Jurnal Peduli Masyarakat Volume 7 Nomor 1. Januari 2025 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRI DENGAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Indah Sri Wahyuni*. Wiwin Nur Fitriani Program Studi Kebidanan. Politeknik Karya Husada. Jl. Raya Tanjung Barat Rukan Tanjung Mas Raya B1/7 Tanjung Barat. Jagakarsa. Jakarta Selatan 12530. Indonesia *indahsw1020@gmail. ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa, masa remaja sangat penting karena menjadi penentu masa depan bangsa sehingga perlu dipersiapkan sebagai manusia yang sehat secara mental, fisik, dan sehat sosial agar mampu hidup produktif. Masalah remaja terjadi karena mereka tidak dipersiapkan mengenai pengetahuan tentang aspek yang berhubungan dengan masalah peralihan dari masa anak ke dewasa. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi, pentingnya pengetahuan anak remaja tentang kesehatan reproduksi yang di edukasi secara dini, sehingga akan menghasilkan remaja yang sehat dan cerdas. Peserta Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja ini sebanyak 24 siswi di PKBM Semesta Ilmu dengan metode ceramah menggunakan PowerPoint Presentation (PPT), serta leaftlet dan diakhiri dengan sesi diskusi. Kuesioner pretest dan post test untuk menilai pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan. Hasil penyuluhan kesehatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada remaja setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Meningkatnya pengetahuan setelah diberikan penyuluhan kesehatan menunjukkan awal yang baik bahwa remaja sangat bersikap positif terhadap pentingnya kesehatan reproduksi sebagai upaya pemberdayaan pada remaja Kata kunci: kesehatan. EMPOWERING ADOLESCENT GIRLS WITH IMPROVED KNOWLEDGE ON REPRODUCTIVE HEALTH ABSTRACT Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, adolescence is very important because it determines the future of the nation so it needs to be prepared as a mentally, physically and socially healthy human being in order to be able to live productively. Adolescent problems occur because they are not prepared regarding knowledge of aspects related to transitional problems from childhood to adulthood. This writing aims to provide information, the importance of knowledge of adolescent children about reproductive health that is educated early, so that it will produce healthy and intelligent adolescents. Participants of this adolescent reproductive health Counseling were 24 students at PKBM Semesta Ilmu with lecture method using PowerPoint Presentation (PPT), as well as leaftlet and ended with a discussion Pretest and post test questionnaires to assess adolescent knowledge before and after health The results of health counseling showed an increase in knowledge in adolescents after being given health counseling. The increase in knowledge after being given health counseling shows a good start that adolescents are very positive about the importance of reproductive health as an empowerment effort for adolescent girls. Keywords: adolescents. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 1. Januari 2025 Global Health Science Group PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa peralihan dan masa kritis dalam rentang siklus kehidupan. Remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan manusia yang terjadi setelah masa anak anak dan sebelum masa dewasa, yakni dari usia 10 - 19 tahun. Masa ini merupakan tahap perkembangan manusia yang unik dan masa penting untuk meletakkan dasar-dasar kesehatan yang baik, karena remaja mengalami pertumbuhan fisik, kognitif, dan psikososial yang pesat (Batubara et al. , 2. Salah satu permasalahan yang paling banyak mendapatkan perhatian pada remaja adalah tentang kesehatan reproduksi. Hal ini berkaitan dengan perubahan biologis dan pematangan organ reproduksi pada remaja, serta mempersiapkan remaja menghadapi proses perkembangan berikutnya yaitu berkembang biak . Pengetahuan mengenai reproduksi adalah hal yang penting untuk diberikan kepada para remaja. Remaja perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan, pengembangan sikap dan keterampilan diri yang terkait kesehatan reproduksi untuk mendukung perkembangan yang positif (Kemenkes RI, 2. Data yang diperoleh dari studi dan survey di Indonesia ikut mendukung perlunya penerapan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan bahwa pada usia 15 -24 tahun, 8% laki-laki dan 2% perempuan melaporkan telah melakukan hubungan seksual, dengan alasan antara lain: 47% saling mencintai, 30% penasaran/ingin tahu, 16% terjadi begitu saja, masing-masing 3% karena dipaksa dan terpengaruh teman. Studi Global School Health Survey (GSHS) tahun 2015, menunjukkan bahwa 3,8% remaja perempuan dan 6,9% remaja laki-laki pernah melakukan hubungan seksual(Kemenkes RI, 2. Di Indonesia, sebesar 2,6% perkawinan pertama dilakukan pada usia kurang dari 15 tahun dan sebesar 23,9% usia perkawinan pertama berada pada usia 15-19 Angka kehamilan pada remaja umur kurang 15 tahun sebesar 0,02% dan kehamilan pada usia 15-19 tahun sebesar 1,97%. Kemudian, data mengungkapkan bahwa sekitar 33,3% remaja perempuan dan sekitar 34,5% remaja laki-laki yang berusia 15-19 tahun mulai berpacaran pada saat mereka belum berusia 15 tahun (Kemenkes RI, 2. Angka tersebut menunjukkan kesadaran remaja akan pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi masih rendah. Kemudian, pada usia tersebut dikhawatirkan belum memiliki keterampilan hidup . ife skill. yang memadai, sehingga mereka berisiko tinggi melakukan perilaku seksual yang tidak sehat, misalnya melakukan seks pranikah (Kemenkes RI, 2. Jumlah remaja yang terinfeksi HIV di Indonesia juga semakin meningkat, menurut Kementerian Kesehatan tahun 2022, sekitar 1. 929 remaja berusia 15-24 tahun diperkirakan terinfeksi HIV, meningkat 3,8% dari tahun sebelumnya (Hasibuan et al. , 2. Hal ini sungguh memprihatinkan, mengingat remaja usia 15-19 tahun merupakan generasi penerus bangsa. Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara Banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan hal ini, mulai dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai prosesproses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab (Simanjuntak & Siagian, 2. Remaja harus mampu menghindari permasalahan-permasalahan seiring dengan masa transisinya. Pernikahan dini, kehamilan remaja yang tidak diinginkan, dan kurangnya pendidikan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi merupakan beberapa tantangan bagi para pemuda di Indonesia yang dapat berdampak di masa kini dan nanti (Amalia et al. , 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 1. Januari 2025 Global Health Science Group Pengetahuan dan pemahaman remaja seputar kesehatan reproduksi masih rendah dan hal ini membuat remaja masih sangat rentan dan beresiko terhadap kesehatan. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sangat mempengaruhi perilaku remaja untuk hidup sehat khususnya yang terkait dengan kesehatan reproduksi, sehingga pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sangat penting dalam pembentukan perilaku yang berkaitan dengan kesehatan Beberapa kajian menyatakan bahwa remaja sangat membutuhkan informasi mengenai persoalan seksual dan reproduksi (Lismayanti et al. , 2. Pengetahuan yang kurang, sifat, dan perilaku berisiko pada remaja yang berdampak pada status kesehatan reproduksi remaja memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan peduli remaja yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan remaja khususnya pelayanan untuk kesehatan reproduksi yang ramah dengan remaja (Yuliani et al. , 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis bermaksud untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memberikan informasi dan edukasi sebagai upaya pemberdayaan remaja putri dengan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehingga intervensi tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan yang dialami remaja terkait masalah kesehatan reproduksi METODE Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan Pada tahap persiapan, tim mencari data tentang masalah prioritas yang ada di PKBM Semesta Ilmu. Data terkait masalah Kesehatan didapatkan melalui wawancara dengan guru. Masalah prioritas yang didapatkan salah satunya adalah kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi di PKBM Semesta Ilmu. Setelah mendapatkan masalah prioritas, tim melakukan persiapan teknis dengan mempersiapkan metode pelaksanaan yang cocok untuk remaja, mengajukan proposal pendanaan, dan menyusun materi. Pada tahap pelaksan, tim memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan dari permasalahan-permasalahan seiring dengan masa transisinya sebagai remaja pada hari selasa, 11 Juni 2024. Peserta penyuluhan ini adalah remaja putri di PKBM Semesta Ilmu sebanyak 24 siswi. Sebelum dimulai paparan materi dilakukan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui rata-rata pengetahuan sebelum diberikan intervensi berupa edukasi tentang kesehatan reproduksi selama 30 menit. Setelah pretest dilakukan selanjutnya diberikan edukasi kesehatan yang dilakukan dengan metode tatap muka menggunakan power point dan leaflet. Edukasi dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama untuk penyampaian edukasi tentang kesehatan reproduksi. Sesi kedua adalah sesi tanya jawab. Tahap terakhir dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan dua cara, lisan dan tertulis. Evaluasi lisan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada peserta terkait materi yang sudah disampaikan. Evaluasi tertulis . ost tes. dilakukan selama 30 menit dengan meminta peserta menjawab pertanyaan secara tertulis untuk menilai rata-rata pengetahuan setelah diberikan materi. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap persiapan Pada tahap persiapan dimulai dengan menyusun proposal kegiatan, mengirimkan surat permohonan ijin kegiatan, mengidentifikasi masalah dengan melakukan diskusi dengan bagian kesiswaan PKBM Semesta Ilmu, menentukan siapa yang akan menjadi sasarannya dan topik yang diperlukan. Selanjutnya menyusun Satuan Acara Penyuluhan (SAP), materi, leaflet tentang kesehatan reproduksi, soal pretest dan posttest. Berdasarkan diskusi dengan bagian kesiswaan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 1. Januari 2025 Global Health Science Group penggunaan ceramah dan diskusi dengan media power point dan leaflet dianggap cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswi tentang kesehatan reproduksi, sehingga tim menggunakan media tersebut sebagai edukasi Gambar 1. Pertemuan kontrak waktu dengan bagian bidang kesiswaan PKBM Semesta Ilmu Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2024 di ruang aula PKBM Semesta Ilmu pukul 09. 00 Wib. Kegiatan ini dihadiri oleh 24 siswi PKBM Semesta Ilmu. Pada tahap awal dilakukan pretest, siswi mengerjakan 10 . soal terkait kesehatan reproduksi remaja. Selanjutnya dilakukan pemberian materi penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja dilanjut sesi tanya jawab. Setelah itu dilakukan posttest dengan memberikan soal yang sama dengan soal pretest untuk menggali tingkat pemahaman materi penyuluhan yang sudah diberikan. Peserta tampak antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kesehatan reproduksi remaja. Tidak ada kendala teknis yang berarti saat pelaksanaan program kesehatan. Gambar 2. Pemberian materi edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dan sesi tanya jawab Tahap Evaluasi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sudah diberikan ijin oleh PKBM Semesta Ilmu. Sasaran peserta kegiatan ini berjumlah 24 siswi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegaiatan dan berangsung kurang lebih selama 60 Proses evaaluasi setelah pemberian edukasi kesehatan penting dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta secara kognitif, afektif, spiritual dan psikomotor (Fauziyah, 2. Evaluasi secara garis besar dapat dilakukan dengan dua metode yaitu lisan dan tertulis. Dalam pelaksanaan edukasi ini, tim memilih untuk melakukan evaluasi dengan menggunakan kuesioner agar evaluasi Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 1. Januari 2025 Global Health Science Group dapat dilakukan secara efisien untuk mengetahui pemahaman masing-masing individu tentang materi yang diberikan(Fauziyah, 2. Langkah berikutnya tim melakukan analisis terhadap kuesioner yang disi oleh peserta. Hasil analisis dari hasil evaluasi pretest dan posttest diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar selbelsar 44,17 dan rata-rata nilai posttest adalah 92,92, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja terdapat peningkatan pengetahuan siswi PKBM Semesta Ilmu tentang kesehatan reproduksi remaja. Siswi menyadari pentingnya kesehatan reproduksi remaja, sehingga tetap perlu diberikan informasi terkait kesehatan reproduksi lainnya dengan harapan dapat menjadi pertahanan untuk berperilaku sehat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini sesuai dengan hasil pengabdian kepada masyarakat yang berjudul penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dalam menyikapi bonus demografi yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah edukasi dilakukan dengan nilai rata-rata nilai pretest 54,7% dan rata-rata nlai posttest sebesar 64,5% (Amalia et al. , 2. Pendidikan kesehatan merupakan suatu metode untuk memberikan informasi kesehatan dengan tujuan untuk mengubah perilaku orang, dari perilaku tidak sehat menjadi perilaku sehat. Seperti kita ketahui bila perilaku tidak sesuai dengan prinsip kesehatan maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan terhadap kesehatan. Edukasi Kesehatan reproduksi penting diberikan mengingat kemajuan teknologi yang dengan mudah dapat diakses oleh remaja sehingga pencarian informasi dapat diterima dengan mudah oleh remaja khususnya remaja putri. Dampak yang dirasakan dengan adanya kesalahan pergaulan dengan kurangnya informasi Kesehatan reproduksi adalah adanya pernikahan dini atau kawin muda. Sehingga perlu juga diberikan edukasi terkait dengan pernikahan dini atau kawin muda dikalangan remaja (Dungga & Ihsan. Kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu untuk didiskusikan. Kultur dan norma sosial pada masyarakat Indonesia secara umum sangat dipengaruhi oleh nilai agama dan berbagai macam latar budaya memberikan dimensi lain dalam mendiskusikan isu-isu sensitif di Remaja merupakan kelompok masyarakat yang memerlukan informasi terkait Fakta di lapangan menunjukkan bahwa remaja sangat minim mendapatkan akses informasi terkait kesehatan reproduksi yang komprehensif baik di sekolah, rumah maupun di pelayanan kesehatan. Situasi tersebut mendorong remaja untuk mengakses informasi terkait kesehatan reproduksi dari media massa ataupun sumber lain yang belum teruji kebenarannya (Utami, 2. Terbatasnya akses informasi tentu sangat berkaitan dengan pengetahuan serta pemahaman individu terhadap kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat olelh para peserta, karena menambah pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi. Pada dasarnya, remaja perlu memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduksi. Tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan fungsi organ tersebut, namun informasi yang benar terhadap pembahasan ini juga bisa menghindari remaja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Kesehatan reproduksi juga tak terlepas dari penyakit menular seksual, yang menjadi ancaman jika tidak memperhatikan kesehatan reproduksi. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat diperoleh melalui pendidikan kesehatan, penyuluhan, pengalaman, membaca materi tentang kesehatan reproduksi melalui media cetak, media elektronik dan pendidikan baik di sekolah maupun di dalam keluarga. Tingkat pengetahuan yang masih kurang ini mungkin disebabkan karena kurang mendapat informasi secara komprehensif tentang kesehatan reproduksi, khususnya tentang perawatan dan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 1. Januari 2025 Global Health Science Group menjaga organ reproduksi, kebanyakan hanya mendapatkan informasi dari teman sebaya yang persepsi mereka sendiri yang belum tentu kebenarannya. Kurangnya pemahaman tersebut disebabkan oleh berbagai faktor antara lain: adat istiadat, budaya, agama, dan kurangnya informasi dari sumber yang benar. Hal ini akan mengakibatkan berbagai dampak yang justru amat merugikan kelompok remaja dan keluarganya. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan upaya meningkatkan pengetahuan khususnya tentang pengertian kesehatan reproduksi, cara menjaga dan perawatan organ reproduksi, masa subur dapat membaca buku-buku tentang pengetahuan kesehatan reproduksi, mengikuti penyuluhan-penyuluhan dan lain-lain. SIMPULAN Dari kegiatan ini diperoleh gambaran mengenai kesehatan reproduksi remaja di PKBM Semesta Ilmu. Siswi mendapatkan materi berupa power point, dan leaftlet selama kegiatan pengabdian Kegiatan ini sangat diterima dengan baik oleh mitra di PKBM Semesta Ilmu karena dirasakan memberikan manfaat bagi partisipan. Terdapat peningkatan pengetahuan terkait materi Berdasarkan hasil pelaksanaan penyuluhan tersebut pada dasarnya sebagian siswi pernah terpapar dengan informasi terkait masalah kesehatan reproduksi. Adapun siswi yang masih memiliki pengetahuan kurang tentang kesehatan reproduksi, belum mengetahui bahwa kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting untuk dipahami, terutama pada masa peralihan/remaja. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu adanya strategi khusus untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku siswa dengan melaksanakan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi yang merupakan sarana memperoleh pendidikan, sehingga siswi dapat memahami lebih luas tentang kesehatan reproduksi serta bagaimana menyikapi terkait problem kesehatan reproduksi seperti kehamilan dini dan seks bebas. Pilihan dan keputusan yang diambil seorang remaja sangat tergantung kepada kualitas dan kuantitas informasi yang mereka miliki, serta ketersediaan pelayanan dan kebijakan yang spesifik untuk mereka, baik formal maupun informal. DAFTAR PUSTAKA