AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1183-1189 Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sumbersekar Dau Malang Muhammad Irfan Hakim1. Maharani Putri Kumalasani2. Wanda Mawar Dhanik3. La Vito Valentino Mirrabbirrahim4 1Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sosiologi. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang. Indonesia 2Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang. Indonesia 3Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang. Indonesia 4Fakultas Teknik. Informatika. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang. Indonesia Email: 1: muhammadirfanhakim19102001@gmail. AbstrakOe Stunting menjadi permasalahan kesehatan yang cukup serius di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. menunjukkan prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen, dimana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting. Stunting yaitu merujuk pada kondisi tinggi anak yang lebih pendek dari tinggi badan anak pada umumnya, disebabkan kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Ketika dewasa, anak yang stunting aka rentan terhadap serangan penyakit tidak menular seperti: jantung, stroke, diabetes, ataupun gagal ginjal. menghambat bonus demografis Indonesia dimana rasio penduduk usia tidak bekerja terhadap penduduk usia kerja menurun. ancaman pengurangan tingkat intelejensi sebesar 5-11 poin. Melihat bahaya dari stunting tersebut, maka diperlukan langkah strategis dan sistematis dari berbagai elemen masyarakat . Karena stunting salah satu penyebabnya adalah faktor pengetahuan masyarakat . erutama ibu hamil dan ibu balit. mengenai stunting, maka diadakannya pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mencegah kejadian stunting melalui rancangan desa sehat, sosialisasi, pelatihan, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kesadaran, serta peningkatan ketersediaan pangan. Metode kegiatan yaitu cross sectional dan partisipasi masyarakat, serta metode penelitian menggunakan deskripsi murni. Populasi adalah Kader Posyandu. Kepala Desa Sumbersekar dan jajarannya. Ketua TPPKK dan anggota PKK, dan stakeholders lainnya, dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2022. Hasil dari kegiatan pemberdayaan ini adalah meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kapasitas masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting, termasuk di dalamnya akses pangan sebagai sumber gizi untuk penanganan stunting. Kata Kunci: Stunting. Pemberdayaan Masyarakat. Desa Sehat AbstractOe Stunting is a serious health problem in Indonesia. Basic Health Research Data (Riskesda. shows the prevalence of stunting under five in 2018 reached 30. 8 percent, which means that one in three toddlers is Stunting refers to the condition of a child's height being shorter than a child's height in general, due to lack of nutritional intake for a long time in the first 1000 days of life (HPK). When adults, children who are stunted will be vulnerable to attacks of non-communicable diseases such as: heart disease, stroke, diabetes, or kidney failure. hampering Indonesia's demographic bonus where the ratio of the non-working age population to the working age population decreases. threat of reducing intelligence level by 5-11 points. Seeing the dangers of stunting, strategic and systematic steps are needed from various elements of society . Because stunting is one of the causes of community knowledge . specially pregnant women and mothers of children under fiv. about stunting, this community empowerment program aims to prevent stunting through healthy village design, socialization, training, institutional capacity building, and awareness raising, as well as increasing availability. The activity method is cross sectional and community participation, and the research method uses pure description. The population is Posyandu Cadre. Sumbersekar Village Head and his staff. TPPKK Chair and PKK members, and other stakeholders, carried out in August-November 2022. The results of this empowerment activity are increased knowledge, awareness, community capacity in preventing and handling stunting, including in the depth of access to food as a source of nutrition for stunting management. Keywords: Stunting. Community Empowerment. Healthy Village PENDAHULUAN Stunting merupakan kondisi gagalnya pertumbuhan fisik, dikarenakan gizi yang diterima tidak seimbang (Apriluana & Fikawati, 2. Berdasarkan standar WHO (World Health Organizatio. dan Dewey . alam Trihono at al, 2. , anak dikatakan pendek . , jika tingginya berada dibawah -2 SD. Balita setelah diukur panjang atau tinggi badan menurut umurnya. Irfan Hakim | https://journal. id/index. php/amma | Page 1183 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1183-1189 bila dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Stud. tahun 2005 dalam (Trihono et al. , 2. , nilai z-scorenya kurang dari -2SD dikatagorikan pendek, dan dikategorikan sangat pendek jika nilai z-scorenya kurang dari -3SD (Kementrian Kesehatan RI, 2. Stunting disebabkan karena kekurangan asupan gizi kronis dalam jangka waktu 1000 hari pertama kehidupan anak, yang berakibat dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan Pada negara berkembang, stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius, dengan prevalensinya tetap tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar Kemenkestahun 2013 dalam (Trihono et al. , 2. , tentang status gizi balita pendek . endek dan sangat pende. di Indonesia tahun 2013 adalah 37,2%, jika dibandingkan tahun 2010 . ,6%) dan tahun 2007 . ,8%) tidak menunjukkan penurunan atau perbaikan yang signifikan, sementara data menurut Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), jumlah balita pendek di Jawa Timur sebesar 26,86% pada 2019 dan turun menjadi 25,64% pada 2020, dan kemudian menjadi 23,5% pada tahun 2021. Sedangkan, jumlah balita pendek di Kabupaten Malang pun pada 2021 tercatat sebesar 25,7% dan Sumbersekar termasuk salah satu Desa yang masih mengalami masalah stunting. Hal ini masih kurang dibandingkan dari target pemerintah, yaitu kurang dari 14% pada tahun 2024. (Pratiwi et al. , 2. menjelaskan bahwa pengerdilan jangka pendek dapat menganggu perkembangan otak, sedangkan untuk jangka panjang yakni kemampuan kognitif yang semakin Adapun dampak yang ditimbulkan oleh stunting ini dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Dampak pada jangka pendek yaitu daya tahan tubuh anak akan berkurang dan mudah terserang penyakit, sedangkan dampak pada jangka panjang akan menyebabkan berkurangnya perkembangan kognitif dan motorik pada anak. Keadaan ini jika hanya dibiarkan terus menerus, akan sangat mempengaruhi kualitas SDM (Sumber Daya Manusi. bangsa Indonesia di masa mendatang. Sehingga dengan keadaan ini pemerintah Indonesia wajib melakukan langkah strategis dengan melakukan investasi gizi pada masyarakat. Adapun intervensi yang dapat dilakukan yaitu dengan intervensi sensitif, spesifik, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Penanganan masalah stunting harus dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan melibatkan berbagai pihak atau stakeholders, karena stunting menjadi masalah yang cukup kompleks. Pemerintah. Non Government Organization. LSM. Akademisi . ahasiswa termasuk di dalamny. harus terlibat. Dalam hal ini, terdapat program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu. , yaitu PPK Ormawa (Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaa. , dengan melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyaraka. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian ini merupakan gerakan pencegahan stunting yang ditujukan untuk masyarakat Desa Sumbersekar. Dau. Malang. Metode kegiatan yaitu cross sectional dan partisipasi Populasi adalah Kader Posyandu. Kepala Desa Sumbersekar dan jajarannya. Ketua TPPKK dan anggota PKK, dan stakeholders lainnya. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2022, dengan fokus yang dijadikan tempat yaitu Dusun Krajan. Sumbersekar. Dau. Kabupaten Malang. Pemateri dan narasumber dalam kegiatan sosialisasi maupun pelatihan merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Malang yang kompeten dalam penyampaikan materi. HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan Desa Sehat Rancangan desa sehat yaitu rancangan kegiatan desa pada bidang kesehatan, terlebih dalam kasus pencegahan dan penanganan stunting di Desa Sumbersekar. Kecamatan Dau. Kabupaten Malang. Rancangan Desa Sehat diformulasikan dari hasil diskusi dan observasi mengenai potensipotensi yang terdapat pada masyarakat Desa Sumbersekar, baik itu potensi SDA (Sumber Daya Alam-ny. , maupun SDM (Sumber Daya Manusia-ny. Perancangan desa sehat merupakan hasil Irfan Hakim | https://journal. id/index. php/amma | Page 1184 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1183-1189 dari diskusi mahasiswa dengan pemerintah Desa Sumbersekar dan tim ormawa Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Malang. Gambar 1. Diskusi Perancangan rancangan desa sehat Dari rancangan desa sehat tersebut, dirumuskan bahwa kegiatan-kegiatan Desa Sehat adalah sebagai Literasi. Penyebaran Informasi Kesehatan dan Pusat Pembelajaran Masyarakat Dalam rancangan ini, yaitu membentuk pojok literasi atau perpustakaan bidang kesehatan . erutama tentang stuntin. , mengadakan kegiatan seminar, diskusi, atau sosialisasi tentang kesehatan, memberikan akses kesehatan seluas-luasnya bagi masyarakat, serta pengembangan beragam inovasi kegiatan dalam upaya preventif dan promosi kesehatan. Selain itu juga melakukan kegiatan pelatihan seperti: Pembuatan MPASI, pangasuhan anak usia 0-5 tahun, pencegahan penyakit, sanitasi lingkungan, dan sebagainya. Promosi Kesehatan (PHBS) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu indikator pembangunan Semakin meningkat, maka dapat dikatakan bahwa pembangunan kesehatan desa juga meningkat, begitu pula sebaliknya. Orientasi dari kegiatan promosi kesehatan adalah perubahan perilaku masyarakat. Untuk itu intesnsitas promosi kesehatan dapat berkorelasi dengan perubahan perilaku masyarakat. PHBS adalah salah satu langkah strategis untuk pemecahan masalah-masalah kesehatan, berupa masalah kesehatan yang telah ada, maupun masalah kesehatan yang berpotensi dapat mengancam di masa mendatang. Bentuk kegiatan PHBS yang dapat dilakukan antara lain: Pemberian MPASI dan Asi ekslusif untuk bayi, pergi berobat atau periksa kesehatan ke Poskesdes atau Puskesmas apabila terkena penyakit, memeriksa kehamilan secara teratur, mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam dan bergizi seimbang, mencegah pencemaran lingkungan, memperhatikan sanitasi, dan berbagai promosi kesehatan lainnya. Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sumber Gizi dan Pangan Pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi sangat dibutuhkan dalam pencegahan stunting. Pangan dan gizi yang terpenuhi, baik mulai dari Ibu hamil ataupun bayi akan menurunkan resiko terkena stunting. Keterjangkauan pangan kaya protein akan berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, sehingga dapat menjadi langkah untuk pencegahan stunting. Pemilihan program pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber gizi dan pangan berawal dari hasil observasi. Hasil observasi tersebut yaitu masih banyak dan luas lahan pekarangan masyarakat yang belum dimanfaatkan dengan baik. Optimalisasi lahan yang ada untuk sumber pangan supaya dapat menangani kasus stunting. Dalam hal ini, penanaman yang dilakukan adalah menanam tanaman yang mengandung protein tinggi . eperti kacang-kacanga. dan sumber pangan bagi masyarakat. Pemanfaatan lahan pekarangan dapat dilakukan penanaman tanaman dengan media polybag. Irfan Hakim | https://journal. id/index. php/amma | Page 1185 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1183-1189 Layanan Pra-nikah dan Pendampingan Ibu Hamil & Balita Pencegahan stunting tidak dilakukan ketika Ibu Hamil atau ketika bayi itu lahir, tapi sebelum itu juga perlu dilakukan langkah strategis pencegahan stunting, seperti ketika masuk masa Masa prakonsepsi dalah masa sebelum kehailan. Bagi calon pengantin atau ibu yang ingin memiliki anak lagi, masa ini sangatlah penting. Pemenuhan gizi aat prakonsepsi merupakan periode kritis dan determinan menentukan outcome kehamilan. Gizi yang tidak terpenuhi pada masa prakonsepsi dapat menyebabkan sejumlah masalah defisiensi gizi, terutama gizi mikro, seperti anemia dan kurang energy kronis. Layanan pra-nikah dan pendampingan ibu hamil & balita bersifat menyeluruh . eperti pelayanan administrative, pelayaan gizi & kesehatan, serta pelayanan konseling. Sosialisasi Tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting Pencegahan dan penanganan stunting dimulai dari peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Pada masyarakat Sumbersekar masih terdapat masyarakat yang kurang paham dan mengerti terkait stunting, tentang pengertian stunting, penyebab stunting, dampak dan cara pencegahan serta penanganan stunting. Untuk itu, diperlukan massifikasi sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai stunting. Peningkatan pengetahuan akan mempengaruhi kesadaran masyarakat untuk mengetahui dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah stunting. Kesadaran masyarakat tersebut termanifestasikan dalam perubahan perilaku, seperti: memberikan gizi yang cukup sedari masa prakonsepsi, hamil, dan ketika mempunyai anak, juga menyediakan sanitasi dan lingkungan hidup yang sehat. Gambar 2. Kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting di Sumbersekar Kegiatan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan stunting ini terlaksana pada tanggal 25 Agustus 2022 di Balai Dusun Krajan. Sumbersekar. Pada kegiatan sosialisasi tersebut, sasaran yang dituju adalah kader posyandu desa Sumbersekar. Kader posyandu menjadi sasaran sosialisasi dengan harapan mampu membagikan pengetahuan dan melakukan pendampingan pada masyarakat . erutama ibu hamil dan ibu yang mempunyai balit. Pemateri pada kegiatan sosialisasi tersebut yaitu Tutut Indria Permana M. Pd, yang merupakan dosen di program studi Pendidikan Biologi. Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan pemerintah desa perihal urusan administrasi dan persiapan pelaksanaan kegiatan, serta koordinasi bersama ketua kader kesehatan dan stakeholders lain yang terlibat pada kegiatan sosialisasi tersebut. Kemudian persiapan berkenaan dengan alat dan konsumsi penunjang kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan sosialisasi. Sosialisasi diawali dengan pemaparan materi oleh pamateri kemudian dilakukan sesi diskusi . bersama kader posyandu yang dipandu oleh moderator dari Tim PPK Ormawa Hizbul Wathan. Universitas Muhammadiyah Malang. Pendampingan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Irfan Hakim | https://journal. id/index. php/amma | Page 1186 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1183-1189 (Oktalina et al. , 2. menjelaskan bahwa, pemanfaatan lahan pekarangan dapat digunakan untuk kegiatan produktif, selain itu dapat meningkatkan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Salah satu penyebab dari stunting adalah kekurangan gizi akibat pangan. Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi pilihan solusi dari permasalahan tersebut. Pekarangan tersebut dapat ditanami dengan tanaman-tanaman yang mengandung protein tinggi, seperti: kacang-kacangan. Maka, kegiatan pemdampingan pemanfaatan lahan pekarangan dilaksanakan. Kegiatan pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan dilaksanakan pada tanggal 17 September 2022. Acara tersebut dimulai dari jam 09. 00 sd 12. 00 yang diikuti oleh Tim PPK Ormawa Hizbul Wathan UMM dan Kegiatan tersebut juga dihadiri Dosen pembimbing dan pihak perguruan tinggi. Gambar 3. Kegiatan Pendampingan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman tanaman yang mengandung protein, yaitu kacang-kacangan, seperti: kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, dan lain-lain. Tanaman tersebut ditanam pada polybag dan nantinya akan diletakkan di pekarangan warga yang masih terdapat tempat. Pelatihan Pembuatan Diversifikasi MPASI Menurut (Sofiana et al. , 2. , salah satu upaya yang dilakukan guna meningkatkan pengetahuan dalam pemenuhan gizi balita yakni dengan mengadakan penyuluhan maupun pelatihan cara membuat MP-ASI dengan menyesuaikan usia balita. Berdasarkan hal tersebut maka pentingnya pengetahuan bagi ibu-ibu mengenai cara mengelola bahan makanan untuk balita sangat diperlukan. Pelatihan pembuatan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ib. dilakukan pada Sabtu, 24 September 2022 di Balai Dusun Krajan. Sumbersekar. Dau. Kabupaten Malang. Kegiatan ini dalam rangka untuk pencegahan stunting. Sasaran dari kegiatan tersebut adalah ibu-ibu kader posyandu Desa Sumbersekar, yang terdiri dari kader posyandu tiap-tiap dusun. Kegiatan diikuti oleh enam kelompok, dan setiap kelompok terdiri dari lima orang. Jadi, total yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 30 ibu-ibu kader posyandu. Kader Posyandu menjadi sasaran karena mereka adalah garda terdepan desa dalam bidang kesehatan, terlebih kesehatan bayi, anak dan ibu. Kegiatan ini dimulai dari penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati M. Dosen Prodi Ilmu Teknologi Pangan. Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) UMM. Materi dimulai dari pemberian sosialisasi sebagai upaya mengubah pola pikir masyarakat terkait dengan pangan, terutama makanan bergizi untuk bayi atau anak. Usai materi, acara dilanjutkan dengan demonstrasi atau melakukan praktek secara langsung proses pembuatan MPASI, dan diakhiri dengan sesi foto bersama dengan karya MPASI yang telah dibuat Irfan Hakim | https://journal. id/index. php/amma | Page 1187 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1183-1189 Gambar 4. Kegiatan Pelatihan Pembuatan MPASI Pembentukan Kelembagaan Baru (Optimalisasi Kelembagaa. Pembentukan kelembagaan baru yaitu membentuk Satgas Stunting Desa Sumbersekar dengan tujuan untuk dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan stunting. Terbentuk kelembagaan baru yang akan bersinergi dengan Poskedes dan Posyandu untuk mewujudkan desa sehat Sumber sekar. Spesifikasi lembaga untuk fokus pada penanganan stunting penting dilakukan karena kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan yang fundamental dan belum terselesaikan. Untuk itu, perlu penanganan khusus dalam masalah ini. Gambar 5. Diskusi Pembentukan Kelembagaan Baru Beserta Pemberian Tempat Sampah Pembentukan ini diawali dengan koordinasi bersama kader kesehatan dan tim PKK serta stakeholders terkait lainnya. Hasil dari koordinasi tersebut yaitu perihal tugas, pokok, fungsi . dan pembagian kerja . eperti penentuan koordinato. dari Satgas Stunting Desa Sumbersekar. Pembentukan kelembagaan baru (Satgas Stuntin. ini secara simbolik dilaksanakan pada tanggal 6 November 2022. Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pola hidup sangat mempengaruhi kesehatan, termasuk juga mempengaruhi kasus stunting. Pola hidup yang bersih dan sehat akan mampu mencegah terjadinya stunting, dan sebaliknya jika pola hidupnya kurang bersih, maka akan dapat memicu terjadinya stunting pada anak. Oleh sebab itu, pola hidup sehat perlu diperhatikan secara serius oleh masyarakat, terutama di lingkungan Melihat urgensi dari pola hidup bersih dan sehat tersebut, maka diadakanlah kegiatan sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan sosialisasi ini terlaksana pada tanggal 5 September 2022, dari pukul 09. WIB di Balai Dusun Krajan. Sumbersekar. Dau. Kabupaten Malang. Pada kegiatan sosialisasi Irfan Hakim | https://journal. id/index. php/amma | Page 1188 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1183-1189 tersebut, sasaran yang dituju adalah kader posyandu desa Sumbersekar. Kader posyandu menjadi sasaran sosialisasi dengan harapan mampu membagikan pengetahuan dan melakukan pendampingan pada masyarakat . erutama ibu hamil dan ibu yang mempunyai balit. supaya dapat mengubah pola perilaku masyarakat agar bersih dan sehat. Pemateri pada kegiatan sosialisasi tersebut yakni Ibu Aini Alifatin. Kp. Kep. Gambar 6. Kegiatan Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat KESIMPULAN Program PPK Ormawa yang dilaksanakan oleh Tim PPK Ormawa Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Malang mengangkat tema Desa Sehat. Desa Sehat yang dimaksud adalah fokus pada permasalahan stunting yang masih menjadi persoalan kesehatan nasional, bahkan Program ini terangkai dari beberapa kegiatan, antara lain: Merumuskan rancangan desa sehat, mengadakan sosialisasi tentang stunting . encegahan & penanganan stuntin. , pelatihan pembuatan MPASI, pendampingan pemanfaatan lahan, dan pembentukan kelembagaan baru . , serta sosialisasi tentang pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan-kegiatan tersebut terlaksana dengan baik, ditandai dengan partisipasi masyarakat yang tergolong tinggi. Meskipun begitu, terdapat beberapa kendala, antara lain: ketidaksesuaian pelaksanaan kegiatan dengan timeline yang telah dibuat karena terdapat kendala dan kegiatan Desa yang bersamaan dengan rencana pelaksanaan, terdapat anggota tim yang tidak berpartisipasi aktif, dan kendala koordinasi serta komunikasi kepada pihak desa maupun antar anggota tim. REFERENCES