Tahun . Vol. Nomor . Bulan (Novembe. Halaman . https://doi. org/10. 53544/sapa/x. Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi Selama Covid-19 Di Stasi Santo Petrus Sumberejo paroki Santa Maria Blitar Angelika Bule Tawa1* Lusia Leto Belalawe2 1,2Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan IPI. Malang. Indonesia Abstrak Penulis koresponden Nama : Angelika Bule Tawa Surel : angelnuga93@gmail. ManuscriptAos History Submit : Juli 2021 Revisi : Agustus 2021 Diterima : Oktober 2021 Terbit : November 2021 Kata-kata kunci: Kata kunci 1 Pandemi Covid-19 Kata kunci 2 Partisipasi Umat Kata kunci 3 Tugas Liturgi Copyright A 2021 STP- IPI Malang Dalam dokumen SC Art 29 dikatakan bahwa para pelayan misa hendaknya menunaikan tugas dengan saleh, tulus dan saksama, sebagaimana layak untuk pelayanan seluhur itu, dan sesudah semetinya dituntut dari mereka oleh umat Allah. Maka perlulah mereka secara mendalam diresapi semangat liturgi, dan dibina untuk membawakan peran mereka dengan tepat. Momen isolasi sosial untuk menghadapi pandemi Covid-19 telah mengubah banyak aspek dalam kehidupan bergereja yaitu perayaan Ekaristi, pelayanan, dan teologi. Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dalam penelitian ini untuk mengetahui partisipasi umat sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19 di Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, populasi penelitian adalah 93 jiwa dan sampel 30 responden sebagai petugas liturgi. Metode pengumpulan data menggunakan angket sedangkan metode pengolahan data dengan menggunakan F Prosen dan Scoring. Berdasarkan hasil pengolahan data keseluruhan dengan dengan nilai scoring diperoleh hasil 2,59 artinya partisipasi umat sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19 di Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar Paroki Santa Maria Blitar dilaksanakan dengan baik. Abstract Corresponding Author Name : Angelika Bule Tawa E-mail : angelnuga93@gmail. ManuscriptAos History Submit : July 2021 Revision : August 2021 Accepted : October 2021 Published : November 2021 Keywords: Keyword 1 Community Participation Keyword 2 Liturgical Task Keyword 3 Pandemic Covid-19 Copyright A 2021 STP- IPI Malang In the document SC Art 29 it is said that the ministers of the Mass should perform their duties piously, sincerely and thoroughly, as is worthy of that solemn service, and after the semeti is required of them by the people of God. It is necessary, then, that they be deeply infused with the spirit of the liturgy, and nurtured to perform their role appropriately. The moment of social isolation to deal with the Covid-19 pandemic has changed many aspects of church life, namely the celebration of the Eucharist, service, and theology. The purpose to be achieved by the author in this study is to determine the participation of people as liturgical officers during the Covid-19 pandemic at Stasi St. Petrus Sumberejo Blitar. This research is a quantitative study, the study population is 93 people and a sample of 30 respondents as liturgical officers. The data collection method uses questionnaires while the data processing method uses F Prosen and Scoring. Based on the results of the overall data processing with a scoring value, a result of 2. 59 was obtained, meaning that the participation of people as liturgical officers during the Covid-19 pandemic at Stasi St. Petrus Sumberejo Blitar. Santa Maria Parish. Blitar was carried out properly. https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi Latar Belakang Liturgi Gereja adalah pelaksanaan karya penyelamatan Allah pada umat-Nya melalui Yesus Kristus. Dalam ibadat Kristiani umat mendengar dan meresapkan dulu kabar gembira tentang karya keselamatan Allah, khususnya tentang putra-Nya Yesus. baru kemudian kita menjawab dengan iman, syukur dan permohonan Prier. Karl Edmund . Dengan iman dan permohonan umat Allah menanggapi panggilan Allah dengan mengikuti upacara liturgi. Upacara-upacara liturgi bukanlah tindakan perorangan melainkan kegiatan Gerejani sebagai sakramen kesatuan, yakni umat yang terdiri dari imam dan awam. AuBunda Gereja sangat menginginkan supaya semua orang beriman dibimbing kearah keikutsertaan yang sepenuhnya, sadar dan aktif dalam perayaan liturgi. Keikutsertaan seperti itu dituntut oleh hakikat liturgi sendiri dan berdasarkan baptis merupakan hak serta kewajiban umat kristiani sebagai bangsa terpilih, imamat rajawi, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri Prier. Karl Edmund . Suatu jemaat Kristiani tidak hanya hidupdari inisiatif dan kegiatan petugas utama . astor, diakon, katekis ds. tetapi kerja sama semua anggota umat yang mendapat mandat dalam pembaptisan dan krisma Prier. Karl Edmund, & Widyana. Paul . Oleh karena itu semua umat dituntut untuk terus mewartakan kasih kepada sesama. Dalam mengikuti perayaan Ekaristi maupun Ibadat Sabda harus membutuhkan keterlibatan seluruh umat, secara aktif dan mengikuti secara sungguh-sungguh, secara sakral, bukan dijadikan sebagai suatu tontonan. Melainkan mereka diundang berpartisipasi terlibat aktif dalam liturgi. Semua yang telah dipermandikan diundang ambil bagian secara aktif dalam perayaan Ekaristi ini. Entah sebagai umat biasa maupunsebagai petugas liturgi, semua yang hadir dalam perayaan liturgi diajak berpartisipasi. Partisipasi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah perihal turut berperan serta dalam suatu kegiatan. Partisipasi sebenarnya berasal dari bahasa inggris yaitu dari kata participation yang dapat diartikan suatu kegiatan untuk membangkitkan perasaan dan diikutsertakan atau ambil bagian dalam kegiatan suatu organisasi. Umat adalah para penganut . emeluk, pengiku. suatu agama Agnes Jajar Anur umastuti . Umat merupakan anggota Gereja yang memiliki peran penting dalam perkembangan Gereja. Gereja didirikan untuk memperluas kerajaan Allah diseluruh dunia demi kemuliaan Allah Bapa, supaya semua orang menerima buah dari penebusan yang mengelamatkan dan supaya mereka benar-benar terarah pada Kristus. Agnes Jajar Anur umastuti . Dapat disimpulkan bahwa partisipasi umat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh umat beriman sebagai bentuk tanggung jawab terhadap Sang Pencipta. Semua umat harus turut mengambil bagian dalam tugas-tugas liturgi di Gereja, bukan saja kaum tertahbis, atau mereka yang memiliki peranan khusus dalam gereja melankan semua orang, dituntun untuk melayani Tuhan dan berpartisipasi secara aktif untuk melayani Tuhan khususnya sebagai petugas liturgi menjalankan tugas-tugasnya dengan baik misalnya sebagai lektor, pemazmur, paduan suara atau koor, pembaca doa umat, komentator, misdinar, tata tertib dan pemimpin ibadat sabda. Dalam dokumen gereja Sacrosantum Concilium Art. 29Ay juga para pelayan misa . utera alta. , para lektor, para komentator dan para anggota paduan suara https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi benar-benar menjalankan pelayanan liturgis. Maka hendaknya mereka menunaikan tugas dengan saleh, tulus dan saksama, sebagaimana layak untuk pelayanan seluhur itu, dan sesudah semetinya dituntut dari mereka oleh umat Allah. Maka perlulah mereka secara mendalam diresapi semangat liturgi, masing-masing sekedar kemampuannya, dan dibina untuk membawakan peran mereka dengan tepat dan rapiAy Hardawiryana. R, . Pelayanan dalam liturgi hendaknya dipersiapkan dengan matang agar pelayanan yang diberikan atau dilakukan bukan karena keterpaksaan tugas tetapi dilakukan dengan hati dan niat yang sungguh-sunguh ingin melayani Tuhan sebagai sang penyelamat. Sekarang dimasa pandemi Covid-19 umat diminta untuk tetap mengambil bagian dalam tugas-tugas liturgis, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku dan tetap mengikuti himbauan pemerintah dan keuskupan. Sehingga, pelayanan tetap dilakukan tanpa mengesampingkan himbauan yang telah diberikan. Berdasarkan Surat edaran ketentuan pastoral . keuskupan Surabaya dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 Para Romo. Suster. Bruder. Frater. Katekis, dan seluruh Umat Allah di Keuskupan Surabaya yang terkasih, sudah kurang lebih tiga bulan kita merayakan ekaristi dengan cara live streaming. Hal ini dilakukan karena situasi darurat Pandemi Covid-19. Mempertimbangkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Republik Indonesia No. 15 Tahun 2020, tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid19 di Masa Pandemi, tertanggal 29 Mei 2020, serta mendengarkan masukan dari Forum Vikep dan para imam, dengan gembira hati saya menyatakan bahwa kita akan memulai proses untuk Aumembuka kembaliAy gereja-gereja kita dalamsemangat doa, sekaligus dengan penuh kehati-hatian dan kesabaran. Sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa memang ada kemajuan telah kita capai untuk mengatasi wabah ini, tetapi masa pandemi belum berakhir dan kita berkewajiban untuk terus bekerja sama satu sama lain untuk melakukan apa yang bisa kita lalukan untuk memastikan keselamatan diri kita sendiri dan orang lain dan untuk mencegah merebaknya kembali wabah ini. Paroki Roh Kudus Surabaya DPH . Atas kebijakan dari pemerintah dan juga surat Edaran dari Keuskupan Surabaya untuk membuka tempat peribadatan maka umat Stasi Santo Petrus Sumberejo diperbolehkan melaksanakan kegiatan peribadatan di pandemi Covid-19 ini. Corona virus Disease 2019 (Covid-. adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab Covid-19 ini dinamakan SarsCoV-2. Virus corona adalah zoonosis . itularkan antara hewan dan manusi. Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan Covid-19 ini masih belum diketahui. Berdasarkan bukti ilmiah. Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin . Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19 termasuk yang merawat pasien Covid-19 (Kemenkes RI, 2. Umat Stasi Santo Petrus Sumberejo merayakan Ekaristi dua kali dalam sebulan yaitu pada minggu pertama dan minggu ketiga, yaitu pukul 07. 00 WIB. Sementara ibadat tanpa imam dilaksanakan pada minggu kedua dan keempat pada hari sabtu pukul 18. 30 WIB dipimpin oleh asisten iman atau umat biasa. Penulis melalukan penelitan mulai bulan Maret 2020 sampai akhir Mei 2021. Perayaan liturgi menjadi lebih agung bila dirayakan dengan https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi nyanyian dimana berbagai tingkat petugas menunaikan tugas pelayanannya, dan umat berpartisipasi di dalamnya. Sungguh, lewat bentuk ini doa diungkapkan secara lebih menarik dan misteri liturgi, yang sadar hakikatnya bersifat hierarkis dan jemaat, dinyatakan secara lebih jelas. kesatuan hati lebih mudah dibangkitkan ke arah hal-hal surgawi berkat kerinduan upacara kudus, dan seluruh perayaan dengan lebih jelas memperlambangkan liturgi surgawi yang dilaksanakan di kota suci Yerusalem baru. Oleh karena itu, para gembala jiwa hendaknya berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan perayaan seperti itu Kosasi. Ambrosius Andi . Gereja menyapa umat di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih merajalela. Momen isolasi sosial telah mengubah banyak aspek dalam kehidupan bergereja. Untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini. Gereja perlu belajar dari sejarah salah satunya, yaitu sejarah umat Tuhan pasca pembuangan dari Babel. Selain itu, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi Gereja sebagai akibat dari pandemi Covid-19 yaitu dalam aspek perayaan Ekaristi, pelayanan, dan teologi. Demi mendukung penanganan Covid-19. Gereja mengemukakan beberapa imbauan untuk mendukung kerja pemerintah Surjani Wonorahardjo . Oleh sebab itu, walaupun dalam situasi masa pandemi Covid-19, umat terus melayani, tetapi dengan memperhatikan protokol yang berlaku guna mengurangi penyebaran Covid-19. Maka dari itu Gereja dengan susah payah berusaha, jangan sampai umat beriman menghadiri misteri iman itu sebagai orang luar atau penonton yang bisu, melainkan supaya melalui upacara dan doa-doa memahami misteri itu dengan baik, dan ikut serta penuh khidmat dan secara aktif Kosasi. Ambrosius Andi. Partisipasi ini pertamatama hendaklah partisipasi batiniah, dalam arti bahwa umat beriman memadukan hati serta budi dengan apa yang bereka ucapkan atau mereka dengar, dan bekerja sama dengan rahmat Di lain pihak partisipasi harus juga nyata secara lahir, artinya: partisipasi batiniah itu diungkapkan lewat gerak-gerak dan sikap badan, lewat aklamasi, jawaban dan nyanyian Kosasi. Ambrosius Andi . Realitas yang terjadi berdasarkan wawancara penulis kepada ketua Stasi, pengurus serta umat Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar bahwa dengan adanya pandemic Covid-19 seperi ini umat takut, bimbang, datang ke gereja, dan sebelum pandemi Covid-19, di Stasi Santo Petrus Sumberejo sudah ada pembagian tugas liturgi yang jelas, dan semua petugas liturgi yang diberikan tugas menjalankan tugasnya. dengan perjalanan waktu adanya pandemi Covid-19 ini, jadwal yang sudah tersusun tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Karena ada umat atau petugas liturgi, yang baru pulang dari luar kota, sehingga ia harus menjalanakan proses karantina selama 2 minggu, oleh sebab petugas liturgi yang sudah tersusun terhambat dan jadwal petugas liturgi tidak tersusun dengan baik, dan yang sering bertugas orang yang Oleh sebab itu berdasarkan realitas yang terjadi penulis ingin melihat sejauh mana partisipasi umat sebagai petugas liturgi di masa pandemi Covid-19 di Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar. Sehingga hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti di Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar. https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penenlitian ini adalah penelitian kuantitatif karena telah memiliki kejelasan unsur yaitu: tujuan, pendekatan, sumber data dan subyek, selain itu karena data penelitian kuantitatif ini berupa angka-angka dan analisis mengunakan statistic (Sugiyono. Berdasarkan tujuan penelitiannya, maka penelitian ini termasuk penelitian deskriptif karena peneliti ingin menemukan informasi sebanyak-banyaknya dari suatu fenomena tertentu dan penelitian ini juga dapat bekerja pada satu jenis variable (Sugiyono. Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari benda yang nyata, abstrak, peristiwa ataupun gejala yang merupakan sumber data dan memiliki karakter tertentu dan sama. Berdasarkan pengertian tersebut, yang dimaksud dengan populasi dalam penelitian ini ialah Populasi dalam penelitian ini adalah Partisipasi umat sebagai petugas Liturgi selama Masa Pandemi Covid-19 di Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar yang Berjumlah 93 jiwa. Hasil dan Pembahasan Partisipasi Partisipasi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah perihal turut berperan serta dalam suatu kegiatan. peran serta. Oleh sebab itu umat beriman yang merayakan misa atau ibadat merupakan umat kudus, umat yang dipilih Allah oleh sebab itu maksud peneliti di sini ialah partisipasi umat sebagai petugas liturgi yang turut serta mengambil bagian dalam tugas liturgi. Partisipasi dapat diartikan suatu kegiatan untuk membangkitkan perasaan dan diikutsertakan atau ambil bagian dalam kegiatan suatu Partisipasi adalah keikutsertaan seluruh anggota masyarakat dalam seluruh kegiatan pembangunan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pemanfaatan hasil tanpa berarti mengorbankan diri sendiri Wahyu . Partisipasi tergantung pengertian bahwa seorang biasa terlihat berpartisipasi sesuai dengan relevansinya, misalnya keahlian, kepentingan, ataupun tingkat kemampuannya. Atau dengan kata lain, seorang dapat berpartisipasi secara parsial, dalam pengertian hanyaa terlibat dalam salah satu atau beberapa aktifitas saja atau partisipasi secara prososial, dengan pengertian dapat terlibat dalam semua fase dari awal hingga akhir dari aktifitas dimaksudkan Riwu Kaho. Josef . Partisipasi menurut Suryosubroto, mendefinisikan beberapa syarat mencapai partisipasi yaitu: tersedianya waktu untuk berpartisipasi, orang yang berpartisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, adanya komunikasi dalam berpartisipasi, tersedia biaya yang cukup, tidak merugikan pihak lain dan keterikatan dengan tujuan yang akan dicapai Suryosubroto. B . Oleh sebab itu partisipasi yang dimaksud peneliti disini adalah bersedia untuk menyumbangkan waktu, tenaga serta pikiran untuk berpartisipasi, memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam bertugas sebagai petugas liturgi, baik dalam perayaan Ekaristi maupun ibadat sabda meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19. Memiliki kesadaran iman akan tanggung jawab dalam bertugas sebagai petugas liturgi di https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi gereja baik dalam perayaan Ekaristi maupun ibadat sabda. Pendapat Suryono partisipasi merupakan ikut sertanya masyarakat dalam pembangunan, ikut dalam kegiatan pembangunan dan ikut memanfaatkan dan menikmati hasil-hasil pembangunan Suryono. Agus . Menurut Slamet partisipasi masyarakat dalam pembangunan diartikan sebagai ikut sertanya masyarakat dalam pembangunan, ikut dalam kegiatan pembangunan dan ikut serta memanfaatkan dan ikut menikmati hasil-hasil pembangunan Slamet. M . Hetifah berpendapat. AuPartisipasi sebagai keterlibatan orang secara sukarela tanpa tekanan dan jauh dari pemerintah kepentingan eksternal Handayani. Suci . Menurut Histiraludin AuPartisipasi lebih pada alat sehingga dimaknai partisipasi sebagai keterlibatan masyarakat secara aktif dalam keseluruhan proses kegiatan, sebagai media penumbuhan kohesifitas antar masyarakat, masyarakat dengan pemerintah juga menggalang tumbuhnya rasa memiliki dan tanggung jawab pada program yang dilakukan Handayani. Suci . Maka partisipasi yang dimaksud dalam penelitian adalah keikutsertaan atau ambil bagian dalam pembinaan hingga pelaksanaan serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam bertugas sebagai petugas liturgi, baik dalam perayaan Ekaristi maupun ibadat sabda meskipun masih dalam masa pandemic Covid-19 dan Memiliki kesadaran iman akan tanggung jawab dalam bertugas sebagai petugas liturgi di gereja baik dalam perayaan Ekaristi maupun ibadat sabda. Bersedia untuk melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Khususnya diberikan tugas sebagai petugas liturgi. Partisipasi umat dalam tugas liturgi Dasar teologis Sacrosantum concilium Art. 28 Aupada perayaan-perayaan liturgi setiap anggota, entah pelayan entah umat, hendaknya dalam menunaikan tugas hanya menjalankan,dan melakukan seutuhnya, apa yang menjadi perannya menurut hakekat perayaan serta-kaidah liturgiAy. Art. 29 Ayjuga para pelayan misa . utera alta. , para lektor, para komentator dan para anggota paduan suara benar-benar menjalankan pelayanan liturgis. Maka hendaknya mereka menunaikan tugas dengan saleh, tulus dan saksama, sebagaimana layak untuk pelayanan seluhur itu, dan sesudah semetinya dituntut dari mereka oleh umat Allah. Umat beriman yang melaksanakan misa atau ibadat baik itu seorang pemimpin, ataupun umat hendaknya menjalankan tugas yang diberikan dengan sungguh-sungguh dan dituntut untuk ikut terlibat di dalamnya, oleh sebab itu semua umat berkat pembaptisan mereka diberi tugas untuk mewartakan kabar gembira kepada semua orang dengan perkataan dan perbuatan salah satunya ialah menjalankan tugas yang dipercayakan dan menjalankan dengan penuh serius dan sungguh-sungguh, dan sangat dibutuhkan perperan aktif di dalam tugas liturgi Konsili Vatikan II Menekankan Aupartisipasi aktif, penuh, dan berbuah dari seluruh umat Allah dalam perayaan Ekaristi V. Kartosiswoyo . Artinya bahwa elemen perayan Ekaristi dan ibadat sabda berlangsung keikutsertaan dan keterlibatan secara sadar dan aktif dari umat ditunjukan dari awal perayaan sampai berakhirnya perayaan. Dengan menjalankan tugas yang dipercayakan dengan penuh serius dan tanggung jawab. Konsili Vatikan II juga mendorong umat beriman untuk turut mengambil bagian dalam perayaan ekaristi, https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi keikutsertaan umat dalam perayaan menunjukan bahwa umat bukanlah sebagai orang asing atau penonton bisu V. Kartosiswoyo . Artinya dalam perayaan Ekaristi maupun perayaan ibadat sabda umat turut dan mengambil bagian serta menjalankan dengan baik bukan sebagai penonton yang bisu melainkan mengikutinya dengan sungguh-sungguh serta diresapi dengan sabda Allah. AuGereja dengan susah payah berusaha, jangan sampai umat beriman menghadiri misteri iman itu sebagai orang luar atau penonton yang bisu, melainkan supaya melalui upacara dan doa-doa mereka memahami misteri itu dengan baik dan ikut serta dengan penuh khidmat dan aktif. Hendaknya mereka rela diajar oleh sabda Allah, disegarkan oleh santapan Tubuh Tuhan dan bersyukur kepada Allah. Hendaknya sambil mempersembahkan Hosti yang tak bernoda, bukan saja melalui tangan imam melainkan juga bersama dengannya, mereka belajar mempersembahkan diri. Ay Alfred Mcbride . Oleh sebab itu dalam perayaan ekaristi atau ibadat sabda, umat untuk umat ambil bagian perpartisipasi secara aktif berkat sakramen baptis kita sudah di satukan dengan kristus, berarti turut mengambil bagian dan perperan secara aktif. Lektor Persyaratan yang paling mendasar menjadi lektor ialah memahmi teks kitab suci yang akan dibacakan. Kalau dia tidak mengerti apa yang dibacakan, bagaimana dia bisa membuat orang lain mengerti? Seorang lektor yang baik memiliki pergaulan dengan kitab suci membacakan adalah suatu tugas yang tidak kecil tuntutannya dan tak seorang pundilahirkan untuk membacakan dengan baik. Membaca dengan baik tidak tergantung pada tahbisan, jabatan, kedudukan sosial ataupun lainnya. Membaca dengan baik adalah soal perisiapan, memahmi seni membaca, dan soal iman (Pareira. Berthold Anton 2. Seorang lektor harus membacakan dalam iman dan mengimani apa yang dibacakan hanya apabila dia beriman dia dapat berkata kepada jemaat bahwa Yesus adalah Tuhan. Iman itu terdengar dari Kita seperti bisa merasakan sentuhan imannya dengan bacaannya. Kita mendengar hubungan imannya dengan bacaannya. Dia akrab dengan bacaannya atau telah hidup di Lektor yang baik akan berdoa lebih dahulu sebelum mempersiapkan bacaannya. Lektor adalah seorang yang bertugas membaca sabda Allah, khususnya membaca bacaan yang berasal dari perjanjian lama dan epistola . urat para rasul dari perjanjian bar. Marsana windhu . Lektor merupakan juru bicara Allah. Lektor adalah petugas liturgi yang penting dalam suatu perayaan liturgi. Lektor merupakan tugas sakral bila Alkitab dibacakan dalam perayaan liturgi Gereja. Allah sendiri bersabda kepada umat-Nya. dan Kristus sendiri mewartakan kabar Gembira, sebab Ia hadir dalam sabda itu. Oleh karena keluhuran Tugasnya ini, maka lektor perlu melakukan tugasnya dengan baik. Untuk itu seorang lektor membutukan persiapan diri sepantasnya. Lektor adalah Aujuru bicara AllahAy Karena itu persiapan batin dan berdoa sebelum bertugas adalah suatu keharusan bagi lektor agar mereka dapat mewartakan sabda Tuhan kepada umat beriman dengan baik Krismiyanto. Alf. , . Lektor membacakan kitab suci Lektor membaca bersuara, pada langkah ini kita ucapkan huruf atau kata yang kita baca dengan suara atau ucapan. tujuan menyuaran huruf/kata ialah: Meneliti ketepatan ucapan suara/mulut kita atau huruf atau tulisan yang kita baca, benar atau keliru. Melancar-trampilkan . ayah,Jw. ) pengucapan dan pelafalan kata-kata, atas ejaan https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi . bahasa asing . ika ad. Mengatur intensitas . atau kelantangan suara kita. Mencermati kejelasan artikulasi upacan . orrect pronunciation of syllable. dan pengejaan. Mencermati kualitas mfasis atau makna kata-kata atau karakter kata. Perkara pengungkapkan makna sebuah kata sangat bergantung kepada pengucapan kata. Pengucapan kata sangat bergantung pula pada artikulasi, artikulasi itu sendiri menerjemahkan proyeksi dan produksi suara yang mencul di tenggorokan kita sebagai hasil suatu proses pernapasan kitaVictor Roesdianto . Pemazmur Tugas pemazmur ialah menggerakan dan membimbing umat untuk menjawab firman Allah dan bernyanyi bersama. Tugas ini berasal dari perayaan itu sendiri atau dari tata Pemazmur dalam fungsinya ini menjadi pemimpin bernyanyi bersama-sama, pemimpin doa. Dia harus membuat umat mengambil bagian dalam menyanyikan mazmur dengan segenap hati dan dengan segenap akal budi. Lalu bagaimana seorang pemazmur harus menyiapkan diri? Pertama, tentunya dia harus memahami mazmur. Bernyanyi tanpa mengerti apa yang dinyanyikan sama dengan bernyanyi seperti burung beo. Orang yang tidak mengerti apa yang dinyanyikannya menghasilkan musik yang benar-benar rendah Dia tidak hanya mengerti isi dan nada mazmur yang bersangkutan, tetapi juga harus tahu isi bacaan pertama dan juga mengerti Injil. Hendaknya dengan cara itu dia tahu apa yang dinyanykan dan bagaimana harus menyanyikannya. Kalau seorang pemazmur tahu akan hal itu, dia bernyanyi dengan lebih bersemangat, bertenaga dan punya roh. Dia memiliki hubungan batin dengan apa yang dikatakan dalam bacaan pertama dan dengan injil. Dia bernyanyi dengan penghayatan. Kemudian pemazmur membaca dan mendalami bacaan pertama dengan tenang dalam sikap doa. Dia harus memahami bacaan ini dengan cukup baik dan mengetahuinya di luar kepala. Teks ini berbicara tentang hal apa? Bagaimana dia menyampaikan apa yang mau disampaikan? Apa yang dikatakan Allah? Bila pemazmur mengerti bacaan pertama dan injil dia tahu untuk apa dan karena apa dia bernyanyi. Dapat dilihat dari uraian ini bahwa sebagai pemazmur anda punya tugas yang berat persiapan nyanyian mazmur tidak dapat dipisahkan dari persiapan yang menyangkut injil dan bacaan pertama Menjadi pemazmur dengan demikian menjadi suatu sekolah ke hidup dari sabda Alah minggu demi minggu. Persiapan tidak kurang beratnya daripada persiapan seorang pastor untuk menyampaikan homili (Pareira. Berthold Anton 2. Paduan suara/kor Kor atau paduan suara adalah orang-orang yang diserahi tugas untuk menyampaikan lagu-lagu selama Ekaristi atau kegiatan liturgi berlangsung. Dulu, koor menggantikan peran umat, tetapi kini justru peranan kor jangan sampai menggantikan peran umat untuk Umatlah yang bernyanyi, korlah yang menjadi penguatnya. Marsana windhu . Meski partisipasi umat dalam nyanyian berulang-ulang kali ditegaskan dalam dokumen Gereja, namun ini tidak bahwa umat selalu harus ambil bagian secara meriah. Terdapat pula suatu partisipasi batiniah. Audalam arti bahwa umat beriman menadukan hati serta budi dengan apa yang merka ucapkan atau mereka dengar dan bekerja sama dengan https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi rahmatsurgawiAy disini termasuk pula mendengar aktif namun secara batiniah dari suatu komposisi yang dibawakan oleh kor saja Prier. Karl Edmund, & Widyana Paul . Peran paduan suara membawakan secara tepat bagian-bagian yang dipercayakan kepadanya. mendorong partisipasi umat untuk bernyanyi. Meningkatkan nilai estetis perayaan liturgi tanpa menggusur peran umat. Kinerja paduan suara Paduan suara hendaknya mengambil tempat yang mudah dilihat umat, untuk ikut perlu memperhatikan penampilan dan penghayatan sesuai untuk ibadat. Paduan suara hendaknya dengan arif mengusahakan keseimbangan akan perlunya nyanyian yang sudah dikenal umat agar umat dapat menyanyi, dan perlunya nyanyian baru untuk variasi dan menambah khazanah nyanyian yang dikenal Paduan suara hendaknya mampu menarik umat untuk menyanyi dengan baik Regio Jawa. Komisi Liturgi Keuskupan. Paduan suara atau koor melaksanakan tugas liturgis tersendiri di tengah umat beriman. Dengan memperhatikan aneka ragam nyanyian, paduan suara harus melaksanakan tugasnya secara tepat untuk menopang partisipasi aktif umat beriman dalam bernyanyi. Tepat sekali kalau ada seorang solis atau seorang dirigen untuk memimpin dan menopang nyanyian jemaat. Kalau tidak ada paduan suara, solislah yang harus memimpin nyanyian-nyanyian, dan jemaat hendaknya ambil bagian sebagaimana mestinya Komisi Liturgi Keuskupan . Misdinar Misdinar sering disebut sebagai putra Altar dan bila misdinar putri maka disebut putri Misdinar bertugas membantu imam agar perayaan liturgi berjalan lancar Komisi Liturgi Keuskupan . Pembinaan kepada para petugas misdinar. Beberapa syarat kinerja semua pemimpin dan petugas liturgi Pendidikan atau pembekalan Pemimpin dan petugas liturgi membutukan pendidikan atau pembekalan yang memadai sesuai dengan masing masing tugasnya. Maka hendaknya seorang yang diserahi tugas tentu dalam perayaan liturgis, dipersiapkan lebih dulu dengan pendidikan atau sekurang-kurangnya pembekalan liturgi yang memadai Marsana windhu . Melayani dengan penuh cinta Tugas yang dipercayakan itu hendaknya kita laksanakan dengan setia. Bertanggung jawab berarti saya menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Konkretnya lagi, saya menyiapkan diri, datang tepat waktu dan di altar berperilaku santun sehingga membantu kekhusukan umat dalam berdoa. Kalaupun berhalangan untuk tugas, saya akan mencari pengganti Marsana windhu . Misdinar sebagai misionaris cilik Kurban. Disini berarti kita rela mengurangi atau mengurbankan sesuatu yang yang menyenangkan bagi kita untuk menolong yang lain atau melayani di Gereja. Kita mengurbankan kesempatan menonton TV karena kita mau berlatih misdinar. Kita mesti bangun pagi-pagi karena bertugas dalam misa harian. Kita rela menggantikan rekan misdinar yang tidak bisa bertugas. Kita mau menjelaskan materi pelajaran yang belum dimengeri teman. Itu beberapa contoh kurban yang bisa kita lakukan untuk kebaikan orang lain F. Gabriel, . Kinerja putra altar Penampilan putra altar yang khidmat dapat membantu umat untuk menghayati perayaan liturgi Hendaknya putra altar menghindari hal-hal yang dapat mengganggu umat, seperti omong-omong, sendau-gurau, sikap dan perilaku sembarangan. Juga putra altar hendaknya dibekali dan dipersiapkan atau mempersembahkan diri untuk dapat melakukan tugasnya sebaik-baiknya. https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi Doa umat Doa umat adalah tanggapan atas bacaan dan renungan sabda Allah tujuan doa ini ialah agar sabda Allah terlaksana dalam Gereja dan dunia. Maka doa umat termasuk unsur pokok dalam ibadat saja Prier. Karl Edmund, & Widyana Paul . Mempersiapkan diri Persiapan Meski perayaan liturgi sudah diatur secara baku dalam buku-buku liturgi, para petugas masih perlu mempersiapkan diri secara memadai, terutama bila ada variasi teks, ritus dan tata gerak yang dapat dilipih. Demikian pula hendaknya giliran tugas liturgi diatur dengan baik, agar tidak terjadi pembagian tugas secara mendadak, sehingga petugas tak sempat mempersiapkan dirinya. Penugasan hendaknya jelas. Misalnya dengan jadwal giliran yang disusun oleh seksi Liturgi. Para petugas hendaknya setia mempersiapkan diri serta melaksanakan tugasnya, dan bila berhalangan, memberitahu pembagi tugas, agar dapat dicarikan penggantinya Komisi Liturgi Keuskupan . Penampilan Umat tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat pembaca. Oleh karena itu kalau pembaca ingin agar pembacaannya disambut dengan baik, haruslah ia menjaga agar sikap, cara berpakaian, gerak-gerik dan seluruh penampilannya dapat diterima dengan baik pula Krismiyanto. Alf. Menghayati Tugas pembawa doa Ada pembagian tugas pembawa doa antara lain: Doa presidental . oa pembukaan, doa persembahan, doa syukur agung, doa sesuda komun. , dipimpin oleh pemimpin perayaan Ekaristi. DoaAedoa lain yang dibawakan oleh pemimpin Doa umat yang dibawakan oleh anggota umat. Kinerja pembawa doa Hendaknya pembawa doa bersikap dan menghayati serta membawakan doa sebaik mungkin sehingga ia tak hanya bertindak atas nama umat, melainkan juga menciptakan suasana doa dan dukungan umat yang berdoa bersama. Pada saat membawakan doa, petugas hendaknya menampilkan tata gerak yang anggun dan berwibawa sesuai dengan doa yang bersangkutan Komisi Liturgi Keuskupan . Komentator Peran dan kinerja komentator kadang-kadang perayaan, terutama bukan rutin, disertai penjelasan singkat, agar umat dapat mengikutinya dengan lebih baik. Komentator hendaknya melaksanakan tugasnya sesuai dengan tujuannya dan menghindari kinerja yang justru dapat menghambat pemahaman dan penghayatan umat, maka hendaknya ia membatasi diri dengan uraian yang jelas namun singkat pada saat yang tepat. Peran dan kinerja seremoniarius seperti halnya dengan komentator dapat mendukung perayaan liturgi dengan kinerja yang bersahaja dan mengusahakan kelancaran perayaan dengan petunjuk secukupnya saja. Busana komentator/pengantar acara tidak memakai alba seperti lektor tetapi memakai pakayan biasa yang rapi dan sopan. Komisi Liturgi Keuskupan . mengenai komentator. PUMR 105b menyebutkan: komentator yang kalau diperlukan memberikan penjelasan dan petunjuk singkat kepada umat beriman, supaya mereka lebih siap merayakan Ekaristi dan memahaminya dengan lebih baik. Petunjuk-petunjuk itu harus dipersiapkan dengan lebih baik, dirumuskan dengan singkat dan jelas Komentator yang, kalau diperlukan, memberikan penjelasan dan petunjuk singkat kepada umat beriman, supaya mereka lebih siap merayakan Ekaristi dan memahaminya dengan lebih baik. Petunjuk-petunjuk itu harus disiapkan dengan baik, dirumuskan dengan singkat dan jelas. Dalam menjalankan tugas itu komentator berdiri https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi di depan umat, ditempat yang kelihatan, tetapi tidak di mimbar Komisi Liturgi Keuskupan . Tata tertib Pada perayaan hari-hari besar . isalnya natal dan paska. biasanya ada petugas khusus yang menyambut tamu, dan kadang-kadang membantu mencarikan tempat duduk untuk umat Komisi Liturgi Keuskupan . Karena saat ini adalah situasi pandemi Covid-19 maka di stasi Santo Petrus Sumberejo ada penyambut tamu atau petugas tata tertib agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar dapat menjaga kesehatan dan keamana bersama. Petugas tata tertib menyambut umat di depan pintu gereja mengantar mereka ke tempat duduk, menyatur saat perayaan dan menyambut komuni. Bertanggung jawab untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang dapat menggangu perayaan liturgi. Penyambut jemaat yang menyambut umat beriman pada pint gereja dan mengantar mereka ke tempat duduk Komisi Liturgi Keuskupan . Penampilan: Apa yang langsung dilihat dan didengar oleh umat ialah penampilan pemimpin dan petugas liturgi. Maka hendaknya diupayakan agar penampilan pemimpin dan petugas liturgi sungguh mencerminkan penghayatan liturgi dan mendukung umat untuk mengalami perayaan liturgi sebagai sumber dan puncak kegiatan Gereja. Hal ini meliputi antara lain: Penjiwaan misteri-misteri menurut dinamika perayaan busana dan perhiasan: Bila tidak tersedia busana liturgi ia mengenakan busana yang pantas dan menghindari perhiasan yang berlebihan dan mencolok yang dapat ditafsirkan sebagai pamer Komisi Liturgi Keuskupan . Pemimpin ibadat Yang biasa memimpin kegiatan liturgi (Khususnya Ekarist. ialah imam. Imam adalah seorang yang rela menerima tahbisan dari uskup. Sebagai wakil umat, salah satu tugas imam adalah memimpin perayaan Ekaristi. Dalam hidup sehari-hari kata imam biasanya disamakan dengan pastor. Pada kesempatan ibadat yang lain . elain Ekarist. bruder, suster, ketua wilayah/lingkungan, prodiakon paroki atau petugas yang ditunjuk itu, dapat menjadi pemimpin ibadat Komisi Liturgi Keuskupan . Beberapa syarat kinerja semua pemimpin dan petugas liturgi Pendidikan atau pembekalan Pemimpin dan petugas liturgi membutukan pendidikan atau pembekalan yang memadai sesuai dengan masing masing Maka hendaknya seorang yang diserahi tugas tentu dalam perayaan liturgis, dipersiapkan lebih dulu dengan pendidikan atau sekurang-kurangnya pembekalan liturgi yang memadai Komisi Liturgi Keuskupan . Spiritualitas Sebagai ungkapan dan perayaan iman, liturgi mengandaikan spiritualitas. Sikap dasar iman yang sesuai dan perlu dikembangkan serta senantiasa disegarkan. Yakni kehadiran Kristus secara istimewa. Spiritualitas ini hendaknya menjadi sumber inspirasi, motivasi dan animasi bagi pemimpin dan petugas liturgi dalam melaksanakan tugasnya yang tak jarang cenderung menjadi rutinitas yang menjenuhkan. Kinerja pemimpin ibadat sabda Hendaknya pemimpin ibadat sabda menyadari pentingnya sabda yang tak hanya diwartakan, melainkan juga dirayakan. Penghargaan terhadap sabda Tuhan juga perlu diungkapkan dalam perayaan sabda sedemikian rupa, sehingga mendukung umat untuk menghargai dan menghayatinya tidak https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi hanya bila tak dapat merayakan Ekaristi Pemimpin ibadat sabda hendaknya melakukan tata gerak yang sesuai dengan bagian yang dilaksanakannya disertai nada suara yang mengajak umat untuk menghayati perayaan sabda. Kotbah pemimpin ibadat sabda hendaknya sungguh menyampaikan amanat sabda Tuhan yang membekali dan menyentuh umat, sehingga umat terbantu untuk menghayatinya dalam konkret kehidupannya sehari-hari. Disposisi Perayaan liturgi sebagai perayaan iman menuntut disposisi . ikap bati. yang sesuai. Maka pemimpin dan petugas liturgi hendaknya mempersiapkan diri, misalnya dengan berdoa agar dapat menjiwai pelaksanaan tugas dalam perayaan liturgi. Penampilan: Apa yang langsung dilihat dan didengar oleh umat ialah penampilan pemimpin dan petugas liturgi. Maka hendaknya diupayakan agar penampilan pemimpin dan petugas liturgi sungguh mencerminkan penghayatan liturgi dan mendukung umat untuk mengalami perayaan liturgi sebagai sumber dan puncak kegiatan Gereja Komisi Liturgi Keuskupan . Pandemi Covid-19 Akhir tahun 2019 tepatnya pada bulan desember, dunia dihebohkan dengan sebuah kejadian yang membuat banyak masyarakat resah yaitu dikenal dengan virus corona . Kejadian tersebut bermula di Tiongkok. Wuhan (Yuliana, 2. Pada awalnya virus ini diduga akibat paparan pasar grosir makanan laut huanan yang banyak menjual banyak spesies hewan hidup. Penyakit ini dengan cepat menyebar di dalam negeri ke bagian lain China. Tanggal 18 Desember hingga 29 Desember 2019, terdapat lima pasien yang dirawat dengan Acute Respiratory Distress Syndro. Sejak 31 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 kasus ini meningkat pesat, ditandai dengan dilaporkannya sebanyak 44 kasus. Munculnya 2019-n CoV telah menarik perhatian global, dan Pada 30 Januari WHO telah menyatakan COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran antar negara. Sampai dengan tanggal 25 Maret 2020, dilaporkan total kasus 179 dengan 18. 440 kematian (CFR 4,4%) dimana kasus dilaporkan di 192 negara/wilayah. Diantara kasus tersebut, sudah ada beberapa petugas kesehatan yang dilaporkan terinfeksi (Kemenkes RI, 2. Corona virus Disease 2019 (COVID-. adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus corona adalah zoonosis . itularkan antara hewan dan manusi. Indonesia adalah negara berkembang dan terpadat keempat di dunia, dengan demikian diperkirakan akan sangat menderita dan dalam periode waktu yang lebih lama. Ketika coronavirus novel SARS-CoV2 melanda Cina paling parah selama bulanbulan Desember 2019AeFebruari 2020. Pada 27 Januari 2020. Indonesia mengeluarkan pembatasan perjalanan dari provinsi Hubei, yang pada saat itu merupakan pusat dari COVID19 global, sementara pada saat yang sama mengevakuasi 238 orang Indonesia dari Wuhan. Presiden Joko Widodo melaporkan pertama kali menemukan dua kasus infeksi COVID-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020. Pasien yang terkonfirmasi covid-19 di Indonesia berawal dari suatuacara di Jakarta dimana penderita kontak dengan seseorang warga Negara asing (WNA) asal Jepang yang tinggal di Malaysia. Setelah pertemuan tersebut penderita mengeluh demam, batuk dan sesak nafas (WHO, 2. WHO mengumumkan COVIDhttps://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi 19 pada 12 Maret 2020 sebagai pandemic. Jumlah kasus di Indonesia terus meningkat dengan pesat, hingga Juni 2020 sebanyak 31. 186 kasus terkonfirmasi dan 1851 kasus meninggal (PHEOC Kemenkes RI, 2. Kasus tertinggi terjadi di Provinsi DKI Jakarta yakni 623 kasus terkonfirmasi dan 523 . ,9%) kasus kematian (PHEOC Kemenkes RI. Acara di Jakarta dimana penderita kontak dengan seseorang warga Negara asing (WNA) asal Jepang yang tinggal di Malaysia. Setelah pertemuan tersebut penderita mengeluh demam, batuk dan sesak nafas (WHO, 2. WHO mengumumkan COVID-19 pada 12 Maret 2020 sebagai pandemi. Jumlah kasus di Indonesia terus meningkat dengan pesat, hingga Juni 2020 sebanyak 31. 186 kasus terkonfirmasi dan 1851 kasus meninggal (PHEOC Kemenkes RI, 2. Kasus tertinggi terjadi di Provinsi DKI Jakarta yakni 623 kasus terkonfirmasi dan 523 . ,9%) kasus kematian (PHEOC Kemenkes RI. Kesimpulan Pada bagian penutup dari penelitian ini, peneliti menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti dari hasil penelitian mengenai partisipasi umat sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19 maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Dari hasil pengelolaan data bidang I dalam hal bertugas sebagai lektor diperoleh hasil 2,86 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi dengan baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemic Covid-19. Dari hasil pengelolaan data bidang II dalam hal bertugas sebagai Mazmur diperoleh hasil 2,52 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi dengan baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi. Dari hasil pengelolaan data bidang i dalam hal bertugas sebagai paduan suara diperoleh hasil 3,05 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi dengan baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19. Dari hasil pengelolaan data bidang IV dalam hal bertugas sebagai misdinar diperoleh hasil 2,29 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi cukup baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi. Dari hasil pengelolaan data bidang V dalam hal bertugas sebagai pembawa doa umat diperoleh hasil 2,60 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi. Dari hasil pengelolaan data bidang VI dalam hal bertugas sebagai komentator diperoleh hasil 2,32 jika ditinjau dari tabel interpretasiskor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi cukup baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi. Dari hasil pengelolaan data bidang VII dalam hal bertugas sebagai tata tertib diperoleh hasil 2,94 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi dengan baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi. https://doi. org/10. 12568/sapa/x Angelika Bule Tawa | Partisipasi Umat Sebagai Petugas Liturgi Dari hasil pengelolaan data bidang Vi dalam hal bertugas sebagai pemimpin ibadat sabda diperoleh hasil 2,19 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi cukup baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19. Dari hasil pengelolaan data bidang IX dalam hal bertugas sebagai lektor dalam ibadat sabda diperoleh hasil 2,66 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi dengan baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi covid-19. Dari hasil pengelolaan data bidang X dalam hal bertugas sebagai mazmur dalam ibadat sabda diperoleh hasil 2,39 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi cukup baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19. Dari hasil pengelolaan data bidang XI dalam hal bertugas sebagai paduan suara dalam ibadat sabda diperoleh hasil 2,75 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi dengan baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19. Dari hasil pengelolaan data bidang XII dalam hal bertugas sebagai pembawa doa umat dalam ibadat sabda diperoleh hasil 2,59 jika ditinjau dari tabel interpretasi skor menunjukan berpartisipasi, artinya umat berpartisipasi dengan baik sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil dari pengolahan data keseluruhan dengan dengan rumus scoring diperoleh hasil 2,59 artinya partisipasi umat sebagai petugas liturgi selama masa pandemi Covid-19 di Stasi Santo Petrus Sumberejo Blitar Paroki Santa Maria Blitar dilaksanakan dengan baik. Ucapan Terima Kasih