Jurnal Peduli Masyarakat Volume 5 Nomor 2. Juni 2023 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM GURAME: GUIDED RELAXATION METHODE PROMOSI UPAYA MENURUNKAN TINGKAT NYERI DENGAN METODE KEPERAWATAN KOMPLEMENTER Muhlisoh*. Asni Hasaini. Martini Nur Sukmawaty Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura. Jln Samadi No. 1 RT. 01 RW. 01 Kel. Jawa Martapura Kota Banjar Kalimantan Selatan 70611. Indonesia *muhlisoh. 30@gmail. ABSTRAK Penyakit terbanyak di Kabupaten Banjar adalah hipertensi yang biasanya disertai keluhan nyeri. Data pada saat studi pendahuluan didapatkan setiap pasien yang berkunjung ke posyandu melati 75% mengalami keluhan nyeri, nyeri yang dirasakan meliputi nyeri sendi, pusing, sakit kepala, pinggang, dan lutut. Terapi Komplementer dan Alternatif ini adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perawat dan tenaga Kesehatan perlu meningkatkan upaya berupa promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilakukan dengan cara memberikan pendidikan terstruktur dengan kualitas dan keamanan serta efektifitas yang tinggi kepada keluarga maupun masyarakat sekitar. Mitra pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah warga Desa Tunggul Irang Ilir berjumlah 64 orang. Warga diberikan edukasi dan praktek gurame berbasis audio dilengkapi dengan penyuluhan terkait manajemen nyeri. Evaluasi dilakukan dengan cara warga memahami pelaksanaan dan antusias bertanya ketika diberikan penyuluhan dan mampu menjawab pertanyaan dari tim pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan keluarga dan seluruh anggota yang ada. Hasil kegiatan pada pengabdian masyarakat didapatkan sebelum dilakukan penyuluhan pemahaman warga tentang GURAME 67,2% kurang baik, setelah dilakukan kegiatan 78,1% cukup baik. Pemahaman kader sebelum kegiatan 40% kurang baik dan setelah kegiatan 80% baik. Kata kunci: guided relaxation method. keperawatan komplementer GURAME: GUIDED RELAXATION METHODE PROMOTION OF EFFORTS TO REDUCE PAIN WITH COMPLEMENTARY NURSING METHODS ABSTRACT The most common disease in Kabupaten Banjar is hypertension, that common complaint is pain. 75% of patients who visited the Melati Posyandu experienced complaints of pain, the pain felt included joint pain, dizziness, headaches, and waist and knees. Complementary and Alternative Therapy is a non-conventional treatment aimed at improving public health status. Nurses and health workers need to increase efforts in the form of promotive, preventive, curative, and rehabilitative by providing structured education with high quality, safety, and effectiveness to families and the surrounding community. Residents of the Desa Tunggul Irang Ilir participated totaling 64 people. Residents are given education, practice gurame, and counseling related to pain management. Evaluation is carried out in a way that residents understand the implementation and enthusiastically ask questions when given counseling and can answer questions from the community service team. This activity involves the family and all existing members. The results of activities in community service were obtained before counseling on the understanding of residents about GURAME 67. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group was not good, and after the activity was carried out 78. 1% was quite good. Understanding of cadres before the activity was 40% not good and after the activity was 80% good. Keywords: complementary nursing. guided relaxation method. PENDAHULUAN Nyeri merupakan tanda atau gejala yang memiliki peran penting dalam tindakan medis (Raffaeli & Arnaudo, 2. Nyeri merupkan salah satu gejala yang sering ditemukan di setiap kondisi perubahan kesehatan tubuh. Salah satu kondisi penyakit yang ditandai nyeri adalah hipertensi (WHO, 2. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar hipertensi dan Diabetes Mellitus merupakan penyakit terbanyak pertama yaitu sebanyak 10. 910 kasus dan kedua sebanyak 2. 260 kasus yang dialami oleh masyarakat. Hipertensi dan diabetes mellitus termasuk dalam kategori penyakit menahun yang peling banyak diderita di Kabupaten Banjar (Dinkes Kab Banjar, 2. Penyakit menahun yang biasa disebut dengan penyakit kronis dapat menimbulkan gejala seperti gangguan rasa nyaman, pusing, mual dan muntah hingga komplikasi yang dapat mengancam nyawa apabila tidak ditangani dengan baik (Farrel, 2. Menurut WHO . Tanda yang bisa terjadi pada penderita hipertensi adalah sakit kepala, penglihatan kabur, kecemasan, muntah, sampai gangguan Penanganan nyeri dilakukan secara farmakologi dan nonfarmaklogi. Adapun penganan nyeri secara non farmakologi dapat dilakukan dengan penerapan terapi komplementer dan Relaksasi merupakan salah satu bagian dari terapi komplementer yang memainkan peran pada peningkatan kimia tubuh terutama endorphin. Sistem stres tubuh mencakup katekolamin, norepinephrine, dan epinefrin, yang diatur oleh simpatis syaraf sistem (SNS), dan glukokortikoid, yang diatur oleh hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA). Poros HPA memegang peranan penting dalam mempertahankan homeostasis tubuh sebagai respons terhadap stres. Stres mengarah untuk aktivasi sumbu HPA, meningkatkan kortisol perifer yang diketahui juga mengakibatkan naiknya tekanan darah. Upaya mengatasi sumber kecemasan dan depresi pasien sering mencari pengetahuan, psikoterapi, dan teknik perilaku kognitif yang termasuk pad kategori Komplementer dan Pengobatan Alternatif (Complemantary Alternative Medicine (CAM)) yang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi tren terutama di kalangan pasien (Charalambous et al. , 2. Beberapa penelitian telah menjelaskan terapi komplementer dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan fisik dan psikologis. Tehnik relaksasi dan guided imagery dapat mengurangi gangguan kognitif, stres emosional, dan kelelahan. Teknik ini mudah, nyaman, dan tidak dibatasi oleh tingkat aktivitas pasien. Relaksasi dengan teknik guided imagery telah diterapkan pada pasien kanker selama beberapa tahun dan telah terbukti bermanfaat dalam mengurangi efek samping kemoterapi, seperti mual, muntah, kecemasan, dan Sebagian besar penelitian terkait telah meneliti efek relaksasi dan guided imagery setelah 3 sampai 12 minggu. Namun, pasien biasanya mengalami ketidaknyamanan 7 sampai 10 hari setelah menerima kemoterapi karena efek sampingnya Hasil pada beberapa penelitian menunjukkan efek positif pada teknik relaksasi guided imagery dalam mengendalikan gejala gangguan fisik dan psikologis (Chen et al. , 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Selain guided imagery, tehnik relaksasi yang sering digunakan adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). PMR diciptakan oleh Edmund Jacobson pada awal 1920 di Amerika Serikat, adalah salah satu teknik yang khusus didesain untuk membantu meredakan derajat ketegangan otot (Alini, 2. Edmund Jacobson berpendapat bahwa karena otot yang tegang dapat menimbulkan ansietas, maka ansietas tersebut dapat dikurangi dengan merilekskan otot. Dengan menegangkan dan melemaskan beberapa kelompok otot dan membedakan sensasi tegang dan rileks, seseorang bisa menghilangkan kontraksi otot dan mengalami rasa rileks (Resti, 2. Adapun teknik nafas dalam merupakan salah satu komponen dari teknik relaksasi yang telah dilaporkan sebagai pendekatan komplementer dalam pengobatan berbagai jenis penyakit seperti hipertensi, paru-paru, sindrom nyeri kronik dan gangguan psikologis . nsietas, depresi dan gangguan yang disebabkan karena stres. (Busch et al. , 2. Teknik nafas dalam merupakan metode sederhana yang paling efektif untuk relaksasi. Nafas dalam adalah suatu metode melakukan napas dalam, napas lambat . enahan inspirasi secara maksima. dan menghembuskan napas secara perlahan. Teknik ini mudah digunakan kapan saja dan dimana saja. Tujuan teknik nafas dalam adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pertukaran gas, mencegah atelektasis paru, meningkatkan efisiensi batuk, mengurangi stres baik fisik maupun emosional, dan menurunkan nyeri (Williams & Hopper, 2007. Selain itu, tujuan teknik nafas dalam adalah mengurangi ansietas, mengurangi nyeri, menurunkan depresi, meningkatkan self-esteemdanmenurunkan stress dan pemulihan lebih cepat dari Permasalahan kelompok mitra berdasarkan hasil wawancara dan survey langsung ke lokasi adalah beberapa masyarakat sering mengeluhkan nyeri akibat gangguan gejala penyakit yang diderita. Belum ada sosialisasi terkait penggunaan terapi komplementer, dan Tidak tau melakukan tehnik GURAME. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah membantu memecahkan masalah dengan metode promosi tentang terapi komplementer dengan meminta ijin dari pemerintah daerah setempat, menyediakan waktu untuk pelaksaan penyuluhan. Penyuluhan tentang manajemen nyeri, penerapan Guided Relaxation Methode sebagai upaya menurunkan nyeri, bekerjasama dengan Kader Kesehatan yang ada di desa dalam melakukan promosi dan penyuluhan. Adapun kontribusi partisipasi mitra dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah memberikan ijin dan menyediakan waktu warga agar penyuluhan dapat dilaksanakan, memfasilitasi tempat untuk warga berkumpul dengan menjaga jarak agar dapat dilakukan penyuluhan serentak, dan membantu memberikan data berupa keluhan yang dirasakan warga desa Tunggul Irang METODE Metode kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap seperti penjelasan dibawah ini : Tahap Perijinan : STIKes Intan Martapura telah melakukan penandatanganan MoU dengan pihak Puskesmas Martapura I. Tim KMB mengirimkan surat kepada Puskesmas Martapura I untuk menginfokan tempat, tanggal dan hari pelaksanaan nya agar warga desa dapat dikumpulkan pada suatu tempat . Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Tahap Persiapan : Tim pengusul mempersiapkan lembaran Form Skrining yang sudah diperbanyak, menyiapkan ruangan. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan dimulai denga tahap Pengumpulan dan persiapan warga, tahap pemberian penyuluhan, dan tahap penerapan Gurame Tahap Umpan balik : melihat bagaimana respon warga setelah dilakukan promosi Gurame. Diharapkan semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan semua warga memahami tentang terapi komplementer dan alternatif sehingga dapat memilih terapi yang aman dan nyaman yang bisa digunakan untuk keluhan yang HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara terprogram secara 3 . bulan dengan jumlah warga sebanyak 64 orang dan kader kesehatan sebanyak 5 orang. Adapun data peserta pengabdian sebagai berikut: Tingkat Pendidikan Gambar 1. Diagram tingkat pendidikan Berdasarkan gambar 1 didapatkan mayoritas tingkat pendidikan peserta pengabdian sebanyak tidak tamat SD sebanyak 31%. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Jenis Kelamin Peserta Gambar 2. Diagram Jenis Kelamin Berdasarkan gambar 2 didapatkan mayoritas Jenis Kelamin peserta pengabdian sebanyak perempuan sebanyak 72%. Umur Peserta Gambar 3. Diagram umur Berdasarkan gambar 3 didapatkan mayoritas umur peserta pengabdian dalam kategori lansia akhir sebanyak sebanyak 47%. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Hasil pemahaman peserta pre dan post edukasi tentang Guided Relaxation Methode Gambar 4. Diagram pemahaman peserta pre dan post edukasi Berdasarkan gambar 4 didapatkan mayoritas pemahaman peserta pengabdian sebelum edukasi dalam kategori kurang baik sebanyak 67,2%. Dan mayoritas pemahaman peserta pengabdian setelah edukasi dalam kategori cukup baik sebanyak 78,1%. Hasil Pemahaman Kader Kesehatan Pre dan Post Edukasi tentang Guided Relaxation Methode Gambar 5. Diagram pemahaman kader kesehatan pre dan post edukasi Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Berdasarkan gambar 5 didapatkan mayoritas pemahaman kader kesehatan pengabdian sebelum edukasi dalam kategori cukup baik sebanyak 60%. Dan mayoritas pemahaman kader kesehatan setelah edukasi dalam kategori baik sebanyak 80%. Rasa nyeri merupakan fenomena komplek yang terdiri dari komponen sensori dan motivasi. Aspek motivasi pada perasaan nyeri terutama pada nyeri kronik merupakan aspek yang paling berpengaruh dibandingkan aspek sensori sehingga faktor psikologis mempunyai peran penting pada pengontrolan nyeri (Weisenberg, 1977. Guided imagery (GI) adalah terapi komplementer nonfarmakologis yang telah digunakan untuk penanganan nyeri, kecemasan, dan insomnia pada berbagai populasi pasien, termasuk pasien dalam perawatan paliatif atau perawatan kritis, pasien onkologi, dan pasien yang menjalani operasi atau persalinan (Nguyen et al, 2018. Windle et al, 2020. Hasaini, 2. Selain menurunkan nyeri GI juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan bisa menjadi pilihan dalam pengelolaan hipertensi (Rianty dkk, 2. Pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan yaitu memberikan promosi dengan cara memberikan edukasi dan praktik GURAME berbasis audio yang bisa didengarkan melalui alat loudspeaker dapat meningkatkan pemahaman pada warga menjadi cukup baik 78,1% dan kader kesehatan memiliki pemahaman baik 80%. Belajar msembutuhkan interaksi yang dalam proses menyampaikan pesan dari seseorang atau sumber pesan kepada seseorang, kelompok atau penerima pesan. Media audio untuk pengajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk audio, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan ketertarikan seseorang terhadap materi yang disampaikan (Sakan & Utanto. Penerapan GI melalui audio sudah banyak dilakukan dan terbukti dapat menurunkan gejala penyakit termasuk nyeri, hipertensi, dan kecemasan (Baird, 2004. Rianty dkk, 2. Penelitian lain juga menunjukkan penerapan GI pada lansia dengan masalah ortopedik yang memerlukan manajemen nyeri berpengaruh psoitif teradap penurunan nyeri, kecemasan dan lama rawat (Antall & Kresevic, 2004 ) GI dapat dilakukan melalui rekaman audio, video, atau melalui terapis sendiri yang dimulai dengan sesi latihan relaksasi, seperti pernapasan diafragma atau relaksasi otot progresif, untuk membantu peserta fokus. Setelah peserta rileks, rekaman audio GI akan menyarankan gambaran tempat yang santai, tenang, atau Adegan yang biasa digunakan untuk mendorong relaksasi termasuk menyaksikan matahari terbenam atau cahaya bulan, atau duduk di pantai yang panas atau hangat. Skrip audio juga dapat berupa sugesti positif untuk meredakan gejala kondisi tertentu, seperti nyeri (Felix, 2. GI termasuk terapi main-body yang mendorong self-efficacy dan partisipasi aktif dalam proses penyembuhan. Terapi GI membantu mengalihkan perhatian dari ketidaknyamanan fisik dan psikologis dengan tetap berkonsentrasi pada citra yang menyenangkan, yang dapat mengurangi kecemasan dan rasa sakit, mengurangi asupan analgesik, dan menurunkan ketegangan, kesedihan, ketakutan, frekuensi jantung, dan tekanan darah, selain meningkatkan kesejahteraan psikologis, energi, dan tidur (Costa & Reis, 2014. Polomano et al. , 2017. Salvador. Rodrigues, & Carvalho, 2008. Williams. Davies, & Griffiths, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 5 No 2. Juni 2023 Global Health Science Group Terapi relaksasi dengan GI adalah intervensi yang banyak digunakan yang efektif untuk mempromosikan hasil klinis, termasuk hasil bedah (Jacobson et al. , 2. SIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Tunggul Irang Ilir dimulai dari tahap perizinan, perisapan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi berjalan dengan baik. Mitra antusias dalam berpartisipasi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan hasil peningkatan pemahaman tentang metode Gurame pada warga 78,1% cukup baik dan 29,1% baik adapun pemahaman kader kesehatan meningkat menjadi baik 80% setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang metode Gurame. DAFTAR PUSTAKA