JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Pengaruh Advertising Terhadap Keputusan Tamu Untuk Menginap Di Aston Bogor Hotel And Resort Alvian Sapulette. Elisdha Theresia Simanjuntak . Fauzia Tutupoho. Harold Hursepuny. 1,3,. Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Ambon, . Hyatt Park Hotel Jakarta Alamat email: sapulettealvian@gmail. ABSTRACT Marketing is the management process responsible for identifying, anticipating and satisfying customer requirements profitably. Successful marketing communication relies on a combination of options called the promotional mix. These options include advertising, sales promotion, public relations, direct marketing, and personal selling. Advertising is utilized primarily to attract ne w guests and serves to build awareness. Advertising is far more specific than marketing. advertising is a function of marketing, and basically encompasses methods of communication with audience designed to produce sales enquiries, and/or improve awareness/perceptions of product/brand/organization. Advertising refers to printed and electronic media that is presented one way or another to market or audience, including packaging, point of sale, brochures and sales Advertising . hen properly execute. is the statistically driven and measurable implementation of marketing strategy, via carefully selected communications methods, targeted at predetermined audiences. When all the companyAos departments work together to serve the customerAos interests, there sult is integrated marketing. The analytical tools used in the project were: . technique statistical analysis Pearson Product Moment Correlation. Statistics coefficient determinant. hypotesis test. The results of calculating the product moment correlation by 0,66 and the coefficient of determinant by 43,56% and according to the t test of the calculation by 14,09 and 2,0 t test table which shows that t calculate > t tabel or 14,09 > 2,0 which means that the hypotesis Ho is rejected and Ha is accepted where there is a significant correlation between the advertising to the guest make decision in choosing Aston Bogor Hotel and Resort. Keywords : Promotion. Advertising. Decision guests. Aston Bogor Hotel and Resort ABSTRAK Pemasaran adalah proses manajemen yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengantisipasi, dan memuaskan kebutuhan pelanggan secara menguntungkan. Komunikasi pemasaran yang sukses bergantung pada kombinasi pilihan yang disebut bauran promosi. Pilihan ini mencakup periklanan , promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, dan penjualan pribadi. Periklanan digunakan terutama untuk menarik tamu baru dan berfungsi untuk membangun kesadaran. Periklanan jauh lebih spesifik daripada pemasaran. adalah fungsi pemasaran, dan pada dasarnya mencakup metode komunikasi dengan audiens yang dirancang untuk menghasilkan pertanyaan penjualan, dan/atau meningkatkan kesadaran/persepsi terhadap produk/merek/organisasi. Periklanan mengacu pada media cetak dan elektronik ya ng disajikan dengan satu atau lain cara kepada pasar atau khalayak, termasuk kemasan, tempat penjualan, brosur, dan literatur penjualan. Periklanan . ila dilaksanakan dengan bena. adalah penerapan strategi pemasaran yang didorong secara statistik dan terukur, melalui metode komunikasi yang dipilih dengan cermat, ditargetkan pada khalayak yang telah ditentukan sebelumnya. Ketika semua departemen perusahaan bekerja sama untuk melayani kepentingan pelanggan, hasilnya adalah pemasaran terpadu. Alat analisis yang digunakan dalam proyek ini adalah: . teknik analisis statistik Korelasi Product Moment Pearson. Statistik koefisien determinan. uji hipotesis. Hasil perhitungan korelasi product moment sebesar 0,66 dan koefisien determinan sebesar 43,56% serta be rdasarkan uji t perhitungan sebesar 14,09 dan uji t tabel sebesar 2,0 yang menunjukkan bahwa t hitung > t tabel atau 14,09 > 2,0 yang berarti hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima dimana terdapat hubungan yang signifikan antara iklan terhadap keputusan tamu dalam memilih Aston Bogor Hotel and Resort. Kata Kunci : Promosi. Periklanan. Keputusan Tamu. Aston Bogor Hotel and Resort e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki beragam objek wisata terkenal. Tidak hanya wisatawan lokal yang sangat kagum atas keindahan objek wisata di Indonesia, wisatawan domestik serta mancanegara juga ikut serta mendeklarasikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata favorit mereka. Sebagai industri perdagangan yang bergerak dibidang jasa, pariwisata memiliki mekanisme pengaturan yang kompleks karena mencakup pengaturan pergerakan wisatawan dari negara asalnya, di daerah tujuan wis ata hingga kembali ke daerah asalnya dan untuk menunjang perkembangan di bidang pariwisata, maka harus dibangun berbagai sarana pendukung seperti restoran, transportasi, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya. Tetapi sarana pendukung tersebut tidak berjalan efektif apabila tidak dilengkapi dengan akomodasi penginapan. Menurut menteri kebudayaan dan pariwis ata (PM. 861/HK. 501/MKP. AuHotel adalah penyediaan akomodasi secara harian berupa kamar-kamar di dalam 1 . bangunan yang dapat dilengkapi deng an jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan serta fasilitas lainnyaAy. Seiring perkembangan zaman, fungsi hotel tidak hanya sebagai tempat menginap saja, akan tetapi sekarang fungsi hotel juga sebagai tempat melakukan pertemuan bisnis, seminar, tempat berlangsungnya resepsi pernikahan, dan kegiatan lainnya. Munculnya persaingan dalam bisnis hotel merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Dengan adanya persaingan, maka hotel tersebut dihadapkan pada berbagai peluang dan ancaman baik yang berasal dari luar maupun yang berasal dari dalam hotel yang akan memberikan pengaruh yang cukup besa r terhadap kelangsungan bisnis hotel tersebut. Untuk itu setiap hotel dituntut untuk selalu mengerti dan memahami apa yang terjadi di pasar dan apa yang menjadi keinginan konsumen, serta berbagai perubahan yang ada dilingkungan bisnis sehingga mampu bersaing dengan kompetitor lainnya dan berupaya untuk meminimalisasi kelemahan-kelemahan dan memaksimalkan kekuatan yang dimiliki. Oleh karena itu, strategi-strategi khusus diciptakan oleh Aston Bogor Hotel and Resort untuk tetap bertahan dalam persaingan pasar. Di dalam Hotel terdapat beberapa departmen, salah satunya departmen penjualan dan pemasaran, atau yang biasa disebut dengan Sales & Marketing Department yang merupakan s alah satu departmen terpenting dalam usaha perhotelan. Sebab Sales and Marketing Department merupakan AuTulang Punggung HotelAy yang memberikan kontribusi terbesar. Sales and marketing diharuskan mampu memberikan peningkatan pendapatan dengan beberapa strategi khususnya dalam penjualan dan pemasaran. Memperkenalkan Aston Bogor Hotel and Resort untuk wisatawan dan menjadi pilihan yang tepat untuk menginap. Oleh karena itu promosi dalam hal ini diperlukan untuk membantu sebuah pemasaran hotel. Promosi menjadi alat komunikasi dari penjual dan pembeli yang berasal dari informasi yang tepat yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal dan mengingat produk. Advertising atau periklanan adalah salah satu senjata yang ampuh un tuk menarik minat tamu di Aston Bogor Hotel and Resort dan menjadi aktifitas promosi yang memberikan pengaruh untuk keberhasilan penjualan. Periklanan adalah segala bentuk penyajian non personal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Namun demikian. Aston Bogor Hotel and Resort tetap harus membuat Advertising terbaik untuk kedepannya, karena seiring berkembangnya zaman akan banyak lagi hotel-hotel baru yang akan bermunculan dan menjadi kompetitor yang kuat untuk Aston Bogor Hotel and Resort. TINJAUAN PUSTAKA Promosi Pengertian Promosi Menurut Kotler . dengan bukunya dasar-dasar manajemen : AuPromosi merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan antar perusahaan untuk mengkomunikasikan manfaat dari produknya dan untuk meyakinkan konsumen sasaran agar membelinyaAy. Promosi yaitu kegiatan yang bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai produk atau jasa kepada pasar, sehingga produk atau jasa tersebut dapat dikenal dan mendorong konsumen untuk membeli serta Promosi juga sangat berguna untuk memberikan informasi mengenai kelebihan, kegunaan produk dan dimana produk tersebut dapat diperolehnya. menurut Grewel dan Levy . AuPromosi merupakan komunikasi yang dilakukan oleh pemasar untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan pembeli potensial akan produk atau jasa untuk mempengaruhi opini pembeli dan memperoleh respon dari pembeliAy. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Tujuan Promosi Promosi Bertujuan Untuk Mempengaruhi Masyarakat Untuk Berpartisipa si Dalam Pembelian. Tujuan Promosi Dapat Dibagi 3. Antara Lain: Menginformasikan agar masyarakat tahu bahwa perusahaan telah mengeluarkan suatu produk, menginformasikan keberadaan dan kegunaan produk, menjelaskan bagaimana cara kerja produk membangun citra perusahaan, menginformasikan perubahan nama atau harga produk. Membujuk agar masyarakat tertarik dan melakukan pembelian produk dan membentuk persepsi Mengingatkan agar konsumen tetap ingat dan membeli produk yang sama berulang -ulang jika produk yang dipakai telah habis masa berlakunya, mengingatkan konsumen dimana konsumen bisa mendapatkan produk, mempertahankan citra produk dan perusahaan dalam ingatan konsumen. Bauran Promosi Menurut Nickels. Mchugh dan Mchugh . 8:433-. Aubauran promosi merupakan kombinasi dari alat-alat promosi yang digunakan oleh perusahaanAy. Bauran promosi terdiri dari: Periklanan (Advertisin. Komunikasi non personal melalui berbagai macam media, baik oleh perusahaan atau individu yang dapat diidentifikasikan di dalam pesan iklan tersebut. Penjualan Personal (Personal Sellin. Presentasi langsung dan promosi tentang barang dan jasa Promosi Penjualan (Sales Promotio. Alat promosi yang bertujuan untuk merangsang pembelian konsumen dan minat pedagang, dengan menggunakan aktifitas jangka pendek. Hubungan Masyarakat (Public Relation. Manajemen fungsi yang mengevaluasi sikap publik, perubahan kebijakan dan prosedur untuk menanggapi permintaan publik, dan melaksanakan program tindakan dan informasi untuk menghasilkan pengertian dan penerimaan dari publik. Pemasaran Langsung (Direct Marketin. Sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarangan lokasi. Dalam direct marketing, komunikasi promosi yang ditujukan langsung kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan. Adapun alat -alat promosi pada direct marketing antara lain: Katalog . Surat . Telemarketing . Electronic Shopping . Kios Shopping . TV direct response marketing . Radio, majalah, koran. Pengertian Periklanan (ADVERTISING) Periklanan adalah satu dari empat alat penting yang digunakan oleh perusahaan untuk melancarkan komunikasi persuasif terhadap pembeli dan masyarakat yang ditargetkan. Pada dasarnya periklanan merupakan salah satu bentuk khusus komunikasi untuk memenuh i fungsi pemasaran. Periklanan harus mampu membujuk konsumen supaya berperilaku sedemikian rupa sesuai dengan strategi pemasaran perusahaan untuk mendapatkan penjualan dan keuntungan. Disamping itu periklanan juga dipandang sebagai salah satu media y ang peling efektif di dalam mengkomunikasikan suatu produk barang atau jasa. Selain itu juga periklanan yang diluncurkan oleh setiap perusahaan tidak lain agar konsumen tertarik dan berharap tidak akan berpaling ke perusahaan sejenis. Dan untuk menciptakan hal tersebut dapat dengan cara menerapkan promosi periklanan yang menarik dan seefektif Pengertian periklanan menurut Philip Kotler . 5 : . adalah sebagai berikut : Au Periklanan adalah semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide-ide, promosi barang atau jasa yang dilakukan oleh sponsor yang dibayarAy. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Menurut Djaslim Saladin . yang mengartikan periklanan sebagai berikut:AuPeriklanan adalah semua bentuk penyajian yang sifatnya nonpersonal, dan promosi ide -ide, promosi barang-barang atau jasa yang dibayar oleh sponsorAy. Sedangkan menurut Rhenald Kasali . mendefinisikan iklan media cetak adalah sebagai berikut: AyIklan media cetak adalah suatu media yang statis dan mengutamakan pesanpesan visualAy. Adapun AMA (American Marketing Associatio. dalam Fandy Tjiptono . Auadvertising adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan advertisingAy. Dari pengertian-pengertian di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa advertising adalah semua bentuk penyajian non personal, promosi, ide-ide, promosi barang atau jasa yang merupakan keseluruhan proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan advertising. Biasanya advertising ini meliputi penggunaan media seperti surat kabar, televisi, radio, majalah, internet, billboard, dan lain-lain. Selanjutnya Kotler menambahkan bahwa dalam mengembangkan program advertising, manajer pemasaran harus selalu mulai dengan mengindefikasi pasar sasaran dan mot if membeli. Kemudian mengambil lima keputusan utama dalam pembuatan program advertising ini, yang dikenal dengan lima M . M), yaitu: Mission (Mis. , apakah tujuan advertising? Money (Uan. , berapa banyak yang dapat dibelanjakan? Message (Pesa. , pesan apa yang harus disampaikan? Media, media apa yang akan digunakan? Meassurement (Pengukura. , bagaimana mengevaluasi hasilnya? (Kotler, 2007:. Langkah pertama yang harus dilewati dalam program advertising adalah menentukan tujuan dari iklan. Tujuan itu harus didasarkan pada keputusan-keputusan di masa lalu tentang pasar sasaran, positioning, dan bauran pemasaran, yang mendefinisikan pekerjaan yang harus dilakukan oleh advertising dalam kerangka program pemasaran keseluruhan. Anggaran Periklanan Menurut Kotler . ada lima faktor yang perlu dipertimbangkan pada saat menetapkan anggaran periklanan, yaitu: . Stage in the products life cycle, . Markets share and consumer base, . Competition and clutter, . Advertising frequency, . Product substitutability, kelima faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Tahap dalam siklus produk . tage in the product life cycl. : produk baru biasanya mendapatkan anggaran iklan yang besar untuk membangun kesadaran dan membuat pelanggan mencoba produk tersebut, sedangkan merek produk yang sudah mapan tidak terlalu membutuhkan anggaran iklan yang besar, karena merek produk sudah dikenal. Pangsa pasar dan basis konsumen (Markets share and consumer bas. : Merek dengan pangsa pasar yang lebih tinggi biasanya membutuhkan lebih sedikit biaya iklan sebagai persentase penjualan untuk mempertahankan pangsanya. Persaingan dan gangguan (Competition and clutte. : dalam pasar dengan banyak pesaing dan gangguan dari iklan yang lain maka diperlukan pengeluaran iklan yang tinggi. Frekuensi periklanan (Advertising frequenc. : semakin besar pengulangan iklan yang harus diiklankan oleh perusahaan maka akan semakin mempertinggi pengeluaran iklan. Kemungkinan substitusi (Product substitutabilit. : merek-merek dari produk yang memiliki banyak barang pengganti dari merek produk tersebut, maka sangat memerlukan pengeluaran iklan yang besar, agar konsumen dapat mengerti keunggulan dari merek produk perusahaan. Hubungan Antara Periklanan Dengan Keputusan Pembelian Konsumen Laforge. Ingram. Bearden . 4:407-. Gambar 2. Advertising Hierarchy of Effects Message Exposure Attetion Comprehension Acceptance Retention Sumber William O. Bearden. Thomas N. Ingram. Raymond W. Laforge. AuMarketing Principles and perspectivesAy,. 4 Ae . e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Pemasar mencapai message exposure dengan menempatkan iklan pada media yang sesuai, seperti majalah, televise, radio, atau koran, yang memberi konsumen kesempatan untu k memproses pesan. Evaluasi positif dari merek akan muncul dengan mudah dengan mengulang pengungkapan pada pengiklanan. Consumer attention adalah langkah berikutnya iklan harus mempengaruhi konsumen untuk menunjukan iklan adalah karakteristik fisiknya. Untuk iklan cetak, termasuk didalamnya ukuran, jumlah warna, dan pengaturan cahaya. Gerakan, model yang menjadi pusat perhatian, dan sesuatu yang baru juga membantu dalam menarik perhatian konsumen. Perilaku Konsumen Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa. Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakuka n pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi. Mempengaruhi Perilaku Konsumen Menurut Kotler . 5,202A. Autitik tolak untuk memahami perilaku pembeli adalah model rangsangan tanggapan . timulus respond mod. Rangsangan pemasaran dan lingkungan masuk ke kesadaran pembeli. Karakteristik pembeli dan proses pengambilan keputusannya akan menimbulkan ke putusan pembelian tertentu. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi pada kesadaran pembeli sejak masuknya rangsangan dari luar hingga munculnya keputusan pembelian. Faktor budaya Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling dasar. Masing - masing budaya terdiri dari sejumlah subbudaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya. Sub -budaya mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis. Faktor sosial Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor- faktor sosial : Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung . atap muk. atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang tersebut. Kelompok yang memiliki pengaruh langsung terhadap seseorang dinamakan kelompok keanggotaan. Beberapa kelompok keanggotaan merupakan kelompok primer, seperti keluarga, ternan, tetangga, dan rekan kerja, yang berinteraksi dengan seseorang secara terus menerus dan informal. Orang juga menjadi anggota kelompok sekunder, seperti kelompok keagamaan, profesi, dan asosiasi perdagangan, yang cenderung lebih formal dan membutuhkan interaksi yang tidak begitu rutin. Orang sangat dipengaruhi oleh kelompok acuan mereka sekurang - kurangnya melalui tiga Kelompok acuan membuat seseorang menjalani perilaku dan gaya hidup baru, dan mempengaruhi perilaku serta konsep pribadi seseorang, kelompok acuan menuntut orang supaya mengikuti kebiasaan kelompok sehingga dapat mempengaruhi pilihan seseorang akan produk dan merek aktual. Orang juga dipengaruhi oleh berbagai kelompok diluar kelompok mereka. Kelompok aspirasi adalah kelompok yang ingin dimasuki seseorang. kelompok dissosiasi adalah kelompok yang nilai atau perilakunya ditolak oleh seseorang. Variabel. Pengukuran dan Definisi Operasional Variabel Dalam sub bab ini, peneliti akan menjelaskan tentang variabel penelitian, skala pengukuran, dan definisi operasional hotel. Penjelasannya adalah sebagai berikut : Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik Hatch dan Farhady mengusulkan bahwa AuVariabel merupakan atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain, atau satu obyek dengan obyek yang lainAy . Prof. Dr. Sugiyono, 2013:. Sedangkan menurut Kidder, variabel adalah AuSuatu kualitas dimana peneliti mempelajari da n menarik kesimpulannyaAy . Di Prof. Dr. Sugiyono, 2013:. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Dalam penelitian ini, variabel dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Berikut penjelasannya: Variabel Independen Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, atau antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabe l dependen atau terikat. Variabel Dependen Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, atau konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Jumlah variabel tergantung kepada luas dan sempitnya penelitian yang akan dilakukan. Ada dua variabel dalam penelitian ini, yaitu : Advertising sebagai variabel bebas (X) Keputusan Tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort sebagai variabel terikat (Y) METODOLOGI Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang atau pendeknya interval yang ada di dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Dalam melakukan penelitian ini, skala pengukuran yang digunakan oleh penulis dalah skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial, yang mana telah ditetapkan secara spesifik, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel yang akan dijadikan sebagai titik tolak untuk menyus un item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari yang sangat positif sampai yang sangat negatif. Berikut contoh jawaban dari skala Likert: Sangat Setuju . Setuju . Ragu-ragu . Tidak Setuju . Sangat Tidak Setuju . Teknik sample sangat diperlukan dalam sebuah penelitian karena hal ini digunakan untuk menentukan siapa saja anggota dari populasi yang hendak dijadikan sample, untuk itu teknik sample harus secara jelas tergambarkan didalam penelitian. Populasi Menurut Prof. Dr. Sugiyono . mengungkapkan bahwa : AuPopulasi adalah wilayah generalasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai k ualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Ay Dalam penelitian ini, penulis menggunakan populasi sebanyak 120 orang responden yakni tamu yang menginap di Aston Bogor Hotel and Resort. Teknik Sampling Prof. Dr. Sugiyono . mengatakan bahwa Auteknik sampling merupakan teknik pengambilan sampleAy Teknik sampling yang akan digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah accidental sampling atau sampling insidental. Teknik pemilihan sample ini berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan atau insidential bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sample, apabila orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua jenis data untuk mengumpulkan data. Berikut adalah penjelasannya : Pengumpulan Data Primer Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data primer sebagai berikut: Observasi Lapangan Menurut Margono . e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 AuObservasi lapangan digunakan untuk melihat dan mengamati perubahan fenomena Aefenomena sosial yang tumbuh dan berkembang yang kemudian dapat dilakukan perubahan atas penilaian tersebut, bagi pelaksana observaser untuk melihat obyek moment tertentu, sehingga mampu memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan Ay Wawancara Wawancara merupakan alat rechecking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Menurut Sutopo . mengusulkan bahwa AuWawancara mendalam . n-depth intervie. adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan info rman atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman . wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan social yang relatif lama Ay Kuesioner Kuesioner melalui sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui terkait objek penelitian. Kuesioner yang disebarkan bersifat tertutup dan merupakan kuesioner dengan skala Likert. Pengumpulan Data Sekunder Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah studi kepustakaan. Studi pustaka dimaksudkan untuk membantu memecahkan masalah secara teoritis, dengan menggali teori Ae teori dan konsepsi Ae konsepsi dari berbagai literatur yang berkenaan dengan penelitian penulis. Metoda Analisis Data Metode analisis data adalah rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran, dan verifikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial, akademis, dan ilmiah. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Berikut adalah penjelasan mengenai metode analisis data: Korelasi Pearson Product Moment Korelasi Pearson product moment adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat atau derajat hubungan dan kontribusi variabel bebas dan variabel terikat. Dalam penelitian ini. Korelasi Pearson product moment digunakan untuk mengukur hubungan antara advertising terhadap keputusan tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort, sehingga dapat mengetahui apakah terdapat hubungan atau tidak sama sekali. Berikut adalah rumusan Korelasi Pearson product moment : Oc ( Oc ) (Oc ) ( Oc (Oc ) )( Oc (Oc ) ) Keterangan : r = Korelasi Pearson product moment n = Jumlah Sampel x = Advertising . ariabel beba. y = Keputusan tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort . ariabel terika. Berdasarkan hasil penelitian, maka akan dihasilkan suatu perhitungan korelasi antara advertising dengan keputusan tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort. Besar korelasi Pearson product moment dengan lambang . -1 O 0 O 1 Keterangan : r = -1 Korelasi negatif sempurna . ubungan x dan y tidak seara. r = 0 Tidak ada korelasi r = 1 Korelasi sangat kuat . ubungan x dan y seara. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Interval Nilai Koefisien Korelasi dan Kekuatan Hubungan Interval koefisien Tingkat Hubungan 800 Ae 1. Sangat Kuat 600 Ae 0. Kuat 400 Ae 0. Cukup Kuat 200 Ae 0. Rendah 001 Ae 0. Sangat Rendah Sugiyono . Kofisien Determinasi Koefisien Determinasi adalah ukuran untuk mengetahui persentase besarnya hu bungan antara advertising dengan keputusan tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort. Berikut adalah rumus koefisien determinasi : x 100% Keterangan : = Koefisien determinasi = Koefisien korelasi yang didapatkan HASIL DAN PEMBAHASAN Rekapitulasi tanggapan Responden Terhadap Advertising . ariabel terikat X) Tabel 4. 1 : Rekapitulasi Tanggapan Responden Terhadap Advertising No. Pernyataan Aston Bogor Hotel and Resort melakukan iklan melalui berbagai media yang tepat. Aston Bogor Hotel and Resort perlu membuat iklan di TV untuk menarik tamu lebih banyak lagi. Frekuensi iklan yang diberikan Aston Bogor Hotel and Resort cukup. Iklan melalui brosur, majalah dan flyer sangat menarik. Gambar, tulisan serta penampilan warna yang ditampilkan pada iklan Aston Bogor Hotel and Resort sangat menarik. Pesan yang disampaikan dalam iklan mudah diingat. Hasil Penyampaian informasi Aston Bogor Hotel and Resort melalui iklan mudah Iklan melalui media internet/website sangat menarik. Iklan melalui media internet/website sangat lengkap dan sesuai Iklan Aston Bogor Hotel and Resort menimbulkan kesan dan sikap positif. Sumber : Data olahan No. Tabel 4. 2 RekapitulasiTanggapan Responden Terhadap Keputusan Tamu Untuk Menginap Di Aston Bogor Hotel And Resort . ariabel terikat Y) Pernyataan Hasil Aston Bogor Hotel and Resort merupakan tujuan utama untuk menginap disaat berlibur atau berbisnis. Informasi Aston Bogor Hotel and Resort mudah diakses. Lokasi Aston Bogor Hotel and Resort yang strategis. Harga yang diberikan Aston Bogor Hotel and Resort terjangkau. e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Fasilitas yang tersedia di Aston Bogor Hotel and Resort memberikan kesan yang Aston Bogor Hotel and Resort memberikan pelayanan yang cukup memuaskan. Karyawan di Aston Bogor Hotel and Resort sangat ramah dan memiliki pengetahuan yang baik dalam memberikan penjelasan kepada tamu. Adanya interaksi antara karyawan dengan tamu Nama Aston Bogor Hotel and Resort sudah terkenal di kalangan hotel bisnis. Aston Bogor Hotel and Resort merupakan rekomendasi pilihan tempat menginap untuk keluarga dan kolega. Sumber : Data Olahan Kolerasi Pearson Product Moment Tabel ini adalah tabel perhitungan untuk mengukur derajat hubungan antara variabel bebas (X), yaitu advertising dengan variabel terikat (Y), yaitu keputusan tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort. Tabel korelasi pearson product moment terdapat di lampiran. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan hubungan antara variabel X, yaitu Advertising dengan variabel Y, yaitu keputusan tamu untuk menginap. Dalam hal ini peneliti menggunakan rumus korelasi pearson product moment. Dari perhitungan data kuesioner pada tabel diatas, dapat dilihat hasil sebagai berikut : OcX OcY OcXA OcYA OcXY Dengan rumus dibawah ini, maka dapat dihitung pengaruh antara advertising dengan keputusan tamu untuk menginap. Perhitungannya adalah sebagai berikut : ( )( ) (Oc ) ( Oc (Oc ) ) Oc ) )( Oc Variabel Bebas Terikat Dari perhitungan di atas, diperoleh hasil r = 0,66 yang menunjukkan pengaruh antara kedua variabel X dan Y kuat. Koefisien Determinasi e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Setelah mendapatkan hasil dari pehitungan Korelasi Pearson Product Moment, maka dihitung kembali dengan menggunakan koefisien determinasi untuk mengetahui besarnya pengaruh advertising terhadap keputusan tamu untuk menginap. Perhitungannya adalah sebagai berikut : Dari hasil perhitungan koefisien determinasi di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa besarnya pengaruh advertising terhadap keputusan tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort ialah sebesar 43,56%. Sedangkan sisanya sebesar 56. 44% yang merupakan pengaruh variabel lainnya yang tidak dibahas di dalam proyek akhir ini. PENUTUP Penutup terdiri dari Kesimpulan dan Saran. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah peneliti lakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut : Aston Bogor Hotel dan Aston memiliki berbagai media Advertising yang mempengaruhi seperti . Website. Brosur, dll. Hubungan antara variabel bebas (X), yaitu advertising dengan variabel terikat (Y), yaitu keputusan tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort, dianalisa dengan perhitungan korelasi Pearson Product Moment dan hasil yang didapat adalah 0,66. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang Kuat antara dua variabel tersebut. Hubungan antara variabel bebas (X), yaitu advertising dengan variabel terikat (Y), yaitu keputusan tamu untuk menginap di Aston Bogor Hotel and Resort, dianalisa dengan perhitungan koefisien determinasi dan hasil yang didapat adalah 43,56%. Sedangkan sisanya sebesar 56. 44% yang merupakan pengaruh variabel lainnya yang tidak dibahas di dalam proyek akhir ini. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan, maka dapat dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi pihak Aston Bogor Hotel and Resort. Adapun saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut : Sebaiknya perusahaan lebih meningkatkan penyebaran iklan melalui radio atau televisi, sehingga tamu dapat mengetahui promosi atau informasi tentang produk hotel dan dapat memilih Aston Bogor Hotel and Resort sebgai tujuan menginap saat berlibur atau berbisnis. Sebaiknya perusahaan terus meningkatkan kualitas design atau gambar dalam media iklan untuk menarik lebih banyak tamu untuk menginap. Sebaiknya perusahaan terus meningkatkan kualitas karyawan untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap tamu, sehingga tamu merasa puas atas pelayanan yang diberikan. DAFTAR PUSTAKA Alipia Putri. Lisa. Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Kemampuan Bersaing di Hotel Kristal. Skripsi. Jurusan Manajemen Perhotelan. Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid. Belch. George dan Belch. Michael . Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communication Perspective. New York: McGraw Hill Djaslim Saladin . Manajemen Pemasaran. Bandung:Linda Karya Grewel dan Levy . Marketing. New York : Mc-Graw Hill Hawkins. Best & Coney, . Pemasaran. Salemba Empat : Jakarta kotler. Phillip. Marketing Management. New Jersey : Prentice Hall Kotler. Phillip et. Prinsip-Prinsip Pemasaran. jilid 2, edisi ke-8. Penerbit Erlangga. Jakarta. Laforge. Ingram, et. Marketing : Principle and Perspectives United Stated. The Mcgraw-Hill e-ISSN: 2964-3619 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 3. NO. MARET 2024 Kotler . Manajamen Pemasaran. Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia . Marketing Management. London:Prentice Hal Kotler dan Keller, 2007. Manajemen Pemasaran. Edisi 12. Jilid 1. PT. Indeks. Jakarta. Kotler. Philip et. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jilid 1 Edisi 12. Erlangga. Jakarta Kotler. Philip et. Principle of Marketing. New Jersey: Pearson Education Inc. Nickels. McHugh, dan Mchugh . Metode Penelitian untu Skripsi dan Tesis Bisnis Edisi Kedua. Jakarta: PT Raja Grafindo Rhenald Kasali . Membidik Pasar Indonesia Segmentasi Targeting. Positioning. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama