TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2025 Pragmatik Dalam Surat Ar-Rahman Ayat 1-4 Yusnan Setiawan Sekolah tinggi Agama Islam Hidayatut Thullab Kediri E-mail: yusnan. setiawan@staihitkediri. Abstract Abstract : Language is not only understood as a system of symbols, but as a means of communication that contains certain intentions, objectives, and effects on speech partners. linguistic studies, pragmatics is a branch of science that studies the meaning of language based on the context of its use. In the study of the Qur'an, a pragmatic approach becomes increasingly relevant, considering that the Qur'an is not only a religious text, but also a Divine communication that is loaded with contextual meaning. The verses of the Qur'an are often incomprehensible literally without taking into account the asbab al-nuzul . he causes of the descent of the verse. and the socio-historical context that surrounds them. This research will discuss the pragmatic approach, which in this case is the context text and the context in Surah ar-rahman verses 1-4. This research uses a descriptive qualitative approach because it seeks to understand the phenomenon of meaning in sacred texts in depth, not in the form of numbers or statistics. This approach is particularly suited to uncovering implicit meanings hidden in linguistic structure and context. And the author finds that if this is associated with the world of education, the choice of words or pronunciation of ar-rahman indicates that as a teacher the first thing that must be possessed is the quality of ar-rahman, the nature of compassion, because in the context of Allah teaching in the Surah Allah does not use al'aliim Abstrak: Bahasa tidak hanya dipahami sebagai sistem simbol semata, melainkan sebagai alat komunikasi yang mengandung maksud, tujuan, dan efek tertentu terhadap mitra tutur. Dalam kajian linguistik, pragmatik menjadi cabang ilmu yang mengkaji makna bahasa berdasarkan konteks pemakaiannya. Dalam kajian Al-QurAoan, pendekatan pragmatik menjadi semakin relevan, mengingat AlQurAoan bukan hanya teks religius, tetapi juga komunikasi Ilahiah yang sarat dengan makna kontekstual. Ayat-ayat Al-QurAoan sering kali tidak dapat dipahami secara literal tanpa memperhatikan asbab al-nuzul . ebab-sebab turunnya aya. dan konteks sosial-historis yang melingkupinya. Penelitian ini akan membahas tentang pendekatan pragmatik yang dalam hal ini adalah teks konteks dan koteks dalam surat ar-rahman ayat 1-4. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena berusaha memahami fenomena makna dalam teks suci secara mendalam, bukan dalam bentuk angka atau statistik. Pendekatan ini sangat cocok untuk mengungkap makna implisit yang tersembunyi dalam struktur dan konteks kebahasaan. Dan penulis mendapati jika ini dikaitkan dengan dunia pendidikan, pemilihan kata atau lafal ar-rahman mengisyaratkan bahwa sebagai seorang pengajar hal yang pertama harus dimiliki adalah sifat ar-rahman, sifat kasih sayang, sebab dalam konteks Allah mengajar di surat tersebut. Allah tidak menggunakan al-Aoaliim. Article Info Article History Received : 01-01-2025. Revised : 25-04-2025. Accepted : 29-06-2025 Keywords: Text Koteks. Ar-Rahman Kata Kunci: Teks. Koteks. Ar-Rahman Pendahuluan Bahasa tidak hanya dipahami sebagai sistem simbol semata, melainkan sebagai alat komunikasi yang mengandung maksud, tujuan, dan efek tertentu terhadap mitra tutur. Dalam kajian linguistik, pragmatik menjadi cabang ilmu yang mengkaji makna bahasa berdasarkan konteks Leech mendefinisikan pragmatik sebagai studi mengenai makna dalam kaitannya dengan situasi tutur atau konteks1. Hal ini mengindikasikan bahwa untuk memahami makna sebenarnya dari suatu ujaran, seseorang harus memperhatikan tidak hanya struktur linguistik . , tetapi juga konteks dan koteksnya. 1 Geoffrey Leech,. Principles of Pragmatics. (London: Longma. , hlm. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2025 Teks dalam pengertian linguistik pragmatis merujuk pada satuan bahasa yang digunakan secara aktual, baik lisan maupun tulisan. Sementara konteks mencakup situasi sosial, budaya, dan psikologis yang menyertai pemakaian bahasa. Sedangkan koteks adalah unsur linguistik lain yang terdapat dalam lingkungan ujaran yang membantu membentuk makna suatu teks2. Ketiga aspek ini Ai teks, konteks, dan koteks Ai merupakan komponen integral dalam memahami intensi dan makna mendalam dari suatu ujaran. Dalam kajian Al-QurAoan, pendekatan pragmatik menjadi semakin relevan, mengingat AlQurAoan bukan hanya teks religius, tetapi juga komunikasi Ilahiah yang sarat dengan makna Ayat-ayat Al-QurAoan sering kali tidak dapat dipahami secara literal tanpa memperhatikan asbab al-nuzul . ebab-sebab turunnya aya. dan konteks sosial-historis yang melingkupinya. Seperti yang diungkapkan oleh Nasr Hamid Abu Zayd, pemahaman terhadap teks suci membutuhkan interaksi antara teks dengan realitas sosial dan budaya yang membentuknya3. Misalnya, dalam QS. Al-MAAoidah . : 51, tanpa pemahaman konteks ketika ayat ini diturunkan, ayat tersebut berpotensi disalahpahami. Konteks hubungan antara kaum Muslim dengan kelompok Ahlul Kitab pada saat itu merupakan kunci untuk menafsirkan pesan Ilahiah secara utuh. Oleh karena itu, kajian pragmatik terhadap ayat-ayat Al-QurAoan, dengan fokus pada teks, konteks, dan koteks, menjadi penting untuk menghasilkan pemahaman yang tidak hanya tekstual, tetapi juga kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini berupaya mengintegrasikan pendekatan pragmatik ke dalam sebuah cara bagaimana kita belajar untuk mencari sisi lain, sudut pandang lain dari surat Al-QurAoan, utamanya surat ar-rahman ayat 1-4. Kajian ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berusaha untuk memberikan kontribusi terhadap cara pandang umat Islam dalam memahami wahyu sehingga dapat dipraktekkan dalam keseharian, utamanya sebagai seorang pendidik dan pengajar. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis pragmatik terhadap ayat-ayat Al-QurAoan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna ayat-ayat tertentu dalam Al-QurAoan melalui pendekatan kebahasaan yang memperhatikan aspek teks . truktur linguisti. , konteks . ondisi sosial-histori. , dan koteks . ingkungan linguistik internal aya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena berusaha memahami fenomena makna dalam teks suci secara mendalam, bukan dalam bentuk angka atau statistik. Pendekatan ini sangat cocok untuk mengungkap makna implisit yang tersembunyi dalam struktur dan konteks kebahasaan4. Dalam konteks linguistik, pendekatan pragmatik digunakan sebagai pisau analisis untuk memahami makna ujaran berdasarkan konteks penggunaannya5. Peneliti ini menggunakan model analisis pragmatik berdasarkan tiga unsur utama: A Analisis Teks: mengkaji unsur linguistik dalam ayat . ilihan kata, struktur kalimat, gaya bahas. A Analisis Konteks: mengeksplorasi latar historis dan sosial ayat, termasuk asbAb al-nuzl dan latar budaya masyarakat Arab saat itu. A Analisis Koteks: melihat keterkaitan ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya dalam satu kesatuan wacana. Pendekatan ini sejalan dengan model analisis wacana kritis yang mengkaji relasi antara bahasa, kekuasaan, dan makna6. Pembahasan Surat Ar-Rahman merupakan surah ke-55 dalam susunan mushaf Al-QurAoan, terdiri atas 78 ayat, surat ar-Rahman adalah surah Makkiyyah menurut pendapat mayoritas ulama. Ada riwayat yang dinisbahkan pada sahabat Nabi SAW. Ibn Abbas, yang mengecualikan ayat 29, tetapi riwayat ini 2 M. K Halliday & Hasan. Ruqaiya, . Cohesion in English. (London: Longma. , hlm. 23Ae25. 3 Nasr Hamid Abu Zayd, . Mafhm al-Na: DirAsah f AoUlm al-QurAoAn. (Beirut: al-Markaz al-TsaqAf al-AoAra. , hlm. 11Ae12. 4Lexy J. Moleong, . Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Remaja Rosdakary. , hlm. 5George Yule, . Pragmatics. (Oxford: Oxford University Pres. , hlm. 3Ae4. 6Norman Fairclough, . Language and Power. (London: Longma. , hlm. 17Ae20. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2025 dilemahkan oleh sekian banyak pakar. Ada juga riwayat dinisbahkan kepada sahabat Nabi SAW. Ibn MasAoud, yang menyatakan bahwa surah ini Madaniyyah7. Adapun surat ar-rahman ayat 1-4 ada sebagai a aAEaOaIA caa aIaaEEa acEeIA 4Aa aEac aINaEa Oa aaIA3a aEa aCaeEI a aIA2a aEac aIaEC aIA1a acEeIA Artinya: 1. Tuhan Yang Maha Pengasih, 2. Dia yang mengajarkan Al-QurAoan, 3. Dia menciptakan manusia, 4. Dia mengajarnya pandai berbicara8. Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah beliau, ayat 1Ae4 Surah Ar-RahmAn diturunkan sebagai jawaban dan klarifikasi atas pelecehan umat Makkah yang mempertanyakan nama AuAr-RahmanAy. Beberapa figur jahiliyah, terutama dari Yamamah, menyebut AuAr-RahmAnAy sebagai gelar seorang tokoh manusiaAibukan sebagai nama Allah. Mereka bertanya. AuSiapakah Ar-RahmAn itu?Ay dan mencurigai keistimewaan tersebut. Oleh karena itu, melalui ayat-ayat ini. Allah menjelaskan bahwa: Ar-Rahman adalah Sifat IlahiAiAuYang Maha PemurahAyAibukan nama manusia. Allah-lah yang mengajarkan Al-QurAoanAitegasnya sifat Maha Pengasih yang menurunkan wahyu. Allah pula yang menciptakan manusia, bukan manusia itu sendiri sebagai pemilik relasi ilahiah. Allah-lah Yang mengarahkan manusia agar pandai berbicara, memberi anugerah bahasa, bukan hasil usaha manusia sendiri9. Dengan demikian, penamaan surat Ar-RahmAn bukan sekadar estetika bahasa, melainkan menegaskan nilai teologis dan historis terhadap penyebutan nama suci ini, sekaligus menepis fitnah terhadap sifat ketuhanan-Nya. Dari segi Teks (Unsur Linguistik Interna. , pemilihan kata: AuayEeIA ca dipilih bukan sekadar sebagai julukan. kata ini membawa muatan semantis AuMaha PengasihAy yang luas, menunjukkan sifat kekuatan sekaligus kelembutan Allah10. Prof. Dr. Quraish Shihab menekankan bahwa AuAr-RahmanAy mencerminkan intensitas kasih sayang IlahiAilebih dalam daripada rahmat ibuAidan tidak terkait tokoh manusia. 11 Sedangkan dari urutan ayat mencerminkan progresi makna: dari pengenalan Tuhan . , ke wahyu . , hingga manusia dan bahasa . yat 3Ae. Struktur ini pragmatis berfungsi membangun landasan argumentasi keislaman secara berlapis. Sedangkan dari sisi Koteks (Lingkungan Linguistik Interna. Hubungan antar-ayat: Ayat 1 menyoroti sifat Tuhan. ayat 2Ae4 menjelaskan manifestasi kasih sayang ituAimengajar Al-QurAoan, menciptakan manusia, dan memberikan kemampuan berbahasa. Ini merupakan koteks internal: setiap ayat AomenguatkanAo ayat sebelumnya, membentuk koherensi diskursus yang retoris dan persuasif secara Pertanyaan mendasar (Ausiapa Ar-Rahman?A. dibantah lewat deretan fakta linguistik ini. Hal ini memperlihatkan bagaimana teks mengoreksi kesalahpahaman melalui koteks, menjelaskan substansi nama Ilahi melalui tindakan nyata. Dan Konteks (Situasi Sosial-Histori. , dari segi motif turun: Ayat-ayat ini diungkapkan sebagai klarifikasi terhadap tuduhan orang Quraisy yang menafsirkan AuAr-RahmAnAy sebagai nama manusia dari Yamamah. Prof. Dr. Quraish Shihab menyebutkan ayat ini sebagai jawaban terhadap pelecehan yang digunakan untuk merendahkan nilai nama tersebut12. Dan fungsi pragmatis: Ayat-ayat ini menyetel ulang perspektif pendengar pada tingkat teologis, bukan menggeser konteks sosial secara Ini adalah tindakan pemulihan . estorative speech ac. terhadap narasi penyimpangan, sesuai teori pragmatik tentang fungsi ujaran dalam memperbaiki keadaan sosial. Dan jika kita menelisik lebih jauh, utamanya ketika kita buhungkan dengan dunia pendidikan. Dari surat ar-rahman ayat 1-4 ini juga mengandung sebuah pendidikan, yaitu pengajaran. Allah sedang mengajar manusia, mengajarinya berbicara. 7 M. Quraish Shihab, . Tafsir Al Mishbah Pesan. Kesan, dan Keserasian Al-QurAoan, (Jakarta: Lentera Hat. , vol 13, hlm 491. 8 Kementerian Agama Republik Indonesia, . Al-QurAoan dan Terjemahannya, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al- QurAoan. Balitbang dan Dikla. , hlm. 9 M. Quraish Shihab. Tafsir Al Mishbah Pesan. Kesan, dan Keserasian Al-QurAoan. Hlm 493. 10 M. Quraish Shihab. Tafsir Al Mishbah Pesan. Kesan, dan Keserasian Al-QurAoan. Hlm 493. 11 Ibid 12 M. Quraish Shihab. Tafsir Al Mishbah Pesan. Kesan, dan Keserasian Al-QurAoan. Hlm 493. TAAoLIM: Jurnal Multidisiplin Ilmu Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2025 Akan tetapi sadarkah kita, ketika Allah sedang mengajkar tersebut. Allah tidak menggunakan nama-Nya yang lain seperti Al-AoAliimu. AuYang Maha MengetahuiAy, justru menggunakan Ar-rahman. Jika dalam ilmu pragmatik, pemilihan kata atau teks bukan hanya sekedar pemilihan kata saja, ada makna tersirat dibelakang yang perlu diketahui. Bisa jadi Allah menggunakan lafal Ar-Rahman pada scene Allah sedang mengajar pada surat ar-rahman ayat 1-4, allah hendak memberitahu kita para aktivis di dunia pendidikan, bahwa syarat utama menjadi seorang pengajar bukanlah urusan kepintaran saja, akan tetapi syarat utama yang harus dimiliki seorang pengajar adalah rasa kasih sayang, ar-rahman. Karena dengan rasa kasih sayang yang besar yang dimiliki oleh seorang pengajar, peserta didik merasa terkasihi, merasa terperhatikan, dan merasa aman. Akhirnya seorang pengajar akan dengan mudah menyampaikan materinya kepada pesarta didiknya, dan peserta didik akan dengan mudah Wallahu AAolam. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pragmatik, khususnya melalui teori teks, konteks, dan koteks, dapat mengungkap makna komunikatif yang lebih mendalam dari ayat-ayat AlQur'an. Melalui analisis terhadap Surat Ar-Rahman ayat 1Ae4, ditemukan bahwa wahyu tidak hanya bersifat teologis dan spiritual, tetapi juga mengandung strategi kebahasaan yang fungsional dalam menjawab realitas sosial dan menyampaikan pesan Ilahi secara efektif. Dari sisi teks, dipilihnya istilah Ar-Rahman (Maha Pengasi. dan struktur ayat yang progresif . ari sifat Tuhan, turunnya wahyu, penciptaan manusia, hingga pengajaran bahas. menunjukkan adanya rancangan retoris yang kuat. Koteks antar ayat memperlihatkan keterpaduan makna dan saling menguatkan dalam menyampaikan pesan, menegaskan relasi antarkalimat sebagai pembentuk argumentasi koheren. Sementara dari sisi konteks, diturunkannya ayat ini berfungsi sebagai klarifikasi terhadap keraguan atau penolakan masyarakat Quraisy terhadap nama "Ar-Rahman" sebagai nama Tuhan, bukan manusiaAisehingga ayat-ayat ini juga bersifat persuasif dan restoratif secara pragmatik. Melalui kerangka tersebut, dapat disimpulkan bahwa Al-QurAoan mengandung strategi komunikasi ilahiyah yang responsif terhadap dinamika sosial-linguistik umatnya, baik pada masa turunnya wahyu maupun relevansinya di masa kini. Dan jika dikaitkan dengan dunia pendidikan, pemilihan kata atau lafal ar-rahman mengisyaratkan bahwa sebagai seorang pengajar hal yang pertama harus dimiliki adalah sifat arrahman, sifat kasih sayang. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan linguistik pragmatik, khususnya melalui dimensi teks, konteks, dan koteks, mampu memperluas pemahaman terhadap fungsi-fungsi komunikatif Al-QurAoan dalam membangun kesadaran spiritual dan sosial. Daftar Pustaka