MODERATION: Journal of Islamic Studies Review Volume. Number. Maret 2026 p-ISSN: 2776-1193, e-ISSN: 2776-1517 Hlm: 23-34 Journal Home Page: http://journal. id/index. php/moderation/index KOMPARASI PEMBAHARUAN ISLAM: Yudian Wahyudi dan Sayyid Ahmad Khan Kholfan Zubair Taqo Sidqi. Sadari2 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Institut Pembina Rohani Islam Jakarta2 aa650@ums. sadari@iprija. Abstract: This article compares Yudian Wahyudi with world figures. The goal is none other than the spirit of Auwinning the appeal . enang bandin. Ay and Auwinning the match . enang tandin. Ay but not Aufighting . erang tandin. Ay This article is a comparison of Islamic reform between Yudian Wahyudi and Sayyid Ahmad Khan regarding the idea of Islamic progress. Yudian Wahyudi and Ahmad Khan do indeed appear to be fellow modern Islamic reformers. There are certainly similarities, but it is precisely these differences that we certainly need to examine. At first glance, this article describes in detail the striking differences. However. Yudian Wahyudi seems to be more different than just an Islamic reformer. Why is that? Because his ideas, concepts, and thoughts are very new. That is the novelty of Yudian Wahyudi that Ahmad Khan does not have, considering that Yudian Wahyudi himself has written about Ahmad Khan with the title: Al-Afghani and Ahmad Khan on Imperialism: A Comparison from the Perspective of Islamic Legal Philosophy. Therein, the advantages and differences that other thinkers have not yet discovered are discovered. One of the novelties of his thinking. Yudian Wahyudi advocated the need for experimental sciences in Islamic education, particularly in the Islamic boarding schools . and Sufi orders . Keyword: Islamic Reform. Yudian Wahyudi. Sayyid Ahmad Khan Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari: [Komparasi Pembaharuan Islam: Yudian Wahyudi Dan Sayyid Ahmad Kha. 23 | Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari PENDAHULUAN Pendidikan Islam tidak hanya menekankan aspek ruhaniah dan aspek ukhrawiah Kehadiran Pendidikan Islam mampu memberikan kontribusi konkret kepada negara dan warganya. Kenyataan logis karena selain membentuk manusia yang bertakwa kepada Allah Swt, juga mampu menggunakan logikanya secara baik, berinteraksi sosial dengan baik dan bertanggung jawab. Dengan kata lain, kehadiran pendidikan Islam berfungsi membina potensi spiritual, emosional dan intelektual secara utuh dan seimbang. Ke tiganya terintegrasi dalam serangkaian aktivitas sehingga setiap individu bertransformasi menjadi insan kamil. Oleh karena itu, tidak bisa dikatakan seimbang manakala salah satu aspek ditinggalkan, apalagi dihilangkan. Aspek dunia akherat, aspek jasmani rohani maupun aspek lahir batin, bersambung lebih nyata dengan adanya sains, pengetahuan, sosial, serta budaya. Sebagai negara bekas koloni negara Eropa, keberadaan India dan Indonesia pada masa lampau sarat dengan penjajahan dan kekerasan tiada akhir. Penjajahan ini banyak menimbulkan kesengsaraan, kemiskinan, keterbelakangan, dan memprihatikan. Perlawanan yang dilancarkan pribumi mayoritas mampu dipatahkan oleh penjajah. Perlawanan bersenjata memang me-nimbulkan kerugian bagi musuh, namun para penjajah lebih cerdik dalam memanfaatkan situasi, sehingga perlawanan pribumi menjadi gagal dan jauh dari keberhasilan. Tulisan ini menyajikan dan sekaligus mengkomparasikan tokoh yaitu Sayyid Ahmad Khan dari India koloni Inggris dan Yudian Wahyudi dari Indonesia merdeka yang berperan sebagai intelektual muslim kontemporer. METODE KOMPARASI Latar Belakang Tokoh Dan Cara Pandang Tentang Pemikiran Islam Masa Modern Biografi Sayyid Ahmad Khan (SAK) Nama lengkapnya adalah Sayyid Ahmad Khan Ibnu al-Muttaqi Ibnu al-Hadi al Hasani al-Dahlawi. SAK adalah putra Sayyid Muhammad Muttaqi Khan (Mir Muttaq. Ia lahir di Delhi pada tanggal 17 Oktober 1817. Nenek moyangnya berasal dari semenanjung Arabia, kemudian hijrah ke Herat selanjutnya menuju ke India selama pemerintahan Sultan Akbar Shah. 1 Ayah SAK memiliki posisi dari pengaruh besar di Kerajaan Mughal pada masa pemerintahan Akbar Syah II . 6-1837 M). Kakek SAK. Sayyid Hadi pernah menjabat sebagai pimpinan militer pada masa pemerintahan Sultan Alaghir II . Di sisi lain, silsilah keturunan kakek dari pihak ibu. Khawaja Fariduddin, pernah menjadi perdana menteri pada Raja Mughal Akbar Syah II selama kurang lebih 8 tahun. Jadi, silsilah nenek moyang SAK dari pihak ayahnya masih memiliki hubungan pertalian darah dengan Nabi Muhammad Saw . elalui Sayidina Husain R. A anak dari keturunan Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Thali. Beliau dijuluki Sayyid dikarenakan masih ada pertalian darah hingga nasab ke baginda Rasulullah Saw. Di samping itu. SAK mendapatkan gelar dari Inggris (Si. karena telah berjasa menemukan dialog antara pejuangpejuang India dengan Penjajah Inggris. Ayah SAK merupakan tokoh tarekat Naqsyabandiyyah. Orangtua SAK telah menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani putra mereka. Selain mempelajari Al-QurAoan, ulum Al-QurAoan. Hadits, ulum Hadits. SAK juga mempelajari bahasa Persia dan Arab, matematika, mekanika, geometri, ilmu kedokteran dan Sejarah. SAK juga banyak menghabiskan waktu senggang dengan membaca buku ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu,3 sehingga sebagai pemuda yang berwawasan luas, berpikiran maju, dan dapat menerima segala ilmu pengetahuan modern. Bahkan, para cendekiawan muslim internasional memasukkan SAK sebagai tokoh pembaharuan Islam abad ke-19 yang mempunyai gagasan brilian. 1Martijn Theodoor Houtsma. The First Encyclopedia of Islam (Leiden: E. Brill, 1. , 199. 2Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. AoEnsiklopedi IslamAo (Ichtiar Baru Van Hoeve, 1. , 85. 3 Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. , 86. 24 | MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 | Hidup di lingkungan Istana membuat SAK serba kecukupan. Namun, setelah ayahnya wafat tahun 1838 M, barulah SAK bekerja di E. C (East Indian Compan. kongsi perdagangan Inggris yang terkenal di India pada masa pemerintahan Inggris. SAK juga memegang jabatan kepamongprajaan dan pertama sekali diangkat sebagai hakim adalah tanggal 21 Desember 1841 di Mainpuri. Kemudian dipindahkan ke daerah Bignaur dan pada tahun 1846 ia kembali pulang ke Delhi untuk melanjutkan studinya. Untuk mendapatkan penghasilan tambahan. SAK juga bekerja sebagai juru tulis/ketik di Departemen Pemasyarakatan (Criminal Departemen. di Delhi. 4 Pekerjan ini mendapat kritikan dari keluarganya yang sangat anti-Inggris. Bekerja dan belajar terus digelutinya sepanjang jalan masa mudanya, sehingga pada umur 24 tahun, tepatnya pada tahun 1841 M, ia diangkat sebagai Munshif . embantu Haki. di Patihpur Distrik Agra. Pada tahun 1869-1870. SAK mengunjungi Inggris dan berkesempatan mempelajari sistem pendidikan di Universitas Cambrige. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mempelajari cara pengolahan institusi tinggi bagi umat Islam. Pada 1874, ia telah merampungkan rencana pendirian Mohammadan Anglo Oriental College (MAOC) berpusat di Aligarh. Ia bekerja keras untuk mewujudkan impiannya. Akhirnya, pada 1877 peletakan batu pertama College ini dilakukan oleh Lord Lytton, raja muda Inggris di India. Lembaga ini dibentuk sesuai dengan model perguruan tinggi di Inggris dan bahasa Inggris menjadi bahasa pengantarnya. Di sini ilmu pengetahuan modern merupakan mata kuliah pokok tanpa mengabaikan pendidikan agama. Bahkan, ketaatan menjalankan ibadah sangat diperhatikan sekali. Sekolah ini terbuka untuk umum dan tidak Dalam upayanya meningkatkan dan menyeragamkan standar mutu pendidikan secara nasional, di tahun 1886 diadakanlah konfrensi tentang pendidikan. Tujuan lembaga Muhammedan Educational Conference ini, ialah menyebarluaskan pendidikan Barat di kalangan umat Islam, mengevaluasi pendidikan agama yang diberikan di sekolah-sekolah pemerintah dan yang dikelola oleh golongan Islam serta menunjang pendidikan agama yang diberikan di sekolah-sekolah swasta. SAK merupakan seorang figur pemikir Islam India terbesar, yang mengisi kesenjangan intelektual abad pertengahan dan periode modern. Peranannya sangat vital bagi kebangkitan kembali kaum Muslimin India, dan dia memperkenalkan kepada mereka liberalisme Barat dan pemikiran-pemikiran bercorak rasional. Dua puluh tahun terakhir 1877-1898 adalah masa yang paling indah baginya, karena impiannya mendirikan perguruan tinggi modern terwujud, sebuah karya monumental sebagai bapak pendidik sesuai dengan mottonya: AuDidiklah, didiklahAy. SAK akhirnya meninggal dunia pada 27 Maret 1898. Beliau dimakamkan di wilayah Aligarh. India, 6 sebagai seorang tokoh utama kebangkitan Islam abad XIX. Biografi Kiai Yudian Wahyudi (KYW) Yudian Wahyudi, yang disingkat KYW, lahir di Balikpapan Kalimantan Timur pada tanggal 17 April tahun 1960. KYW sekarang berumur 63 tahun . , memiliki istri Siti Handaroh dan puteri tunggal bernama Hayu Qaimamunazzala yang menikah dengan Widya Priyahita Puji Budoyo dan punya 3 puteri: Cendekia Pijar Aksara (Ki. Svara Nalar Mulia (Ar. dan Nurani Bijak Bestari (Nur. Jadi, sekarang KYW punya 3 cucu perempuan. Pendidikan pesantren KYW diperoleh dari dua pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Tremas Pacitan lulus pada 1978. Selanjutnya di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta pada 1979. 4Muh Ilham Utsman dan Baharil. AuKontribusi Pemikiran Islam Sayyid Ahmad Khan di Dunia Islam IndiaAy, dalam Jurnal Pappasang 1. Vol. No. Juli-Desember 2020, 56. 5Muh Ilham Utsman dan Baharil. AuKontribusi Pemikiran Islam Sayyid Ahmad Khan di Dunia Islam IndiaAy, dalam Jurnal Pappasang 1. Vol. No. Juli-Desember 2020, 57. 6http://file. edu/Makhmud_Syafesayyid_Ahmad_Khan_Dan_Pembaharuannya. Pdf 7https://beritadiy-/pikiranrakyat/biodatayudianwahyudi. Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari: [Komparasi Pembaharuan Islam: Yudian Wahyudi Dan Sayyid Ahmad Kha. 25 | Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari KYW mengenyam pendidikan formal dengan menamatkan gelar Sarjana Muda . dan Sarjana Lengkapnya di Fakultas SyariAoah IAIN Sunan Kalijaga pada tahun 1987. Selain itu. KYW juga menyelesaikan gelar Sarjana Muda dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada pada tahun 1986. KYW juga pernah mengenyam pendidikan di luar negeri (Bara. dan menyelesaikan pendidikannya di McGill University dan Harvard Law School. Karya ilmiah KYW di antaranya. Hassan Hanafi on Salafism and Sekularism . Dari Tremas ke Harvard . , dan Berfilsafat Hukum Islam dari Harvard ke Sunan Kalijaga . KYW juga aktif dalam melakukan penerjemahan buku berba-hasa Inggris atau bahasa Arab. KYW kini telah menerjemahkan kurang lebih 40 buku berbahasa Arab, 13 buku bahasa Inggris, dan 2 buku berbahasa Prancis ke dalam bahasa Indonesia. Sejak 5 Februari 2020. KYW merupakan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kedua, menggantikan Yudi Latif. KYW pernah memiliki pengalaman sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga . menduduki jabatan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2016-2020. dan menjadi President of Asian Islamic Universities Asociation dua periode . KYW dikenal sebagai salah satu tokoh yang sering mengeluarkan pendapat dan opini cukup kontroversial. Beberapa isu atau pun pendapatnya yang menjadi ramai adalah pelarangan cadar bagi mahasiswi UIN Sunan Kalijaga, pernyataan agama musuh Pancasila, dan konstitusi di atas kitab suci. Namun KYW membantah pernyataannya tersebut dalam rangka untuk menyudutkan kelompok keagamaan tertentu. KYW menegaskan bahwa pernyataan tersebut harus dibaca secara utuh karena tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial yang dimaksud olehnya yakni terkait dengan politisasi agama. Beberapa waktu lalu ada kegiatan yang terjalin antara BPIP bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta menggelar acara bedah buku di Gedung Convention Hall berjudul AuPembaruan Islam Yudian Wahyudi: Komparasi dengan Hasbi Ash Shiddieqy. Hazairin. Nurcholish Madjid dan Quraish ShihabAy pada Rabu, 15 Desember Acara bedah buku bertajuk AuInternalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Festival Ide KebangsaanAy tersebut, diisi oleh Prof. Dr. KH. Agus Moh. Najib. Ag, selaku Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga dan Khoirul Anam selaku editor dari buku Pembaruan Islam Yudian Wahyudi. Secara garis besar, buku ini adalah pendekatan yang mengkomparasikan pemikiran Yudian dengan empat pemikir muslim kontemporer terutama dalam bidang filsafat dan hukum Islam, yaitu Hasbi Ash Shiddieqy. Hazairin. Nurcholish Madjid, dan Quraish Shihab. Melansir press release dari BPIP, buku ini memaparkan tawaran KYW soal gagasan pembaruan hukum Islam yang berasal dari kegelisahannya terhadap maraknya ide memberlakukan hukum Islam yang terkesan kaku. KYW juga tidak jarang melengkapi kekurangan dari pemikiran empat tokoh sebelumnya. Ketika dikerucutkan, setidaknya terdapat dua konsep gagasan pembaruan hukum Islam yang dapat disarikan dari pemikirannya. Pertama, mengisi hukum yang diterapkan di Indonesia dengan nilai-nilai Islam substantif. Kedua, mengkolaborasikan hukum Islam dengan nilai-nilai keindonesiaan (Aour. Bedah buku diawali dengan pemaparan dari Najib. Dalam pemaparannya. Najib mengatakan bahwa KYW memiliki sanad keilmuan kombinasi antara Barat dan Timur, sehingga KYW memiliki cakupan keilmuan yang luas. AuBidang keahlian Prof. Yudian sangat luas mulai dari politik, filsafat, hukum, pendidikan, dan Islam,Ay kata Najib. Berikutnya yang disampaikan oleh Najib adalah umat lslam perlu melihat alam sebagai bagian dari kehidupan secara Hal ini karena menurut Najib, untuk menguasai dunia, manusia dituntut untuk me-miliki kausa materialis dan spiritualis yang seimbang. 8Faiq Tobroni. Alif Jabal dan Habibullah, dkk. Pembaruan Islam AuSunan NKRIAy Prof. Yudian Wahyudi. Ph. D, editor: Khoirul Anam, cet. Ke-1 (Yogyakarta: Cakrawala, 2. 26 | MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 | Sepakat dengan Najib. Anam yang melanjutkan pema-paran juga setuju bahwa salah satu faktor yang menyebabkan peradaban umat Islam mundur adalah karena meninggalkan experimental sciences. AuKita beragama, menurut Prof. Yudian, hanya mengambil dari quraniyah saja dan melupakan bagian pentingnya terutama ilmu alam dan non alam,Ay kata Anam. Absennya experimental sciences ini juga yang mendorong lahirnya buku ini. AuBuku ini lahir dari situasi kondisi mundur-nya peradaban umat Islam yang meninggalkan experimental sciences,Ay kata Anam. Padahal, menurut Anam, di era disrupsi seperti saat ini, umat Islam membutuhkan pemikiran yang AuradikalAy dan progresif agar ilmu fiqh tetap dinamis dan tidak ditinggalkan oleh umat. Untuk mencapai hal ini, umat Islam perlu untuk mengaplikasikan dan membumikan teori empiris yang dimiliki. Dalam pidato pengantarnya. Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin. Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga me-ngatakan bahwa di balik sosoknya yang kontroversial. KYW sebenarnya adalah sosok pembaharu Islam. Sahiron bahkan mengatakan banyak masyarakat yang menganggap KYW sebagai Mujtahid atau pemikir lslam kontemporer. Anam yang juga ikut menyumbang tulisan dalam buku ini bahkan menyebut Yudian sebagai AuSunan NKRIAy. Hal ini karena KYW telah mendirikan dua yayasan dengan semangat menye-matkan label AuSunanAy dalam lembaga yang berada di bawah dua yayasannya. Pertama, adalah Yayasan Nawesea yang mempunyai TKIT. SDIT dan SMP Sunan Averroes. Kedua. Yayasan Tarekat Sunan Anbia. Itulah sebabnya pembaruan yang dilakukan Yudian ini disebutnya seperti AuSunan NKRIAy. PEMBAHASAN Pembaharuan Islam menurut SAK Rentetan peristiwa AupemberontakanAy sisa-sisa kekuatan Kerajaan Mughal terhadap tantara Inggris, membuat Inggris marah besar, sehingga membabat habis para pejuang Muslim Mughal. Menyaksikan peristiwa ini. SAK melakukan kritik terhadap para pejuang yang antiInggris yang hanya membawa banyak korban nyawa, di satu sisi dan, di sisi lain, hanya akan meralirkan dendam kesumat. SAK menyarankan agar konfrontasi diakhiri, diganti dengan kompromi antara pejuang anti-Inggris dan Inggris. Sebaiknya melakukan kompromi saja, mencari jalan tengah sebagai solusi dari perseteruan ini. Ia pun mulai melakukan kompromi bahwa muslim bukanlah aktor utama pejuang anti-Inggris. Para pejuang muslim AumarahAy kepada Inggris karena melakukan Kristenisasi di India. Di samping itu, tentara Inggris sering melakukan tindakan yang memicu penyerangan dan konfrontasi. SAK melakukan kompromi atas dua kubu yang saling menyerang. Karena jasanya terhadap Inggris dalam peristiwa 1857 M, maka ia diberikan penghargaan dari penguasa kerajaan Inggris, berupa gelar kehormatan kebangsawanan Inggris, yaitu Sir. Ia pun diajak ke Inggris untuk diperkenalkan dengan segala kemajuan Inggris, utamanya di bidang ilmu dan tek-nologi. Ia pun terpesona dengan kemajuan pendidikan dan sains di Barat, sehingga pada tahun 1863 mendirikan Majelis Sains di Aligarh yang bertujuan untuk memotivasi generasi muda Islam untuk menyukai dan cinta terhadap ilmu pe-ngetahuan Barat. Selang tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1866. SAK membuka biro penerbitan yang diberi nama Aligarh Institute. Atas capaian yang dicapai, pihak kerajaan Inggris pada tahun1869 memberikan sebuah AuhadiahAy, yakni berkunjung ke Inggris untuk memelajari sistem, metode dan cara pendidikan Barat, di Oxford University dan Cambridge University. Sekembalinya dari Inggris tahun 1870, ia pun berusaha menyebarkan informasi tentang kemajuan Inggris di bidang ilmu dan teknologi. Cita-cita luhur untuk meningkatkan kualitas muslim India, tercetuslah ide pada Mei l875 SAK men-dirikan sekolah modern. AuMuhammadan Anglo-Oriental CollegeAy (MAOC) atau dikenal dengan nama AuMadrasah Al-Ulum Musalmanan di Aligarh, dengan Lord Lytton . aja muda Inggri. menjadi orang pertama kali yang meletakkan dalam pem-bangunan gedung ini pada bulan Januari l877. Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari: [Komparasi Pembaharuan Islam: Yudian Wahyudi Dan Sayyid Ahmad Kha. 27 | Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari Pendirian sekolah ini mempunyai visi dan misi untuk mengangkat pendidikan dasar pendidikan modern yang mengkhususkan kepada rekonstruksi dan pembaharuan. Pendirian lembaga pendidikan ini merupakan upaya memadukan sistem pendidikan modern dengan nilai-nilai Islam. Model kurikulumnya sebagian mengacu pada Oxford University dan Cambridge University. MAOC inilah kurang-lebih 43 tahun kemudian, pada tahun 1920, berubah statusnya menjadi Aligarh Muslim University (AMU). Lembaga pendidikan MAOC yang telah didirikan ini dibentuk sesuai dengan model sekolah di Inggris dengan memakai bahasa pengantar bahasa Inggris, kepala sekolah berkebangsaan Inggris, guru serta para stafnya juga kebanyakan orang Inggris. Sebagian besar dari mata pelajarannya adalah ilmu pengetahuan modern. Akan tetapi, pendidikan agama juga tidak diabaikan, bahkan ketaatan siswa menjalankan ajaran agama diperhatikan dan dipentingkan. Sekolah ini terus mengalami perkembangan dan pada tahun l920 menjadi perguruan tinggi yang dikenal dengan Universitas Islam Aligarh. Tujuan Universitas ini adalah memadukan antara pendidikan agama dengan kajian-kajian sains modern. Oleh karena itu, dalam pengembangan lembaga pendidikan di India Pakistan nama SAK patutlah dicatat dengan tintas emas peradaban. Usaha besar SAK dapatlah diibaratkan sebagai penerang diujung lorong kegelapan umat Islam India. Pengaruhnya terhadap pembaharuan Islam di India adalah melalui jalur pendidikan. Hal ini bisa disaksikan, tindakan SAK dalam membangun lembaga Pendidikan yang bergengsi di daratan India Pakistan, sejak tahun 1859 hingga akhir hayatnya. Dengan demikian, tidaklah mengherankan, jika SAK, selain dikenal sebagai pembaharu pemikiran Islam, juga dikenal di seantero dunia sebagai pelopor pendidikan Islam di India, yang citacitanya untuk memajukan umat Islam India. Selain pembaharuan Islam. SAK juga menuangkan gagasannya lewat tindakan dan perbuatan, khususnya dalam pemikiran karya tulis yang secara garis besar, meliputi bidang sejarah, agama dan pendidikan, di antarannya: Asrar al-Sanadid . tentang arkeologi di India . Jam i-Jam . berbicara tentang sejarah raja-raja Mughal serta komentar kritis terhadap . Silsilat ul-Muluk . The Loyal Muhammadans of India . Buku ini memuat nama-nama orang Islam terkemuka yang memihak kepada Inggris pada saat terjadinya pemberontakan Mutiny. The Causes of Indian Revolt . Tarikh I-Firuz Shahi . Tuzuk i-Jahangiri . Tafsir Al-QurAoan . ujuh jili. yang ditulisnya pada periode 1880-1904 . Risalah Ibtal al-Ghulami . yang menyuarakan pandangan Islam tentang penghapusan sistem perbudakan . Tabyin al-Kalam fi Tafsir al-Taurat wa al-Injil ala Mullat al-Islam yang mempersoalkan bagaimana Injil memandang Nabi Muhammad . Tahzib al-Akhlaq, yang berisi kumpulan tulisan dalam majalah-majalah tokoh dengan keunggulan akhlaq serta produktivitas kerja SAK menyaksikan kemunduran umat Islam India yang disebabkan oleh Autidak mau mengakuiAy kekuatan akal dan kebebasan manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan menciptakan teknologi modern yang membuat negara Eropa, khususnya Inggris, sebagai kerajaan nomor satu kala itu, sehingga melakukan ekspansi ke tanah India dan melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alamnya (SDA). Kemunduran umat Islam India juga disebabkan lamanya penjajahan yang dilakukan oleh Inggris, sehingga rakyat India (Hindu dan Isla. mempunyai jiwa mental inlander dalam dirinya, sehingga tidak mampu lagi menyaingi dan melakukan perlawanan ke Inggris. 28 | MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 | Begitu juga umat Islam India yang dalam jiwanya hadir Aurasa rendah diriAy terhadap penjajah, sehingga bangsa Inggris dianggap superior di mata umat Islam. Bahkan tragisnya, umat Islam India selalu kalah dalam perlawanannya melawan penjajah Inggris dan kekalahan itu dianggap sebagai takdir yang telah ditetapkan oleh sang Khalik. SAK tampil untuk mengkontra paham menerima takdir apa adanya dengan cara menghidupkan kembali paham kebebasan manusia dalam berkehendak. Ia percaya bahwa manusia sendirilah yang menentukan nasibnya di masa depan. Jika manusia hanya pasrah dan tidak berbuat apa-apa, maka Inggris akan terus menjajah. Oleh karena itu, ia menggelorakan paham bahwa umat Islam mesti AubergerakAy dalam memperjuangkan dan mengusir penjajah Inggris dari tanah tercintanya, akan tetapi dalam melakukan perjuangan perlu dilakukan dengan cara diplomasi dengan penjajah Inggris. Jika melakukan perjuangan dengan cara konfrontasi, maka yang terjadi, umat Islam India kemungkinan akan kalah. Oleh karena itu, cara yang ditempuh adalah melakukan diplomasi dengan Inggris untuk menciptakan win-win solution. Dalam mengcounter paham pasrah terhadap takdir. SAK melakukan kritik terhadap pemahaman Barat yang memberi nilai lebih kepada kebebasan manusia sehingga meminimalisasi Aucampur-tangan dan keberadaanAy Sang Khalik. Tetapi, di sisi lain, ia juga melakukan otokritik terhadap sebagian umat Islam India yang pasrah pada kehendak takdir. SAK berusaha menghidupkan kembali paham Muktazilah yang percaya tentang kebebasan akal pada manusia dan manusia bebas berkehendak, sehingga SAK dikatakan oleh A. Al-Biruni sebagai pemimpin Muktazilah modern. Tampaknya SAK berpendapat bahwa jika paham ini tidak dikembangkan dalam teologi Islam, maka umat Islam dalam keadaan statis dan sulit untuk maju. Teologi yang dapat membawa kepada sikap mental dinamis adalah teologi yang mempunyai kebebasan berkehendak dan berbuat . ree will and free ac. , bukan paham fatalisme (Jabariya. SAK percaya bahwa manusia mempunyai kebebasan untuk mendayagunakan apa yang telah Tuhan berikan kepada manusia untuk kehidupannya yang lebih baik. Dan ia juga percaya bahwa di alam ini. Allah Swt telah mengatur ciptaan-Nya dengan hukum sunnatullah. Dengan kata lain. SAK tidak setuju umat Islam India hanya taklid dan menyeru untuk melakukan ijtihad. Bagi SAK, paham Qadariyah dan paham Muktazilah perlu dikembangkan untuk membangkitkan kemajuan Islam sebagaimana yang terjadi di era Abbasiyah. Akal merupakan potensi manusia yang paling utama dan merupakan anugerah Tuhan yang paling tinggi nilainya. Manusia menjadi bernilai adalah karena akalnya. Tanpa akal manusia tidak ada bedanya dengan hewan dan mahluk hidup lainnya. Manusia yang ingin maju perlu menggunakan SAK telah memberikan penghargaan yang tinggi terhadap akal dan memercayai akan kekuatannya, namun sebagai seorang yang beragama, ia masih memercayai keterbatasan akal SAK dikenal sebagai pemikir rasional yang sepakat dengan paham Qadariyah dan Muktazilah. Hal ini dapat dilihat bahwa manusia, khususnya umat Islam India perlu memberikan ruang gerak yang besar bagi penggunaan akal dan menggunakan akal semaksimal Ia meyakini bahwa Islam adalah ciptaan Tuhan, alam juga ciptaan Tuhan, maka Islam tidaklah mungkin bertentangan dengan ilmu pengetahuan, karena ke duanya berasal dari satu, yakni Allah Swt. Oleh karena itu, umat Islam mestilah mendayagunakan akalnya untuk menciptakan ilmu pengetahuan, sehingga melahirkan teknologi-teknologi yang membuat Islam akan maju. Jika Islam tidak mengambil sikap seperti itu, maka Islam tidak akan punya masa depan. Hidup SAK telah dipasrahkan demi agama Islam dan kejayaan umatnya, sesuai dengan ide dan caranya sendiri. Penulis dalam hal ini mengusung ide serta kotribusi konkrit yang disumbangkan oleh SAK dalam memperjuangkan dan membangkitkan jiwa merdeka umat Islam India, khususnya kontribusinya bagi perkembangan masa depan Islam. Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari: [Komparasi Pembaharuan Islam: Yudian Wahyudi Dan Sayyid Ahmad Kha. 29 | Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari Pembaharuan Islam Menurut KYW KYW merupakan seorang ilmuwan yang aktif menulis karya ilmiah. Beliau telah menerbitkan lebih dari 52 terjemahan buku filsafat dan keislaman dari bahasa Arab. Inggris, dan Prancis ke dalam bahasa Indonesia, dan menerbitkan se-jumlah buku, makalah dan jurnal baik yang berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris dan Perancis. Di antara karya beliau . Ushul Fikih versus Hermenetika: membaca Islam dari Canada dan Amerika . Al-Asmin: A Pocket Dictionary of Modern Term: Arabic-English Indonesia . Jihad Ilmiah: dari Tremas ke Harvard . Gerakan Wahabi di Indonesia: Dialog dan Kritik . Islam: Percikan sejarah, filsafat, politik, hukum dan Pendidikan . Dinamika Politik AuKembali kepada Al-QurAoan dan SunnahAy di Mesir. Maroko dan Indonesia . Perang Diponegoro: Tremas. SBY dan Ploso . Jihad Ilmiah dua: Dari Harvard ke Yale dan Princeton . Pengalaman Organisasi menjadikan seorang KYW multi talent, seorang dinamisator, kreator, dan organisator yang sa-rat pengalaman. Berikut ini sekelumit pengalaman organisasi dari KYW: Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia-Kanada (Permik. Montreal 1997 . Presiden pendiri Indonesian Academic Society. Montreal 1998-1999 . Anggota Midle East Studies Association sejak 1997 . Anggota American Academy of Religion sejak 1998 . Pendiri Pesantren Nawesea (Center for the Study of Islam in North America. Western Europe and Southeast Asi. Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains Al-Quran Jawa Tengah di Wonosobo 2006-2010 . Wakil Rois Syuriah PWNU DIY tahun 2007-2011 . Dekan Fakultas SyariAoah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga tahun 2007-2011 . Ketua Tim Seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum DIY tahun 2008 . Asisten Deputi Bidang Bimbingan Umat Beragama. Pendi-dikan Agama dan keagamaan Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia tahun 20112014 . Rektor UIN Sunan Kalijaga masa khidmat tahun 2016-2021 . Presiden of Asian Islamic Universities Association (AIUA) dua periode dari 11 November llmu kehidupan yang dipegang dan diajarkan oleh KYW untuk para mahasiswa dan para santrinya, serta tampak fakta dalam biduk kehidupan berupa perilaku Sabar = Niat x banyak x Sering x Lama. Ilmu kehidupan yang ia ajarkan tersebut sejatinya dapat menjadi pegangan bagi semua orang bahwa esensi sabar adalah konsisten dan tetap berusaha sesuai kemampuan masing-masing. Sabar tidak dapat dimaknai sebagai berdiam diri bahkan putus asa yang hanya menyalahkan ke-adaan serta pasrah dengan pasif. Berikutnya dalam ranah Fikih Indonesia yang menurut KYW adalah pengoptimalan ijtihad untuk menghadapi perkembangan zaman. Lebih lanjut, karakter Fikih ke-Indonesia-an juga harus ditopang oleh tiga aspek yaitu: HayAoat al-tasyriAoiyyah . i Indonesia oleh KYW dikaitkan dengan lembaga Majelis Ulama Indonesi. Ahl al-ikhtisas . i Indonesia KYW dikaitkan dengan lembaga Ikatan Cendekiawan Muslim Indo-nesi. , dan HayAoat al-Siyasah . i Indonesia oleh KYW dikaitkan dengan lembaga MPR dan DPR). 30 | MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 | Tulisan Yasin Yusuf Abdillah berjudul AuPemikiran Hazairin dan Yudian Wahyudi terhadap Teori ReseptieAy. Dalam tulisan ini, sejatinya KYW melakukan konstruksi progresif atas Teori Receptie yang dikembangkan oleh penjajah, terutama mendiskreditkan Hukum Islam. Prof. Hazairin mengoptimalkanTeori Receptie Exit sebagai AubantahanAy terhadap Teori Receptie a la Barat, tetapi KYW justru mengemukakan ga-gasan lisanul kaum dan teori keseimbangan dan perubahan yang berfokus pada tiga aspek yaitu: continuity, change, dan transcendence. Pemikiran KYW sangat substantif konstruktif serta tidak terjebak pada dikotomi sehingga, dengan kreativitas intelektualnya, menjembatani serta mendudukkan secara proporsional antara Hukum Islam dengan hukum adat dan hukum negara. Pandangan KYW tentang Pendidikan Islam, khususnya Pesantren, justru menegaskan bahwa modernisasi pesantren itu perlu, tetapi pesantren harus tetap kuat pada identitas dan AuakarAy keilmuannya. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa di dalam pesantren harus terdapat tiga aspek, yaitu: continuity, change, dan transcendence. Ia memandang pendidikan pesantren ke depan selain harus tetap menekankan identitas pada pendidikan akhlak, ngaji kitab kuning, nahwu, dan sebagainya, juga harus mengintegrasikan dengan experimental sciences dan applied sciences seperti ilmu Matematika. IPA. Kimia, dan sebagainya, sehingga ia mendirikan sekolah bernama AuSunan AverroesAy. Nama Sunan Averroes dipilih sebagai integrasi antara ilmu agama dan experimental Dalam hal ini nama AuSunanAy mewakili dimensi keagamaan, sebelumnya Imam alGhazali, sedangkan AuAverroesAy mewakili rasionalisme atau experimental sciences yang merupakan nama tokoh Islam bernama Ibnu Rusydi (Averroe. sebagai tokoh yang ahli di bidang filsafat ilmu pengetahuan. Membangun Academic Self-Concept Mahasantri Pesantren NawaseaAy. Dalam tulisan ini, salah satu gagasan pendidikan KYW diulas yaitu terkait gagasan Academic Self-Concept. Dalam Academic Self-Concept, mahasantri diharapkan dapat mengu-asai bahasa asing (Inggris dan Arab terutam. serta adanya motivasi untuk meraih prestasi. Maka dapat disimpulkan bahwa gagasannya terkait pendidikan pesantren masa depan adalah proporsionalitas antara ilmu agama dan experimental technological digital sciences. Pesantren Nawesea Yogyakarta (North America Western Europe and Southeast Asi. didirikan dengan semangat menjadi universitas kelas dunia sebagaimana seminari yang se-karang menjadi Harvard. Dan merancangnya sebagai Nawesea English Pesantren for Under and Postgraduate Students. KYW memiliki program ingin mendorong alumni-alumni Sarjana dari UIN Sunan Kalijaga, serta mahasiswa non UIN yang nyantri di Nawesea untuk melanjutkan kuliah ke Barat. Ambisi KYW ingin mencetak AuOrientalis PlusAy, yaitu santrisantri yang bisa memadukan antara Orientalis . mumnya non-Musli. dengan Iman. Nilai plus tersebut agar lahir santri-santri yang me-menuhi semua persyaratan akademik Orientalis, tetapi berhasil menjadi dosen Islamic Studies di Barat yang orientalisme Dengan demikian, belum ada penelitian tentang misi Pesantren Nawesea untuk menjadi universitas kelas dunia. KYW mengatakan bahwa, pertama, pendidikan pesantren atau tradional Indonesia tidak memiliki apa-apa, sedangkan saat itu merupakan awal dunia Islam membuang experimental sciences dari kurikulum madrasah dan, kedua, seminari me-ngembangkan experimental sciences, tetapi pesantren membuang applied sciences ini dari kurikulum. Banyak pesantren yang menamakan diri dengan istilah pesantren modern, atau pesantren dengan mengembangkan baik bahasa maupun metode ataupun memberikan Kapasilitas yang serba baru dan maju, namun tidak seperti pesantren Nawasea yang ada di Yogyakarta, yakni dengan misi yang sangat menarik dan menantang, yakni mencetak Orientalis Plus. Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari: [Komparasi Pembaharuan Islam: Yudian Wahyudi Dan Sayyid Ahmad Kha. 31 | Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari KYW mengatakan pesantren Nawesea menerapkan sistem pendidikan modern dan kini telah memiliki kurikulum terpadu, pendidikan berasrama, serta pengajaran bahasa Inggris yang telah diterapkan secara intensif. Bahkan kegiatan takror dan sorogan di pesantren Nawesea diisi dengan belajar Matema-tika dan IPA menggunakan bahasa Inggris dan Arab atau belajar Inggris menggunakan bahasa Arab. Ia ingin mempercepat perwujudan generasi sarjana muslim yang memadukan antara syirAoah salaf dengan Minhaj alias ilahiat dengan mujarrobat . etafisis transendental tetapi cenderung praksis eksperimentali. Dengan begitu akan lahir ulama Nuh, ulama Daud, ulama Yusuf, ulama Isa, dan Untuk menopang cita-cita ter-sebut. KYW mendirikan Yudian W. Asmin Fellowship/Beasiswa Yudian W. Asmin. KYW mengatakan Pesantren Nawesea meru-pakan lembaga pendidikan Islam swasta yang dirintisnya sejak tahun 2005. Dengan menerapkan sistem pendidikan modern dan kini telah memiliki kurikulum terpadu, pendidikan berasrama serta pengajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris yang telah diterapkan secara intensif. Pesantren Nawesea diwajibkan untuk mukim atau me-netap di dalam lingkungan pesantren dengan pengawasan 24 jam. Dengan pola pendidikan yang diterapkan, tentu pesantren tersebut memerlukan sumber daya manusia yang tepat guna dalam melaksanakan pengawasan dan kegiatan belajar KYW juga ingin asupan spiritual bagi umat Islam tetap dipelihara dan menjadi hal yang utama. Maka, salah satu solusinya dalam memelihara asupan spiritual batiniaah adalah melalui ajaran AuTarekat Sunan AnbiaAy yang telah ia dirikan. Santri dianjurkan untuk mengamalkan Salat Hajat. Majelis Ayat Kursi dan Hizib Revolusi Industri. 32 | MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 MODERATION: Vol. 06 No. Maret 2026 | KESIMPULAN Persamaan ide dan gagasan tentang pemikiran bagi kemajuan Islam dapat disimpulan, antara lain: SAK dan KYW merupakan sesama pembaharu Islam modern. Perbedaan zaman kehidupan ke duanya berbeda. SAK masa penjajahan Inggris di India dan KYW lahir di Indonesia dan hidup di masa demokrasi Pancasila. SAK merupakan bangsawan Kerajaan Moghul India, serta salah satu keturunan Nabi Muhammad Saw dari jalur Husein bin Ali RA, sedangkan KYW merupakan anak serdadu kelahiran Kalimantan. SAK dan KYW sama-sama mengenyam Pendidikan spiritual batiniah dengan pengikut tarekat Naqsyabandiyah, se-dangkan KYW mengenyam Pendidikan pesantren Tremas dan Al Munawir Krapyak. Kelak. KYW mendirikan AuTarekat Sunan AnbiaAy sebagai solusi dalam memelihara asupan spiritual batiniah. SAK dan KYW merupakan pejuang Pembaharuan Islam. Ke duanya mengusung pembaharuan dengan integrasi keilmuan Islam dan keilmuan Barat. SAK merupakan Ilmuan lulusan Inggris, sedangkan KYW merupakan lulusan Canada (McGil. dan dari Amerika Serikat (Harvar. SAK dan KYW menekankan perjuangan dan kompromi dengan dunia Barat. Hasil dari kompromi, para cende-kiawan muslim dapat akses pengetahuan serta peradaban Barat. SAK menekankan bahasa Inggris sebagai bahasa pe-ngantar pendidikan di India, sedangkan KYW menekankan bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa pengantar di Lembaga Pendidikan Islam. SAK dan KYW gigih membuka ruang dialog serta akses supaya umat Islam menjadi terbuka, dan pihak Barat juga terbuka dengan keberadaan umat Islam. Perjuangan diplomasi menjadi prioritas dibanding dengan perjuangan konfrontasi fisik yang justru akan menyudutkan dan membuat umat Islam kalah. SAK mendirikan sekolah pribumi Bernama Mohammadan Anglo Oriental College atau disingkat MAOC tahun 1877 berpusat di Aligarh. Lembaga ini dibentuk sesuai dengan model perguruan tinggi di Inggris dan bahasa Inggris menjadi bahasa pengantarnya. sini ilmu pengetahuan modern merupakan mata kuliah pokok tanpa mengabaikan pendidikan agama. Bahkan ketaatan menjalankan ibadah sangat diperhatikan sekali. Sekolah ini terbuka untuk umum dan tidak eksklusif. KYW mendirikan sekolah NAWASEA dengan menekankan pengembangan experimental sciences, serta penerapan applied sciences. Hal ini sebagai upaya pesantren tetap sebagai Lembaga Pendidikan yang berorientasi pada aspek Ukhrawi, namun mahir dan handal pada aspek duniawi. Pesantren sebagai garda terdepan mencetak orang yang paham tentang agama, serta mengerti masalah tentang dunia. Sekolah Mohammadan Anglo Oriental College atau disingkat MAOC karya SAK berorientasi pada pengajaran model Inggris, sedangkan sekolah NAWASEA berorientasi pada kebutuhan anak didik yang seimbang dalam cakupan material dan spiritual, fisik dan Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari: [Komparasi Pembaharuan Islam: Yudian Wahyudi Dan Sayyid Ahmad Kha. | Kholfan Zubair Taqo Sidqi dan Sadari REFERENSI