RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Volume. Number. April 2022 p-ISSN : 2540-8097, e-ISSN : 2776-1517 Hlm : 01-16 Journal Home Page : https://ejournal. id/index. php/risda/index PENTINGNYA BIMBINGAN ISLAMI BAGI PENDIDIKAN DITENGAH KEBINEKAAN Moh Subhan Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC). Mojokerto. Indonesia subhan@gmail. Abd. Haris UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang. Indonesia subhan@gmail. Abstract Humans are social creatures. In the case of guidance in the midst of diversity, there is a relationship between two subjects, namely the guidance of subjects who guide more subjects who are less. The realization of independence and freedom from the shackles of the oppression of the colonizers until the realization of peace in the archipelago which has been recognized throughout the world for its independy ence, are noble values that are full of rahmatan lil'alamin which is loaded with the religion of Islam that is presented in Indonesia. Islam is present on mother earth this motherland without war and not brought by the invaders. Islam comes with hospitality and politeness as well as dialogue and culture. Islam and culture are not at all contradicted so that it is easy to be accepted by all groups, that is one way that Islam rahmatan lil'alamin enters through cultural dialogue. Islam has spread and is faced with various cultural realitifes so that this is what allows Islam to develop into a truly rahmatan lil'alamin teaching. The strength of Islamic values does not completely shift the strength of cultural values but instead enriches them. The position of Islam is able to be a guardian for the establishment of religious harmony. Keywords: Islamic Guidance. Education. Diversity Abstrak Manusia adalah mahluk sosial. Dalam hal bimbingan di tengah keragaman, ada hubungan antara dua mata pelajaran yaitu bimbingan mata pelajaran yang membimbing lebih banyak mata pelajaran yang kurang. Terwujudnya kemerdekaan dan kebebasan dari belenggu penjajahan hingga terwujudnya perdamaian di negri tercinta yang berada dalam nusantara yang telah diakui dunia kemerdekaannya, merupakan nilai-nilai luhur yang sarat rahmatan lil'alamin, dan sarat dengan nilai-nilai luhur agama Islam yang dihadirkan di indonesia. Islam hadir di bumi ibu pertiwi ini tanpa perang dan tidak dibawa oleh penjajah. Islam hadir dengan keramahan dan kesopanan serta dialog dan budaya. Islam dan budaya sama sekali tidak bertentangan sehingga mudah diterima semua kalangan. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Moh Subhan. Abd. Haris itulah salah satu jalan masuknya Islam rahmatan lil'alamin melalui dialog budaya. Islam telah menyebar dan dihadapkan pada berbagai realitas budaya sehingga hal inilah yang memungkinkan Islam berkembang menjadi ajaran yang benar-benar rahmatan lil'alamin. Kekuatan nilai-nilai Islam tidak sepenuhnya menggeser kebiasaan dan kekuatan nilai-nilai budaya tetapi justru memperkayanya. Kedudukan Islam mampu menjadi penjaga bagi tegaknya kerukunan umat Kata kunci: Bimbingan Islami. Pendidikan. Kebinekaan Pendahuluan Manusia mempunyai sejumlah kemampuan yang dapat dikembangkan melalui Pengalaman itu terjadi karena interaksi manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial manusia secara efesien dan efektif itulah yang disebut pendidikan. dan latar tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan, khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Kemampuan manusia sangat beragam sesuai dengan kodratnya yang telah menjadi sesuatu kelebihan atau bahkan menjadi sebuah kelemahan ketika dipandang dari sudut kelebihan orang lain, maka pada saat seseorang melihat kekurangan orang lain sepatutnya menyadari bahwa dirinya juga mempunyai kelemahan sehingga tidak takabur dengan menganggap dirinya lebih baik, oleh karena yang demikian itu sudah menjadi suratan takdir, tatkala terjadi adanya semua manusia lemah yang tentunya semua umat manusia harus menyadari tika dirinya menemukan kekurangannya sehingga sangat membutuhkan bantuan manusia yang lainnya didalam memenuhi kebutuhan dirinya sendiri serta dalam memenuhi dan menjalankan tugas yang telah diamanatkan kepadanya. Dalam hal bimbingan Islami ditengah kebinekaan tersirat hubungan dua subyek, yaitu bimbingan subyek yang lebih, agar memiliki tanggung jawab membimbing subyek yang kurang. Bimbingan Islami dalam kebinekan berada dalam posisi yang sangat setrategis, sejajar dan sama berbanding lurus dengan kemajuan zaman serta memiliki peranan yang sangat baik dalam setiap peradapan dan kebudayaan yang ada, tidak ada kebudayaan yang lebih tinggi dari kebudayaan yang lainnya, melalui dialog Umar Tirtahardjo dkk. Pengantar Pendidikan. Rineka Cipta Jakarta 2012, hlm. Volume. Number. April 2022 Pentingnya Bimbingan Islami bagi Pendidikan ditengah Kebinekaan bimbingan Islami dalam kebinekaan meniscayakan adanya persamaan dan kesamaan diantara pihak-pihak yang terlibat dalam kebudayaan, dengan dialog yang penuh hikmah dan nasehat yang baik menyumbangkan pemikiran yang positif sebagai ide kreatif dengan tepat pada waktunya akan memperkaya kebudayaan dan peradapan yang bersangkutan sehingga nantinya bisa terwujud masyarakat yang makmur, adil dan sejahtera. Rumusan masalahnya bagaimanakah penerapan bimbingan Islami yang RahmatanlilAoalamin bagi pendidikan ditengah kebinekaan ?, dan bagaimanakah kontribusi pendidikan Islam dalam terbentuknya sebuah pemikiran menjadi hukum positif yang menjadi hasil kesepakatan ?. bertujuan memahami penerapan bimbingan Islami dalam kebinekaan dan kontribusinya dalam menentukan hukum positif yang menjadi kesepakan. Sebuah jurnal penelitian terdahulu terdapat salah satu nilai tambah negara Indonesia di banding dengan negara ASEAN lainnya, adalah sumber daya Kebhinekaan. Seharusnya hal ini dapat dipahami sebagai sebuah kekuatan pemersatu bangsa. Kebhinekaan multikulturalisme berlandaskan kekuatan spiritualitas, maksudnya masyarakat melihat perbedaan itu sebagai sebuah keragaman yang mempersatukan, menerima perbedaan sebagai sebuah kekuatan bukan sebagai ancaman atau gangguan. Semua budaya, agama dan suku yang ada tetap pada bentuknya masing- masing, yang mempersatukan adalah rasa nasionalisme kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Kemajemukan dan keragaman budaya adalah sebuah fenomena yang tidak mungkin dihindari karena keragaman budaya merupakan bagian dari proses Dalam menghadapi kemajemukan tentu saja tidak mungkin mengambil sikap anti pluralisme karena harus belajar toleran tehadap kemajemukan dan dituntut untuk hidup di atas dasar, semangat pluralisme agama (Johan Effendi, 2004 : . Hasilnya adalah sebenarnya bangsa Indonesia sudah siap menghadapi resiko hidup dalam kemajmukan dengan bimbingan Islami dalam pendidikan ditengah Asalkan pemerintah dan seluruh elemen bangsa sadar akan kemampuan diri dan memahami nilai kebangsaan secara baik. Pada era globalisasi sekarang ini, negara Indonesia memerlukan kerjasama antar semua golongan supaya bisa bersaing dengan negara lain. Bangsa Indonesia dari berbagai ras, suku. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Moh Subhan. Abd. Haris bahasa, agama dan budaya, diharapkan terus bekerja keras untuk mengharumkan nama bangsa diberbagai belahan dunia dengan prestasi dalam bidangnya masingmasing. Pengangguran dan perselisihan merupakan salah satu masalah serius yang kita hadapi. Karena dari pengangguran dan perselisihan berbagai patologi sosial dapat terjadi. Oleh karena itu Bimbingan Islami ditengah kebinekaan menjadi sangat berperan penting. Selaras dengan Undang-Undang sistem pendidikan nasional nomer 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi sistem pendidikan nasional. Undangundang tersebut memuat visi, misi, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berdaya saing dalam kehidupan global. Bimbingan Islami dalam pendidikan ditengah kebinekaan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajmukan bangsa. Karena jika paradigma birokratik yang dikedepankan tentu ruang kreatifitas dan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut tidak akan terpenuhi. Sebagaimana fenomena terjadi dalam seuatu kondisi yang sangat membutuhkan bimbingan yang dikarenakan dilema saat proses pendidikan mengumumkan kelulusan, seakan mengisyaratkan terbentangnya kemampuan kemandirian, namun betapa masalah pengangguran dari terdidik menjadi masalah yang sangat serius, karena data pengangguran dari terdidik di Indonesia menunjukkan jumlah yang semakin tinggi, bahkan seseorang semakin rendah kemandiriannya setelah menempuh jenjang pendidikannya. Kondisi yang dihadapi ini akan semakin diperburuk dengan situasi persaingan global, dimana lulusan pendidkan dalam negri bersaing secara bebas dengan asing. Oleh karena itu, sangat perlu bimbingan, dan diarahkan serta didukung agar dapat mengimbangi untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja . ob seeke. saja, akan tetapi sebaliknya justru seharusnya dibimbing agar siap menjadi pencipta lapangan kerja yakni pekerjaan . ob creato. Permendiknas. Standar Nasional Pendidikan PP RI Nomor 19 Tahun 2005. Asa Mandiri Jakarta, hlm. Volume. Number. April 2022 Pentingnya Bimbingan Islami bagi Pendidikan ditengah Kebinekaan Deddy Yusuf Yudhyarta STAI Aulaurrasyidi Tembilahan menulis tentang Peranan Perguruan Tinggi Agama Islam Di Tengah Kebhinekaan Dalam Menumbuhkan Kewirausaan Mahasiswa Menghadapi MEA, bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kebhinekaan sebaiknya dipahami sebagai sebuah kekuatan pemersatu Kebhinekaan di tengah kehidupan masyarakat juga harus dimaknai melalui pemahaman multikulturalisme berlandaskan kekuatan spiritualitas, maksudnya mempersatukan, menerima perbedaan sebagai sebuah kekuatan bukan sebagai ancaman atau gangguan. Perbedaan atau ikhtilaf itu bisa menjadi rahmat, sehingga perbedaan tersebut tidak menjadi sumber konflik dan perpecahan. Sikap saling toleransi dan saling bergotong royong inilah yang nantinya akan menjadikan keberagaman yang dinamis, dan kekayaan budaya yang menjadi jati diri bangsa yang patut untuk Oleh karena itu terdapat suatu teori bahwa perkembangan dan kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh sejauh mana sumber daya manusianya terutama dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran bangsa. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Moh Subhan. Abd. Haris Metode Penelitian Metodologi penelitian ini terdiri dari jenis penelitian dan pendekatan yang digunakan yaitu Metode kualitatif, yang berisikan jenis metode atau jenis pendekatan yang digunakan diharapkan bisa menjadikan penelitian ini lebih aktual didalam menghasilkan sebuah data dengan menjamin akan keabsahan data dari informan yang terkait di lokasi pada waktu penelitian. Analisis dari uraian tentang data yang diperoleh dari sumber data, alat penelitian dengan metode kualitatif sangat jelas karena didapat melalui prosedur obserfasi dan wawancara dari sumber yang falid dalam teknik pengumpulan data, begitu juga teknik yang dilakukan dalam analisis data sehingga menghasilkan temuan yang akurat penjamin keabsahan. Secara sederhana disampaikan secara ilmiah dalam mencari dan mendapatkan data dan memiliki kaitan dengan prosedur dalam melakukan penelitian dan teknis penelitian yang ditulis dengan bahasa jelas, padat, dan tidak sekedar teoritis, tapi menawarkan solusi dengan memberikan jawaban masalah penggunaannya secara praktis. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan, dan setelah selesai dilapangan. Dalam hal ini Nasution . menyatakan AuAnalisis telah mulai sejak sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun kelapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian. Dengan redaksi yang berbeda, dapat dijelaskan hakikat penelitian kualitatif itu adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Penelitian yang mendeskripsikan suatu gejala, fakta, peristiwa atau kejadian yang sedang atau yang sudah terjadi, d a l am h a l i n i yaitu tentang Pentingnya Bimbingan Islami Dalam Pendiddikan di Tengah Kebhinekaan. Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta Bandung, hlm. Volume. Number. April 2022 Pentingnya Bimbingan Islami bagi Pendidikan ditengah Kebinekaan Hasil dan Pembahasan Menurut sanjaya, pengalaman belajar adalah segala aktifitas siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan. Pengalaman belajar bukanlah isi atau materi pelajaran dan bukan pula aktivitas guru memberikan pelajaran. Pemikiran pendidikan sarat dengan kecenderungan dan nuansa religiusnya, sehingga dengan itu dapat menghalangi kecenderungan-kecenderungan yang lain. Pada saat seseorang menafsirkan realitas dunia berpangkal pada agama, maka wajar dan logis bila agama sangat menjiwai pola pikir dan cara pandang hingga pendidikan pun dijadikan sebagai alat yang terencana untuk mencapai tujuan Jadi para pendidik dan ahli pendidikan Islam, setelah menjadikan tujuan keagamaan sebagai tujuan pendidikan Islam, maka kemudian mengerahkan segenap potensi diri mereka menuju kearah tujuan tersebut. Tugas seorang guru adalah membantu siswa-siswinya agar mereka mudah belajar sehingga mereka gembira, penuh semangat, tidak cemas, berani mengemukakan pendapat, dan sebagainya. Itulah hakikat fasilitator yang bertugas mempermudah belajar . o facilitate learnin. Rasa gembira, tidak takut, dan tidak bingung pada siswa menjadi modal utama baginya untuk tumbuh berkembang menjadi anak manusia yang memiliki kemungkinan-kemungkinan besar untuk beradaptasi dan mengatasi tantangan-tantangan zaman. Pedidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Jadi dalam pendidikan terdapat unsur-unsur berikut : Usaha . usaha itu bersifat bimbingan . impinan atau pertolonga. dan dilakukan secara sadar. Ada pendidik, atau pembimbing, atau penolong. Ada yang dididik atau si terdidik. Bimbingan itu mempunyai dasar dan tujuan. Dalam usaha itu ada alat-alat yang dipergunakan Hanun Asrohah dkk. Pengembangan Kurikulum. Kopertais IV Press, hlm. Abd. Haris dkk. Filsafat Pendidikan Islam. Penerbit Amzah Jakarta, hlm. Saleh Marzuki dkk. Pendidikan Nonformal Dimensi Dalam Keaksaraan Fungsional. Pelatihan, dan Andragogi. PT Remaja Rosdakarya Bandung, hlm. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Moh Subhan. Abd. Haris Dalam istilah bimbingan tersebut, tersirat dua subyek yang berhubungan yaitu: sifat hubungan antara subyek yang lebih dan yang kurang, dimana yang membimbing memiliki sifat lebih dari pada yang dibimbing, tentu saja dalam halhal yang berhubungan dengan tujuan Pendidikan. Pihak yang lebih atau sipendidik memberi bimbingan kepada pihak yang kurang atau si-terdidik. Dalam dunia Pendidikan yang lazim disebut pendidik ialah : orang tua, guru, dan pimpinan masyarakat atau tegasnya orang-orang yang telah dewasa karena orang dewasa memiliki sifat-sifat tertentu yang lebih darpada si-terdidik. dalam istilah bimbingan terkandung pula unsur lain yaitu: menunjukkan bahwa usaha itu tidak sekali jadi. Dengan kata lain bimbingan itu merupakan suatu proses, yang berjalan kearah kedewasaan jasmaniyah dan rohaniyah. Beberapa hal sebagai kontribusi yang penuh hikmah dalam proses pendidikan Islami ditengah kebinekaan, diantaranya sebagai berikut : Menjaga Keseimbang Dalam Kebinekaan Kegiatan menyelenggarakan lembaga itu merupakan usaha manusia bertolong-tolongan dalam kebaikan. Didalam lembaga ini setiap individu dapat pula melakukan usaha tolong menolong berbuat kebaikan yaang disebut pendidikan, yang diridloi Alloh SWT. Kegiatan dilembaga tersebut diselenggarakan secara teratur sehingga disebut lembaga pendidikan formal. Dengan kata lain sekolah atau sejenisnya merupakan lembaga pendidikan formal, karena kegiatannya diselenggarakan secara sengaja, berencana dan sistematis, dalam rangka membantu anak-anak mengembangkan potensinya, agar mampu menjalankan tugasnya sebagai kholifah dimuka bumi. Kebinekaan dinegara Indonesia merupakan moto atau semboyan bangsa yang tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila dengan semboyan Bineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu yang tertulis diatas pita yang dicengkeram oleh Burung Garuda. Sultan Hamid dari Pontianak merancang dan disempurnakan oleh Sukarno dan diresmikan sebagai lambang negara dalam siding kabinet 11 Februari 1950 tersebut merupakan maha karya anak bangsa yang mengandung hikmah yang sangat mendalam bagi Ahmad. Pengantar Filsafat Pendidikan ( Bandung : Al-MaAoarif, 1998 )hlm. Hadari Nawawi. Pendidikan Dalam Islam. Al Ikhlas Surabaya, hlm. Volume. Number. April 2022 Pentingnya Bimbingan Islami bagi Pendidikan ditengah Kebinekaan seluruh rakyat Indonesia yang sangat beragam dari Sabang sampai Merauke. Kebinekaan tercermin dari perbedaan budaya, keberagaman agama yang di anut juga banyaknya suku-suku kita maknai dalam hal keberagaman, perbedaan, kemajmukan yang tidak lepas dari pergerakan yang dinamis terkadang dimaknai sebagai sesuatu hal yang baik tetapi juga terkadang dinilai sebaliknya, langkah yang menyeimbangkan kebinekaan tersebut untuk kembali selaras dan tercipta suatu sinergi yang positif, pola pemikiran yang lingkungan tersebut dapatkan seperti lingkungan bertetangga dengan lingkungan sekolah mempunyai perbedaan dalam menyikapi kebinekaan, sebagaimana bisa dikatakan lingkungan sekolah lebih baik dibandingkan lingkungan masyarakat luas yang pada umumnya wadah kebinekaan telah terkontaminasi kepentingan pribadi atau golongan. Terciptanya suatu keselarasan satu sama lain yang lebih dominan kearah yang saling menguntungkan dan saling membutuhkan satu sama lain karena memiliki kesadaran akan adanya perbedaan dan kekurangan menjadikan terciptanya suatu toleransi. Agama Yang RahmatanlilAoalamin Manusia dalam keberadannya dimuka bumi senantiasa berada dalam dua lingkup yaitu lingkup personal ( pribadi ) dan sosial. Potensi personal merupakan subuah inti atau core manusia dalam mencapai kesempurnaan dirinya sebagai insan menuju insan kamil ( manusia yang sempurna ). Keberadaan insan yang satu merupakan organ yang unik dan beragam. Setiap insan atau personal mempunyai potensi yang diberikan sama oleh Alloh dalam rangka beribadah kepadanya. Kemampuan insan akan semakin terasah dan teruji kalau dia dihadapkan dengan insan yang lain dan pada sebuah komunitas yang berada disekeliling dia. Potensi pribadi akan bisa mempengaruhi suasana komunitas akan tetapi tidak sedikit komunitas justru mewarnai pribadi itu sendiri menjadi sebuah budaya. Akan tetapi, insan yang unggul dan teruji dapat dengan kuat mempengaruhi komunitas tanpa dia sendiri terpengaruh oleh komunitas itu. Hanya insan yang belum teruji dan lemahlah yang akan terpengaruh oleh lingkungan yang ada. Rusmin Tumanggor dkk. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Karisma Putra Utama Jakarta, hlm. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Moh Subhan. Abd. Haris Menurut Amin Abdulloh, titik tolak kesulitan pengembangan skup wilayah kajian Islamic Studies, berakar pada kesukaran seorang agamawan untuk membedakan antara normativitas dengan historisitas. Pada dataran normativitas kelihatan Islam kurang pas untuk dikatakan sebagai disiplin ilmu, sedangkan untuk dataran historisitas tampaknya tidak salah. Pada dataran normativitas, studi Islam masih banyak terbebani oleh misi keagamaan yang bersifat memihak, subyektif, dan apologis . embelaan suatu keyakina. Sehingga, kadar muatan yang bersifat analisis, kritis, metodologis, historis dan empiris, . erutama dalam menelaah kajian-kajian keagaan produk sejarah terdahul. , kurang begitu Berdasarkan pendapat Amin Abdulloh tersebut, dilihat dari segi normatif . ebagaimana yang terdapat dlam alQur-an dan alHadit. Islam lebih merupakan sebagai agama yang tidak dapat menerima paradigma ilmu pengetahuan yaitu paradigma analitis, kritis, metodologis, historis, dan empiris. Sebagai agama. Islam lebih bersifat memihak, romantis, apologis, dan subyektif. Sedangkan jika dilihat dari segi historis. Islam dapat dikatakan sebagai sebuah disiplin ilmu. Berdasarkan dari uraian diatas, pentingnya studi Islam adalah untuk melihat Islam dari berbagai sudut pandang, baik dari sudut normativitas ajaran wahyu yang dibangun, diramu, dibakukan, dan ditelaah melalui doktrin Sedangkan historisitas keagamaan yang bersifat multi disipliner, baik lewat pendekatan historis, filosofis, psikologis, sosiologis, kultural, maupun Banyaknya pendapat dalam masalah yang berkaitan dengan pesan-pesan agama ini, telah melahirkan beraneka ragam madzhab dan kelompok yang semuanya mengacu kepada teks-teks al-Quran dan Hadits, maka dalam menyikapi berbagai pandangan dan pemikiran ini, baik itu yang berhubungan dengan akidah, hukum, maupun suluk, umat Islam dituntut untuk memperhatikan dua hal. Pertama, toleran ketika berbeda, kedua, tidak saling mengkafirkan dan menyesatkan. Perbedaan merupakan keniscaayaan sesuatu yang tidak bisa dihindari diantara sesama manusia dikarenakan kemampuan pemahaman yang berbeda10 Ahmad Taufik Wildan dkk. Metodologi Studi Islam. Bayumedia Publising Malang, hlm. Al-Hamid Jakfar AlQodri. Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat. Jakarta: Mizan Pustaka, 2012 hal. Volume. Number. April 2022 Pentingnya Bimbingan Islami bagi Pendidikan ditengah Kebinekaan beda serta keberagaman mereka dalam keinginan, namun yang tercela ketika terjadi perbedaan adalah perselisihan yang menjadikan saling bermusuhan dan pertikaian, sebab perbedaan pendapat atau berbeda sudut pandang itu sunnatulloh yang dapat diterima dengan jiwa besar dan terdapat hikmah yang bisa mendatangkan rahmat. Bimbingan Islam sebagai rahmatan lil Aoalamin mengarahkan pemeluknya menghargai suatu perbedaan bahkan perbedaan atau ikhtilaf itu bisa menjadikan rahmat, sehingga perbedaan tersebut tidak menjadi sumber konflik dan perpecahan. Sikap saling toleransi dan saling bergotong royong inilah yang nantinya akan menjadikan keberagaman yang dinamis, kekayaan budaya yang menjadi jati diri bangsa yang patut untuk dilestarikan. Amanah dalam Membangun Kemaslahatan Umat Merupakan hal yang tidak dapat di abaikan dalam pembangunan umat, bangsa dan negara adalah adanya pemimpin, dalam pandangan bimbingan Islami pemimpin adalah orang yang diberikan amanat dan akan dimintai pertanggungjawaban bukan hanya di dunia saja tetapi juga diakhirat. Dan menjadi seorang pemimpin tidak berarti menjadi orang yang paling hebat, karena pemimpin umat memiliki tugas yang sangat berat yaitu melayani masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya, begitu juga menjadi seorang pemimpin tidak berarti menjadi perencana yang bebas melakukan apapun sesuai dengan keinginannya, oleh karena itu siapapun yang terpilih menjadi pemimpin dialah orang yang mendapat amanat tersebut maka hendaklah menjalankan tugas yang menjadi amanahnya, niscaya semua kemaslahatan yang direncanakan dan kebijakan ditimbulkannya akan kembali pada diri pribadinya dan juga umat yang dipimpinnya. Nabi Muhammad saw adalah suri tauladan pada masa hidupnya, memegang dua tugas yang harus beliau lakukan, pertama, ialah menyampaikan risalah, dalam hal ini beliau adalah orang yang telah terpilih untuk mengemban tugas kenabian dan berkewajiban untuk menyampaikannya kepada umatnya. Kedua, ialah bertindak sebagai pemimpin umat Islam, semua urusan mereka dikembalikan kepada beliau dan beliaulah yang memutuskannya. Beliau memberikan arahan kepada mereka kearah yang positif dan menghindarkannya dari hal yang dapat menyengsarakannya. Tugas nabi Muhammad saw. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Moh Subhan. Abd. Haris pertama yakni menyampaiakan risalah berahir karena wafatnya, setelah beliau menyempurnakan agama Islam ini. Sedangkan tugas yang kedua itulah menurut kaum muslimin harus dilanjutkan meskipun beliau telah wafat, dan tugas yang kedua inilah yang disebut kholifah. Kemanusiaan dalam Kemerdekaan Pendidikan Seseorang akan melakukan sesuatu atau bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan merealisasikan keinginan yang menjadi cita-citanya. Maslow . menyusun suatu teori tentang kebutuhan manusia yang bersifat hierarkis, dan dikelompokkan menjadi lima tingkat, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang, harga diri, dan aktualisasi diri. Dalam proses tarbiyah Islamiyah terdapat suatu cara yang elegan dan hal tersebut sangat baik dampaknya terutama bagi keberhasilan pendidikan, hal yang dimaksud adalah berupa berita gembira . balasan atas kebaikan dan peringatan . suatu ancaman hukuman sebagai balasan dari Menurut Stone dan Nielson, umpan balik mempunyai fungsi untuk membantu siswa memelihara minat dan antusias siswa dalam melaksanakan tugas belajar. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah, bahwa belajar itu ditandai oleh adanya keberhasilan dan kegagalan. Jika hal ini diketahui oleh siswa, akan membawa dampak berupa hadiah dan hukuman. Keberhasilan berdampak hadiah . dan kegagalan berdampak hukuman . Hadiah adalah sesuatu yang berdampak menyenangkan, sedangkan hukuman adalah sesuatu yang berdampak tidak menyenangkan. Suatu hadiah sebagai dampak dari keberhasilan yang dicapai dapat menjadi penguat . terhadap hasil belajar. Sedangkan suatu hukuman sebagai dampak dari kegagalan dapat menghilangkan . tingkah laku yang tidak Dengan memperoleh hadiah tersebut individu akan merasakan suatu intensif yang dapat memberikan rangsangan dan motivasi baru dalam Sedangkan dengan hukuman menyebabkan individu tidak mengulangi Syeh Muhyidin Alkhoyyat. Sejarah Kebangkitan Islam dan Situasi Dunia Aab ( Surabaya : Putra Jaya Offset 1994 ) hal 9 Mulyasa. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. PT Remaja RosdaKarya Bandung, hlm. Volume. Number. April 2022 Pentingnya Bimbingan Islami bagi Pendidikan ditengah Kebinekaan kegagalan yang dibuatnya. Itu sebabnya maka dalam proses pembelajaran, umpan balik sangat penting artinya bagi siswa dalam belajar. Kompetensi sosial menurut Slamet PH . terdiri dari Sub kompetensi yaitu : . memahami dan menghargai perbedaan ( respek ) serta memiliki kemampuan mengelola konflik dan benturan. melaksakan kerjasama secara harmonis dengan kawan sejawat, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, dan pihak-pihak terkait lainnya. membangun kerja tim ( teamwork ) yang kompak, cerdas, dinamis, dan lincah. melaksanakan komunikasi ( oral, tertulis, tergambar ) secara efektif dan menyenangkan dengan seluruh warga sekolah, orang tua peserta didik, dengan kesadaran sepenuhnya bahwa masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab terhadap kemajuan pembelajaran. memiliki kemampuan memahami dan menginternalisasikan perubahan lingkungan yang berpengaruh terhadap tugasnya. memiliki kemampuan mendudukkan dirinya dalam sistem nilai yang berlaku di masyarakat . melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, misalnya: partisipasi, transparansi, akuntabilitas, penegakan hukum, dan profesionalisme. Kompetensi tidak semata-mata menekankan pada penguasaan materi pelajaran, karena jika seorang guru telah berpendidikan S1 atau D-IV tentu saja secara teoritik guru tersebut telah menguasai materi pelajaran sesuai bidang setudi yang menjadi tanggung jawabnya. Pada kompetensi sosial, masyarakat adalah prangkat prilaku yang merupakan dasar bagi pemahaman diri dengan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan sosial serta tercapainya interaksi sosial secara objektif dan efesien. Ini merupakan penghargaan guru dimasyarakat sehingga mereka mendapatkan kepuasan diri dan menghasilkan kerja yang nyata dan efesien, terutama dalam Pendidikan nasional. Kompetensi sosial mencakup perangkat prilaku yang menyangkut: kemampuan interaktif yaitu kemampuan yang menunjang efektifitas interaksi dengan orang lain seperti keterampilan ekspresi diri, berbicara efektif, memahami pengaruh orang lain terhadap diri sendiri, menafsirkan motif orang lain, mencapai rasa aman bersama orang lain. keterampilan memecahkan masalah kehidupan dan Sumiati dkk. Metode Pembelajaran. CV Wacana Prima Bandung, hlm. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Moh Subhan. Abd. Haris Sedangkan kompetensi spiritual yaitu pemahaman, penghayatan dan pengamalan kaidah agama dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian indikator kemampuan sosial guru adalah mampu berkomunikasi dan bergaul dengan peserta didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan, orang tua dan wali murid, masyarakat dan lingkungan sekitar, dan mampu mengembangkan jaringan. Dalam proses bimbingan Islami terdapat suatu cara yang elegan dan sangat baik dampaknya terhadap kemaslahatan, terutama bagi keberhasilan pendidikan Islam, hal yang dimaksud adalah basyiron yaitu dengan membuka wawasan kehidupan masa depan yang cemerlang penuh kebahagiaan, dan yang kedua adalah nadhiron yaitu menunjukkan akibat dari dampak buruk sebagai peringatan, yakni kebaikan akan memperoleh imbalan pahala yang dilipat gandakan disorga, wsedangkan kedurhakaan diancam siksa neraka sebagai balasan setimpal dari keburukan yang dikerjakannya. Syaiful Sagala. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan, ( Bandung: Alfabeta 2009 ) hal. Volume. Number. April 2022 Pentingnya Bimbingan Islami bagi Pendidikan ditengah Kebinekaan Kesimpulan Bimbingan Islam sebagai rahmatan lil Aoalamin mengarahkan pemeluknya menghargai suatu perbedaan bahkan perbedaan atau ikhtilaf itu bisa menjadi rahmat, sehingga perbedaan tersebut tidak menjadi sumber konflik dan Sikap saling toleransi dan saling bergotong royong inilah yang nantinya akan menjadikan keberagaman yang dinamis, dan kekayaan budaya yang menjadi jati diri bangsa yang patut untuk dilestarikan. Bineka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang merupakan negara multikultural terbesar didunia, yang frasa ini diambil dari bahasa jawa kuno yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu, meski dengan kondisi masyarakat dan kultur yang beragam serta geo grafis yang begitu luas. Pendidikan Islam diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajmukan bangsa. Karena jika paradigma birokratik yang dikedepankan tentu ruang kreatifitas dan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut tidak akan terpenuhi. Bimbingan Islami bagi dunia pendidikan dalam kebinekaan merupakan ide kreatif sebagai inovasi hasil karya bersama yang berlangsung dalam suatu pola kehidupan manusia baik bagi pembimbing atau orang yang dibimbingnya, sebagai suatu proses pendidikan yang melibatkan input-proses-output yang terdapat hubungan kausal bersifat langsung dan linier dalam satu sistem pendidikan yang kesemuanya adalah orang yang berproses untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, damai dan sejahtera dunia dan akhirat. Kontribusi dialog Islami yang penuh hikmah dan buah pemikiran yang menghasilkan hukum positif sebagai ide kreatif merupakan sentuhan sosial yang menunjukkan kualitas seorang profesional didalam melaksanakan pendidikan yang dilandasi nilai-nilai kemanusiaan, sadar akan akibat yang ditimbulkan untuk menjaga kemaslahatan umat. RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Moh Subhan. Abd. Haris Daftar Pustaka