Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 RESPON PETANI TERHADAP PENGEMBANGAN TANAMAN SORGUM DI DESA PLEDO KECAMATAN WITIHAMA KABUPATEN FLORES TIMUR (Farmers' Response towards the Extensification of Sorgum Crops at Desa Pledo. Kecamatan Witihama. Kabupaten Flores Timu. Syarifah Syamsuddin*. Leta R. Levis. Lika Bernadina Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana E-mail Penulis korespondensi : syamsuddinsyarifah@gmail. Diterima : 10 Pebruari 2022 Disetujui: 22 Pebruari 2022 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum. Penelitian ini menggunakan dengan metode survey. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota kelompok tani yang berjumlah 30 orang. Untuk mengetahui tujuan data dianalisis dengan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Respon anggota kelompok tani terhadap usaha tani sorgum tergolong AubaikAy dengan skor rata-rata 3,69 dan pencapaian skor maksimum sebesar 74%. Hal ini berarti pengembangan sorgum di Desa Pledo menjadi pilihan usaha tani yang baru dan inovatif untuk kondisi lahan di desa penelitian. Kata Kunci : Respon, petani, tanaman, sorgum, pengembangan ABSTRACT This study aims to determine: Farmer group members' responses to the development of sorghum. This study uses the survey method. Determination of the research location is done purposively. The population in this study were all members of the farmer group totaling 30 people. To determine the purpose of the data analyzed by descriptive statistical test. The results showed that: The response of farmer group members to sorghum farming is classified as "good" with an average score of 3,69 and the achievement of a maximum score 74%. This means that the development of sorghum in Pledo Village is a new and innovative farming option for land conditions in the research village. Keywords: Response, farmers, plants, sorghum, development Syamsuddin, et al. Respon Petani Terhadap Pengembangan Tanaman SorghumA. Page 44 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 PENDAHULUAN Sorgum (Sorghum bicolor L) adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan ke-5 sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara. Sorgum cocok ditanam ditempat yang kering maupun berair, tahan terhadap hama daripada tanaman sejenisnya. Dari segi gizi, sorgum mengandung karbohidrat, sorgum bisa dijadikan bioethanol yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Berdasarkan penelitian UGM dan rilis Depkes, kandungan gizinya sangat mumpuni. Nilai proteinnya 11g per 100g jauh lebih baik ketimbang beras dan jagung yang hanya 6,8 dan 8,7g. Begitu juga dengan kalsium dan karbohidratnya, masing-masing mencapai 28mg dan 73g per 100g. Selain itu, diketahui sorgum juga kaya serat dan mengandung gluten rendah (Leo, 2. Masalah utama pengembangan sorgum adalah nilai keunggulan komparatif dan kompetitif sorgum yang rendah, penanganan pasca panen yang masih sulit, dan usahatani sorgum di tingkat petani belum intensif. Untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan pengelolaan sistem produksi sorgum secara menyeluruh . yang mencakup empat dimensi, yaitu: wilayah, ekonomi, sosial, industri (Arif meftah hidayat. Peluang pengembangan sorgum di daerah NTT dapat dengan mudah tumbuh subur karena memiliki banyak lahan kering. Pada awal tahun 2016. NTT berhasil panen sorgum hingga 260 ton, di Kab. Flores Timur dengan hasil 200 ton dan Kab. Lembata 60 ton. Sampai saat ini luas lahan yang dikembangkan untuk sorgum mencapai 102 hektar yang tersebar di Kabupaten Flores Timur. Lembata. Manggarai Barat. Sumba Timur dan Ende yang ada di NTT. Kementerian Pertanian berencana mengembangkan tanaman sorgum 000 hektar di daerah tersebut pada tahun 2016 yang dapat digunakan sebagai pangan pokok sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada padi dan beras (Handayani, 2. Kabupaten Flores Timur yang dulunya lahan minim manfaat, ternyata menyimpan sejuta p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Pada tahun 2018, kerjasama antara Badan Litbang Pertanian dan Pemda Kabupaten Flores Timur (Floti. telah mampu menghijaukan wilayah tersebut dengan tanaman sorgum. Sorgum yang dulunya merupakan salah satu pangan pokok masyarakat setempat yang hilang selama puluhan tahun kini muncul kembali sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal. Pada hari rabu . /9/2. bertempat di Larantuka, dilakukan serah terima produksi benih sorgum dari Kepala Balitsereal (Balitbangta. Dr. Muhammad Azrai kepada Direktur Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspense. dirangkaikan dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis peralatan pascapanen dan olahan sorgum serta penyerahan alat pascapanen oleh Tim Balai Besar Pascapanen dari Balai Besar Mekanisasi Pertanian. Dalam sambutannya. Kepala Balitsereal mengharapkan adanya kerjasama yang terus terjalin terkait pengembangan sorgum di Larantuka. Benih sumber sorgum yang dihasilkan meningkatkan tingkat perekonomian petani di wilayah Flores Timur. Sementara itu. Direktur Yespensel Keuskupan Larantuka RD Benyamin Daud dalam sambutannya menyampaikan terima Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian dalam pendampingan selama ini dan teristimewa kepada peneliti sogrum Balitsereal. Dr. Maria Pabendon dan tim atas kesabarannya dalam pendampingan yang diberikan selama dua tahun terakhir (Pertanian, 2. Menurut data yang diperoleh dari Kantor Pertanian di Kecamatan Witihama. Desa Pledo merupakan satu-satunya desa yang memproduksi tanaman sorgum. Hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Ahmad Boro Tura yang merupakan satu-satunya petani yang memproduksi sorgum di Kecamatan Witihama, sorgum baru berkembang tiga tahun lalu dengan produksi tanaman sorgum 2,5 ton/ha. Kemudian dari hasil panennya beliau menjual kepada pihak Balitbang sebanyak 2. 0 ton untuk dijadikan sebagai benih sebar dan sisanya untuk dikonsumsi sendiri dan dibagikan kepada keluarga untuk ditanam pada musim tanam tiba. Beliau bekerjasama dengan pihak Balitbang pada tahun 2018 dan membuka lahan seluas 5 hektar untuk dikelolah bersama kelompok tani dengan Syamsuddin, et al. Respon Petani Terhadap Pengembangan Tanaman SorghumA. Page 45 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 jumlah anggotanya 30 orang. Kemudian dari pihak Balitbang memberikan bantuan berupa peralatan pertanian untuk mengelola tanaman sorgum itu Melihat pertumbuhan dan perkembangan tanaman sorgum diatas, maka penelitian ini perlu dilakukan lebih lanjut dengan judul AuRespon Petani Terhadap Pengembangan Tanaman Sogum di Desa Pledo Kecamatan Witihama Kabupaten Flores TimurAy. Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum di Desa Pledo. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pledo Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur pada bulan Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan metode survey, penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . urposive samplin. , dengan dasar pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi sorgum. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota kelompok tani yang berjumlah 30 orang. Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode sensus . ampling jenu. yaitu semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel, sehinggan responden dalam penelitian ini eluruhnya berjumlah 30 orang. Teknik analisis data dalam penelitian dikumpulkan dan kemudian dianalisis menggunakan alat analisis deskriptif kualitatif. Untuk menjawab tujuan yaitu mengetahui respon petani terhadap pengembangan sorgum, data analisis, sebagai berikut: Untuk mencari nilai rata-rata masingmasing responden dengan rumus: p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 . Untuk mengetahui dalam kategori respon tertentu dari seorang responden digunakan rumus sebagai berikut: iyeO yc yc yayaya% . Untuk mengetahui skor rata-rata dari seluruh responden dapat dihitung dengan rumus (LEVIS, 2. ycu ycEycycn ycoycuyco ) = (Oc1 i ycyeO ) /ycu ARumus 2. (LEVIS, Keterangan: Psi . = skor rerata respon komulatif seluruh XIi = skor rata Oe rata untuk responden ke Oe 1 . ari rumus . n = jumlah responden ye . Untuk mengetahui dalam kategori mana penilaian respon dari seluruh responden Psi (Ko. / 5 x 100% . Rumus 3 (LEVIS, 2. Membandingkan nilai persentase pencapaian skor maksimum dari skor rata-rata dengan kategori rujukan maka akan diketahui pada kategori mana seorang responden itu berada. HASIL DAN PEMBAHASAN Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada Lahan Marginal ycu Oc 1,2,3,4,5 i ycUycn = 1 ycu Dimana: i ycUycn = Skor rata-rata untuk responden ke-i Oc1ycu = Jumlah dari 1-n 1,2,3,4,5= Skala Likert ycu = Jumlah pertanyaan Syamsuddin, et al. Respon Petani Terhadap Pengembangan Tanaman SorghumA. Page 46 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tabel Distribusi Petani Responden Berdasarkan Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada Lahan Marginal Tabel Distribusi Petani Responden Berdasarkan Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman sorgum pada Daya Adaptasi Agroekologi yang Luas No Presentasi Kategori Frekuensi Persentasi Pencapaian Respon . (%) Skor Maksimum Responde Ou 20-36 Sangat 0,00 > 36-52 Tidak 0,00 > 52-68 Cukup 40,00 > 68-84 Baik 46,67 5 > 84-100 Sangat 16,67 Jumlah 100,00 Sumber : Hasil Analisis Data Primer Tahun 2020 Presentasi Kategori Frekuensi Persent Pencapaian Respon . asi (%) Skor Maksimum Responden Ou 20-36 Sangat 0,00 tidak baik > 36-52 Tidak baik 0,00 > 52-68 Cukup baik 40,00 > 68-84 Baik 43,33 > 84-100 Sangat baik 16,67 Jumlah 100,00 Sumber: Hasil analisis data primer tahun 2020 Berdasarkan Tabel 4. 8 menunjukan frekuensi penyebaran respon terbanyak pada kategori baik, yaitu sebanyak 13 responden atau 43,33%. Hasil analisis data menunjukkan skor rata-rata respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada lahan marginal adalah sebesar 3,77 dan pencapaian skor maksimum 75,3. Kalau dibandingkan dengan kategori rujukan, persentase sebesar ini berada pada kategori respon AubaikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respon anggota kelompk tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada lahan marginal tergolong AubaikAy. Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada Daya Adaptasi Agroekologi yang Luas Berdasarkan Tabel 4. 9 menunjukan frekuensi penyebaran respon terbanyak pada kategori baik, yaitu sebanyak 14 responden atau 46,67%. Hasil analisis data diperoleh bahwa skor rata-rata respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada daya adaptasi agroekologi yang luas adalah sebesar 3,73 dan pencapaian skor maksimum 74,6. Kalau dibandingkan dengan kategori rujukan, persentase sebesar ini berada pada kategori respon AubaikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada daya adaptasi agroekologi yang luas tergolong AubaikAy. Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada daerah yang tahan terhadap kekeringan Syamsuddin, et al. Respon Petani Terhadap Pengembangan Tanaman SorghumA. Page 47 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tabel 4. 10 Distribusi Petani Responden Berdasarkan Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada daerah yang tahan terhadap kekeringan Tabel 4. 11 Distribusi Petani Responden Berdasarkan Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada Sorgum dengan Produksi No Presentasi Kategori Frekuen Persenta Pencapaian Respon si (%) Skor Maksimum Responden 1 Ou 20-36 Sangat 0,00 tidak baik 2 > 36-52 Tidak baik 0,00 3 > 52-68 Cukup baik 14 46,67 4 > 68-84 Baik 50,00 5 > 84-100 Sangat baik 3,33 Jumlah 100,00 Sumber : Hasil Analisis Data Primer Tahun 2020 No Presentasi Kategori Frekuen Persenta Pencapaian Respon si (%) Skor . Maksimum Responden 1 Ou 20-36 Sangat 0,00 tidak baik 2 > 36-52 Tidak baik 0,00 3 > 52-68 Cukup baik 30,00 4 > 68-84 Baik 50,00 5 > 84-100 Sangat baik 20,00 Jumlah 100,00 Sumber : Hasil Analisis Data Primer Tahun 2020 Berdasarkan Tabel 4. 10, frekuensi penyebaran respon terbanyak pada kategori baik, yaitu sebanyak 15 responden atau 50%. Hasil analisis data menunjukan skor rata-rata respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada daerah yang tahan terhadap kekeringan adalah sebesar 3,57 dan pencapaian skor maksimum 71,33%. Kalau dibandingkan dengan kategori rujukan, persentase sebesar ini berada pada kategori respon AubaikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada daerah yang tahan terhadap kekeringan tergolong AubaikAy. Berdasarkan Tabel 4. 11, frekuensi penyebaran respon terbanyak pada kategori baik, yaitu sebanyak 15 responden atau 50%. Hasil analisis data menunjukan bahwa skor rata-rata respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada sorgum dengan produksi tinggi adalah sebesar 3,80 dan pencapaian skor maksimum 76%. Kalau dibandingkan dengan kategori rujukan, persentase sebesar ini berada pada kategori respon AubaikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada sorgum dengan produksi tinggi tergolong AubaikAy. Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada sorgum dengan produksi tinggi Respon Anggota Kelompok Tani Terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum yang Tahan terhadap Hama dan Penyakit Syamsuddin, et al. Respon Petani Terhadap Pengembangan Tanaman SorghumA. Page 48 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tabel 4. 12 Distribusi Petani Responden Berdasarkan Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum yang Tahan Terhadap Hama dan Penyakit Tabel 4. 13 Distribusi Petani Responden Berdasarkan Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada Morfologi No Presentas Kategori Frekuen Persentasi Respon (%) Pencapai . an Skor Responden Maksimu Ou 20-36 Sangat 0,00 tidak baik > 36-52 Tidak baik 0,00 > 52-68 Cukup baik 10 33,33 > 68-84 Baik 53,33 5 > 84-100 Sangat 13,33 Jumlah 100,00 Sumber : Hasil Analisis Data Primer Tahun 2020 Berdasarkan Tabel 4. 12, frekuensi penyebaran respon terbanyak pada kategori baik, yaitu sebanyak 16 responden atau 53,33%. Hasil analisis data menunjukkan skor rata-rata respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum yang tahan terhadap hama dan penyakit adalah sebesar 3,80 dan pencapaian skor maksimum 76%. Kalau dibandingkan dengan kategori rujukan, persentase sebesar ini berada pada kategori respon AubaikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum yang tahan terhadap hama dan penyakit tergolong AubaikAy. Presentasi Kategori Frekuen Persenta Pencapaian Respon dari si (%) Skor Responden . Maksimum Ou 20-36 Sangat tidak 0,00 > 36-52 Tidak baik 3,33 > 52-68 Cukup baik 36,67 > 68-84 Baik 53,33 > 84-100 Sangat baik 6,67 Jumlah 100,00 Sumber:Hasil Analisis Data Primer Tahun 2020 Berdasarkan Tabel 4. 13, frekuensi penyebaran respon terbanak berada pada kategori baik, yaitu sebanyak 16 responden atau 53,33%. Hasil analisi data menunjukkan bahwa skor rata-rata respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada morfologi adalah sebesar 3,63 dan pencapaian skor maksimum 72,6%. Kalau dibandingkan dengan kategori rujukan, persentase sebesar ini berada pada kategori respon AubaikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum yang tahan terhadap hama dan penyakit tergolong AubaikAy. Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada Budidaya Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanamn Sorgum Morfologi Syamsuddin, et al. Respon Petani Terhadap Pengembangan Tanaman SorghumA. Page 49 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Tabel 4. 14 Distribusi Petani Responden Berdasarkan Respon Anggota Kelompok Tani terhadap Pengembangan Tanaman Sorgum pada Budidaya p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 budidaya dan pemanfaatan sorgum adala umur, tingkat pendidikan, luas lahan, pengalaman usaha tani sorgum dan identitas mengikuti penyuluhan. PENUTUP Presentasi Pencapaian Skor Maksimum Ou 20-36 Kategori Frekue Persent Respon nsi asi (%) . Responden Sangat 0,00 tidak baik > 36-52 Tidak baik 0,00 > 52-68 Cukup 53,33 > 68-84 Baik 40,00 > 84-100 Sangat 6,67 Jumlah 30 100,00 Sumber:Hasil Analisis Data Primer Tahun 2020 Berdasarkan Tabel 4. 14, frekuensi penyebaran respon terbanyak berada pada kategori cukup baik, yaitu sebanyak 16 responden atau 53,33%. Hasil analisis data menunjukkan skor rata-rata skor ratarata respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada budidaya adalah sebesar 3,53 dan pencapaian skor maksimum 70,6%. Kalau dibandingkan dengan kategori rujukan, persentase sebesar ini berada pada kategori respon AubaikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respon anggota kelompok tani terhadap pengembangan tanaman sorgum pada budidaya tergolong AubaikAy. Hasil penelitian (Wijayanti et al. , 2. dalam penelitiannya tentang respon petani terhadap inovasi budidaya dan pemanfaatan sorgum di Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul menyimpulkan bahwa : Tingkat respon petani terhadap inovasi budidaya dan pemanfaatan sorgum sebesar 57,99 %. Dimana 90% petani masih ragu-ragu terhadap penerapan inovasi budidaya dan pemanfaatan sorgum. Hal ini dikarenakan sorgum merupakan teknologi baru yang dikembangkan. Persepsi dan motivasi berpengaruh nyata secara positif terhadap respon petani terhadap inovasi dan budidaya pemanfaatan Faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap respon petani terhadap inovasi Berdasarkan tujuan penelitian, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Kesimpulan Respon anggota kelompok tani terhadap usaha tani sorgum tergolong AubaikAy dengan skor rata-rata 3,69 dan pencapaian skor maksimum sebesar 74%. Hal ini berarti pengembangan sorgum di Desa Pledo menjadi pilihan usaha tani yang baru dan inovatif untuk kondisi lahan di desa penelitian. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini perlu adanya beberapa hal yang menjadi saran kepada. Petani sorgum agar terus melakukan pembudidayaan tanaman sorgum yang inovatif dan kreatif sebagai salah satu tanaman pangan lokal bernilai ekonomi kebutuhan pangan sehari-hari. Dinas Pertanian setempat agar lebih fokus memberikan penyuluhan dan kebijkan akan pengembangan tanaman sorgum. Hal ini agar petani lebih mudah memahami serta lebih kreatif dalam memproduksi tanaman sorgum di masa akan datang. DAFTAR PUSTAKA