatu kegiatan yang sangat relevan dalam memfasilitasi umat Islam, khususnya mereka yang tidak berbahasa Arab, untuk dapat memahami isi Al-Quran dengan lebih mendalam. Al-Quran, sebagai pedoman hidup umat Islam, memiliki bahasa yang indah dan makna yang sangat mendalam, yang perlu dipahami dengan baik agar ajaran-ajarannya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Nasution, 2. Pelatihan terjemah Al-Quran bukan hanya untuk tujuan menguasai bahasa Arab, tetapi juga untuk mengembangkan pemahaman terhadap makna dan pesan-pesan yang terkandung dalam Al-Quran. Dengan demikian, pelatihan ini memiliki peran penting dalam memperkenalkan Islam kepada masyarakat yang lebih luas, terutama bagi umat Islam non-Arab yang ingin memahami ajaran-ajaran Al-Quran (Hamid, 2. Pentingnya peran seorang daAoi dalam penyebaran dakwah Islam juga tidak bisa diabaikan. DaAoi sebagai agen perubahan memiliki tugas yang mulia untuk menyampaikan risalah Islam kepada Dalam hal ini, seorang daAoi harus memiliki kemampuan untuk memahami dan menerjemahkan Al-Quran dengan baik, sehingga pesan dakwah yang disampaikan dapat diterima Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. dan dipahami oleh masyarakat. Tugas daAoi sangat mulia karena mereka membantu masyarakat untuk mencapai keselamatan hidup dunia dan akhirat (Nasution, 2. Sistem pendidikan yang digunakan dalam lembaga homeschooling, seperti yang diterapkan pada Homeschooling Al Muslimun, merupakan sebuah pendekatan yang mengedepankan pembelajaran dengan nilai-nilai agama yang kuat. Homeschooling Al Muslimun yang berfokus pada tingkat SD/MI memiliki sistem pendidikan yang berbeda dari sistem pendidikan formal pada Di lembaga ini, pengajaran tidak hanya menitikberatkan pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengajaran agama Islam yang mendalam, yang mencakup pelatihan terjemah Al-Quran secara langsung. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dan Sunnah, yang mengajarkan kedamaian, persatuan, dan kasih sayang. Pada tingkat SD/MI, pelajaran terjemah Al-Quran diterapkan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan usia anak, dengan tujuan agar mereka bisa memahami isi Al-Quran sejak dini, menginternalisasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sosial mereka. Sistem ini, yang pada dasarnya mirip dengan konsep halaqah pada zaman Rasulullah SAW, memungkinkan para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih personal dan mendalam. Dalam konteks ini, manajemen pembelajaran terjemah Al-Quran menjadi kunci utama untuk memastikan proses belajarmengajar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Quran dan Sunnah (Santosa, 2. Adapun permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi manajemen pembelajaran terjemah Al-Quran bagi calon daAoi di lembaga homeschooling Al Muslimun tingkat SD/MI, mulai dari fungsi dan unsur-unsur manajemen pembelajaran terjemah Al-Quran yang diterapkan di lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan manajemen pembelajaran terjemah Al-Quran di lembaga pendidikan Islam, khususnya pada lembaga homeschooling calon daAoi yang berada pada tingkat pendidikan dasar (SD/MI) (Prasetyo, 2. Urgensi penelitian ini sangat penting, karena selain untuk menata kembali proses belajarmengajar terjemah Al-Quran, penelitian ini juga diharapkan dapat memastikan bahwa pelatihan yang diberikan tidak hanya mampu mengajarkan cara membaca Al-Quran, tetapi juga melanjutkan Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. proses pembelajaran terjemah Al-Quran yang lebih mendalam, khususnya bagi calon daAoi yang kelak akan menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat luas. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendalami dan menganalisis implementasi manajemen pembelajaran terjemah Al-Quran di Homeschooling Al Muslimun tingkat SD/MI. Pendekatan kualitatif dipilih karena bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang proses, strategi, dan hasil dari manajemen pembelajaran yang diterapkan dalam konteks ini. Kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi berbagai fenomena sosial yang kompleks, termasuk interaksi, persepsi, dan nilai-nilai yang ada dalam pelaksanaan pembelajaran Al-Quran. Penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. yang menggunakan pendekatan deskriptif-analisis. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara rinci fenomena yang terjadi di lapangan, sedangkan pendekatan analisis digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antar unsur-unsur manajemen yang terlibat dalam proses pembelajaran terjemah AlQuran. Penelitian ini dilakukan di Homeschooling Al Muslimun, yang terletak di Jl. Bengawan Solo. Kec. Sumbersari. Kab. Jember. Lokasi ini dipilih karena lembaga ini berfokus pada pembelajaran Al-Quran bagi calon daAoi, khususnya pada tingkat SD/MI, yang sangat relevan dengan tujuan penelitian ini. Subjek penelitian terdiri dari berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran, antara lain: . Guru/Pengajar yang mengelola pelajaran terjemah Al-Quran. , . Siswa di tingkat SD/MI yang menerima pelajaran terjemah Al-Quran. Pengelola atau manajer yang bertanggung jawab dalam penerapan manajemen pembelajaran di Homeschooling Al Muslimun. Orang Tua Siswa, sebagai bagian dari pihak yang berperan dalam mendukung implementasi pembelajaran. Teknik Pengumpulan Data terdiri dari . Wawancara: Wawancara dilakukan secara mendalam dengan guru/pengajar, pengelola lembaga, dan beberapa orang tua siswa. Wawancara ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai proses pembelajaran terjemah Al-Quran, manajemen yang diterapkan, tantangan yang dihadapi, dan sejauh mana tujuan pembelajaran ,(Moleong 2. Observasi: Observasi dilakukan dengan mengamati langsung proses pembelajaran terjemah Al-Quran yang dilakukan di Homeschooling Al Muslimun. Peneliti akan mencatat perilaku guru, siswa, serta interaksi yang terjadi selama proses pembelajaran. Observasi Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. ini bertujuan untuk memahami implementasi manajemen dalam praktek, serta dinamika yang ada dalam kelas,(Creswell 2. Dokumentasi: Dokumentasi akan digunakan untuk mengumpulkan data terkait dengan materi pembelajaran, kurikulum, dan sumber-sumber tertulis lainnya yang digunakan dalam pelatihan terjemah Al-Quran. Selain itu, dokumentasi juga mencakup rekaman kegiatan pembelajaran, laporan evaluasi, dan data administrasi yang relevan. Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi akan dianalisis menggunakan analisis tematik. Analisis ini melibatkan pengidentifikasian tema-tema utama yang muncul dari data, dan kemudian menghubungkannya dengan teori dan konsep yang ada. Peneliti akan mengkategorikan data berdasarkan tema-tema terkait, seperti manajemen pembelajaran, tantangan dalam pembelajaran terjemah Al-Quran, serta pendekatan yang digunakan dalam Homeschooling Al Muslimun. (Miles. Huberman 2. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Manajemen pembelajaran terjemah QurAoan pada Sekolah Calon DaAoi tingkat SD/MI di Homeschooling Al Muslimun merupakan pembelajaran terjemah QurAoan dengan pengelolaan pernencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan agar suatu tujuan pelatihan dapat berjalan dengan baik dan maksimal sesuai dengan yang di inginkan dan diharapkan. Dalam mencapai tujuan yang diinginkan, perlu adanya upaya pelatihan yang terarah dan terpadu. Oleh karena itu, diperlukanlah sebuah manajemen yang baik dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan atau pembelajaran terjemah Al- Quran pada pesertanya baik tingkat Dasar (SD/MI) Di mana manajemen inilah yang akan mengatur seluruh proses kegiatan pelatihan, dari mulai perencanaan, pengorganisasian sampai dengan pengontrollan dan evaluasi. Pelatihan terjemah Al-Quran merupakan program yang dilakukan dengan Program pembelajaran terjemah QurAoan di Homeschooling Al Muslimun. Program ini bertujuan untuk mendidik para peserta pelatihan agar bisa mengartikan dan memahami arti dari bacaan Al-Quran kedalam bahasa indonesia secara Lafhzhiah . sesuai dengan kaidah tatanan bahasa yang sebenar-benarnya. Hal ini diperkuat bahwa Manajemen pembelajaran dalam konteks pendidikan adalah serangkaian proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Teori ini mendasarkan pada konsep bahwa pembelajaran yang efektif memerlukan sistem pengelolaan yang sistematis dan terstruktur. Dalam konteks Homeschooling Al Muslimun, manajemen ini melibatkan pengaturan materi pelajaran terjemah Al-Quran, penetapan tujuan pembelajaran, serta penggunaan metode yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (Nidhom 2. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. Selanjutnya untuk mencapai tujuan yang diharapkan, maka dibuatlah program pelatihan pembelajaran terjemah Al-Quran dan menjadi bekal bagi para peserta pelatihan untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi dalam pemahaman menerjemahkan Al-Quran dengan sebaik-baiknya. Manajemen Pembelajaran terjemah QurAoan di Homeschooling tingkat SD/MI Manajemen perencanaan dan Pelaksanaan proses pelatihan pembelajaran terjemah QurAoan sekolah calon DaAoi tingkat Dasar (SD/MI) yang memiliki peran, cara atau sistem khusus bagaimana sebuah pelatihan bisa tersampaikan dengan sebaik-baiknya Oleh peserta Calon DaAoi tingkat anak SD/MI. Perencanaan ada objek sasaran peserta pelatihan dan ada pula subyek pelatihan berupa guru. Perencanaan. Pelaksanaan proses pelatihan pembelajaran tentu saja tidak akan bisa melepaskan dari konteks kultur ruang lingkup yang dimilikinya. Lembaga Pelatihan Sekolah Calon DaAoi Al Muslimun Jember memberikan sebuah Program pelatihan terjemah Al QurAoan sebagai pemahaman dasar tentang ke-Islaman. Termasuk Program Sekolah Calon DaAoi Al Muslimun sebagai lembaga pembelajaran Terjemah Al-Quran Perkata Metode Al Muslimun sebagai bagian dari wadah pengembangan terjemah Al-Quran secara per kata (Lafzhia. , tentunya memiliki andil besar di dalam melestarikan terjemah Al-Quran Islam di Indonesia. Tentunya membutuhkan pengelolaan manajemen pembelajaran yang jelas dan terarah dengan benar, sehingga penyampain pada pelatihan manajemen pembelajaran terjemah Al-Quran dapat dikelola secara maksimal dan memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Pengelolaan waktu dalam pembelajaran adalah aspek penting dalam manajemen pendidikan. Teori ini menyarankan bahwa untuk mencapai tujuan yang efektif, waktu harus dikelola dengan baik selama proses pembelajaran. Di Homeschooling Al Muslimun, pengelolaan waktu yang baik dalam pelatihan terjemah Al-Quran dapat membantu peserta dalam memahami dan menghafal arti kata per kata dalam Al-Quran secara efektif. (Muttaqin 2. Metode terjemah Al-Quran sengaja dimasyarakatkan sebagai upaya untuk memberikan solusi atas kondisi umat Islam yang sebagai besar belum mengerti arti dari kata-kata maupun makna Al-Quran itu sendiri. Terbukti dengan program ini sesuai dengan kurikulum yang ada mayoritas para peserta kajian mampu memahami Al-Quran, bahkan menguasai tata bahasa Alquran dengan mudah. Pembelajaran terjemahan Al-Quran sudah ada dalam berbagai macam bahasa yang digunakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Usaha menerjemahkan Al-Quran ini dilakukan Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. oleh umat Islam di seluruh dunia agar mudah memahami dan mempelajari isi dari Al-Quran. Hal ini terjadi karena tidak semua umat Islam mampu memahami bahasa arab. Maka, melalui kegiatan pelatihan menterjemahkan Al-Quran ini akan membantu umat Islam dalam mempelajari, memahami, dan menyebarkan ajaran tentang Islam kepada seluruh umat manusia melaui kegiatan pelatihan terjemah Al- Quran maupun kegiatan lain. Homeschooling pada Manajemen Pelatihan Pembelajaran Terjemah QurAoan tingkat SD/MI Homeschooling adalah pendidikan alternatif di mana anak-anak di ajarkan dirumah daripada di sekolah tradisional atau sekolah privat. Anak-anak yang melakukan homeschooling di ajarkan oleh orang tua, wali, atau tutor yang lain. Homeschooling is an alternative form of education in which children are instructed at home rather than at a traditional public or private school. Children who are homeschooled are instructed by parents, guardians, or other tutors. Pendidikan Homeschooling merupakan sistem pembelajaran terjemah QurAoan dasar pada tingkat anak SD/ MI yang dilakukan di rumah. Selain itu, homeschooling juga dapat di lakukan di mana saja selain disekolah, seperti di masjid, di pasar, di sawah, di hutan, dan di tempat-temat lain yang dapat mejadi sumber dalam belajar. Sumber materi pada homeschooling tidak hanya terbatas pada buku yang telah ditetapkan pemerintah. Secara etimologis, homeschooling (HS) adalah sekolah yang diadakan di rumah. Meski disebut homescholing, tidak berarti anak akan terus menerus belajar di rumah, tetapi anak-anak bisa belajar di mana saja dan kapan saja asal situasi dan kondisinya benar-benar nyaman dan menyenangkan seperti layaknya berada dirumah. Keunggulan secara individual inilah yang memberi makna bagi terintegrasinya mata pelajaran kepada peserta didik. Homeschooling atau Sekolah-Rumah pembelajaran QurAoan saat ini mulai dilirik para pengamat pendidikan nusantara terutama untuk pendalaman tentang keaamaan seperti pembelajaran terjemah QurAoan tingkat dasar yang terselenggarakan pelatihan dirumah. Sebagai salah satu alternatif pendidikan sebagai alternatif solusi, homeschooling memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki sekolah. Para orang tua sedikit demi sedikit mulai memilih untuk melanjutkan pendidikan anaknya melalui homeschooling. Hal ini ditempuh karena orang tua memandang homeschooling lebih tepat untuk mengembangkan bakat dan minat sang buah hati. Jika Homeschooling difahami sebagai model belajar otodidak dan mandiri, maka jejaknya telah dikenal sejak dahulu. Di Indonesia, model belajar ini banyak dijalani oleh para pedagang dengan sistem magang dan para santri dengan Menurut Kak Seto, homeschooling adalah sebuah sistem pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan di rumah. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. Istilah homeschooling mungkin jarang terdengar, tapi sebenarnya proses homeschooling yang berarti sekolah rumah, sudah diterapkan hampir oleh seluruh keluarga. Bukankah setiap anak mendapatkan pendidikan di rumahnya? Bagaimana sang ibu mulai mengajarkan anak berbicara, berhitung bahkan membaca? Sebenarnya, di situlah proses homeschooling dimulai. Hanya saja, proses pendidikan orang tua di rumah itu umumnya tak berlangsung lama. Saat anak memasuki usia sekolah dasar, orang tua lebih banyak mengandalkan sistem sekolah umum untuk perkembangan pendidikan anaknya. Pelatihan atau pembelajaran terjemah QurAoan adalah suatu pembinaan terhadap tenaga kerja atau pelatihan terjemah QurAoan dan disamping adanya upaya lain proses kegiatan pembelajaran. Pelatihan merupakan proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia melaksanakan tugasnya. Pelatihan juga merupakan upaya untuk mentransper keterampilan dan pengetahuan kepada para peserta pelatihan sedemikian rupa sehingga para peserta menerima dan melakukan pelatihan pada saat melaksanakan pekerjaan Pelatihan juga akan berhasil jika identifikasi kebutuhan pelatihan dilakukan dengan benar. Pada dasarnya kebutuhan pelatihan itu adalah untuk memenuhi kekurangan pengetahuan, meningkatkan keterampilan atau sikap dengan masing-masing kadar kemampuannya. Yang dimaksud dengan pelatihan ialah AuUpaya mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian manusia. Tak ada sebuah definisi tunggal mengenai homeschooling. Homeschooling yang dimaksud di sini adalah model alternatif belajar selain di sekolah. Selain homeschooling, ada istilah AuHome EducationAy atau AuHome-Based LearningAy yang digunakan untuk maksud yang kurang lebih sama. Dalam bahasa Indonesia, ada yang menggunakan istilah AuSekolah RumahAy, ataupun sekolah mandiri. Disebut apapun yang penting adalah esensinya. Menurut Kak Seto, seperti yang dikutip pada harian Republika, pengertian umum homeschooling adalah model pendidikan dimana sebuah keluarga bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis Materi Pembelajaran Terjemah Quran sekolah calon DaAoi di Homeschooling Al muslimun. Materi yang disampaikan di Sekolah Calon DaAoi Homeschooling Al Muslimun yang paling utama adalah mata pelajaran yang akan diikutkan dalam ujian Negara (UAN) disamping mata pelajaran yang lain dan mata pelajaran yang lebih diminati oleh homeschooler. Mata pelajaran yang tidak di UAN kan sistem pembelajarannya dengan cara meminta siswa mengerjakan tuga-tugas dan jika siswa tidak paham maka akan dibahas oleh guru tutor, selain itu juga diadakan diskusi dan tanya Sedangkan secara non akademis adalah untuk membangun jiwa entrepreneur anak dari sisi Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. membangun strategi, penghematan biaya rumah tangga serta pembangunan emosi yang pada akhirnya secara tidak langsung anak akan belajar mengenai pendidikan karakter dan terjemah QurAoan tiingkat Dasar. Pada Sekolah Calon DaAoi di Homeschooling Al Muslimun, sejak awal anak diajarkan mengenai pembelajaran terjemah QurAoan Dasar pada tingkat Dasar dan kewirausahaan dengan mengajarkan anak cara bertani, berdagang dan mengatur uang seperti pengematan biayabiaya kehidupan untuk bekal masa depan mereka. Disamping itu, beberapa orang tua homeschooler yang mengajarakan agama secara pribadi atau sang anak di minta untuk mengikuti TPA . aman pendidikan Al-QurAoa. Adapun tujuan yang dicapai secara akademis adalah untuk memenuhi standar kelulusan, memenuhi standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan untuk menghadapi ujian akhir nasional serta untuk mengukur bakat serta minat anak. Adapun waktu kegiatan pembelajaran dan keterangan waktu atau pengelompokan pesewrta didik di sekolah Calon DaAoi di Homeschooling Al Muslimun. adapun tabel aktifitas berdasar komunitas sebagai berikut: Tabel 1. aktifitas homeschooler dikomunitas Hari Kegiatan Keterangan Senin dan 09. 00 - 12. Rabu Tatap muka, membahas materi-materi yang tidak dipahami siswa, diskusi, tanya jawab serta pengembangan Pembelajaran terjemah QurAoan tingkat dasar sebagai bakat dan. minat homeschooler SD/MI Tatap muka, membahas materi-materi yang tidak dipahami siswa, diskusi, tanya jawab serta pengembangan bakat dan minat homeschooler. Kamis Jam Pelajaran Terjemah QurAoan Dasar SD/MI Diwajibkan hadir Sumber. Kegiatan Pembelajaran Pada mata pelajaran agama homeschooler tidak diwajibkan hadir karena ada siswa yang beragama non muslim. Mata pelajaran agama yang disuguhkan pada Sekolah Calon DaAoi di Homeschooling Al Muslimun adalah mata pelajaran agama Islam seperti sejarah Nabi SAW, membaca Al-QurAoan, cara shalat dan berwudhu. Disamping itu, beberapa orang tua homeschooler yang Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. mengajarkan agama secara pribadi atau sang anak di minta untuk mengikuti TPA . aman pendidikan Al-QurAoa. Pembelajaran diatur sebagaimana tingkatan pendidikan pada umumnya, yang meliputi tingkat dasar, menengah dan atas sehingga menghantarkan kepada kemampuan yang mupuni. Tingkatan Dasar Pembelajaran materi dasar, dengan rincian: Separuh Juz 1 bagian pertama . ulai surat al-Fatihan dan ayat 1 s/d ayat 74 surat al-Baqara. mengartikan kata demi kata yakni pemahaman kata baru yang terdapat dalam kotak merah, dengan bantuan buku saku terjemah yang telah diartikan setiap kata dalam kotak merahnya santri dapat belajar mandiri, atau dengan buku panduan juz 1. Diiringi dengan pemahaman rumus merah terjemah . emperhatikan setiap huruf awalan atau awalan dan akhiran yang berwarna mera. dengan bantuan panduan rumus merah terjemah. Diharapkan pada bagian ini santri telah memahami kata-kata baru . otak mera. , kata yang sudah tidak berkotak, kata yang sudah menjadi bahasa Indonesia, rumus merah terjemah dan asal kata dalam bahasa Arab. Separuh juz 1 bagian kedua . yat 75 sampai . tetap memahami arti kata demi kata, dengan tambahan mengartikan perkata yang ada dalam ayat QurAoan atau mengartikan dengan cara lafdiyah. Profil Siswa Pembelajaran Terjemah Quran di Homeschooling Al Muslimun. Profil Siswa di homeschooling di usia sekolah dasar (SD) Anak-anak yang melakuan homeschooling tidak hanya berlatar belakang anak yang berkebutuhan khusus seperti autis maupun yang memiiki penyakit yang tidak memungkinkan untuk pergi ke sekolah formal, seperti anak yang memiliki kemampuan melebihi temannya atau sebaliknya. Anak yang memiliki masalah dengan sekolah formal seperti adanya bullying, kekerasan dalam sekolah dan biaya yang terus menerus melambung tinggi. Siswa atau santri di homeschooling juga berlatar belakang anak pejabat, artis dan penyanyi. Anak yang membutukhan perhatian lebih serta anak yang memiliki bakat dan minat yang tidak bisa di kembangkan dibangku sekolah seperti seorang anak yang suka bertani, berternak, bermusik, bermain seni atan peran, bahkan anak yang lebih suka pada suatu pelajaran tertentu. peran homescholing sambil mengarahkan bakat siswa atau diarahkan oleh lembaga untuk pembelajaran mandiri. Jumlah keseluruhan siswa di Homeschooling Al Muslimun mencapai 12 siswa. Dengan jumlah SD/MI yang mencapai 12 siswa. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. Tabel 2. Jumlah homeschoolers pada Homeschooling Al Muslimun Jenjang Pendidikan Jumlah Homeschoolers SD / MI 12 homeschoolers Jumlah 12 homeschoolers Sumber : Data Siswa Homeschooling Latar belakang orang tua homeschoolers beragam, ada yang mampu dan tidak mampu. Homeschooling Al Muslimun sendiri mayoritas orang tua siswa berlatar belakang memiliki ekonomi cukup, seperti anak dari seorang dokter, anak pejabat, artis yang kurang lebihnya sekitar 60%. Sisanya berlatar belakang ekonomi tidak cukup seperti anak tukang becak, anak yang orang tuanya mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti raskin, dsb. Untuk mengatasi biaya, pihak Yayasan Al Muslimun melakukan subsidi silang biaya Jika pada anak yang mampu membayar biaya pendidikan dengan tarif normal, tetapi bagi yang tidak mampu membayar biaya sebisanya atau tidak menbayar sama sekali. Jika ada siswa yang misalnya bulan ini tidak mampu membayar tetapi pada bulan berikutnya dapat berpartisipasi itu tidaklah menjadi masalah. Karena Yayasan Homeshooling tidak ingin membebankan orang tua murid dengan biaya-biaya yang memberatkan orang tua yang menyebabkan anaknya jadi tidak semangat untuk belajar. Yayasan Al Muslimun berdiri pada tahun 2002, sedangkan Sekolah Calon DaAoi homeschooling berdiri pada tahun 2019 bulan Mei. Sekolah Calon DaAoi Homeschooling awalnya berdiri di Jl. Jawa. Jember, yang juga menjadi Al Muslimun. Karena jumlah murid yang terus berkembang, maka Yayasan Homeschooling Al Muslimun pindah lokasi bengewan solo. Yayasan Al Muslimun homeschooling di dirikan oleh Ust. Ainur Rofiq. Sos. homeschooling Al Muslimun di Jember di dirikan karena banyak orang yang bertanya mengenai homeschooling Pelatihan Sekolah Calon DaAoi. Disamping sebagai pemilik Sekolah Calon DaAoi Homeschooling Al Muslimun. Ustad Ainur Rofiq. Sos juga menjabat sebagai kepala sekolah Sekolah Calon DaAoi di Homeschooling Al Muslimun. Homeschooling terletak di dalam perumahan jalan Bengewan Solo sehingga suasana belajar menjadi nyaman bagi homeschooler dalam mengikuti proses KBM (Kegiatan Belajar Mengaja. Sehingga memudahkan untuk para homeschooler yang melakukan proses kegiatan belajar mengajar agar tidak terdengar suara-suara bising dari kendaraan di jalan raya. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. Adapun visi dan misi Sekolah Calon DaAoi di Homeschooling Al Muslimun adalah sebagai Visi : Memperluas akses pendidikan bagi anak indonesia dan Misi : Menyelenggarakan komunitas pembelajaran yang menitik beratkan pada pengembangan minat, potensi dan bakat serta menyelenggarakan komunitas pembelajaran yang mudah dijangkau. Menurut penulis hingga saat ini perluasan akses pendidikan bagi anak Indonesia masih belum terlaksana jika dilihat dari segi sarana dan prasarana yang ada pada Sekolah Calon DaAoi Homeschooling Al Muslimun. Penyelenggaraan komunitas yang bertujuan untuk menitik beratkan pada pengembangan minat, potensi dan bakat anak bias dikatakan telah tercapai walaupun belum sepenuhnya tercapai. Dalam pengembangan bakat, minat dan potensi anak, dirasa dapat terpenuhi karena waktu bagi anak untuk belajar tidak sepadat yang ada disekolah formal. Jika disekolah formal sekolah dilaksanakan selama lima hari dalam satu minggu, maka dikomunitas homeschooling siswa diwajibkan datang dua kali dalam semingu. Sehingga banyak waktu yang terseda untuk memenuhi dan mengembangkan bakat, minat dan potensi anak. Latar belakang Sekolah Calon DaAoi tingkat SD di homeschooling Al Muslimun berdiri adalah untuk memberikan pelayanan pada anak-anak yang merasa tidak nyaman belajar dalam sekolah formal, anak-anak yang tidak mau sekolah, keterbatasan sosialisasi, karena kesehatan, komunikasi yang tidak baik seperti pemalu dan minder. Anak yang terlalu pintar, anak yang tidak dapat fokus pada satu hal seperti musik, seni dan olahragawan. Anak-anak seperti itu memerlukan suatu lembaga atau wadah untuk memberikan pelayanan pada mereka. Dalam ber-homeschooling, anak belajar sesuai dengan bakat, minat dan kemauan si anak dengan begitu dalam belajar anak tidak merasa dipaksa dan terbebani. Sistem homeschooling yang mulai diperkenalkan kepada publik awalnya tidak sepenuhnya dapat dipercayai. Walaupun sistem ini telah berkembang jauh sebelum formal, tetapi tidak banyak masyarakat yang mengetahui dan paham mengenai homeschooling. Sangat sedikit sekali masyarakat yang tahu bahkan paham mengenai homeschooling. Sosialisasi di sekolah formal sangat terbatas. Anak hanya bergaul dengan orang-orang yang sama setiap harinya. Tetapi pada homeschooling anak dapat bergaul dengan siapa saja setiap harinya, bahkan mereka bergaul dengan orang yang usianya lebih tua atau lebih muda dari mereka dan dari profesi apapun. Sosialisasi anak tergantung olah lingkungan dan orang tua. Pada kenyataannya dewasa ini banyak anak-anak yang bersekolah formal yang pergaulannya tidak hanya dengan yang itu-itu saja. Anak yang sekolah formal juga bergaul dengan orang yang usianya lebih tua atau lebih muda dari Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil pembahasan Manajemen Pembelajaran Terjemah Al QurAoan sekolah calon DaAoi di Homeschooling Al Muslimun merupakan proses pelatihan sekolah calon DaAoi yang memiliki peran, cara sistem khusus bagaimana sebuah pelatihan bisa tersampaikan dengan sebaikbaiknya Oleh peserta Calon DaAoi. Ada objek sasaran pelatihan, ada pula subyek pelatihan. Akan tetapi, sebuah proses pelatihan tentu saja tidak akan bisa melepaskan dari konteks kultur ruang lingkup yang dimilikinya. Lembaga Pelatihan Sekolah Calon DaAoi Al Muslimun Jember memberikan sebuah Program pelatihan terjemah Al QurAoan sebagai pemahaman dasar tentang ke-Islaman. Termasuk Program Sekolah Calon DaAoi Al Muslimun sebagai lembaga pembelajaran Terjemah Al-Quran Perkata. Metode pembelajaran terjemah QurAoan di Homeschooling Al Muslimun sebagai bagian dari wadah pengembangan terjemah Al-Quran secara per kata (Lafzhia. , tentunya memiliki andil besar di dalam melestarikan terjemah Al-Quran di Indonesia. semuanya membutuhkan pengelolaan manajemen pembelajaran yang jelas dan terarah dengan Pendidikan Homeschooling merupakan sistem yang cukup efektif dalam proses pembelajaran terjemah QurAoan baik tingkat dasar pada tingkat anak SD/ MI yang dilakukan di rumah. DAFTAR RUJUKAN Creswell. John W. AuResearch Design: Qualitative. Quantitative and Mixed Method Aproaches. Ay SAGE Publications, 203Ae23. https://doi. org/10. 4135/9781849208956. Miles. Huberman, dan J. Saldaya. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 4th Ed. Thousand Oaks: SAGE Publications. Moleong. Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Muttaqin. AuManajemen Pelatihan Terjemah Al-Quran Lembaga Terjemah AlQuran Mandiri (Taqum. Ay Jurnal Studi Islam 8 . : 32Ae49. Nidhom. AuManajemen Pembelajaran Tahfizh Al-QurAoan Dalam Mencetak Generasi QurAoani. Ay Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam 6 . : 45Ae56. Abaza. Tamyiz. Mahir Terjemah Al-QurAoan dan Kitab Kuning. Tamyiz Publishing. Asbar. Andi Muhammad. AuMenakar eksistensi homeschooling sebagai model pendidikan Ay Journal of Applied Transintegration Paradigm 2. :35Ae48. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. Baihaki. Penerjemahan Al-QurAoan: Proses Penerjemahan al-QurAoan di Indonesia. Jurnal Ushuluddin, 25. , 44. https://doi. org/10. 24014/jush. Chandra. Chandra, dan Sunter Candra Yana. AuPenerapan literasi numerasi dengan model pembelajaram homeschooling. Ay Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan 13. :135Ae 43. Channa. , & Hidayat. Ulum Al-Quran dan Pembelajaran . et ke . Kompertais IV Press. Chinazzi. Anna. AuA social contract for home education: a framework for the homeschooling debate. Ay Encyclopaideia-Journal of Phenomenology and Education 27. :35Ae48. doi: 10. 6092/issn. 18258670/15312. Drajat. Ulumul Quran: Pengantar Ilmu-Ilmu AL-Quran. Kencana Predana Media. Mochtar Effendi, . Manajemen Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Islam, (Jakarta : Bharata Karya Aksara,), cet ke-2, h. Faridah. Nida. Dahlan. , & Ernawati. Penerapan Metode Tamyiz Dalam Meningkatkan Menerjemah Al-Quran di Sekolah SMK Informatika Utama Fathurohman. Apit. Umar Sidiq. Petrus Jacob Pattiasina, dan Ngumar Ngumar. AuApplication of homeschooling in the formation of Islamic character an Indonesian celebrity children. Ay Al-Hayat: Journal of Islamic Education 6. :223Ae29. doi: 10. 35723/ajie. Gusteti. Meria Ultra. Jamaris Jamna, dan Sufyarma Marsidin. AuPemikiran digitalisme dan implikasinya pada guru penggerak di era metaverse. Ay Jurnal Basicedu 7. :317Ae25. 31004/basicedu. Haerana, . Manajemen Pembelajaran Berbasis Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Media Akademi, , hal. Hamalik. Omar. Pengembangan Sumber Daya Manusia Manajemen Pelatihan Ketenagakerjaan (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. Hamid. Pengajaran Al-Quran dan penerjemahannya dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 8. , 234-248. Hanaco. Indah. I Love Homeschooling Segala Sesuatu yang Harus diketahui tentang Homschooling. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Ilaihi wahyu, dan M. Munir. Manajemen Dakwah, (Jakarta: Kencanna Prenada Medi Grup, 2. Cet. James A. Stoner, . Manajemen, terj. Alexander Sindoro. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Popular, , hlm. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. Krukut Depok. Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan Dan Agama Islam, 22. , 61Ae76. https://doi. org/10. 47467/mk. Lexy J. Moleong, . Metode Penelitian Kualitatif, . andung:Rosdakarya,) Lukman. Studi Kritis Atas Teori Tarjamah AlqurAoan Dalam AoUlum Al QurAoan. Al-AAoraf Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, 9867, 1. Madjid. Translation Analysis of Figurative Language in the Novel of KhAn Al-Khall By Naguib Mahfouz. In Global Journal Al-Thaqafah (Vol. Issue 2, pp. 7Ae. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif . Remaja Rosdakarya. Muhammad. Dinamika Terjemah Al-QurAoan (Studi Perbandingan Terjemah AlQurAoan Kemenerian Agama RI dan Muhammad Thali. Jurnal Studi IlmuIlmu Al-QurAoan Dan Hadis, 17. , 1. https://doi. org/10. 14421/qh. Nasution. Manajemen pendidikan dalam dakwah Islam. Bumi Aksara. Nidhom. Manajemen Pembelajaran Tahfizh Al-QurAoan Dalam Mencetak Generasi QurAoAni. Jurnal Tahdzibi : Manajemen Pendidikan Islam, 3. , 83Ae102. https://doi. org/10. 24853/tahdzibi. Prasetyo. Implementasi manajemen pendidikan dalam lembaga homeschooling (Tesis. Universitas Islam Jembe. Prayoga. , & Kaffah. Manajemen Sarana Dan Prasana Perspektif. TARBIYA ISLAMIA: Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 8. , 165Ae https://doi. org/10. 1017/CBO9781107415324. Rahayu. Ellen Dwi, dan Murfiah Dewi Wulandari. AuAnalisis perkembangan kemampuan kognitif anak dengan metode belajar Home Schooling. Ay Jurnal Basicedu 6. :5664Ae72. 31004/basicedu. Ratnasari. Vita, dan Najih Anwar. AuThe problems of homeschooling Arabic learning in Sidoarjo. Ay Indonesian Journal of Islamic Studies 9. :6Ae12. doi: 10. 21070/ijis. Republika. Santri Bayt Tamyiz Diuji Shahih Doktor Timur Tengah. Republika. Rukajat. Ajat. Manajemen Pembelajaran. Deepublish. Rusman. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru . et ke . Rajawali Pers. Santosa. Perkembangan homeschooling dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 22. , 101-110. Diambil dari http://w. edu/homeschoolingislam Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025 Ahmad Nur Mahfuda, et. Sigit Mangun Wardoyo, . Pembelajaran Konstruktifisme: Teori dan Aplikasi Pembelaran dalam Pembentukan Karakter. Bandung: Alfabeta, , hal. Suardipa. , & Primayana. Peran Desain Evaluasi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Widyacarya, 4. , 88Ae100. http://jurnal. id/index. php/widyacarya/article/view/796 Supriyadi. Manajemen pendidikan Islam. Rineka Cipta Suyudi. Kajian Terjemahan Komik AuPeri KenangaAy: Sebuah Tinjauan Multimodalitas Dan Analisis Wacana Kritis. PRASASTI: Journal of Linguistics, 4. , 56Ae69. https://doi. org/10. 20961/prasasti. Umama. Umama, dan Aries Musnandar. AuMetode social story pada pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku positif siswa sutisdi Homeschooling Cordova. Ay DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 1. :321Ae29. doi: 10. 54259/diajar. Jurnal Al-Ashr. Vol. No. September 2025