Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 A 207 Penerapan Delone & McLean IS Success Model Terhadap Aplikasi SIMPEL (Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanju. Implementation of the Delone & McLean IS Success Model for the SIMPEL Application (Follow-up Monitoring Information Syste. Yogi Primadasa1. Rakhmad Kuswandhie2. Ihsan Verdian3. Afdhal Shafnur4 STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau Universitas Universal 1,2. Prodi Sistem Informasi STMIK Bina Nusantara Jaya Prodi Teknik Informatika Universitas Universal Prodi Sistem Informasi STMIK Royal Kisaran e-mail: 1yogiak45@gmail. com , 2ma2dxl@gmail. com , 3ihsanverdian@uvers. afdhal23@gmail. Abstrak Delone & McLean Is Success Model merupakan sebuah model pengujian kesuksesan sistem informasi yang dilihat berdasarkan pada 6 dimensi yaitu pada kualitas sistem, informasi, penggunaan, kepuasan, dan yang terakhir adalah dampak yang ditimbulkan baik oleh pengguna secara individu maupun organisasi. Kualitas sebuah sistem dan informasi memiliki keterkaitan yang penting dalam hal mempengaruhi digunakan atau tidaknya sistem informasi dan juga mempengarui kepuasan dari pengguna dalam mengoperasikan sistem tersebut kedua hal tersebut akan berdampak positif atau negatif terhadap pengalaman pengguna secara individu maupun organisasi secara keseluruhan. Aplikasi SIMPEL merupakan sistem informasi yang dikembangkan dan diterapkan sejak tahun 2020 oleh Inspektorat Kota Lubuklinggau. Sejak diterapkannya aplikasi ini belum dilakukan evaluasi untuk perbaikan, hal inilah membuat penelitian ini dilakukan yaitu untuk menguji kesuksesan penerapan SIMPEL dengan menggunakan model Delone & McLean IS Success Model. Hasil dari pengolahan data tersebut berupa nilai rata-rata jawaban korespoden berdasarkan indikator tiap variabel yang disajikan oleh Delone & McLean Succes Model. Kata kunci : Aplikasi SIMPEL. Delone & McLean,Kualitas Sistem Informasi. Pengguna Abstract The D&M IS Success Model is an information system success testing model that is viewed based on 6 dimensions, namely system quality, information, use, satisfaction, and the last is the impact caused by both individual users and organizations. The quality of a system and information has an important relationship in terms of influencing whether or not the information system is used and also affects user satisfaction in communicating the system, both of which will have a positive or negative impact on the user experience individually and the organization as a The SIMPEL application is an information system developed and implemented since 2020 by the Lubuklinggau City Inspectorate. Since the application of this application has not been evaluated for improvement, this is what made this research carried out, namely to test the success of SIMPEL implementation using the Delone & McLeanIS Success Model. The results of the data processing are in the form of the average value of the correspondent answers based on the indicators for each variable presented by the Delone & McLean Success Model. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 A 208 Keywords: SIMPEL Application. Delone & McLean. Information System Quality. Users PENDAHULUAN elakukan evaluasi terhadap sistem informasi yang telah diterapkan di sebuah organisasi merupakan suatu hal yang penting. Dari kegiatan evaluasi itulah, organisasi atau instansi tertentu dapat menemukan sub komponen dari sistem informasi yang diterapkan yang perlu untuk diperbaiki atau ditingkatkan, selain itu juga kita dapat mengetahui apakah sistem informasi yang digunakan dapat memberikan dampak atau pengalaman positif terhadap pengguna sistem Hal ini mendorong banyak peneliti melakukan kajian mengenai kesuksesan penerapan sistem informasi, karena banyak peneliti berpendapat bahwa perlu ditentukan dimensi yang tepat dalam mengukur berhasil atau tidaknya sistem informasi yang diterapkan. Sejak tahun 1992 hingga tahun 2003 Delone dan Mclean telah mengembangkan sebuah model yang sederhana namun dinilai akurat dalam pengukuran atau pengujian keberhasilan Sistem Informasi. Kedua peneliti ini berhasil mengembangkan sebuah model yang dikenal dengan D&M IS Success Model. D & M IS Success Model merupakan sebuah model pengujian kesuksesan sistem informasi yang dilihat berdasarkan pada 6 dimensi yaitu pada kualitas sistem, informasi, penggunaan, kepuasan, dan yang terakhir adalah dampak yang ditimbulkan baik oleh pengguna secara individu maupun organisasi. Menurut model ini kualitas sebuah sistem dan informasi memiliki keterkaitan yang penting dalam hal mempengaruhi digunakan atau tidaknya sistem tersebut dan juga mempengarui kepuasan dari pengguna dalam mengoperasikan sistem tersebut kedua hal tersebut akan berdampak positif atau negatif terhadap pengalaman pengguna secara individu maupun organisasi secara keseluruhan . Berdasarkan pada hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa model ini memiliki dimensi yang saling keterkaitan atau interdependent yang artinya apabila salah satu dari ke 6 variabel atau dimensi ini gagal maka kesuksesan penerapan sistem informasi akan tidak akan sempurna . Berdasarkan hal tersebutlah bahwa banyak peneliti melakukan pengujian dan penerapan terhadap model ini. contohnya pada tahun 2005 D&M IS Success Model digunakan untuk melakukan penelitian oleh livari dalam menguji tingkat kesuksesan sistem informasi keuangan dinegara Finlandia . Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa sukses atau tidaknya sistem informasi kualitas sistem dan kualitas informasi sangat mempengaruhi kualitas secara keseluruhan terhadap kesusesan penerapan Sistem Informas tersebut . Berdasarkan pada keberhasilan model ini dalam menguji kesusksesan sistem informasi maka peneliti tertarik untuk menggunakan model ini dalam menguji keberhasilan aplikasi SIMPEL yang diterapkan oleh Inspektorat Kota Lubuklinggau. Aplikasi SIMPEL merupakan sistem informasi yang dikembangkan dan diterapkan sejak tahun 2020 oleh Inspektorat Kota Lubuklinggau. Sistem Informasi ini dibangun karena selama ini dalam proses penyampaian dan pemantauan tindak lanjut temuan baik yang dilakukan oleh institusi intrn maupun ekstrn sering mengalami kendala yang mendasar seperti lambat dalam penganganan oleh OPD maupun sulitnya pengawasan dan pemantauannya sehingga banyak sekali LHP yang seharusnya segera untuk ditindaklanjuti oleh OPD terkendala akibat berbagai faktor baik manusia ataupun teknis. Dengan adanya sistem ini maka seluruh rekomendasi terhadap temuan yang ada akan di simpan didalam satu database yang terpusat dan terintegrasi ke seluruh OPD yang menjadi tanggung jawab pengawasn inspektorat kota lubuklinggau Berdasarkan dari hal tersebut maka penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji SIMPEL serta untuk melihat hubungan antar variabel berdasarkan model Delone & McLean IS Success Model. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 A 209 METODE PENELITIAN 1 Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan 6 tahapan yaitu dimulai dari kajian pustaka, pembuatan instrument penelitian, pengumpulan data, analisa data, interpretasi dan kesimpulan. Gambar 1 Metode Penelitian Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan tahapan awal penelitian dengan melakukan studi pustaka atau tinjauan pustaka. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk mengumpulkan data sumber yang relevan dengan penelitian. Yang menjadi bahan sebagai tinjauan pustaka pada penelitian ini adalah dengan menggali informasi dari penelitian sebelumnya baik yang bersumber dari jurnal maupun buku mengenai pemanfaatan metode D & M IS Succsess Model sebagai alat ukur kualitas aplikasi. Pembuatan Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan melalui penyebaran kuisioner keseluruh pengguna Aplikasi SIMPEL di setiap OPD di Kota Lubuklinggau dengan total 34 pengguna, dimana pertanyaan kuisioner disusun berdasarkan dimensi D & M IS Success Model Pengumpulan Data Setelah memahami teknik D & M IS Success Model, tahapan selanjutnya adalah melakukan pengumpulan data. Terdapat 3 cara yang dilakukan dalam pengumpulan data di penelitian ini yaitu . wawancara, tujuan dari wawancara adalah untuk memperoleh informasi seakurat mungkin mengenai aplikasi SIMPEL yang menjadi objek penelitian. Menyusun kuisioner, teknik yang dilakukan untuk memperoleh informasi dari pengguna aplikasi SIMPEL adalah dengan menggunakan teknik kuisioner. Pertanyaan kuisioner disusun berdasarkan dimensi yang dimiliki oleh D & M IS Success Model. Analisis Data Pertanyan kuisioner yang telah disusun kemudian disebar ke responden. Di penelitian ini, yang menjadi responden adalah anggota OPD Kota Lubuklinggau, dimana anggota sebanyak 34 Setelah semua pertanyaan kuisioner dikumpulkan maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengolahan data. Data hasil pertanyaan kuisiner tersebut dianalisa dengan melakukan uji validitas, releabilitas, dan perhitungan selisih gap antara harapan dan realitas. Interprestasi Data Pada tahapan ini setelah mendapatkan hasil dari analisis data, maka memberikan masukan dari jawaban-jawaban koresponden yang telah di proses perhitungan menggunakan metode D & M IS Success Model. Kesimpulan Terakhir yaitu menarik kesimpulan berupa hasil dari jawaban penggunaan aplikasi SIMPEL. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 A 210 2 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan melalui penyebaran kuisioner keseluruh pengguna Aplikasi SIMPEL di setiap OPD di kota Lubuklinggau dengan total 34 pengguna, dimana pertanyaan kuisioner disusun berdasarkan dimensi D & M IS Success Model seperti tampak pada table 1: Variabel Kualitas Sistem. Kualitas Informasi. Kualitas Layanan. Kepuasan Pengguna Keuntungan Bersih Tabel 1 Pertanyaan Kuisioner Indikator Pertanyaan Kehandalan Aplikasi SIMPEL tidak mudah mengalami error SIMPEL memberikan respon yang cepat atas Waktu permintaan informasi yang dibutuhkan Kemudahan SIMPEL nyaman dan mudah diakses Akses Keamanan SIMPEL dapat menjaga kerahasiaan pengguna Kelengkapan Informasi yang dihasilkan lengkap Mudah digahami Informasi mudah untuk difahami Tepat Waktu Informasi yang disajikan tepat waktu Informasi yang disajikan akurat dan tingkat Akurasi kesalahan kecil Penyajian Informasi ringkas dan jelas Informasi Merasa aman dalam mengakses informasi di Jaminan Sistem SIMPEL Empati SIMPEL memahami kebutuhan pengguna SIMPEL responsive ketika anda menemukan Responsif masalah penggunaan Kecukupan Memenuhi kebutuhan pekerjaan saya Efektifitas Efektif dalam penggunaan Efisiensi Efisien dalam penggunaan Kepuasan Secara umum anda puas dengan SIMPEL Menyeluruh Hemat Biaya Biaya penggunaan terjangjau Hemat Waktu Pencarian informasi lebih cepat Peningkatan Kinerja anda menjadi lebih baik Kerja 3 D & M Success Model Pada tahun 1992. DeLone dan McLean mencoba untuk membangun suatu metode yang terdiri dari 6 dimensi yang mana hasil penelitiannya berkesimpulan bahwa ke 6 dimensi tersebut membangun keberhasilan suatu sistem informasi yang berkaitan. Berikut Model kesuksessan sistem informasi yang dibangun oleh DeLone dan McLean. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 A 211 Gambar 2 D&M Succes Model 4 Analisis Data Teknik analisis pada penelitian ini bertujuan untuk mengalisa data yang sudah di jawab oleh korespoden. Pada tahapan ini juga penggunaan sistem informasi SIMPEL dilakukan menggunakan perhitungan mean ( rata-rata ). Pencarian mean dapat digunakan dengan persamaan sebagai berikut : XI = Keterangan : ycUI = ycuycnycoycaycn ycycaycyca Oe ycycaycyca ycUycn = ycuycnycoycaycn yccycaycyca ycoyce Oe ycn n = banyaknya data Setelah nilai mean didapatkan maka dilakukan pencarian rata-rata berupa persentase dari setiap indikator, hal ini bertujuan untuk mengetahui nilai pada setiap pertanyaan yang ada di tiap-tiap Rata-rata berupa persentase dapat dilakukan dengan persamaan di bawah ini : ycIycaycyca Oe ycycaycyca(%) = ycu 100 . Nilai seluruh interval dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Rata-rata skor 80% - 100% 60% -79,99% 40% -59,99% 20% -39,99% 0%-19,99% Tabel 2. Interval Penilaian Kriteria Kriteria Sangat Puas Puas Kurang Puas Sangat Tidak Puas Tidak Puas Sekali Interval penilaian kriteria ini bertujuan untuk mengukur dan membedakan antara opsi sehingga hasil yang didapatkan dapat berkontribusi ada tujuan yang berarti. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Uji Validitas Variabel Tujuan dibuatnya validitas konvergen untuk menilai validitas terhadap setiap hubungan indikator dengan variabel latennya. Indikator dikatakan reliable jika memiliki nilai korelasi 0,70. Hasil olah data validitas konvergen ini menggunakan aplikasi SMARTPLS 4. 0 dengan melihat hasil outer loading, sebagaimana dapat diliat pada tabel di bawah ini : Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 Kepuasaan Pengguna IQ1 IQ2 IQ3 IQ4 SEQ1 SEQ2 SEQ3 SEQ4 SQ1 SQ2 SQ3 SQ4 US1 US2 US3 US4 A 212 Tabel 3 Outer Loading Keutungan Kualitas Kualitas Bersih Informasi Layanan Kualitas Sistem Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 2 Validitas Diskriminan Tujuan dibuatnya validitas diskriminan untuk membuktikan bahwa ukuran suatu nilai yang di block hasilnya lebih baik dari pada block lainnya. Hasil dari penilaian cross loading dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4 Cross Loading Kepuasaan Keutungan Kualitas Kualitas Kualitas Pengguna Bersih Informasi Layanan Sistem IQ1 IQ2 IQ3 IQ4 SEQ1 SEQ2 SEQ3 SEQ4 Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 SQ1 SQ2 SQ3 SQ4 US1 US2 US3 US4 A 213 3 Uji Reliabiliatas Konstruk Tujuan uji reliabilitas konstruk untuk melihat konstruk variabel yang diukur dengan kriteria composite reliability dan cronbach alpha dari blok indikator yang diukur. Konstruk yang reliable memiliki nilai 0,70 . Berikut hasil olah data composite realibility dan cronbach alpha menggunakan aplikasi SMARTPLS 4. Tabel 5 Composite Realibility Dan Cronbach Alpha Cronbach Alpha Rho_A Composite Realibility Rata-rata Kepuasaan Pengguna Keutungan Bersih Kualitas Informasi Kualitas Layanan Kualitas Sistem 4 Analisis Model Struktural Setelah proses uji validitas, cross loading serta uji reliabilitas construk didapatkan dengan menjelaskan dengan baik antar indikator tiap dimensi, tahapan selanjutnya dilakukan analisis model struktur, analisis ini bertujuan untuk memprediksi hubungan sebab akibat antar variabel yang tidak dapat diukur secara langsung. Kepuasaan Pengguna -> Keutungan Bersih Kualitas Informasi -> Kepuasaan Pengguna Kualitas Layanan > Kepuasaan Pengguna Kualitas Sistem -> Kepuasaan Pengguna Tabel 6 Analisis Model Struktural Original Sample Standard T Statistics Sample (O) Mean (M) Deviation (|O/STDEV|) (STDEV) Values Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 A 214 Dari gambar diatas, nilai minus ( - ) menandakan bahwa indikator kualitas sistem tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap kepuasaan pengguna . Dari olahan data diatas, secara ringkat dapat digambarkan dengan Full Model SEM seperti gambar di bawah ini : Gambar 3 Full Model SEM 5 Analisa Tingkat Kepuasaan Analisis tingkat kepuasaan merupakan proses dari hasil kuisioner yang terdiri dari 6 indikator pada D&M Succes Model dan 34 koresponden. Proses yang dilakukan adalah dengan mencari nilai mean dengan menggunakan persamaan . , dan hasil penilaiannya dilakukan dengan kriteria interval. XI = O . O . O . O . O . XI = X = 3. XI = Setelah nilai mean didapatkan maka dilakukan pencarian rata-rata berupa persentase dari setiap indikator, dengan menggunakan persamaan . Berikut perhitungan nilai mean dari indikator KS1 ( Kualitas Sistem ) ycIycaycyca Oe ycycaycyca(%) = ycAycnycoycaycn ycycaycyca Oe ycycaycyca ycycycoycoycaEa ycoycycnycyceycycnyca 3,82 ycu 100 ycIycaycyca Oe ycycaycyca(%) = 85. 5% % ycIycaycyca Oe ycycaycyca(%) = Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 Kode KS1 KS2 KS3 KS4 A 215 Tabel 7. Hasil Mean Variabel Kualitas Sistem Kategori Jawaban Mean Persentase (%) STP TPS Rata-rata per indikator STP TPS : Sangat Penting : Penting : Tidak Penting : Sangat Tidak Penting : Tidak Penting Sekali Dari hasil rata-rata perindikator di dapatkan nilai 87. 9 %. Diliat dari interval penilaian kriteria, nilai rata-rata perindikator berarti jawaban koresponden merasa AuSangat PuasAy terhadap variabel Kualitas Sistem. Tabel 5. Hasil Mean Keseluruhan Variabel Variabel Nilai Rata-Rata Kualitas Sistem Kualitas Informasi Kualitas Layanan Kepuasaan Pengguna Keuntungan Bersih Keterangan Sangat Puas Sangat Puas Puas Puas Puas Dari hasil tabel 5 diatas, menjelaskan bahwa variabel kualitas sistem pengguna terhadap aplikasi simple mendapatkan nilai rata-rata 87. 9% ini berarti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa Ausangat puasAy terhadap variabel kualitas sistem. Variabel kualitas informasi mendapatkan nilai rata-rata 82. 5 % ini bearti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa Ausangat puasAy terhadap variabel kualitas informasi. Variabel kualitas layanan mendapatkan nilai-rata-rata 74. 5% ini bearti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa AupuasAy terhadap variabel kualitas layanan. Variabel kepuasaan pengguna mendapatkan nilai rata-rata 71. 5% ini bearti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa AupuasAy terhadap variabel kepuasaan pengguna. Variabel Keuntungan bersih mendapatkan nilai rata-rata 70. 5% ini bearti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa AupuasAy terhadap variabel keuntungan bersih. KESIMPULAN Dari hasil pembahasan diatas, maka penulis menarik kesimpulan, bahwa metode D&M Succes Model mampu menghasilkan nilai kepuasaan penggunaan terhadap suatu apikasi simpel. Hasil dari pengolahan data tersebut berupa nilai rata-rata jawaban korespoden berdasarkan indikator tiap variabel yang disajikan oleh D&M Succes Model. Hasil yang didapatkan adalah variabel kualitas sistem pengguna terhadap aplikasi simple mendapatkan nilai rata-rata 87. 9% ini berarti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa Ausangat puasAy terhadap variabel kualitas sistem. Variabel kualitas informasi mendapatkan nilai rata-rata 82. 5 % ini bearti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa Ausangat puasAy terhadap variabel kualitas informasi. Variabel kualitas layanan mendapatkan nilai-rata-rata 74. 5% ini bearti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa AupuasAy terhadap variabel kualitas layanan. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 9 - NO. JUNE 2023 A 216 Variabel kepuasaan pengguna mendapatkan nilai rata-rata 71. 5% ini bearti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa AupuasAy terhadap variabel kepuasaan pengguna. Variabel Keuntungan bersih mendapatkan nilai rata-rata 70. 5% ini bearti bahwa, pengguna aplikasi simpel merasa AupuasAy terhadap variabel keuntungan bersih SARAN Dari hasil penelitian diatas, saran dalam rangka meningkatkan penggunaan dan pengembangan aplikasi SIMPEL menunjukan bahwa D&M Succes Model sebagian dapat dipergunakan untuk mengevaluasi kesuksesan dalam penggunaan aplikasi SIMPEL, dikarenakan dalam pengembangan kedepannya SIMPEL harus memperhatikan beberapa indikator di setiap variabel yang penilaiannya masih kurang, agar dapat merasakan keuntungan bersih yang maksimal dari aplikasi SIMPEL. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada CogITo Smart Journal, untuk menyempatkan waktunya, agar tulisan ini dapat diterima dan diterbitkan di CogITo Smart Journal. DAFTAR PUSTAKA