Implementation of Community Empowerment Integration in Belida Fish Conservation through a Supporting Ecosystem Model Hendrata Wahyuesa Priambudi*1 Article Info *Correspondence Author *Prospect Institute How to Cite: Priambudi. Hendrata Wahyuesa. Implementation Community Empowerment Integration in Belida Fish Conservation through a Supporting Ecosystem Model. Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4 . Article History Submitted: 14 April 2025 Received: 21 Juni 2025 Accepted: 31 Juli 2025 Correspondence E-Mail: wahyuesa@arjunaw Abstract Biodiversity loss represents a critical global environmental challenge, with Indonesia experiencing notable impacts, including the extinction of the Belida fish and the decline of various indigenous freshwater species. Despite increasing national demand for fish consumption, this trend has not translated into improved socioeconomic outcomes for aquaculture households. To address these intersecting challenges, the Belida Musi Lestari Program, initiated by PT Kilang Pertamina Refinery Unit i Plaju, seeks to integrate species conservation with local community empowerment. The program adopts the Biodiversity Conservation Based on Local Community for Sustainability Model, which emphasizes participatory conservation practices supported by multi-stakeholder collaboration and structured support systems. Preliminary outcomes indicate significant ecological and socioeconomic impacts. The program has contributed to a measurable increase in the population of Belida fish and facilitated the reclassification of the Javanese Belida (Notopterus notopteru. to a lower conservation threat level. Concurrently, members of local Fish Farmers Groups have successfully conducted breeding and rearing of both commercially valuable and endemic freshwater species. The integration of conservation and livelihood strategies has resulted in increased household income, driven by improved feed supply systems, and revenue generated from the sale of fry and market-ready fish. These findings suggest that communitybased conservation models hold significant potential for reconciling biodiversity preservation with rural economic development. Keywords Conservation Model. Community Empowerment. Fish Farmers Group Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. https://doi. org/10. 55381/jpm. https://prospectpublishing. id/ojs/index. php/jpm/index p-ISSN: 2827-8224 | e-ISSN: 2828-0016 Creative Commons Share Alike CC-BY-SA: This work is licensed under a Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Creative Commons Attribution- Share-Alike 4. 0 International License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. which permits non-commercial use, reproduction, and distribution of the work without further permission provided the original work is attributed as specified on the Prospect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat and Open Access pages. Penerapan Integrasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Konservasi Ikan Belida melalui Model Ekosistem Pendukung Hendrata Wahyuesa Priambudi Article Info *Korespondensi Penulis *Prospect Institute Email Korespondensi: Abstrak Kehilangan keanekaragaman hayati telah menjadi isu global yang juga terjadi di Indonesia, salah satunya adalah kepunahan ikan Belida dan kelangkaan spesies ikan lokal. Kendati demikian, tingginya kebutuhan akan konsumsi ikan tidak beriringan dengan kesejahteraan rumah tangga budi daya perikanan. Melalui Program Belida Musi Lestari yang dijalankan oleh PT Kilang Pertamina Refinery Unit i Plaju, bertujuan agar upaya konservasi ikan Belida dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat khususnya bagi pembudi daya perikanan air Implementasi program ini menerapkan skema Biodiversity Conservation Based on Local Community for Sustainability Model dimana proses konservasi ikan belida berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat melalui support system dan didukung oleh berbagai Program ini telah berhasil meningkatkan jumlah individu ikan Belida serta menurunkan status perlindungan ikan Belida Jawa (Notopterus notopteru. Keberhasilan program juga dirasakan oleh Kelompok Pembudi daya Ikan (Pokdaka. yang telah berhasil memijah dan mendederkan ikan air tawar baik ikan konsumsi maupun ikan lokal. Keberhasilan tersebut telah berdampak pada peningkatan pendapatan baik dari hasil suplai pakan terhadap ikan Belida maupun hasil dari penjualan bibit ikan serta ikan siap konsumsi. Kata Kunci Model Konservasi. Pemberdayaan Masyarakat. Kelompok Pembudi daya Ikan A Priambudi Pendahuluan Permasalahan kehilangan biodiversitas (Biodiversity Los. telah menjadi permasalahan global dan turut berdampak pada varietas endemik yang ada di Indonesia khususnya ikan Belida. Berdasarkan status yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List bahwa ikan Belida dengan jenis Chitala Lopis telah dinyatakan Extinct atau mengalami kepunahan. Gambar. Penetapan status punah . pada ikan Belida Chitala Lopis oleh IUCN Sumber: International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, 2024 Penurunan populasi ikan belida dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan faktor lingkungan, penurunan habitat ikan Belida akibat modifikasi daerah aliran sungai sehingga mempengaruhi populasi dan menyebabkan perubahan morfologi, reproduksi, dan survival pada ikan (Stearn. Penurunan habitat tersebut menyebabkan ikan Belida menjadi bermigrasi ke lokasi perairan yang cenderung kondusif dan aman seperti di dekat perpohonan, rerumputan sungai, hingga dibawah dermaga di sepanjang Sungai Musi. Faktor lingkungan lainnya yang mempengaruhi penurunan populasi ikan Belida yaitu introduksi ikan invasif asing yang berdampak menurunkan keanekaragaman hayati ikan asli. Berdasarkan analisis dari 31 studi kasus introduksi ikan asing di kawasan perairan sungai, sebesar 77% introduksi ikan asing atau ikan predator berdampak pada penurunan populasi ikan asli di suatu kawasan perairan yang selanjutnya menjadi pengaruh kepunahan spesies tertentu sehingga menurunkan keanekaragaman hayati. Faktor sosial dan ekonomi juga menjadi penyebab lainnya yang berdampak pada penurunan keanekaragaman hayati ekosistem perairan. Penangkapan ikan secara berlebihan atau yang sering disebut sebagai overfishing serta eksploitasi ekosistem perairan telah terjadi sejak lama dan menjadi permasalahan yang telah menjadi perhatian Internasional sebagai tindakan penangkapan ikan yang tidak ramah terhadap lingkungan. Kondisi masyarakat sekitar yang masih minim dalam pengetahuan praktik perikanan berkelanjutan juga berpengaruh terhadap penurunan spesies dikarenakan ikan Belida selama ini hanya diburu untuk dijual sebagai kepentingan konsumsi semata tanpa adanya proses pelestarian atau pembudi dayaan ikan Belida yang dapat meningkatkan jumlah individu Ikan Belida. Permasalahan penurunan kuantitas dari populasi ikan tentunya tidak sebatas pada A Priambudi ancaman kepunahan ikan Belida saja. Lebih dari pada itu, populasi ikan endemik lainnya seperti ikan Gabus, ikan Jelawat, ikan Tembakang, dan ikan Betok perlu dilakukan mitigasi agar kepunahan ikan Belida tidak meluas kepada ikan Ae ikan lokal lainnya. Kondisi ekosistem perikanan yang mulai menurun produktivitasnya telah ditandai dengan menurunnya keanekaragaman varietas ikan dari hasil tangkapan nelayan di Sungai Musi. FAO (Food and Agriculture Organizatio. sebagai Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyampaikan bahwa adanya kebutuhan protein perikanan tidak akan dapat mencukupi jika memanfaatkan sub-sektor perikanan tangkap saja. Pernyataan dari FAO tersebut secara langsung sebagai penanda bahwa perikanan tangkap terus mengalami penurunan sehingga sebagai subtitusinya diperlukan sub-sektor perikanan yang lain yaitu subsektor perikanan budi daya (Nations, 2. Kendati demikian, adanya kebutuhan konsumsi ikan tidak diimbangi dengan kesejahteraan pembudi daya ikan di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Selatan, menyebutkan bahwa Angka Konsumsi Ikan masyarakat pada tahun 2023 berada di angka 43,68/Kg/Kap/Tahun. Sedangkan jumlah Rumah Tangga Perikanan Budi daya di Kabupaten Banyuasin terdapat 2. 308 rumah tangga dari total 73. 569 di Sumatera Selatan pada tahun 2023 (BPS, 2. Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Nilai Tukar Pembudi daya Ikan (NTP. wilayah Sumatera Selatan berada di angka 95,53 atau urutan kelima terendah dan masuk dibawah rerata Nasional yang mencapai angka 103,82 (BPS. Databoks, 2. Sehingga berdasarkan data tersebut, dapat dikatakan para pembudi daya ikan belum memiliki kehidupan yang layak khususnya di Sumatera Selatan. Sebagai upaya menjawab permasalahan. PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i Plaju telah mengaplikasikan metode konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat yaitu Model Ekosistem Pendukung Konservasi (Belida Conservation Based on Local Community For Sustainability Mode. Penerapan metode tersebut menjadikan konservasi dapat berjalan beriringan dengan implementasi pemberdayaan masyarakat yang melibatkan masyarakat untuk diberdayakan sebagai aspek pendukung berjalannya konservasi Ikan Belida. Metode Model ekosistem pendukung konservasi yang menjadi gagasan PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i merupakan gagasan yang diciptakan sebagai upaya menangani masalah utama berupa biodiversity loss dengan permasalah turunannya yaitu ancaman kepunahan ikan Belida di Sungai Musi serta tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar Sungai Musi yang rendah. Ekosistem pendukung konservasi tersebut bertajuk Belida Conservation Based on Local Community For Sustainability Model telah berhasil didaftarkan sebagai Hak Cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra dengan nomor pendaftaran EC002024213467 dan nomor pencatatan 000785899. Model yang telah diimplementasikan tersebut tidak serta merta berfokus pada individu Belida. Lebih dari pada itu, konservasi yang telah berjalan berhasil memberdayakan masyarakat yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan sekaligus memperluas cakupan stakeholder yang terlibat dalam program Belida Musi Lestari. A Priambudi Gambar. Skema Biodiversity Conservation Based on Local Community for Sustainability Model Sumber: Deskripsi Hak Cipta Biodiversity Conservation Based on Local Community for Sustainability Model, 2024 Biodiversity loss merupakan landasan permasalahan utama lahirnya model konservasi ini dimana ancaman kepunahan ikan Belida di Sungai Musi menjadi masalah yang perlu Selain itu, kehilangan keanekaragaman hayati juga berperan pada tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar Sungai Musi yang rendah. Kondisi tersebut dikarenakan Sungai Musi menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat. Karena kompleksitas permaslaahan yang juga berkaitan dengan masalah sosial, penerapan Biodiversity Conservation Based on Local Community for Sustainability Model dapat efektif untuk model konservasi sekaligus memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan melalui skema ekosistem utama dan ekosistem pendukung konservasi ikan Belida melalui program Belida Musi Lestari yang dijalankan oleh PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i Plaju. A Priambudi Gambar. Skema Biodiversity Conservation Based on Local Community for Sustainability Model yang telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual dan mendapatkan Surat Catatan Ciptaan pada 28 Oktober 2024 Sumber: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dirjen Kekayaan Intelektual, 2024 Pembahasan Rencana strategis program Belida Musi Lestari Program Belida Musi Lestari merupakan program yang berawal dari tahun 2019 sebagai upaya PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i melakukan konservasi ikan Belida yang merupakan ikan endemik Sumatera Selatan. Memasuki tahun 2022. Belida Musi Lestari mulai berjalan sebagai program pemberdayaan masyarakat. Berjalannya kegiatan program yang bersifat pemberdayaan masyarakat dimulai pelaksanaannya di wilayah Kecamatan Banyuasin 1. Kabupaten Banyuasin. Program Belida Musi Lestari telah direncanakan tidak hanya sekedar menjadi program konservasi Ikan Belida, namun lebih dari itu bahwa Belida Musi Lestari berhasil merancang sebuah ekosistem pendukung konservasi berkesinambungan yang memberdayakan masyarakat. Tabel: Rencana Strategis Program Belida Musi Lestari Mitigasi domestikasi ikan Identifikasi morfologi dan genetik ikan Belida Pengembangan perkawinan semi buatan untuk ikan Belida Pengembangan bank semen ikan Belida Pusat edukasi perikanan air tawar berbasis A Priambudi Pemenuhan siklus proses pendederan ikan Pemenuhan siklus proses pemijahan ikan Pengembangan UMKM olahan Perikanan Suplementasi hormonal dan ekspresi Gen GH & GF Domestikasi ikan Belida Jawa Pengembangan Proses bisnis end-to-end perikanan lokal & konsumsi Pengembangan koperasi pakan a a a a Domestikasi ikan belida Pakan Berdikari Benih Berdikari Produk UMKM Berdikari Sumber: Dokumen Rencana Strategis (Renstr. CSR PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i Plaju Peran pemberdayaan masyarakat & Keterlibatannya dalam konservasi Belida Salah satu komponen penting dalam ekosistem pendukung konservasi ikan Belida adalah peran serta masyarakat sebagai support system. Keberhasilan konservasi ikan Belida salah satunya didukung dengan adanya persediaan pakan yang memadahi. Walau ikan Belida telah ditangkarkan secara eksitu, kebutuhan akan pakan tidak serta merta juga digantikan menggunakan pakan jadi seperti pelet. Oleh sebab itu, ikan hidup dengan ukuran 2 hingga 5 cm menjadi kebutuhan pakan utama. Adanya kebutuhan tersebut, menjadikan peran masyarakat khususnya Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdaka. Barokah dan Tunas Makmur sebagai support sistem konservasi Ikan Belida yang memberdayakan masyarakat. Selama proses pemberdayaan masyarakat Program Belida Musi Lestari, terdapat dua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdaka. yang telah diberdayakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i Plaju bernama Pokdakan Barokah dan Pokdakan Tunas Makmur. Kedua kelompok tersebut berfokus pada kegiatan pemberdayaan melalui budi daya ikan air tawar di Desa Sungai Gerong. Banyuasin yang juga dipersiapkan sebagai bagian support system konservasi Ikan Belida. Pokdakan telah diberikan berbagai pelatihan seperti pelatihan pemijahan ikan, pelatihan pendederan ikan, hingga pelatihan pembuatan pakan ikan berbasis maggot sebagai subtitusi untuk mencegah ketergantungan terhadap pelet ikan kemasan pabrik. Selain itu, anggota Pokdakan juga telah dibekali fasilitas penunjang seperti waring, kolam bioflok, bibit dan indukan ikan bersertifikat, rumah budi daya maggot, hingga mesin pengolah pakan ikan. Gambar. Pemenuhan kebutuhan pakan untuk ikan Belida oleh anggota Pokdakan Sumber: Dokumentasi PT KPI RU i A Priambudi Berbagai jenis ikan konsumsi dan ikan lokal seperti ikan lele, ikan sepat siem, ikan sepat mata merah, dan ikan tembakang telah berhasil dibudi dayakan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdaka. di Desa Sungai Gerong yang pada proses pembudi dayaan tersebut juga menghasilkan anak ikan untuk pemenuhan kebutuhan pakan bagi ikan Belida. Suplai pakan bagi ikan Belida dikelola oleh Pokdakan Barokah dan Tunas Makmur secara bergantian menyediakan stok ikan hidup dan diantarkan menuju lokasi budi daya ikan Belida di Kampus C Universitas PGRI. Sematang Borang. Kota Palembang. Aktivitas pemenuhan pakan bagi ikan Belida tersebut mampu meningkatkan penghasilan anggota Pokdakan dengan total sejumlah Rp45. 750/tahun Gambar. Aktivitas panen ikan oleh anggota Pokdakan Sumber: Dokumentasi PT KPI RU i Keberhasilan anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdaka. dalam mengelola budi daya perikanan air tawar di Desa Sungai Gerong berdapak positif terhadap keberlangsungan konservasi ikan Belida. Bahkan dengan berjalannya budi daya dapat dikembangkan lebih lanjut oleh anggota Pokdakan dengan penjualan ikan konsumsi serta bibit ikan seperti patin, nila, lele, gurami, gabus, serta beberapa jenis ikan lokal. Selama berjalannya budi daya oleh Pokdakan telah meningkatkan pendapatan Pokdakan dari hasil penjualan bibit ikan sebesar Rp108. 000/tahun dan dari penjualan ikan konsumsi sebesar Rp84. 000/tahun. Keberhasilan program dalam menjawab permasalahan Program Belida Musi Lestari yang telah berjalan sejak tahun 2022, kini telah berhasil meningkatkan populasi ikan Belida. Setidaknya terdapat 3 jenis spesies ikan Belida yang dikonservasi yaitu Chitala Lopis. Chitala Borneensis, dan Notopterus Notopterus. Belida yang berhasil dilakukan konservasi telah berhasil meningkat jumlah individunya setiap tahun. Pada tahun 2022, terdapat ikan Belida sejumlah 86 ekor, lalu pada tahun 2023 bertambah menjadi 209 ekor, dan tahun 2024 bertambah menjadi 378 ekor. Adanya penambahan jumlah individu Belida tersebut selain dari hasil perkembangbiakan, juga karena adanya upaya penyelamatan atau rescue untuk mencegah ikan Belida diperjualbelikan. Upaya rescue yang telah dilakukan meliputi beberapa wilayah di Indonesia, seperti: Riau. Jambi. Lampung. Kalimantan Barat. Kalimantan Timur. Jawa tengah (Rawa Penin. , dan beberapa wilayah di Sumatera Selatan. A Priambudi Gambar. Proses rescue ikan Belida di Kecamatan Indralaya. Kabupaten Ogan Ilir Sumber: Dokumentasi PT KPI RU i Keberhasilan Program Belida Musi Lestari salah satunya juga dibuktikan dengan penerbitan kebijakan baru dari Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024 tentang Perlindungan Terbatas Ikan Belida Jawa (Notopterus Berdasarkan Kepurusan Menteri tersebut, menyebutkan bahwa perlindungan Ikan Belida Jawa menjadi status perlindungan terbatas berdasarkan periode waktu tertentu dan/atau ukuran tertentu dari yang sebelumnya berstatus perlindungan penuh. Adanya penurunan status perlindungan Ikan Belida Jawa menjadi salah satu upaya PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i Plaju agar Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdaka. yang telah diberdayakan dapat membudi dayakan Ikan Belida Jawa. Kendati demikian, pemanfaatan Ikan Belida Jawa masih dalam pembatasan. Setidaknya terdapat ketentuan dimana Ikan Belida Jawa dilarang ditangkap saat bulan Oktober hingga Desember, serta dilarang menangkap Ikan Belida Jawa dengan ukuran panjang dibawah atau sama dengan 18 cm. Pembatasan tersebut tentunya bertujuan sebagai kontrol agar penurunan status Ikan Belida Jawa tidak serta merta menjadi alasan eksploitasi yang berdampak pada kelangkaan Ikan Belida Jawa. A Priambudi Gambar. Status perlindungan Ikan Belida Jawa yang telah diturunkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 83 Tahun 2024 Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Keterlibatan stakeholder dalam mendukung keberhasilan program Status ikan Belida yang telah dinyatakan punah atau extinct oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) menjadi suatu tantangan tersendiri selama proses konservasi. Proses konservasi ikan Belida yang sebelumnya melibatkan Pokdakan Mulia Terkendala dengan adanya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021 dimana ikan Belida hanya diperbolehkan ditangkarkan / dibudi dayakan oleh instansi terkait di bidang riset dan pendidikan. Menyikapi kondisi tersebut. PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga riset Nasional yang berperan sebagai mitra yang melakukan konservasi ikan Belida secara langsung dan Universitas PGRI Kota Palembang sebagai instansi pendidikan yang juga berkontribusi mempersiapkan lokasi konservasi eksitu di Kampus C Universitas PGRI. Sematang Borang. A Priambudi Gambar. Kerjasama konservasi ikan Belida bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas PGRI Kota Palembang (Kampus C) Sumber: Dokumentasi PT KPI RU i Kerjasama dengan stakeholder pada program Belida Musi Lestari tidak hanya dalam lingkup konservasi ikan Belida saja. Lebih dari itu, peran pemerintah juga turut berkontribusi terhadap keberhasilan program. Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin menjadi stakeholder utama dalam proses pemberdayaan masyarakat Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdaka. Barokah dan Tunas Makmur di Desa Sungai Gerong. Terdapat berbagai kegiatan yang turut didukung oleh Dinas Perikanan seperti pelatihan pengelolaan budi daya ikan air tawar hingga pelengkapan pendukung budi daya perikanan sehingga perkembangan kelompok pembudi daya ikan menjadi lebih optimal. Gambar. Monitoring bersama Dinas Perikanan Banyuasin di Pusat Kawasan Budi daya Ikan Air Tawar Desa Sungai Gerong Sumber: Dokumentasi PT KPI RU i A Priambudi Kesimpulan Program Belida Musi Lestari yang diinisiasi oleh PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i Plaju telah berkontribusi menjaga serta membudidayakan ikan Belida (Chitala lopi. yang telah dinyatakan oleh punah oleh IUCN serta species ikan belida lainnya dengan menerapkan skema Biodiversity Conservation Based on Local Community for Sustainability Model. Melalui skema tersebut, memungkinkan PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit i Plaju menjalankan program Belida Musi Lestari dengan melibatkan berbagai stakeholder seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Universitas PGRI Kota Palembang untuk konservasi dan riset ikan Belida. Selain itu, pelibatan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdaka. menjadi sistem pendukung konservasi melalui suplai pakan bagi ikan Belida dan secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat melalui budi daya ikan konsumsi dan ikan lokal sekaligus diversifikasi olahan ikan. Pelibatan masyarakat sebagai support system tidak hanya sekedar menambah penghasilan dari suplai ikan kecil untuk makanan ikan Belida, melainkan lebih dari itu menjadikan masyarakat terlibat secara langsung dalam proses konservasi serta meningkatkan kepedulian masyarakat akan keanekaragaman hayati. Memasuki tahun 2024 atau tahun ke-3 implementasi program. Belida Musi Lestari telah berdampak pada keberlanjutan species Ikan Belida serta beriringan dengan dampak positif yang dirasakan oleh kelompok masyarakat sebagai support system konservasi. Keberlanjutan program tercapai dengan adanya keberhasilan peningkatan jumlah Ikan Belida yang ditangkarkan hingga sejumlah 378 ekor dari hasil kerjasama lintas stakeholder. Bersamaan dengan itu, support system konservasi belida telah membentuk kawasan pusat perikanan terintegrasi . nd to en. di Desa Sungai Gerong sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan pendapatan hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam membudiayakan ikan air tawar. Daftar Pustaka