p-issn 2087 9296 e-issn 2685 6166 POLA TATA RUANG MASJID KANOMAN Krisna Yunarto. Mudhofar ________________________________________________ PENILAIAN LINGKUNGAN FISIK PERMUKIMAN KUMUH DI KANOMAN UTARA KOTA CIREBON Aji Amirul Bahaduri. Farhatul Mutiah ________________________________________ IDENTIFIKASI KENYAMANAN TERMAL DI RUANG STUDIO R. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI CIREBON Rizko Nuzul Pasa Ramadhan. Eka Widiyananto ______________________________ PERUBAHAN FUNGSI BANGUNAN KOLONIAL DI SEPANJANG KORIDOR JL. YOS SUDARSO CIREBON Rafika Azhar Nurfadhilah. Iwan Purnama ____________________________________ ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDARAN MUNJUL Ikin Rosikin. Farhatul Mutiah _____________________________________________ PENGARUH LANGGAM ARSITEKTUR JAWA DAN SUNDA PADA MASJID KERAMAT KI BUYUT TRUSMI CIREBON Indriyani. Mudhofar ____________________________________________________ VOLUME 11 NOMOR 2 Jl. Evakuasi No. 11 Cirebon. Oktober 2019 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 11 No. 2 Oktober 2019 KATA PENGANTAR Jurnal Arsitektur adalah jurnal yang diperuntukan bagi mahasiswa program studi arsitektur dan dosen arsitektur dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan pengabdian dengan ruang lingkup penelitian dan pengabdian mengenai ilmu arsitektur diantaranya bidang keilmuan kota, perumahan dan permukiman, bidang keilmuan ilmu sejarah,filsafat dan teoti arsitektur, bidang keilmuan teknologi bangunan, manajemen bangunan, building science, serta bidang keilmuan perancangan arsitektur. Hasil kajian dan penelitian dalam Jurnal Arsitektur ini adalah berupa diskursus, identifikasi, pemetaan, tipelogi, review, kriteria atau pembuktian atas sebuah teori pada fenomena arsitektur yang ada maupun laporan hasil pengabdian masyarakat. Semoga hasil kajian dan penelitian pada Jurnal Arsitektur Volume 11 No. 2 Bulan Oktober 2019 ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada keilmuan Hormat Saya. Manajer Editor Farhatul Mutiah Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 11 / No 2 / Oktober 2019 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 11 No. 2 Oktober 2019 TIM EDITOR Ketua Eka Widiyanant. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon. Indonesia Anggota Iwan Purnama | Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon. Indonesia Nurhidayah | Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon. Indonesia Mudhofar | Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon. Indonesia Manager Editor Farhatul Mutiah | LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon. Indonesia Jurnal Arsitektur p-ISSN 2087-9296 e-ISSN 2685-6166 A Redaksi Jurnal Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Gd. Lt. 1 Jl. Evakuasi No. Cirebon 45135 Telp. 482196 - 482616 Fax. 482196 E-mail : Jar@sttc. website : Journal. id/Jar Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 11 / No 2 / Oktober 2019 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 11 No. 2 Oktober 2019 DAFTAR ISI Kata Pengantar a. Daftar Isi a. POLA TATA RUANG MASJID KANOMAN Krisna Yunarto. Mudhofar a PENILAIAN LINGKUNGAN FISIK PERMUKIMAN KUMUH DI KANOMAN UTARA KOTA CIREBON Aji Amirul Bahaduri. Farhatul Mutiah a. IDENTIFIKASI KENYAMANAN TERMAL DI RUANG STUDIO R. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI CIREBON Rizko Nuzul Pasa Ramadhan. Eka Widiyananto a. PERUBAHAN FUNGSI BANGUNAN KOLONIAL DI SEPANJANG KORIDOR JL. YOS SUDARSO CIREBON Rafika Azhar Nurfadhilah. Iwan Purnama a. ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDARAN MUNJUL Ikin Rosikin. Farhatul Mutiah a PENGARUH LANGGAM ARSITEKTUR JAWA DAN SUNDA PADA MASJID KERAMAT KI BUYUT TRUSMI CIREBON Indriyani. Mudhofar a. a Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 11 / No 2 / Oktober 2019 PENGARUH LANGGAM ARSITEKTUR JAWA DAN SUNDA PADA MASJID KERAMAT KI BUYUT TRUSMI Indriyani 1. Mudhofar2 . Program Studi Arsitektur - Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Email: Indriyanigampang@gmail. com 1 , mudhofarach@yahoo. ABSTRAK Masuknya Islam di Pulau Jawa tidak lepas dari keberadaan Cirebon yang merupakan salah satu wilayah dengan corak kebudayaan Islam tertua di Pulau Jawa. Pertumbuhan Cirebon menjadi wilayah bercorak Islam dimulai ketika Syarif Hidayatullah memimpin wilayah Cirebon mulai sekitar tahun 1479, sedangkan kedatangan dan penyebaran Islam di wilayah Cirebon sudah ada sebelum kedatangan Syarif Hidayatullah di tahun 1470 (Tjandrasasmitha, 2009: . Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi merupakan kompleks bangunan kuno yang terletak di Kampung Dalem. Desa Trusmi Wetan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepada kunci kiayi masjid keramat buyut terusmi dengan cara obvervasi lapangan. Hasil dari tulisan ini mengungkapkan bahwa pada masjid Ki Buyut Trusmi terdapat pengaruh Arsitektur Jawa pada Atap nya dan pengaruh langgam arsitektur Jawa pada bagian interior masjid. Kata kunci : Arsitektur Jawa,Arsitektur Sunda,Masjid. PENDAHULUAN Masuknya Islam di Pulau Jawa tidak lepas dari keberadaan Cirebon yang merupakan salah satu wilayah dengan corak kebudayaan Islam tertua di Pulau Jawa. Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi merupakan kompleks bangunan kuno yang terletak di Kampung Dalem. Desa Trusmi Wetan. Kecamatan Plered. Kabupaten Cirebon. Secara geografis. Situs ini terletak di koordinat 06o 41Ao 59,8AoAo LS dan 108o 30Ao 48AoAo BT. Didalam komplek Ki Buyut Trusmi ini terdapat masjid yang temboknya hanya terbuat dari susunan batu bata yang alami menempel. Tiang penyangganya juga terbuat dari kusen yang sudah lama namun masih kuat menopang dengan baik. Masjid ini memiliki keunikan tidak seperti masjid lainnya. Kubah masjid ini bukan berbentuk kubah biasa, namun berbentuk atap limas yang diasumsikan mengambil pengaruh Jawa dan Sunda. Tujuan Penelitian adalah untuk pemanfaatan paku. Semua dianggap benda-benda asing yang tidak cocok dan ditolak pemanfaatannya (Saleh Danasasmita, "Latar Belakang Sosial Sejarah Kuno Jawa Barat dan Hubungan antara Kerajaan Galuh dengan Pajajaran", 1. Bangunan mesjid memiliki bagian-bagian yang sebagian sama bentuk dan namanya dengan bagian-bagian pada rumah tinggal . uanas, 1. Gaya dan gaya arsitektur sunda berbeda setiap bangunan nya dapa dilihat dari bentuk pintu dan atap nya. dapat dilihat dari Macam-macam bentuk bangunan yang memiliki gaya arsitektur sunda: mengetahui apakah ada pengaruh langgamlanggam arsitektur pada bangunan tersebut. KERANGKA TEORI Arsitektur Sunda Menurut sejarawan Drs. Saleh Danasasmita . , bentuk bangunan tradisional Sunda memang amat Penduduk tatar Sunda jaman dulu tergolong masyarakat ladang. Sifat paling menonjol dalam masyarakat ladang adalah kebiasaan pindah tempat mengikuti letak peladangannya. Pengaruh langsung dari keadaan ini tentu saja dalam hal bangunan yang harus sederhana dan tidak permanen. Hal yang dianggap tabu oleh masyarakat adalah penggunaan genteng untuk atap rumah dan Gambar 1. Tipologi bangunan arsitektur sunda Sumber : dokumentasi penulis, 2017 Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 11 / No 2 / Oktober 2019 2 Arsitektur Jawa Rumah merupakan salah satu dari tiga kebutuhan utama dalam kehidupan. Demikan bagi masyarakat Jawa, rumah adalah tempat tinggal dengan salah satu tujuan hidup idealnya (Ronald 1990. Rumah sendiri memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Arti penting ini dapat ditelusuri dari filosofi orang Jawa sendiri yaitu, sandhang, pangan, dan papan ketiga unsur tersebut diartikan sebagai pakaian, makanan dan tempat tinggal. Sebagai kebutuhan utama ketiga setelah pakaian dan makanan, tempat tinggal menentukan nyaman atau tidaknya sebuah keluarga (Wibowo 1998, . Gambar 3. Lokasi Penelitian Sumber : dokumentasi penulis, 2017 Elemen Arsitektur Masjid Jenis atap yang digunakan pada masjid Ki buyut Trusmi adalah Atap Tajug Lawan Lambang Teplok yang termasuk kedalam jenis atap jawa. Gambar 2. Tipologi bangunan arsitektur Jawa Sumber : dokumentasi penulis, 2017 Menurut Eko Budiharjo,. Bagian arsitektur Jawa terbagi atas 3 bagian, yaitu: atap . , tiang dan dinding . , dan umpak atau batur . METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan survey lapangan yaitu observasi mengenai elemen arsitektur yang dapat diidentifikasi menurut kajian teori elemen arsitektur yang terdapat pada arsitektur sunda dan jawa. Analisa dilakukan dengan metode kualitatif deskritif yaitu mendeskripsikan elemenelemen arsitektur yang dikenal pada arsitektur sunda dan jawa. PEMBAHASAN Lokasi Penelitian Lokasi masjid yang diteliti berlokasi di Blok desa. Trusmi Wetan. Plered. Cirebon. Jawa Barat 45154. Situs ini terletak di koordinat 06o 41Ao 59,8AoAo LS dan 108o 30Ao 48AoAo BT. Lingkup penelitian adalah berada pada area kabuyutan trusmi sedangkan lingkup spasial adalah Masjid Ki Buyut Trusmi yang berada di dalam area Kabuyutan Trusmi Gambar 4. Atap Masjid Sumber : dokumentasi penulis, 2017 Sedangkan kolom pada Masjid ini terbuat dari kayu jati yang didalam terdapat ukiran-ukiran. Ukiran yang terdapat pada kolom ini berbentuk seperti motimotif pada batik Jawa. Gambar 5. Kolom masjid Sumber : dokumentasi penulis dan internet , 2017 Pada pintu pada Masjid ini Terbuat dari kayu jati dan terdapat ukiran berbentuk seperti motif batik Jawa. Sedangkan jendela nya terbuat dari kayu jati dengan model sederhana. Bentuk jendela ini sama seperti bentuk jendela pada Rumah Tradisional Jawa Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 11 / No 2 / Oktober 2019 DAFTAR PUSTAKA Rob,nieuwenhuys, . , komen en Blijven tempoe Saleh Danasasmita, . , "Latar Belakang Sosial Sejarah Kuno Jawa Barat dan Hubungan antara Kerajaan Galuh dengan Pajajaran". Drs. Dasum Muonas, dkk, . Arsitektur Tradisional wilayah Jawa Barat. Depdikbud Jakarata Eko Budiharjo, . Percikan Masalah Arsitektur Perumahan. Perkotaan. Gambar 6. Pintu dan Jendela masjid Sumber : dokumentasi penulis dan internet , 2017 Ornamen pada kolom, pintu berbentuk ukiran motif Sawat Penganten yang termasuk kedalam motif batik di Jawa. Gambar 7. Ornamen dan wadasan Sumber : dokumentasi penulis, 2017 PENUTUP Kesimpulan Dari hasil pengamatan dan analisa pada elemen arsitektur yang dikenal pada Masjid Ki Buyut Trusmi mengungkapkan bahwa pada Masjid Keramat Ki Buyut Trusmi ini terdapat pengaruh Arsitektur Jawa pada Atap dan pengaruh langgam Arsitektur Jawa pada bagian interior bangunan. Rekomendasi