w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF DI KELAS X SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Irma Aryani . Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Abulyatama. Jl. Blang Bintang Lama Km 8,5 Lampoh Keude Aceh Besar, email: irm4_aryani@yahoo. Abstract: The background of this study is the studentsAo difficulties in resolving the problems in trigonometry material. Trigonometry material requires creativity of students so that students are required to build knowledge and learning strategies. Metacognitive approach is one approach that focuses on how the teaching in learning mathematics or the students who are invited to learn and learn to think. The subjects were the students of class X-6 SMA Negeri 11 Banda Aceh. the total sample is 30 The approach used in this study is a qualitative approach. The type of this research is one shot case study design . re-experimental metho. The used instrument for data collection is a test of student learning outcomes, teachers' observation sheet for the ability in managing learning and student activities, and student questionnaire responses. The obtained data were processed using percentages, the ideal time criteria, and the description of the average score in order to get information about studentsAo activities, studentsAo responses, the ability of teachers in managing the learning and mastery learning. The effectiveness of this learning can be based on . Mastery learning, . the ability of teachers in managing learning, . Activities of students, . The response of students. Learning trigonometry with metacognitive approach would be considered effective if at least three of the four aspects are met with the requisite thoroughness aspects of learning outcomes are met . The results showed that metacognitive approach is effective in trigonometry material in class X-6 SMA Negeri 11 Banda Aceh. is because, . the results of student learning is complete, . studentsAo activities are active, and . students' response toward learning are positive, and . the ability of teachers in managing learning are in good or excellent criteria. Keywords : Effectiveness, trigonometry learning. Metacognitive Abstrak: Penelitian dilatarbelakangi karena kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah pada materi trigonometri. Materi trigonometri memerlukan kreativitas siswa sehingga siswa dituntut untuk membangun pengetahuan dan strategi belajar. Pendekatan metakognitif merupakan salah satu pendekatan yang memusatkan pengajaran bagaimana belajar matematika atau siswa diajak untuk belajar dan belajar Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 11 Banda Aceh yang berjumlah 30 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitiannya adalah penelitian dengan desain one shot case study . etode pre-eksperimenta. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes hasil belajar siswa, lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa, dan angket respon siswa. Data yang diperoleh diolah menggunakan persentase, kriteria waktu ideal, dan deskripsi skor rata-rata sehingga didapat informasi tentang aktivitas siswa, respon siswa, kemampuan guru mengelola pembelajaran, dan ketuntasan belajar. Efektivitas pembelajaran ini dapat didasarkan pada . Ketuntasan belajar, . Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, . Aktifitas siswa, . Respon siswa. Pembelajaran trigonometri dengan pendekatan metakognitif akan dikatakan efektif jika paling sedikit tiga dari empat aspek tersebut terpenuhi dengan syarat aspek ketuntasan hasil belajar terpenuhi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan metakognitif efektif digunakan dalam materi trigonometri di kelas X-6 SMA Negeri 11 Banda Aceh. Hal ini dikarenakan, . hasil belajar siswa tuntas, . aktivitas siswa aktif, dan . respon siswa terhadap pembelajaran positif, dan . kemampuan guru mengelola pembelajaran berada dalam kriteria baik atau sangat baik Kata kunci : Efektivitas, pembelajaran trigonometri, pendekatan Metakognitif Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Perkembangan pembentukan dan penggunaan berpikir. Flavell teknologi semakin mutakhir dan luas, menuntut dalam Livingston . dan Schoenfield . mutu pendidikan harus ditingkatkan. Pendidikan mengungkapkan bahwa metakognitif merupakan saat ini harus didasarkan pada kualitas dan kemampuan para guru dalam menggunakan keterbatasan informasi dan strategi khusus serta menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh Oleh karena itu, dibutuhkan anak didik. upaya guru untuk meningkatkan perkembangan Guru sebagai tenaga pendidik juga harus metakognisi siswa. Mohamad Nur . mengemukakan bahwa menumbuhkan cara berpikir siswa agar menjadi metakognisi berhubungan dengan berpikir siswa lebih kritis dan kreatif. tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan Dalam pembelajaran matematika dewasa ini, mereka menggunakan strategi-strategi belajar guru menuntut siswanya untuk dapat memahami tertentu dengan tepat. Sejalan dengan pengertian di materi dengan baik. Namun, guru jarang atas. OAoNeil & Brown . mengemukakan mengajarkan kepada siswa bagaimana strategi- pengertian metakognisi sebagai proses di mana strategi memahami materi dengan baik. seseorang berpikir tentang berpikir mereka sendiri Kemampuan-kemampuan strategi memahami Misalnya, materi dan pemecahan masalah dewasa ini hanya diharapkan tumbuh dan berkembang oleh siswa dengan tipe belajar visual mengetahui bahwa Hal ini hanya mungkin dilakukan oleh membuat suatu peta konsep merupakan cara siswa-siswa dengan kemampuan intelektual dan terbaik baginya untuk memahami dan mengingat kreativitas yang tinggi, tetapi sulit diharapkan dari sejumlah besar informasi baru. siswa-siswa dengan kemampuan rendah. Strategi metakognisi mengacu kepada cara Untuk mencapai pada tingkat pemahaman untuk meningkatkan kesadaran dalam proses yang sebenarnya, siswa tidak cukup hanya Artinya, jika seseorang memiliki strategi . roses kognis. , tetapi juga kemampuan lain, seperti kemampuan untuk mengontrol pikirannya melalui memonitor dan mengontrol . ktivitas metakognis. aktivitas memantau kemajuan pada setiap tahapan pada setiap tahapan yang dilakukan (Andreson dan dan mengatur atau mengendalikan setiap apa yang Krathwohl, 2. Aktivitas metakognisi ini sering diabaikan dalam pembelajaran, dan perkembangan Ada dua hal yang penting dari metakognitif, metakognisi siswa berlangsung secara alami bagi yaitu belajar untuk berpikir dan belajar untuk sebagian kecil siswa, tanpa ada upaya dari guru. belajar (C. Van Parreren, dalam Arsyad, 2. Proses pembelajaran sangat berkaitan dengan Dalam belajar berpikir, seseorang dihadapkan pada Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan suatu masalah yang harus dipecahkan. Masalah dari bacaan, atau menggabungkan apa yang yang dihadapi harus diselesaikan dengan operasi mereka dengar dalam kelas atau mereka baca dari mental, khususnya menggunakan konsep dan buku-buku. kaidah serta metode-metode kerja tertentu. Bentuk belajar untuk belajar tampak jelas dalam belajar di sekolah dengan mengamati Sedangkan. Nelson mengembangkan pengetahuan tentang kapan dan mengapa menggunakan strategi secara tepat. perbedaan-perbedaan siswa dalam kemajuan Berdasarkan pengertian-pengertian Siswa dapat menemukan sejumlah ciri belajar yang baik, sehingga mereka dapat kemampuan . engetahuan dan keterampila. meningkatkan mutu belajarnya sendiri. Proses metakognitif memiliki peranan penting dalam seperti inilah yang disebut belajar untuk belajar. mengatur dan mengontrol proses-proses kognitif Hasil belajar yang baik tidak saja bersumber yang dilakukan oleh siswa dalam belajar dan dari intelegensi yang baik, tetapi juga bersumber berpikir, sehingga belajar dan berpikir yang dari cara belajar yang penuh kesadaran, sistematis, dilakukan menjadi lebih efektif dan efisien dalam dan penuh refleksi diri. Kemampuan-kemampuan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan belajar seperti tersebut di atas, merupakan salah kebermaknaan belajar matematika siswa di kelas. satu aspek dari metakognisi dan dapat diajarkan kepada siswa yang kurang pandai sekalipun. Dalam pembelajaran trigonometri, siswa tidak hanya ditekankan pada pengetahuan faktual Pada dasarnya. Flavel dalam Livingston . AuMetakognitif terdiri dari dibutuhkan kemampuan siswa menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan tepat yang dan pengalaman metakognitif . etacocnitive dapat membuat belajar siswa lebih bermakna. etacognitive experience or regulatio. Ay. Brown Hal tersebut akan terlaksana dengan baik jika . AuPengetahuan metakognitif guru mampu memancing kreativitas siswa. Kreativitas siswa sangat dibutuhkan pada materi bagaimana seseorang belajar dan memproses Trigonometri, baik pada pemahaman materi informasi, seperti pengetahuan seseorang tentang maupun penyelesaian masalah. Siswa dituntut untuk membangun pengetahuan dan strategi sendiriAy. Pengalaman metakognitif meliputi penggunaan startegi-strategi Nurdin Pembelajaran . metakognitif merupakan salah satu cara proses pengetahuan strategi adalah pengetahuan tentang strategi umum untuk belajar, berpikir, dan pemecahan masalah. Tipe pengetahuan ini juga bagaimana belajar matematika serta siswa diajak meliputi berbagai strategi yang dapat digunakan belajar untuk belajar dan belajar berpikir. Siswa siswa dalam mengingat materi, menangkap makna diajak belajar memantau pikiran sendiri dan Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan didorong untuk mengatakan dan mengajukan adalah suatu kelas dengan satu kali test, sehingga pertanyaan kepada diri sendiri sebagai suatu digolongkan dalam desain one-shot case study. Peneliti mengadakan perlakuan 3 kali kemudian Strategi diadakan post test, dan ditarik kesimpulan dengan melihat rata-rata hasil dan membandingkan dengan standard yang diinginkan. Peneliti juga mengamati pembelajaran yang berlaku. Apabila kesadaran ini secara langsung selama proses pembelajaran baik terwujud, seseorang dapat mengontrol pikirannya perkembangan peserta didik maupun kegiatan dengan merancang, memantau, dan menilai apa yang dipelajari Adapun subjek penelitian ini adalah siswa Untuk mengajak siswa belajar untuk belajar kelas X-6 SMAN 11 Banda Aceh yang berjumlah dan belajar berpikir pada materi trigonometri maka 29 orang. Penentuan kelas X-6 untuk subjek siswa dibimbing untuk memiliki keterampilan penelitian berdasarkan pertimbangan ketepatan dalam menggunakan strategi kognitif . trategi waktu sub materi Trigonometri yang akan diteliti . dalam memahami materi trigonometri dan Penelitian ini mendiskripsikan pembelajaran pemecahan masalah, dan keterampilan dalam Trigonometri dengan pendekatan metakognitif. mengecek dan memonitor sendiri penggunaan Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini strategi-strategi tersebut. Pembelajaran dengan bersifat kualitatif. Penelitian ini menekankan pada pendekatan metakognitif dirancang meningkatkan proses pembelajaran itu sendiri, baik aktivitas guru aktivitas siswa dalam pembelajaran maupun aktivitas siswa. dapat membantu pencapaian ketuntasan belajar. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengadakan Aktivitas guru dan siswa yang akan diamati pada fase pembelajaran dengan pendekatan AuPembelajaran metakognitif, yakni . penyampaian tujuan Trigonometri dengan Pendekatan Metakognitif di pembelajaran dan motivasi, . penyampaian Kelas X SMA Negeri 11 Banda AcehAy. Penelitian informasi & pengetahuan strategi kognitif, . ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penyajian dan pendemonstrasian pengetahuan dan pembelajaran dengan pendekatan metakognitif keterampilan, . pengecekan pemahaman materi pada materi Trigonometri di kelas X SMA Negeri dan penerapan strategi kognitif dalam pemecahan 11 Banda Aceh. masalah serta memberikan umpan balik, dan . pemberian latihan menerapkan starategi-strategi METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitiannya adalah penelitian dengan desain one shot case study . etode pre-eksperimenta. Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian Volume 1. No. Januari 2017 kognitif (Arsyad, 2. Dalam instrument utama, karena peneliti yang akan mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan membuat laporan. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Data yang diperlukan dalam penelitian ini kemampuan guru, lembar observasi aktivitas keterampilan metakognitif siswa. Tes hasil belajar yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk memberikan informasi ketuntasan hasil belajar yang dicapai siswa. Lembar observasi guru digunakan untuk memperoleh data tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran Lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengamati proses pembelajaran, dan dapat dijadikan sebagai dasar analisis kesulitan siswa dan dasar acuan perbaikan. Sedangkan angket diberikan kepada siswa yang menjadi subjek penelitian. Tujuan dari angket ini untuk memperoleh keterangan mengenai tanggapan siswa terhadap perasaannya, kegiatan pembelajaran, dan manfaat pembelajaran dengan pendekatan keterampilan metakognitif. Selain itu, metakognitif siswa. Ketampilan metakognitif yang keterampilan siswa dalam menggunakan berbagai macam strategi kognitif . trategi belaja. dalam memahami materi, pemecahan masalah, dan keterampilan dalam mengecek dan memoninor sendiri penggunaan strategi-strategi tersebut. Pembelajaran matematika dikatakan efektif jika paling sedikit 3 dari 4 standar kefektifan model, yakni . standar hasil belajar, . standar pengelolaan pembelajaran, . standar aktivitas siswa, dan . standar respon siswa, dipenuhi dengan syarat standar 1 . tandar pencapaian hasil Volume 1. No. Januari 2017 belaja. harus dipenuhi (Nurdin 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada hasil penelitian ini, ketuntusan belajar siswa pada pembelajaran metakognitif secara klasikal termasuk kategori tuntas, yaitu sebanyak 25 siswa . ,2%) mendapat nilai di atas standar Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh guru dalam setiap fase selama tiga kali pertemuan adalah berkisar 3,5 sampai 5. Nilai ini mencapai kategori baik atau sangat baik berdasarkan baik berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sehingga kemampuan guru mengelola pembelajaran dikatakan efektif. Data hasil pengamatan terhadap aktivitas dalam pembelajaran Pengamatan dilakukan terhadap 6 orang yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan, yaitu 2 orang siswa berkemampuan tinggi, 2 orang yang berkemampuan sedang, dan 2 orang yang Hasil menunjukkan bahwa aktivitas siswa secara keseluruhan dikatakan aktif. Sedangkan respon siswa terhadap komponen pembelajaran, meliputi pemahaman bahasa dan penampilan pada LKS dan tes hasil belajar digolongkan positif. Selain itu, secara keseluruhan siswa senang cara guru Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa keempat aspek efektif, yaitu ketuntasan belajar, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, dan respon siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan metakognitif efektif digunakan w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan pada materi trigonometri. perbandingan trigonometri, rumus identitas dasar Selanjutnya, angket keterampilan metakonitif dan lain-lain. Untuk membantu dalam mengingat siswa dalam menggunakan berbagai macam rumus aturan sinus dan aturan kosinus siswa strategi kognitif . trategi belaja. dalam memahami nyatakan rumus tersebut dalam bahasa siswa materi, pemecahan masalah, dan keterampilan sendiri, dan siswa membuat ringkasan dari topik penggunaan strategi-strategi menunjukan bahwa Selanjutnya, peneliti memaparkan beberapa sudah diterapkan oleh sebagian besar siswa selama temuan pada saat penelitian dengan maksud tiga pertemuaan. memperjelaskan atau memperkuat hasil temuan Dalam pemecahan masalah, siswa sudah Pada pembelajaran sedang berlangsung, ada seorang memecahkan masalah dengan suatu cara maka siswa saat pemecahan masalah di LKS, siswa siswa mencoba mengerjakan cara yang lain, ketika tersebut mencoret-mencoret di kertas, seperti siswa kesulitan memecahkan suatu masalah secara mencoba-coba. Setelah beberapa menit, peneliti langsung maka siswa menggunakan gambar atau memperhatikan siswa tersebut sudah mulai grafik untuk membantu mengarahkan pikirannya, menyelesaikan masalah tersebut dengan bantuan siswa mencoba mengingat pemecahan masalah- gambar segitiga. Kemudian peneliti bertanya masalah lain yang mirip dengan masalah yang mengapa tidak langsung menyelesaikan di LKS. sedang siswa kerjakan, dan ketika siswa kesulitan Ternyata langkah tersebut merupakan kebiasaan memecahkan suatu masalah yang sulit, siswa siswa ini dalam menyelesaikan masalah-masalah. memulai dengan contoh-contoh yang lebih mudah. Untuk menyelesaikan masalah trigonometri, siswa Selain itu, siswa sudah terbiasa dalam tersebut terlebih dahulu menggunakan gambar, mengecek dan memonitoring seperti mengecek kemudian dia memilih rumus-rumus yang dapat pekerjaan, mengecek kebenaran dari setiap penyelesaianya, dia memindahkan jawabannya memecahkan masalah, siswa bertanya pada diri sendiri apakah saya berada pada langkah-langkah Setelah dari kertas coret-coret. Selain itu, ada seorang siswa yang lain yang tepat. Sama halnya,keterampilan dalam trigonometri yang harus diingat. Siswa tersebut mempelajari materi di buku teks, siswa menandai merasa kebingungan menggunakan rumus-rumus . enggaris-bawah. rumus-rumus penting, siswa menggunakan strategi belajar yang terbaik untuk Kemudian setelah beberapa menit memahami materi matematika yang sedang siswa tersebut memperhatikan rumus-rumus yang Ketika mempelajari materi, siswa mencoba mengingat materi-materi lain yang terkait mengatakan rumus aturan sinus menggunakan per dan panjang sisinya a berarti sudutnnya A. Volume 1. No. Januari 2017 rumus-rumus w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Sedangkan aturan kosinus menggunakan kuadrat Saran dan jika ditanya panjang sisi a maka sudut yang harus diketahui adalah sudut A. atas, peneliti melihat beberapa siswa tersebut aktivitas siswa dalam pembelajaran dan Berdasarkan dua penemuan yang diuraikan di Guru stategi-strategi kondisi siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Guru memecahkan masalah. Hal ini sesuai dengan pendapat OAoNeil dan Brown . agar siswa dapat menumbuhkan mengemukakan. AuPengetian metakognisi sebagai kesadaran proses berpikirnya. proses di mana seseorang berpikir tentang berpikir Guru strategi-strategi mereka dalam rangka membangun strategi untuk model/pendekatan memecahkan masalah. Jadi, siswa tersebut mampu pembelajaran yang sesuai dengan materi, belajar untuk perpikir dan belajar untuk belajarAy karakter, dan intelektual siswa (C. Van Parren, dalam Arsyad, 2003. KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA