Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 33-40 DOI: https://doi. org/10. 37366/jpgsd. RESEARCH ARTICLE E-ISSN: 2809-2910 Ismuwardani et al. Peran Komunikasi Guru dalam Membangun Keterampilan Sosial Siswa di Sekolah Dasar Zakiyah Ismuwardani1. Eko Handoyo2. Edi Waluyo3 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Prima Bangsa Cirebon. Indonesia 2 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia 3 Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Semarang O Corresponding author: zakiyahismuwardani773@gmail. To cite this article: Barokah. Handoyo. , & Waluyo. Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly Science Learning di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 7. S), 30-40. https://doi. org/10. 37366/jpgsd. Articles Information Received : 01-05-2026 Revised : 16-05-2026 Accepted : 18-05-2026 Published : 30-05-2026 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana peran komunikasi guru dalam membangun keterampilan sosial siswa di sekolah dasar. Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa interaksi edukatif di kelas sangat penting untuk membentuk sikap sosial siswa. Studi ini dilakukan di SDN 4 Sigong. Cirebon, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data termasuk dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam, serta analisis data melalui pengurangan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara guru berkomunikasi secara signifikan mempengaruhi peningkatan keterampilan sosial siswa, seperti bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan berkomunikasi secara santun. Interaksi guru yang humanis juga menciptakan lingkungan kelas yang baik untuk perkembangan sosial siswa. Menurut penelitian ini, komunikasi guru tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk berkomunikasi tetapi juga sebagai metode pedagogis untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa. Kata Kunci: Komunikasi Guru. Keterampilan Social. Interaksi Kelas. Abstract This study aims to clarify the function that elementary school instructors' communication plays in helping kids develop their social skills. This research stems from the fact that educational interactions in the classroom are crucial for shaping students' social attitudes. The study was conducted at SDN 4 Sigong. Cirebon, and used a qualitative Documentation, observation, and in-depth interviews were used as data gathering techniques. Reduction, presentation, and conclusion drawing were used for data analysis. The results of the study indicate that improving students' social skills, such as cooperating, respecting others' opinions, and communicating politely, is significantly influenced by the way teachers communicate. Humanistic teacher interactions also create a good classroom environment for students' social development. According to this study. In addition to providing knowledge, teacher communication is a pedagogical strategy for fostering students' social skills. Keywords: Teacher Communication. Social Skills. Classroom Interaction. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 33-40 | 33 Peran Komunikasi Guru dalam Membangun Keterampilan Sosial SiswaA E-ISSN: 2809-2910 PENDAHULUAN Keterampilan sosial merupakan kompetensi fundamental yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar karena berperan penting dalam membentuk kemampuan siswa untuk berinteraksi, bekerja sama, serta menghargai orang lain dalam kehidupan sosialnya. Di lingkungan sekolah, keterampilan sosial tidak tumbuh secara instan, melainkan melalui proses interaksi yang berkelanjutan antara siswa dan guru dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Namun. Praktik pembelajaran di Sekolah Dasar masih sering menggunakan komunikasi guru hanya untuk menyampaikan materi akademik, sementara potensinya sebagai media pembentukan keterampilan sosial siswa belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal (Hargreaves & Fullan, 2. Dalam menciptakan interaksi edukatif di kelas, guru berperan sebagai aktor utama secara strategis. Pola komunikasi guru, baik verbal maupun nonverbal, memengaruhi suasana kelas dan interaksi sosial siswa. Perilaku sosial positif, seperti sikap saling menghormati, kemampuan bekerja sama, dan keberanian mengemukakan pendapat secara santun, dapat dihasilkan dari komunikasi yang dialogis, empatik, dan menghargai keberagaman siswa (Wentzel, 2. Oleh karena itu, komunikasi guru harus dilihat tidak hanya sebagai kemampuan instruksional teknis, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis yang berfokus pada perkembangan aspek sosial siswa. Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas keterampilan sosial siswa dan komunikasi guru dalam konteks pendidikan dasar. Sejumlah studi menekankan bahwa keterampilan sosial berkontribusi terhadap keberhasilan akademik dan kesejahteraan emosional siswa (Barokah et al. , 2024. Ismuwardani et , 2. Penelitian lain memaparkan bahwa kualitas interaksi guru dan siswa berpengaruh signifikan terhadap perilaku sosial dan partisipasi siswa di kelas (Roorda et al. , 2017. Pianta et al. , 2. Tetapi sebagian besar penelitian masih berfokus pada mengukur hasil atau menggunakan metode kuantitatif, sehingga belum banyak mengungkap bagaimana peran komunikasi guru dimaknai dan diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah dasar. Kajian-kajian tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam penelitian yang berkaitan dengan pemahaman kontekstual tentang peran komunikasi guru dalam membangun keterampilan sosial siswa. Ini terutama berlaku untuk penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif, di mana pengalaman dan interaksi adalah fokus utama analisis. Meskipun sekolah dasar memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda. Penelitian tentang fenomena ini masih terbatas pada lingkungan sekolah dasar lokal. Oleh karena itu, penelitian yang mempelajari bagaimana guru berinteraksi dalam kehidupan nyata pembelajaran diperlukan untuk mengetahui bagaimana mereka membantu meningkatkan keterampilan sosial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran komunikasi guru dalam membangun keterampilan sosial siswa di SDN 4 Sigong. Cirebon. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara guru berkomunikasi dengan siswa di Sekolah Dasar dan bagaimana ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan sosial mereka. Pendekatan kualitatif digunakan dalam desain studi kasus ini. Diharapkan penelitian ini akan menjadi referensi bagi guru dan sekolah dalam Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 33-40 | 34 Peran Komunikasi Guru dalam Membangun Keterampilan Sosial SiswaA E-ISSN: 2809-2910 menciptakan interaksi pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kompetensi sosial dan prestasi akademik siswa. LITERATURE REVIEW Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar Keterampilan sosial pada siswa di Sekolah Dasar merupakan kemampuan individu untuk berinteraksi secara efektif dan adaptif dalam lingkungan sosialnya, baik dengan rekan sekolah dan orang dewasa di Keterampilan ini mencakup kemampuan bekerja sama, berkomunikasi secara santun, menghargai perbedaan, serta mengelola emosi dalam interaksi sosial. Pada fase perkembangan anak usia sekolah dasar, keterampilan sosial menjadi fondasi penting bagi pembentukan kepribadian dan keberhasilan siswa dalam konteks akademik maupun sosial (Wentzel, 2. Keterampilan sosial tidak hanya meningkatkan hubungan interpersonal yang positif, tetapi juga meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar dan prestasi akademik (Ismuwardani et al. , 2024. Krisdiyansah et al. , 2. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan sosial tidak boleh dianggap sebagai efek sampingan dari kegiatan belajar mengajar tetapi sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Sekolah dasar, sebagai lingkungan sosial formal pertama bagi anak, secara strategis bertanggung jawab untuk memfasilitasi perkembangan keterampilan sosial siswa. Peran Komunikasi Guru dalam Pembelajaran Komunikasi guru adalah bagian penting dari proses pembelajaran karena berfungsi tidak hanya untuk memberi instruksi tetapi juga untuk membangun hubungan akademik dengan siswa. Melalui komunikasi yang efektif, guru dapat menciptakan suasana kelas yang aman dan terbuka serta mendorong partisipasi aktif siswa. Pola komunikasi guru yang positif telah terbukti dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, motivasi mereka untuk belajar, dan tingkat interaksi sosial mereka di kelas (Hargreaves & Fullan, 2. Komunikasi guru dalam pendidikan dasar memiliki aspek pedagogis dan sosial. Guru tidak hanya membantu siswa belajar, tetapi mereka juga bertindak sebagai contoh sosial bagi siswa. Cara mereka berbicara, mendengarkan, dan menanggapi siswa adalah contoh langsung dari perkembangan keterampilan sosial Oleh karena itu, komunikasi guru memengaruhi perkembangan sosial siswa secara langsung. Komunikasi Verbal Guru Penggunaan bahasa lisan sebagai bagian dari komunikasi verbal guru termasuk menjelaskan materi, memberikan umpan balik, dan membangun diskusi dengan siswa. Dengan menggunakan bahasa yang jelas, sopan, dan menghargai pendapat siswa, guru dapat mendorong siswa untuk berbicara dan memberikan pendapat mereka. Studi menunjukkan bahwa komunikasi verbal yang berpartisipasi dan dialogis meningkatkan keterampilan sosial siswa. Ini terutama berlaku untuk kemampuan kerja sama dan berkomunikasi dengan baik (Cornelius-White, 2. Selain itu, komunikasi verbal yang empatik memungkinkan guru untuk memahami kondisi emosional dan sosial siswa. Ketika guru dapat menyesuaikan bahasa dan intonasi dengan kebutuhan siswa, interaksi yang terbangun menjadi lebih penting dan Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 33-40 | 35 Peran Komunikasi Guru dalam Membangun Keterampilan Sosial SiswaA E-ISSN: 2809-2910 mendukung perkembangan sosial siswa dengan lebih baik. Komunikasi Nonverbal Komunikasi nonverbal, yang mencakup bahasa tubuh, kontak mata, gestur, dan ekspresi wajah, sangat penting untuk interaksi pembelajaran. Pesan nonverbal seringkali lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar daripada pesan verbal. Rasa aman dan peningkatan kedekatan emosional antara guru dan siswa dapat dicapai melalui sikap tubuh dan ekspresi yang ramah, serta respons nonverbal yang positif (Roorda et al. Kesadaran guru terhadap komunikasi nonverbal sangat penting untuk membangun interaksi pembelajaran yang humanis dan mendukung perkembangan sosial siswa. Sebaliknya, ketidaksesuaian antara komunikasi nonverbal dan pesan verbal guru dapat menyebabkan kebingungan dan menghambat perkembangan keterampilan sosial siswa. METODE Dengan desain studi kasus, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang peran komunikasi guru dalam membangun keterampilan sosial siswa dalam dunia nyata pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada proses, makna, dan dinamika interaksi sosial yang berlangsung secara alamiah di lingkungan sekolah dasar, alasan mengapa pendekatan kualitatif dipilih. Desain studi kasus memungkinkan peneliti untuk mengkaji fenomena secara holistik dan kontekstual sesuai dengan kondisi lapangan yang diteliti (Creswell & Poth. Penelitian dilaksanakan di SDN 4 Sigong. Cirebon, dengan partisipan penelitian meliputi guru kelas dan siswa sekolah dasar yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Pilihan partisipan dilakukan secara purposive berdasarkan relevansinya dengan fokus penelitian dan keterlibatan aktif dalam interaksi Guru dipilih sebagai subjek utama karena perannya dalam membangun komunikasi pembelajaran, sedangkan siswa dipilih sebagai pihak yang mengalami langsung praktik komunikasi tersebut dalam kegiatan belajar sehari-hari (Machado-da-Silva, 2. Peneliti berfungsi sebagai perencana, pengumpul, dan penganalisis data dalam penelitian ini. Pengumpulan data didukung oleh observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Selama proses pembelajaran, observasi dilakukan untuk melacak pola komunikasi verbal dan nonverbal guru serta respons sosial siswa. Wawancara mendalam digunakan untuk mengetahui pengalaman guru dan pendekatan komunikasi mereka dalam mengajar keterampilan sosial siswa. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung yang meliputi perangkat pembelajaran dan arsip kegiatan yang relevan dengan penelitian (Merriam & Tissdell, 2. Dari awal pengumpulan data hingga akhir penelitian, proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan untuk melakukan analisis data secara interaktif dan berkelanjutan, memungkinkan peneliti memahami pola komunikasi guru dan hubungannya dengan perkembangan Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 33-40 | 36 Peran Komunikasi Guru dalam Membangun Keterampilan Sosial SiswaA E-ISSN: 2809-2910 keterampilan sosial siswa (Miles. Huberman, a. , & Saldana, 2. Dengan membandingkan data yang diperoleh dari berbagai partisipan dan metode pengumpulannya. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan metode. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan validitas dan kredibilitas hasil penelitian (Miller & Brewer, 2. RESULT AND DISCUSSION Hasil penelitian diperoleh melalui observasi kelas dengan checklist keterampilan sosial siswa, wawancara mendalam dengan guru, serta analisis dokumentasi pembelajaran. Fokus utama temuan diarahkan pada peran komunikasi guru dalam pengembangan keterampilan sosial siswa, yang mencakup kemampuan bekerja sama, berbicara dengan orang lain, dan memiliki sikap menghargai satu sama lain. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dengan checklist keterampilan sosial, ditemukan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan keterampilan sosial selama proses pembelajaran. Kemampuan untuk mendengarkan pendapat teman, kerja sama dalam kelompok, dan partisipasi dalam diskusi adalah indikator yang diamati. Tabel 1. menunjukkan bagaimana keterampilan sosial siswa didistribusikan secara deskriptif. Tabel 1. Distribusi Keterampilam Sosial Siswa berdasarkan Observasi Kelas Kategori Keterampilan Sosial Tinggi Sedang Rendah Total Jumlah Siswa Persentase (%) Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan sosial siswa berkembang secara positif dalam skala yang relatif besar. Kondisi tersebut tidak terpengaruh oleh cara guru berkomunikasi selama pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru menggunakan komunikasi dua arah secara konsisten, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara dan menanggapi pendapat mereka dengan cara yang positif dan menghargai. Metode komunikasi seperti ini meningkatkan keterlibatan sosial siswa dan mendorong mereka untuk berkolaborasi di kelas. Hasil wawancara dengan guru mengungkapkan bahwa komunikasi dipandang sebagai strategi utama dalam membangun iklim kelas yang kondusif. Guru menyadari bahwa cara berbicara, intonasi suara, serta sikap nonverbal memiliki pengaruh besar terhadap keberanian dan kepercayaan diri siswa dalam Temuan ini sejalan dengan pandangan (Wentzel, 2. yang menegaskan bahwa dukungan komunikatif guru berkontribusi langsung terhadap motivasi sosial dan keterlibatan siswa dalam Selain komunikasi verbal, hasil penelitian juga menunjukkan peran penting komunikasi nonverbal Berdasarkan observasi, guru secara konsisten menggunakan ekspresi wajah yang ramah, kontak mata, dan gestur terbuka saat berinteraksi dengan siswa. Data observasi menunjukkan bahwa siswa lebih responsif Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 33-40 | 37 Peran Komunikasi Guru dalam Membangun Keterampilan Sosial SiswaA E-ISSN: 2809-2910 dan kooperatif ketika guru menunjukkan sikap nonverbal yang positif. Hal ini menguatkan temuan Roorda et al. , . yang menyatakan bahwa kualitas relasi guruAesiswa, termasuk aspek nonverbal, berpengaruh signifikan terhadap perilaku sosial siswa. Dokumentasi pembelajaran, seperti RPP dan catatan penilaian sikap, menunjukkan bahwa penguatan keterampilan sosial telah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, meskipun belum secara eksplisit tertulis sebagai tujuan utama. Namun, praktik komunikasi guru dalam pembelajaran secara tidak langsung berfungsi sebagai media pembelajaran sosial bagi siswa. Temuan ini memperlihatkan bahwa komunikasi guru tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengajar, tetapi juga membantu menumbuhkan kepribadian sosial siswa (Pianta et al. , 2. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menjawab rumusan masalah dengan menunjukkan bahwa interaksi pembelajaran yang dibangun oleh guru yang ramah, empatik, dan konsisten adalah cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa. Hasil ini memperkuat struktur pengetahuan yang ada mengenai pentingnya komunikasi guru dalam pembelajaran sekolah dasar dan memberikan pemahaman kontekstual bahwa pengembangan keterampilan sosial siswa dapat diintegrasikan secara alami ke dalam praktik komunikasi guru sehari-hari, bukan intervensi terpisah. Akibatnya, penelitian ini mendukung pandangan pedagogis yang menganggap komunikasi guru sebagai elemen penting dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa. CONCLUSION Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana peran komunikasi guru dalam membangun keterampilan sosial siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membentuk keterampilan sosial siswa, seperti bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan berkomunikasi secara santun dalam interaksi pembelajaran, melalui komunikasi yang dialogis, empatik, dan konsisten, baik secara verbal maupun nonverbal. Hasil ini menunjukkan bahwa komunikasi guru tidak hanya dapat mengajar, tetapi mereka juga dapat membangun lingkungan kelas yang mendukung perkembangan sosial siswa. Secara teoretis, penelitian ini meningkatkan pemahaman tentang pentingnya interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran. Secara praktis, penelitian ini memberikan guru dan sekolah dasar untuk menggabungkan pengembangan keterampilan sosial dalam komunikasi sehari-hari di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya penelitian empiris tentang keterampilan sosial siswa dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memberikan gambaran kontekstual tentang praktik komunikasi guru di sekolah Namun. Karena penelitian ini terbatas pada satu sekolah, hasilnya tidak dapat digeneralisasikan secara luas dan menggunakan instrumen observasi dan wawancara yang terbatas pada konteks tertentu. Oleh karena itu, disarankan bahwa penelitian lebih lanjut melibatkan konteks sekolah yang lebih beragam, mengembangkan jumlah peserta dan menggabungkan pendekatan kualitatif dengan pendekatan lain untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang peran komunikasi guru dalam meningkatkan Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 33-40 | 38 Peran Komunikasi Guru dalam Membangun Keterampilan Sosial SiswaA E-ISSN: 2809-2910 keterampilan sosial siswa. Secara umum, penelitian ini mengatakan komunikasi guru merupakan fondasi penting dalam pembelajaran sekolah dasar yang berkontribusi langsung terhadap pembentukan keterampilan sosial siswa. REFERENCES