Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan VOLUME 5 NOMOR 2. SEPTEMBER 2024 https://ejournal. id/index. php/jurnalalurwatulwutsqo/ ISSN: 2721-5504 PENGARUH METODE DAN MOTIVASI TERHADAP KONSENTRASI DENGAN GADGET DI MTS/MA ROBITHOTUL ASHFIYA Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Universitas Qomaruddin UIN Sunan Ampel Surabaya Email: najib230787@gmail. Abstract This study aims to analyze the influence of teaching methods on learning concentration, the influence of learning motivation on learning concentration, the moderating effect of gadget usage on the influence of teaching methods on learning concentration, and the moderating effect of gadget usage on the influence of learning motivation on learning concentration at the MaAohad Islam Robithotul AshfiyaAo Foundation. The research employed a quantitative method using descriptive hypotheses and the SEM-PLS analysis technique. The results show that teaching methods at the MaAohad Islam Robithotul AshfiyaAo Foundation significantly affect learning concentration. Additionally, learning motivation at the foundation does not have a significant effect on learning concentration. Gadget usage does not moderate the relationship between teaching methods and learning concentration, as the significance value exceeds 05 . 581 > 0. , indicating that teaching methods do not strengthen the influence of teaching methods on learning concentration. The path coefficient is negative (-0. , showing an inverse relationship. Gadget usage also does not moderate the relationship between learning motivation and learning concentration, with a significance value exceeding 0. 139 > 0. , meaning gadget usage does not strengthen the influence of learning motivation on learning concentration. The path coefficient is positive . , indicating a direct relationship. Keywords: Teaching Methods. Learning Motivation. Learning Concentration. Gadget Use Abstrak Penelitian ini bermaksud menganalisis pengaruh metode pembelajaran pada konsentrasi pembelajaran, menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran, menganalisis penggunaan gadget memoderasi pengaruh metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran, dan menganalisis penggunaan gadget memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran di yayasan MaAohad Islam Robithotul AshfiyaAo. Metode yang dipakai dalam penelitian berupa metode kuantitatif dengan memakai hipotesis deskriptif dan memakai teknik analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa metode pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo berpengaruh secara signifikan kepada konsentrasi pembelajaran. Selain itu, motivasi belajar di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo tidak berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi pembelajaran. Penggunaan gadget tidak dapat memoderasi hubungan antara metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo. Nilai signifikansi melebihi 0. 581>0. menunjukkan bahwa metode pembelajaran tidak memperkuat pengaruh metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran. Nilai koefisien jalur bersifat negatif (-0. sehingga berlawanan arah. Penggunaan gadget juga tidak dapat memoderasi hubungan antara motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo. Nilai signifikansi melebihi 0. 139>0. artinya penggunaan gadget belum memperkuat pengaruh motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran. Nilai koefisien jalur bersifat positif . sehingga searah. Kata kunci: Metode Pembelajaran. Motivasi Belajar. Konsentrasi Pembelajaran. Penggunaan Gadget PENDAHULUAN Perkembangan pendidikan pada era digital mengharuskan tenaga pendidik mempunyai kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi informasi serta komunikasi untuk proses pembelajaran. Pembelajaran di era digital tidak berpusat di tenaga pendidik namun sudah bergeser di peserta didik . tudent cente. (Azis. Intinya, pendidikan sebagai proses dari komunikasi serta informasi tenaga pendidik pada peserta, dimana hal ini berisikan informasi pendidikan dan mempunyai unsur pendidik menjadi refrensi informasi dan media menjadi sarana dalam menyajikan ide, gagasan, materi pendidikan serta peserta didik (Elyas. Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 Pendidikan menjadi unsur penting untuk mensuport pembangunan nasional lewat membentuk insani Hal tersebut sama dengan maksud pendidikan nasional UU nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 3 (Suhendri & Mardalena, 2. Pada tahun 2023 berlandaskan data oleh worldtop20. org, menunjukkan tingkatan pendidikan Indonesia menempati nomor 67 dari keseluruhan 209 negara. Dimana peringkat ini didapat berdasarkan lima tingkatan pendidikan di Indonesia berupa sekolah anak usia dini . %), sekolah dasar . %), sekolah menengah . ,19%), sekolah menengah keatas . %) dan tingkat kelulusan perguruan tinggi . %). Namun, ditahun lalu 2022, peringkat Indonesia menempati posisi yang sama yaitu 67. Hal ini mengindikasikan bahwa masih kurangnya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia (Aprilia, 2. Pendidikan di era digital menghadapi tantangan signifikan dengan peralihan dari pendekatan pembelajaran dengan berpusat di tenaga pendidik berubah berpusat di peserta didik. Meskipun teknologi informasi dan komunikasi menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi tersebut masih perlu ditingkatkan. Selain itu, pentingnya pendidikan sebagai pilar pembentukan sumber daya manusia yang unggul semakin jelas, mengingat peran pendidikan dalam mendukung pembangunan nasional. Namun, kualitas pendidikan di Indonesia, sebagaimana tercermin dalam peringkat global yang stagnan di posisi 67 dari 209 negara pada tahun 2022 dan 2023, menunjukkan bahwa peningkatan kualitas masih jauh dari harapan. Kesenjangan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil, turut memperparah situasi ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya intensif untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi, memperbaiki infrastruktur pendidikan, serta mengembangkan kurikulum yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Upaya-upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan yang lebih signifikan dalam kualitas pendidikan di Indonesia, yang pada akhirnya akan mendukung pembentukan insani unggul dan berdaya saing di tingkat global, sebagaimana dijelaskan dalam Al-QurAoan. AaEN IC II OI OON OII ECN OAOIN II I NEE uI NEE EOO ICOI O o I IANIA AOu NEE COI O AE I EN OI ENI II OIN II OEA AuBagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka taka da yang dapat menolaknya dan sekali-kali taka da pelindung bagi mereka selain dia. (Qs. Ar-RaAodu: . Ay Ayat tersebut menjelaskan bahwa baik buruknya suatu hal tergantung dari apa yang sedang Jadi, pendidikan yang menjadi fondasi penting untuk membentuk masa depan generasi muda dan perkembangan negara harus diperjuangkan. Pendidikan memang menjadi fondasi penting untuk membentuk masa depan generasi muda serta perkembangan negara. Pendidikan efektif tentu membutuhkan peserta didik lewat kemampuan belajar, kemampuan dalam memperhatikan atau konsentrasi (Hita et al. , 2. Memang konsentrasi baik akan mewujudkan penentu keberhasilan peserta didik untuk mendapatkan tujuan pembelajaran, hal ini dikarenakan dengan konsentrasi sehingga segalanya bisa teringat dengan baik lewat memori otak serta mudah dikeluarkan ketika dibutuhkan (Nuryana & Purwanto, 2. Konsentrasi sebagai kondisi pikiran yang aktif sebab adanya sensasi dalam tubuh. Dimana pengaktifan sensasi butuh kondisi rileks serta suasana menyenangkan, sebab kondisi tegang maka membuat someone belum bisa memakai otaknya maksimal dan menjadikan pikiran kosong (Dennison, 2. Di sekolah para peserta didik mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka bersama tenaga pendidik yang disesuaikan dengan tujuan dan agenda pembelajaran. Terkadang adanya pemaksaan peserta didik dalam berpikir mengakibatkan ketidakseimbangan otak antara otak kiri dan kanan bisa mengakibatkan lelah pada otak dan menimbulkan hilangnya konsentrasi (Hakim, 2003. Ilahi et al. , 2022. Margiathi et al. , 2. Pada konsentrasi pembelajaran yang menentukan berhasil atau tidaknya mutu pendidikan, bisa ditentukan lewat kemampuan tenaga pendidik yang harus memastikan metode pembelajaran tepat lewat minat serta menarik perhatian tenaga pendidik. Metode pembelajaran ditentukan seorang pendidik dengan menyesuaikan materi yang diajarkan untuk peserta didik, hal tersebut dikarenakan jika metode pembelajaran belum tepat lewat materi yang diberi maka dapat membuat kondisi menjadi belum kondusif (Primadoniati. Jika memperhatikan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi dimana arus globalisasi semakin cepat sehingga tenaga pendidik belum menjadi sumber informasi tunggal untuk peserta didik (Amir. W, 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Anna Primadonita menyatakan metode pembelajaran menggunakan student centered pada pelajaran PAI mempunyai hasil lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok yang memakai metode berbasis teacher centered (Primadoniati, 2020. Syahrowiyah, 2. Hal ini menunjukkan pemilihan metode pembelajaran akan memberikan pengaruh pada peserta didik. Selain. Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 metode pembelajaran yang bisa menentukan keberhasilan pendidikan. Terdapat juga motivasi belajar, sebagaimana penelitian yang dilakukan Desy Ayu Nurmala dalam penelitiannya (Nurmala et al. , 2. Menurut Nashar, motivasi belajar akan membuat peserta didik cenderung melaksanakan kegiatan belajar dan didorong dengan hasrat mendapatkan hasil belajar sebaik-baiknya. Motivasi belajar ini bisa mendorong semangat para peserta didik tetapi minimnya motivasi belajar dapat mengurangi semangat belajar sehingga berakhibat pada hasil belajarnya (Nashar, 2. Motivasi belajar yang besar bisa sendirinya menjadikan peserta didik sadar untuk belajar tanpa ada perintah dari pihak lain, sebab peserta didik akan merasa belajar dapat menjadi kebiasaan sehingga perilaku belajar dapat lebih percaya diri, eksploratif, kreatif, serta dapat menentukan keputusan sendiri (Lomu & Widodo, 2. Motivasi belajar sebagai syarat mutlak belajar serta mempunyai peran urgent memberikan gairah untuk belajar dan bukan hanya mendorong pencapaian hasil yang baik, namun menilai usaha mewujudkan tujuan belajar (Dimyati & Mudjiono, 2006. Puspitasari, 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Bakar, menyatakan motivasi belajar memiliki peran besar untuk keberhasilan peserta didik, hasil tersebut dapat optimal. Sehingga makin tepat motivasi yang diberikan maka semakin baik hasil belajarnya (Ramli, 2. Pada realita lapangan, perkembangan teknologi dapat mempengaruhi pikiran manusia lewat gadget, dimana media dipakai menjadi sarana komunikasi modern. Gadget bukan hanya memberi pengaruh pola pikir ataupun perilaku orang dewasa tetapi bisa memberi pengaruh tingkah laku remaja atau usia dini (Pebriana, 2. Gadget semakin canggih dapat menampilkan bermacam media berita, jejaring sosial, hiburan sampai hobi, sehingga hal tersebut dapat menarik perhatian (Warisyah, 2. Jadi, pemakaian gadget belum bisa dihindari lagi sehingga orang tua ataupun orang dewasa mempunyai peran penting dalam mengarahkannya (Novianti & Garzia, 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Putri Hana Pebriana penggunaan gadget memberkan dampak buruk, salah satunya dunia maya memberi pengaruh daya pikir anak pada suatu hal di luar dan interaksi sosial (Pebriana, 2. Penggunaan gadget semakin canggih sehingga mengakibatkan positif berupa kemudahan seorang anak dalam meningkatkan kreativitas dan kecerdasannya. Tetapi, dalam pemakaiannya yang melebihi batas atau di pakai mengakses sesuatu hal buruk sehingga pemakaian gadget bisa berakibat negatif. Pemakaian yang melebihi batas oleh anak-anak dan biasanya dipakai untuk bermain. Anak yang senang bermain game memakai gadget maka lebih berhati-hati, sebab terdapat kekhawatiran menjadi suatu kecanduan bermain ponsel (Hasim et al. , 2023. Kogoya et al. , 2. Hal tersebut sama dengan penelitian Agit, dimana penggunaan gadget yang berlebihan bisa mengakibatkan santri kurang fokus saat berinteraksi, para santri memberikan kesan lebih banyak merenung/melamum dan kurang interaktif. Dampak negatif dari penggunaan gadget secara berlebihan mengakibatkan kualitas komunikasi mengalami penurunan, selain itu gadget berdampak pada berkurangnya kualitas belajar, sehingga santri sering kali teralihkan dan menghiraukan jam pelajaran (Agit et al. , 2023. Nasichah et al. , 2. Kemampuan konsentrasi dalam pembelajaran adalah kunci keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan, namun tantangan besar muncul ketika kondisi belajar tidak kondusif atau penggunaan teknologi, seperti gadget, tidak terkendali. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat, terutama yang berpusat pada peserta didik, sangat penting untuk menjaga perhatian dan minat, karena metode yang kurang sesuai dapat mengganggu keseimbangan mental dan menurunkan konsentrasi. Selain itu, motivasi belajar yang kuat juga menjadi pendorong penting dalam mendorong peserta didik agar belajar mandiri atau mencapai hasil yang optimal. Namun, perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gadget, dapat berdampak negatif jika tidak diatur dengan baik, seperti menurunnya interaksi sosial dan kualitas belajar. Maka dari itu, peran pendidik dan orang tua sangat urgent untuk mengarahkan penggunaan teknologi agar tidak mengganggu proses pembelajaran, sehingga pendidikan dapat berjalan efektif dengan dukungan metode yang tepat, motivasi yang kuat, dan teknologi yang digunakan secara bijaksana. MaAohad Islam Robithotul AshfiyaAo sebagai salah satu yayasan di kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, dimana maAohad ini yang berasal dari maAohad salaf tradisional ke model pendidikan modern yang lebih beradaptasi dengan perkembangan zaman. Didirikan pada tahun 1990 dengan sistem sorogan, maAohad Islam ini telah mengalami transformasi penting dengan mendirikan Madrasah Tsanawiyah pada tahun 2018 dan Madrasah Aliah Bilingual Entrepreneurship pada tahun 2020. Transformasi MaAohad Islam Robithotul AshfiyaAo di Kecamatan Bungah. Kabupaten Gresik, menunjukkan upaya signifikan dalam merespons kebutuhan pendidikan yang terus berkembang. Bermula sebagai institusi pendidikan tradisional dengan sistem sorogan, maAohad ini menyadari pentingnya menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Langkah penting yang diambil dengan mendirikan Madrasah Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 Tsanawiyah pada tahun 2018 dan Madrasah Aliah Bilingual Entrepreneurship pada tahun 2020 mencerminkan visi yang lebih luas untuk mengintegrasikan nilai-nilai tradisional Islam dengan pendekatan pendidikan modern yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan. Transformasi ini tidak hanya memperkaya kurikulum pendidikan yang ditawarkan tetapi juga membekali para santri dengan keterampilan kewirausahaan dan kemampuan berbahasa asing yang sangat diperlukan di era globalisasi. Dengan demikian. Robithotul AshfiyaAo tidak hanya mempertahankan esensi dari pendidikan salaf yang mendalam dalam ilmu agama, tetapi juga berinovasi untuk menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam dunia modern. Hal ini menunjukkan bahwa adaptasi terhadap perubahan tanpa meninggalkan akar tradisi adalah strategi kunci dalam memastikan relevansi dan keberlanjutan institusi pendidikan Islam di tengah dinamika zaman. Pendidikan formal ini tidak hanya menjadi penyesuaian struktural, tetapi juga mencerminkan respons terhadap kebutuhan pendidikan yang lebih holistik. Meskipun telah berubah menjadi pendidikan yang lebih MaAohad Islam ini tetap mempertahankan aspek-aspek tradisional dalam pembelajarannya. Maka berdasarkan paparan di atas peneliti ingin melaksakan penelitian terkait pengaruh metode pembelajaran serta motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran dengan penggunaan gadget sebagai variabel moderasi di MTs. dan MA Robithotul Ashfiya Desa Sidokumpul Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. METODE PENELITIAN Penelitian memakai jenis penelitian lapangan . ield researc. , penelitian dilaksanakan di lokasi terjadinya gejala. Sedangkan pendekatan yang dipakai berupa pendekatan kuantitatif sehingga menekankan pada data numerik kemudian diolah lewat metode statistika (Hasan, 2. Penelitian bersifat deskriptif korelasional, berupa penelitian menunjukkan hubungan antara variabel yang dipilih dan diterangkan dengan jelas serta bertujuan meneliti variabel suatu faktor berhubungan variabel lainnya (Hasan, 2. Penelitian yang dilaksanakan memakai empat variabel meliputi dua variabel bebas . etode pembelajaran dan motivasi belaja. , satu variabel terikat . onsentrasi pembelajara. , serta satu variabel moderasi . enggunaan gadge. Maka dalam teknik ini, variabel bebas disebut variabel laten eksogenus sedangkan variabel terikat disebut variabel laten endogenus (Yamin & Kurniawan, 2. Pada pengujian hipotesis dilaksanakan lewat pendekatan Structural Equation Model (SEM) berlandaskan Partial Least Square (PLS) atau disebut SEMPLS. Keseluruhan hipotesis akan dilakukan analisis lewat pemakaian aplikasi Smart PLS untuk menguji hubungan antar variabel. Adapaun SEM memakai PLS berdasarkan pada komponen dari variabel laten endogenus yang dijelaskan secara maksimal lewat pembuatan estimasi hubungan model parsial untuk urutan regresi kuadrat terkecil biasa (OLS) (Sarwono & Umi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Statistik Perhitungan statistik deskriptif dengan memakai SmartPLS 4. 00 diperoleh hasil sebagai berikut: Skema Model PLS Pada penelitian yang dilakukan dengan melakukan uji hipotesis menggunakan teknik analis PLS (Partial Least Squar. dengan program SmartPLS 4. 6 Berikut adalah skema model yang diteliti. Gambar 1 Skema Model SEM-PLS Evaluasi Outer Model atau Model Pengukuran Convergen Validity Melakukan pengujian convergen validity dipakai untuk nilai outer loading atau loading factor. Dimana variabel dinyatakan memenuhi convergen validity bila nilai outer loading > 0. Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 Tabel 1 Nilai Convergen Validity (Uji . Variabel Metode Pembelajaran (X. Motivasi Belajar (X. Konsentrasi Pembelajaran (Y) Penggunaan Gadget (Z) Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Outer Loading Ket Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tabel 2 Nilai Convergen Validity (Uji . Variabel Metode Pembelajaran (X. Motivasi Belajar (X. Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Indikator X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. Outer Loading Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 X2. X2. X2. Konsentrasi Pembelajaran (Y) Penggunaan Gadget (Z) Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan data, diketahui indikator variabel mayoritas mempunyai nilai outer loading > 0. Tetapi, terlihat ada yang mempunyai nilai outer loading < 0. Indikator yang mempunyai nilai outer loading > 0. dinyatakan valid dan layak untuk dipakai dalam penelitian sehingga bisa dianalisis lebih lanjt, maka yang mempunyai nilai outer loading < 0. 7 dihapus. Composite Reliabilitas Composite reliabilitas dipakai menguji nilai reliabilitas indikator masing-masing variabel. Suatu variabel dinyatakan memenuhi nilai composite variabel jika mempunyai nilai composite reliabilitas > 0. Tabel 3 Nilai Composite Reliabilitas Variabel Metode Pembelajaran Motivasi Belajar Konsentrasi Pembelajaran Penggunaan Gadget Composite Reliability . Berdasarkan tabel 3, bisa diketahui jika nilai composite reliabilitas keseluruhan variabel > 0. dari itu bisa disimpulkan keseluruhan variabel sudah memenuhi composite reliabilitas maka variabel mempunyai tingkat reliabilitas tinggi. Cronbach Alpha Uji reliabilitas diperkuat lewat uji cronbach alpha. Variabel bisa dinyatakan reliabel ataupun memenuhi cronbach alpha bila memiliki nilai cronbach alpha > 0. Tabel 4 Nilai Cronbach Alpha CronbachAos Alpha Variabel Metode Pembelajaran Motivasi Belajar Konsentrasi Pembelajaran Penggunaan Gadget Berdasarkan tabel 4, bisa diketahui nilai cronbach alpha secara keseluruhan variabel penelitian > 0. Maka uji bisa dinyatakan memenuhi syarat cronbach alpha, maka dapat ditarik simpulan keseluruhan variabel mempunyai tingkat reliabilitas tinggi. Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 Evaluasi Inner Model atau Model Struktural Uji R Square Berlandaskan pengolahan data yang dilaksanakan dalam penelitian, nilai R-Square adalah: Tabel 5 Nilai Goodness of Fit Variabel Konsentrasi Pembelajaran Nilai R-Square Berdasarkan ukuran R-Square menunjukkan variasi variabel endogen yang diterangkan variabel eksogen lainnya dengan model. Dan dari data, bisa dilihat nilai R-Square variabel Konsentrasi Pembelajaran Perolehan ini menerangkan Konsentrasi Pembelajaran yang kuat sebanyak 94% . engaruh tingg. sedangkan 6% sebagai pengaruh variabel lain yang belum diukur pada penelitian. Uji Path Coefficient Uji Path Coefficient dipakai dalam mengukur seberapa kuat pengaruh dari variabel X pada Y. Berlandaskan skema yang disajikan, bisa diketahui bahwa nilai path coefficient pengaruh metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran sebesar 0. 204 sedangkan motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran sebesar 0. Nilai path coefficient variabel moderasi penggunaan gadget terhadap metode pembelajaran dengan konsentrasi pembelajaran sebesar -0. 033 sedangkan moderasi penggunaan gadget terhadap motivasi belajar dengan konsentrasi pembelajaran senilai 0. Berlandaskan penjelasan, menunjukkan variabel pada penelitianmemiliki path coefficient nilai positif dan negatif. Hal tersebut menunjukkan bila semakin besar nilai path coefficient variabel eksogen pada variabel endogen tersebut. Uji Hipotesis Hasil uji t-value atau t-statistic akan dijadikan acuan dalam menjawab hipotesis. Nilai ini menunjukkan t-statistic seharusnya melebihi 1. 96 untuk signifikansi 5%. Artinya, bila nilai t-statistic > 1. 96 sehingga menunjukkan hasil yang signifikan. Namun, bila nilai t-statistic < 1. 96 artinya hasil yang belum signifikan (Al-Ghozali & Latan, 2. Berikut adalah hasil uji t-statistic untuk mengetahui nilai signifikansi antar konstruk pada model struktural. Tabel 6 Path Coefficient METODE PEMBELAJARAN Ie KONSENTRASI PEMBELAJARAN MOTIVASI BELAJAR IeKONSENTRASI PEMBELAJARAN PENGGUNAAN GADGET IeKONSNETRASI PEMBELAJARAN PENGGUNAAN GADGET X METODE PEMBELAJARAN IeKONSENTRASI PEMBELAJARAN PENGGUNAAN GADGET X MOTIVASI BELAJAR IeKONSENTRASI PEMBELAJARAN Original Sample Statistics Values Berdasarkan tabel menunjukkan metode pembelajaran berpengaruh terhadap konsentrasi pembelajaran. Hasil uji menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif 0. Nilai t-statistic menunjukkn 3. 678 > 1. 96 serta p-values senilai 0. 000 < 0. sehingga menyatakan terdapat pengaruh signifikan. Artinya H1 diterima dan H0 Motivasi belajar memberi pengaruh pada konsentrasi belajar. Hasil uji menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif 0. Nilai t-statistic menunjukkn 1. 137 < 1. 96 serta p-values sebanyak 0. 255 > 0. sehingga mewujudkan pengaruh yang belum signifikan. Artinya H2 ditolak dan H0 diterima. Uji Moderasi Analisis ini dipakai dalam menguji ppengaruh variabel moderasi untuk menguatkan atau memperlemah hubungan variabel eksogen dengan variabel endogen. Dimana nilai P-Value > 0. 05 sehingga belum signifikan dan variabel moderasinya belum mempunyai peran untuk memoderasi hubungan suatu variabel eksogen pada variabel endogen. Sedangkan P-Value < 0. 05 sehingga signifikan dan variabel moderasinya mempunyai peran untuk memoderasi hubungan variabel tersebut. Berdasarkan tabel 6, bisa diketahui bahwa: Z*X1 Ie Y = -0. egatif/memperlema. P-Value = 0. 581 > 0. Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 Nilai signifikansi melebihi 0. 05 menyatakan penggunaan gadget tida bisa memperkuat pengaruh metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran. Artinya H3 ditolak dan H0 dierima. Z*X2 Ie Y = 0. egatif/memperlema. P-Value = 0. 890 > 0. Nilai signifikansi melebihi 0. 05 menyatakan penggunaan gadget tida bisa memperkuat pengaruh metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran. Artinya H4 ditolak dan H0 dierima. Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Konsentrasi Pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo Berdasarkan uji hipotesis, nilai t-statistic . %) terlihat 3. 678 > 1. 96 serta p-values senilai 0. 000 < 0. Maka mewujudkan pengaruh yang signifikan. Nilai koefisien jalur adalah positif . , maka searah. Berdasarkan hasil peneilitian bisa dilihat bahwa, nilai dati t-statistic ditemukan metode pembelajaran berpengaruh langsung terhadap konsentrasi pembelajaran sebesar 3. 678 dan jalur koefisien positif. Sehingga temuan ini bisa disimpulkan bahwa semakin baik metode pembelajaran maka akan semakin baik konsentrasi pembelajaran dan begitu juga sebaliknya. Hasil penelitian mendukung penelitian Ernawati (Ernawati, 2. Yusron Asyrofie Aulaway (Aulawy et al. , 2. Desy Arisandy (Arisandy & Tania, 2. , dan Meilia Ambarnianti(Ambarnianti, 2. yang menyatakan bahwa metode pembelajaran berpengaruh terhadap konsnetrasi pembelajaran. Pada peneliti ini, peneliti memfokuskan metode pembeljaran yang dipakai oleh semua tenaga pengajar di Yayasan MaAohad Robithotul Ashfiya, khususnya MTs. dan MA Robithotul AshfiyaAo. Dengan adanya metode pembelajaran yang baik dan tepat sasaran maka akan mendorong peserta didik agar lebih perhatian serta fokus pada materi yang disampaikan oleh tenaga pengajar. Hal ini menjadi faktor yang bisa memberikan pengaruh peserta didik untuk mencapai tujuan dari pembelajaran dan berdampak pada konsnetrasinya. Salah satu dimensi dari metode pembelajaran adalah kualitas pengajar. Hubungan ini bisa ditunjukkan dengan sikap penyampaian materi yang sesuai dengan keperluan peserta didik dan pembahasan hendak di Metode pembelajaran yang tepat akan menumbuhkan rasa nyaman dan membuat peserta didik tertarik dalam menerima materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner responden memilih sangat setuju 34% atau 80 responden, setuju sebanyak 63% atau 149 responden, dan ragu-ragu sebanyak 3% atau 8 responden. Sedangkan untuk jawaban tidak setuju atau sangat tidak setuju sebanyak 0% atau 0 responden. Artinya dari hasil tersebut, bisa disimpulkan bahwa hubungan metode pembelajaran yang dilakukan para tenaga pendidik di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo sangat baik. Dimensi selanjutnya dari metode pembelajaran adalah penyampaian materi. Penyampaian materi ajar merupakan langkah penting dalam proses pembelajaran yang diperlukan dengan baik untuk tujuan pembelajaran bisa tercapai, mulai dari planning program, kesiapan tenaga pendidik, penyampaian tujuan pembelajaran, interkasi dengan peserta didik, dan evaluasi (Khoerunnisa & Aqwal, 2. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner responden yang memilih sangat setuju sebanyak 38% atau 90 responden, setuju sebanyak 58% atau 138 responden, dan ragu-ragu sebanyak 4% atau 10 responden. Sedangkan untuk jawaban tidak setuju atau sangat tidak setuju sebanyak 0% atau 0 responden. Dalam Islam, tujuan utama dari pendidikan dalam mendekatkan peserta didik kepada Allah SWT dan membentuk karakter baik. Materi pembelajaran harus diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan agama dan moralitas peserta didik, sehingga mereka dapat menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam. Seperti apa yang disampaikan Rasulullah saw (Mohammad Kosim, 2. AuSetiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka orang tuanya yang menjadikan mereka beragama Yahudi. Nasrani, atau Majusi (HR. Bukhar. Ay Dimensi selanjutnya dari metode pembelajaran adalah kenyamanan ruangan. Dimana hasil penyebaran kuesioner responden menunjukkan pemilihan sangat setuju sebanyak 39% atau 92 responden, pemilihan setuju sebanyak 60% atau 142 responden, dan 2% atau 4 responden untuk pemilihan ragu-ragu. Sedangkan untuk pemilihan tidak setuju atau sangat tidak setuju sebanyak 0% atau 0 responden. Keadaan ruangan yang nyaman dalam pembelajaran tentu akan berpengaruh dalam pengalaman belajar peserta didik. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Wahyu Widodo yang menjelaskan ada beberapa elemen penting dalam konsep kenyamanan ruangan berupa pencahayaan dalam ruang kelas, suhu ruang, kualitas udara, penataan tempat duduk, kebersihan ruang kelas, dan tata tertib serta komunitas belajar. Secara menyeluruh, kenyamanan ruangan dalam metode pembelajaran sebagai kombinasi dari bermacam faktor fisik dan sosial yang saling berinteraksi untuk mewujudkan lingkungan belajar yang optimal (Widodo. Dari sisi manajerial Yayasan MaAohad Robithotul Ashfiya, berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pengurus. Bahwasanya metode pembelajaran menjadi faktor penting yang memang diperhatikan untuk menjaga pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar (Muna, 2. Karena jika peserta didik Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 mendapatkan pembelajaran yang tidak sesuai maka akan memberikan pengaruh pada respond dari peserta didik dalam menerima materi yang sedang disampaikan oleh tenaga pendidik. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi di lapangan, bahwa semua tenaga pendidik baik dari MTs. dan MA Robithotul AshfiyaAo. Secara keseluruhan diharuskan untuk membuat RPP. RPS, bahan ajar, dan sebagainya untuk mempermudah dalam pembelajaran yang diberikan. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Konsentrasi Pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo Berdasarkan uji hipotesis, nilai t-statistic . %) sebanyak 1. 137 < 1. 96 serta p-values senilai 0. Maka mengarah tidak ada pengaruh yang signifikan. Serta nilai koefisien jalur adalah positif . maka searah. Berdasarkan hasil peneilitian bisa dilihat bahwa, nilai data t-statistic ditemukan metode pembelajaran tidak berpengaruh langsung terhadap konsentrasi pembelajaran dan jalur koefisien positif. Dimensi dari motivasi belajar berupa durasi kegiatan. Durasi kegiatan dalam konteks motivasi belajar merujuk pada seberapa lama seorang peserta didik menghabiskan waktu untuk terlibat dalam aktivitas Konsep ini mencakup kemampuan dari peserta didik dalam mengatur dan menggunakan waktu begitu efektif dalam menyelesaikan tugas belajar. Durasi kegiatan dapat mencerminkan komitmen dan dedikasi peserta didik terhadap proses belajar. Peserta didik yang mempunyai motivasi tinggi cenderung mengalokasikan lebih banyak waktu guna belajar, sehingga gilirannya bisa meningkatkan pemahaman serta hasil belajar. Sebaliknya, peserta didik kurang termotivasi mungkin tidak menghabiskan cukup waktu untuk belajar, yang dapat berdampak negatif pada hasil belajarnya (Andriani & Rasto, 2. Terkait hasil penyebaran kuesioner responden menunjukkan pemilihan sangat setuju 40% atau 95 responden, setuju 57% atau 134 responden, dan 3% atau 8 responden untuk yang memilih ragu-ragu. Sedangkan untuk pilihan tidak setuju atau sangat tidak setuju 0% atau 0 Dimensi selanjutnya dari motivasi belajar adalah frekuensi kegiatan. Frekuensi kegiatan dalam konteks motivasi belajar merujuk pada seberapa sering peserta didik terlibat dalam aktivitas belajar dalam periode waktu tertentu. Konsep ini mencakup jumlah kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik, seperti mengikuti kelas, mengerjakan tugas, atau belajar mandiri (Andriani & Rasto, 2. Kemudian hasil penyebaran kuesioner responden menunjukkan pemilihan sangat setuju 44% atau 105 responden, setuju 52% atau 123 responden, dan 4% atau 9 responden untuk yang memilih ragu-ragu. Dimensi ketiga dari motivasi belajar yang dipakai dalam penelitian ini merupakan tingkat inspirasisejauh mana peserta didik merasa terispirasi untuk belajar. Tingkat inspirasi dalam konteks motivasi belajar merujuk pada sejauh mana peserta didik merasa terdorong dan termotivasi untuk belajar karena adanya pengaruh positif dari lingkungan, pengalaman, atau individu lain. Inspirasi dapat berasal dari berbagai sumber, seperti guru, teman sebaya, orang tua, atau bahkan pengalaman pribadi yang menggugah semangat belajar peserta didik. Ketika peserta didik merasa terinspirasi, mereka cenderung memiliki semangat yang lebih tinggi untuk mengejar tujuan akademisnya. Tingkat inspirasi yang tinggi dapat meningkatkan rasa percaya diri, mendorong untuk menghadapi tantangan, dan memperkuat komitmen terhadap proses belajar. Peerta didik yang terinspirasi biasanya lebih terbuka terhadap pembelajaran baru, lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kelas, dan lebih berusaha untuk mencapai hasil yang baik. Sebaliknya, jika peserta didik tidak merasa terinspirasi, kemungkinan kehilangan minat serta motivasi untuk belajar, sehingga dapat mengakibatkan hal negatif untuk hasil belajar. Maka dari itu, mewujudkan lingkungan belajar yang inspiratif sangat penting untuk meningkatkan motivasi belajar. Hal ini dapat dilakukan melalui pengajaran yang menarik, pengakuan terhadap pencapaian, dan penyediaan contoh teladan yang dapat memotivasi peserta didik untuk mencapai potensi terbaiknya (Andriani & Rasto, 2. Hasil dari dimensi ini menunjukkan sangat setuju 45% atau 107 responden, setuju 51% atau 122 responden, dan 3% atau 8 responden untuk yang memilih ragu-ragu. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan realita dimana semua kegiatan para peserta didik atau lebih tepatnya para santri diatur dengan jadwal yang sudah diatur oleh pondok pesantren. Mulai dari pagi sampai setelah sekolah, sehingga hampir keseluruhan kegiatan peserta didik antara yang satu dengan lainnya tidak Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Konsentrasi Pembelajaran dengan Penggunaan Gadget sebagai Variabel Moderasi di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo Nilai hubungan metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran dapat diidentifikasi dari hasil uji R-square. Menurut data yang tersedia pada tabel 5 yang sudah ditampilkan, bisa didapatkan nilai RAhmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 square variabel konsentrasi karyawan sebanyak 0. Nilaiyang didapat ini menerangkan kemampuan metode pembelajaran yang memberikan pengaruh konsentrasi pembelajaran kuat senilai 94% . engaruh tingg. , tetapi 6% menjadi pengaruh variabel lain yang belum diukur pada penelitian. Maka, variabel metode pembelajaran mempunyai hubungan lewat kekuatan tinggi padakonsentrasi pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo dengan nilai pengaruhnya sebesar 94%. Hasil analisis dalam tabel path coefficent menunjukkan nilai konstruk penggunaan gadget mempunyai pengaruh negatif (-0. dan tidak signifikan . dalam memoderasi pengaruh metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran dengan t-statistic senilai 0. 553 < 1. 96, dan p-values senilai 0. 581 > 0. dasar pengambilan hipotesis penelitian ini adalah: H3: Penggunaan gadget memoderasi hubungan antara metode pembelajaran dengan konsentrasi H0: Penggunaan gadget tidak dapat memoderasi hubungan antara metode pembelajaran dengan konsentrasi pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian bisa dilihat dari nilai t-statistic kalau penggunaan gadget tidak mampu memoderasi pengaruh metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran, hal ini berarti penggunaan gadget tidak memperkuat pengaruh metode pembelajaran saat konsentrasi pembelajaran tinggi dan tidak bisa menurunkan pengaruh metode pembelajaran saat konsentrasi pembelajaran rendah. Atau ada tidaknya penggunaan gadget di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo tidak bisa mempengaruhi hubungan antara metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran. Nilai koefisien jalur bersifat negatif, sehingga berlawanan arah. Maka dari itu, penggunaan gadget dapat melemahkan pengaruh metode pembelajaran pada konsentrasi pembelajaran tetapi tidak signifikan. Bila dilihat pada penelitian yang dilakukan oleh Muh. Nuhman Mahfud dan Aprilya Wulansari, yang menyatakan penggunaan gadget dengan bijak dapat mewujudkan pembelajaran efektif karena akses materi pelajaran yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan bervariasi, serta dapat menciptakan suasana belajar yang Namun, pemakaian yang tidak bijak dapat mengakibatkan hal negatif seperti ketidakaktifan peserta didik atau keterbatasan interaksi antar peserta didik (Mahfud & Wulansari, 2. Berdasarkan kondisi lapangan, para peserta didik ini sudah mempunyai jadwal yang sudah diatur mulai dari bangun tidur sampai jam tidur malam. Sehingga penggunaan gadget tidak bisa dilakukan begitu sering kecuali untuk beberapa pembelajaran yang membutuhkannya. Kemudian pemakaian gadget sendiri dibatasi hanya di hari Jumat dari jam delapan pagi sampai 2 siang. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Konsentrasi Pembelajaran dengan Penggunaan Gadget sebagai Variabel Moderasi di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo Hasil analisis dalam tabel path coefficent menunjukkan nilai konstruk penggunaan gadget mempunyai pengaruh positif . dan tidak signifikan . dalam memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran dengan t-statistic sebesar 0. 139 < 1. 96, dan p-values sebesar 0. 890 > 0. pengambilan hipotesis penelitian ini adalah: H4: Penggunaan gadget memoderasi hubungan antara motivasi belajar dengan konsentrasi pembelajaran H0: Penggunaan gadget tidak dapat memoderasi hubungan antara motivasi belajar dengan konsentrasi Berdasarkan hasil penelitian bisa dilihat dari nilai t-statistic kalau penggunaan gadget tidak mampu memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran, hal ini berarti penggunaan gadget tidak memperkuat pengaruh motivasi belajar saat konsentrasi pembelajaran tinggi dan tidak bisa menurunkan pengaruh motivasi belajar saat konsentrasi pembelajaran rendah. Atau ada tidaknya penggunaan gadget di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo tidak bisa mempengaruhi hubungan antara motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran. Nilai koefisien jalur bersifat positif, sehingga menunjukkan searah. Maka dari itu, penggunaan gadget memperkuat pengaruh motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran tetapi secara tidak menunjukkan Ini sesuai dengan keadaan di lapangan, dimana penggunaan gadget yang memang dibatasi untuk para peserta didik dan tidak adanya kegiatan yang terjawal untuk memotivasi para peserta didik seperti kegiatan seminar. PENUTUP Pengaruh metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diketahui bahwa nilai t-statistic . %) sebesar 3. > 1. 96 yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan. Nilai koefisien jalur juga positif Ahmad Najib FuAoadi. Imas Maesaroh Al-Urwatul Wutsqo: Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan. Vol. 5 No. September 2024 . , sehingga menunjukkan hubungan searah. Oleh karena itu, semakin baik metode pembelajaran, semakin baik pula konsentrasi pembelajaran dan begitu juga sebaliknya Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap konsentrasi pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo. Berdasarkan pengujian hipotesis, ditemukan nilai t-statistic . %) sebesar 1. 137 < 1. 96 yang menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan. Selain itu, nilai koefisien jalur bersifat positif . sehingga menunjukkan hubungansearah. Oleh karena itu, semakin baik motivasi belajar cenderung akan diikuti dengan sedikit peningkatan dalam konsentrasi pembelajaran, meskipun tidak cukup kuat untuk disebut signifikan. Penggunaan gadget tidak dapat memoderasi hubungan antara metode pembelajaran terhadap konsentrasi pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo. Tingkat signifikansi melebihi 0. 581>0. menunjukkan kalau metode pembelajaran tidk memperkuat pengaruh metode pembelajaran terhadap konsnetrasi pembelajaran, oleh karena itu hipotesis tidak diterima. Koefisien jalur bernilai negatif (-0. akibatnya berlawanan arah dengan efek metode pembelajaran terhadap konsentrasi. Dengan kata lain, penggunaan gadget tampaknya tidak memberikan dampak positif dalam memoderasi atau meningkatkan konsentrasi selama pembelajaran. Penggunaan gadget tidak dapat memoderasi hubungan antara motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran di Yayasan MaAohad Robithotul AshfiyaAo. Nilai signifikansi melebihi 0. 139>0. menunjukkan kalau penggunaan gadget bukan memperkuat pengaruh motivasi belajar terhadap konsentrasi pembelajaran, oleh karena itu hipotesis ditolak. Nilai koefisien jalur menunjukkan positif . sehingga Dengan kata lain, penggunaan gadget tidak memberikan dampak yang berarti dalam memoderasi hubungan antara motivasi belajar dan konsentrasi pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA