e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 46 - 52 ISSN : 2337 - 3997 Kepuasan Kerja Merupakan Variabel Intervening Pengaruh Antara Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Empirik di Badan Penanggulanan Bencan. Citra Suci Mantauv Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yappas Pasaman Barat (Yappa. Jln. Pujarahayu Ophir, 26368. Email : chytra175@gmail. Diterima 20 November 2013 Disetujui 03 Januari 2014 ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana motivasi kerja mempengaruhi kinerja pegawai dan melihat pula apakah kepuasan kerja berperan sebagai variabel intervening. Dari hasil penelitian ini didapatkan variabel motivasi kerja . berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai . dimana koefisien regresinya adalah 0,372 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Namun, nilai koefisien regresi variabel motivasi kerja (X) tersebut mengalami penurunan dari 0,763 menjadi 0,372. Variabel kepuasan kinerja (I) sebagai variabel intervening berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan nilai koefisien regresi adalah 0,411 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,543 (R2 = 5. Dengan kata lain terjadi peningkatan pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 3. 1% atau dari 2,33% menjadi 5,43%. Berarti dapat diinterprestasikan bahwa variabel kepuasan kerja (I) memediasi secara parsial . artial mediatio. hubungan antara variabel motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y). Kata Kunci : Motivasi Kerja. Kepuasan Kerja. Kinerja Pegawai PENDAHULUAN Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu faktor kunci untuk mendapatkan kinerja terbaik, karena selain menangani masalah keterampilan dan keahlian, manajemen sumber daya manusia juga berkewajiban membangun perilaku kondusif pegawai untuk mendapatkan kinerja terbaik. Oleh sebab itu Badan Penanggulanan Bencana harus aktif dalam menyiapkan sumberdayasumberdaya yang ada, terutama sumber daya Karena peranan sumber daya manusia sebagai pelaksana amanah kerja merupakan salah satu asset potensial dan menjadi salah satu unsur yang sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai Menurut Prawirosentono . , kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Kinerja yang tinggi dapat diwujudkan , apabila dikelola dengan baik dan disertai adanya motivasi kerja yang tinggi pula. Dalam konteks pekerjaan, motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang pegawai untuk bekerja. Motivasi adalah kesediaan individu untuk mengeluarkan upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi (Stephen P. Robbins, 2. Ada tiga elemen kunci dalam motivasi yaitu upaya, tujuan organisasi dan Upaya merupakan ukuran intensitas. Bila seseorang termotivasi maka ia akan berupaya sekuat tenaga untuk mencapai tujuan, namun belum tentu upaya yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang Oleh karena itu, diperlukan intensitas dan kualitas dari upaya tersebut serta difokuskan pada tujuan organisasi. Kebutuhan adalah kondisi internal yang menimbulkan dorongan, dimana kebutuhan yang tidak terpuaskan menimbulkan tegangan yang merangsang dorongan dari dalam diri individu. Dorongan ini menemukan tujuan, tertentu. Selain motivasi kerja yang tinggi upaya untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah kepuasan dalam bekerja. Kepuasan kerja menunjukkan pada sikap pegawai terhadap Sehingga orang dengan tingkat kepuasan tinggi menunjukkan sikap yang positif e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 46 - 52 sedangkan seorang yang tidak puas menunjukkan sikap yang negatif terhadap pekerjaanya. Menurut Rivai dan Sagala . kepuasan kerja adalah penilaian dari pekerjaan tentang seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja pada dasarnya adalah rasa aman/security feeling dan mempunyai segi-segi: segi sosial ekonomi . aji dan jaminan sosia. , segi sosial psikologis yaitu, kesempatan untuk maju, berhubungan dengan masalah pengawasan, berhubungan dengan pergaulan antara sesama pegawai dan pegawai dengan atasan. Ketika seorang karyawan mengalami konflik peran dalam bekerja, dia memiliki kecenderungan tidak puas Karakteristik Individu akan mempengaruhi kepuasan kerja karyawan dalam melaksanakan tugas atau kinerjanya. Ditinjau dari segi motivasi kerja, kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai dapat dilihat permasalahan yang dihadapi di Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat adalah dari segi motivasi kerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat dianggab belum maksimal, terbukti kurangnya diberikan kesempatan menempuh pelatihan sesuai dengan pekerjaanya sedangkan dari segi kepuasan kerja sistem imbalan jasa yang tidak adil menurut persepsi Karena membandingkan antara rasio hasil dengan input dirinya terhadap rasio hasil dengan input orang Sehubungan dengan hal tersebut Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat dalam upaya meningkatkan kinerja pegawainya perlu memperhatikan masalah yang berkaitan dengan motivasi kerja dan kepuasan kerja sehingga dapat lebih memberikan dukungan bagi manajemen dalam meningkatkan kinerja pegawai secara keseluruhan. Penelitian ini adalah replikasi dari penelitian yang saya lakukankan sebelumnya Citra Suci Mantauv, . yang meneliti tentang Pengaruh Kepemimpinan. Lingkungan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Sawahlunto. Perbedaannya penelitian ini dengan sebelumnya adalah waktu dan objek yang memasukan variabel kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Perbedaan selanjutnya adalah penelitian ini teknik analisis data untuk membuktikan hipotesis penelitian menggunakan ISSN : 2337 - 3997 analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear bertingkat sedangkan penelitian terdahulu hanya menggunakan regresi linear Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuKepuasan Kerja Merupakan Variabel Intervening Pengaruh Antara Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Ay (Studi Kasus Pada Pegawai di Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Bara. BAHAN DAN METODE Jenis Penelitian Berdasarkan permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini maka desain penelitian ini merupakan pengujian hipotesis. Menurut Sekaran . bahwa studi yang termasuk dalam pengujian hipotesis biasanya menjelaskan sifat hubungan tertentu, atau menentukan perbedaan antar kelompok atau kebebasan . dua atau lebih faktor dalam suatu situasi. Jadi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat dan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Populasi Populasi penelitian ini adalah 60 orang. Pada penelitian ini karena jumlah populasi relatif kecil maka pendekatan untuk mengambil sampel dilakukan dengan metode survei. Sumber dan Metode Pengumpulan Data Sumber data primer, yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dari sumber penelitian atau lapangan yang diperoleh melalui pengamatan dan pencatatan secara cermat melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat. Data ini merupakan jawaban responden yang akan dianalisis secara sistematika. Sumber data sekunder, penelitian meliputi literatur-literatur dokumentasi yang dimiliki Kantor Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat yang dapat menunjang penelitian ini. Pengujian Instrumen Sebelum instrument digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan maka dilakukan terlebih dahulu pengujian instrument e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 46 - 52 untuk mendapatkan butir-butir pernyataan yang sahih/valid dan handal/reliable secara empiris. Analisa Koefisien Kolerasi Analisa koefisien kolerasi merupakan salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara dua variabel (Ghozalli, 2005: . Dalam penelitian ini, hubungan antara variabel kepuasan publik dan dimensi kualitas pelayanan dianalisis dengan menggunakan kolelasi bivariate . ivariate correlatio. melalui PersonAos correlation. Analisis Regresi Sederhana Analisa merupakan teknik statistic untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, tujuan untuk menggunakan analisis ini adalah untuk melihat pengaruh : Pengaruh Motivasi Kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman barat dengan formula sebagai berikut : a bx = Kinerja = Konstanta = Koefisien regresi = motivasi kerja Pengaruh kepuasan kerja (M) terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat dengan formula sebagai berikut : = a bI = Kinerja = Konstanta = Koefisien regresi = kepuasan kerja Regresi Bertingkat ( Hierarchical Regrasi Analysi. Analisis regresi bertingkat (Hierarchical Regrasi Analysi. merupakan teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel mediasi . epuasan kerj. terhadap hubungan antara variabel bebas . otivasi kerj. dan variabel terikat . inerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Bara. Menurut Baron Kenny . terdapat 4 langkah untuk melakukan pengujian dampak variabel Mediasi sebagai berikut: Variabel bebas harus berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . 1harus signifika. ISSN : 2337 - 3997 Variabel bebas harus berpengaruh signifikan terhadap variabel intervening . 2 harus signifika. Variabel intervening harus berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . 3 harus signifika. Mediasi penuh terjadi apabila variabel bebas . otivasi kerj. tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . inerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Bara. , setelah dimediasi oleh kepuasan kerja . Sedangkan mediasi parsial terjadi apabila variabel bebas . otivasi kerj. masih berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . inerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Bara. , tetapi nilai signifikannya mengalami penurunan. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Uji Realibilitas Sebelum data hasil kuisioner penelitian dianalisis lebih lanjut, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan realbilitas terhadap alat ukur penelitian untuk membuktikan apakah alat ukur yang digunakan memiliki kesahihan . dan kehandalan . untuk mengukur apa yang seharusnya menjadi fungsi ukurannya, yaitu untuk menguji apakah kuisioner telah mengukur secara dan tepat apa yang ingin diukur pada penelitian Berdasarkan menunjukan bahwa setiap indikator telah memenuhi syarat validitas, karena semua indikator berada diatas nilai 0,30. Selain valid, alat ukur juga harus memiliki kehandalan atau reliabilitas, suatu alat ukur dapat diandalkan jika alat ukur tersebut digunakan berulangkali akan memberikan hasil yang relatif sama . idak berbeda Analisa Koefisien Kolerasi Analisa koefisien kolerasi merupakan salah satu teknik untuk melihat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam penelitian ini tujuan menggunakan analisa kolerasi adalah untuk melihat hubungan antara variabel motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja pegawai, analisa ini mempergunakan SPSS versi Hasil analisis koefisien kolerasi dapat dilihat pada tabel berikut: e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 46 - 52 Motivasi Kerja Kepuasan Kerja Kinerja Pegawai ISSN : 2337 - 3997 Hasil Analisis Koefisien Kolerasi Correlations Kepuasan Motivasi Kerja Kerja Pearson Correlation ,376 Sig. -taile. ,001 Pearson Correlation ,376 Sig. -taile. ,001 Pearson Correlation ,272(**) ,134(**) Sig. -taile. ,000 ,000 Kinerja Pegawai ,272(**) ,000 ,134(**) ,000 ** Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Dari hasil analisis koefisien kolerasi terlihat bahwa semua variabel penelitian mempunyai hubungan yang signifikan satu sama lain. Dimana terlihat bahwa: Koefisien kolerasi dari motivasi kerja dengan kinerja pegawai adalah sebesar 0. 272 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai. Koefisien kolerasi dari kepuasan kerja dengan kinerja pegawai adalah sebesar 0. 134 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja pegawai. Dari hasil analisis data diketahui bahwa variabel yang mempunyai hubungan yang kuat dengan kinerja pegawai adalah variabel motivasi kerja, hal ini berarti kinerja pegawai badan Penanggulanan Bencana dipengaruhi oleh motivasi kerja. Analisis Regresi Linear Sederhana Analisa Regresi Linear Sederhana merupakan teknik statistik untuk mengetahui pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun tujuan ini adalah untuk Pengaruh motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y). Hasil analisis regresi linear sederhana untuk membuktikan pengaruh motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y) dapat dilihat sebagai Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Variabel Terikat Variabel Bebas Kinerja Pegawai (Y) Konstanta Motivasi Kerja (X) 0,763 0,000 0,000 47,051 0,000 Koefisien Regresi Signifikansi 0,233 Sumber : Pengolahan Data SPSS Dari hasil analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja (X) terhadap Kinerja Pegawai (Y) diperoleh persamaan regresi linear sederhana sebagai berikut: = a bx = 0,245 0,763 Dari persamaan regresi linear sederhana di atas dapat diartikan sebagai berikut: Nilai koefisien regresi motivasi kerja (X) adalah 0,763 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari alpha 0,005. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa variabel motivasi kerja (X) berpengaruh signifikansi terhadap kinerja Pegawai (Y). Oleh karena itu hipotesis pertama (H. penelitian ini yang menyatakan e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 46 - 52 Aumotivasi kerja berpengaruh signifikansi terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman BaratAy diterima. Nilai F ditemukan sebesar 47,051 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yaitu motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat. ISSN : 2337 - 3997 Nilai R2 (R squar. ditemukan sebesar 0,233 yang dapat diartikan bahwa variabel bebas yaitu motivasi kerja mempengaruhi variabel kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat sebesar 23,3 %. Sedangkan sisanya sebanyak 76,7% lagi dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Hasil analisis regresi linear sederhana untuk membuktikan pengaruh kepuasan kerja (I) terhadap kinerja pegawai (Y) dapat dilihat sebagai Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Variabel Terikat Kinerja Pegawai (Y) Variabel Intervening & Konstanta Konstanta Kepuasan Kerja (I) Koefisien Regresi Signifikansi 0,547 0,000 0,000 29,573 0,000 0,401 Sumber : Pengolahan Data SPSS Dari hasil analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja (I) terhadap kinerja pegawai (Y) diperoleh persamaan regresi linear sederhana sebagai berikut: = a bI = 0,379 0,547 Dari persamaan regresi linear sederhana di atas dapat diartikan sebagai berikut: Nilai koefisien regresi kepuasan kerja (I) adalah 0,547 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari alpha 0,005. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa variabel (I) signifikansi terhadap kinerja pegawai (Y). Oleh karena itu hipotesis kedua (H. penelitian ini yang menyatakan bahwa Aukepuasan kerja berpengaruh signifikansi Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman BaratAy diterima. Nilai F ditemukan sebesar 29,573 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yaitu kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat. Nilai R2 (R squar. ditemukan sebesar 0,401 yang dapat diartikan bahwa variabel mempengaruhi variabel kinerja pegawai Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat Sedangkan sisanya sebanyak 9% lagi dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Analisis Regresi Bertingkat Analisis regresi bertingkat (Hierarchical Regressio. merupakan teknik statistik untuk mengetahui dampak variabel mediasi atau intervening terhadap hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Menurut Baron Kenny . terdapat 4 langkah untuk melakukan pengujian dampak variabel Mediasi sebagai berikut: Variabel bebas harus berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . 1harus signifika. Variabel bebas harus berpengaruh signifikan terhadap variabel intervening . 2 harus signifika. Variabel intervening harus berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . 3 harus signifika. Mediasi penuh terjadi apabila variabel bebas . otivasi kerj. tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat . inerja pegawa. , setelah dimediasi oleh kepuasan kerja . Sedangkan e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 46 - 52 ISSN : 2337 - 3997 mediasi parsial terjadi apabila variabel Berdasarkan uraian di atas maka dapat bebas . otivasi kerj. masih berpengaruh dikemukakan gambar struktur mediasi yang signifikan terhadap variabel terikat dikemukakan oleh Baron Kenny . inerja signifikannya mengalami penurunan. Struktur Intervening Baron Kenny . Kepuasan Kerja (I) Kinerja Pegawai (Y) Motivasi Kerja (X) Berdasarkan hasil regresi linear sederhana tentang pengaruh dimensi motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai . angkah pertam. Ditemukan variabel motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Dengan demikian persyaratan pada langkah pertama dalam pengujian pengaruh intervening terpenuhi. Pengujian pengaruh intervening pada langkah kedua adalah variabel bebas . otivasi kerj. harus signifikan terhadap variabel intervening . epuasan kerj. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana ditemukan bahwa motivasi kerja (X) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (I). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persyaratan langkah kedua dalam uji intervening telah terpenuhi. Langkah ketiga pengujian mediasi adalah melakukan pengujian atas pengaruh variabel intervening . epuasan kerj. terhadap variabel terikat . inerja pegawa. Hasil uji regresi linear sederhana tentang kepuasan nasabah (I) terhadap kinerja pegawai (Y) memperlihatkan bahwa variabel kepuasan kerja (I) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Dengan demikian persyaratan ketiga dalam pengujian pengaruh intervening terpenuhi. Berdasarkan hasil uji pada langkah pertama, kedua, dan ketiga maka hasil uji intervening dapat dilihat pada tabel berikut ini: Hasil Analisa Regresi Bertingkat Variabel Terikat Kinerja Pegawai (Y) Variabel Bebas dan Intervening Koefisien Regresi dan Signifikansi Konstanta . Motivasi Kerja (X) Tahap 0,763 Kepuasan Kerja (I) Sumber: Pengolahan Data SPSS Berdasarkan hasil uji regresi bertingkat yang diringkas pada tabel di atas dapat diketahui bahwa pada tahap 1: Variabel motivasi kerja (X) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) 0,233 0,000 0,000 Tahap 0,178 0,372 0,003 0,000 0,411 0,000 Sig. Sig. 0,543 dimana nilai koefisien regresinya adalah 0,763 dengan tingkat signifikan adalah 0. Besar pengaruh variabel motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 2,33% ( R2 = 0,. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 46 - 52 Pada tahap 2, pengaruh variabel motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y) setelah intervening atau intervensi oleh variabel kepuasan kerja (I) dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel motivasi kerja (X) masih berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dimana koefisien regresinya adalah 0,372 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Namun, nilai koefisien regresi variabel motivasi kerja (X) tersebut mengalami penurunan dari 0,763 . ahap I) menjadi 0,372 . Variabel kepuasan kinerja (I) sebagai variabel intervening berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan nilai koefisien regresi adalah 0,411 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,543 (R2 = 5. Dengan kata lain terjadi peningkatan pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 3. 1% atau dari 2,33% menjadi 5,43%. Berdasarkan uraian diatas dapat diinterprestasikan bahwa variabel kepuasan kerja (I) memediasi secara parsial . artial mediatio. hubungan antara variabel motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y). Dengan demikian hipotesis ketiga (H. Audapat diterima. Secara umum, hipotesis merupakan dugaan tentang hubungan yang logis antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan yang perlu diuji kebenarannya. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan sebelumnya, maka berikut ini dapat disajikan ringkasan hasil uji hipotesis penelitian sebagai berikut: KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan sebelumnya, berikut ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Motivasi kerja berpengaruh signifikan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pasaman Barat. Artinya semakin tinggi Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pasaman Barat, maka akan semakin tinggi tingkat kinerjanya dalam bekerja. Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Semakin tinggi motivasi kerja Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pasaman Barat akan semakin tinggi pula kepuasan kerja yang didapatnya dalam bekerja. ISSN : 2337 - 3997 Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Semakin tinggi Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pasaman Barat maka semakin meningkat Kepuasan kerja mengintervensi pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pasaman Barat. Artinya motivasi kerja melalui kepuasan kerja lebih besar daripada pengaruh lansungnya terhadap kepuasan kerja. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis terimakasih kepada Badan Penanggulanan Bencana Kabupaten Pasaman Barat atas kesempatan penelitiannya dan Sekolah Tonggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Pasaman Barat serta semua pihak yang membantu dalam penyelesaian penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA