ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH VARIETAS PADI BENIH UNGGUL (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Decision Analysis Of Farmers In Selecting Superior Rice Seed Varieties (Case of Pamijahan District. Bogor Regenc. Wardi Saleh1 . Yuan Dirgantara2 Dosen Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti Palembang Mahasiswa Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti Palembang Email : wardi_saleh@yahoo. com1 , yuandirgantara1995@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani dalam menggunakan benih padi varietas unggul, mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi keputusan petani menggunakan benih padi varietas unggul, menganalisis perbandingan pendapatan usahatani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non-unggul di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor dipilih secara purposive sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten sentra produksi padi di Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada bulan Mei Ae Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan Persepsi petani terhadap penggunaan benih padi unggul secara keseluruhan di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor yang tergolong kurang baik. Dalam hal ketersediaan benih, dan kerumitan penggunaan benih cukup baik. Sedangkan persepsi petani terhadap tingkat kemudahan mendapatkan benih, harga benih, tingkat kesesuaian benih, dan kualitas produksi hasil benih padi varietas unggul tergolong pada kategori rendah atau kurang baik. Terdapat perbedaan pendapatan petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non-unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor. Pendapatan bersih petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul rata-rata pendapatannya yaitu sebesar Rp. 650 per hektar dan petani padi yang menggunakan benih padi varietas non unggul rata-rata pendapatannya sebesar Rp 11. 994 per hektar. Kata Kunci : Keputusan. Padi. Benih Unggul Abstract This study aims to analyze farmers' perceptions of using superior varieties of rice seeds, describe the factors that influence farmers' decisions to use superior varieties of rice seeds, analyze the comparison of income of rice farming using superior varieties of rice seeds and non-superior varieties in Pamijahan District. Bogor Regency. The research was conducted in Pamijahan District. Bogor Regency, purposively selected as the research location with the consideration that Bogor Regency is one of the districts with rice production centers in West Java. The research was conducted in Pamijahan District. Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara Bogor Regency. West Java Province from May to June 2022. The results showed that farmers' perceptions of the use of superior rice seeds as a whole in Pamijahan District. Bogor Regency were classified as unfavorable. In terms of availability of seeds, and the complexity of using seeds is quite good. Meanwhile, farmers' perceptions of the level of ease of obtaining seeds, seed prices, level of suitability of seeds, and production quality of superior varieties of rice seeds are in the low or unfavorable category. There is a difference in the income of rice farmers who use superior varieties of rice seeds and nonsuperior varieties in Pamijahan District. Bogor Regency. The net income of rice farmers using superior varieties of rice seeds has an average income of Rp. 22,936,650 per hectare and rice farmers who use non-ripe variety rice seeds have an average income of IDR 11,730,994 per hectare. Keywords: Decisions. Rice. Superior Seed PENDAHULUAN Padi merupakan salah satu tanaman utama di Indonesia. Masalah ketidakstabilan dalam penanganan pangan khususnya beras akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan seperti kondisi sosial, stabilitas ekonomi, lapangan pekerjaan,dan lain- lain. Pemerintah selalu berusaha meningkatkan ketahanan pangan melalui swasembada beras. Aspek teknis, teknologi yang digunakan adalah penggunaan benih unggul. Penggunaan benih unggul merupakan kunci sukses pertama dalam usahatani padi. Menurut Syamsiah et al . faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan varietas unggul padi pada suatu daerah adalah sikap dan preferensi petani untuk memilih dan menggunakan benih unggul yang sesuai. Peluang untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia pada kondisi seperti itu,dapat diperoleh melalui peningkatan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman,dan optimalisasi pemanfaatan lahan sub optimal seperti lahan sawah tadah hujan,lahan kering, dan lahan rawa pasang surut. Peluang tersebut dapat diraih jika tersedia inovasi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi pada berbagai agroekosistem secara berkelanjutan (Kementrian pertanian, 2. Varietas merupakan salah satu komponen teknologi penting yang mempunyai kontribusi besar dalam meningkatkan produksi dan pendapatan usaha Komponen teknologi ini sangat berperan dalam mengubah sistem usahatani padi, dari subsitem menjadi usaha tani padi komersial. Berbagai varietas unggul padi tersedia dan dapat dipilih sesuai dengan kondisi wilayah, preferensi petani, dan kebutuhan pasar. Varietas unggul padi itu sendiri sudah berkembang di Indonesia sejak sebelum tahun 1970. Umumnya penamaan varietas unggul tersebut menggunakan nama- nama sungai di Indonesia diantaranya yaitu : Bengawan. Brantas. Citarum, dan lain- lain. Menurut Jamil et al . Swasembada pangan khususnya padi, sejak tahun 2007 hingga 2016 Badan Litbang (Penelitian dan Pengembanga. Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi atau ICRR (Indonesian Center for Rice Recearc. telah melepas berbagai Varietas Unggul Baru (VUB) untuk agroekosistem budidaya padi. Mulai tahun 2008, penamaan Varietas Unggul Baru (VUB) tak lagi menggunakan nama-nama sungai di Indonesia tetapi menggunakan penamaan baru yaitu : Inpa untuk padi inbrida dan Hipa untuk padi Pengambilan keputusan petani juga turut mempengaruhi pengembangan Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara varietas unggul. Hal ini terkait dengan sifat yang dimiliki oleh varietas unggul. Petani umumnya menginginkan varietas dengan daya hasil tinggi, rasa enak . pesifik daera. , umur genjah, tanaman tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi, serta tahan terhadap hama dan penyakit utama seperti wereng cokelat, tungro, dan blas. Petani adalah pelaku utama usaha pertanian. Oleh karena itu sikap dan karakteristik petani padi terhadap varietas benih sangat penting, karena petani mempunyai peran ganda yaitu sebagi produsen padi dan konsumen produk benih. Berdasarkan uraian diatas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana persepsi petani dalam penggunaan benih padi bersertifikat vaietas unggul dan berapa besar pendapatan usahatani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non unggul di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor . METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor dipilih secara purposive sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten sentra produksi padi di Jawa Barat. Pemilihan lokasi kecamatan untuk penelitian ini didasarkan pada data BPS Kabupaten Bogor tahun 2021 yang menyebutkan bahwa Kecamatan Pamijahan memiliki luas tanam, produktivitas, produksi yang lebih baik dibanding kecamatan Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada bulan Mei Ae Juni 2022. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama yakni bersifat deskriptif yaitu metode untuk mengetahui dan memberikan gambaran mengenai data primer dan data sekunder yang telah di kumpulkan, setelah data-data dapat dikumpulkan dan diolah secara sistematis, maka langkah berikutnya sebagai tahap yang sangat penting adalah bagaimana data-data di analisis sehingga dapat mewujudkan suatu jawaban yang dikehendaki dalam penelitian tersebut. Untuk setiap pilihan jawaban diberi skor, maka responden harus menggambarkan, mendukung pertanyaan . tem positi. atau tidak mendukung pernyataan . tem Setiap item dari kuisioner tersebut memiliki lima jawaban dengan bobot/nilai yang berbeda skor atas pilihan jawaban untuk kuesioner yang diajukan untuk pertanyaan positif dan negatif adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui persepsi petani dalam penggunaan benih padi bersertifikat varietas unggul di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor maka di gunakan rumus lebar interval sebagai berikut: Interval Kelas = Skor tertinggi - skor terendah Dimana : Range : Selisih Nilai Tertinggi Dan Nilai Terendah : Jumlah Kelas Cara pengukuran indikator dilakukan dengan cara memberi nilai pada tanggapan atau jawaban petani atas pernyataan yang dibuat peneliti. Skoring yang digunakan dalam penilitian ini adalah 3, 2 dan 1. Untuk menjawab tujuan kedua dilakukan dengan menggunakan analisis statistik uji beda rata-rata . ndependent sample t-tes. dengan uji satu arah yang digunakan untuk penelitian yang membandingkan dua variabel. Independent sample t-test adalah jenis uji statistika yang bertujuan untuk membandingkan rataJimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara rata dua grup yang tidak saling berpasangan atau tidak saling berkaitan. Tidak saling berpasangan dapat diartikan bahwa penelitian dilakukan untuk dua subjek sampel yang berbeda. Secara matematis rumus t hitung adalah sebagai berikut: Keterangan : x I1 dan x I2 = Pendapatan rata-rata sampel petani benih unggul dan tidak unggul S12 dan S22 = ragam sampel penggunan bibit unggul dan tidak unggul = Banyaknya sampel pengguna benih unggul = Banyaknya sampel pengguna benih tidak unggul HASIL DAN PEMBAHASAN Persepsi Petani Dalam Menggunakan Benih Padi Varietas Unggul Dalam sistem perbenihan di Indonesia, benih yang diedarkan merupakan benih bina yang harus melalui sertifikasi dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta wajib diberi label. Benih bina adalah benih varietas unggul yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian yang proses produksi dan peredarannya diawasi oleh Pemerintah. Sedangkan sertifikasi adalah rangkaian proses/ kegiatan pemberian sertifikat benih tanaman melalui pemeriksaan, pengujian dan pengawasan, serta memenuhi semua persyaratan untuk diedarkan. Beberapa keutamaan dalam penggunan benih bersertifikat atau benih berlabel adalah mempunyai jaminan mutu, baik mutu fisik . adar air, kemurnian fisik benih, bersi. maupun mutu fisiologis . aya berkecamba. yang tinggi dan kemurnian genetik . arakter tanaman sesuai dengan jenis varietas yang tertuli. Perkembangan individu termasuk di dalamnya persepsi terhadap sesuatu ditentukan oleh faktor endogen dan eksogen. Faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan-perubahan dalam diri petani meliputi lingkungan sosial dan lingkungan Adapun lingkungan sosial yang mempengaruhi adalah kebudayaan, opini, publik, pengambilan keputusan dalam keluarga, kekuatan lembaga sosial, kekuatan Sedangkan kekuatan-kekuatan ekonomi yang berkembang di masyarakat meliputi: tersedianya dana/kredit usahatani, sarana produksi dan peralatan usahatani dalam bentuk, jumlah, mutu, waktu yang tepat. Persepsi merupakan suatu proses pemberian arti atau makna terhadap lingkungan, yang akan mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap (Mangkunegara, 1. Di dalam bertani padi, tingkat persepsi petani terhadap penggunaan benih padi varietas unggul berperan sangat penting dalam produksi padi unggul. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi antar komunikan dengan pengguna, maka akan mempermudah proses komunikasi, karena persepsi merupakan inti dari komunikasi (Mulyana, 2. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriktif yaitu metode untuk mengetahui dan memberikan gambaran mengenai data primer dan data sekunder yang telah di kumpulkan, setelah data-data dapat dikumpulkan dan diolah secara sistematis, maka langkah berikutnya sebagai tahap yang sangat penting adalah bagaimana data-data di analisis sehingga dapat Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara mewujudkan suatu jawaban yang dikehendaki dalam penelitian tersebut. Skoring yang digunakan dalam penilitian ini adalah 3. Selanjutnya kriteria dalam menentukan persepsi petani dalam penggunaan benih padi bersertfikat label biru adalah skor rendah : 1,00-1,66, sedang : 1,67-2,33, dan tinggi : 2,34-3,00. Berikut tingkat persepsi petani dalam menggunakan benih padi varietas unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor. Tabel 1. Tingkat Persepsi Petani Dalam Menggunakan Benih Padi Varietas Unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor Persepsi Rata-Rata Kategori Persepsi Petani Terhadap 1,98 Sedang Ketersedian Benih Padi Unggul Persepsi Petani Terhadap Tingkat Kemudahan Mendapatkan Benih 1,38 Rendah Padi Unggul Persepsi Petani Terhadap Tingkat 1,28 Rendah Harga Benih Padi Unggul Persepsi Petani Terhadap Kerumitan Penggunaan Benih Padi 1,75 Sedang Unggul Persepsi Petani Terhadap Tingkat 1,43 Rendah Kesesuaian Benih Padi Unggul Persepsi Petani Terhadap Kualitas 1,49 Rendah Produksi Padi Unggul Rata-rata 1,55 Rendah Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2022. Berdasarkan Tabel 1. hal-hal yang terkait dengan penyediaan dan pengaplikasian benih padi varietas unggul, yaitu dalam hal ketersediaan benih, dan kerumitan penggunaan benih berada pada kategori sedang atau cukup baik. Sedangkan persepsi petani terhadap tingkat kemudahan mendapatkan benih, harga benih, tingkat kesesuaian benih, dan kualitas produksi hasil benih padi varietas unggul tergolong pada kategori rendah atau kurang baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum petani mengetahui dan memahami usahatani padi dengan varietas unggul namun oleh karena faktor-faktor lain dimana terdapat beberapa hal yang menjadi kendala maka persepsi petani terhadap benih padi unggul cenderung kurang baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani dalam penggunaan benih padi varietas unggul, dengan nilai range . artinya tergolong Pertukaran informasi antar petani ternyata menjadi faktor yang penting dalam penerapan inovasi di bidang pertanian. Tingkat persepsi dalam penggunaan benih padi varietas unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor berada pada kategori rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara umum petani menyatakan bahwa tersedianya benih padi unggul dan memahami penggunaan benih padi unggul, namun oleh karena masih terdapat beberapa hal yang menjadi kendala maka persepsi petani terhadap benih padi unggul cenderung kurang baik. Sementara persepsi negatif yang ditunjukkan pada tabel diatas yaitu karena persepsi petani cenderung menolak penggunaan varietas tersebut, karena adanya kriteria yang tidak mampu dipenuhi dan ketidaksesuaian dengan harapan petani, antara lain Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara benih padi unggul tersebut tidak memberikan produksi yang signifikan. Selain itu pula keputusan petani memilih juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal petani antara lain kesulitan memperoleh benih dan keterbatasan petani dalam mengakses produsen benih. Persepsi petani terhadap ketersediaan benih padi unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor berada pada kategori sedang . Tersedianya benih padi unggul menjadi suatu indikator yang positif dalam perspektif petani. Petani menganggap bahwa dari sisi persediaan benih padi unggul bukanlah suatu Namun sikap petani terhadap tingkat kemudahan mendapatkan benih unggul berada pada kategori rendah dengan nilai skor 1,38. Sebagian besar petani menganggap bahwa benih padi unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor masih sulit untuk didapatkan. Selanjutnya, mengenai persepsi petani terhadap tingkat harga benih padi unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor berada pada kategori rendah. Hal ini karena sebagian besar harga benih padi unggul cenderung tinggi dan tidak berbanding lurus dengan produksi yang didapatkan. Sementara untuk persepsi petani terhadap tingkat kerumitan penggunaan benih padi unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor cenderung baik. Sebagian besar petani padi sudah mengetahui dan memahami mengenai cara penggunaan benih padi unggul. Petani tidak menganggap penggunaan benih padi unggul tergolong rumit dengan dapat didukung data dari responden senilai 1,75 atau kategori sedang. Namun sikap petani padi terhadap tingkat kesesuaian benih padi unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor berdasarkan Tabel 4. dapat dilihat bahwa skor 1,43 atau kategori rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat setuju bahwa benih padi unggul kurang sesuai dengan kondisi dan karakteristik lahan setempat. Selanjutnya persepsi petani terhadap hasil produksi panen benih padi unggul padi berada pada kategori rendah dengan skor 1,49. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden setuju bahwa benih padi unggul tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi padi. Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Yang Menggunakan Benih Padi Varietas Unggul Dan Varietas Non-Unggul Biaya- Biaya Usahatani Biaya operasional dalam penelitian ini adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non-unggul, baik yang mempengaruhi secara langsung kegiatan proses produksi . iaya variabe. maupun yang tidak mempengaruhi secara langsung kegiatan proses produksi . iaya teta. Biaya Tetap Biaya tetap yaitu biaya yang harus dikeluarkan oleh para petani yang penggunaannya tidak habis dalam satu masa satu kali produksi. Biaya tetap produksi petani untuk menggunakan benih padi di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Biaya Tetap padi di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor Nilai Penyusutan (R. Jenis Biaya Tetap Benih Lokal Benih Unggul Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara Cangkul Sabit Sprayer Jumlah Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2022. Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa biaya tetap yang harus dikeluarkan petani ada 3 komponen. Nilai biaya tetap yang dikeluarkan petani untuk menggunakan benih padi unggul adalah sebesar Rp. 889, sedangkan biaya tetap yang harus dikeluarkan oleh petani untuk menggunakan benih padi non unggul adalah sebesar Rp. Biaya Variabel Biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh besarnya produksi, misalnya sarana produksi dan tenaga kerja luar keluarga (Soekartawi. Nilai biaya variabel yang dikeluarkan petani untuk menggunakan benih padi unggul adalah sebesar Rp. 894, sedangkan biaya variabel yang harus dikeluarkan oleh petani untuk menggunakan benih padi non unggul adalah sebesar Rp. Biaya variabel usahatani padi di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Biaya Variabel usahatani padi di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor Nilai (R. No Jenis Biaya Variabel Benih Lokal Benih Unggul Benih Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk NPK Pupuk Kandang Pestisida Insektisida Jumlah Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2022. Biaya Total Produksi Biaya produksi adalah nilai dari semua faktor-faktor produksi yang digunakan, baik bentuk benda ataupun jasa selama proses produksi berlangsung. Biaya total yang dikeluarkan petani dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. Biaya Total Petani di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor Nilai (R. Jenis Biaya Benih Lokal Benih Unggul Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara Biaya Tetap Biaya Variabel Jumlah Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2022. Tabel 4. menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan petani untuk menggunakan benih padi unggul adalah sebesar Rp. 750, sedangkan total biaya yang harus dikeluarkan oleh petani untuk menggunakan benih padi non unggul adalah sebesar Rp. Analisis Penerimaan Analisis penerimaan adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Adapun penerimaan yang diterima petani padi di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5. Penerimaan Petani Padi di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor Jumlah Penerimaan Uraian Benih Lokal Benih Unggul Produksi (Kg/H. Harga (Rp/K. Penerimaan (R. Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2022. Tabel 5. menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani padi unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor yaitu sebesar Rp. Penerimaan yang diterima oleh petani padi lokal di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor yaitu sebesar Rp 20. Analisis Pendapatan Analisis pendapatan yaitu analisis yang dilakukan untuk memperoleh nilai pendapatan, pendapatan adalah selisish antara penerimaan dan seluruh biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi (Soekartawi, 2. Pendapatan bersih petani padi di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 6. Analisis Pendapatan Petani Padi di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor Pendapatan Benih Lokal Benih Unggul Penerimaan (Rp Total Biaya (R. Rata-rata Pendapatan (R. Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2022. Jadi total pendapatan bersih petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul rata-rata pendapatannya yaitu sebesar Rp. 650 per hektar dan petani padi yang menggunakan benih padi varietas non unggul rata-rata pendapatannya sebesar Rp 11. 994 per hektar. Selanjutnya dilakukan analisis Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara paired t test. Hasil olah data terhadap statistik deskriptif rata-rata dan standart deviasi dari petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non-unggul. Tabel 7. Perbandingan Pendapatan Petani Padi Yang Menggunakan Benih Padi Varietas Unggul Dan Varietas Non-Unggul Paired Differences Mean Std. Deviation Lokal -11788857 Unggul Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2022 Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -1,688E7 Sig. -6698012 -5,340 Hasil olahan data menggunakan SPSS pada Tabel 8. dengan menggunakan taraf signifikansi 5% ( = 0. , terlihat bahwa nilai signifikansi 0,001. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pendapatan petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non-unggul. Hasil olah data secara statistik sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan dimana ada perbedaan nyata antara pendapatan petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dengan varietas non-unggul rata-rata sebesar Rp 11. Biaya produksi yang dikeluarkan untuk melakukan usahatani dengan benih lokal lebih besar apabila dibandingkan dengan usahatani padi unggul. Hal ini dikarenakan benih unggul didapat dari subsidi pemerintah. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Idham, 2013 bahwa benih unggul merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tinggi rendahnya produksi karena penggunaan benih unggul bermutu dapat menaikkan daya hasil 15 % dibandingkan dengan penggunaan benih yang tidak bermutu. Hal ini yang akan berdampak terhadap tingkat pendapatan petani. Kelebihan lainnya ialah pemakaian jumlah benih per satuan luas areal tanaman lebih hemat dari 30-50 kg per hektar menjadi 20-25 kg per hektar, pertumbuhan tanaman dan tingkat kemasakan lebih merata serta seragam dan panen bisa dilakukan sekaligus, rendemen beras tinggi dan mutu beras Peningkatan produksi pertanian dapat ditunjang dengan penggunaan benih yang baik. Benih baik dan unggul dapat dilihat dengan adanya sertifikat pada benih Benih bersertifikat merupakan benih yang mempunyai kualitas baik karena telah teruji. Penggunaan benih unggul mempunyai kelebihan di antaranya yaitu keturunan benih diketahui, mutu benih terjamin dan kemurnian genetik diketahui, pertumbuhan benih seragam, menghasilkan bibit yang sehat dengan akar banyak, ketika tanaman dipindah tumbuh lebih cepat dan tegak, masak dan panen serempak serta memiliki produktivitas tinggi sehingga meningkatkan pendapatan petani (Kushartanti, 2. Walaupun penggunaan benih unggul memiliki banyak keunggulan namun belum semua petani mau menggunakan benih unggul dalam usahatani mereka. Hal ini diduga dikarenakan beberapa hal di antaranya adalah tingkat kemudahan dalam mendapatkan benih padi unggul, kesesuaian benih padi unggul dengan lahan yang dimiliki. Selain itu juga diduga karena kurangnya pemahaman petani dalam memperoleh benih tersebut. Hal lain yang membuat petani masih kurang dalam mengadopsi benih unggul yaitu kebiasaan masyarakat Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 ,001 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara Dimana saat pada saat penentuan masa tanam, petani dan tokoh setempat akan berunding dan mendiskusikan tentang jadwal tanam dan faktor produksi seperti benih dan pupuk yang digunakan. Petani biasanya mengikuti saran dari tokoh yang berpengaruh. Akibatnya petani mengikuti kebiasaan walaupun tidak sesuai dengan anjuran pemerintah setempat maupun pihak yang terkait. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan sebagai berikut : Persepsi petani terhadap penggunaan benih padi unggul secara keseluruhan di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor yang tergolong kurang baik. Dalam hal ketersediaan benih, dan kerumitan penggunaan benih cukup baik. Sedangkan persepsi petani terhadap tingkat kemudahan mendapatkan benih, harga benih, tingkat kesesuaian benih, dan kualitas produksi hasil benih padi varietas unggul tergolong pada kategori rendah atau kurang baik. Terdapat perbedaan pendapatan petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul dan varietas non-unggul di Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogor. Pendapatan bersih petani padi yang menggunakan benih padi varietas unggul rata-rata pendapatannya yaitu sebesar Rp. 338 per hektar dan petani padi yang menggunakan benih padi varietas non unggul rata-rata pendapatannya sebesar Rp 11. 994 per hektar. SARAN Dengan demikian maka dirasankan perlu adanya kegiatan penyuluhan yang lebih efektif meliputi tema penyuluhan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan petani, penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani agar tingkat pemahaman petani lebih baik, adanya upaya memperbanyak penangkar benih padi unggul dan disertai dengan penyediaan lahan untuk kegiatan pelatihan penangkar benih padi unggul untuk menjamin ketersediaan benih padi unggul dalam memenuhi kebutuhan petani saat musim tanam. Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Analisis Keputusan Petani Dalam Memilih Varietas Padi Benih Unggul (Kasus Kecamatan Pamijahan. Kabupaten Bogo. Wardi Saleh. Yuan Dirgantara DAFTAR PUSTAKA