34 Kesalahan Mahasiswa dalam A. Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Statistika Deskriptif Cahya Amalia Chusna amaliachusna759@gmail. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora Abstract This research aims to analyze student errors in solving descriptive statistics The results of this analysis serve as information for researchers in improving learning and finding solutions for students to overcome their This research was conducted at the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education Study Program (PGMI) of the Khozinatul Ulum Blora Islamic Institute. The subjects in this research were 10 students who were given a test in the form of a description. The results of this research were: . two students made mistakes presenting data in diagram form. as many as four students made inconsistencies in using mathematical symbols. And . as many as four students made errors in calculating and errors in using formulas. Meanwhile, most students are able to understand the concepts of descriptive statistics courses, but are still less careful in carrying out calculations and using symbols. Keywords: students mistake. statistic descriptive. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal statistika deskriptif. Hasil analisis ini sebagai informasi bagi peneliti dalam memperbaiki pembelajaran dan menemukan solusi bagi mahasiswa untuk mengatasi permasalahannya. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 10 mahasiswa yang diberikan tes berbentuk uraian. Hasil dari penelitian ini adalah: sebanyak dua mahasiswa melakukan kesalahan menyajikan data dalam bentuk . sebanyak empat mahasiswa melakukan ketidakkonsistenan dalam menggunakan simbol matematika. Dan . sebanyak empat mahasiswa kesalahan dalam menghitung serta kesalahan dalam menggunakan rumus. Sedangkan sebagian besar mahasiswa mampu memahami konsep dari mata kuliah statistika deskriptif, namun masih kurang teliti dalam melakukan perhitungan dan penggunaan simbol. Kata kunci: kesalahan mahasiswa, statistika deskriptif IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Cahya Amalia Chusna Pendahuluan Mata kuliah statistik merupakan mata kuliah yang wajib diampu mahasiswa beberapa program studi yang terdapat pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, seperti program studi Pendidikan Islam Anak Usia dini (PIAUD). Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Mata kuliah ini dapat diampu pada semester Statistika deskriptif merupakan salah satu materi yang di ajarkan dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas bahkan hingga Perguruan Tinggi. Statistika Deskriptif di jenjang Perguruan Tinggi merupakan mata kuliah yang berdiri sendiri dengan berbagai konsep yang sifatnya lebih abstrak dari jenjang pendidikan sebelumnya1 Statistik deskriptif adalah statistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data. 2 Pendapat lainnya mengatakan bahwa, statistik deskriptif atau statistik deduktif adalah bagian dari statistik mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga muda dipahami3. Statistik deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Maka dapat disimpulakan bahwa statistika deskriptif adalah ilmu statistik yang bertujuan untuk mengumpulkan, mengolah dan menyaji dan menganalisis data kuantitatif secara Secara umum statistika deskriptif digunakan untuk menyederhanakan data dan memudahkan untuk membaca informasi dari sebuah data. Program studi PGMI mengharuskan mengikuti mata kukiah statistij karena banyak data-data dari sekolah yang harus diolah supaya menjadi data yang sederhana namun informasinya yang didapat sesuai. Mata kuliah statistika deskriptif adalah mata kuliah dasar yang harus dituntaskan untuk melanjutkan mata kuliah selanjutnya yaitu statistika inferensia 4. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sutrisno mengungkapkan bahwa mahasiswa mengalami miskonsepsi pada materi Ukuran tendensi sentral, ukuran dispersi dan ukuran letak. 5 Padahal materi tersebut sangat dibutuhkan pada mata kuliah statistika inferensia, miskonsepsi tersebut dikarenakan materi prasyarat yang belum dikuasai dengan baik yaitu statistika Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami kesulitan belajar, karena kesulitan belajar akademik dapat ditandai dengan adanya kegagalan untuk mencapai prestasi akademik sesuai dengan apa yang diharapkan. Secara harfiah kesulitan belajar merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris AuLearning DisabilityAy yang berarti ketidakmampuan belajar. Kata disability diterjemahkan kesulitanAy S Sutrisno and Y H Murtianto. AuMiskonsepsi Mahasiswa Pada Mata Kuliah Statistika Deskriptif Materi Ukuran Tendensi Sentral. Ukuran Dispersi. Dan Ukuran Letak,Ay Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Dan Pengajaran 10, no. Junaidi. AuStatistik Deskriptif Dengan Microsoft Office Excel,Ay 2014, 1Ae8. J Hikmah. AuSTATISTIK DESKRIPTIFAy 14, no. F E Subekti. R Untari, and Gunawan. AuIdentifikasi Kesalahan Jawaban Mahasiswa Ditinjau Dari Kemampuan Komunikasi Matematis,Ay Jurnal Edukasi Dan Sains Matematika (JES-MAT) 2, no. 41Ae52. Sutrisno and Murtianto. AuMiskonsepsi Mahasiswa Pada Mata Kuliah Statistika Deskriptif Materi Ukuran Tendensi Sentral. Ukuran Dispersi. Dan Ukuran Letak. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 6. No. April 2023, pp. Kesalahan Mahasiswa dalam A. untuk memberikan kesan optimis bahwa anak sebenarnya masih mampu untuk belajar. Istilah lain learning disabilities adalah learning difficulties dan learning differences. Ketiga istilah tersebut memiliki nuansa pengertian yang berbeda. Di satu pihak, penggunaan istilah learning differences lebih bernada positif, namun di pihak lain istilah learning disabilities lebih menggambarkan kondisi faktualnya. Untuk menghindari bias dan perbedaan rujukan, maka digunakan istilah Kesulitan Belajar. Pada proses pembelajaran, peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dapat diketahui melalui kriteria-kriteria atau ciri-ciri tertentu, diantaranya adalah seperti apa yang disampaikan oleh Surya dan Suryabrata berikut ini : . menujukkan adanya hasil belajar yang . hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan. lambat dalam menyelesaikan tugas-tugas kegiatan belajar. adanya gangguan prestasinya. Sehingga jika peserta didik menunjukkan salah satu dari keempat ciri tersebut dalam proses pembelajaran, maka dapat diyakini bahwa peserta didik sedang mengalami kesulitan dalam Hal yang dapat menjadi ukuran untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar mahasiswa adalah hambatan-hambatan yang dialami mahasiswa dalam proses pembelajaran. Hambatan-hambatan yang dimaksud adalah faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan Djaali mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah motivasi, sikap, minat, dan kebiasaan belajar 7 . Sedangkan menurut Kurniawan, kesulitan belajar matematika dapat dikelompokkan menjadi faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern meliputi: . kelemahan secara fisik. kelemahan secara mental. kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah. tidak memiliki keterampilan & pengetahuan dasar yang diperlukan. Faktor ekstern meliputi: . kurikulum yang seragam, bahan dan buku sumber yang tidak sesuai dengan tingkat kematangan dan perbedaan individu. ketidaksesuaian standar administratif. beban belajar siswa atau beban mengajar guru yang terlalu berat. populasi siswa di kelas yang terlalu besar. terlalu sering pindah sekolah atau program, tinggal kelas, dan sebagainya. kelemahan dari sistem belajar-mengajar pada tingkattingkat pendidikan sebelumnya. kelemahan yang terdapat dalam kondisi rumah tangga. terlalu banyak kegiatan di luar jam pelajaran sekolah atau terlalu banyak terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler. kekuarangan makan8. Penyebab kesulitan belajar siswa sebagian besar dikarenakan faktor emosi dan kebiasaan yang salah yang meliputi malas belajar, kurang berminat, sering bolos dan aktifitas yang kurang menunjang, dan dikarenakan faktor psikologi yang meliputi intelegensi. D Nugraheni. AuPenyebab Kesulitan Belajar Geometri Dimensi Tiga. Jurnal Riset Pendidikan Matematika,Ay EduSains: Jurnal Pendidikan Sains Dan Matematika 5, no. : 23Ae32. A S B Lestari. AuAnalisis Kesulitan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Pasuruan Pada Pokok Bahasan Teknik Pengintegralan,Ay Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan 3, no. : 20Ae27. K P S Dirgantoro. AuAnalisis Kesulitan Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah Geometri,Ay JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematik. 3, no. : 13. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Cahya Amalia Chusna perhatian dan kesiapan, dan semangat. Pentingnya mengetahui kesulitan yang dilakukan mahasiswa diantaranya dapat membantu anak dalam mengatasi masalah yang menyebabkannya mengalami kesulitan. Dengan mengetahui kesulitan dalam pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak dan pendidik dapat lebih mudah mengatur kondisi anak yang mengalami kesulitan belajar. Metode Penelitian Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini sesuai untuk menjawab masalah dalam penelitian ini, karena data yang didapatkan langsung dari sumber terkait. Deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam menjawab soal yang diberikan. Kesulitan belajar mahasiswa dalam memecahkan masalah atau menyelesaikan soal matematika dapat terlihat dari adanya kesalahan penyelesaian soal atau tes9. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4-5 Oktober 2023 dimulai dari pemberian soal tes hingga pengumpulan jawaban. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi PGMI semester V Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora sebanyak 10 orang. Data yang diperoleh berasal dari subjek langsung dengan menggunakan instrumen tes. Adapun instrumen tes yang digunakan berupa soal-soal berbentuk uraian pada materi statistika Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu menganalisis data yang diperoleh dari hasil tes berupa kesalahan-kesalahan subjek dalam menjawab soal tes, selanjutnya dapat disimpulkan kesulitan yang dialami mahasiswa dalam mata kuliah statistika deskriptif dalam bentuk deskripsi. Analisis data dilakukan setelah pengumpulan data dari subjek penelitian agar hasil yang diperoleh sistematis dan sesuai dengan rumusan masalah. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data tes yaitu soal-soal statistika deskriptif. Adapun langkah-langkah analisis yang dilakukan dalah sebagai berikut : . mengumpulkan data yang diperoleh dari subjek penelitian, . data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan hasil jawaban mahasiswa pada setiap butir soal dan secara keseluruhan berupa kesalahan-kesalahan yang dilakukan dan, . menarik kesimpulan untuk mengetahui kesulitan yang dialami dalam mata kuliah ststistika deskriptif. Hasil dan Pembahasan Prosedur yang dilakukan untuk menentukan kesalahan mahasiswa dalam mata kuliah statistika deskriptif adalah dengan memberikan soal . Tes yang diberikan kepada 10 orang mahasiswa terdiri dari 2 soal uraian yang bersumber dari beberapa artikel yang berkaitan. Berdasarakan hasil tes yang telah dilaksanakan, dapat diidentifikasikan beberapa kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan soal statistika deskriptif. Berikut hasil analisis dari jawaban A Oktavia. AuAnalisis Kesulitan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Persamaan Differensial Tingkat Satu,Ay in KNPMP I, 2016, 99Ae108. A Kumalasari and Sugiman. AuAnalisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Kapita Selekta Matematika Sekolah Menengah,Ay Jurnal Riset Pendidikan Matematika 2 . : 16Ae27. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 6. No. April 2023, pp. Kesalahan Mahasiswa dalam A. Kesalahan menyajikan data dalam bentuk diagram yang sesuai Setiap data dapat disajikan dalam bentuk yang lebih ringkas dan informatif seperti dalam bentuk diagram. Bentuk diagram sangat beragam seperti diagram lingkaran, diagram batang, diagram garis dan sebagainya. Menyajikan data dengan bentuk diagram harus sesuai dengan tujuannya agar mempermudah penggunanya memahami informasi yang disampaikan dan mempermudah dalam menganalisis data. Jawaban subyek yang menunjukkan kesulitan mahasiswa dalam menyajikan data ke dalam bentuk diagram yang sesuai Gambar 1. Jawaban Subjek A Berdasarkan gambar 1 jawaban subyek A sudah tepat dalam menyajikan data ke dalam bentuk diagram yang sesuai dengan tujuannya, namun jika diperhatikan dengan baik subyek A menggambarkan diagramnya kurang tepat. Terlihat pada gambar bahwa diagram tersebut tidak bisa menentuka kolom batang sehingga data yang disajikan tidak bisa terbaca dengan jelas. Gambar 2. Jawaban Subjek B IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Cahya Amalia Chusna Gambar 2 menunjukkan bahwa jawaban dari subyek B belum dapat memahami penyajian diagram sesuai dengan tujuannya, dimana subyek B menyajikan data kedalam bentuk diagram batang. Diagram batang kurang tepat digunakan untuk menyajikan data tersebut, karena diagram batang digunakan untuk menggambarkan perkembangan dari objek dalam jangka waktu tertentu. Ketidakkonsistenan dalam menggunakan simbol matematika Kekonsistenan simbol sangat penting karena jika simbol berubah-ubah akan terjadi kesalahan dalam penafsiran data dan pengguna menjadi bingung karena penyimbolan yang berbeda. Dari 10 subyek, 4 subyek melakukan kesalahan dalam kekonsistenan simbol yaitu subyek C. K, dan H. Berikut ini jawaban ketidakkonsistenan dalam menggunakan simbol. Gambar 3. Jawaban Subjek E Berdasarkan gambar di atas, subjek E melakukan ketidak konsistenan dalam menggunakan simbol frekuensi kumulatif yaitu yayco . Dalam menentukan nilai median subjek E sudah benar dalam menggunakan simbol frekuensi kumulatif yaitu yayco , namun Ketika mencari nilai kuartil subjek E menggunakan simbol yce yang mana simbol tersebut rancu dengan simbol frekuensi/ banyaknya data. Walaupun jawaban subjek E benar, namun dalam statistic simbol tersebut memiliki makna yang berbeda. Kesalahan dalam menghitung dan menggunakan rumus Selain kesalahan-kesalahan yang telah disebutkan di atas, ada beberapa kesalahan lain yaitu kesalahan dalam menghitung atau kesalahan dalam menggunakan rumus. Dari 10 subjek penelitian ada 4 orang yang melakukan kesalahan menghitung dan menggunakan rumus yaitu subjek B. G, dan I. Jawaban subjek tersebut dikatakan kesalahan dalam mengitung karena jawaban yang salah atau memasukkan angka yang salah, bahkan sama sekali tidak menjawab. E-ISSN : 2797-9172 P-ISSN: 2655-6952 Journal IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Volume 6. No. April 2023, pp. Kesalahan Mahasiswa dalam A. Gambar 4. Jawaban Subjek F Subjek F melakukan kesalahan dalam menentukan median. Subjek F mementukan median menggunakan rumus mean untuk data berkelompok. Selain itu, subjek F juga tidak selesai menjawab soal nomor 4 yang terdiri dari empat poin. Subjek F juga melakukan kesalahan hitung dan kurang teliti. Kesalahan yang terjadi dalam menjawab soal tes diakibatkan dari kesulitan yang dialami mahasiswa 11. Penelitian ini hanya menggunakan instrumen tes untuk mengetahui kesulitan mahasiswa dalam mengerjakan soal statistika deskriptif sehingga penelitian tidak dapat mengungkapkan penyebab kesulitan yang dialami mahasiswa. Namun dari kesimpulan yang dipaparkan sebelumnya bahwa mahasiswa belum memahami konsep dapat diketahui Salah satunya adalah pendapat yang menyatakan bahwa keslulitan pemhaman konsep terjadi karena kecendrungan menghafal tanpa pemahaman konsep yang jelas12. Solusi yang dapat dilakukan untuk mendorong perubahan konsepsi pada diri mahasiswa menurut adalah pembelajaran yang harus memperhatikan pengetahuan awal dan memanfaatkan teknik-teknik yang mendorongnya13 Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa kesalahan mahasiswa dalam mata kuliah statistika deskriptif adalah sebagai berikut: . sebanyak dua mahasiswa melakukan kesalahan menyajikan data dalam bentuk diagram. S Sumargiyani and B NafiAoah. AuAnalisis Kesulitas Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Kalkulus Diferensial,Ay in Prosiding Seminar Nasional Matematika, 2022, 591Ae98. Oktavia. AuAnalisis Kesulitan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Persamaan Differensial Tingkat Satu. Ay T Z Mutakin. AuAnalisis Kesulitan Belajar Kalkulus 1 Mahasiswa Teknik Informatika. ,Ay Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA 3, no. : 49Ae60. IKLILA: Jurnal Studi Islam dan Sosial Cahya Amalia Chusna sebanyak empat mahasiswa melakukan ketidakkonsistenan dalam menggunakan simbol Dan . sebanyak empat mahasiswa kesalahan dalam menghitung serta kesalahan dalam menggunakan rumus. Sedangkan sebagian besar mahasiswa mampu memahami konsep dari mata kuliah statistika deskriptif, namun masih kurang teliti dalam melakukan perhitungan dan penggunaan simbol. Daftar Pustaka