EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MTS WAHID HASYIM MELALUI ABSENSI SIDIK JARI DAN KOLABORASI ORANG TUA LEWAT WHATSAPP DIRMAN & TITIK HARYATI Program Studi Manajemen Pendidikan. Pasca Sarjana Universitas PGRI Semarang Email : lalaiyus7@gmail. com , titik30@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa Mts Wahid Hasyim melalui absensi sidik jari dan kolaborasi orang tua lewat whatsapp. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa MTs Wahid Hasyim. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini mencakup pengelola pembelajaran atau wali kelas, kepala sekolah, serta wali murid. Penerapan sistem absensi sidik jari dan kolaborasi orang tua lewat WhatsApp diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kedisiplinan siswa MTs Wahid Hasyim. Sistem absensi sidik jari dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi absensi, serta membantu memantau kedisiplinan siswa secara real-time. Kolaborasi orang tua lewat WhatsApp dapat membantu orang tua dalam memantau perkembangan disiplin anaknya di sekolah dan memberikan dukungan di rumah. Selain itu, perlu diterapkan upaya lain untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, seperti edukasi tentang pentingnya disiplin, penanaman nilainilai karakter positif, pemberian penghargaan, pemberian sanksi, dan peningkatan komunikasi antara guru dan siswa. Kunci utama untuk mencapai kedisiplinan siswa yang baik adalah dengan membangun kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua, dan siswa. Dengan menerapkan solusi-solusi tersebut secara konsisten dan berkesinambungan, diharapkan kedisiplinan siswa MTs Wahid Hasyim dapat meningkat dan membawa dampak positif pada semua pihak. Kata Kunci: Meningkatkan Kedisiplinan. Absensi Sidik Jari. Kolaborasi Orang Tua ABSTRACT This research aims to improve the discipline of Mts Wahid Hasyim students through fingerprint attendance and parent collaboration via WhatsApp. This research use desciptive qualitative The subjects of this research were MTs Wahid Hasyim students. The techniques used in this research include observation, interviews and documentation. Informants in this research included learning managers or homeroom teachers, school principals, and student parents. It is hoped that the implementation of a fingerprint attendance system and parent collaboration via WhatsApp can be a solution to improve the discipline of MTs Wahid Hasyim students. fingerprint attendance system can increase the accuracy and efficiency of attendance, as well as help monitor student discipline in real-time. Parental collaboration via WhatsApp can help parents monitor their child's discipline progress at school and provide support at home. Apart from that, other efforts need to be implemented to improve student discipline, such as education about the importance of discipline, instilling positive character values, giving awards, giving sanctions, and increasing communication between teachers and students. The main key to achieving good student discipline is to build good cooperation between schools, parents and By implementing these solutions consistently and continuously, it is hoped that the discipline of MTs Wahid Hasyim students can increase and have a positive impact on all parties. Keywords: Improving Discipline. Fingerprint Attendance. Parental Collaboration Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENDAHULUAN Kedisiplinan siswa merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mencapai tujuan pendidikan. Namun, sistem absensi manual yang digunakan saat ini di MTs Wahid Hasyim memiliki beberapa kelemahan, seperti ketidakakuratan, mudah dimanipulasi, dan membutuhkan waktu lama untuk diproses. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya disiplin siswa, yang berdampak negatif pada proses belajar mengajar dan reputasi Oleh karena itu, perlu diterapkan sistem absensi yang lebih modern dan efisien, seperti sistem absensi sidik jari, serta meningkatkan kolaborasi dengan orang tua melalui WhatsApp. Meningkatkan kedisiplinan siswa merupakan tujuan utama setiap lembaga pendidikan, termasuk MTs Wahid Hasyim. Kedisiplinan siswa menjadi landasan utama dalam proses belajar mengajar, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan menumbuhkan karakter siswa yang positif. Sesuai dengan peratutan Perundang-Undangan Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang termasuk didalamnya adanya aspek-aspek seperti disiplin siswa. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta peraturan perlindungan data pribadi menjadi dasar hukum yang perlu dipertimbangkan dan SK kepala MTs Wahid Hasyim yang mengatur tentang disiplin Dasar hukum sekolah tercantum dalam dokumen resmi seperti peraturan sekolah atau peraturan disiplin siswa Namun, dalam praktiknya, penerapan disiplin di sekolah seringkali menemui kendala. Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah sistem absensi manual yang kurang efektif. Sistem absensi manual seringkali tidak akurat, mudah dimanipulasi, dan membutuhkan waktu yang lama untuk diproses. Hal ini dapat mengakibatkan siswa terlambat masuk kelas, bolos pelajaran, atau bahkan tidak hadir sama sekali. Selain itu, kurangnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam pembinaan disiplin siswa juga menjadi faktor yang menghambat. Orang tua seringkali tidak mengetahui perkembangan disiplin anaknya di sekolah, sehingga sulit untuk memberikan dukungan dan pembinaan di rumah. Penelitian ini berfokus pada aspek kedisiplinan. Disiplin dianggap sebagai kunci penting bagi sekolah untuk menghasilkan siswa-siswi yang memiliki kepribadian mandiri. Melalui disiplin, siswa akan mengembangkan pola hidup yang tertata dan teratur (Marlina, 2. Kebiasaan disiplin membantu siswa dalam mengembangkan kepribadian yang positif. Nilai disiplin ini merupakan bagian dari aksi nyata Gerakan Nasional Pendidikan Karakter yang dimulai pada tahun 2010, dan diperkuat oleh Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada tahun 2016. Gerakan PPK bertujuan untuk mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang telah dilaksanakan (Ulya & Anisah, 2. Sikap disiplin sangat penting bagi siswa karena, menurut Tulus . , disiplin pada dasarnya adalah pernyataan sikap mental individu atau masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan dan kepatuhan, didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam mencapai tujuan. Pembentukan disiplin anak merupakan salah satu aspek perkembangan moral yang signifikan dalam lingkungan keluarga, sehingga pendidikan utama menjadi tanggung jawab orang tua. Upaya orang tua atau pendidik dianggap berhasil ketika anak mampu mengontrol perilakunya sendiri. Kedisiplinan siswa merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan data dari data kehadiran siswa setiap hari di MTs Wahid hasyim warungasem, tingkat kedisiplinan siswa MTs Wahid Hasyim masih tergolong rendah. 8% dari jumlah siswa 386 siswa terlambat masuk kelas, dan 2% siswa pulang tidak tepat waktu. Kurangnya kedisiplinan siswa ini dapat mengganggu konsentrasi siswa lain dalam belajar, menghambat proses belajar mengajar, dan merusak kepercayaan masyarakat Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 terhadap sekolah menurun. Hal ini terbukti Sering Telat Masuk Sekolah, pulang tidak tepat Oleh karena itu, perlu diterapkan sistem absensi yang lebih modern dan efisien, seperti sistem absensi sidik jari, serta meningkatkan kolaborasi dengan orang tua melalui WhatsApp. Sistem absensi sidik jari dapat bekerja dengan cara mesin absensi sidik jari cukup Setiap siswa harus mendaftarkan sidik jari mereka di dalam sistem mesin absen Setelah sidik jari terdaftar, siswa dapat menggunakan mesin absen fingerprint untuk melakukan absensi harian dan wali murid langsung menerima pesan jam kehadiran putra putrinya sehingga adanya kolaborasi sekolah dengan wali murid untuk meningkatkan disiplin siswa di MTs Wahid Hasyim Warungasem. Sistem ini bertujuan untuk memperbaiki sistem absensi yang dilakukan dengan cara manual menjadi Absensi menggunakan program aplikasi. Pengembangan aplikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa pemprograman Foxpro dan menggunakan mesin fingerprint sebagai alat untuk merekan sidik jari. Dari hasil implementasi aplikasi ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini memberikan manfaat menghindari terjadinya manipulasi data,menghemat waktu dalam melakukan absensi. Kolaborasi orang tua lewat WhatsApp dapat dilakukan dengan cara mengirim data absen siswa ke WhatsApp orang tua. Oleh karena itu. MTs Wahid Hasyim perlu menerapkan sistem absensi yang lebih modern dan efisien, serta meningkatkan kolaborasi dengan orang tua melalui WhatsApp. Penerapan sistem absensi sidik jari dan kolaborasi orang tua lewat WhatsApp diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa secara signifikan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa MTs Wahid Hasyim. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi (Sugiono, 2. Informan dalam penelitian ini mencakup pengelola pembelajaran atau wali kelas, kepala sekolah, serta wali murid. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan Sidik Jari di MTs Wahid Hasyim sebagai Alat Peningkatan Disiplin Siswa Pendidikan adalah fondasi utama dalam pembentukan karakter dan perilaku siswa. Salah satu aspek penting yang harus ditanamkan dalam dunia pendidikan adalah disiplin. Disiplin bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga menyangkut ketepatan waktu, tanggung jawab, dan kesadaran diri dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Di MTs Wahid Hasyim, sebuah inovasi telah diterapkan untuk meningkatkan disiplin siswa, yaitu penggunaan teknologi sidik . Penerapan Teknologi Sidik Jari MTs Wahid Hasyim telah mengambil langkah maju dengan mengadopsi teknologi sidik jari untuk memantau kehadiran dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Sistem absensi sidik jari ini tidak hanya sekadar mencatat kehadiran siswa, tetapi juga berfungsi sebagai alat pengawasan yang efektif untuk memastikan siswa datang tepat waktu dan mengikuti pelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Teknologi sidik jari di sekolah ini diterapkan dengan cara yang cukup sederhana namun Setiap siswa diharuskan menempelkan jarinya pada alat pemindai sidik jari yang terhubung dengan sistem komputer sekolah setiap kali mereka masuk dan keluar dari kelas. Data yang terkumpul kemudian diproses dan disimpan dalam basis data sekolah, memungkinkan para guru dan staf administrasi untuk memantau kehadiran siswa secara realtime. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Meningkatkan Kedisiplinan melalui Pengawasan yang Ketat Penggunaan sidik jari sebagai alat absensi memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kedisiplinan siswa di MTs Wahid Hasyim. Pertama, sistem ini meminimalisir kecurangan dalam absensi. Dengan teknologi sidik jari, tidak mungkin bagi siswa untuk menitipkan absen kepada teman atau mengisi daftar hadir tanpa benar-benar berada di tempat. Kedua, sistem ini mendorong siswa untuk lebih tepat waktu. Mengetahui bahwa kehadiran mereka diawasi secara ketat, siswa menjadi lebih bersemangat untuk datang tepat waktu ke sekolah dan kelas. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa pengawasan yang konsisten dan ketat dapat meningkatkan kedisiplinan siswa. Dampak Positif pada Prestasi Akademik dan Karakter Siswa Selain meningkatkan kedisiplinan, penggunaan sidik jari juga berdampak positif pada prestasi akademik dan pembentukan karakter siswa. Siswa yang disiplin dalam hal kehadiran cenderung lebih fokus dan konsisten dalam mengikuti pelajaran. Mereka lebih mampu menyerap materi yang diajarkan, yang pada gilirannya meningkatkan hasil belajar mereka. Di sisi lain, penerapan sistem ini juga mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab dan Siswa belajar untuk bertanggung jawab atas kehadiran mereka sendiri dan memahami pentingnya integritas dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Nilai-nilai ini sangat penting dalam pembentukan karakter yang baik dan bermanfaat dalam kehidupan mereka di masa depan. Meskipun teknologi sidik jari telah membawa banyak manfaat, penerapannya tidak tanpa tantangan. Beberapa kendala yang dihadapi meliputi biaya instalasi dan pemeliharaan sistem, serta perlunya pelatihan bagi staf dan siswa dalam menggunakan teknologi ini. Namun, dengan perencanaan yang baik dan dukungan dari seluruh pihak sekolah, tantangan-tantangan ini dapat diatasi. Penerapan teknologi sidik jari di MTs Wahid Hasyim telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Teknologi ini tidak hanya memastikan kehadiran yang tepat waktu, tetapi juga membantu dalam pembentukan karakter siswa yang lebih baik. Melalui pengawasan yang ketat dan konsisten, siswa belajar untuk lebih bertanggung jawab dan jujur, yang pada akhirnya berkontribusi pada prestasi akademik dan perkembangan pribadi mereka. Oleh karena itu, penggunaan sidik jari sebagai alat untuk meningkatkan kedisiplinan merupakan langkah inovatif yang patut dipertimbangkan oleh sekolah-sekolah lain dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Penggunaan WhatsApp dalam Kolaborasi dengan Orang Tua di MTs Wahid Hasyim untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kedisiplinan siswa adalah salah satu pilar utama dalam pendidikan yang efektif. Untuk mencapainya, kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangatlah penting. Di era digital ini. WhatsApp telah menjadi alat komunikasi yang efektif dan efisien untuk menjembatani hubungan antara guru, orang tua, dan siswa. MTs Wahid Hasyim telah memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai media untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang tua dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa. Manfaat Penggunaan WhatsApp dalam Kolaborasi dengan Orang Tua Penggunaan WhatsApp di MTs Wahid Hasyim telah membawa banyak manfaat dalam memantau dan meningkatkan kedisiplinan siswa. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang . Komunikasi yang Cepat dan Efisien WhatsApp memungkinkan komunikasi yang cepat antara guru dan orang tua. Informasi mengenai kehadiran siswa, jadwal pelajaran, tugas, dan kegiatan sekolah dapat disampaikan Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 secara real-time. Hal ini memastikan orang tua selalu mendapatkan informasi terbaru tentang aktivitas anak-anak mereka di sekolah. Pemantauan Kehadiran dan Kedisiplinan Guru dapat dengan mudah melaporkan kehadiran siswa kepada orang tua melalui WhatsApp. Jika ada siswa yang terlambat atau tidak hadir, orang tua dapat segera diberitahu. Langkah ini memungkinkan orang tua untuk segera mengambil tindakan dan mendiskusikan masalah tersebut dengan anak mereka untuk mencegah keterlambatan atau ketidakhadiran di masa . Pemberian Tugas dan Pengingat Guru dapat menggunakan WhatsApp untuk memberikan tugas dan pengingat kepada siswa melalui orang tua. Orang tua yang terlibat dalam proses ini dapat memastikan anak-anak mereka mengerjakan tugas tepat waktu dan mempersiapkan diri dengan baik untuk ujian atau kegiatan sekolah lainnya. Feedback dan Evaluasi Orang tua dapat memberikan feedback langsung kepada guru tentang perkembangan anakanak mereka. Begitu pula sebaliknya, guru dapat memberikan evaluasi mengenai perilaku dan prestasi siswa di sekolah. Interaksi dua arah ini sangat penting untuk memantau perkembangan siswa dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kedisiplinan. Implementasi WhatsApp di MTs Wahid Hasyim Di MTs Wahid Hasyim, implementasi WhatsApp sebagai alat komunikasi telah dilakukan dengan beberapa langkah strategis: Pembuatan Grup Kelas Setiap kelas memiliki grup WhatsApp yang mencakup guru, wali kelas, dan orang tua Grup ini digunakan untuk berbagi informasi mengenai kegiatan kelas, tugas, dan pengumuman penting lainnya. Pengaturan Jadwal Rutin Guru mengirimkan jadwal mingguan atau bulanan melalui WhatsApp sehingga orang tua dapat memantau kegiatan anak-anak mereka. Jadwal ini mencakup waktu masuk dan pulang, ujian, kegiatan ekstrakurikuler, dan lainnya. Pelaporan Kehadiran Harian Kehadiran siswa dilaporkan secara harian melalui WhatsApp. Jika ada siswa yang absen atau terlambat, orang tua segera diinformasikan dengan harapan dapat segera menindaklanjuti dan mencari solusi bersama. Penggunaan WhatsApp untuk Konseling Selain untuk komunikasi rutin. WhatsApp juga digunakan untuk sesi konseling antara guru, siswa, dan orang tua. Hal ini memungkinkan guru untuk memberikan perhatian khusus kepada siswa yang memerlukan bimbingan tambahan dalam aspek kedisiplinan dan akademik. Tantangan dan Solusi Meskipun WhatsApp telah membawa banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus diatasi: Kesalahpahaman dan Misinterpretasi Komunikasi teks sering kali rentan terhadap kesalahpahaman. Untuk mengatasi ini, guru perlu memastikan bahwa pesan yang dikirim jelas dan tidak ambigu. Ketergantungan pada Teknologi Ketergantungan pada teknologi dapat menjadi masalah jika terjadi gangguan jaringan atau perangkat. Oleh karena itu, sekolah harus memiliki rencana cadangan untuk memastikan komunikasi tetap berjalan lancar. Copyright . 2024 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 Mei 2024 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Kepatuhan terhadap Etika dan Privasi Guru dan orang tua harus memastikan bahwa penggunaan WhatsApp mematuhi etika dan privasi, terutama dalam menjaga kerahasiaan informasi siswa. Penggunaan WhatsApp di MTs Wahid Hasyim telah terbukti efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui kolaborasi yang lebih baik antara sekolah dan orang Komunikasi yang cepat, pemantauan kehadiran yang efektif, dan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak-anak mereka adalah faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan. Meskipun ada beberapa tantangan, dengan pendekatan yang tepat. WhatsApp dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan lebih disiplin. KESIMPULAN Meningkatkan kedisiplinan siswa merupakan hal yang penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mencapai tujuan pendidikan. Kurangnya kedisiplinan siswa dapat membawa berbagai dampak negatif, seperti mengganggu konsentrasi belajar, terjerumus dalam kenakalan remaja, dan merusak reputasi sekolah. Penerapan sistem absensi sidik jari dan kolaborasi orang tua lewat WhatsApp diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kedisiplinan siswa MTs Wahid Hasyim. Sistem absensi sidik jari dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi absensi, serta membantu memantau kedisiplinan siswa secara real-time. Kolaborasi orang tua lewat WhatsApp dapat membantu orang tua dalam memantau perkembangan disiplin anaknya di sekolah dan memberikan dukungan di rumah. Selain itu, perlu diterapkan upaya lain untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, seperti edukasi tentang pentingnya disiplin, penanaman nilai-nilai karakter positif, pemberian penghargaan, pemberian sanksi, dan peningkatan komunikasi antara guru dan siswa. Kunci utama untuk mencapai kedisiplinan siswa yang baik adalah dengan membangun kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua, dan siswa. Dengan menerapkan solusi-solusi tersebut secara konsisten dan berkesinambungan, diharapkan kedisiplinan siswa MTs Wahid Hasyim dapat meningkat dan membawa dampak positif pada semua pihak. DAFTAR PUSTAKA