Vol. xx No. xx-xx pISSN: 1234-5678 | eISSN: 1234-5678 https://ejurnal. id/index. php/jmpip Received: 2025-xx-xx. Received in revised form: 2025-xx-xx. Accepted: 2025-xx-xx PENERAPAN MANAJEMEN PENDIDIKAN UNTUK MEREALISASIKAN PENGELOLAAN KURIKULUM Sakinah Ubudiyah Siregar11 1Universitas Labuhanbatu. Sumatera Utara. Indonesia E-mail: 1hafizahsiregar88@gmail. DOI: DOI: https://doi. org/10. 47766/jmpip. xABSTRACT The purpose of this journal is to comprehensively understand the patterns of application and management of educational management in the effort to realize and implement the curriculum at the educational unit level. The method used in this study is the literature study method, with the hope that this paper can contribute to strengthening the understanding of all parties regarding the importance of well-implemented management in achieving curriculum objectives in schools. The focus of this paper is on how the school management system oversees and ensures that the implementation of the curriculum in schools runs according to plan. In this case, the principal as the captain has a very crucial and significant function and role. Keywords: Educational. Management. Curikulum. Principal Copyright Holder: ASakinah Ubudiyah Siregar . This is an open-access article under the CC-BY-SA License ABSTRAK Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk memahami secara komprehensif mengenai pola-pola penerapan dan tatalaksana manajemen pendidikan dalam upaya merealisasikan dan mengimplementasikan kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode studi literatur, dengan harapan agar tulisan ini mampu memberikan sumbangsih dalam memantapkan pemahaman semua pihak terkait pentingnya manajemen yang dilaksanakan dengan baik guna mencapai tujuan kurikulum di sekolah. Adapun fokus pada tulisan ini adalah mengenai bagaimana sistem manajemen sekolah mengawal dan memastikan pelaksanaan kurikulum di sekolah berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Dalam hal ini, kepala sekolah sebagai nakhoda memiliki fungsi dan peran yang sangat krusial dan Kata Kunci: Manajemen Pendidikan. Kurikulum. Kepala Sekolah Corresponding Author. Sakinah Ubudiyah Siregar Penerapan Manajemen Pendidikan Untuk Merealisasikan Pengelolaan Kurikulum PENDAHULUAN Manajemen pendidikan merupakan ujung tombak keberhasilan dalam upaya penerapan dan pengelolaan kurukulum di sekolah. Sementara itu, kurikulum adalah suatu sistem yang memiliki banyak komponen yang saling terhubung dan menopang satu sama lain. Sistem manajemen yang ada kemudian mengambil kendali atas berjalannya implementasi kurikulum yang telah tetapkan dan dirumuskan sebelumnya. Variable-variable penting yang menyusun struktur kurikulum. tujuan, materi pembelajaran, metode dan sistem penilaian harus selalu berada di dalam koridor yang telah digariskan oleh pemegang kebijakan manajemen pendidikan di suatu lembaga. Sejalan dengan itu. Lawrence A Appley telah menguatkan sebuah basis pemahaman bahwa manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Maka sangat diperlukan suatu pengorganisasian pada seluruh komponennya. Dalam prosesnya, manajemen pendidikan akan berhubungan erat dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Sedangkan manajemen sendiri juga merupakan salah satu displin ilmu yang menerapkan proses-proses tersebut. Maka dalam hal penerapan pelaksanaan kurikulum, seorang yang diamanahi tugas untuk mengelola lembaga pendidikan . epala sekolah, manajer di sekola. harus menguasai ilmu manajemen, baik untuk mengurus manajemen pendidikan secara umum ataupun kurikulumnya. Secara teknis, setiap satuan pendidikan dengan kekhasan yang dimilikinya, memiliki sistem dan strategi yang berbeda. Perbedaan secara teoritis dan praktis yang ada disesuaikan dengan prinsip manajemen sekolah yang menjadi platformnya. Manajemen sekolah yang merupakan suatu sistem yang memiliki lokalitas, yang kemudian kita kenal sebagai Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Sistem Manajemen Berbasis Sekolah kemudian dimaknai sebagai suatu model pengelolaan yang memberikan otonomi yang lebih besar kepada kepala sekolah, memberikan fleksibilitas dalam penetapan dan penerapan kebijakan dan sekaligus mendorong adanya partisipasi secara langsung dari warga sekolah. Keleluasaan . yang telah diberikan oleh pemerintah kepada satuan pendidikan. Kemudian dari periode ke periode kian diperluas lagi dengan bergulirnya kurikulum demi kurikulum yang terus bertransformasi hingga sampailah kepada bentuk yang terkini. Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik. Meskipun demikian, otonomi yang diberikan pada lembaga pendidikan dalam mengelola kurikulum secara mandiri dengan memprioritaskan kebutuhan dan ketercapaian sasaran dalam visi dan misi lembaga pendidikan tidak mengabaikan kebijaksanaan nasional yang telah ditetapkan. Dewasa ini melalui kurikulum merdeka, sistem yang menerapkan pola based studentsAo need atau Student Centered Learning kembali dikuatkan untuk mematangkan potensi setiap peserta didik di semua jenjang. Lagi-lagi, peran pengampu kebijakan memiliki bargaining position yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Peranan kepala sekolah inilah yang menentukan realisasi pengelolaan kurikulum di Peranan ialah bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan pada setiap orang untuk menjalankan fungsinya di dalam suatu organisiasi seseorang (Stoner & Freeman, 2. Kepala sekolah sebagai manajer pelaksana di setiap satuan pendidikan dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengelola berbagai komponen sekolah untuk mencapai tujuan sekolah yang dirumuskan. Kepala sekolah harus bisa menunjukkan fungsinya sebagai sosok dengan dua peran besar yaitu peran sebagai manajer dan peran sebagai pemimpin. Keberhasilan satuan pendidikan dalam merealisasikan tujuan dan sistem tata kelola kurikulum setidaknya harus bisa diukur melalui assessmen terkait kualitas penerapan kurikulum yang terhubung dengan tujuan, konten atau materi pembelajaran, implementasi dan evaluasi kurikulum. Dengan demikian, muncul pertanyaan tentang bagaimana seharusnya manajemen di suatu satuan pendidikan dilaksanakan agar mampu mengawal dan memastikan kurikulum berjalan secara baik untuk menghasilkan kualitas pendidikan terbaik? KAJIAN PUSTAKA Manajemen dan Kurikulum Dalam beberapa kajian yang menyebutkan peran penting manajemen dalam mengatur proses implementasi kurikulum. Seperti terungkap dalam pandangan Stephen P. Robibins dan Mery Coulter mengistilahkan manajemen mengacu pada proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif melalui orang lain. Dari kajian literatur lainnya disebutkan bahwa kedudukan manajemen dalam mengontrol penarapan kurikulum ibarat kompas dalam suatu perjalanan. Ia juga menjadi rambu-rambu yang memberikan arah dan batas yang jelas bagi kurikulum untuk mencapai target dan sasaran. Sakinah Ubudiyah Siregar Penerapan Manajemen Pendidikan Untuk Merealisasikan Pengelolaan Kurikulum Terkait dengan korelasi antara kurikulum dan manajemen, kemudian lahirlah manajemen kurikulum yang secara intensif merumuskan arah dan target capaian pendidikan. Seperti disampaikan oleh Suharsini Arikunto . , manajemen kurikulum adalah penerapan jenis kegiatan dan fungsi manajemen . erencanaan, pelaksanaan dan penilaia. dalam kurikulum. Berawal dari hulu hingga ke hilir, manajemen kurikulum kemudian memengaruhi realisasi dan implementasi kurikulum di tingkat satuan Dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian, kepala sekolah sebagai manajer bertugas untuk mengawal prosesnya. Kepala Sekolah sebagai Manajer di Tingkat Satuan Pendidikan Kepala sekolah sebagai manajer di tingkat satuan pendidikan harus mampu melaksanakan seluruh fungsi manajerial yang melekat padanya. Di antara fungsi manajerial seorang kepala sekolah yaitu dalam hal. pengorganisasian, pengarahan . , pengelolaan, pemanfaatan kemajuan teknologi informasi, penciptaan budaya dan iklim sekolah/madrasah, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, pengkoordinasian dan penyerasian, pendelegasian, perundingan . , pelaksanaan pemantauan, pengevaluasian, dan pelaporan. Dengan tugas dan fungsi yang melekat padanya, maka masalah penataan kurikulum, tidak seharusnya menjadi persoalan yang sulit dipecahkan. Kewenangan manajerial yang dimiliki oleh seorang kepala sekolah seharusnya bisa diterjemahkan dalam beragam bentuk implementasi praktis. melakukan perencanaan dan pengarahan serta bekerja sama dengan wakil bidang kurikulum dan guru-guru lainnya, melakukan pemantauan dan evaluasi dalam pelaksanaannya. Langkah Strategis dalam Pengelolaan Kurikulum dan Curriculum Analysis Langkah strategis yang mutlak perlu dilakukan oleh penentu kebijakan di sekolah pada tahap pertama tentu saja adalah membuat perencanaan . lanning the curriculu. Perencanaan kurikulum harus memerhatikan karakteristik mempertimbangkan berbagai kemungkinan berdasarkan analisis SWOT. , kelemahan . , peluang . , dan ancaman . secara cermat. Hal ini perlu dilakukan agar kurikulum yang telah dicanangkan tersebut mudah diwujudkan oleh pelaksana kurikulum di lapangan, yaitu para guru. Rencana pembelajaran dapat berupa persiapan mengajar, silabus, program semester, program tahunan, pemilihan bahan ajar, pemilihan strategi pembelajaran dan lain sebagainya. JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. Pengelolaan kurikulum yang baik bermula dari anilisis kurikulum (Curriculum Analysi. yang baik pula. Analisis kurikulum adalah proses identifikasi mata pelajaran dan program pendidikan yang terdapat di dalam kurikulum untuk dilakukannya evaluasi terhadap kurikulum tersebut untuk pengembangan lebih lanjut serta menemukan kekurangan dan permasalahan yang ada sehingga menghasilkan solusi/pengembangan yang diharapkan. Berdasarkan landasan ini, maka suatu kurikulum berpotensi untuk terus berkembang dan berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan di lapangan. Oleh karenanya, tataran manajemen perlu memastikan terlebih dahulu apa yang sesungguhnya ingin dicapai dan dibutuhkan oleh satuan pendidikan yang ada di bawahnya kendali Kurikulum Sekolah Islam Terpadu sebagai Contoh Tata Kelola Kurikulum Dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat fenomena yang turut mewarnai dan menjadi perhatian di berbagai kalangan dan pakar pendidikan yaitu munculnya kurikulum Sekolah Islam Terpadu yang digagas oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia (JSIT). Menurut Suyatno, dalam waktu yang relatif singkat, jumlah sekolah Islam terpadu telah mencapai A10. 000 sekolah di seluruh wilayah Indonesia (Suyatno, 2013: . Tidak hanya menjadi penengah dari dikotomi antara sekolah Islam (Madrasa. dan Sekolah Negeri (Sekolah milik pemerinta. , tetapi juga memberikan terobosan baru yang bahkan mendahului munculnya Kurikulum Merdeka yang secara substantif memiliki kesamaan di beberapa sisi dengan Kurikulum Sekolah Islam Terpadu. Para pakar pendidikan di Jaringan Sekolah Islam Terpadu mencoba berinovasi, tidak hanya dalam tataran filosofis, tetapi juga secara teknis. Hal itu ditandai dengan munculnya kekhasan Sekolah Islam Terpadu yang sebelumnya tidak dimiliki oleh kurikulum lain. Menggabungkan apa yang telah ada dan diterapkan oleh pemerintah (DIKNAS) dan Madrasah (Kemena. Semua ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan sekolah, terutama sekolah Islam dengan perkembangan zaman. Hal ini tentu selaras dengan pernyataan bahwa kurikulum merupakan jantungnya pendidikan yang berpengaruh terhadap perkembangan kompetensi peserta didik, karena kurikulum berhubungan dengan sesuatu yang seharusnya diajarkan dan kurikulum merupakan gabungan antara pikiran, perbuatan dan tujuan (Arifin. Sebagai contoh dalam inovasi pendidikan. Sekolah Islam Terpadu memiliki konsep yang integral sebagai sebuah sistem yang menyiapkan peserta didik untuk sukses duniawi dan ukhrawinya. Sekolah Islam terpadu merupakan Sakinah Ubudiyah Siregar Penerapan Manajemen Pendidikan Untuk Merealisasikan Pengelolaan Kurikulum sekolah yang bangunan kerangka kurikulumnya mencoba untuk memadukan secara maksimal antara keilmuan agama dan keilmuan umum, keterpaduan ini secara gamblang dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran di kelas, yang senantiasa mencoba untuk memasukkan nilai-nilai luhur Islam dalam setiap mata pelajaran dengan cara dan model pembelajaran yang inovatif (Usman. Implementasi Kurikulum Tahap pelaksanaan kurikulum merupakan tahap pelaksanaan pembelajaran, sedangkan kegiatan manajemen kurikulum pada tahap ini berupa kegiatan pengelolaan pembelajaran, misalnya melalui manajemen kelas. Dalam pelaksanaan kurikulum guru mempunyai hak penuh untuk mengaplikasikan rencanaAerencana yang telah dibuat. Hasil dari pembelajaran bergantung pada guru dalam mengolah sehingga dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang Implementasi kurikulum secara teknis merupakan tahap pelaksanaan Sementara itu, kegiatan manajemen kurikulum berupa kegiatan pengelolaan pembelajaran yang lebih praktis, misalnya manajemen kelas. Kurikulum yang telah ditetapkan memberikan hak yang begitu luas bagi para guru untuk mengaplikasikan apa yang tertuang di dalam silabus dan yang dijabarkan menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Loucks dan Lieberman mendefinisikan implementasi kurikulum sebagai sesuatu yang membawa hasrat untuk berubah dan kian meningkat. Maka implementasi kurikulum harus tetap dan efektif dalam membangun sikap, mental dan spiritual para siswa di seluruh satuan pendidikan. Kurikulum yang baik akan membawa dampak positif kepada lembaga dan membangun citra baik di lingkungan pendidikan. Tahap implementasi kurikulum mengacu pada tindakan untuk mengejawantahkan rencana, saran dan rekomendasi yang yang telah disusun oleh pakar kurikulum dan para ahli di ruang kelas atau di sekolah. Para gurulah yang merupakan implementer kurikulum yang sesungguhnya. Sementara itu, di saat yang bersamaan para siswa, orangtua, administrator sekolah bisa secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam proses implementasi kurikulum Kolaborasi antara pengampu kebijakan dan para guru, sekaligus melibatkan semua pihak terkait menjadi kata kunci bagi keberhasilan manajemen dalam mengelola kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Implementasi kurikulum merupakan sesuatu proses yang integral. sebab ia memiliki keterkaitan dengan banyak pihak yang berkepentingan di lingkup JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. Semua pihak hendaknya bahu-membahu, saling topang dan saling tolong dalam mewujudkan kurikulum yang berdampak bagi peserta didik. Evaluasi Kurikulum Curriculum is the heart of the education. Kurikulum adalah jantungnya Maka dari itu, manajemen yang dipantau oleh kepala sekolah sebagai manajer harus dievaluasi secara berkala. Evaluasi yang dilakukan tersebut semata untuk menilai dan menaksir efektivitas kurikulum dalam tata Kemudian evaluasi juga memantau kesiapan para guru untuk mengaplikasikan kurikulum tersebut. Evaluasi akan memberikan feed-back yang sangat berguna untuk menjadi umpan balik dalam upaya membantu pencapaian secara optimal. Evaluasi kurikulum berfokus pada pertanyaan tentang apa yang harus diajarkan di ruang kelas dan sekaligus mencari apa yang terjadi di ruang kelas. Kedua pertanyaan ini menjadi pokok permasalahan yang sering muncul ke Tanpa evaluasi yang ketat, maka apa yang terjadi di ruang kelas tidak akan sepenuhnya terungkap. Pengembangan Kurikulum Desain dari rencana implementasi kurikulum memberikan panduan bagi pihak manajemen sekolah untuk menyiapkan rencana cadangan seperti pengembangan dan pengadaan sumber-sumber belajar, pelatihan guru dan sumberdaya manusia, pengadaan perlengkapan, komputer dan lain sebagainya. Pengembangan kurikulum ini harus secara filosofis dan praktis terpenuhi dengan baik. Skema kurikulum dan pengelolaannya harus disesuaikan dengan kekhasan masing-masing satuan pendidikan. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode studi literatur, dengan harapan agar tulisan ini mampu memberikan sumbangsih dalam memantapkan pemahaman semua pihak terkait pentingnya manajemen yang dilaksanakan dengan baik guna mencapai tujuan kurikulum di sekolah. Adapun fokus pada tulisan ini adalah mengenai bagaimana sistem manajemen sekolah mengawal dan memastikan pelaksanaan kurikulum di sekolah berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Dalam hal ini, kepala sekolah sebagai nakhoda memiliki fungsi dan peran yang sangat krusial dan signifikan. Sakinah Ubudiyah Siregar Penerapan Manajemen Pendidikan Untuk Merealisasikan Pengelolaan Kurikulum HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penerapan manajemen pendidikan untuk merealisasikan pengelolaan kurikulum harus dilakukan secara holistik dan integral. Pihak-pihak pengampu kebijakan dan para guru harus saling topang dan memberikan sumbang saran agar terumuskan struktur kurikulum yang komprehensif. Tahap implementasi kurikulum mengacu pada tindakan untuk mengejawantahkan rencana, saran dan rekomendasi yang yang telah disusun oleh pakar kurikulum dan para ahli di ruang kelas atau di sekolah. Para gurulah yang merupakan implementer kurikulum yang sesungguhnya. Sementara itu, di saat yang bersamaan para siswa, orangtua, administrator sekolah bisa secara langsung dan tidak langsung terlibat dalam proses implementasi kurikulum tersebut. Kolaborasi antara pengampu kebijakan dan para guru, sekaligus melibatkan semua pihak terkait menjadi kata kunci bagi keberhasilan manajemen dalam mengelola kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Implementasi kurikulum merupakan sesuatu proses yang integral. sebab ia memiliki keterkaitan dengan banyak pihak yang berkepentingan di lingkup Semua pihak hendaknya bahu-membahu, saling topang dan saling tolong dalam mewujudkan kurikulum yang berdampak bagi peserta didik. Pembahasan Penerapan manajemen pendidikan untuk merealisasikan pengelolaan kurikulum harus dilakukan secara holistik dan integral. Pihak-pihak pengampu kebijakan dan para guru harus saling topang dan memberikan sumbang saran agar terumuskan struktur kurikulum yang komprehensif. Tahap implementasi kurikulum mengacu pada tindakan untuk mengejawantahkan rencana, saran dan rekomendasi yang yang telah disusun oleh pakar kurikulum dan para ahli di ruang kelas atau di sekolah. Para gurulah yang merupakan implementer kurikulum yang sesungguhnya. KESIMPULAN Penerapan manajemen pendidikan untuk merealisasikan pengelolaan kurikulum harus dilakukan secara holistik dan integral. Pihak-pihak pengampu kebijakan dan para guru harus saling topang dan memberikan sumbang saran agar terumuskan struktur kurikulum yang komprehensif. JMPIP: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Pendidikan Vol. xx No. DAFTAR PUSTAKA