JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Persepsi Subliminal dalam Periklanan (Subliminal Advertisin. Athika Dwi Wiji Utami Progam Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo athikautami@gmail. Abstrak Subliminal advertising merupakan salah satu strategi persuasi yang popular digunakan di kalangan agensi periklanan meskipun masih menjadi polemik karena diragukan keefektifannya dan memicu kontroversi mengenai etis tidaknya penggunaan pendekatan ini. Stimulus yang berasal dari iklan, baik secara visual, audio, maupun visual audio, diserap dan diproses secara tidak sadar menembus benak konsumen tanpa rintangan dari SuperEgo sehingga akan mempengaruhi perilaku konsumen dalam memutuskan apakah akan membeli / menggunakan produk/jasa tersebut atau tidak. Sebuah iklan yang diulang-ulang secara berkala, dapat membuat khalayak akan terus mengingat brand tersebut dan dapat meningkatkan brand awarenessnya. Kata Kunci : persepsi subliminal, persepsi, subliminal advertising PENDAHULUAN Komunikasi merupakan suatu proses untuk menyampaikan ide atau pesan kepada penerima melalui media tertentu, baik secara verbal . ata-kat. maupun non verbal . ambar, logo, iklan, dl. Komunikasi non verbal dapat menghasilkan bentuk komunikasi yang lebih efektif dibanding komunikasi verbal. Iklan misalnya, merupakan salah satu bentuk komunikasi non verbal yang sering digunakan oleh sebuah brand yang ingin mengubah konsumennya dari unaware menjadi aware terhadap brand itu sendiri yang kemudian ditunjukkan melalui perubahan sikap dan perilaku konsumen terhadap brand tersebut. Banyak penelitian dan laporan yang menunjukkan keampuhan sebuah iklan terhadap peningkatan penjualan. Perusahaan Vauxhall Motors Ltd, saat itu berhasil memperoleh keuntungan bersih sekitar A 1. 000 setahun . I, 2. Iklan sendiri memiliki banyak kategori seperti iklan televisi, iklan radio, iklan cetak, iklan luar ruang, dan iklan internet. Melalui berbagai jenis iklan tersebut, konsumen akan mendapatkan informasi baik mengenai produk maupun JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 mereknya, dari situlah dibangun brand awareness di benak khalayak. Melalui empati dan persuasi yang dibangun dalam iklan, kemudian akan menstimulus konsumen untuk memutuskan apakah akan membeli atau menggunakan produk/jasa tersebut atau tidak. Sebuah iklan yang diulang-ulang secara berkala, dapat membuat khalayak akan terus mengingat brand tersebut. Pada tahun 1930-an, iklan cenderung menampilkan tiga aspek penting tapi tetap relevan sampai sekarang . I, 2. Pertama, pemilihan kata-kata sederhana dan to the point ke sasaran konsumen. Kedua, pemilihan kata-kata yang berkaitan dengan produk yang akan diiklankan, misalnya pada iklan Top Coffee yang memiliki slogan AuBongkar kebiasaan lama! Orang Indonesia perlu Top Coffe! Top Coffe Kopinya Orang Indonesia! Jangan bilang kamu pecinta kopi kalau belum minum Top Coffee!Ay. Pemilihan kata-kata dalam slogan sederhana, to the point karena menyasar langsung ke seluruh konsumen di Indonesia melalui kata-kata AuOrang IndonesiaAy dan kata-kata dalam AuBongkar kebiasaan lama! Orang Indonesia perlu Top Coffe!Ay memberi kesan pembawa inovasi citarasa kopi Ketiga, iklan harus mampu secara cepat diidentifikasikan oleh khalayak sasarannya sebagai produk khusus untuk mereka. Contohnya iklan produk facial wash Clean An Clear dengan ilustrasi seorang remaja wanita yang sedang beraktifitas selayaknya remaja muda yang sedang aktif-aktifnya sambil diikuti narasi AuKapanpun Teman-Teman Datang Aku Siap TerusAy dan slogan Au#siapterusAy. Narasi, visual, dan slogan iklan langsung diarahkan kepada segmen pasarnya, yakni remaja wanita yang sedang berada pada masa aktif meng-explore diri dan bergaul agar selalu tampil fresh melalui produk ini. Dalam menghasilkan iklan yang efektif, banyak strategi persuasi yang digunakan agar dapat meraih simpati dan perhatian konsumen. Salah satunya strategi periklanan yang sangat popular digunakan oleh agensi periklanan baik di Eropa maupun di Indonesia sendiri adalah iklan subliminal atau subliminal Teknik ini memanfaatkan alam bawah sadar konsumen dalam upaya pembentukan sebuah persepsi subliminal dalam benak konsumen tersebut. Persepsi subliminal terjadi ketika stimulus disajikan di bawah batas ambang kesadaran untuk mempengaruhi pikiran, perasaan, atau tindakan atau sering JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 disebut sebagai rangsangan tanpa disadari. Stimulus yang berasal dari iklan, baik secara visual, audio, maupun visual audio, diserap dan diproses secara tidak sadar menembus benak konsumen tanpa rintangan dari SuperEgo sehingga akan mempengaruhi perilaku konsumen. Iklan subliminal digadang-gadang mampu mempengaruhi perilaku konsumen tanpa konsumen menyadari. Walaupun strategi ini masih menjadi polemik karena masih diragukan keefektifannya dan memicu kontroversi mengenai etis tidaknya penggunaan pendekatan ini karena masih dianggap ilegal di beberapa negara, namun sampai saat ini masih terus digunakan. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Gambar 1. Flowchart Rencana Penelitian Sebelum melakukan analisa dan kesimpulan, dirancang terlebih dahulu alur penelitian yang akan dilakukan. Penelitian dimulai dengan studi literatur kemudian observasi selanjutnya dilakukan analisa hingga didapatkan kesimpulan dan saran. JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Studi Literatur Studi literatur dilakukan yakni dengan cara mengumpulkan data dan mempelajari penerapan data dari beberapa literatur dan jurnal penelitian yang telah dikumpulkan. Observasi Observasi atau pengamatan dilakukan terhadap hasil dari literatur dan jurnal penelitian yang telah dikumpulkan. Analisa Hasil observasi data yang telah dikumpulkan yang kemudian dibahas dan kemudian diambil kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pesan Subliminal Gambar 2. Sensation Tresholds Curve (Sumber http://blog. co/subliminal-messages/#WC7jRIq0zM4vhwWG. Kata subliminal pada pesan subliminal berasal dari kata Latin yakni Sub yang berarti di bawah . dan Limen yang berarti ambang . Pesan subliminal didefinisikan sebagai sinyal yang berada di bawah absolute threshold level (ATL) atau tingkat ambang mutlak dari kesadaran kita. ATL sendiri merupakan level terendah panca indera kita dapat mendeteksi stimulus yang datang, baik secara visual, auditory, sensory dan sebagainya. Jika stimulus yang JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 datang berada di bawah ATL, kita tidak dapat menyadari stimulus tersebut. Pada konteks pesan subliminal, kita tidak dapat menyadari adanya pesan tersebut walaupun kita sedang melihat atau mendengarnya. Pada contoh stimulus visual melalui gambar yang diulang-ulang secara cepat, pesan atau stimulus ini diserap oleh persepsi dan alam bawah sadar sebelum diproses, sehingga mengganggu pengolahan pesan yang ada, dan pesan ini perlahan akan mempengaruhi serta mengubah pikiran sadar dari otak seseorang (Shrum, 2. Oleh karena itu, teknik komunikasi ini dengan sengaja dirancang untuk menghasilkan respon seperti perubahan pikiran dan perilaku seseorang. Persepsi dan reaksi terhadap pesan subliminal terjadi pada tingkat ketidaksadaran atau di bawah alam sadar kita, sebaliknya dengan subliminal, pada pesan supraliminal, kita dapat merasakan stimulus yang datang secara sadar. Gambar 3. Contoh Supraliminal dalam salah satu adegan yang menampilkan logo brand ABC Kopi Susu dalam film Cek Toko Sebelah . dan produk kecantikan Laneige pada drama korea Weightlifting Fairy Kim Bok Joo . Gambar 4. Logo Amazon dan Fedex Express Pesan subliminal dapat disisipkan dalam berbagai medium, baik secara visual maupun auditory. Dalam strategi pemasaran, tidak jarang pesan ini disisipkan dalam media promosi seperti pada iklan, brosur, bahkan dalam sebuah logo perusahaan untuk tujuan tertentu. Seperti logo Fedex yang menyembunyikan panah dalam ruang negatif yang mengilhami pemikiran efisiensi dan gerak maju. Kemudian ada logo Amazon, dimana pada logo ini terdapat panah di bawah teks yang secara tersembunyi menunjukkan pesan tertentu. Ujung pertama panah tersebut diletakkan persis di bawah huruf A dari amazon dan akhir panah pada JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 huruf z. Pesan yang disampaikan adalah semua ada . di amazon. Bentuk panah yang melengkung ke atas secara horizontal menunjukkan tanda senyum puas . leh konsume. Cukup berisiko bagi sebuah perusahaan untuk mengusung ornament-ornamen terntentu untuk menyisipkan pesan subliminal di dalam logo Jika logo menjadi terlalu rumit dan menjadi tidak terkait dengan merek tersebut, maka logo akan terlihat tidak bisa mengomunikasikan pesan mereknya dengan baik dan tentunya akan mempengaruhi perilaku konsumen terhadap merek tersebut, bisa menjadi negatif tetapi juga bisa sebaliknya. Bagaimana Pesan Subliminal Bekerja Dalam Wang . , pikiran kita terdiri dari dua bagian yang saling berinteraksi, yakni bagian alam sadar . dan di bawah alam sadar . Bagian sadar dapat sepenuhnya mengontrol pikiran kita, dimana kita dapat berpikir, menilai, merasakan, dan siaga. Sedangkan bagian di bawah alam sadar berkaitan dengan pikiran kita di bawah kesadaran kita, seperti keingingan, hasrat, motif, pengalaman terdahulu yang berada di luar bagian sadar kita. Bagian bawah alam sadar dapat memproses 20,000 bit informasi secara simultan, sedangkan bagian alam sadar hanya dapat memproses 7 A 2 bit informasi pada saat yang sama. Gambar 5. Pikiran di bawah alam sadar (Sumber http://blog. co/subliminal-messages/#WC7jRIq0zM4vhwWG. JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Dalam Wang . , terdapat 36 input sensorik yang terbagi menjadi 7 kategori, antara lain : visual, auditory, tactile . , olfactory . , gustatory . , vestibular . eseimbangan dan geraka. , dan proprioception . Kategori visual merupakan kategori yang paling mendominasi persepsi Pesan subliminal menarik pikiran di bawah alam sadar dimana sinyal dari pesan tersebut kemudian mentrigger reaksi sensorik tanpa kita menyadarinya. Pesan subliminal sendiri mengarah ke indera visual dan auditory, dibandingkan indera lainnya. Visual Subliminal Perception Terdapat dua jenis pesan visual subliminal, yakni subvisual dan embeds (Wang, 2. Isyarat (Cue. subvisual dikirim dalam beberapa millidetik dalam pikiran manusia tanpa disadarinya. Pada eksperimen James Vicary, dia menyisipkan dua frame berisi teks AuThirsty? Drink Coca ColaAy dan AuHungry? Eat PopcornAy ke dalam sebuah film dan memainkannya ke hadapan penonton dalam sebuah bioskop secara cepat tanpa disadari para penonton tersebut. Ketika seseorang menerima stimulus tersebut secara cepat, sebuah jejak atau afterimage dari stimulus tersebut akan terlihat oleh otak, walaupun stimulus tersebut hanya diterima otak dalam waktu singkat dan kemudian menghilang. Embeds sering digunakan pada iklan cetak. Teknik ini menggunakan gambar yang disisipkan pada sebuah lingkungan visual tertentu, yang disembunyikan dari pandangan kita secara langsung. Pada gambar 6, warna uang yang senada dengan daun salada, membuat penonton terkecoh saat pertama kali melihat iklan tersebut. Penonton harus jeli untuk menyadari bahwa ada gambar uang yang disisipkan dalam iklan tersebut. Gambar 6. Iklan KFC Snacker dan Gambar Uang yang disembunyikan di dalam burger JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Auditory Subliminal Perception Dalam pesan auditory subliminal, pesannya disematkan di musik persis di bawah tingkat pendengaran seseorang. Karena di bawah threshold pendengaran, maka tidak ada yang menghalangi informasi yang masuk. Akal sadar tidak dapat menyadari pesan subliminal tersebut, tidak dapat menghindar, menilai, membantah, bahkan menghalangi pesan tersebut. Seiring waktu, jika didengar berulang-ulang dan terus menerus, alam bawah sadar akan menerima informasi secara benar dan perilaku berubah sesuai dengan informasi tersebut. Terdapat dua jenis pesan auditory subliminal, yakni subaudible dan backmasking (Wang, 2. Pesan subaudible melalui pesan dengan volume rendah yang dimasukkan ke dalam file audio yang lebih keras sehingga pesan tersebut tidak dapat terdengar. Pada film kartun Aladin, dalam script. Jin seharusnya berdialog AuGood Kitty, take off and goAy. Dalam film. Jin berdialog bersamaan dengan suarasuara lain seperti suara korden yang dibuka Yasmin dan suara dari Karpet terbang, sehingga dialog Jin yang tidak terlalu keras tidak begitu terdengar jelas dibandingkan suara pendukung lainnya. Dialog yang terdengar adalah AyGood teenagers take off their clothesAy. Gambar 7. Pesan Subaudible dalam film Aladin dari Walt Disney Backmasking merupakan sebuah video atau musik yang direkam secara terbalik sehingga pesan aslinya disamarkan ketika video atau musik tersebut dimainkan secara normal. Pada lagu berjudul AuNumber 9Ay milik The Beatles mengandung pesan tersembunyi. Kata Aunumber nineAy dalam lirik diulang berkalikali, dan ketika dimainkan secara terbalik, yang terdengar Auturn me on deadmanAy. Kasus serupa lainnya terdapat pada lagu milik band Judas Priest, dimana band memasukkan pesan Audo it . Ay dalam lagunya. Pesan tersebut diduga menjadi penyebab terjadinya peristiwa bunuh diri dua orang pemuda. Namun. JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 jaksa tidak menemukan bukti yang mendukung pernyataan tersebut, sehingga band bebas dari dakwaan (Nickkolenda, tanpa tahu. Subliminal Advertising Sejak tahun 1940, dimana pertama kali iklan subliminal berkembang dan masih berkembang sampai sekarang, kita dapat menemukan berbagai pesan subliminal yang disisipkan dalam iklan cetak maupun media. Perundanganundangan di beberapa negara yang menyatakan bahwa teknik ini ilegal tidak mampu membatasi berkembangnya iklan-iklan dengan pesan subliminal ini. Dalam sebuah iklan televisi diperlukan 4 unsur untuk membuatnya menjadi lebih menarik, yakni music/jingle, endorser, daya tarik yang digunakan, dan pesan yang ingin disampaikan. Sebuah pesan disisipkan dalam sebuah iklan yang kemudian disampaikan ke audience dengan begitu cepat sehingga tidak dipersepsikan dengan sadar, tapi tinggal di bawah ambang kesadaran manusia. Iklan yang menggunakan teknik ini dalam menyampaikan pesan brandnya disebut dengan iklan subliminal atau subliminal advertising. Biasanya teknik ini digunakan untuk tujuan promosi dan propaganda. Menurut Liliweri . alam M. Hendra Bachtiar, 2015, dengan modifikas. , terdapat beberapa jenis iklan subliminal, antara Surrogate Advertising, bentuk iklan yang digunakan untuk mempromosikan produk terlarang, seperti rokok dan alkohol, dalam penyamaran produk lain. Jenis iklan ini menggunakan produk kategori yang cukup dekat, seperti: soda klub, air mineral jika alkohol, atau produk dengan kategori yang sama sekali berbeda . CD musik atau kartu rem. untuk memalu nama merek ke dalam kepala. Produk yang dilarang . lkohol atau roko. mungkin tidak diproyeksikan secara langsung kepada konsumen namun bertopeng di bawah produk lain dengan merek yang sama, sehingga bila ada yang menyebutkan merek itu, orang mulai mengaitkannya dengan produk utamanya . lkohol atau roko. Di India ada sejumlah besar perusahaan yang melakukan iklan pengganti, seperti Bagpiper yang mengiklankan Bagpiper Club Soda dibandingkan Whiskey dan Brand Imperial Blue yang mengiklankan CD JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 musik dibandingkan produk whiskeynya . ttps://en. org/wiki/ Surrogate_advertisin. Gambar 8. Iklan Bagpiper Club Soda . dan Imperial Blue . Testimonial, adalah rancangan iklan yang menampilkan kesaksian dari orang-orang terkenal yang juga adalah pemakai produk yang diiklankan ini. Kesaksian orang tenar seperti bintang film, tokoh masyarakat, tokoh adat, kaum profesional, sangat membantu audiensi untuk memutuskan memakai produk tersebut. Iklan Pantene menggunakan beberapa artis papan atas sebagai brand ambassadornya, seperti Anggun. Rossa. Marissa Nasution, dan Nirina Zubir. Gambar 9. Iklan Pantene JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Transfer, iklan yang bertujuan membentuk persepsi positif audiens terhadap produk, dan sebaliknya membentuk persepsi negatif terhadap produk dengan memproyeksikan kualitas positif atau negatif . emuji atau menyalahka. sebuah produk tertentu. Teknik ini umumnya digunakan untuk membangkitkan tanggapan emosional yang merangsang audiens untuk mengidentifikasikan diri dengan otoritas yang diakui. Teknik ini biasanya disebut juga dengan asosiasi. Pada iklan Coca Cola Zero versi James Bond, membentuk persepsi positif tentang audience yang mengonsumsi produk tersebut dikiaskan dengan keseruan dan kekerenan aksi James Bond. Gambar 10 . Iklan Coca Cola Zero Edisi James Bond 007 Wit and Humor, iklan yang menarik perhatian audience dengan bumbu humor melalui cara cerdas dari segi visual atau bahasa yang digunakan dalam iklan tersebut. Gambar 11. Nike dan Tiger Wood Unstated Assumption, jenis iklan yang menampilkan pesan secara tersirat, jadi asumsi-asumsi positif terhadap produk tidak disampaikan secara JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Audience hanya memahami iklan ini hanya jika mereka memahami makna yang ada di balik pesan iklan ini. Unstated assumption merupakan sebuah cara yang berpeluang terjadinya subordinasi perempuan tanpa disadari oleh masyarakat. Konten dan pemaknaan yang dimunculkan dapat melalui apa saja misalnya saja . Gambar 12. Iklan Axe Pro Kontra Subliminal Advertising Gambar 13. Pesan Subliminal dalam Film Picnic Pada tahun 1957. James Vicary melakukan sebuah studi mengenai studi iklan di bioskop yang menggunakan perintah bawah sadar untuk meningkatkan penjualan popcorn dan coca cola. Vicary mengklaim selama enam minggu, 699 pelanggan bioskop di Fort Lee. New Jersey, telah dipertontonkan dua pesan terselubung dengan durasi 3/1000 detik sekali setiap 5 detik yakni AuMakan popcornAy dan AuMinum coca colaAy, di sela-sela mereka JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 menonton film Picnic. Vicary mengklaim selama periode tersebut, penjualan pop corn naik 57,7% dan coca cola naik 18,1%. Namun. Vicary tidak dapat menjelaskan secara rinci apakah memang kenaikan penjualan tersebut memang disebabkan oleh iklan tersebut atau tidak. Hal ini kemudian menjadi pro dan kontra. Pihak yang pro menganggap bahwa iklan subliminal dapat mempengaruhi calon konsumennya dan dianggap lebih efektif, dan sebaliknya untuk pihak yang kontra. Beberapa penelitian yang mendukung keefektifan iklan subliminal diperoleh oleh Strahan dkk. dan Bermeitinger et al. Hasil temuan mengonfirmasi bahwa subyek dipengaruhi oleh stimulus yang disebarkan secara subliminal jika rangsangan ini terkait dengan kebutuhan dan jika subjek berada dalam keadaan motivasional yang sesuai dengan Studi lain yang terkait dilakukan oleh Cooper & Cooper . , dengan menunjukkan kepada responden sebuah program TV dengan pesan subliminal yang berkaitan dengan kehausan. Hasil menunjukkan bahwa orang menjadi haus setelah melihat program TV dengan pesan subliminal, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menonton program TV tanpa pesan subliminal . alam Guilherme Luttikhuizen dos Santos, 2. Pihak kontra juga bermunculan menentang keefektifan iklan subliminal. Trappey . menyimpulkan dari sebuah meta-analisis terhadap 23 artikel tentang efektivitas iklan subliminal bahwa iklan subliminal tidak mempengaruhi perilaku secara signifikan (Trappey, 1. Pada penelitian Champion & Turner . melakukan eksperimen di mana mereka menunjukkan sebuah film di mana mereka secara subliminal menampilkan sebuah slide nasi bermerek "wonder riceAy kepada peserta. Setelah film tersebut, para peserta ini tidak dapat mengidentifikasi merek lebih baik dari pada kelompok kontrol. Moore . menjelaskan hal ini dengan mengatakan bahwa rangsangan bawah sadar terlalu lemah untuk diperhatikan oleh kebanyakan orang dan karenanya memiliki sedikit efek pada Hasil oleh Zanot dkk. menunjukkan bahwa banyak orang yang mengenal gagasan periklanan subliminal. Dalam penelitian mereka, 81% responden mengetahui apa itu iklan subliminal. Dalam studi opini publik yang serupa. Rogers & Smith . memperoleh hasil yang kurang lebih sama . % 4 kesadaran publik akan iklan sublimina. , yang membuat mereka menyimpulkan JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 bahwa "iklan subliminal telah menjadi bagian budaya yang dapat dikenali, walaupun kurangnya bukti ilmiah bahwa itu praktis atau bahkan mungkin". Selanjutnya Rogers & Smith . menemukan bahwa 61,5% responden percaya bahwa pengiklan menempatkan pesan subliminal dalam iklan mereka. Tetapi pada saat yang sama kebanyakan orang menganggap iklan subliminal tidak dapat diterima, tidak etis dan berbahaya dalam konteks periklanan. Penelitian oleh Zanot . juga menunjukkan bahwa jika orang tahu bahwa pengiklan tertentu menggunakan iklan subliminal, ini akan mempengaruhi perilaku pembelian mereka . alam Guilherme Luttikhuizen dos Santos, 2. Strategi dalam Subliminal Advertising Menurut Lechnar . alam Alizamar dan Nasbahry Couto, 2. , terdapat enam strategi subliminal umum yang digunakan dalam menyisipkan pesan subliminal dalam sebuah desain. Figure-ground reversals Konsep dari metode ini adalah pembalikan gambar dasar, sehingga terdapat dua imaji yang akan muncul. Pada gambar di bawah, terdapat gambar sepasang lelaki dan wanita yang sedang berpose menari dalam sebuah brosur iklan menari. Jika kita fokus pada gambar, selain imaji dua orang menari, terdapat imaji lain yang berbau seksualitas dengan menggabungkan dua orang tersebut menjadi satu Gambar 14. Iklan Junior Jazz Dance Classes yang menyisipkan pesan subliminal berbau sexualitas Embedding Pada metode ini, pesan subliminal disisipkan melalui gambar yang disembunyikan di tempat tertentu yang tidak kita sadari saat pertama kali menerima stimulus tersebut. Genitalia dan kata sex merupakan salah satu gambar dan kata yang sering disisipkan sebagai pesan subliminal. Pada contoh pertama. JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 poster iklan Coca Cola AuFell The CurvesAy dari Australia yang muncul pada tahun Di antara es batu yang berada di bawah botol Coca Cola, terselip gambar seorang wanita yang sedang melakukan adegan berbau sexualitas. Setelah hal tersebut ramai dibicarakan, sang desainer kemudian dipecat, poster iklan tersebut ditarik dari pasaran dan dibuat ulang poster yang baru. Serupa dengan poster Coca Cola, pada poster iklan bir GilbeyAs Gin terdapat susunan es pada gelas yang tersusun vertikal menyerupai kata Sex. Gambar 15. poster iklan Coca Cola AuFell The CurvesAy . dan Bir GilbeyAs Gin (Kana. Double Entendre Strategi double entendre memberikan makna ganda yang tersembunyi dari sebuah iklan atau propaganda. Pada desain kemasan permen Skittles, terdapat permen berhuruf S berjejer dengan huruf E dari Explosion pada teks AuBerry ExplosionAy, sehingga akhirnya memiliki dua makna yaitu makna kata Berry Explosion dan makna kata Sexplosion. Pada poster iklan sepatu Via Uno, ilustrasi nampak memiliki makna lain, selain menunjukkan bagian tumit kaki yang bersepatu merek Via Uno. Gambar 16. Desain kemasan Skittles . dan poster iklan sepatu . JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Pada tahun 2005. Marlboro menggunakan pesan subliminal saat menjadi sponsor tim Ferarri Formula 1, dimana saat itu iklan tembakau dilarang. Dengan memanfaatkan warna mobil balap Ferarri yang berwarna merah seperti pada logo Marlboro, mereka kemudian meletakkan sebuah barcode pada sisi mobil balap. Saat mobil balap melaju dengan kecepatan tinggi, barcode tersebut yang akan menyerupai brand logo Marlboro. Gambar 17. Barcode yang bermakna ganda. Saat mobil balap dalam keadaan diam . iri bawa. dan saat melaju . anan bawa. Low-intensity light and low-volume sound Pada strategi ini, pesan subliminal disisipkan melalui setting lingkungan dengan cahaya berintensitas rendah atau volume suara yang rendah. Contohnya pada pesan subaudible yang disisipkan saat adegan dialog Jin di film Aladin produksi Walt Disney yang terdengar berbeda dengan script aslinya dan cenderung berkonotasi sexualitas. Tachistoscopic display Metode ini biasanya digunakan dalam iklan film dan video. Metode tachistoscopic display menampilkan gambar-gambar ke layar dalam sepersekian detik sehingga tidak bisa dipahami oleh pikiran sadar. Pada tahun 2007, sebuah penghargaan Musik Aria Awards yang disiarkan di stasiun Network Teen tertangkap memasukkan pesan subliminal pada segmen Pada versi slow motion, secara jelas akan menampilkan sponsor JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Big-Pond. Olay. Chupa Chup, dan Yaris Toyota. Hal tersebut berulang sampai sebanyak 45 kali sepanjang acara. Kemudian pada tahun selanjutnya, di stasiun televisi yang sama menayangkan acara Are You Smarter than a 5th Grader, dimana terdapat iklan Nintendo yang tersembunyi. Gambar 18. Logo sponsor yang disisipkan pada acara Aria Awards dan acara kuis Are You Smarter than a 5th Grader Lighting and background sound Gambar 19. Adegan dalam Film Exorcist . umber : http://subliminalmanipulation. id/2010/09/other-usessubliminal-content-doesnt. html?m=. Metode ini digunakan dalam mengatur sebuah mood, dimana dalam kebanyakan kasus, hal tersebut dapat memperkuat persepsi sadar seseorang. Film Exorcist . menggunakan teknik subliminal untuk meningkatkan rasa takut penonton dengan mengatur pencahayaan yang kontras dan backsound Saat pemutaran film ini, banyak penonton yang JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 terpengaruh sehingga tim paramedis dipanggil untuk mengobati orang-orang yang jatuh pingsan atau orang yang keluar dari bioskop secara histeris. Seorang pengunjung bioskop yang sedang menonton film saat dirilis jatuh pingsan dan mengalami patah rahang akibat terbentur kursi penonton di depannya. Kemudian, ia menuntut Warner Brothers dan sutradara, ia mengklaim bahwa film tersebut menggunakan gambar yang menarik alam bawah sadarnya, sehingga menyebabkan ia pingsan, walaupun akhirnya kasus tersebut ditutup oleh pengadilan setempat. Penggunaan background sound sering digunakan toko atau perusahaan dalam strategi marketingnya dalam mempengaruhi perilaku dan persepsi Dalam penelitian Cain-Smith & Curnow . mengenai efek volume musik pada pembeli supermarket ditemukan bahwa saat diberikan musik keras, pembeli cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu di toko. Bila musiknya lebih lembut, pembeli cenderung meluangkan lebih banyak waktu di Namun, perbedaan treatment volume musik hanya berpengaruh pada jumlah waktu yang dihabiskan orang di toko, bukan volume penjualan. Strategi ini lebih tepat diaplikasikan pada restoran atau tempat dengan ruang lantai terbatas, dimana pengaturan volume musik keras dapat membantu restoran untuk mengatur arus pelanggan keluar masuk dengan lebih baik. Dalam penelitian Milliman . yang berjudul AuUsing Background Music to Affect the Behavior of Supermarket ShoppersAy, ditemukan bahwa secara signifikan musik dapat mempengaruhi kecepatan arus lalu lintas pelanggan . elanggan keluar masuk tok. dan volume penjualan harian. Dalam penelitian ini rata - rata penjualan kotor meningkat dari $12,112. 35 untuk musik tempo cepat dan sampai $16,740. 23 untuk musik tempo pelan. Kenaikan ratarata sebesar $4,627. 39 per hari, atau kenaikan volume penjualan sebesar 38,2% ketika dimainkan musik tempo pelan. Pada kondisi tersebut, pelanggan seperti memiliki waktu lebih lama untuk berinteraksi dengan berbagai produk di supermarket dan kemudian dapat lebih banyak melakukan keputusan pembelian JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 Dalam Lechnar . , terdapat sepuluh bidang perilaku yang dapat dipengaruh secara subliminal, antara lain : persepsi sadar, respon emosional, perilaku yang dikendalikan, tingkat adaptasi, formulasi verbal, memori, pertahanan perseptual, mimpi, psikopatologi, dan perilaku pembelian dan konsumsi. Seorang desainer dapat memanfaatkan beberapa teknik untuk menghasilkan efek yang Efek ini memiliki kontrol besar terhadap semua bidang perilaku konsumen tersebut. KESIMPULAN Subliminal advertising merupakan strategi persuasi dimana stimulus yang berasal dari iklan, baik secara visual, audio, maupun visual audio, diserap dan diproses secara tidak sadar menembus benak konsumen tanpa rintangan dari SuperEgo sehingga akan mempengaruhi perilaku konsumen dalam memutuskan apakah akan membeli / menggunakan produk/jasa tersebut atau tidak. Sebuah iklan yang diulang-ulang secara berkala, dapat membuat khalayak akan terus mengingat brand tersebut dan dapat meningkatkan brand awarenessnya. Terdapat dua jenis pesan subliminal, yakni visual yang dibagi lagi menjadi subvisual dan embeds, serta auditory yang dibagi menjadi audible dan backmasking. Iklan subliminal memiliki 5 jenis antara lain surrogate advertising, testimonial, transfer, wit and humor, dan unstated assumption. Sedangkan terdapat 6 strategi penyisipan pesan subliminal dalam suatu iklan, antara lain figure-ground reversals, embedding, double entrende, low-intensity light and low-volume sound, tachistoscopic display, dan lighting and background sound. SARAN Saran untuk kajian selanjutnya dapat membahas persepsi subliminal dari berbagai perspektif, seperti dari segi politik, seksual, kesehatan, pendidikan, dan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas Progam Studi Desain Komunikasi Visual. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo selaku instansi tempat penulis mengabdi. JURNAL ILMU KOMPUTER DAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (JIKDISKOMVIS) Volume 2 No. 1 Desember 2017 ISSN: 2541-4585 DAFTAR PUSTAKA