JOECIE Vol. No. E- ISSN 2962-8636 Open Access: https://journal. stai-muafi. Pengaruh Media Buku Cerita Bergambar terhadap Literasi Baca Tulis pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Tunas Bangsa 02 Sadabumi Kuswinah Universitas Terbuka E-mail: kuswina. wiko@gmail. Article info Article history: Received April 04, 2024 Revised April 19, 2024 Accepted Mei 25, 2024 Available online Mei 29, 2024 Kata Kunci: Cerita bergambar. Literasi Keywords: Pictured Stories. Literacy Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak media buku cerita bergambar pada kemampuan literasi anak usia 4-5 tahun di PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan Metode quasieksperimental, yang menggunakan desain pra-test-posttest dengan satu kelompok yang diimplementasikan dalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 19 anak usia 4-5 tahun PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asymp. sig, . dengan nilai adalah 0. berdasarkan hasil tersebut diperoleh bahwa media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak usia 4-5 tahun dalam nilai seg 0,008 > 0,05. Abstract The objective of this study is to evaluate the media impact of picture books on literacy skills of children aged 4-5 years in PAUD Tunas Nation 02 Sadabumi. This research uses quantitative research with a quasi-experimental method, which uses a pre-testposttest design with a single group implemented in this research. The sample in this study consisted of 19 children aged 4-5 years PAUD Tunas Nasa 02 Sadabumi. The results of the study showed that asymp. sig, . with a value of 0. Based on these results, it was obtained that picture storytelling media is effective in improving the literacy of children 4-5 years of age in the value of seg 0. 008 > 0. PENDAHULUAN Istilah "golden age" umumnya digunakan untuk mengacu pada anak-anak di tahuntahun awal mereka, dari lahir hingga usia enam tahun. Ini karena pada usia itu, ada perkembangan dan pertumbuhan yang pesat, termasuk pengembangan keterampilan membaca dan menulis pada anak-anak. Anak-anak yang memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis adalah mereka yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam bacaan dan menulis sebelum mereka memulai pendidikan dasar atau dasar mereka. Kecerdasan membaca dan menulis memiliki pengaruh yang signifikan pada menentukan keterampilan membaca anak-anak di masa depan, yang berarti bahwa kemampuan membaca siswa sekolah dasar dipengaruhi oleh rangsangan yang mereka terima sebelum memasuki sekolah (Azrawi, 2. Oleh karena itu, sangat penting untuk memupuk keterampilan membaca pada anak-anak dari usia dini, baik di rumah maupun di sekolah. Secara alami, anak-anak mengembangkan kemampuan literasi. Proses perkembangan literasi anak-anak dari lahir sampai usia 6 tahun terjadi melalui pengamatan langsung dan Pengaruh Media Buku Cerita Bergambar terhadap Literasi Baca Tulis pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Tunas Bangsa 02 Sadabumi Jurnal STAI Muafi Sampang. Vol. No. Tahun 2024 partisipasi dalam membaca dan menulis, didukung oleh keterampilan membaca dan tulis dasar. Menurut Snow . alam Hoff, 2. , anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun dapat menunjukkan keterampilan membaca mereka dengan cukup cepat. Selama usia 0-3 tahun, anak-anak harus dapat mengenali buku-buku dengan sampulnya, menulis surat, mendengarkan cerita, dan terlibat dalam membaca berpura-pura. Pada usia 3-4 tahun, anak-anak mampu mengenali tulisan sederhana, membedakan suara bahasa yang berbeda, menghubungkan cerita dalam buku dengan realitas, dan menunjukkan minat membaca buku. Pada usia 5 tahun, seorang anak seharusnya memiliki kemampuan untuk memprediksi perkembangan cerita dalam buku dan mampu menulis nama dan kata dengan mengikuti petunjuk. Tingkat literasi di Indonesia masih rendah, seperti yang dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yang menunjukkan bahwa budaya membaca masyarakat Indonesia berada di peringkat terendah di antara 52 negara di Asia Timur. Hal ini juga didukung oleh temuan dari IEA Study of Reading Literacy, yang menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak-anak sekolah dasar di Indonesia masih relatif rendah. Di antara 31 negara yang disurvei. Indonesia berada di urutan Penelitian yang dilakukan oleh Farida . mengungkapkan bahwa kesulitan yang dihadapi anak-anak di Indonesia terletak pada keterampilan bahasa dasar mereka pada usia (Hapsari. Ruhaena, & Pratisti, 2. Hasil pengamatan dan pre-test di PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi juga menunjukkan bahwa keterampilan literasi anak-anak kelas B masih rendah, seperti yang ditunjukkan oleh kemampuan membaca dan menulis mereka. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata 5,68, dengan asumsi bahwa kemampuan membaca dan menulis anak-anak masih rendah dan mereka membutuhkan rangsangan yang tepat untuk meningkatkan keterampilan membaca mereka. Implementasi pembelajaran melalui permainan lebih efektif bagi anak-anak karena keselarasan dengan minat mereka. Integrasi pembelajaran melalui permainan harus tetap menjadi aspek dasar dari pendidikan anak usia dini, khususnya dalam instruksi keterampilan Belajar melalui permainan dapat meningkatkan fokus anak-anak dan memberikan suasana yang menyenangkan, sehingga mencegah mereka merasa tertekan selama proses Menurut Vygotsky . , anak-anak secara aktif membangun pengetahuan dan menekankan pentingnya interaksi sosial dan budaya untuk perkembangan kognitif mereka. Perkembangan kognitif anak dipengaruhi oleh hubungan antara anak dan orang-orang di Interaksi yang terjadi antara anak dan orang tua mereka, antara anak dengan guru mereka, dan antara anak-anak dan rekan-rekan mereka di lingkungan sekitarnya. Aktivitas pengamatan berlangsung di PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi di Distrik Majenang. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara sering diabaikan. Kebanyakan pendidik memprioritaskan kemampuan kognitif seperti menghitung, pengenalan huruf, membaca dan menulis, serta penggunaan lembar kerja anak-anak. Ini terjadi karena harapan orang tua yang mengharapkan anak-anak mereka dapat membaca dan menulis saat memasuki sekolah dasar. Standar Deviasi (SD). Orang tua cemas terhadap kemampuan anak mereka dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Para peneliti menggunakan buku cerita sebagai sarana untuk merangsang keterampilan membaca anak-anak di PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi di Distrik Majenang. Media cerita bergambar adalah gabungan antara media narasi dan media visual yang sesuai dengan cerita yang disampaikan. Sebagai hasilnya, media cerita dan gambar ini dapat Men Pengaruh Media Buku Cerita Bergambar terhadap Literasi Baca Tulis pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Tunas Bangsa 02 Sadabumi JOECIE Vol. No. E- ISSN 2962-8636 Open Access: https://journal. stai-muafi. membentuk kesatuan yang saling mendukung. Pemilihan media ilustrasi bertujuan untuk memberikan anak-anak dengan representasi visual, sehingga membantu mereka dalam mengembangkan imajinasi dan keterampilan literasi mereka dalam membaca dan menulis. Berdasarkan deskripsi di atas, peneliti menangani masalah yang berkaitan dengan proses belajar untuk menentukan dampak penggunaan buku cerita yang diilustrasikan pada kemampuan berbicara anak-anak berusia 4-5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi kepada orang tua, guru, dan akademisi, khususnya dalam pengembangan kemampuan bahasa anak-anak. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental pra-test-posttest. Desain ini menggabungkan perawatan dan pengukuran dampak dengan memeriksa hasil pre-test dan post-test di kelas eksperimental setelah menjalani perawatan melalui penggunaan media naratif visual. Variabel yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah media cerita gambar sebagai variabel independen atau perawatan, dan keterampilan membaca dan menulis anak-anak sebagai variable Subjek penelitian ini adalah kelas B dari PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi, yang terletak di Distrik Majenang. Majenung Regency, dengan total 19 anak. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental. Studi ini hanya menggunakan satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi, yang terletak di Distrik Majenang. Subjek penelitian terdiri dari 19 siswa di kelas B. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan penggunaan alat Get Ready To Read untuk menilai keterampilan membaca anak-anak. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes Wilcoxon untuk menentukan tingkat signifikansi dalam keterampilan literasi anak-anak sebelum dan setelah intervensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Setiap anak memiliki tingkat literasi yang berbeda, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan orang tua, usia anak, bimbingan belajar yang diterima, tingkat kepedulian keluarga, dan faktor genetik (Saputri. Fauzi, & Nurhaidah, 2. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah instruksi literasi yang diberikan kepada anak-anak. Bimbingan belajar dapat diberikan oleh orang tua maupun guru di sekolah. Tes pengamatan dan keterampilan membaca dan menulis di kelas B PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi. Majenang District. Cilacap Regency, menunjukkan keterampilan menulis yang rendah, terutama dalam aspek pengenalan huruf. Perhatikanlah bahwa dari 19 anak, sebanyak 11 di antaranya masih belum mampu menghasilkan tulisan yang dibutuhkan sesuai dengan instruksi dari guru. Sebuah studi yang dilakukan di kelas B PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi. Majenang District. Cilacap Regency, mengungkapkan bahwa masih ada kekurangan dalam stimulasi yang diberikan kepada anak-anak dalam hal keterampilan membaca dan menulis. Kurangnya pembelian bahan belajar yang beragam juga menimbulkan tantangan dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis anak-anak. Hal ini karena anak-anak di kelas B PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi mudah bosan ketika mereka menerima materi yang sama atau Pengaruh Media Buku Cerita Bergambar terhadap Literasi Baca Tulis pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Tunas Bangsa 02 Sadabumi Jurnal STAI Muafi Sampang. Vol. No. Tahun 2024 ketika mereka belajar membaca dan menulis. Oleh karena itu, guru harus lebih inovatif dalam mempersiapkan pembelajaran anak-anak. Oleh karena itu, guru harus memperkenalkan kegiatan membaca dan menulis kepada anak-anak menggunakan metode yang menyenangkan. Salah satu metode untuk memberikan rangsangan bagi anak-anak adalah melalui penggunaan media cerita visual. Kisah-kisah yang diilustrasikan digunakan sebagai media belajar di kelas karena mereka secara efektif dan efisien menyampaikan pesan melalui imajinasi anak-anak. Menyampaikan narasi dalam pikiran mereka melalui penggunaan gambar sebagai alat bantu. Temuan penelitian tentang keterampilan membaca dan menulis di PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi kelas B, dengan total 19 subjek penelitian, menunjukkan skor rata-rata pra-test 5,68. Ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan membaca dan menulis anak-anak masih rendah dan membutuhkan rangsangan tambahan dari guru. Setelah menerima perawatan menggunakan media pembelajaran cerita gambar, hasil post-test menunjukkan skor rata-rata 13,74, menunjukkan perbaikan. Untuk menganalisis apakah ada perbedaan signifikan antara nilai literasi baca tulis anak sebelum dan sesudah perlakuan, peneliti menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan bantuan program SPSS 20. Hasil perhitungan menunjukkan signifikansi Jika nilai p adalah 0. 008 > 0,05, maka hipotesis null (H. diterima, yang menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara skor post-test dan pre-test, dengan skor pasca-test lebih tinggi. Hasil keseluruhan dari pra-test dan posttest menunjukkan bahwa hipotesis null (H. ditolak, dengan demikian menerima hypothesis alternatif. (H. Keterlibatan anak-anak sebagai responden dalam penelitian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca dan menulis anak, terutama dalam kaitannya dengan penyediaan cerita yang Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa penggunaan cerita ilustrasi dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis bagi anak-anak kelas B di PAUD Tunas Bangsa 02 Sadabumi. Menurut Ambarwati . , memberikan anakanak kecil dengan buku-buku gambar yang memenuhi kriteria bahan bacaan berkualitas tinggi dapat sangat meningkatkan keterampilan membaca dan menulis mereka. Siswa masa kecil mengembangkan cinta untuk sastra melalui pengalaman yang menyenangkan dengan bukubuku yang diilustrasikan yang dibaca dengan keras oleh orang dewasa. Kesenangan yang didapatkan anak-anak dari melihat buku-buku gambar dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca dan menulis anak (Jalongo, 2. SIMPULAN Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi media ceritanya sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca anak-anak. Temuan berikutnya adalah bahwa kesadaran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran literasi yang tepat akan berdampak pada minat anak-anak dalam literasi dan kesuksesan belajar literasi di kelas. Hal ini menunjukkan bahwa dengan memberikan stimulasi media ketulusan yang tepat kepada anakanak, minat mereka dalam belajar membaca dan menulis dapat didorong, sehingga meningkatkan keterampilan ketulisan mereka. Men Pengaruh Media Buku Cerita Bergambar terhadap Literasi Baca Tulis pada Anak Usia 4-5 Tahun di Paud Tunas Bangsa 02 Sadabumi JOECIE Vol. No. E- ISSN 2962-8636 Open Access: https://journal. stai-muafi. DAFTAR PUSTAKA