P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. SOSIALISASI PENTINGNYA PENDIDIKAN TINGGI SEBAGAI IMPLEMENTASI PASAL 31 AYAT 1 UUD 1945 DI SMP YATRIMAS Inda Dzil Arsyi Makiin1. Luthfia Qolbi Salima2*. Hilman Qudratuddarsi3. Thyrafi Amelia Putri4 1Program Studi Hukum Tata Negara. Fakultas Syariah. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 4Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Jalan Letnan Kolonel H Jl. Endro Suratmin. Kota Bandar Lampung. Indonesia acilifin11@gmail. com, thyrafiamelia. 05@gmail. 2*Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Padjadjaran Jl. Hayam Wuruk No. Kota Bandung. Indonesia luthfia22001@mail. 3Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sulawesi Barat Jalan Prof. Dr. Baharuddin Lopa. SH. Kota Majene. Indonesia qudratuddarsi@unsulbar. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract The interest of the Indonesian people in continuing their education to higher education levels is still relatively low, at only 6. 68% of the total population of Indonesia . 7/280 million peopl. Lampung is one of the provinces facing this issue, with data from 2023 showing that 77. 36% of high school graduates in Lampung Province do not continue their education to higher education levels. Ringin Jaya Village is one of many villages in Lampung Province where students have a low interest in continuing their education to higher education The main factors causing this are the limited number of schools, the family's economic conditions, and the lack of understanding regarding the importance of higher education. However, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia Article 31 Paragraph 1 mandates that "every citizen has the right to education. Therefore, based on these issues and mandates, the implementation of community service in the form of socializing the importance of continuing higher education is a service program that needs to be carried out. This socialization aims to provide students with an understanding of the importance of continuing higher education, including the various benefits they will gain by pursuing higher education. In addition, this socialization also provides information about scholarship opportunities that can help them reduce the costs of higher education. Through this service, it is hoped that students can be motivated to continue their education to higher education levels. The results of the community service show an increase in students' knowledge about the benefits and importance of continuing higher education. This increase in knowledge helps them to enhance their motivation to continue their education up to the higher education level. Keywords: higher education. 1945 Indonesian Constitution. Abstrak Minat masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi masih tergolong rendah, yaitu jumlahnya hanya 6,68% dari jumlah total penduduk Indonesia . ,7/280 juta jiw. Lampung menjadi salah satu provinsi yang memiliki masalah tersebut, data tahun 2023 menunjukan 77,36% lulusan SMA di Provinsi Lampung tidak melanjutkan pendidikan sampai pada jenjang pendidikan Desa Ringin Jaya adalah satu diantara banyak desa di Provinsi Lampung yang siswa dan siswinya memiliki minat rendah untuk melanjutkan pendidikan sampai pada jenjang pendidikan tinggi. Faktor utama penyebabnya adalah keterbatasan jumlah sekolah, kondisi ekonomi keluarga, serta kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pendidikan tinggi. Padahal. UUD NRI 1945 Pasal 31 Ayat 1 mengamanatkan bahwa Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Ausetiap warga berhak mendapat pendidikanAy. Maka, berdasarkan masalah dan amanat tersebut, pelaksanaan pengabdian beruapa sosialisasi pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi adalah program pengabdian yang perlu dilakukan. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa dan siswi tentang pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk berbagai keuntungan yang akan mereka peroleh saat melanjutkan pendidikan tinggi. Selain itu, sosialisasi ini juga memberikan informasi terkait peluang beasiswa yang dapat membantu mereka untuk meringankan biaya pada pendidikan tinggi. Melalui pengabdian ini, diharapkan siswa dan siswi dapat termotivasi untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang pendidikan tinggi. Hasil dari pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa dan siswi tentang keuntungan dan pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi. Peningkatan pengetahuan ini membantu mereka dalam meningkatkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan sampai pada jenjang pendidikan tinggi. Kata kunci: pendidikan tinggi. siswa dan siswi. UUD NRI 1945. PENDAHULUAN Indonesia menjadi negara dengan tingkat minat pendidikan tinggi yang masih termasuk dalam kategori rendah . Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapi. , pada Desember 2023 terdapat 18,74 juta jiwa yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Jika dikalkulasikan jumlah tersebut, yaitu jumlahnya hanya 6,68% dari seluruh total penduduk yang ada di Indonesia, yaitu 280jt jiwa . Indonesia masih terus berusaha untuk menaikan data tersebut agar masyarakat yang menempuh pendidikan tinggi semakin banyak. Upaya ini terus dilakukan, karena hak pendidikan merupakan amanat UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia pada Pasal 31 Ayat 1 yang berbunyi AuSetiap warga negara berhak mendapat pendidikanAy. Selain itu, pada ayat yang lain dengan pasal yang sama terdapat aturan yang secara khusus untuk mendukung penerapan Pasal 31 Ayat 1 UUD NRI 1945, yaitu pada ayat 4 yang berbunyi AuNegara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasionalAy . Mengalokasikan anggaran, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam pasal tersebut dikenal dengan istilah mandatory spending. Mandatory spending adalah pengaturan mengenai pengalokasian dana pendidikan dengan mengalokasikan minimal 20% dari (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari (APBD) . Aturan mengenai mandatory spending ini merupakan upaya pemerintah dengan tujuan untuk mengurangi masalah ketimpangan sosial dan ekonomi dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia . Namun, ternyata upaya ini sebelum sepenuhnya berhasil dalam meningkatkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi . Karena, ternyata selain kondisi ekonomi, kondisi rendahnya pendidikan tinggi membuat mereka tidak memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan sampai pada jenjang pendidikan tinggi . Salah satu daerah yang masih rendah minat untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang pendidikan tinggi adalah Provinsi Lampung. Disdikbud Provinsi Lampung mencatat terdapat 77,36% lulusan SMA di Provinsi Lampung enggan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi . Besarnya angka lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi membuat peneliti memiliki kekhawatiran. Penliti khawatir terhadap masa depan generasi muda yang memiliki minat rendah terhadap pendidikan tinggi. Pada saat mengetahui masalah tersebut, bertepatan peneliti sedang mendapatkan tugas untuk melakukan pengabdian masyarakat di Desa Ringin Jaya. Kec. Bandar Negeri Suoh. Kab. Lampung Barat. Pengabdian Masyarakat ini merupakan bentuk nyata dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Desa Ringin Jaya adalah satu dari sepuluh desa yang berada di Kecamatan Bandar Negeri Suoh. Kabupaten Lampung Barat. Provinsi Lampung. Desa Ringin Jaya memiliki 6 dusun, diantaranya Dusun Sejurai. Mekar Sari. Beringin Tengah. Sidang Sari. Beringin Jaya, dan Ringin Jaya. Dari 6 dusun tersebut terdapat 3 sekolah, pertama SDS Beringin Jaya, kedua SDS Sinar Harapan, dan ketiga SMP Yatrimas. Total siswa dan siswi di SDS Beringin Jaya berjumlah 90. Jumlah siswa dan siswi di SDS Sinar Harapan berjumlah 23, dan jumlah siswa dan siswi di SMP Yatrimas berjumlah 32. Desa Ringin Jaya belum memiliki sekolah pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), hal ini membuat para siswa dan siswi yang ingin melanjutkan pendidikan SMA harus bersekolah di desa lain. Minimnya kuantitas sekolah di Desa Ringin Jaya Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. menjadi salah satu faktor masyarakatnya tidak melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Kondisi ekonomi keluarga juga menjadi faktor lain mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Selain itu, minimnya pengetahuan tentang pentingnya pendidikan tinggi membuat mereka kekurangan minat untuk melanjutkan sampai pada jenjang pendidikan tinggi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka menurut peneliti penting siswa dan siswi di sana mengetahui tentang keuntungan dan pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi. Bahkan, pentingnya siswa dan siswi mengatahui hal tersebut dikuatkan dengan adanya berbagai artikel pengabdian yang membahas mengenai sosialisasi pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi, diantaranya artikel yang dibuat oleh Julyia Fani dkk. , oleh Zalmi Dzirrusydi dkk. , dan oleh Rasyid Yunus dkk. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan wawasan siswa dan siswi SMP Yatrimas dapat terbuka lebih luas, sehingga menumbuhkan motivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Selain itu, sosialisasi ini juga akan memberikan informasi mengenai berbagai program beasiswa yang dapat membantu meringankan biaya pendidikan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Pengabdian kali ini dilakukan dengan cara melakukan pembekalan informasi mengenai berbagai materi tentang pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi, terdapat penyampaian berbagai informasi mengenai beasiswa yang bisa mereka dapatkan saat melanjutkan pendidikan tinggi nanti. Informasi mengenai beasiswa menjadi suatu hal penting bagi mereka, mengingat kondisi ekonomi masyarakat Desa Ringin Jaya menjadi salah satu penyebab minimnya siswa dan siswi melanjutkan pendidikan sampai tahap pendidikan tinggi. Cara yang digunakan dalam pembekalan informasi ini adalah dengan melakukan penayangan materi presentasi menggunakan proyektor dan disampaikan secara lisan mengenai materi tersebut. Dalam sosialisasi ini terdapat diskusi tanya jawab secara langsung mengenai cita-cita mereka setelah lulus menempuh pendidikan menengah atas. Setelah diketahui mengenai cita-cita mereka, dilakukan pemetaan mengenai jurusan dan universitas/pendidikan tinggi yang cocok untuk menggapai cita-cita mereka tersebut. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Overview sederhana kegiatan sosialisasi Tahapan dalam sosialisasi ini terdiri dari beberapa kegiatan, sebagai berikut: Siswa dan siswi diberikan penayangan video suasana salah satu kampus di Provinsi Lampung dengan tujuan untuk meningkatkan minat mereka dalam menempuh pendidikan Penyampaian materi mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi dengan tujuan memberikan edukasi bahwa pendidikan tinggi adalah suatu hal yang penting. Melakukan diskusi mengenai cita-cita pekerjaan mereka di masa depan dengan tujuan untuk pemetaan dan memberikan gambaran jurusan/universitas yang cocok untuk mereka tempuh. Penyampaian mengenai informasi beasiswa pendidikan tinggi dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya bahwa semua orang yang memiliki kemauan dan niat pasti bisa memperoleh pendidikan tinggi tanpa mengkhawatirkan biaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Observasi untuk Menyesuaikan Kebutuhan Materi pada Saat Sosialisasi Pelaksanaan observasi dilakukan dengan melibatkan guru di Sekolah Menengah Pertama Swasta Yatrimas. Dalam pelaksanaan observasi ini, peneliti melakukan diskusi mengenai minat siswa dalam menempuh pendidikan tinggi. Penggunaan diskusi dipilih agar memudahkan kami menemukan informasi yang diperlukan . Diskusi yang dilakukan dilakukan one-by-one direct discussion dengan melibatkan informan yang sudah memahami dengan baik kondisi dan permasalahan yang kami kaji. Peneliti mendapat jawaban dari para guru di sana, bahwa siswa dan siswi di sekolah ini banyak yang setelah menempuh pendidikan menengah atas tidak lanjut ke perguruan tinggi. Bahkan, terdapat siswa maupun siswi yang setelah menempuh pendidikan menengah pertama langsung menikah atau kerja. Para guru di sana menyampaikan, minimnya motivasi dan kondisi ekonomi keluarga menjadi faktor terbesar para siswa dan siswi tidak P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. menlanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dan siswi di sekolah tersebut tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus sekolah menengah atas. Bahkan, terdapat pula yang setelah menamatkan sekolah menengah pertama langsung menikah atau bekerja. Minimnya motivasi dan kondisi ekonomi keluarga melanjutkan pendidikan. Dokumentasi kegiatan observasi ditunjukkan pada Gambar 2, yang menggambarkan proses wawancara dan diskusi bersama guru di sekolah. bagian awal sosialisasi dimaksudkan untuk mencairkan suasana sekaligus menarik perhatian sejak menit pertama. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Proses Penyusunan Materi Sosialisasi Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Pelaksanaan Observasi di SMPS Yatrimas Penyusunan dan Pembuatan Materi Sosialisasi Penyusunan dan pembuatan materi adalah proses yang sangat penting dalam melaksanakan Kegiatan ini menjadi inti utama dalam memberikan hasil yang maksimal saat pelaksanaan sosialisasi . Penyusunan dan pembuatan materi yang efektif dan menarik akan memberikan kesan positif bagi para pendengarnya, dengan tujuan tersebut langkah ini menjadi langkah strategis peneliti untuk membuat materi yang tepat dan menarik bagi siswa dan siswi . Proses penyusunan tersebut dapat dilihat pada Gambar 3, yang menunjukkan kegiatan tim dalam menyiapkan Pada susunan awal, peneliti memulai materi sosialisasi dengan menayangkan video yang menggambarkan suasana dan keindahan salah satu kampus di Provinsi Lampung. Pemilihan video ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai strategi untuk membangkitkan rasa ingin tahu, antusiasme, serta fokus peserta terhadap materi yang akan Dengan menampilkan visualisasi nyata mengenai lingkungan pendidikan tinggi yang megah dan inspiratif, peserta diarahkan untuk memiliki gambaran yang lebih konkret tentang dunia perkuliahan. Selain itu, penempatan video di Dalam pelaksanaan dan penyusunan materi, setelah video selesai diputar, peneliti menyiapkan materi-materi tentang pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi. Berbagai materi dibuat dan disusun, seperti materi tentang Auapa itu pendidikan tinggiAy? Selanjutnya, materi pola pikir Auperempuan gak perlu sekolah tinggiAy! Sampai kegiatan diskusi mengenai cita-cita pekerjaan yang mereka inginkan. Selain itu, materi terakhir disusun berkaitan dengan Augak perlu takut soal biayaAy. Keempat pokok pembahasan tersebut, menjadi susunan materi yang sudah disesuaikan berdasarkan kebutuhan para siswa dan siswi di sana. Pelaksanaan Sosialisasi Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Tinggi Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan di SMPS Yatrimas pada hari Jumat, 23 Agustus 2024 yang dimulai pukul 08. 00Ai10. 30 WIB. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 20 siswa dan siswi yang terdiri dari gabungan kelas 7, 8, dan 9. Kegiatan ini digambarkan pada Gambar 4 dan Gambar 5. Sosialisasi dibuka dengan penyampaian pertanyaan kepada siswa dan siswi tentang arti pendidikan Saat pertanyaan itu telah dilontarkan, tidak satupun dari mereka yang bisa atau berani untuk menjawab arti pendidikan tinggi. Karena hal tersebut, kami akhirnya menjelaskan mengenai keuntungan melanjutkan pendidikan tinggi dan menjelaskan arti pendidikan tinggi. Dalam sosialisasi ini, peneliti menjelaskan kepada siswa dan siswi di sana mengenai pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan yang lebih lanjut, setelah pendidikan menengah atas selesai . Dalam dunia pendidikan tinggi, orang yang melanjutkan sampai tahap ini disebut sebagai mahasiswa. Mahasiswa adalah orang yang sedang menempuh pendidikan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. tinggi dan terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikt. Peneliti menyampaikan, siswa adalah orang sedang belajar pada tingkatan sekolah dasar maupun menengah. Sedangkan. Mahasiswa adalah pelajar yang tingkatannya lebih tinggi. Karena, kata AuMahaAy berarti Aubesar atau palingAy dan kata AuSiswaAy adalah Aupelajar atau muridAy . Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 6. Materi Pembahasan Cita-cita Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Tinggi Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Pengertian Pendidikan Tinggi Setelah menjelaskan mengenai pendidikan tinggi dan arti mahasiswa, peneliti menjelaskan bahwa melanjutkan pendidikan sampai pada jenjang pendidikan tinggi adalah suatu keuntungan, karena hal ini merupakan sebuah investasi untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik . Saat kita memutuskan untuk melanjutkan pada pendidikan tinggi berarti kita sudah satu langkah lebih maju dibanding dengan teman yang tidak Langkah baik ini dapat membantu kita pembelajaran secara formal yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan dalam hidup. Pada saat melanjutkan pendidikan tinggi, sebagai calon mahasiswa bisa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan diri. Kesesuaian pilihan jurusan dapat menjadi akses mahasiswa dalam membantu menggapai cita-cita di masa Hal ini disampaikan penulis dengan disertai pemaparan visual pada Gambar 6. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Berdasarkan materi pada gambar tersebut, peneliti menjelaskan dunia pendidikan tinggi tidak hanya memberikan pembelajaran secara formal, tapi bisa memberikan pembelajaran secara non formal dalam berbagai kegiatan organisasi di pendidikan tinggi . Berbagai kegiatan tersebut dapat membantu diri untuk belajar dan mengatur pengurusan sebuah agenda dan dapat melatih jiwa kepemimpinan . Peneliti menambahkan, terdapat beberapa organisasi besar yang salah satu syarat untuk bisa bergabungnya harus merupakan seorang mahasiswa. Organisasi ini bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Peneliti mencoba memantik siswa dan siswi dengan bertanya beberapa tokoh politik, seperti Anies Rasyid Baswedan dan Mohammad Mahfud MD. Saat pertanyaan tersebut dilontarkan, hampir seluruh siswa dan siswi mengetahui tokohtokoh tersebut. Peneliti mulai menjelaskan bahwa para tokoh tersebut merupakan mantan mahasiswa yang memang sudah aktif di berbagai organisasi maupun kegiatan mahasiswa. Kedua tokoh tersebut merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Untuk memotivasi mereka, peneliti menjelaskan salah satu syarat untuk menjadi kader HMI adalah menjadi mahasiswa. Jika mereka ingin menjadi orang besar seperti kedua tokoh tersebut, maka mereka harus melanjutkan pendidikan tinggi. Para siswa dan siswi cukup antusias ketika membahas tokoh-tokoh publik yang mereka kenal. Pada sesi berikutnya, peneliti membahas pentingnya pendidikan bagi perempuan. Melalui Gambar 7, peserta diajak untuk mengubah pandangan bahwa Auperempuan tidak perlu sekolah tinggiAy menjadi motivasi untuk terus berprestasi. Wanita akan menjadi ibu yang memiliki peran sebagai Aumadrasatul ulaAy, yaitu sekolah pertama bagi anak-anaknya . Berkembangnya zaman sudah banyak perempuan yang berhasil menjadi pemimpin dan tokoh publik, salah satunya adalah Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri (Megawat. Megawati adalah salah satu tokoh perempuan yang pernah menjabat sebagai Presiden P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Republik Indonesia ke-5. Setelah itu, pembahasan materi dilanjutkan dengan menjelaskan berbagai beasiswa yang bisa didapatkan untuk membiayai saat melanjutkan pendidikan tinggi. dananya pada pembangunan masyarakat yang unggul . Hal ini bertujuan agar ke depan para mahasiswa yang selanjutnya akan menjadi akademisi maupun praktisi bisa berkontribusi pada pembangunan dan kemajuan negara. KESIMPULAN Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 7. Materi Pemikiran AuPerempuan Gak Perlu Sekolah TinggiAy Bagian akhir sosialisasi membahas berbagai jenis beasiswa yang dapat membantu siswa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani Informasi ini ditunjukkan pada Gambar 8. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 8. Materi Beasiswa Pada sesi materi ini peneliti menjelaskan kepada siswa dan siswi untuk tidak perlu takut tentang besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam menempuh pendidikan tinggi. Karena. Dalam Pasal 31 Ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 berbunyi AuSetiap warga negara berhak mendapat pendidikanAy. Berdasarkan aturan tersebut, maka negara selalu berusaha untuk menyiapkan dan memastikan agar terdapat bantuan biaya berupa beasiswa untuk membantu rakyatnya dalam mendapatkan pendidikan khususnya pada pendidikan tinggi. Mekanisme penyaluran beasiswanya melalui berbagai lembaga maupun instansi yang berbeda-beda. Nominal dari beasiswanya juga bervariasi tergantung jenis dan tipe beasiswanya. Selain beasiswa ini merupakan amanat Konstitusi, beasiswa ini juga merupakan langkah pemerintah dalam menginvestasikan Pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi melanjutkan pendidikan tinggi terbukti berdampak positif bagi siswa dan siswi SMP Yatrimas. Kabupaten Lampung Barat. Bukti pertama, sebelumnya siswa dan siswi tidak mengetahui mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, setelah dijelaskan secara mendalam melalui sosialisasi, mereka akhirnya mengerti pendidikan tinggi dapat membantu dan mempermudah mereka untuk menggapai bidang kerja yang diinginkan. Kedua, pada saat sosialisasi berjalan mereka belum mengetahui kalau ternyata pemerintah memiliki program-program beasiswa yang dapat membantu mereka dalam menempuh pendidikan Kemudian, setelah sosialisasi selesai dan ditanyakan kembali kepada siswa dan siswi, mereka akhirnya menjadi tau terkait adanya programprogram beasiswa dari pemerintah. Ketiga, setelah sosialisasi selesai dilakukan, maka dilakukan diskusi satu per satu mengenai bidang kerja yang mereka inginkan. Pasca diskusi ini, siswa dan siswi menjadi tau jurusan apa yang nantinya harus mereka tempuh untuk menggapai bidang kerja yang mereka inginkan. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih peneliti ucapkan kepada seluruh pihak yang telah memberikan kesempatan untuk Peneliti juga berterima kasih kepada pembimbing yang telah memberikan masukanmasukan sampai pengabdian dan artikel ini selesai. DAFTAR PUSTAKA