Volume 5 No. Tahun 2025 Halaman 260-274 ISSN (Onlin. 3025-1443 Available online : https://ejournal. id/index. php/PENIPS/index Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi di SMPN 63 Surabaya Putri Endah Purnamasari . Ketut Prasetyo . Nuansa Bayu Segara . Silvi Nur Afifah . 1, 2, 3, . Program Studi S1 Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia Abstrak Pembelajaran IPS mengenai pemanfaatan lingkungan untuk kebutuhan ekonomi penting sebab mencakup kajian geografis dan isu lingkungan, yang sering kali kompleks menyulitkan peserta didik dalam memahami dan menyelesaikan persoalan tersebut khususnya kaitan dengan permasalahan konteks nyata, akibatnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan signifikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi melalui penggunaan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik pada peserta didik kelas Vi di SMP Negeri 63 Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik eksperimen pada pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian Quasi Experimental Design dan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group, sampel dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling, dan instrumen pengukuran kemampuan pemecahan masalah menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah tipe pilihan ganda yang diuji validitas dan reliabilitasnya, serta pengujian hipotesis dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas. N-Gain. Paired Sample T-Test, dan Independent Sample T-Test. Hasil pembelajaran IPS pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi di SMP Negeri 63 Surabaya dengan menggunakan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik berada pada kategori sedang, tinggi, dan sangat tinggi, dan tidak ada yang tergolong dalam kategori rendah. Hasil uji N-Gain score sebesar 0,56 . ategori sedan. menunjukkan efektivitas model ini dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dengan N-Gain persen sebesar 56%. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan pengaruh antara kemampuan awal dan akhir pemecahan masalah peserta didik dengan penggunaan model pembelajaran LAPS-Heuristik, dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Selain itu, uji Independent Sample T-Test menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara penggunaan model LAPS-Heuristik daripada model pembelajaran langsung terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah, dengan nilai signifikansi 0,006 < 0,05. Selanjutnya, rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah pembelajaran dengan model LAPS-Heuristik lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai setelah pembelajaran langsung. This is an open access article under the CCAeBY-SA Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU Kata Kunci: Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik. Kemampuan Pemecahan Masalah. Abstract The study of Social Science (IPS) on the utilization of the environment for economic needs is crucial as it involves geographical studies and environmental issues, which are often complex and challenge students in understanding and solving problems related to real-life As a result, students' problem-solving abilities have not been optimized. This research aims to determine the effect and significant improvement of students' problem-solving abilities on the material of environmental utilization for economic needs through the use of the LAPS-Heuristic Learning Model with eighth-grade students at SMP Negeri 63 Surabaya. The study employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental design and a Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group method. Samples were selected using purposive sampling techniques, and a multiple-choice test was used to measure problem-solving abilities, which were tested for validity and reliability. Hypothesis testing was analyzed through normality and homogeneity tests. N-Gain. Paired Sample T-Test, and Independent Sample T-Test. The results of IPS learning on the material of environmental utilization for economic needs at SMP Negeri 63 Surabaya with the use of the LAPS-Heuristic Learning Model indicated that students' problem-solving abilities were categorized as moderate, high, and very high, with no students in the low category. The N-Gain score of 0. oderate categor. indicates the effectiveness of this model in improving problem-solving abilities, with a 56% N-Gain percentage. The Paired Sample T-Test revealed a significant effect between the pre-test and post-test problem-solving abilities of students using the LAPS-Heuristic learning model, with a significance value of 0. 00 < 0. Additionally, the Independent Sample T-Test showed a significant positive effect of the LAPS-Heuristic model compared to direct instruction on improving problem-solving skills, with a significance value of 006 < 0. Furthermore, the average post-test problem-solving scores of students after learning with the LAPS-Heuristic model were higher than the average scores after direct instruction. Keywords: The Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristic Learning Model. Problem-Solving Skills How to Cite: Purnamasari. Prasetyo. Segara. & Afifah. N . Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi di SMPN 63 Surabaya. Dialektika Pendidikan IPS. Vol 5 . : halaman 260-274 PENDAHULUAN Indonesia di era fase ke-21, ditandai dengan perubahan signifikan yang berdampak dalam berbagai aspek kehidupan meliputi perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk pendidikan . , pemberdayaan masyarakat . ocial empowerin. , ekonomi . , serta industri . yang semakin kompleks (Martini, 2. Abad 21 mendorong tuntutan pada generasi mendatang yang dihadapkan pada berbagai macam tantangan seperti ketatnya persaingan global dilihat dari semakin banyaknya pekerjaan diluaran sana yang membutuhkan keterampilan tingkat tinggi, namun belum dibarengi dengan perihal kecakapan dan adaptasi yang baik oleh tiap individu yakni, banyaknya persoalan lulusan-lulusan diluar sana yang masih banyak kurang siap dalam menghadapi masalah nyata di tempat kerja. Sementara itu dalam bidang pendidikan. Indonesia mengupayakan adanya perubahan kualitas pendidikan agar semakin meningkat dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka (Rahayu. Kurikulum Merdeka yang tertuang dalam S. Menristek No. 56/M/2022 memuat upaya pemulihan proses pembelajaran peserta didik untuk memaksimalkan potensi dan prestasi belajar yang optimal di tengah tantangan permasalahan abad ke-21. Daimah . , mengungkapkan bahwa untuk menghadapi tuntutan era, diperlukan sumber daya yang berkualitas salah satunya memiliki kemampuan pemecahan yang efektif, mengingat permasalahan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan pemecahan masalah ini guna mempersiapkan peserta didik dalam beradaptasi dan bertahan dalam persaingan global yang membutuhkan keterampilan-keterampilan tinggi dalam mengadapi permasalahan kehidupan sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup kedepannya. Kemampuan pemecahan juga akan semakin bermakna apabila dikaitkan dengan permasalahan yang ada diluaran sana. Namun, dijumpai tingkat kemampuan pemecahan masalah peserta didik tingkat SMP di Indonesia terhitung tingkat bawah (Marwazi. , dkk 2. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU Pembelajaran IPS mengenai pemanfaatan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi sangat penting karena mencakup kajian geografis yang meliputi distribusi sumber daya alam, interaksi manusia dengan lingkungan, dan isu-isu lingkungan (Asih, 2. Kompleksitas persoalan yang ada membuat peserta didik kesulitan dalam memahami dan menghadapi masalah, terutama ketika dihubungkan dengan kehidupan nyata. Meski demikian, pembelajaran akan lebih bermakna dengan menekankan relevansi antara materi pelajaran di sekolah dengan situasi dalam kehidupan nyata Sumiati . Dengan mempelajari kaitannya dengan pemecahan persoalan masalah yang berkaitan dengan lingkungan ekosistem sekitar akan menumbuhkan kesadaran dan kepekaan terhadap pesoalan lingkungan. Hal ini terlihat dari belum optimalnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas Vi di SMPN 63 Surabaya dalam menyelesaikan permasalahan IPS yang diajukan oleh pendidik, peserta didik masih tampak kesulitan mengaitkan konsep teoritis materi pembelajaran dengan penerapannya dalam kasus nyata. Selain itu, peserta didik juga kesulitan memahami konteks baru dalam soal yang berbeda dari contoh yang diberikan pendidik, serta beberapa dari mereka mengandalkan jawaban teman sebaya dan tidak mampu menyelesaikan soal yang diberikan. Maka dari itu, penerapan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik didayagunakan untuk dapat membantu mengakomodasi berbagai ide solusi pemecahan masalah dari sudut pandang peserta didik yang berbeda-beda, sehingga dapat mengoptimalkan kemampuan kognitif mereka dalam pemecahan masalah melalui serangkaian aktivitas pembelajaran yang membimbing penyelesaian masalah. Model ini mengasah peserta didik untuk berpikir kritis melalui serangkaian pertanyaan bersifat memandu dalam pemecahan Jadi kegiatan pemecahan masalah peserta didik tidak hanya dilakukan berdasarkan keinginan individu, tetapi mengikuti langkah-langkah yang harus diikuti, melalui proses tahap awal memahami masalah, merencanakan solusi, melaksanakan penyelesaian, dan mengevaluasi hasil yang diperoleh (Farikha, 2. Asih . menyinggung urgensi kerelevanan paradigma model pembelajaran ini dimasukkan pembelajaran IPS, terutama ketika dihadapkan pada isu-isu global seperti perubahan iklim dan keberlanjutan sumber daya alam. Model ini memungkinkan peserta didik untuk memahami konteks permasalahan pemanfaatan sumber daya alam dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi sebagai bagian dari pembelajaran IPS, serta mengungkap data mengenai persoalan persebaran sumber daya alam yang bersifat skala masif dan heterogen dengan karakteristik diferensiasi area yang memiliki ciri khas tersendiri. Olehnya setelah diterapkannya model pembelajaran ini, peserta didik akan memperoleh pengetahuan yang lebih dalam mengenai pemanfaatan sumber daya alam, mendukung pengembangan karakter, serta menjadi agen perubahan yang mampu merespons tantangan masyarakat terkait sumber daya alam. Penelitian terdahulu Fatmasari. Waluya. Sugianto, . mengungkap penggunaan model pembelajaran LAPS-Heuristik dengan peserta didik yang terbiasa mampu menyelesaikan masalah akan mendorong meningkatkan kepercayaan diri . elf-efficac. peserta didik. Peserta didik juga akan semakin lebih kreatif dan berani mencoba terlepas dari tingkat kesukaran soal yang dihadapi (Larasati & Dwidayati, 2. Dengan penggunaan model ini, kemampuan pemecahan masalah didayagunakan tidak hanya sebatas pemahaman teori saja tetapi juga mampu mengimplementasikan di kehidupan nyata. Maka dari itu, penelitian ini mengkaji kaitan antara pengaruh dan pengingkatan signifikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan penggunaan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik diterapkan pada materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi. METODE PENELITIAN . pt, bol. Penelitian ini menggunakan teknik eksperimen pada pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian Quasi Experimental Design dan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak memiliki kesetaraan . on-equivalen. dan AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU kelompok kontrol bersifat (Untreated control group design with dependent pretest and posttest sample. (Hastjarjo, 2. sehingga penggunaan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik hanya berlaku pada kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol menggunakan Model Pembelajaran Langsung. Penelitian dilakukan pada peserta didik kelas Vi di SMPN 63 Surabaya beralamat Jl. Tambak Oso Wilangon RT/RW. 01/01. Romokalisari. Kec. Benowo. Kota Surabaya. Jawa Timur. Adapun sampel penelitian kelas Vi-C . elas eksperime. sebanyak 24 peserta didik dan Vi-D . elas kontro. sebanyak 22 peserta didik dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling atas pertimbangan kondisi dan karakteristik kelas yang setara dengan kemampuan pemecahan masalah sebelumnya kedua kelas proporsional. Dalam mengukur kemampuan pemecahan masalah peserta didik menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah sebanyak 30 butir soal tipe pilihan ganda Pengujian instrumen mengunakan uji validitas dan reliabilitas. Pengujian hipotesis menggunakan uji prasyarat dengan uji normalitas dan uji homogenitas serta menggunakan uji N-Gain, uji paired sample t-test, dan uji independent sample t-test berbantuan SPPS versi 26. HASIL DAN PEMBAHASAN . pt, bol. Proses Pembelajaran Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi dengan Penggunaan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS) - Heuristic terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Kelas Eksperimen Pelaksanaan penelitian kegiatan pembelajaran berlangsung pada semester genap dengan materi Tema II AuPemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan EkonomiAy selama 1 bulan dalam 4 pertemuan untuk kelas eksperimen maupun kelas control. Pembelajaran terdiri dari 3 tahapan besar yakni, tes kemampuan awal pemecahan melalui pretest, proses pembelajaran pada materi pemanfaatan lingkungan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi dalam melatih keterampilan pemecahan masalah peserta didik melalui Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristic, dan tes kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik melalui post-test. Pada tahap pertama, peserta didik memproses informasi dari buku atau video pembelajaran . ink video youtub. selama 15 menit lalu mengerjakan soal tes kemampuan awal pemecahan masalah . re-tes. berupa 30 soal pilihan ganda dalam waktu pengerjaan 40 - 45 menit. Tahap kedua, penyampaian tujuan pembelajaran yang mengacu pada Materi AuPemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan EkonomiAy sesuai sintak Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik. Tabel 1. Materi Pembelajaran IPS Capaian Pembelajaran Materi Pokok Tujuan Indikator Kemampuan Pembelajaran Pemecahan Masalah Peserta didik mampu Pemanfataan Menganalisis Memahami masalah memiliki kesadaran diri Lingkungan Merencanakan strategi dengan Sekitar dalam karakteristik wilayah penyelesaian masalah lingkungan terdekatnya Pemenuhan dampaknya Melaksanakan rencana mampu Kebutuhan terhadap ekonomi, strategi menganalisis hubungan Ekonomi serta mengevaluasi masalah antara kondisi geografis Pengecekan alam kembali karakteristik masyarakat keberlanjutan dan dampak lingkungan. Tabel 1. menunjukkan pencapaian materi pemanfaatan sumber daya alam dalam pengelolaan keterampilan pemecahan masalah peserta didik dengan model pembelajaran LAPS-Heuristik. Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU Pada awal pembelajaran, pendidik membagikan link g-drive materi ajar dalam bentuk powerpoint dan youtube video pembelajaran untuk dipelajari peserta didik sebagai bentuk awal pemahaman. Selanjutnya, kelas Vi-C yang terdiri dari 24 peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing berisi 4 peserta didik dengan kemampuan beragam untuk menjaga kualitas data penelitian dan dilanjutkan pengerjaan LKPD berisi soal uraian kasus tentang permasalahan sumber daya alam dan pemanfaatannya secara bijak sesuai karakteristik daerah tertentu. Tahap pertama, yaitu memahami masalah . nderstanding the proble. , pada LKPD memuat stimulus kasus dalam bentuk qr-code menuju artikel online tentang permasalahan ekonomi suatu daerah berdasarkan karakteristik wilayah dan sumber daya alamnya. Peserta didik dilatih memperjelas persoalan guna menemukan solusi yang tepat sasaran. Tahap kedua yaitu merencanakan pemecahannya . evising a pla. , dengan peserta didik bersama kelompoknya menyusun rencana penyelesaian masalah kasus yang ditanyakan pada tahap memahami masalah diawal yang juga melatih keterampilan peserta didik untuk menilai informasi dan keterampilan riset pengumpulan data yang membutuhkan kreativitas yang cukup (Nurhidayati. Tahap ketiga yaitu menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana langkah kedua . arrying out the pla. Peserta didik bersama kelompoknya dilatih mampu menghubungkan rencana yang telah disusun sebelumnya dengan tindakan nyata, termasuk langkah-langkah implementasi, sumber daya yang dibutuhkan, manajerial atas hambatan yang ada sehingga memperoleh keputusan yang praktis. Tahap keempat yakni pengecekan ulang kembali . ooking Peserta didik bersama kelompoknya meninjau kembali hasil pemecahan masalah, mengeksplorasi berbagai solusi secara kreatif, serta membandingkan kelebihan dan kekurangan setiap alternatif dengan mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, keberlanjutan, dan biaya. Pada tahap ini, mereka dilatih berpikir luas dan membuat keputusan objektif berdasarkan evaluasi, yang membantu membangun pengetahuan pemecahan masalah melalui refleksi tindakan fisik maupun mental (Shodikin, 2. Pada tahap kelima, setiap kelompok mendemonstrasikan hasil pengerjaan LKPD di hadapan teman sebaya guna mendorong komunikasi dan mengukur pemahaman peserta didik. Pendidik memberikan masukan, membantu mengidentifikasi kesalahan, serta memperbaiki pemahaman yang keliru. Tahap terakhir, peserta didik mengerjakan tes akhir . ost-tes. berupa 30 soal pilihan ganda dalam 40Ae45 menit untuk mengevaluasi penguasaan materi AuPemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan EkonomiAy serta kemampuan pemecahan masalah setelah penerapan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik. Kemampuan Pemecahan Masalah Peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi berdasarkan data kemampuan awal dan kemampuan akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan pengkategorian tingkat kemampuan pemecahan masalah tersebar dalam tingkat rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Peningkatan kemampuan awal dan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol disajikan dalam gambar diagram batang sebagai berikut: Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU Gambar 1. Diagram Batang Rata-rata Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Per Indikator Berdasarkan data diagram batang gambar diatas menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan perindikator pada kelas eksperimen rata-rata kemampuan awal . sebesar 51,04% dan kemampuan akhir . sebesar 78,7% memiliki peningkatan sebesar 27,66% sedangkan kemampuan awal pemecahan masalah . kelas kontrol memperoleh 50,32% dan kemampuan akhir pemecahan masalah . sebesar 60,19% dengan peningkatan sebesar 9,87%. Maka berdasarkan data dapat ditafsirkan bahwa terjadi peningkatan pada tiap indikator kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada masing-masing kelas. Meski demikian, kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan Model LAPS-Heuristik lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol yang menggunakan Model Pembelajaran Langsung. Data perolehan nilai kemampuan awal dan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, kemudian diolah dalam uji analisis data untuk membuktikan kebenaran hipotesis dan tujuan penelitian. Penelitian ini mempergunakan analisis data antara lain: AU Uji Instrumen AU Uji Validitas Uji validitas instrumen penelitian untuk membuktikan kevalidan instrumen untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam bentuk tes pemecahan masalah yang terdiri dari 35 soal pilihan ganda, diujikan pada peserta didik diluar kelas yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran LAPS-Heuristik maupun model pembelajaran langsung yakni, peserta didik kelas Vi-B sebanyak 25 peserta didik. Data hasil kemampuan pemecahan masalah peserta didik ini akan dinyatakan valid apabila hasil perhitungan validitas dari ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco dengan DF = n - 2 maka 25 Ae 2 = 23, maka nilai ycycycaycayceyco = 0,3961. Perhitungan dalam penelitian ini menggunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment berbantuan software SPSS versi 26. Tabel 2. Uji Validitas Instrumen Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Nomor Kategori Nilai Sig. Kriteria ycEaycnycycycuyci Soal 2-tailed 0,3961 0,634 0,001 Valid 0,3961 0,634 0,001 Valid Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,3961 0,523 0,598 -0,219 0,465 0,530 0,465 -0,494 0,505 0,530 0,602 0,505 0,422 0,634 0,703 -0,603 0,403 0,487 0,703 0,729 0,602 0,602 0,541 0,516 0,647 0,647 0,647 0,541 0,647 0,645 -0,410 0,647 0,505 -0,603 0,007 0,002 0,293 0,019 0,006 0,19 0,012 0,010 0,006 0,001 0,010 0,036 0,001 0,000 0,001 0,046 0,014 0,000 0,000 0,001 0,001 0,005 0,008 0,000 0,000 0,000 0,005 0,000 0,001 0,042 0,000 0,010 0,001 Valid Valid tidak valid Valid Valid Valid tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid tidak valid Valid Valid tidak valid Berdasarkan tabel 4. 2 diintepretasikan bahwa 35 butir soal yang diujikan sebanyak 30 butir soal memiliki nilai ycEaycnycycycuyci yang lebih besar dari ycycycaycayceyco dengan pengkategorian bernilai cukup dan tinggi. Selanjutnya, nilai Sig. 2-tailed dari ke-30 soal tersebut juga berada dalam taraf signifikansi lebih rendah dari = 0,05 sehingga dinyatakan termasuk dalam kriteria valid untuk diujikan di tahap berikutnya layak diujikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. AU Uji Reliabilitas Uji reliabilitas untuk menilai reliabel atau keandalan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah yang telah melalui uji validitas. Uji reliabilitas menggunakan Uji Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU Cronbach Alpha dengan syarat nilai yang dicapai dari nilai koefisien mencapai sama dengan atau lebih besar daripada Ou 0. 70 (Heale & Twyeross, 2. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Item Nilai CronbachAos Batasan Nilai Keterangan Alpha 0,735 Ou 0,70 Reliabel Data uji reliabilitas dapat diintepretasikan bahwa nilai Cronbach Alpha yang diperoleh sebesar 0,735 lebih besar dari 0,70. Maka instrumen tes tersebut dinyatakan reliabel sehingga dapat digunakan untuk pengumpulan data penelitian. AU Uji Prasyarat Hipotesis AU Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menentukan sebaran data hasil kemampuan awal dan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik memiliki distribusi normal, baik pada kelompok eksperimen maupun kontrol. Analisis dilakukan menggunakan Uji Normalitas Shapiro-Wilk, yang direkomendasikan untuk sampel kurang dari 50 peserta didik, seperti dalam penelitian ini yang melibatkan 41 sampel. Pengujian dilakukan dengan bantuan SPSS versi 26, dan hasil Uji Shapiro-Wilk disajikan sebagai berikut: Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Nilai Signifikansi (Si. Kelompok Keterangan Kemampuan Awal Pemecahan Masalah Kemampuan Akhir Pemecahan Masalah Eksperimen Berdistribusi Normal Kontrol Berdistribusi Normal Berdasarkan hasil tabel uji normalitas, didapatkan nilai signifikansi normalitas pada kemampuan awal dan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen masing-masing sebesar 0. 382 dan 0. Sedangkan nilai signifikansi normalitas kemampuan awal pemecahan masalah peserta didik kelas kontrol masing-masing sebesar 0. 338 dan 0. Selanjutnya, melalui uji signifikansi normalitas menunjukkan nilai sig. > 0. Dengan begitu data hasil kemampuan awal dan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol ditafsirkan berdistribusi normal. AU Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk menganalisis variasi data kemampuan awal dan akhir pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi antara kelas eksperimen dan kontrol bersifat Jika nilai signifikansi > 0,05, data homogen. jika < 0,05, data tidak Uji ini dilakukan menggunakan Uji Levene melalui SPSS versi 26. Berikut hasil uji homogenitas data kemampuan awal dan akhir pemecahan masalah peserta Data Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas Nilai Signifikansi Kemampuan Awal dan Akhir Pemecahan Masalah Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Keterangan Homogen Uji Lavene data kemampuan awal dan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,184 dengan nilai signifikansi > 0,05. Maka data kemampuan awal dan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut memuat varian homogen. AU Uji N-Gain Peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi melalui Uji N-Gain nanti diakumulasikan ke dalam bentuk persen untuk mengetahui keefektivan dari penggunaan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dan Model Pembelajaran Langsung. Berikut tabel hasil analisis Uji N-Gain peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik: Tabel 6. Hasil Uji N-Gain Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU Kelas N-Gain N-Gain Min Max Klasifikasi Intepretasi Eksperimen Average Cukup efektif Kontrol Stable Tidak efektif Pada kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen memperoleh nilai Mean 0. 56 atau efektivitas sebesar 56% merujuk tabel intepretasi indeks Hake. R, . berada dalam kategori Average . 70 < g < 0. atau cukup efektif. Sedangkan perolehan kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah melaksanakan model pembelajaran langsung memperoleh nilai Mean 0. 28 efektivitas sebesar 28% merujuk tabel intepretasi indeks milik Hake. R, . berada dalam kategori Stable . 30 < g < 0. atau tidak Maka dapat ditafsirkan bahwa dari hasil rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi memberikan perbedaan signifikan dan cukup efektif setelah melaksanakan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik daripada penggunaan Model Pembelajaran Langsung AU Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran LAPS-Heuristik dan perbedaan hasil kemampuan pemecahan masalah pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi AU Perbedaan Kemampuan Awal dan Akhir Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi pada Kelas Eksperimen Uji Paired Sample T-Test digunakan untuk analisis perbedaan kemampuan awal pemecahan masalah . dan kemampuan akhir pemecahan masalah . peserta didik setelah melaksanakan Model Pembelajaran (LAPS)-Heuristik. Tabel 7. Hasil Uji Paired Sample T-Test Nilai t hitung Nilai Signifikansi -11,678 0,00 Penelitian ini menggunakan sampel terdiri dari 24 peserta didik dengan Df = 23 dan t tabel 2,068658. Berdasarkan tabel hasil Uji Paired Sample T-Test diperoleh t hitung -11,678 . engan nilai t hitung berada diluar daerah penerimaan ya. > 2,068658 dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Maka, dapat ditafsirkan adanya perbedaan kemampuan awal pemecahan masalah dan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi setelah melaksanakan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik. AU Perbedaan Kemampuan Akhir Pemecahan Masalah Peserta Didik dalam Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Uji Independent Sample T-Test dipergunakan dalam analisis perbedaan kemampuan akhir pemecahan masalah . peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi setelah melaksanakan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dan Model Pembelajaran Langsung Tabel 8. Hasil Uji Independent Sample T-Test Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU Nilai t hitung Nilai Signifikansi Mean Std. Error Differences -2,871 0,006 -11,333 3,947 Penelitian ini menggunakan sampel 46 peserta didik dengan Df = N Ae K Ae 1 = 44, dan t tabel 2,015368. Diperoleh t hitung sebesar -2,871 . engan nilai t hitung berada diluar daerah penerimaan ya. > 2,015368 dan perolehan nilai signifikansi . -taile. 0,006 < 0,05. Maka ditafsirkan pembelajaran pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi terdapat perbedaan antara kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik setelah melaksanakan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dengan kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik setelah melaksanakan Model Pembelajaran Langsung. AU Perbedaan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik dalam Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Perolehan hasil N-Gain persen tersebut dilakukan Uji Independent Sample T-Test untuk mengukur besar peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi setelah melaksanakan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dan Model Pembelajaran Langsung. Hasil uji ini dapat dipaparkan sebagai berikut: Tabel 9. Hasil Uji Independent Sample T-Test Nilai t hitung Nilai Mean Signifikansi -6,229 0,000 -27,50701 Std. Error Difference 4,41575 Penelitian ini menggunakan sampel 46 peserta didik dengan Df = N Ae K Ae 1 = 44, dan t tabel 2,015368. Berdasarkan tabel hasil uji independent sample t test, diperoleh t hitung sebesar -6,229 . engan nilai t hitung berada diluar daerah penerimaan ya. > 2,015368 dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan terdapat perbedaan signifikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada Materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi antara penggunaan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik dengan Model Pembelajaran Langsung. Pada pembelajaran materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik kelas Vi melalui penerapan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik. Pada pembelajaran IPS kelas Vi di SMPN 63 Surabaya KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajara. memiliki ambang minimal sebesar 78. Pada pembelajaran materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi sebelumnya yang diterapkan secara konvensioanl oleh guru mapel, rata-rata nilai hasil belajar peserta didik peserta didik adalah 47. Pada pembelajaran materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi setelah melaksanakan model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 78, yang artinya setara dengan KKTP. Peningkatan yang besar menunjukkan bahwa model pembelajaran LAPS-Heuristik berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peserta didik untuk aktif dalam memahami masalah dan mengindentifikasi masalah, mampu merancang solusi yang relevan berdasarkan konteks nyata, dan melakukan refleksi atas proses dan hasil pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU kemampuan pemecahan masalahnya. Sejalan dengan dengan penelitian Marrissa . yang menunjukkan penggunaan Model Pembelajaran LAPS-Heuristik berpengaruh positif terhadap hasil belajar ekonomi peserta didik yang mana penggunaan model pembelajaran ini juga dapat berhubungan dengan materi yang diajarkan tentang pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi yang berpotensi meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi-materi yang berkaitan dengan ekonomi dan lingkungan. Pada pembelajaran materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas Vi melalui penerapan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemaanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi setelah melaksanakan model pembelajaran LAPS-Heuristik dapat dikategorikan Average (Sedan. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi setelah model pembelajaran LAPS-Heuristik berada dalam kategori kemampuan pemecahan masalah tingkat sedang, tinggi, dan sangat tinggi serta tidak ada peserta didik yang termasuk dalam kategori kemampuan pemecahan masalah kategori rendah. Pengunaan model pembelajaran LAPS-Heuristik cukup efektif atas hasil Uji N-Gain score sebesar 0,56 atau N-Gain persen sebesar 56%, dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi. Sedangkan penggunaan model pembelajaran langsung kurang efektif atas hasil N-Gain score sebesar 0,28 atau N-Gain persen sebesar 28%, dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan Selain itu, data hasil Uji Independent T-Test dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi. Pada pembelajaan materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi terdapat pengaruh positif antara penggunaan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dengan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Nilai rata-rata kemampuan awal pemecahan masalah peserta didik sebesar 51 setelah melaksanakan model pembelajaran LAPS-Heuristik meningkat kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik nilai rata-ratanya sebesar 78. Sedangkan, nilai rata-rata kemampuan awal pemecahan masalah peserta didik kelas kontrol sebesar 50 setelah melaksanakan model pembelajaran langsung kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik nilai rata-ratanya meningkat sebesar 60. Penggunaan model pembelajaran LAPS-Heuristik berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi atas hasil dari Uji Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansinya 0,00 < 0,05 dengan lebih besar pengaruhnya terhadap kemampuan akhir pemecahan masalah peserta didik setelah melaksanakan model pembelajaran LAPS-Heuristik nilai mean sebesar 78 daripada perolehan nilai mean kemampuan awal pemecahan masalah sebelum melaksanakan pembelajaran langsung sebesar 51. Selain itu, penggunaan model pembelajaran LAPS-Heuristik berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi atas hasil dari Uji Independent Sample T-Test dengan nilai signifikansinya 0,006 < 0,05 dengan lebih besar pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah melaksanakan model pembelajaran LAPS-Heuristik dengan perolehan nilai mean sebesar 78 daripada perolehan nilai mean kemampuan pemecahan masalah setelah melaksanakan pembelajaran langsung sebesar 67. Peningkatan hasil belajar menunjukkan bahwa model pembelajaran LAPS-Heuristik berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peserta didik untuk aktif dalam memahami AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU masalah dan mengindentifikasi masalah, mampu merancang solusi yang relevan berdasarkan konteks nyata, dan melakukan refleksi atas proses dan hasil pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalahnya. Berbeda dengan pembelajaran langsung dari data perolehan hasil mengindikasikan bahwa pembelajaran tampak kurang mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik salah satunya kesempatan dalam mengeksplorasi kemampuan. Nurdihayati . menunjukkan bahwa model pembelajaran LAPS-Heuristik efektif untuk meningkatkan kemampuan kreatif. Kelebihannya menimbulkan keingintahuan dan motivasi untu. k bersikap kreatif, kemampuan terampil dalam membaca dan membuat pertanyaan yang benar (Nuansyah, 2. Pembelajaram ini terbukti efektif juga untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik (Anggrianto. Beberapa penelitian menunjukkan pembelajaran LAPS-Heuristik efektif diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, seperti penalaran (Ridha, 2. , berpikir kritis (Anggrianto. Churiyah, & Arief, 2. dan kreatif (Nurhidayati, 2. yang sangat diperlukan untuk mendukung kemampuan penyelesaian masalah. Kemampuan pemecahan masalah ini penting dimiliki sebab dampaknya membantu peserta didik menentukan dan memilih solusi permasalah yang dihadapi khususnya dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (Aristiawan, 2. Proses pembelajaran IPS pada materi pemanfaatan lingkungan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah melaksanakan model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dalam aktivitas pembelajaran di Peningkatan tersebut tampak pada keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dan terjadi peningkatan interaksi positif antarpeserta didik. Peserta didik mengonstruksi pengetahuan secara mandiri dan mendiskusikan antarteman kelompok hingga memperoleh dan memutuskan penyelesaian masalah secara mufakat bersama. Aktivitas ini menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran, ketika semua peserta didik mampu mengatur diri secara mandiri, bekerja sama dengan teman lainnya dan memiliki sikap dan perhatian antarteman yang dibutuhkan selama proses pembelajaran (Aritonang & Sutopo, 2. Model Pembelajaran LAPS-Heuristik memfasilitasi eksplorasi konsep melalui lingkungan sekitar secara sistematis dan mendalam sehingga mendorong kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik. KESIMPULAN Pada pembelajaran materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik kelas Vi melalui penerapan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dengan efektif meningkatkan rata-rata hasil belajar peserta didik dari 47 menjadi 78 . etara KKTP . Model pembelajaran ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peserta didik untuk aktif dalam memahami, mengidentifikasi, merancang solusi, serta merefleksikan proses dan hasil pembelajaran, sehingga meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mereka. Pada pembelajaran materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas Vi melalui penerapan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dengan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik, terbukti dengan skor N-Gain sebesar 0,56 atau . %) dengan intepretasi cukup efektif yang menunjukkan peningkatan ke kategori kemampuan pemecahan masalah sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Sementara itu, melalui model pembelajaran langsung menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,28 atau . %) dengan intepretasi tidak efektif serta analisis data uji Independent T-Test dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas Pada pembelajaan materi Pemanfaatan Lingkungan Sekitar dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi terdapat pengaruh positif antara penggunaan Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik dengan kemampuan pemecahan masalah peserta AU Dialektika Pendidikan IPS. Volume 5 . : 260-274AU didik, terbukti dengan rata-rata kemampuan awal yang sebesar 51 meningkat menjadi 78. Sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung, kemampuan awal peserta didik meningkat dari 50 menjadi 60. Hasil Uji Paired Sample T-Test menunjukkan pengaruh signifikan . ilai signifikansi 0,00 < 0,. terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah setelah penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik. Selain itu, hasil Uji Independent Sample T-Test dengan perolehan nilai signifikansi 0,006 < 0,05 juga menunjukkan pengaruh lebih besar terhadap kemampuan akhir pemecahan masalah pada kelas eksperimen . ilai mean . dibandingkan dengan kelas kontrol . ilai mean . DAFTAR PUSTAKA