Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 Copyright A 2025 pada penulis Pelatihan Digital Untuk Pengembangan Kompetensi Pelaku UMKM Engelbertus Kukuh Widijatmoko1*. Guntur Arie Wibowo2. Surajiyo3. Al-Amin4 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Indonesia Universitas Samudra. Indonesia Universitas Indraprasta PGRI. Indonesia Universitas Airlangga. Surabaya. Indonesia kukuhwidijatmoko@unikama. Abstrak Pelatihan digital untuk pengembangan kompetensi pelaku UMKM merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis mereka. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada bulan Januari 2025, dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis dalam menggunakan alat dan platform digital untuk pemasaran, manajemen keuangan, serta pengelolaan operasional usaha. Materi yang disampaikan mencakup topik-topik penting, seperti pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, penggunaan sistem digital untuk efisiensi operasional, serta teknik-teknik pemasaran digital yang relevan dengan perkembangan tren pasar. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan globalisasi dan transformasi digital yang semakin pesat. Diharapkan, para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dan pengelolaan usaha mereka, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan usaha mereka di pasar yang semakin kompetitif. Kata kunci: Pelatihan Digital. Kompetensi UMKM. Pengembangan Usaha Abstract Digital training for the development of MSME (Micro. Small, and Medium Enterprise. actors' competencies is a strategic effort to enhance the ability of MSME entrepreneurs to utilize digital technology in strengthening and developing their This activity will be conducted online through the Zoom platform in January 2025, with the aim of providing insights and practical skills in using digital tools and platforms for marketing, financial management, and operational management of businesses. The topics covered include important subjects such as leveraging social media to expand market reach, using digital systems for operational efficiency, and relevant digital marketing techniques in line with market trends. This training aims to improve the competitiveness of MSMEs in the face of globalization and the rapidly advancing digital transformation. It is expected that participants will be able to implement the knowledge gained to optimize their marketing strategies and business management, thereby enhancing the efficiency, effectiveness, and sustainability of their businesses in an increasingly competitive market. Keywords: Digital Training. MSME Competencies. Business Development. https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. PENDAHULUAN dunia bisnis mengalami perubahan yang signifikan akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu sektor yang terpengaruh secara langsung adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, tidak hanya sebagai sumber lapangan pekerjaan, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan (Sari, 2. Namun, meskipun UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian, banyak pelaku UMKM yang belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, pelatihan digital menjadi suatu kebutuhan yang sangat mendesak bagi pelaku UMKM agar dapat tetap bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif. Penggunaan teknologi digital dalam bisnis tidak lagi menjadi pilihan, tetapi menjadi keharusan untuk menjaga kelangsungan usaha. Digitalisasi membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbaiki manajemen dan pengelolaan keuangan usaha mereka. Namun, banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Hal ini dapat menjadi hambatan bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan pelaku bisnis yang telah lebih dulu memanfaatkan teknologi (Putri & Suryani, 2. Pelatihan digital menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang alat dan platform digital, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan dalam usaha. Program pelatihan ini berfokus pada pengembangan kompetensi digital pelaku UMKM, yang mencakup penggunaan media sosial untuk pemasaran, pengelolaan keuangan berbasis digital, serta pemanfaatan teknologi untuk efisiensi operasional dan manajemen usaha (Yuliana, 2. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan di pasar. Menurut Harsono . , teknologi digital dapat membantu UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari pemasaran produk hingga pengelolaan sumber daya manusia. Namun, meskipun teknologi digital menawarkan banyak manfaat, banyak pelaku UMKM yang merasa kesulitan dalam mengimplementasikannya, terutama karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Oleh karena itu, pelatihan digital menjadi suatu langkah yang tepat untuk membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan kompetensi mereka di era digital ini. Pelatihan digital ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penggunaan teknologi digital dalam menjalankan bisnis UMKM. Program pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pelaku UMKM tentang berbagai alat dan platform digital yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha mereka. Sebagai contoh, media sosial dapat digunakan sebagai alat pemasaran yang murah dan efektif, sementara sistem digital dapat digunakan untuk mempermudah pengelolaan keuangan dan inventaris barang (Sari, 2. Dengan adanya pelatihan digital ini, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih mudah mengimplementasikan teknologi dalam usaha mereka, sehingga dapat meningkatkan daya saing di pasar global. Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Relevansi Pelatihan Digital dalam Pengembangan UMKM Pelatihan digital untuk pengembangan UMKM menjadi semakin relevan mengingat pergeseran pola konsumsi masyarakat yang semakin bergantung pada Digitalisasi memungkinkan UMKM untuk memperluas pasar mereka melalui platform e-commerce dan media sosial, yang memberikan peluang lebih besar untuk meningkatkan penjualan (Andriani, 2. Platform seperti Instagram. Facebook, dan Tokopedia telah menjadi alat penting untuk promosi dan penjualan produk, bahkan bagi UMKM yang berada di daerah terpencil sekalipun. Oleh karena itu, pelatihan digital sangat diperlukan untuk memperkenalkan pelaku UMKM pada berbagai platform digital yang dapat digunakan untuk meningkatkan eksposur dan jangkauan pasar mereka. Namun, selain pemasaran, penggunaan teknologi digital juga memberikan keuntungan dalam pengelolaan internal bisnis. Seiring dengan berkembangnya berbagai aplikasi untuk manajemen keuangan, inventaris, dan komunikasi, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional mereka. Sebagai contoh, penggunaan aplikasi akuntansi berbasis digital seperti Xero atau QuickBooks dapat membantu pelaku UMKM dalam mengelola laporan keuangan dengan lebih efisien dan akurat (Ramadhani, 2. Dengan mengurangi ketergantungan pada pembukuan manual. UMKM dapat menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, pelatihan digital yang mengajarkan penggunaan alat dan aplikasi ini sangat penting untuk membantu UMKM dalam mengelola bisnis mereka dengan lebih baik. Tantangan yang Dihadapi Pelaku UMKM dalam Mengadopsi Teknologi Digital Meskipun teknologi digital menawarkan banyak manfaat, pelaku UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengadopsinya. Menurut studi yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM . , salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital. Banyak pelaku UMKM yang masih mengandalkan metode tradisional dalam menjalankan bisnis mereka, sehingga mereka merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia digital. Hal ini semakin diperburuk dengan terbatasnya akses pelaku UMKM terhadap teknologi, baik dalam hal perangkat yang digunakan maupun koneksi internet yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia (Suryani, 2. Selain itu, faktor budaya juga menjadi hambatan bagi pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi digital. Banyak pelaku UMKM yang masih enggan untuk beralih dari cara-cara konvensional karena mereka merasa lebih nyaman dengan metode yang sudah terbiasa digunakan. Menurut Pratama dan Handayani . , beberapa pelaku UMKM juga merasa bahwa investasi dalam teknologi digital akan membebani biaya operasional, terutama bagi mereka yang baru memulai usaha dan memiliki modal terbatas. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana teknologi digital dapat membantu mereka mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional usaha mereka. Tujuan Pelatihan Digital untuk Pengembangan Kompetensi Pelaku UMKM https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. Pelatihan digital yang diselenggarakan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku UMKM tentang berbagai aspek penggunaan teknologi digital dalam mengelola dan mengembangkan usaha mereka. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi digital pelaku UMKM agar mereka dapat lebih efisien dalam menjalankan bisnis dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk memperluas pasar. Beberapa tujuan spesifik dari pelatihan ini antara lain: Meningkatkan Pemahaman tentang Media Sosial Media sosial merupakan salah satu platform yang paling efektif untuk mempromosikan produk dan jasa. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pelaku UMKM tentang cara-cara efektif menggunakan media sosial untuk pemasaran dan promosi produk. Pelatihan ini akan mengajarkan tentang cara-cara membuat konten yang menarik, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, serta memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia di media sosial untuk meningkatkan penjualan (Ismail & Susanto, 2. Pengenalan Aplikasi dan Alat Digital untuk Pengelolaan Bisnis Selain pemasaran, pelatihan ini juga akan memberikan pengenalan kepada pelaku UMKM mengenai berbagai aplikasi dan alat digital yang dapat digunakan untuk mengelola keuangan, inventaris, dan proses operasional lainnya. Dengan menguasai alat-alat ini, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada proses manual yang memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan (Ramadhani, 2. Meningkatkan Daya Saing di Pasar Global Dengan semakin berkembangnya pasar digital global, pelaku UMKM perlu memanfaatkan peluang ini untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana UMKM dapat memasarkan produk mereka secara efektif di pasar internasional melalui platform digital (Putri & Suryani, 2. Pelatihan digital untuk pengembangan kompetensi pelaku UMKM merupakan langkah penting dalam membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi. Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengelolaan usaha yang lebih efisien dan efektif. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan global. METODE Pelatihan digital untuk pengembangan kompetensi pelaku UMKM ini dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Januari 2025 dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan dan pengembangan usaha. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dirancang untuk memaksimalkan interaksi dan partisipasi aktif dari para peserta. Adapun beberapa tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut: Persiapan Perencanaan Sebelum pelaksanaan pelatihan, tahap persiapan dimulai dengan merancang Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 materi pelatihan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM. Tim penyelenggara melakukan riset untuk mengetahui kendala dan tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM dalam penggunaan teknologi digital. Berdasarkan informasi tersebut, materi yang disusun mencakup topik-topik yang dapat langsung diterapkan oleh peserta, seperti pemanfaatan media sosial untuk pemasaran, pengelolaan keuangan digital, serta alat dan aplikasi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional usaha. Selain itu, perangkat yang digunakan, seperti Zoom, diuji coba untuk memastikan kelancaran teknis selama pelatihan. Pelaksanaan Pelatihan Pelatihan dilakukan secara interaktif melalui Zoom dengan format sesi webinar yang diikuti oleh pelaku UMKM dari berbagai daerah. Dalam setiap sesi, materi disampaikan melalui presentasi yang dilengkapi dengan penjelasan praktis. Selain itu, sesi tanya jawab juga disediakan untuk memastikan peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Setiap materi disajikan dalam bentuk modul yang dapat diunduh oleh peserta untuk digunakan sebagai referensi. Metode ini juga memungkinkan peserta untuk mengakses materi kapan saja setelah sesi selesai. Pendampingan Evaluasi Setelah sesi pelatihan, dilakukan pendampingan kepada peserta yang membutuhkan bantuan dalam mengimplementasikan materi yang telah Pendampingan dilakukan melalui konsultasi online untuk memastikan bahwa peserta dapat mengaplikasikan apa yang telah dipelajari dalam usaha mereka. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas pelatihan dengan menggunakan survei yang diberikan kepada peserta. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam pelatihan berikutnya. Dengan metode ini, diharapkan pelaku UMKM dapat memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha HASIL KEGIATAN Pelatihan digital untuk pengembangan kompetensi pelaku UMKM yang dilakukan secara daring pada bulan Januari 2025 telah berhasil dilaksanakan dengan partisipasi aktif dari berbagai pelaku UMKM di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital guna mengelola dan mengembangkan usaha mereka. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan, terdapat sejumlah pencapaian yang signifikan, baik dari segi pengetahuan yang didapatkan peserta maupun dampak langsung yang dirasakan dalam pengelolaan usaha mereka. Tingkat Keberhasilan Pemahaman Peserta terhadap Materi Pelatihan ini terdiri dari beberapa topik utama, termasuk penggunaan media sosial untuk pemasaran, pengelolaan keuangan berbasis digital, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional usaha. Pada akhir pelatihan, dilakukan evaluasi untuk mengukur sejauh mana peserta memahami materi yang Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan melalui survei dan kuis https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. online, mayoritas peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang Berikut adalah tabel yang menunjukkan tingkat pemahaman peserta terhadap berbagai topik pelatihan: Tabel 1. Persentase Persentase Persentase Topik Pelatihan Pemahaman Pemahaman yang Pemahaman yang yang Baik (%) Cukup (%) Kurang (%) Penggunaan Media Sosial Pemasaran Pengelolaan Keuangan Digital Penggunaan Aplikasi Efisiensi Operasional Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pemahaman yang baik terhadap topik-topik yang dibahas. Sebagai contoh, 85% peserta memahami penggunaan media sosial untuk pemasaran dengan baik, yang menandakan bahwa materi ini sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat Demikian pula, mayoritas peserta mampu memahami bagaimana cara mengelola keuangan mereka secara digital dengan aplikasi yang tersedia. Implementasi Teknologi dalam Pengelolaan UMKM Setelah pelatihan selesai, peserta diberikan tugas untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam usaha mereka. Dalam beberapa minggu setelah pelatihan, peserta diminta untuk melaporkan perkembangan usaha mereka yang menggunakan teknologi digital. Dari 50 peserta yang berpartisipasi dalam pelatihan, sekitar 40 peserta melaporkan bahwa mereka telah mengimplementasikan beberapa aspek dari pelatihan tersebut, terutama dalam penggunaan media sosial untuk pemasaran dan aplikasi untuk pengelolaan keuangan. Berikut adalah tabel yang menunjukkan implementasi teknologi digital oleh peserta. Tabel 2. Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Jenis Teknologi yang Digunakan Jumlah Peserta yang Menggunakan (%) Media Sosial (Instagram. Facebook, dll. Aplikasi Akuntansi Digital (Xero. QuickBooks, dll. Aplikasi Manajemen Inventaris (TradeGecko. Odoo, dll. Tabel ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial menjadi yang paling banyak diterapkan oleh peserta, dengan 90% peserta melaporkan telah menggunakannya untuk memasarkan produk mereka. Di sisi lain, penggunaan aplikasi akuntansi digital dan aplikasi manajemen inventaris juga menunjukkan tingkat adopsi yang signifikan, dengan 70% dan 60% peserta menggunakannya, masing-masing. Ini menunjukkan bahwa pelatihan ini telah memberikan dampak yang cukup besar dalam mengubah cara pelaku UMKM mengelola bisnis mereka. Dampak Terhadap Peningkatan Penjualan dan Jangkauan Pasar Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membantu peserta meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar mereka melalui penggunaan teknologi digital. Setelah beberapa bulan pasca pelatihan, dilakukan wawancara dengan beberapa peserta untuk mengukur dampak pelatihan terhadap penjualan dan jangkauan pasar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan mereka, terutama bagi mereka yang secara aktif memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memasarkan produk mereka. Sebagai contoh, salah satu peserta yang menjalankan bisnis fashion melaporkan bahwa setelah mengikuti pelatihan, mereka mulai aktif memasarkan produk mereka di Instagram dan Facebook. Dalam waktu dua bulan setelah pelatihan, mereka melaporkan peningkatan penjualan sebesar 40%. Sementara itu, beberapa peserta lain yang menggunakan platform e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak juga melaporkan peningkatan penjualan yang signifikan, rata-rata mencapai 30%. Berikut adalah tabel yang menggambarkan rata-rata persentase peningkatan penjualan dan jangkauan pasar oleh peserta: Tabel 3. Jenis Peningkatan Rata-rata Peningkatan (%) Peningkatan Penjualan Peningkatan Jangkauan Pasar (Media Sosial dan E-commerc. Tabel ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan penjualan dan jangkauan pasar pelaku UMKM. Media sosial dan e-commerce menjadi dua saluran yang paling efektif untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan penjualan. Tantangan yang Dihadapi oleh Peserta Meskipun pelatihan ini memberikan dampak positif, peserta juga menghadapi sejumlah tantangan dalam mengimplementasikan teknologi digital dalam bisnis Beberapa peserta melaporkan kesulitan dalam mengelola dan memonitor data keuangan mereka secara digital, terutama bagi mereka yang sebelumnya terbiasa https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. menggunakan metode manual. Selain itu, beberapa peserta juga menghadapi kesulitan dalam memahami fitur-fitur teknis dari aplikasi yang digunakan, meskipun mereka telah diberikan panduan lengkap selama pelatihan. Berikut adalah tabel yang menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh peserta dalam mengimplementasikan teknologi digital: Tabel 4. Jumlah Peserta yang Menghadapi Tantangan yang Dihadapi Tantangan (%) Kesulitan dalam Pengelolaan Keuangan Digital Kesulitan dalam Menggunakan Aplikasi (Tekni. Keterbatasan Akses Internet yang Stabil Tabel ini menunjukkan bahwa kesulitan terbesar yang dihadapi peserta adalah dalam pengelolaan keuangan digital dan penggunaan aplikasi yang cukup teknis. Ini mengindikasikan bahwa meskipun peserta memperoleh pengetahuan, masih ada kebutuhan untuk sesi lanjutan atau pendampingan yang lebih mendalam terkait aplikasi-aplikasi digital yang lebih kompleks. Evaluasi Umum dari Peserta Secara keseluruhan, evaluasi terhadap pelatihan ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dengan materi yang disampaikan dan percaya bahwa pelatihan ini telah membantu mereka dalam mengembangkan usaha. Dari hasil survei yang dilakukan setelah pelatihan, 85% peserta menyatakan bahwa pelatihan ini bermanfaat dan dapat diterapkan langsung dalam bisnis mereka. Selain itu, 90% peserta juga merasa bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya digitalisasi dalam dunia bisnis. Berikut adalah tabel evaluasi keseluruhan dari peserta: Aspek Evaluasi Persentase Respon Positif (%) Kepuasan terhadap Materi Pelatihan Relevansi Materi dengan Kebutuhan Usaha 85% Keinginan untuk Mengikuti Pelatihan Lanjutan Tabel ini menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat dihargai oleh peserta, dan mayoritas dari mereka ingin melanjutkan ke pelatihan lanjutan untuk lebih memperdalam pengetahuan dan keterampilan digital mereka. Pelatihan digital yang dilaksanakan pada Januari 2025 ini telah mencapai tujuan utamanya dalam meningkatkan kompetensi pelaku UMKM dalam menggunakan teknologi digital untuk mengelola dan mengembangkan usaha Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang didapat, terutama dalam menggunakan media sosial untuk pemasaran dan aplikasi digital untuk pengelolaan keuangan dan Selain itu, pelatihan ini juga berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan jangkauan pasar mereka. Meskipun demikian, beberapa tantangan masih ada, terutama terkait dengan pengelolaan keuangan digital dan pemahaman aplikasi teknis, yang perlu diperhatikan dalam pelatihan berikutnya. Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif dalam membantu UMKM beradaptasi dengan era digital dan meningkatkan daya saing mereka. SIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari pelatihan digital untuk pengembangan kompetensi pelaku UMKM ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki dampak yang signifikan dalam membantu pelaku UMKM mengadopsi teknologi digital guna meningkatkan pengelolaan dan pengembangan usaha mereka. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkenalkan berbagai alat dan platform digital yang dapat digunakan dalam pemasaran, manajemen keuangan, serta efisiensi operasional Sebagian besar peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan, khususnya dalam penggunaan media sosial untuk pemasaran dan aplikasi digital untuk pengelolaan keuangan. Ini menunjukkan relevansi pelatihan dengan kebutuhan UMKM yang kini harus mengimbangi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dari hasil pelatihan, sebagian besar peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam usaha mereka, terutama dalam meningkatkan penjualan melalui media sosial dan memanfaatkan aplikasi untuk mengelola keuangan dan inventaris dengan lebih efisien. Dampak positif terhadap peningkatan penjualan dan jangkauan pasar yang dilaporkan peserta menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital, terutama media sosial dan platform e-commerce, dapat memperluas akses pasar Peningkatan penjualan yang signifikan, terutama bagi peserta yang aktif memanfaatkan media sosial, juga menggarisbawahi pentingnya pemasaran digital dalam dunia bisnis saat ini. Namun, tantangan tetap ada, seperti kesulitan dalam pengelolaan keuangan digital dan penggunaan aplikasi teknis yang lebih kompleks. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun peserta telah diberikan pengetahuan dan keterampilan, ada kebutuhan untuk pelatihan lanjutan atau pendampingan lebih lanjut, khususnya bagi mereka yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Keterbatasan akses internet yang stabil di beberapa daerah juga menjadi kendala bagi sebagian peserta dalam mengimplementasikan teknologi secara maksimal. Meskipun demikian, evaluasi dari peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap materi pelatihan, dengan mayoritas merasa bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan usaha mereka. Keinginan untuk mengikuti pelatihan lanjutan juga menunjukkan bahwa para peserta menyadari pentingnya pengembangan kompetensi digital untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar global. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk memperkuat dan mengembangkan usaha mereka. Dengan adanya pelatihan digital ini, diharapkan pelaku UMKM dapat terus beradaptasi dengan perubahan pasar yang semakin global dan digital, sehingga mereka dapat terus berkembang dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya di tingkat nasional maupun internasional. DAFTAR PUSTAKA