Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 PENGARUH WAKTU INOKULASI DAN PERLAKUAN TUTUP BAGLOG TERHADAP KUANTITAS. KUALITAS. DAN KELAYAKAN USAHA JAMUR LINGZHI EFFECT ON INOCULATION TIME AND BAGLOG COVER TREATMENT ON QUANTITY. QUALITY. AND BUSINESS FEASIBILITY OF LINGZHI MUSHROOM Riva Nur Alya1. Siti Astuti1*. Novia Aristi Rahayu1 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. Jl. Kusumanegara. Yogyakarta. Indonesia *Email Penulis korespondensi: stastuti12@gmail. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permintaan jamur lingzhi sebagai komoditas biofarmaka yang bernilai tinggi, namun teknik budidayanya masih menghadapi kendala terutama dalam pengaturan waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog yang belum optimal. Pengelolaan kedua faktor tersebut penting karena berpengaruh terhadap pertumbuhan miselium, hasil produksi, serta kualitas jamur yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog terhadap kuantitas, kualitas, serta kelayakan usaha produksi jamur lingzhi (Ganoderma lucidu. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor yaitu waktu inokulasi . , 24, 36, dan 48 jam setelah sterilisas. dan perlakuan tutup baglog . ertutup dan dibuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap berat basah, berat kering, dan tekstur pada taraf 1% . >0,. Namun, secara deskriptif perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi 36 jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog dibuka (T3P. dengan berat basah sebesar 21,08 gram dan peningkatan sebesar 29,80% dibandingkan perlakuan terendah. Analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,10 (>. , yang berarti usaha layak dikembangkan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun perlakuan teknis tidak memberikan pengaruh signifikan secara statistik, pengelolaan waktu inokulasi dan kondisi baglog tetap penting dalam meningkatkan kecenderungan hasil Selain itu, faktor lingkungan diduga memiliki peranan yang lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan jamur lingzhi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa usaha budidaya jamur lingzhi tetap prospektif dan menguntungkan untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Kata-Kata Kunci: Jamur Lingzhi. Inokulasi. Baglog. Produksi. Kelayakan Abstract This research was motivated by the increasing demand for lingzhi mushrooms as a high-value biopharmaceutical commodity. However, cultivation techniques still face challenges, particularly in the suboptimal timing of inoculation and baglog cover treatment. Managing these two factors is crucial because they influence mycelial growth, yield, and mushroom quality. Therefore, this study aimed to analyze the effect of inoculation timing and baglog cover treatment on the quantity, quality, and feasibility of lingzhi mushroom (Ganoderma lucidu. The research method used a factorial Completely Randomized Design with two factors: inoculation timing . , 24, 36, and 48 hours after sterilizatio. and baglog cover treatment . losed or opene. The results showed that the treatment had no significant effect on fresh weight, dry weight, or texture at the 1% level . >0. However, descriptively, the best treatment was obtained with the combination of 36 hours after sterilization with the baglog lid opened (T3P. , with a wet weight of 21. 08 grams and a 29. 80% increase compared to the lowest treatment. The business feasibility analysis showed a R/C ratio of 1. 10 (>. , indicating a viable business. The implications of this study indicate that although technical treatments did not have a statistically significant effect, managing inoculation timing and baglog conditions remains important in increasing production yields. Furthermore, environmental factors are suspected to play a more dominant role in influencing lingzhi mushroom growth. The results of this study also indicate that lingzhi mushroom cultivation remains a promising and profitable business for sustainable development. Keywords: Lingzhi. Inoculation. Baglog. Production. Feasibility Alya. Astuti. , dan Rahayu. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 PENDAHULUAN Jamur lingzhi (Ganoderma lucidu. merupakan jamur obat bernilai ekonomi tinggi yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Jamur ini mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti polisakarida dan triterpenoid yang berfungsi sebagai antibakteri, antitumor, antiinflamasi, serta imunomodulator (Abdilah et al. , 2017. Rasjidi & Susanto, 2015. Wu et al. , 2. Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi menjadikan jamur lingzhi berpotensi dalam mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh (Akcay, 2025. Utami et al. , 2. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa jamur ini memiliki potensi dalam pengobatan penyakit kronis seperti kanker, diabetes, dan gangguan hati (Li et al. , 2016. Wu et al. , 2. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan penggunaan produk alami, permintaan terhadap jamur lingzhi terus mengalami peningkatan. Perkembangan industri herbal dan pangan fungsional turut mendorong peningkatan kebutuhan terhadap komoditas jamur lingzhi, baik di pasar domestik maupun internasional (Li et al. , 2016. Zhou et al. , 2. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan usaha budidaya jamur lingzhi sebagai salah satu komoditas agribisnis yang prospektif dan bernilai tambah Namun demikian, budidaya jamur lingzhi masih menghadapi berbagai kendala teknis yang mempengaruhi produktivitas dan kualitas hasil. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya meliputi media tanam, kondisi lingkungan, sumber inokulum, serta teknik budidaya yang digunakan (Akcay et al. , 2025. Dewi et al. , 2021. nce et al. , 2. Pengelolaan media baglog dan kondisi lingkungan sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan miselium dan pembentukan tubuh buah (Irawati Denny, 2019. Khusnul et al. , 2. Salah satu faktor teknis yang penting dalam budidaya jamur lingzhi adalah waktu Waktu inokulasi yang tidak tepat dapat menghambat pertumbuhan miselium, memperlambat kolonisasi media, serta meningkatkan risiko kontaminasi. Selain itu, perlakuan tutup baglog juga berpengaruh terhadap ketersediaan oksigen dalam proses metabolisme jamur. Ketersediaan oksigen yang tidak optimal dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tubuh buah jamur (Irawati Denny, 2019a. Khusnul et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perlakuan pada baglog seperti penyobekan atau pembukaan dapat mempengaruhi produktivitas jamur lingzhi. Penelitian-penelitian sebelumnya umumnya lebih berfokus pada pengaruh media tanam, substrat, kondisi lingkungan terhadap pertumbuhan jamur lingzhi, sedangkan kajian mengenai interaksi antara waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog masih terbatas. Padahal, kedua faktor tersebut merupakan aspek teknis yang penting dan dapat dioptimalkan untuk meningkatkan hasil produksi serta efisiensi usaha budidaya jamur lingzhi. Berdasarkan uraian tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya kombinasi waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog yang optimal dalam meningkatkan kuantitas, kualitas, serta kelayakan usaha produksi jamur lingzhi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap produksi dan kelayakan usaha produksi jamur lingzhi (Ganoderma lucidu. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 hingga Maret 2026 di lokasi budidaya jamur lingzhi di Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial Alya. Astuti. , dan Rahayu. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 dengan dua faktor yaitu waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog (Ahmad et al. , 2. Faktor pertama adalah waktu inokulasi yang terdiri atas 12, 24, 36, dan 48 jam setelah sterilisasi, sedangkan faktor kedua adalah perlakuan tutup baglog yang terdiri atas baglog tertutup dan Terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 5 ulangan sehingga diperoleh 40 unit Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan langsung terhadap pertumbuhan dan produksi jamur lingzhi, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan referensi yang relevan dengan penelitian (Fara Fauziyah et al. , 2021. Silalahi & Ors, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan pencatatan hasil pengamatan pada setiap unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi berat basah, berat kering, tekstur, serta data ekonomi usaha yang digunakan untuk analisis kelayakan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi timbangan digital untuk mengukur berat basah dan berat kering, serta alat bantu pengamatan untuk menilai tekstur jamur. Prosedur penelitian dimulai dari persiapan media tanam berupa baglog, proses sterilisasi, inokulasi sesuai perlakuan waktu yang telah ditentukan, serta perlakuan tutup baglog. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan dengan menjaga kondisi lingkungan hingga masa panen, kemudian dilakukan pengamatan terhadap parameter yang ditentukan (Mei Cynthia & Nuswantara Fakultas Pertanian dan Bisnis, 2. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati pada taraf 1%. Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Selain itu, dilakukan analisis kelayakan usaha menggunakan R/C Ratio dan Break Even Point (BEP) (Irawati Denny, 2. R/C Ratio digunakan untuk mengetahui tingkat keuntungan usaha, sedangkan BEP digunakan untuk menentukan titik impas produksi dan harga, sehingga dapat diketahui kelayakan usaha budidaya jamur lingzhi secara ekonomis. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog terhadap kuantitas, kualitas, serta kelayakan usaha jamur lingzhi. Secara umum, data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diamati. Selain itu, data juga dianalisis secara deskriptif untuk melihat kecenderungan perbedaan antar perlakuan. Berat Basah Jamur Lingzhi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog terhadap kuantitas, kualitas, serta kelayakan usaha jamur lingzhi. Berat basah menunjukkan jumlah total biomassa jamur setelah panen sebelum pengeringan, sehingga mencerminkan akumulasi air dan jaringan hidup yang terbentuk selama pertumbuhan. Hasil pengamatan berat basah jamur lingzhi dan analisis statistiknya disajikan pada Tabel 1. Table 1. Data Pengamatan Berat Basah Kombinasi Jumlah RataRata T1P1 21,41 16,43 16,25 19,14 19,17 18,48 T2P1 18,97 18,59 11,62 21,49 20,49 91,16 18,232 T3P1 16,16 21,72 16,49 21,85 14,16 90,38 18,076 T4P1 18,15 15,89 15,12 13,54 16,24 T1P2 17,62 20,44 21,88 17,85 21,13 98,92 19,784 Alya. Astuti. , dan Rahayu. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 T2P2 16,66 19,16 T3P2 22,85 26,92 T4P2 14,79 18,75 Total 146,61 157,9 Sumber: Data Primer Diolah . 21,22 14,75 134,81 18,74 16,11 17,06 147,36 18,51 20,52 145,82 87,17 85,87 17,434 21,08 17,174 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog memberikan variasi terhadap berat basah jamur lingzhi. Nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan T3P2 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog dibuk. menghasilkan rata-rata berat basah tertinggi sebesar 21,08 gram, sedangkan perlakuan T4P1 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog tertutu. menghasilkan nilai terendah sebesar 16,24 gram. Secara umum, perlakuan baglog dibuka (P. cenderung menghasilkan berat basah lebih tinggi dibandingkan dengan tutup baglog tetap tertutup (P. , yang menunjukkan pentingnya ketersediaan oksigen dalam proses pertumbuhan jamur. Table 2. Hasil ANOVA Taraf 1% SUMMARY Row 1 Row 2 Row 3 Row 4 Row 5 Row 6 Row 7 Row 8 Count Sum 91,16 90,38 98,92 87,17 85,87 Average 18,48 18,232 18,076 16,24 19,784 17,434 21,08 17,174 Variance 4,668 15,02612 12,26083 4,35565 3,76463 4,38928 17,42185 6,31293 Column 1 8 146,61 18,32625 7,270313 Column 2 19,7375 12,05434 Column 3 8 134,81 16,85125 12,41933 Column 4 8 147,36 18,42 5,744457 Column 5 8 145,82 18,2275 8,327079 ANOVA 1% Source of Variation P-value F crit Rows 81,39019 7 11,62717 1,360367 0,260456 3,358073 Columns 33,47878 4 8,369694 0,979245 0,434689 4,074032 Error 239,3184 28 8,547085 Total 354,1874 Sumber: Data Primer Diolah . Hasil analisis ANOVA pada taraf 1% menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan waktu inokulasi dan tutup baglog tidak berpengaruh nyata terhadap berat basah jamur lingzhi, ditunjukkan nilai F hitung lebih kecil dari F tabel . ,360 < 3,. serta p-value 0,260 (>0,. demikian pula, perbedaan antar ulangan tidak signifikan secara statistik (F hitung 0,979 < 4,074. p-value 0,. Hal ini menunjukkan bahwa variasi data lebih bersifat acak dan tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Alya. Astuti. , dan Rahayu. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Meskipun tidak signifikan secara statistik, secara deskriptif perlakuan T3P2 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog dibuk. menghasilkan rata-rata berat basah tertinggi sebesar 21,08 gram, sedangkan perlakuan T4P1 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog Perbedaan ini diduga berkaitan dengan kondisi media yang lebih stabil pada waktu inokulasi 36 jam serta ketersediaan oksigen yang lebih baik pada baglog terbuka. Berat Kering Jamur Lingzhi Berat kering mencerminkan akumulasi biomassa nyata berupa komponen struktural seperti polisakarida dan senyawa metabolit sekunder. Hasil pengamatan berat kering jamur lingzhi dan analisis statistiknya disajikan pada Tabel 3. Table 3. Data Pengamatan Berat Kering Kombinasi Jumlah RataRata T1P1 18,44 12,02 12,44 16,03 70,73 14,146 T2P1 14,77 9,28 17,82 16,04 73,31 14,662 T3P1 13,93 10,88 16,02 11,51 68,74 13,748 T4P1 11,49 14,59 19,44 9,04 11,21 65,77 13,154 T1P2 14,58 12,66 16,81 13,82 17,18 75,05 15,01 T2P2 13,21 15,65 11,73 15,99 71,78 14,356 T3P2 19,17 22,79 19,18 13,78 14,72 89,64 17,928 T4P2 12,09 14,96 12,49 12,24 17,52 13,86 Total 118,31 123,84 112,25 110,51 119,41 584,32 116,864 Sumber: Data Primer Diolah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog menghasilkan variasi berat kering jamur lingzhi, namun tidak berpengaruh nyata secara statistik berdasarkan abalisis sidik ragam. Secara deskriptif, nilai rata-rata berat kering tertinggi diperoleh pada perlakuan T3P2 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog dibuk. menghasilkan rata-rata berat kering tertinggi sebesar 17,928 gram, sedangkan perlakuan T4P1 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog tertutu. sebesar 13,154 gram. Perlakuan T3P2 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog dibuk. diduga memberikan kondisi optimal karena media telah mencapai suhu stabil setelah sterilisasi dan adanya sirkulasi udara yang baik, sehingga meningkatkan ketersediaan oksigen untuk proses respirasi dan metabolisme jamur. Sebaliknya, inokulasi yang terlalu lama serta kondisi baglog tertutup dapat menghambat pertumbuhan akibat risiko kontaminasi dan terbatasnya oksigen. Alya. Astuti. , dan Rahayu. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Table 4. Hasil ANOVA Taraf 1% Anova: Two-Factor Without Replication SUMMARY Count Sum Average Variance Row 1 70,73 14,146 8,73048 Row 2 73,31 14,662 10,3485 Row 3 68,74 13,748 6,36557 Row 4 65,77 13,154 16,2622 Row 5 75,05 15,01 3,7681 Row 6 71,78 14,356 3,31648 Row 7 89,64 17,928 13,5616 Row 8 13,86 5,55995 Column 1 Column 2 Column 3 Column 4 Column 5 ANOVA 1% Source of Variation Rows Columns Error 118,31 123,84 112,25 110,51 119,41 74,3854 14,8625 256,789 Total 346,037 Sumber: Data Primer Diolah . 14,7888 15,48 14,0313 13,8138 14,9263 7,76273 10,8289 15,1705 7,85363 5,69491 P-value F crit 7 10,6265 1,1587 0,35702 3,35807 4 3,71562 0,40515 0,80331 4,07403 28 9,17104 Hasil analisis ANOVA taraf 1% menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan waktu inokulasi dan kondisi tutup baglog tidak berpengaruh nyata terhadap berat kering jamur lingzhi, ditunjukkan nilai F hitung lebih kecil dari F tabel . ,158 < 3,. serta p-value 0,357 (>0,. Demikian pula, perbedaan antar ulangan tidak signifikan (F hitung 0,405 < 4,074. p-value 0,. , sehingga variasi data lebih bersifat acak dan tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Secara deskriptif, perlakuan T3P2 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog dibuk. menghasilkan berat kering tertinggi sebesar 17,928 gram, sedangkan perlakuan T4P1 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog tertutu. sebesar 13,154 gram. Perbedaan ini diduga karena kondisi media yang lebih stabil serta ketersediaan oksigen yang lebih baik pada perlakuan tersebut. Tekstur Jamur Lingzhi Kuakualitas produksi jamur lingzhi tidak hanya ditentukan oleh jumlah hasil panen, akan tetapi juga oleh karakter fisik tubuh buah , salah satunya tekstur. Tekstur menjadi parameter penting karena mencerminkan tingkat kekerasan, kerapatan jaringan, dan kekompakan hifa penyusun tubuh buah. Oleh karena itu, pengamatan tekstur digunakan untuk menilai mutu hasil budidaya jamur lingzhi. Hasil pengamatan berat kering jamur lingzhi dan analisis statistiknya disajikan pada Tabel 5. Alya. Astuti. , dan Rahayu. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 Table 5. Data Pengamatan Tekstur Kombinasi T1P1 T2P1 T3P1 T4P1 T1P2 T2P2 T3P2 T4P2 Total Sumber: Data Primer Diolah . Jumlah Skor Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog menghasilkan variasi skor tekstur jamur lingzhi. Secara deskriptif, skor tekstur tertinggi diperoleh pada perlakuan T3P2 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog dibuk. dengan skor 4 . ategori pada. , sedangkan skor terendah terdapat pada perlakuan T2P1 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog tertutu. dan T4P1 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog tertutu. dengan skor 3 . ukup pada. Tingginya tekstur pada perlakuan T3P2 . jam setelah sterilisasi dengan tutup baglog dibuk. diduga karena kondisi media telah stabil setelah 36 jam sterilisasi serta adanya sirkulasi udara yang baik akibat baglog dibuka, sehingga meningkatkan ketersediaan oksigen dan mendukung proses metabolisme serta pembentukan jaringan tubuh buah yang lebih padat. Sebaliknya, inokulasi yang terlalu cepat atau terlalu lama serta kondisi baglog tertutup dapat menghambat pertumbuhan akibat suhu media yang belum stabil, risiko kontaminasi, dan keterbatasan oksigen. Table 6. Hasil ANOVA Taraf 1% Anova: Two-Factor Without Replication SUMMARY Count Sum Average Variance Row 1 Row 2 Row 3 Row 4 Row 5 Row 6 Row 7 Row 8 Column 1 Column 2 Column 3 Column 4 Column 5 Alya. Astuti. , dan Rahayu. 3,125 3,25 3,375 0,41071 0,78571 0,28571 0,26786 0,28571 Agroteksos, 36 . April 2026 ANOVA 1% Source of Variation Rows Columns Error 0,85 10,35 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 P-value F crit 7 0,55714 1,50725 0,20549 3,35807 4 0,2125 0,57488 0,68314 4,07403 28 0,36964 Total Sumber: Data Primer Diolah . Hasil analisis ANOVA pada taraf nyata 1% menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter yang diamati, ditunjukkan oleh nilai F hitung lebih kecil dari F tabel . ,507 < 3,. serta p-value 0,205 (>0,. Demikian pula, perbedaan antar ulangan tidak signifikan (F hitung 0,575 < 4,074. p-value 0,. , sehingga variasi data lebih bersifat acak dan tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Analisis Kelayakan Usaha Analisis kelayakan usaha dilakukan untuk menilai apakah budidaya jamur lingzhi (Ganoderma lucidu. dalam penelitian ini menguntungkan dan layak dikembangkan(Fara Fauziyah et al. , 2021. Jayanti & Halil, 2023. Khasanah et al. , 2022. Mei Cynthia & Nuswantara Fakultas Pertanian dan Bisnis, 2024. Putri Maulida, 2. Parameter yang digunakan meliputi biaya produksi, penerimaan, keuntungan, titik impas (BEP), dan R/C Ratio (Ananda, 2019. Dk et al. , 2023. Manuho et al. , 2021. Moch Rifqi Shihabuddin Al Ubaidillah & I Made Suparta, 2. Tabel 7. Kelayakan Usaha budidaya jamur lingzhi (Ganoderma lucidu. Komponen Nilai Total Biaya Produksi (TC) Rp 24. Total Penerimaan (TR) Rp 26. Keuntungan () Rp 2. BEP Produksi 0,082 kg Produksi Aktual 0,08964 kg BEP Harga Rp 273. 285/kg Harga Jual Rp 300. 000/kg R/C Ratio 1,10 Sumber: Data Primer Diolah . Berdasarkan hasil analisis, total biaya produksi dalam satu siklus relatif rendah karena skala usaha kecil. Penerimaan yang diperoleh mampu menutupi seluruh biaya produksi dan menghasilkan keuntungan meskipun dalam jumlah terbatas. Nilai produksi aktual yang lebih tinggi dibandingkan BEP produksi menunjukkan bahwa usaha telah melewati titik impas, sehingga tidak mengalami kerugian. Selain itu, harga jual yang berada di atas BEP harga menunjukkan bahwa usaha masih memiliki margin keamanan terhadap fluktuasi harga pasar. Nilai R/C Ratio sebesar 1,10 mengindikasikan bahwa usaha budidaya jamur lingzhi layak untuk dijalankan karena memberikan keuntungan. Namun, tingkat keuntungan yang diperoleh masih relatif kecil, yang disebabkan oleh skala produksi yang terbatas. Alya. Astuti. , dan Rahayu. Agroteksos, 36 . April 2026 EISSN 2685-4368 P-ISSN 0852-8268 KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu inokulasi dan perlakuan tutup baglog tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat basah, berat kering, dan tekstur jamur lingzhi. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan belum mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi secara signifikan, sehingga faktor lingkungan diduga lebih berperan dalam menentukan pertumbuhan jamur lingzhi. Meskipun tidak berpengaruh nyata, secara deskriptif terdapat kecenderungan perlakuan tertentu menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Selain itu, hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa budidaya jamur lingzhi tetap layak untuk dikembangkan karena memberikan keuntungan secara ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan variasi perlakuan yang lebih luas, kondisi lingkungan yang lebih beragam, serta jumlah ulangan yang lebih banyak agar diperoleh hasil yang lebih signifikan. Selain itu, penggunaan metode pengukuran kualitas yang lebih akurat juga perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua atas doa dan dukungan yang telah diberikan selama proses penelitian. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu dosen pembimbing atas bimbingan, arahan, dan motivasi yang diberikan selama menyusun tugas akhir ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Polbangtan Yogyakarta Magelang yang telah memberikan fasilitas dan dukungan selama penelitian berlangsung. DAFTAR PUSTAKA