Vol. No. November 2024, hal, 164-171 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss2. Peningkatan Spiritual Masyarakat Dusun Piyaman II Melalui Kajian Intensif Program Kukerta Habil Achmad Wirayoga . Muhammad Arif Nurrahmat. Hermawan Hermawan. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Piyaman II Spiritual Teaching Religion Penulis Koresponden : marifnurrahmat@gmail. hermawan@stai-ali. ABSTRAK Piyaman II Hamlet located in the village of Piyaman. Wonosari District. Gunungkidul Regency, has a religious background that can be categorized as quite good. With religious guidance from the Muhammadiyah organization, religious study sessions are often held in mosques and residents' homes, especially in Piyaman II Hamlet. Additionally, a grand religious study session is regularly conducted every 30-35 days in Piyaman Village, attended by nearly 1000 worshipers each time. Considering this background, we, as Kukerta students with a religious education background, have a program for nurturing and enhancing the spiritual well-being of the residents of Piyaman II Hamlet through post-congregational prayer lectures . , weekly studies at various locations, and grand religious study sessions led by 2 field supervisors. The implementation of this program has received positive and very good responses because the residents of Piyaman II Hamlet are familiar with and accustomed to these religious study sessions. Another feedback from the residents is that the post-congregational prayer lectures and weekly studies conducted by students help increase their knowledge about religion and remind them of previously heard teachings. Furthermore, the grand religious study sessions led by field supervisors are attended by nearly 100 worshipers from Piyaman II Hamlet and surrounding hamlets. PENDAHULUAN Desa Piyaman merupakan salah satu Desa dari total 14 Desa yang berada di Kecamatan Wonosari. Kabupaten Gunungkidul. Desa Piyaman berjarak sekitar 4 km dari Kabupaten Gunungkidul dan berjarak 43 km, dari ibu kota Provinsi D. Yogyakarta. Desa Piyaman memiliki luas wilayah sebesar 684 Ha dengan persentase 9,08 persen dari luasan wilayah Kecamatan Wonosari. Desa Piyaman terbagi atas 11 Dusun yaitu Ngerboh I. Ngerboh II. Kemorosari I. Kemorosari II. Piyaman I. Piyaman II. Pakeljaluk. Ngemplak. Pakelrejo. Budegan I dan Budegan II. Peradaban perkampungan Piyaman ini didirikan oleh Ki Demang Wono Pawiro pada tahun 1735 Masehi. Demang Wono Pawiro sendiri tidaklah lahir dari di perkampungan Piyaman. Pada tahun 1750 Masehi Ki Demang Wono Pawrio membangun sebuah tempat di dusun Piyaman II ini yang kelak dinamakan Joglo Citakan atau rumah tradisional Dwijo Marwoto. Pada masa lalu, di wilayah Citakan ini pula menjadi tempat berlatih perang Begada Kedemangan Piyaman sebagai bagian dari Laskar Mataram pendukung Pangeran Mangkubumi. Bersumber dari sejarah keluarga di Joglo Citakan ini pula dirancang untuk pelaksanaan Babad Alas Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Spiritual Masyarakat Dusun Piyaman IIA Nongko Doyong tahap II . 6 Maseh. sebagai awal lahirnya kota Wonosari sebagai Kota Praja Kabupaten baru bernama Gunungkidul dan Piyaman itu sendiri berarti sepi dan aman. Di desa Piyaman ini tidak ada agama lain selain agama Islam dan Kristen. Agama yang paling dominan adalah agama Islam. Di dusun Piyaman 1 terdapat 1 orang yang beragama Nasrani, di dusun Ngemplek ada 3 orang yang beragama Katolik, di dusun Pakelrejo sekitar 6 orang dan di dusun Budegan 2 ada sekitar 3 orang. Di desa Piyaman terdapat konflik keagamaannya kebanyakan adalah konflik pemahaman dan keyakinan antara NU dan Muhammadiyah, akan tetapi masih bisa diselesaikan melalui jalur hukum tanpa adanya bermain fisik di antara kedua belah pihak, tidak seperti konflik yang terjadi antara masyarakat dan MTA yang sampai bermain fisik. Contoh konflik yang terjadi di desa Piyaman adalah konflik antara Muhammadiyah dan MTA. Karena mereka berdakwah secara keras karena mereka menginginkan memberantas tradisi Islam nenek moyang yang berada di desa tersebut seperti tahlilan, yasinan, maulidan dan masih meninggikan kuburan. Adapun data persentase Muhammadiyah di desa Piyaman mencapai 85%. Nahdiyin 2%. LDII 10%. MTA 2% dan Kristen 1%. Strategi Muhammadiyah dalam berdakwah di desa Piyaman adalah mengadakan kajian untuk pengurus-pengurus setiap tanggal lima, dan pengajian setiap Ahad pagi. Adapun untuk tempat pengajian adalah dengan cara bergilir ke masjid-masjid yang ada di seluruh desa Piyaman. Muhammadiyah mempunyai maksud dan tujuan seperti yang sudah kita ketahui yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya(PP Muhammadiyah, 2. Dengan melihat latar belakang keagamaan masyarakat desa Piyaman yang sudah terbentuk kuat dan terbiasa melakukan pengajian secara rutin itu, maka di dalam program Kukerta kami kali ini adalah untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, ilmu agama dan spiritual masyarakat khususnya di dusun Piyaman II dengan cara melakukan kajian insentif baik secara rutin yang disampaikan oleh para mahasiswa baik kajian besar yang disampaikan oleh para dosen kepada masyarakat secara luas. Kegiatan ini lebih terfokus terselenggara di masjid-masjid karna masjid dalam sejarahnya mempunyai arti penting bagi masyarakat muslim, penting dalam upaya pembentukan setiap individu dan masyarakat yang islami. estari et al 2. Masjid bukan sekedar tempat sujud sebagaimana dimaknai secara harfiahnya, tetapi memiliki berbagai fungsi(Ahmad yani&satoriismail, 2. Lalu Pembimbing an masyarakat juga merupakan jalur dakwah dengan usaha meningkatkan pemahaman agama untuk mengubah pandangan hidup, sikap, batin dan perilaku umat yang tidak sesuai dengan ajaran agama ini. ailatul muarofah, 2. Dakwah menurut Hidayat Nur Wahid adalah kegiatan mengajak dan mendorong orang lain berdasarkan basirah untuk meniti jalan allah dan istiqomah di jalannya(Hidayat, 2. Lalu pemahaman agama juga berpengaruh terhadap kesadaran manusia dalam melaksanakan amal ibadah dan beragama. Dan karna kurangnya dalam pengamatan di kehidupan sehari-hari, tak jarang seorang muslim melakukan aktivitasnya jauh dari nilai-nilai agama yang berlandaskan Al-Qur'an dan as-sunnah. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Habil Achmad Wirayoga. Muhammad Arif Nurrahmat. Hermawan Hermawan METODE PENGABDIAN Bentuk pengabdian masyarakat yang kami lakukan di dusun Piyaman II, desa Piyaman, kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul ini dengan cara mengadakan pengajian dan juga kultum tiap pekan nya yang disampaikan oleh para mahasiswa Kukerta dan juga dengan mengadakan pengajian dengan skala besar yang mana pengajian ini disampaikan oleh 2 dosen pembimbing lapangan yang dilaksanakan dalam waktu yang berbeda serta tempat yang berbeda Adapun lokasi tempat terlaksananya program ini terbagi ke 3 Mushola dan juga 2 masjid berbeda yang ada di dusun Piyaman II dan sekitarnya. Masjid Baitul mu'tasim Masjid Al-Ma'wa Mushola Al-Ma'arif Mushola Al-Falah Mushola Nurhayat Lalu untuk pengajian skala besar yang disampaikan oleh dosen pembimbing diadakan di masjid Baitul Mu'tasim dan juga masjid Al-Ma'wa. Adapun waktu pelaksanaan pengajian bersama masyarakat dan jamaah masjid serta Mushola ini terlaksana setelah shalat maghrib, shalat isya dan shalat shubuh. Adapun untuk tahapan pelaksanaan program Kukerta di masjid dan Mushola ini melalui tahap-tahap sebagai berikut: aMenganalisis keadaan dan kondisi keagamaan di dusun Piyaman II dan sekitarnya serta melakukan wawancara singkat kepada takmir masjid serta Mushola demi mendapat data yang lebih jelas dan akurat. aMengamati kegiatan apa saja yang sudah ada dan rutin berjalan di masjid dan Mushola yang menjadi target program kami. aMelakukan koordinasi dengan takmir dan juga jamaah masjid dan Mushola tentang program yang akan kami jalankan selama Kukerta di dusun Piyaman II. aMendapatkan izin penuh atas kegiatan dan program yang akan kami lakukan di masjid dan Mushola di dusun Piyaman II selama program Kukerta berlangsung. aRealisasi kegiatan program keagamaan yang telah direncanakan dan dikoordinasikan kepada takmir serta jamaah masjid dan Mushola dusun Piyaman II dan sekitarnya yang dilaksanakan setiap pekannya baik sekali dalam satu pekan sampai 3 kali dalam satu pekannya setelah shalat maghrib, shalat isya dan shalat shubuh. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Spiritual Masyarakat Dusun Piyaman IIA HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu yang pertama adalah program kultum yang biasanya dilaksanakan tepat setelah shalat berjamaah baik itu seletah shalat maghrib, isya, dan subuh dan disampaikan dengan jangka waktu yang berkisar pendek, yang kedua program kajian rutin yang biasanya dilaksanakan satu kali tiap pekannya dengan jangka waktu berkisar 15 hingga 20 menit. Kajian biasanya dihadiri oleh lebih banyak jamaah dan juga dibarengi dengan acara arisan selepas dari kajian. Lalu yang ketiga adalah kajian skala besar yang disampaikan oleh dua dosen pembimbing lapangan yang dilaksanakan dua kali selama program Kukerta berlangsung dan terlaksana di masjid Baitul mu'tasim dan masjid Al-Ma'wa. Pada kajian ini dihadiri oleh lebih dari 200 jamaah dari seluruh dusun Piyaman II dan juga sekitarnya. aProgram Kultum Dikenal juga dengan ceramah singkat atau siraman rohani singkat, program kultum yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kukerta di dusun Piyaman II ini berlangsung di masjid Baitul mu'tasim, masjid Al-Ma'wa. Mushola Al-Ma'arif dan Mushola Al-Falah. Adapun untuk Mushola Nurhayat, program ini tidak dapat dilaksanakan mengingat jumlah jamaah shalat yang dapat dikategorikan sedikit dan juga para jamaah yang memiliki kesibukan lain ataupun yang ingin segera pulang untuk beristirahat, mengingat beberapa jamaah disana bekerja sebagai buruh tani. Lalu untuk waktu pelaksanaannya berlangsung tepat setelah shalat berjamaah dilaksanakan baik itu shalat maghrib, isya maupun subuh. Berlangsung tiga kali dalam satu pekannya dengan jangka waktu berkisar antara 5 sampai 7 menit penyampaian. Gambar 1. 1 Kegiatan Kultum baAoda maghrib di Mushola Al-MaAoarif Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Habil Achmad Wirayoga. Muhammad Arif Nurrahmat. Hermawan Hermawan aProgram kajian pekanan Pengajian atau kajian secara singkat didefinisikan sebagai kegiatan pendidikan secara umum. Bahri, 2. serta kegiatan belajar dan mengajar tentang agama. radjarta, 1. , serta pada hakekatnya pengajian adalah mengajak manusia berbuat kebaikan dan petunjuk allah menyuruh mereka kepada kebiasaan yang baik dan meninggalkan perbuatan buruk. unir, 2. dengan menggunakan metode dakwah atas dasar hikmah dan kasih sayang kepada jamaah, maka dakwah serta kehadiran kami akan lebih mudah diterima oleh warga. ahidin, 2. Terlaksana dalam satu kali dalam satu pekannya dengan jumlah jamaah yang hadir mengikuti lebih banyak dibanding kultum dan bertempat di masjid Baitul mu'tasim, masjid Al-Ma'wa. Mushola Al-Falah dan mushola Nurhayat. Berkebalikan dengan Mushola Nurhayat, kali ini di Mushola AlMa'arif tidak dapat terlaksana program kajian pekanan ini dikarenakan jumlah jamaah untuk mengikuti kajian pekanan ini tergolong sedikit dan tempat yang kurang memadai pula untuk menampung jamaah untuk melakukan kajian pekanan dari mahasiswa Kukerta. Lalu untuk Mushola Nurhayat sendiri, kajian pekanan yang terlaksana pada senin malam hanya dihadiri oleh jamaah ibuibu saja. Dikarenakan masjid Baitul mu'tasim dan juga Mushola Nurhayat ini dikelola dan ditanggung oleh takmir yang sama yaitu bapak Suhamin, maka izin untuk mengisi dan menyampaikan kajian kepada jamaah terbilang cukup mudah. Adapun sebelum kedatangan kami ke dusun Piyaman II ini, kajian di masjid Baitul mu'tasim dan Mushola Nurhayat sudah rutin terlaksana pada senin malam di Mushola Nurhayat dan rabu malam di masjid Baitul mu'tasim yang pematerinya adalah bapak Suhamin sendiri. Maka kedatangan kami di dusun Piyaman II ini dengan program kajian yang kami laksanakan ini hanya meneruskan apa yang sudah bapak Suhamin dirikan dan laksanakan sebelumnya. Begitu pula di masjid Al-Ma'wa yang dikelola oleh bapak suprianto sebagai takmir di masjid Al-Ma'wa, pengajian sudah berlangsung sebelum kedatangan kami dan terlaksana pada kamis malam dengan pematerinya yaitu beliau sendiri. Adapun di Mushola Al-Falah kajian pekanan dilaksanakan sehabis isya an jamaah yang hadir disana sangat sedikit sekitar 15 orang. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Spiritual Masyarakat Dusun Piyaman IIA Gambar 2. 1 Kajian Pekanan di Mushola Al- MaAoarif aProgram pengajian akbar Program ini terlaksana dua kali dalam program Kukerta di dusun Piyaman II dalam rentang waktu 1 bulan dengan pemateri adalah dosen pembimbing lapangan. Pengajian akbar pertama dilaksanakan pada tanggal 15 januari 2024 pada pukul 19:30 setelah shalat isya berjamaah dan berlokasi di masjid Baitul mu'tasim dengan dihadiri oleh lebih dari 200 jamaah warga dusun Piyaman II dan sekitarnya. Pemateri pada pengajian akbar pertama ini adalah ustadz Hermawan Lc. M,Pd. dengan tema kajian "Kiat Menjaga Keimanan". Pengajian ini disambut dengan respon yang sangat positif baik dari takmir dan jamaah masjid maupun seluruh masyarakat dusun Piyaman II dan Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya bantuan yang datang kepada kami disaat sesi persiapan untuk pengajian ini maupun disaat sesi kajian itu sendiri. Mulai dari jamaah masjid hingga remaja masjid ikut andil dalam membantu mempersiapkan dan membantu dalam terlaksana nya pengajian ini agar lancar tanpa ada masalah yang berarti. Serta jumlah jamaah yang datang melebihi ekspektasi dan perkiraan kami sebagai penyelenggara pengajian. Kedua hal ini membuktikan betapa antusias nya warga dusun Piyaman II dan sekitarnya dalam menyambut dan mengikuti pengajian akbar pertama ini. Beralih ke pengajian akbar kedua yang terlaksana pada tanggal 29 januari 2024 pukul 20:00 berlokasi di masjid Al-Ma'wa dengan pemateri adalah ustad Abdul Rahman Hadi Lc. M,HI. tema kajian "Pesona Pohon Keimanan". Sama halnya dengan pengajian akbar pertama, pengajian akbar kedua sekaligus penutupan program Kukerta bersama warga ini juga mendapat respon yang Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Habil Achmad Wirayoga. Muhammad Arif Nurrahmat. Hermawan Hermawan sangat positif dibuktikan dengan antusiasme warga dalam menyambut kedatangan ustadz Abdul Rahman Hadi di dusun dan juga banyaknya jamaah yang ikut menghadiri pengajian ini. Pelaksanaan kajian kali ini dibantu oleh takmir masjid Al-Ma'wa dan juga karang taruna sebagai tuan rumah. Pengajian akbar kali ini juga dihadiri oleh lebih dari 200 jamaah warga dusun Piyaman II dan KESIMPULAN Gambar 3. 1 Tabligh Akbar bersama Ust Abdul Rahman Hadi. Lc. Dengan berlangsungnya program peningkatan spiritual masyarakat dusun Piyaman II melalui kultum, kajian pekanan dan pengajian akbar ini masyarakat mendapatkan banyak sekali ilmu-ilmu seputar agama yang belum pernah sampai kepada mereka sebelumnya serta me-refresh kembali tentang apa-apa yang pernah disampaikan oleh para ustadz ataupun guru mereka yang sebelumnya pernah memberikan dan mengisi pengajian baik itu bulanan maupun pekanan di desa Piyaman atau sekitaran kecamatan Wonosari. Adapun tanggapan dari masyarakat terhadap program kultum, kajian dan pengajian akbar yang dilaksanakan oleh mahasiswa serta dosen mendapat tanggapan yang sangat positif dari Mereka yang sebelumnya hanya mendengar nasehat agama dalam rentan waktu yang lama sekarang dapat mendapatkan siraman rohani baik melalui kultum maupun kajian pekanan yang dilaksanakan oleh para mahasiswa Kukerta. Adapun pengajian akbar yang diisi dan disampaikan oleh dosen juga mendapat sambutan dan tanggapan yang sangat positif pula. Mulai dari sebelum terselenggaranya pengajian ini maupun sesudah pengajian ini terlaksana masyarakat dusun Piyaman II dan sekitarnya merasa sangat senang dan antusias atas adanya pengajian akbar ini di dusun Piyaman II. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Spiritual Masyarakat Dusun Piyaman IIA KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan harus mencerminkan hasil yang telah dicapai serta dampak nyata kegiatan pengabdian terhadap masyarakat. Sertakan rekomendasi yang relevan untuk pengembangan lebih lanjut atau keberlanjutan program pengabdian. Times New Roman, 12pt. Spasi 1. Ucapan Terima Kasih (Opsiona. Bagian ini digunakan untuk menyampaikan penghargaan kepada institusi, individu, atau lembaga yang memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan. DAFTAR PUSTAKA / REFERENCES