PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PROGRAM KELUARGA BERENCANA PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN WANASARI Nina Maria Desi. Nilatul Izah Politeknik Muhammadiyah Tegal. Jln Melati No 27 Tegal ABSTRAK Ada banyak jenis kontrasepsi, namun tidak semua cocok untuk semua situasi. Metode *Corresponding author pengendalian kelahiran yang paling tepat bergantung Pilih penulis yang akan menjadi pada kesehatan individu secara keseluruhan, usia, korespondensi author frekuensi aktivitas seksual, jumlah pasangan seksual. Email : keinginan untuk memiliki anak di masa depan, dan magisterninamariadesi@gmail. com riwayat penyakit tertentu dalam keluarga. Menjamin HP: 081227233330 akses bagi semua orang terhadap metode kontrasepsi pilihan mereka memajukan beberapa hak asasi manusia termasuk hak untuk hidup dan kebebasan. Kata Kunci: kebebasan berpendapat, berekspresi dan memilih dan Keluarga Berencana. hak atas pekerjaan dan pendidikan, serta memberikan Pendidikan Kesehatan. manfaat kesehatan dan manfaat lainnya yang Pengetahuan. program keluarga berencana dilakukan hanya berfokus pada kaum perempuan. Partisipasi Keywords: pria sekaligus sebagai kepala keluarga merupakan Family planning. peranan penting dalam program keluarga berencana Health Education. di beberapa negara termasuk Indonesia. Peserta Knowledge. kegiatan ini adalah Warga Wanasari dengan ibu usia Pengabdian masyarakat dilakukan edukasi penggunaan beberapa jenis alat/ metode kontrasepsi serta mitos dan faktanya. Kemudian dilakukkanya inovasi edukasi tentang KB. Kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 1 jam. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan para pria khusunya suami memiliki wawasan yang luas tentang metode Bentuk informasi dan edukasi tentang mitos dan fakta seputar metode kontrasepsi dan keluarga berencana merupakan pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan ini. Melalui program pengabdian masyarakat ini telah terbukti mampu meningkatkan pengetahuan pria dalam isu keluarga Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm ABSTRACT There are many types of contraception, but not all types are suitable for all situations. The most appropriate birth control method depends on the individual's overall health, age, frequency of sexual activity, number of sexual partners, desire to have children in the future, and family history of certain Guaranteeing access for all people to the contraceptive method of their choice advances several human rights including the right to life and liberty, freedom of opinion, expression and choice and the right to employment and education, as well as providing significant health and other benefits. The family planning program is carried out only focusing on women. Men's participation as head of the family is an important role in family planning programs in several countries, including Indonesia. Participants in this activity are Wanasari residents with suburbanaged mothers. Community service provides education on the use of several types of contraceptive devices/methods as well as the myths and facts. Then an educational innovation about family planning was carried out. This activity is carried out for approximately 1 hour. After participating in this activity, it is hoped that men, especially husbands, will have broad insight into contraceptive methods. Forms of information and education about myths and facts surrounding contraceptive methods and family planning are the approaches taken in this activity. Through this community service program, it has been proven to be able to increase men's knowledge in family planning issues. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm PENDAHULUAN Penggunaan kontrasepsi mencegah risiko kesehatan yang berhubungan dengan kehamilan bagi perempuan, terutama bagi remaja perempuan, dan jika dinyatakan dalam interval antar kelahiran, anak yang lahir dalam rentang waktu 2 tahun dari kakaknya memiliki peningkatan risiko kematian bayi sebesar 60%, dan mereka yang lahir dalam rentang waktu 2 tahun. tahun 3 tahun peningkatan risiko sebesar 10%, dibandingkan dengan mereka yang lahir setelah selang waktu 3 tahun atau lebih. Hal ini menawarkan serangkaian manfaat non-kesehatan yang mencakup perluasan kesempatan pendidikan dan pemberdayaan bagi perempuan, serta pertumbuhan populasi yang berkelanjutan dan pembangunan ekonomi bagi negara-negara. Jumlah perempuan yang ingin mengikuti program keluarga berencana telah meningkat tajam selama dua dekade terakhir, dari 900 juta pada tahun 2000 menjadi hampir 1,1 miliar pada tahun 2021. Antara tahun 2000 dan 2020, jumlah perempuan yang menggunakan metode kontrasepsi modern meningkat dari 663 juta menjadi 851 juta. Diperkirakan akan ada tambahan 70 juta perempuan pada tahun 2030. Antara tahun 2000 dan 2020, tingkat prevalensi kontrasepsi . ersentase perempuan berusia 15-49 tahun yang menggunakan metode kontrasepsi apa pu. meningkat dari 47,7 menjadi 49,0%. Proporsi perempuan usia subur . -49 tahu. yang kebutuhan KBnya terpuaskan dengan metode modern . ndikator SDG 3. adalah 77,5% secara global pada tahun 2022, meningkat 10% sejak tahun 1990 . %) Proporsi perempuan usia subur . -49 tahu. yang kebutuhan KBnya terpuaskan dengan metode modern . ndikator SDG 3. adalah 77,5% secara global pada tahun 2022, meningkat 10 poin persentase sejak tahun 1990 . %). Alasan lambatnya peningkatan ini mencakup terbatasnya pilihan metode. terbatasnya akses terhadap layanan, khususnya di kalangan generasi muda, masyarakat miskin dan belum menikah. ketakutan atau pengalaman efek samping. oposisi budaya atau agama. buruknya kualitas layanan yang tersedia. pengguna dan penyedia layanan terhadap beberapa metode. dan hambatan berbasis gender dalam mengakses layanan. Seiring dengan diatasinya hambatanhambatan ini di beberapa daerah, terjadi peningkatan permintaan terhadap metode kontrasepsi modern. Pencapaian akses universal dan realisasi layanan kesehatan seksual dan reproduksi sangat penting untuk memenuhi janji Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 bahwa Autidak ada seorang pun yang akan tertinggalAy. Hal ini memerlukan dukungan yang lebih intensif terhadap layanan kontrasepsi, termasuk melalui penerapan kebijakan dan program pemerintah yang efektif. WHO berupaya untuk mempromosikan kontrasepsi dengan membuat pedoman berbasis bukti mengenai keselamatan dan pemberian layanan metode kontrasepsi serta memastikan hak asasi manusia dalam program kontrasepsi. WHO membantu negara-negara untuk mengadaptasi dan menerapkan alat-alat ini untuk memperkuat kebijakan dan program kontrasepsi. Selain itu. WHO berpartisipasi dalam pengembangan teknologi kontrasepsi baru dan memimpin serta melakukan penelitian implementasi untuk memperluas akses dan memperkuat penyampaian informasi dan layanan kontrasepsi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2020 diinformasikan bahwa jumlah peserta KB baru sebanyak Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm 9730 orang. Khusus wilayah Kecamatan Pleret untuk peserta KB baru sebanyak 294 . ,02%) dengan metode IUD . ntra uterine devic. atau bisa juga disebut sebagai KB spiral sebanyak 62 orang. Kontrasepsi mantap pada pria atau MOP (Metoda Operasi Pri. atau vasektomi. , yaitu tindakan pengikatan dan pemotongan saluran benih agar sperma tidak keluar dari buah zakar sebanyak 3 orang. MOW (Metode Operasi Wanit. atau Tubektomi 0 orang. IMP 6 orang. Suntik sebanyak 128 orang. Pil sebanyak 86 orang dan Kondom sebanyak 9 orang. Terlihat jelas bahwa penggunaan kontrasepsi dengan metode MOP yang dilakukan kaum pria sebagai suami masih dapat dikatakan sangat sedikit sekali. Kondisi ini sama dengan yang diungkapkan oleh Idawati dkk. yang dikutip dalam sebuah artikel BKKBN Purbalingga Tahun 2016 menyampaikan bahwa permasalahan yang dominan dalam pelaksanaan program KB secara nasional Dengan adanya permasalahan tersebut akan dapat melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan Topik AuPeningkatan Pengetahuan Tentang Program Keluarga BerencanaPada Masyarakat Di Kecamatan WanasariAy. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, para suami memiliki wawasan yang luas tentang metode kontrasepsi sehingga partisipasinya dalam program KB semakin METODE PELAKSANAAN Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara terintegrasi melalui kegiatan Pertemuan Ketua RT setempat. Sebelum dilakukan kegiatan pengabdian, terlebih dahulu dilakukan asesmen awal menggunakan teknik survei berbasis rumah Kegiatan selanjutnya adalah musyawarah masyarakat yang membahas tentang hasil temuan asesmen awal penggunaan kontrasepsi. Pertemuan yang dilakukan ini diharapkan sebuah program/ intervensi yang dibutuhkan masyarakat. Pengabdian masyarakat dilakukan edukasi penggunaan beberapa jenis alat/ metode kontrasepsi serta mitos dan faktanya. Kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih 2 Kegiatan ini mengundang warga yang berstatus sudah menikah dengan target sasarannya adalah ibu usia subur. Penyuluhan ini melibatkan kedua belah pihak juga diharapkan para suami istri bisa memberikan dukungan secara bersama-sama Dalam kegiatan penyuluhan kesehatan ini dilakukan dengan pendekatan ceramah terstruktur dan metode Fokus Group Diskusi hal ini memberikan sarana dalam mempercepat pemahaman dari masyarakat. Tahap selanjutnya dalam melakukan kegiatan pengabdian kepada masayrakat ini menggunakan leaflet yang akan diberikan kepada masayarakat HASIL PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang pertama kali dilakukan adalah melakukan konfirmasi hasil temuan selama penilaian dasar penggunaan Setelah memaparkan hasil penilaian dasar, dilakukan diskusi mengenai prioritas masalah dan solusi atas temuan yang dipaparkan. Berdasarkan hasil musyawarah disepakati bahwa keingintahuan masyarakat tentang metode kontrasepsi dan rendahnya partisipasi suami dalam program KB merupakan masalah yang perlu mendapatkan penanganan segera. Oleh karena itu, intervensi Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm yang dilakukan yaitu melakukan edukasi kepada masyarakat khususnya para suami di Wanasari dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan akan jenis dan metode kontrasepsi serta fungsi hingga kegunaan KB secara utuh. Intervensi yang dilakukan diharapkan agar para bapak juga memiliki sikap positif tentang metode kontrasepsi sehingga dapat mendukung pelaksanaan program KB. Hasil pemantauan terlihat peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini terbukti banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung kemauan dalam penggunaan alat kontrasepsi antara lain pendidikan atau konseling berbasis pasangan, pengambilan keputusanbersama mengenai penggunaankontrasepsi, memobilisasi pria sebagai mitra untuk menciptakan kesadaran dan kemauan untuk mengadopsi metode kontrasepsi, dan mengizinkan serta mendukung pasangan untuk menggunakan metode kontrasepsi. Lebih lanjut, sebuah studi merekomendasikan tiga macam pendekatan, yaitu melibatkan pria sebagai klien secara eksklusif, diikuti dengan melibatkan priasebagai mitra, dan melibatkan pria sebagai agen perubahan. Setiap kegiatan yang berlangsung selama proses kegiatan ini menitik beratkan pada dorongan kemauan pada kaum pria sebagai bagian dari pasangan wanita agar memberikan dukungan terhadap penggunaan kontrasepsi yang akan di gunakan selama proses perjalanan kehidupan berumah tangga. Sedangkan Selain itu. Meningkatnya pengambilan keputusan perempuan mengenai keluarga berencana memberikan manfaat seperti menjaga kesehatan dan hak-hak perempuan, mengurangi angka kematian ibu dan anak, menghindari kehamilan yang tidak direncanakan dan aborsi, mengurangi angka kesuburan jangka panjang, dan meningkatkan status ekonomi rumah tangga. Keputusan perempuan dalam menggunakan KB mempunyai banyak manfaat bagi keluarga pada khususnya dan masyarakat luas, termasuk kemampuan untuk menantang dan mengontrol pada tingkat interpersonal, meningkatkan pilihan terhadap metode KB, menantang norma dan budaya yang ada untuk melakukan KB. secara efektif meningkatkan kesejahteraan mereka, meningkatkan kesadaran perempuan tentang jenis metode keluarga berencana dan membangun kapasitas mereka untuk menghadapi Upaya untuk melibatkan suami dalam program KB telah dilakukan dibeberapa negara melalui beberapa sehingga mereka memiliki sikap yang positif terkait norma gender. Beberapa studi terdahulu menyatakan bahwa peran sentral keterlibatan pria dalam keluarga berencana di pengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 April 2024 https://journal-mandiracendikia. com/index. php/pkm Kurangnya informasi dan pemahaman dikalangan pria dapat mengakibatkan asumsi yang salah tentang efek samping dan sikap negatif terhadap metode kontrasepsi Selain itu, keterlibatan pria secara aktif dan terus menerus menurut studi terdahulu terbukti mampu meningkatkanpartisipasi dalam KB dan secara umum safe Strategi yang dilakukan antara lain dengan membentuk motivator KB pria, memilih waktu yang tepat misalnya akhir pekan dalam penyelenggaraan kegiatan KB yang melibatkan pria, serta mendesain tempat kerja yang mengkampanyekanketerlibatan pria dalam KB dan upaya safe motherhood. Dalam kaitan ini peningkatan pengetahuan yang dialami oleh masyarakat akan memberikan sebuah alternative perubahan pola pikir yang akan memberikan keadaan sehat pada masyarakat, kendati demikian ada beberapa masyarakat masih melihat penggunaan KB akan memberikan suatu keadaan dimana memberikan dilema bagi mereka berkaitan dengan factor agama. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan akan peningkatan penetahuan mengenai Kontrasepsi di Wanasari, masyarakat akan berkomitmen untuk menerapkan gaya hidup yang modern dengan penggunaan kontrasepsi sehat untuk mencegah kehamilan dan factor risiko lainnya. Program pengabdian kepadamasyarakat dengan metode edukasi tentang kontrasepsi terbukti secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan pria dalam isu keluarga berencana. Selain itu, keterlibatan masyarakat khususnya suami/pria sangat berperan, kepedulian atau rasa memiliki . ense of ownershi. merupakan kunci keberhasilan program keluarga berencana. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Tokoh Masyarakat setempat yang berada dalam kawasan desa Wanasari yang telah membantu serta membimbing kami dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. DAFTAR PUSTAKA