Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 Kompetensi Universitas Balikpapan PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS SPIRITUAL DI SURAU PASEBAN Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang1,2,3 pos-el: 2420010040@uinib. id1, muhammadkosim@uinib. id2, fauzamasyhudi@uinib. ABSTRAK Pendidikan Islam berbasis spiritual memiliki peran penting dalam pengembangan kepribadian yang beriman. Surau Paseban, sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tradisional di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk . Menganalisis Sejarah Surau Paseban . Menganalisis Biografi singkat Syeh Paseban, . Fungsi surau paseban pada zaman dahulu dan sekarang dan . Pola Pendidikan Islam Berbasis Spiritual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali data melalui wawancara dengan pengurus surau dan jamaah, serta menggunakan data dari hasil observasi dengan memperhatikan lingkungan surau paseban. dokumentasi serta kajian arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan di Surau Paseban menekankan pada integrasi antara nilai-nilai Islam dan pengembangan spiritual melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti dzikir tasawuf, pengajian, melaksanakan ibadah wajib dan Pendidikan Islam berbasis spiritual di Surau Paseban memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan pribadi yang seimbang antara intelektualitas dan spiritualitas, yang diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam kehidupan sosial dan keagamaan Kata Kunci: Sejarah. Biografi, fungsi. Pendidikan Spiritual. Surau Paseban. ABSTRACT Spiritual-based Islamic education plays an important role in the development of a faithful Surau Paseban, as one of the traditional Islamic education institutions in Padang City. This research aims to . Analyzing the History of Surau Paseban . Analyzing the brief biography of Syeh Paseban, . The function of surau paseban in ancient times and now and . Pattern of Spiritual Based Islamic Education. The method used is a qualitative approach, this research explores data through interviews with surau administrators and worshipers, as well as using data from observations by paying attention to the surau paseban environment. documentation and archival studies. The results showed that education in Surau Paseban emphasizes the integration of Islamic values and spiritual development through religious activities, such as tasawuf dhikr, recitation, performing mandatory and sunnah worship. Spiritual-based Islamic education in Surau Paseban makes a positive contribution to the formation of a balanced personality between intellect and spirituality, which is expected to have a long-term impact on the social and religious life of the community. Keywords: History. Biography, function. Spiritual Education. Surau Paseban. PENDAHULUAN Surau Paseban di koto panjang Tengah Masyarakat Minangkabau yang sangat membutuhkan surau paseban dalam melaksanakan ibadah dan kegiatan sosial. Masyarakat Minangkabau Masyarakat yang religius, yang mana Vol. No. Juni 2025 agama Islam merupakan kepercayaan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan, di samping itu juga menjunjung tinggi adat dan budaya, serta keseimbangan antara adat dan agama. (Amin, 2. sebagaimana pepatah mengatakan AuAdat basandi syaraAo, syaraAo basandi kitabullahAy syaraAo yang berarti Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 berlandaskan pada ajaran agama Islam (Yohanis. Masyarakat Minangkabau mayoritas menganut agama Islam. Salah satu ciri khas minang adalah Masyarakat yang sangat kental dengan ajaran Islam. Sejarah pada zaman Pendidikan pada zaman kolonial sangat kritis dan diperlukan pembaharuan, salah satu peran tokoh dalam pengembangan Pendidikan adalah dengan membangun surau untuk pengembangan Pendidikan Islam. Surau Paseban adalah salah satu surau bersejarah yang terletak di Koto Panjang. Kota Padang, yang memiliki perkembangan sosial, budaya, dan agama di wilayah tersebut. Surau ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama. Minangkabau. Sebagai lembaga yang memiliki nilai historis tinggi. Surau Paseban menjadi saksi bisu dari perkembangan Islam di ranah Minang. Salah satu aspek penting yang perlu dicermati dalam kajian sejarah Surau Paseban adalah tokoh pendirinya, yaitu Syeikh Paseban, seorang ulama terkemuka yang memiliki kontribusi besar dalam penyebaran ajaran Islam di lingkungan Masyarakat sekitar. Hal yang ditonjolkan di dalam surau yaitu penyebaran ajaran Islam melalui Pendidikan. Sejalan dengan pendapat Azyumardi Azra di dalam bukunya yang berjudul surau mengatakan bahwa fungsi surau pada zaman dahulu di Minangkabau tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga Pendidikan (Azra, 2. Syeikh Paseban, sebagai pendiri dan tokoh utama dalam sejarah surau memberikan pengembangan surau tersebut. Sebagai seorang ulama, ia tidak hanya menyebarkan ajaran agama Islam di Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan mengintegrasikan nilai-nilai budaya adat Minangkabau dengan ajaran Islam yang diajarkan di surau ini. Kehadiran Syeikh Paseban memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap masyarakat Koto Panjang, baik dalam aspek keagamaan, pendidikan, maupun sosial Surau mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Islam Surau Masyarakat beragama Islam dalam melakukan ibadah, mempelajari ilmu agama dengan Pendidikan non formal, tarekat, serta tempat perkumpulan acara adat yang masih berkaitan dengan ajaran Islam, serta surau juga digunakan untuk tempat tidur anak bujang. Namun fungsi surau sekarang sudah ada perbedaan, seiring dengan perkembangan zaman, kini Pendidikan yang dilakukan di surau sudah beralih fungsi ke Lembaga Pendidikan formal seperti pesantren, madrasah dan sekolah. Begitu juga dengan surau paseban yang sudah berpindah fungsi dari zaman dahulu ke zaman sekarang. Namun walaupun mempertahankan nilai-nilai Pendidikan Islam berbasis spiritual. Sejalan dengan pendapat Ira Suryani, et al. dalam jurnalnya yang berjudul AuSurau Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Zaman Dulu Dan SekarangAy bahwa surau sebagai warisan lama, fungsi surau di Minangkabau Pada awalnya surau berfungsi sebagai tempat upacara adat, kemudian berkembang menjadi tempat peribadatan dan berkumpul anak-anak muda untuk mempelajari berbagai pengetahuan dan Selain itu, para lelaki beristirahat di surau. Namun seiring berkembangnya kebutuhan zaman. Pendidikan non formal yang ada di surau sudah beralih fungsi ke Pendidikan formal di madrasah dan pesantren (Suryani et al. , 2. Begitu juga dengan surau paseban yang sangat berfungsi Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 sebagai Pendidikan Islam berbasis Fungsi utama dari surau tersebut merupakan tempat ibadah umat muslim di sekitar surau seperti sholat wajib 5 waktu, sholat sunnah serta membaca al-qurAoan. Serta tempat bersejarah yang sering dikunjungi oleh para peneliti dari peninggalan Syekh paseban sebagai tokoh pendiri surau Dapat dibandingkan dengan Pendidikan lingkungan Masyarakat, surau paseban lebih berkembang dengan mendalami nilai-nilai membutuhkan ilmu agama dalam menghadapi tantangan zaman. Dapat dilihat bahwa surau paseban hingga saat sekarang sangat melekat penanaman Pendidikan spiritual yang bertujuan untuk beribadah kepada Allah serta mendapatkan Ridho Allah. Hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan Masyarakat yang ada di lingkungan surau Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Jamaah surau yang mengatakan bahwa surau paseban sekarang berfungsi sebagai tempat ibadah seperti berzikir, mengaji, sholat dan semata-mata untuk meraih Ridho Allah. Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan fitrah yang pemenuhannya tergantung pada kesempurnaan manusia dan kematangan individu. (Andriyani. Pendidikan spiritual yang berlangsung di surau paseban kini sangat pekat, hal ini sesuai dengan fungsi surau yang digunakan untuk lansia yang kehidupannya hanya semata untuk mendekatkan diri kepada Allah. Konsep manusia dalam dunia pendidikan dilihat sebagai makhluk yang lengkap terdiri dari unsur jasmani-rohani, jiwa-akal, nafs-qolb (Supriaji, 2. oleh karena itu manusia perlu memenuhi kebutuhan jiwa dan raga dengan Pendidikan berbasis Berdasarkan Sudirman et al. , . yang berkaitan dengan penelitian ini yang membahas Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan tentang Posisinya Dalam Pusaran Jaringan Tarekat Syathariyah di Minangkabau. Penelitian ini membahas tentang bagaimana tarekat syatariyah ini berkembang yang berasal dari surau Sedangkan penelitian ini membahas tentang pola pendidikan Islam yang ada di surau paseban berbasis dengan Pendidikan spiritual, hal ini sangat berkaitan dengan cara pendekatan diri kepada Allah, pembelajaran ini juga berasal dari tarekat syatariyah yang merupakan salah satu tarekat atau aliran spiritual dalam Islam yang menekankan pada pembentukan akhlak mulia, pembersihan jiwa . , serta peningkatan hubungan langsung dengan Allah melalui dzikir, ibadah, dan pengajaran tasawuf. Tarekat ini berfokus Allah pembersihan hati dari segala macam noda duniawi. (Fathurahman, 2. Penelitian ini bertujuan untuk Pendidikan Islam berbasis spiritual di surau paseban, karena dapat ditinjau bahwa kurangnya penelitian tentang Pendidikan . Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Sejarah berdirinya surau paseban serta tokoh pendirinya, fungsi surau paseban pada zaman dahulu dan sekarang serta mengetahui Pendidikan Islam berbasis spiritual di surau paseban. Melalui kajian ini, diharapkan dapat ditemukan pemahaman yang lebih mendalam tentang kontribusi Surau Paseban dan Syeikh Paseban terhadap masyarakat Koto Panjang, serta peranannya dalam memperkuat jaringan Pendidikan Islam berbasis spiritual di Minangkabau khususnya di koto panjang yang terus hidup hingga saat ini. Secara keseluruhan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai Pendidikan Islam di Surau Paseban dan tokoh penting yang terlibat dalam pendiriannya, sekaligus Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 Pendidikan Islam di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif (Kusumastuti & Khoiron, 2. yang bertujuan untuk menggambarkan secara mengenai Pendidikan Islam berbasis spiritual di surau paseban yang berlokasi Koto Panjang. Koto Tangah. Kota Padang. Pendekatan kualitatif dipilih karena fokus penelitian ini adalah untuk memahami fenomena yang berkaitan dengan sejarah pendirian dan fungsi surau, serta Pendidikan Islam spiritual yang dilaksanakan di surau dalam kehidupan masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah Teknik kegiatan ini dilakukan dengan tokoh agama yaitu pengurus surau 1 orang. serta jamaah surau sebanyak 3 orang, penelitian ini dilakukan untuk menggali implementasi Pendidikan Islam berbasis Wawancara yang dilakukan dengan pengurus masjid dan jamaah dilakukan karena mereka adalah objek yang lebih mengetahui kondisi seharihari yang terjadi di lingkungan surau paseban serta mempelajari juga Sejarah surau paseban hingga perkembangan hingga saat ini. Serta melakukan observasi lingkungan sekitar surau dengan melihat dan memperhatikan kondisi surau mengamati kegiatan ibadah yang berlangsung di surau paseban dengan melihat/ secara langsung seperti dzikir, baca al-quran dan sholat. Serta mengumpulkan dokumen yang relevan, seperti catatan kegiatan ibadah yang dilakukan di Surau Paseban di lingkungan surau paseban koto Panjang Kota Padang. Prosedur analisis data yang dilakukan pada penelitian ini pada Teknik analisis data wawancara yaitu Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan menggunakan analisis tematik dengan melakukan transkripsi data, familiarisasi data, pengkodean serta mengidentifikasi tema agar dapat memahami lebih mendalam tentang konteks wawancara yang dilakukan. Analisis data observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung dan sistematis terhadap objek yang diteliti di surau paseban. Prosedur ini dilakukan dengan cara menentukan objek, pengamatan serta melakukan Setelah data dikumpulkan, lalu dianalisis untuk menemukan hubungan yang relevan serta dapat menjawat pertanyaan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Berdirinya Surau Paseban Sejak adanya kolonial di Indonesia. Pendidikan yang berkembang sangat Minangkabau. dengan suasana yang sangat memprihatinkan maka tokoh agama di Minangkabau mengadakan Pendidikan mendirikan surau sebagai pusat Pendidikan Islam. Dalam kondisi dan situasi seperti inilah, surau tampil sebagai lembaga kemasyarakatan yang mampu berkontribusi dan memberikan solusi terhadap problematika dalam Hal keagamaan tradisional tidak hanya berperan dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai sosial dan Senada dengan itu. Yani et al. menyatakan bahwa Masjid Raya Al-Haji Muhammad Syah Labuhanbatu Utara merupakan warisan sejarah Islam pada masa kolonial yang mencerminkan perpaduan antara nilai spiritual, tradisi kerajaan, dan fungsi Surau tidak hanya digunakan sebagai lembaga keagamaan saja, tetapi juga berkontribusi sebagai wadah dalam Salah satu surau tersebut Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 adalah surau Syekh Paseban, surau ini berdiri tahun 1921 M di Koto Panjang Koto Tangah Padang. Surau ini Didirikan oleh Syekh Paseban di atas tanah bekas rumah tahanan atau yang biasa disebut bekas tanah penjara. Berdasarkan dengan pengurus surau paseban yaitu buya Zul Asri pada tanggal 30 November 2024, beliau mengatakan bahwa Ausurau ini didirikan oleh Syekh paseban Bersama dengan Masyarakat, dengan hasil musyawarah maka didirikanlah surau paseban untuk tempat ibadah dan kegiatan sosial Masyarakat, didirikan di atas tanah bekas penjaraAy. Adapun latar belakang didirikannya surau Syekh Paseban adalah karena rasa menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam di tempat asal beliau Maka dengan pemikiran yang memutuskan berhenti mengajar di perantauan dan Kembali ke kampung halamannya yaitu koto Panjang kota Setelah mendapat izin beliau kembali ke Kampung halamannya, dengan tekad yang sangat kuat untuk mengembangkan ajaran Islam, maka diadakan kesepakatan dan diskusi dengan Masyarakat setempat. Berdirinya surau ini tidak langsung berjalan dengan lancar, namun ada beberapa kendala dan pertikaian dengan pendiri surau gadang yang memang berjarak dekat dengan surau yang akan didirikan. Dengan diskusi serta musyawarah secara terbuka dan baik-baik, maka Masyarakat sepakat didirikanlah surau paseban. Paseban berdiri pada tahun 1921 di atas tanah bekas rumah tahanan, paseban adalah rumah tempat orang tahanan. Surau Syekh Paseban dibangun bersama-sama oleh anggota masyarakat. Dilihat dari bentuknya, surau ini berukuran 7,58 x 5,5 Meter, beratap dan berlantai, dindingnya terbuat dari kayu dan lantainya tidak menyentuh tanah Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan atau dapat digambarkan seperti rumah Di bawah lantai pancangkan beberapa tiang kira-kira satu meter di atas tanah. Di halaman depan surau ini terdapat semacam kolam sebagai tempat Namun sekarang kolam tersebut dijadikan untuk kolam ikan. Begitu pun dengan bentuk ruangannya terdiri dari tiga bagian,. Sebelah sudut kanan terdapat bilik . kecil yang digunakan sebagai tempat tidur bagi perempuan lansia, dan sebelah sudut kiri digunakan sebagai dapur untuk memasak, sementara ruangan tengahnya digunakan sebagai tempat untuk beribadah seperti sholat, mengaji AlqurAoan dan aktivitas lainnya. Hingga saat ini surau masih terawat dengan baik dengan mencerahkan Kembali jika warna dari surau sudah mulai memudar. Berdasarkan hasil dari observasi yang dilakukan pada hari Sabtu, 30 November 2024, yaitu AuTampak di menggunakan tonggak dari kayu dan isi bangunan dari surau tersebut juga semi permanen, memiliki ruangan sholat, mimbar, fasilitas yang lain seperti kipas angin, tikar sholat, pembatas sholat dan sound system untuk mengumandangkan azan, iqomah dan lainnya serta bedug untuk memberi peringatan kepada Masyarakat bahwa suara azan akan Surau ini juga masih diperhatikan oleh Masyarakat setempat, oleh karena itu surau paseban saat ini masih sangat bagus dan bersih. Ay Berdasarkan hasil temuan yang sejalan dengan penelitian yang dibahas bahwa Surau paseban merupakan tempat beribadah serta pusat pendidikan Islam berbasis spiritual sebagai tempat bersejarah di koto Panjang, surau berkembangnya surau di Sumatera Barat khas Minangkabau. Salah satu latar belakang utama berdirinya surau adalah masuknya agama Islam ke Minangkabau (Yulanda et al. , 2. Proses penyebaran Islam di wilayah ini Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 dipengaruhi oleh para pedagang dan ulama yang membawa ajaran Islam dan menjadikannya agama dominan di wilayah tersebut. Islam diperkenalkan Minangkabau melalui dakwah, pendidikan agama, serta hubungan perdagangan. Para ulama yang datang dari luar Minangkabau mendirikan surau sebagai tempat untuk mengajarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat. Surau berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, yang memfasilitasi belajar tentang dasardasar agama Islam seperti membaca AlQur'an, memahami fiqh . ukum Isla. , serta ajaran-ajaran pokok lainnya. (HAKIM, 2. Surau diperkenalkan juga oleh Syekh Burhannuddin di Ulakan Pariaman dan Ulama yang lainnya. Pada masa ini, eksistensi Surau di samping sebagai tempat shalat juga digunakan sebagai tempat mengajarkan ajaran Islam, khususnya tarekat . Sehingga pada akhirnya murid-murid Syekh Burhanuddin yang memainkan peranan penting dalam pengembangan Surau sebagai lembaga pendidikan bagi generasi selanjutnya (Sirait et al. , 2. Surau juga memiliki peran dalam kehidupan sosial dan adat Minangkabau. Masyarakat Minangkabau mengutamakan musyawarah dalam penyelesaian masalah dan pengambilan Surau sering dijadikan tempat untuk melakukan musyawarah masyarakat, baik itu dalam hal kegiatan keagamaan maupun urusan adat. Surau Minangkabau. Dalam Minangkabau yang menganut sistem matrilineal . aris keturunan ib. , surau juga memainkan peran dalam menjaga harmoni dalam masyarakat, sebagai tempat untuk berdiskusi, menyelesaikan silaturahmi antar sesama anggota (Azra, 2. Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan Surau paseban berdiri kokoh atas lahirnya tokoh-tokoh pembaharuan Islam Minangkabau mengembangkan ilmu pengetahuan. Surau juga sangat sejalan dengan budaya Minangkabau yaitu adat basandi syaraAo, syaraAo basandi kitabullah. Dengan adanya surau, masyarakat dapat mengembangkan dan menimba ilmu pengetahuan, baik itu dalam bidang sosial, ekonomi, budaya maupun dalam bidang agama dan spiritual. Berdirinya surau di Minangkabau sangat erat kaitannya dengan kebutuhan Masyarakat yang kurang akan nilai-nilai agama, ekonomi, soaial dan budaya. Oleh karena itu surau di Minangkabau berkembang, begitu juga dengan surau paseban yang mempunyai dampak besar terhadap Masyarakat Koto Panjang Koto Tangah Kota Padang. Biografi Singkat Syeikh Paseban Syekh Paseban lahir di Koto Panjang. Koto Tangah Padang tahun 1234 H/ 1817, gelar Sidi Alim suku Piliang. Beliau wafat tahun 1356 H/ 1937 M sewaktu beliau menunaikan ibadah haji ke Mekkah, dalam usia 120 Syekh Paseban adalah seorang ulama besar Minangkabau khususnya Kota Padang. Setelah beranjak dewasa beliau diantar oleh kedua orang tuanya untuk belajar mengaji di Tanjung Medan Ulakan kepada murid ke 6 dari Syekh Burhanuddin Ulakan yaitu Syeikh Habibullah. Syeikh paseban melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu sudah mengalami berbagai banyak hal kendala dan rintangan. Syeikh paseban sudah 3 kali bolak balik menuntut ilmu, pada tahap yang ke 4 kalinya ia berhasil dalam menggali ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Syeikh Habibullah, yaitu mendalami ilmu Tafsir. Fiqih. Nahwu, dan Syaraf. Setelah itu beliau berniat Kembali ke tanah kelahiran yaitu koto Panjang kota Padang. Dengan niat yang sangat mulia. Syeikh paseban mengembangkan ilmu agama di lingkungan sekitar dan Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 mendirikan surau paseban. Syeikh paseban mengajarkan ilmu-ilmu yang dipelajarinya selama ia menimba ilmu saat merantau dan mengajarkannya kepada murid. Beliau juga menulis naskah-naskah kuno yang sekarang masih tersimpan di dalam surau. Murid dari Syeikh paseban yang ingin menuntut ilmu tidak hanya dari lingkungan sekitar saja, bahkan dari berbagai daerah dari luar kota padang juga menuntut ilmu kepada Syeikh paseban di surau paseban koto Panjang Kota Padang. Berdasarkan dengan pengurus surau paseban yaitu buya Zul Asri pada hari Sabtu tanggal 30 November 2024 yang mengatakan bahwa AuSyeikh Paseban memiliki perjalanan yang sangat Panjang dalam mendalami dan mempelajari ilmu agama murid-murid Syeikh paseban, beliau memberikan pembelajaran ilmu agama kepada murid. Dengan demikian kontribusi Syeikh paseban sangat Masyarakat sekitarAy. Perjuangan yang dilakukan oleh Syeikh paseban kini terus dilanjutkan oleh tokoh-tokoh agama untuk tetap melestarikan surau sebagai tempat ibadah dan kegiatan sosial. Walaupun keturunan dari Syeikh paseban tersebut tidak ada yang melanjutkan perjuangan Syeikh paseban di surau paseban, namun masih ada tokoh agama termasuk buya Zul Asri berkontribusi di surau paseban. Berdasarkan Afrinaldi & Maijar, 2. yang mengatakan tentang syeh paseban sebagai pendiri surau paseban di Koto Panjang Kota Padang. Fungsi Surau Paseban Pada Zaman Dahulu Dan Sekarang Pada zaman Surau Paseban tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga sebagai pusat Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan masyarakat sekitar. Serta untuk Di surau ini, para santri belajar mengenai ilmu agama. Selain itu, surau ini juga menjadi pusat pertemuan sosial dan budaya bagi masyarakat Koto Panjang, mempererat hubungan antar warga serta menjaga kelestarian tradisi dan adat Minangkabau. Surau paseban dahulunya juga digunakan untuk memperingati hari besar Islam seperti maulid nabi, israAo miAoraj dan kegiatan lainnya yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Fungsi Surau tidak berubah setelah kedatangan Islam, hanya saja fungsi keagamaannya semakin penting. Fungsi surau paseban ini juga sejalan dengan adat dan budaya Minangkabau yang menggunakan surau sebagai tempat tinggal kaum pria yang masih bujang. Sebagaimana di Minangkabau kaum laki-laki tidak memiliki kamar di rumah, maka mereka tinggal dan menginap di surau, selain itu tentunya juga tempat untuk mempelajari ilmu-ilmu agama. Seiring berjalannya waktu, fungsi surau sekarang sedikit berbeda dengan zaman dahulu, yang mana dulu surau paseban dijadikan tempat untuk menimba ilmu Pendidikan, sekarang Masyarakat sudah beralih ke pesantren dan madrasah. Fungsi surau paseban sekarang yaitu untuk melaksanakan ibadah seperti sholat 5 waktu berjamaah, melaksanakan sholat idul fitri dan idul adha, sholat tarawih, dan sholat 40 serta tadarus Al-qurAoan dan berzikir dari tarekat syatariyah. Berdasarkan dengan salah satu jamaah lansia pada hari Sabtu, tanggal 30 November 2024, beliau mengatakan bahwa AuFungsi surau paseban sekarang untuk beribadah sholat wajib dan sunnah, namun kegiatan peringatan hari besar, sholat jumat tidak ada diselenggarakan di surau paseban, serta TPQ pun tidak ada diselenggarakan dan didirikan di sana. Fungsi surau sekarang digunakan untuk sholat, tadarus dan tempat penginapan lansiaAy Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 Hal ini juga dapat dilihat dari hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 30 November 2024 bahwa AuSurau paseban sekarang digunakan untuk beribadah sholat 5 waktu, tadarus AlQuran serta penginapan untuk lansia. Surau ini digunakan untuk lansia yang ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan beribadah kepada Allah. Dalam surau juga disediakan kamar tidur untuk lansia, kamar mandi serta dapur untuk Fasilitas yang disediakan seperti kulkas, dispenser, kompor serta alat-alat dapur lainnya yang dapat digunakan oleh ibu-ibu lansia yang ingin tinggal di surau paseban. Serta adanya kolam ikan yang dahulunya digunakan untuk berwudhu. Ay Hal ini Dapat dilihat dari kebiasaan Masyarakat yang berada di surau paseban untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, sudah menemukan tujuan hidup yang sesungguhnya untuk melaksanakan ibadah, berakhlakul karimah, memiliki nilai-nilai positif yang ada di dalam jiwa. Menghadapi cobaan dengan penuh kesabaran serta selalu bersyukur dengan anugerah yang diberikan Allah adalah cara untuk mengimplementasikan nilai spiritual Islam. Hal ini sangat mencerminkan nilai spiritual yang Implementasinya dapat menyandarkan hidup kepada keyakinan, seperti menjadikan doa sebagai bagian dari rutinitas, mempercayai adanya takdir, dan selalu berusaha melakukan yang terbaik dengan tawakkal . erserah dir. kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, maupun di lingkungan Masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian lain yang sejalan dengan penelitian yang dibahas yaitu Surau memiliki fungsi yang sangat bermanfaat bagi Masyarakat Minangkabau. Surau digunakan sebagai tempat Ibadah. Surau pada zaman dahulu merupakan tempat utama untuk Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan beribadah, seperti melakukan salat berjamaah, mengadakan pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya. Dalam Minangkabau, menjadi pusat kehidupan religius, di mana umat Islam berkumpul untuk melaksanakan ibadah secara bersamasama. Surau juga sebagai Pusat Pendidikan Agama Salah satu fungsi terpenting dari surau di masa lalu adalah sebagai lembaga pendidikan agama. anak-anak Minangkabau belajar membaca AlQur'an, mempelajari ilmu fiqh . ukum Isla. , tafsir, hadis, dan ilmu agama Pendidikan di surau lebih bersifat informal dan berfokus pada pengajaran agama serta etika hidup sesuai dengan ajaran Islam. (Azra, 2. diperkuat dengan penelitian lainnya yang membahas tentang surau paseban mempelajari tarekat syatariyah, yang dapat dilihat bahwa Dalam naskah Au Sejarah Ringkas Syaikh Paseban Assyattari Rahimalullah TaAoala AnhuAy, diceritakan bahwa Syekh Paseban pertama kali belajar tarekat Syattariyah pada Syekh Habibullah yang merupakan Khalifah Syekh Burhanuddin Ulakan. Padang Pariaman (Sudirman et al. , 2. Fungsi surau pada zaman sekarang masih hampir sama dengan dahulunya yaitu sebagai tempat beribadah, kegiatan sosial lainnya. Menurut penelitian lainnya yang sejalan dengan penelitian ini bahwa Surau digunakan sebagai tempat ibadah wajib dan sunnah, ibadah wajib seperti sholat 5 waktu, ibadah sunnah seperti tadarus, sholat sunnah rawatib, sholat jenazah, sholat idul fitri, sholat idul adha, dll. (Karim, 2. Fungsi surau sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas Masyarakat serta menambah wawasan ilmu pengetahuan agama, moral, etika dan karakter Masyarakat. Surau juga sangat berfungsi dalam menjalin hubungan sosial serta Masyarakat. Begitu juga dengan fungsi Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 surau lainnya di Minangkabau juga sebagai tempat untuk beribadah, sosial serta sebagai tempat untuk menimba ilmu pengetahuan. Surau paseban juga memiliki fungsi yang sama dengan surau-surau lainnya yang ada di lingkungan Minangkabau. Penanaman nilai Pendidikan Islam berbasis spiritual sangat melekat pada surau paseban dengan perbandingan antara dulu dan Pola Pendidikan Islam Berbasis Spiritual Surau paseban menjadi wadah utama bagi masyarakat Minangkabau untuk mempelajari agama Islam. Di sini. Syeikh paseban, serta ulama atau tokoh agama mengajarkan dasar-dasar agama. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus Surau Paseban pada tanggal 2 Desember mengatakan AuDisini Syeikh paseban mengajarkan ilmu agama secara Selain mempelajari ilmu agama Islam, surau paseban memberikan pendidikan sosial dan budaya. Anakanak dan remaja belajar tentang nilainilai adat Minangkabau, seperti norma sosial, etika, dan tata cara hidup dalam Pendidikan ini penting untuk menjaga kelangsungan tradisi dan adat istiadat MinangkabauAy. Hal ini sangat berkaitan dengan pola Pendidikan yag diajarkan oleh Syeikh paseban kepada Adapun pola Pendidikan di surau paseban yaitu: Tarekat Syattariyah Dalam Penanaman Ajaran Islam Berbasis Spiritual Pendidikan spiritual di Surau Paseban, yang dilaksanakan melalui pengajian tasawuf, fiqh, dan tauhid, mencerminkan pola pendidikan Islam tradisional yang menekankan pada pembentukan akhlak dan kedekatan spiritual kepada Tuhan. Pola ini memiliki kemiripan dengan praktik pendidikan di Masjid Al-Osmani. Medan, yang juga menjadi pusat Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan pengajian tasawuf, fiqh, dan tauhid. Selain sebagai tempat ibadah. Masjid AlOsmani juga mencerminkan akulturasi budaya Melayu. China. Arab. India, dan Eropa, menjadikannya simbol toleransi dan identitas lokal (Maritza et. Al. Salah satu bentuk nyata pendidikan spiritual di Surau Paseban adalah penanaman ajaran Tarekat Syattariyah. Tarekat ini merupakan salah satu jalur dalam tradisi tasawuf yang berfokus pada spiritualitas dan penyucian jiwa (Bakar. Ajaran Tarekat Syattariyah menekankan pentingnya dzikir atau penyebutan nama Allah sebagai inti kehidupan spiritual, bukan hanya sebagai bentuk ibadah tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan membersihkan hati dari gangguan duniawi. Selain aspek spiritual. Surau Paseban juga mengajarkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan generasi yang cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan bermoral tinggi (Mukhlis, 2. Ajaran yang pemahaman tentang tauhid dan pentingnya penyerahan diri sepenuhnya kepada keesaan Allah. Lebih lanjut. Tarekat Syattariyah pembentukan pribadi yang saleh, tetapi juga mendorong kehidupan sosial yang Kehidupan masyarakat yang sesuai ajaran IslamAi seperti gotong royong, musyawarah, dan solidaritas sosialAijuga menjadi bagian penting dari pendidikan di surau ini. Ajaran tarekat ini diterapkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui pelaksanaan syariat seperti salat, puasa, dan zakat, maupun dalam sikap moral dan etika yang baik dalam berinteraksi dengan sesama. Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 Sebagai bentuk pengamalan ibadah sunnah. Surau Paseban juga menerapkan kegiatan shalat sunnah seperti Shalat 40 (Nirmala & Satria, 2. Hingga kini, nilai-nilai spiritual Islam yang diajarkan melalui Tarekat Syattariyah tetap kehidupan religius di Surau Paseban dan terus diwariskan kepada generasi Tujuan Utama Pendidikan Islam Berbasis Spiritual Pendidikan Islam bertujuan untuk pembentukan pribadi yang bertakwa, yaitu individu yang menyadari adanya Allah dan hidup sesuai dengan nilai-nilai Oleh karena itu, setiap pelajaran tidak hanya menekankan pengetahuan duniawi, tetapi juga mengajarkan pemahaman tentang agama, akhlak yang baik, dan kehidupan spiritual yang dekat dengan Tuhan (Nabila, 2. Hal ini dapat dilihat bahwa Pendidikan Islam mempunyai peran yang sangat kuat dalam membentuk pribadi yang religius, berpedoman, terarah dalam setiap mewujudkan kebahagiaan di dunia dan Islam sangat memberikan nilainilai Pendidikan agar dapat memperoleh Penggunaan Metode Pembelajaran Metode pengajaran yang dilakukan di surau paseban menggunakan metode halaqoh dengan pembelajaran yang dilakukan secara melingkar agar lebih terfokus dalam menerima pembelajaran. Pola pendidikan ini berfokus pada pendekatan yang mendalam, seperti metode pengajaran yang berfokus pada diskusi, kajian mendalam . a'li. , serta pembelajaran dengan pendekatan hati. Al-Qur'an, menghafalkan doa, dan melakukan praktik ibadah sehari-hari. Materi Pembelajaran Berbasis Islam Pendidikan yang dilakukan di surau paseban yaitu memberikan pembelajaran tentang ajaran agama. Memperdalam Vol. No. Juni 2025 Kompetensi Universitas Balikpapan ajaran agama Islam dengan Membaca Al-Qur'an, di dalam Surau mengajarkan anak-anak untuk membaca Al-Qur'an dan menghafalnya. Pembelajaran AlQur'an ini menjadi dasar dari pendidikan agama yang diterima masyarakat Minangkabau. di surau juga diajarkan tentang Pelajaran Fiqih dan Hukum Islam, masyarakat diajarkan tata cara beribadah yang benar, seperti salat, puasa, zakat, dan haji. Pengajaran ini sangat penting untuk membentuk pemahaman yang mendalam mengenai kewajiban dan tata cara hidup umat Islam. Pengetahuan lainnya juga diajarkan yaitu Tafsir dan Hadis. Selain fiqh, pengajaran tafsir . enafsiran AlQur'a. dan hadis juga sering dilakukan di surau. Pengajaran ini membantu masyarakat memahami konteks dan makna ajaran Islam yang lebih dalam. surau paseban juga diajarkan tentang ilmu tauhid (Abidin & Effendi, 2. Pembelajaran yang diberikan di surau paseban sangat berpengaruh bagi Masyarakat yang ingin mempelajari Ilmu agama secara mendalam. Murid dari tokoh-tokoh dalam pengembangan ilmu pengetahuan di surau paseban dapat memahami ajaran agama Islam yang didapatkan dalam Lembaga nonformal. Pembelajaran yang dilaksanakan di surau sangat besar pengaruhnya dalam pemahaman ilmu pengetahuan secara Oleh sebab itu ilmu pengetahuan berkembang di Tengahtengah Masyarakat dan membentuk pola pikir Masyarakat yang maju dan berkembang serta memiliki penanaman jiwa yang spiritual di surau paseban koto Panjang kota Padang. Pendidikan Islam berbasis spiritual yang berlangsung di surau paseban dapat diterapkan lebih lanjut di Tengah-tengah Masyarakat, hal ini sangat berkaitan dengan kebutuhan Pendidikan Islam berkembang pada saat sekarang ini, seperti memperdalam pemahaman ilmu agama serta lebih mendekatkan diri kepada Allah. Nailus SaAoadah1. Muhammad Kosim2. Fauza Masyhudi3 KESIMPULAN Artikel ini menekankan bahwa pendidikan Islam yang berbasis pada aspek spiritual memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan pemahaman agama yang lebih dalam bagi para Masyarakat serta jamaah di Surau Paseban. Surau sebagai lembaga memainkan peran penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dan spiritualitas dalam proses belajar Pendidikan Islam berbasis spiritual ini dapat meningkatkan nilai-nilai menghargai, saling bekerja sama, saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan juga mengembangkan potensi spiritual. Dengan adanya Pendidikan Islam di surau paseban Masyarakat dapat pengajaran secara lebih mendalam, serta dapat beribadah dengan khusyuk agar mendapatkan ketenangan jiwa serta memperoleh Ridho Allah dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah. Pendidikan spiritual di surau dapat menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Harapan penelitian ini untuk lebih lanjutnya agar bisa melakukan penelitian heuristis dengan Pendidikan Islam di surau paseban. DAFTAR PUSTAKA