JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN (STUDI PADA PT. LEN INDUSTRI PERSERO) Oleh: Riani Septiani Email: Rianiseptiani57@gmail. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Langlangbuana ABSTRAK Teknologi informasi adalah tatacara atau sistem yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pesan atau informasi. Terdapat empat dimensi untuk menetapkan strategi bisnis yaitu: strategi investasi produk, proporsi nilai pembelian, aset dan kompetensi, serta strategi fungsional dan program. Yang utama adalah menentukan persaingan, dan bagaiamana tiga indikasi tersebut mampu bersaing untuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknologi informasi, strategi bisnis dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada PT. Len Industri Persero serta membuktikan pengaruh Teknologi Informasi dan Strategi Bisnis terhadap Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui teknik pengumpulan data dengan kuesioner yang disebar secara langsung kepada seluruh kepala bagian yang ada di PT. Len Industri Persero. Alat uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan penaksiran Partial Least Square (PLS). Penerapan teknologi informasi, strategi bisnis dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen di PT. Len Industri Persero sudah dalam kriteria baik. Hasil penelitian ini menunjukan . Adanya pengaruh yang signifikan teknologi informasi terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen . Strategi bisnis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Kata kunci : Teknologi Informasi. Strategi Bisnis. Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ABSTRACT Information technology is a procedure or system used by humans to convey messages or information. There are four dimensions to define business strategy: product investment strategy, proportion of purchase value, asset and competency, and functional strategy and program. The main thing is to determine the competition, and how these three indications can compete to win. This study aims to find out how information technology, business strategy and characteristics of management accounting information system at PT. Len Industri Persero as well as prove the influence of Information Technology and Business Strategy on Characteristics of Management Accounting Information System. The method used in this research is descriptive method with quantitative approach through data collection techniques with questionnaires distributed directly to all heads of the existing department at PT. Len Industries Persero. Statistical tool used in this research is Structural Equation Model (SEM) with Partial Least Square (PLS) estimation. Application of information technology, business strategy and characteristics of management accounting information system at PT. Len Industries Persero already in good criteria. The results of this study show . The existence of significant influence of information technology on the characteristics of management accounting information system . Business strategy JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 has a significant influence on the characteristics of management accounting information systems. Keywords: Information Technology. Business Strategy. Characteristics of Management Accounting Information System PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan profesi, hal ini menyebabkan perubahan sistem pada instansi atau perusahaan, juga harus mengubah cara kerja Teknologi informasi banyak digunakan untuk pengelolaan pekerjaan karena daya efektivias dan efisiensinya yang sudah terbukti mampu mempercepat kinerja, kecepatan kinerja pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan atau omset yang masuk, baik secara finansial maupun jaringan. (Wahyu Suprianto dan Ahmad Muhsin, 2008:. Sektor bisnis mencapai keunggulan kompetitif dengan dua cara dasar : menyediakan barang/jasa dengan harga yang lebih rendah dari pada persaingan . eunggulan biay. atau menyediakan produk/jasa unik di mana fitur yang berada tersebut diimbangi dengan harga yang lebih tinggi . , (Rama & Jones,2009:. Seperti yang diungkapkan Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf . perlu adanya pengawasan dan pengevaluasian terhadap strategi bisnis dalam perusahaan agar dapat menghasilkan produk yang terbaik sesuai tujuan perusahaan dan agar tidak terjadi penyimpangan dalam menjalankan strategi bisnis. Sistem akuntansi manajemen mempunyai tiga tujuan umum, yaitu menyediakan informasi untuk penghitungan biaya jasa, produk, atau objek lainnya yang ditentukan oleh manajemen, menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan dan menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan (Hansen & Mowen, 2009:. Rumusan Masalah . Berapa besar pengaruh teknologi informasi terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi manajemen pada PT. Len Industri Persero ? . Berapa besar pengaruh startegi bisnis terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi manajemen pada PT. Len Industri Persero ? Maksud dan Tujuan Untuk mengetahui besar pengaruh Teknologi Informasi terhadap Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Untuk mengetahui besar pengaruh Strategi Bisnis terhadap Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Kegunaan Penelitian Pengembangan Ilmu Pengetahuan Untuk memperdalam mengenai Pengaruh Teknologi Informasi dan Strategi Bisnis terhadap Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen, dan hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat berguna sebagai sumbangan berupa referensi ilmiah bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan disiplin ilmu ekonomi. Pemecahan Masalah Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai masukan bagi perusahaan dalam mengelola perusahaan dengan baik dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang akan digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan yang tepat di masa yang akan datang. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 KAJIAN PUSTAKA Teknologi Informasi Abdul Kadir dkk . menyatakan bahwa teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi. Kemudian ia menambahkan teknologi informasi atau biasa disebut teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Iwan Sofana & Epsi Budihardjo . 0:2&. bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah ilmu yang mempelajari penggunaan teknologi yang dapat mengelola informasi dan dapat membantu komunikasi. Kemudian Agus Mulyanto . mengatakan bahwa teknologi informasi merupakan perkembangan teknologi komputer yang dipadukan dengan teknologi Haag dan cummings . dalam Laksmana dan Muslichah . serta Sutarman . mengatakan bahwa ada lima dimensi teknologi informasi yaitu: Menangkap informasi Menyampaikan informasi Menciptakan informasi Menyimpan informasi Mengkomunikasikan informasi Strategi Bisnis Warren, et al . mengatakan bahwa strategi bisnis adalah serangkaian rencana dan tindakan terintegritas yang didesain bagi perusahaan sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan melebihi pesaingnya sekaligus untuk memaksimalkan laba. Kemudian Herry Achmad, et al . mengakatakan strategi tingkat bisnis merupakan bisnis yang terjadi pada tingkat devisional, yang menekankan pada posisi kompetitif untuk produk atau segmen tertentu yang dilakukan disuatu Selanjutnya Hitt, et al . mengatakan bahwa strategi tingkat bisnis adalah serangkaian komitmen dan tindakan yang terintegritas dan terkoordinasi, yang dirancang untuk menyediakan nilai kepada para pelanggan dan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan mengeksploitas kompetensi-kompetensi inti dari pasar produk individual dan spesifik. Hunger dan Wheelen . yang dialih bahasakan oleh Julianto Agung S mengatakan dimensi dari strategi bisnis yaitu : Defender Prospector Analyzer Reactor Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen (Hansen and Mowen, 2004:. Selanjutnya Salman dan Mochammad Farid . menyebutkan sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Chenhall dan Morris . dalam Arsono dan Muslichah . , menyimpulkan bahwa ada empat karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen yang diimplementasikan kedalam kualitas sistem informasi akuntansi manajemen, yaitu sebagi berikut : JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Ruang Lingkup (Broad Scop. Lingkup Sistem Informasi Akuntansi (SAM) yang luas akan memberikan estimasi tentang kemungkinan terjadinya peristiwa di masa yang akan datang didalam ukuran probabilitas. Tepat Waktu (Timelines. Kemampuan para manajer untuk merespon secara cepat atas suatu peristiwa kemungkinan dipengaruhi oleh timeliness sistem akuntansi manajemen. Agregasi (Aggregatio. Sistem akuntansi manajemen memberikan informasi dalam berbagai bentuk agregasi yang berkisar dari pemberian bahan dasar, data yang tidak diproses hingga berbagai agregasi berdasarkan periode waktu atau area tertentu misalnya pusat pertanggung jawaban atau fungsional. Integrasi (Integratio. Aspek pengendalian suatu organisasi yang penting adalah koordinasi berbagai segmen dalam sub-sub organisasi. Kualitas sistem akuntansi manajemen yang membantu koordinasi mencakup spesifikasi target yang menunjukkan pengaruh interaksi segmen dan informasi mengenai pengaruh keputusan pada operasi seluruh subunit organisasi. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Ajeng Nurpriandyni dan Titiek Suwarti . menyatakan bahwa Teknologi informasi (TI) dan saling ketergantungan (SK) secara parsial berpengaruh positif terhadap sistem akuntansi manajemen (SAM). Kemudian Naniek Noviari . menyebutkan bahwa kemajuanTI mempengaruhi perkembangan sistem informasi akuntansi (SIA) dalam hal pemrosesan data, pengendalian intern, dan peningkatan jumlah dan kualitasinformasi dalam pelaporan keuangan. Pengaruh Strategi Bisnis Terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Tjahjani Murdijaningsih dan Siti Muntahanah . mengatakan bahwa ketika strategi bisnis dihubungkan secara langsung dengan kinerja, hasilnya menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan. Ernawati . mengemukakan bahwa broad scope sistem informasi akuntansi manajemen akan lebih berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial untuk perusahaan dengan tipe strategi bisnis prospector dibandingkan dengan perusahaan yang mempunyai tipe strategi bisnis defender. HIPOTESIS Berdasarkan kerangka pemikiran diatas dapat dirumuskan hipotesis sebagai : Teknologi informasi berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi : Strategi bisnis berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi METODE PENELITIAN Uhar Suharsaputra . menyatakan bahwa desain penelitian pada dasarnya merupakan gambaran berkaitan dengan bagaimana penelitian itu akan dilaksanakan, pada tahap awal terdapat banyak pertanyaan pokok perlu dijawab seperti substansi masalah yang akan diteliti, tempat penelitian akan dilaksanakan, urgensi masalah tersebut diteliti, langkah serta prosedur yang akan dilaksanakan dalam penelitian, waktu pelaksanaan, biaya yang diperlukan, dan sebagainya, semua JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 pertanyaan/masalah tersebut akan berkaitan dengan bagaimana desain penelitian yang akan disusun. Kemudian Moh. Nazir mengatakan bahwa . penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu yang lama dengan menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku. Untuk menerapkan metode ilmiah dalam praktek penelitian maka diperlukan suatu desain penelitian, yang sesuai dengan kondisi, seimbang dengan dalam dangkalnya penelitian yang akan Desain penelitian harus mengikuti metode penelitian. Desain dari penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan Dalam pengertian yang lebih luas, desain penelitian mencakup prosesproses sebagai berikut: Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubunganhubungan dengan penelitian sebelumnya Memformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dari tujuan, luas jangkau . dan hipotesa untuk diuji Membangun penyelidikan atau percobaan Memilih serta memberi definisi terhadap pengukuran variabel-variabel Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data Membuat coding, serta mengadakan editing dan prosesing data Menganalisa data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensi statistik Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian, diskusi serta interprestasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam penemuan, serta menganjurkan beberapa saran-saran dan kerja penelitian yang akan Senada dengan Husein Umar . mengatakan bahwa desain riset merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan Selanjutnya Nasution . desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian itu. Secara lebih terperinci guna desain penelitian adalah : Desain memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan Desain itu juga menentukan batas-batas penelitian yang bertalian dengan tujuan penelitian. Desain penelitian selain memberi gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan juga memberi gambaran tentang macam-macam kesulitan yang akan dihadapi oleh para peneliti lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa desain penelitian adalah rancangan atau gambaran mengenai cara mengumpulkan dan menganalisis penelitian yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang dimaksudkan. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Tabel 3. Operasional Variabel Variabel Teknologi Informasi (X. Abdul Kadir &Terra Ch Triwahyuni . Kenneth dan Jane . Haag dan cummings . dalam Laksmana dan Muslichah . Aceng Kurniawan dan Citra Nensih . Sutarman . Dimensi Indikator Skala Kuesioner Menangkap Memperoleh informasi pada titik Haag dan asalnya . Laksmana Muslichah Menyampaikan Haag Laksmana Muslichah Menciptakan Haag Laksmana Muslichah Menyimpan Haag Laksmana Muslichah Mengkomunikasikan Haag Laksmana Muslichah Menyajikan informasi dalam bentuk yang paling berguna Mengorganisasikan bentuk yang berguna Memproses informasi untuk informasi baru Menyimpan informasi penggunaan waktu akan datang Menyimpan data dan suatu media yang Menyampaikan informasi ke orang lain atau ke lokasi lain melalui jaringan komputer Berfokus pada efisiensi kegiatankegiatan operasi yang telah ada JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Analyzer (Analyzer. Hunger&Wheelen . Reactor (Reactor. Hunger&Wheelen . Ruang Lingkup (Broad Chenhall&Morris Arsono Laksamana . Karakteistik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (Y) Chenhall&Morris dalam Arsono Laksamana . Hansen& Mowen . Salman dan Farid . Baldric Siregar, dkk . Atkinson, dkk . Ketepatan (Timelines. Chenhall&Morris Arsono Laksamana . Agregasi (Aggregatio. Chenhall&Morris Arsono Laksamana . Integrasi (Integratio. Chenhall&Morris Arsono Laksamana . Tidak suka melakukan inovasi Berfokus pada inovasi produk Berorientasi pada penjualan dan kurangnya efisiensi Tingkat perusahaan harga produk Berorientasi pada dua wilayah pasar yang berbeda Efisiensi pada era yang stabil dan inovasi pada era Kurangnya Tanggapan terhadap lingkungan tidak efisie cenderung perubahan sebagian time horizon berarti informasi masa lalu dan non-finansial Informasi tepat waktu Tingkat pelaporan informasi secara sistematis Tingkat berkenaan dengan hasil keputusan Tingkat area fungsional Mengukur suatu sistem untuk kombinasi informasi dari berbagai sumber JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 keputusan bisnis. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam structural equation modeling (PLS) ada dua jenis model yang terbentuk, yaitu model pengukuran dan model struktural. Model pengukuran menjelaskan proporsi varians masing-masing variabel manifest . yang dapat dijelaskan di dalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam pembentukan variabel laten. Setelah model pengukuran masingmasing variabel laten diuraikan selanjutnya akan dijabarkan model struktural yang akan mengkaji pengaruh masing-masing variabel laten independen . ksogenous latent variabl. terhadap variabel laten dependen . ndogenous latent variabl. Model pengukuran digunakan sebagai goodness of fit untuk outer model. Dimana dalam uji kecocokan model ini dijelaskan baik convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity berupa loading factor yang menjelaskan proporsi variance masing-masing variabel manifest . imensi/indikato. yang dapat dijelaskan didalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam merefleksikan variabel laten. Dimensi yang memiliki loading factor kurang dari 0,5 sebaiknya dikeluarkan dari model. Selain itu diperoleh tvalue lebih besar untuk masing-masing variabel manifest. Dimana apabila t-value lebih besar dari 1,96 memiliki arti bahwa variabel manifes merefleksikan dengan baik variabel latennya. Untuk discriminant validity akan diketahui average variance extracted (AVE), dan composite reliability (CR) sebagai uji kecocokan variabel manifest yang mampu merefleksikan variabel latennya. Composite reliability yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,7 (CR>0,. sedangkan average variance extracted (AVE) yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,5 (AVE > 0,. Untuk menguji hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kasualitas antar variabel-variabel laten, penulis memakai metode structural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path modeling (PLS-PM). Alasan pemilihan PLS karena ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Untuk menaksir parameter model dalam PLS-PM penulis menggunakan bantuan software Smart-PLS. Analisis data dimulai dengan mengguanakan nilai-nilai variabelvariabel indikator yang terhubung kepada dimensi-dimensi tersebut. Berdasarkan kepada hasil ini, selanjutnya estimasi parameter model dengan menggunakan PLS yang diolah memakai smartPLS diperoleh hasil penaksiran parameter model sebagai Tabel 4. Hasil Perhitungan Nilai-nilai Loading Factor Dimensi Teknologi Informasi Menangkap informasi Menyampaikan informasi Menciptakan informasi Menyimpan informasi Mengkomunikasikan 0,831 0,680 0,561 0,739 0,707 Variabel Strategi Bisnis Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Defender Prospector Analyzer Reactor Ruang Lingkup Ketepatan Waktu Agregasi Integrasi 0,789 0,786 0,664 0,692 0,734 0,895 0,698 0,591 Berdasarkan hasil penaksiran nilai-nilai parameter model yang diperlihatkan dalam tabel diatas, terlihat semua indikator memiliki loading factor lebih dari 0,4 (> 0,. oleh karena itu tidak ada yang di eliminasi dari model pengukuran atau semua indikator digunakan dalam model pengukuran. Penelitian ini pada PLS-SEM algorithm mempunyai maximum number iteration adalah 300 dan the stop criterion adalah 10Oe5 . ,00. serta skema pembobotan menggunakan path dengan initial weight adalah 1,00. Gambar 4. 4 Koefisien-koefisien standardized model struktural Tabel 4. Hasil Pengujian Hipotesis Hipotesis ya0 : yu11 = 0 ya0 : yu11 O 0 ya0 : yu12 = 0 ya0 : yu12 O 0 Koefisien jalur p-value 0,644 7,430 0,000 ya0 ditolak 0,285 2,629 0,009 ya0 ditolak PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KUALITAS SISTEM JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Berdasarkan tabel 4. 28 dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci variabel teknologi informasi . lebih besar dari ycycoycycnycycnyc . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah ya0 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah teknologi informasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Besar pengaruh teknologi informasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,644. Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan kenaikan teknologi informasi sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,644 standar deviasi dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai yce 2 sebesar 0,976 . nilai yce 2 diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh teknologi informasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah tinggi. PENGARUH STRATEGI BISNIS TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Berdasarkan tabel 4. 28 dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci variabel strategi bisnis . lebih besar dari ycycoycycnycycnyc . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah ya0 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah strategi bisnis memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Besar pengaruh strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,285 Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan strategi bisnis sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,285 standar deviasi dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai yce 2 sebesar 0,192. Karena nilai yce diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah tinggi. KESIMPULAN Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian yang dilakukan di PT. Len Industri Persero, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Teknologi informasi mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Namun Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen belum sepenuhnya baik karena masing-masing dimensi dari Teknologi Informasi yaitu menangka informasi, menyampaikan informasi, menciptakan informasi, menyimpan informasi dan mengkomunikasikan informasi masih memiliki kekurangan walaupun dikatakan sudah cukup baik tapi dalam penerapannya belum berjalan dengan sempurna. Strategi Bisnis mempunyai pengaruh terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Implementasi strategi bisnis di PT. Len Industri Persero sudah dalam kriteria baik, meskipun belum sepenuhnya sempurna karena masing-masing dimensi Strategi Bisnis yaitu defender, prospector, reactor dan analyzer masih memiliki kekurangan. SARAN