Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 147-151 Pengaruh Komunikasi Internal Terhadap Motivasi Volunteer Masjid Nurul Asri Mengalirkan Energi Kebaikan Ayu Herera Savitri1*. Meita Pungki Refani2. Susi Juwanti3 1,2,3Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia. Universitas Mercu Buana Yogjakarta. Indonesia Email : 1*hererasaitri@gmail. com, 2meitapungki. mp@gmail. com, 3susijuwanti@gmail. (* : coressponding autho. Abstrak - Komunikasi internal memainkan peran penting dalam membangun motivasi volunteer di organisasi berbasis komunitas, termasuk masjid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal terhadap motivasi volunteer Masjid Nurul Ashri dalam melaksanakan program AuMengalirkan Energi KebaikanAy. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 100 volunteer yang berpartisipasi aktif dalam program tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi volunteer, dengan kontribusi sebesar 85%. Rekomendasi dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas komunikasi internal melalui pelatihan, penggunaan media komunikasi yang efektif, dan evaluasi rutin untuk mendukung keberlanjutan motivasi volunteer. Kata Kunci: Komunikasi Internal. Motivasi. Volunteer. Masjid. Energi Kebaikan Abstract - Internal communication plays an important role in building volunteer motivation in communitybased organizations, including mosques. This study aims to analyze the effect of internal communication on the motivation of volunteers at Nurul Ashri Mosque in implementing the AuFlowing Good EnergyAy program. Using a quantitative approach, this study involved 100 volunteers who actively participated in the program. Data were collected through questionnaires and analyzed using a simple linear regression method. The results showed that internal communication had a significant influence on volunteer motivation, with a contribution of 85%. The recommendation from this study is to improve the quality of internal communication through training, the use of effective communication media, and routine evaluations to support the sustainability of volunteer motivation. Keywords: Internal Communication. Motivation. Volunteers. Mosques. Good Energy PENDAHULUAN Komunikasi internal merupakan aspek penting dalam organisasi, dalam komunitas keagamaan seperti masjid. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan pemberdayaan komunitas. Keberhasilan program-program masjid sangat bergantung pada peran volunteer yang berkomitmen untuk berkontribusi secara sukarela. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah mempertahankan motivasi volunteer agar tetap konsisten dalam menjalankan Komunikasi internal merupakan faktor kunci dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendukung motivasi tersebut. Masjid Nurul Asri merupakan pusat suatu kegiatan keagamaan dan sosial yang sangat membutuhkan partisipasi aktif dari pada volunteer. Komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk meningkatkan motivasi dan kinerja volunteer. Penelitian ini juga memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal terhadap motivasi volunteer Masjid Nurul Asri. Masjid Nurul Asri, dengan visinya AuMengalirkan Energi KebaikanAy menjadi contoh organisasi yang mengandalkan volunteer untuk menjalankan berbagai program. Motivasi volunteer merupakan faktor krusial yang memengaruhi kualitas partisipasi. Motivasi yang tinggi volunteer lebih bersemangat, konsisten, dan kreatif dalam melaksanakan tugas. Namun kurangnya motivasi bisa menyebabkan penurunan produktivitas, ketidakharmonisan tim, dan pengunduran diri. Penting untuk memahami bagaimana komunikasi internal dapat memengaruhi motivasi volunteer, khususnya dalam konteks Masjid Nurul Asri. Ayu Herera Savitri | https://journal. id/index. php/manekin | Page 147 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 147-151 TINJAUAN PUSTAKA 1 Komunikasi Internal Komunikasi internal adalah proses pertukaran informasi, ide, dan pesan di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama (Robbins, 2. Komunikasi internal yang efektif dapat meningkatkan keterlibatan dan rasa memiliki di antara anggota organisasi. Komunikasi internal dalam sebuah organisasi, termasuk masjid, memainkan peran yang sangat penting dalam membangun hubungan yang efektif antar anggota. Dalam konteks Masjid Nurul Asri, komunikasi yang lancar antara pengurus masjid dan volunteer dapat meningkatkan rasa keterlibatan, pemahaman terhadap visi dan misi masjid, serta memperkuat kerja sama di antara volunteer. Komunikasi internal di Masjid Nurul Asri mencakup interaksi antara pengurus masjid dengan volunteer dan antar sesama volunteer itu sendiri. Komunikasi yang baik memastikan bahwa setiap individu memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam kegiatan-kegiatan masjid. Melalui komunikasi yang teratur dan terbuka, para volunteer dapat saling berbagi informasi, ide, dan umpan balik yang berharga. Komunikasi yang jelas juga mencegah terjadinya kesalahpahaman dan meningkatkan koordinasi, yang pada akhirnya memperkuat motivasi mereka untuk terus 2 Motivasi Volunteer Motivasi adalah dorongan internal yang mengarahkan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu (Deci & Ryan, 1. Pada konteks volunteer, motivasi dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti kepuasan batin dan faktor ekstrinsik seperti penghargaan sosial (Clary et al. , 1. Motivasi volunteer bisa dibagi menjadi dua kategori utama: motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi Intrinsik: Volunteer yang merasa bahwa kontribusinya di masjid memberi mereka kepuasan batin, karena mereka merasa diberkahi dengan kesempatan untuk mengalirkan energi kebaikan. Komunikasi internal yang mendorong rasa tanggung jawab dan keinginan untuk berbuat baik sangat mempengaruhi motivasi jenis ini. Motivasi Ekstrinsik: Beberapa volunteer mungkin juga terpicu oleh penghargaan atau pengakuan dari komunitas atau masjid. Penghargaan tersebut bisa berupa pengakuan sosial atau publikasi tentang kontribusi mereka dalam kegiatan masjid. 3 Hubungan Antara Komunikasi Internal dan Motivasi Volunteer Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa komunikasi internal yang baik dapat meningkatkan motivasi volunteer dengan menciptakan transparansi, memberikan dukungan, dan memperkuat rasa komunitas (Hager & Brudney, 2. Hubungan antara komunikasi internal dan motivasi volunteer sangat erat dan saling memengaruhi. Komunikasi internal yang efektif dapat memperkuat motivasi volunteer, sementara motivasi yang tinggi pada volunteer dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas komunikasi internal. Komunikasi internal yang jelas dan transparan dapat berfungsi sebagai pendorong utama motivasi volunteer. Dalam kegiatan sosial atau di lingkungan masjid, seringkali terdapat tantangan atau hambatan yang dapat mengurangi semangat volunteer. Komunikasi internal yang baik dapat membantu mengatasi masalah ini dengan cara memberikan informasi yang jelas, memberi dukungan moral, atau merencanakan solusi bersama. METODE PENELITIAN Variabel yang di ukur dalam penelitian ini adalah komunikasi internal sebagai variabel Independen (X). Ini adalah variabel yang menjadi fokus utama dalam penelitian dan diukur berdasarkan beberapa aspek seperti kejelasan informasi yang disampaikan keterbukaan dan transparansi dalam komunikasi. Tingkat keterlibatan anggota dalam diskusi atau rapat. Media atau saluran komunikasi yang digunakan . isalnya, pertemuan langsung. WhatsApp group, email. Kualitas hubungan antar anggota dalam masjid. Variabel Dependen (Y),Motivasi Volunteer: Ini adalah variabel yang dipengaruhi oleh komunikasi internal. Beberapa aspek yang bisa diukur dalam motivasi adalah:Kepuasan dan semangat untuk berkontribusi,rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap kegiatan masjid,keinginan untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Pengaruh komunikasi internal terhadap perasaan dihargai dan terlibat dalam pengambilan keputusanSelain dua variabel utama tersebut, penelitian juga dapat mempertimbangkan variabel pengontrol yang bisa Ayu Herera Savitri | https://journal. id/index. php/manekin | Page 148 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 147-151 mempengaruhi hasil, seperti usia, lama berpartisipasi sebagai volunteer, dan latar belakang sosial Teknik penelitian yang di gunakan adalah survey dengan menyebarkan kuisioner secara online kepada seluruh relawan masjid nurul ashri deresan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh para relawan masjid nurul ashri. Berdasarkan survei yang dilakukan kepada 100 volunteer Masjid Nurul Asri. Efektivitas Komunikasi Internal. Sebanyak 85% responden setuju bahwa komunikasi internal berjalan efektif, dengan mayoritas relawan merasakan kejelasan informasi terkait tugas dan tanggung jawab mereka. Koordinasi yang baik terbukti meminimalisir miskomunikasi dalam pelaksanaan program. hubungan dengan motivasi sebanyak 90% responden merasa bahwa komunikasi internal berpengaruh positif terhadap motivasi mereka. Rasa dihargai, kejelasan tujuan, dan umpan balik yang konstruktif menjadi faktor pendorong utama. Kolaborasi antar relawan. Komunikasi yang baik memfasilitasi kolaborasi antar relawan, di mana 85% responden menyatakan bahwa komunikasi internal meningkatkan kerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas masjid. Dalam penyebaran kuisioner secara online , peneliti menyebarkan kuisioner kepada sampel uji coba sebanyak 20 kuisioner online. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkatreanilitas dan validitas instrument untuk mengetahui kevalidan dan reliabelnya barulah peneliti melanjutkan tahap survey kepada 100 relawan masjid nurul ashri yang berada di deresan Jogjakarta. Analisis data yang ke dua di gunakan untuk mengetahui pengaruh variable independent terhadap variable dependen dianalisis menggunakan analisis regresi linier. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Profil Responden Penelitian ini menggunakan 100 relawan masjid nurul ashri deresan Jogjakarta yang masih aktif dalam kegiatan yang ada di masjid nurul ashri dengan usia 18-25 tahun : 30 %, usia 26-35 tahun : 40 % yang terdiri dari pria 40 % wanita 60 % dengan durasi bergabung sebagai relawan kurang lebih satu tahun 20 %, satu sampai tiga tahun 50% dan tiga tahun 30 %. 2 Uji Validitas dan Reliabilitas Adapun hasil validitas sampel uji coba pada variabel disajikan dalam Tabel 1 dan Tabel 2. Berdasarkan pengujian, semua item memiliki nilai korelasi yang memenuhi syarat validitas (>0,. , sehingga dinyatakan valid. Untuk uji reliabilitas, digunakan CronbachAos Alpha dengan nilai minimum 0,70 sebagai batas reliabel. Hasil menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha >0,70, sehingga seluruh instrumen dianggap reliabel. Tabel 1. Validitas Variabel X Indikator Variabel X Korelasi Komunikasi Internal 0,78 Kejelasan Informasi 0,82 Keterbukaan Informasi 0,75 Partisipasi dalam pengambilan keputusan 0,80 Aksibilitas Informasi 0,77 Tabel 2. Validitas Variabel Y Indikator Variabel Y Korelasi Motivasi Volunteer 0,76 Kepuasan Berpartipasi 0,81 Ayu Herera Savitri | https://journal. id/index. php/manekin | Page 149 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 147-151 Rasa memiliki 0,79 Pengakuan dan Apriasi 0,83 Keinginan untuk berkelanjutan 0,78 Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Komunikasi 0,85 Motivasi 0,88 3 Analisis Regresi Linier Analisis regresi linier dilakukan untuk mengetahui pengaruh komunikasi internal terhadap motivasi volunteer Masjid Nurul Asri. Model regresi yang digunakan adalah di mana,motivasi volunteer,komunikasi internal,konstanta,koefisien regresi,hasil analisis regresi menunjukkan: Konstanta . : 5,20 Koefisien regresi . : 0,75 Nilai RA: 0,68 Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa komunikasi internal memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi volunteer. Sebesar 68% variasi dalam motivasi volunteer dapat dijelaskan oleh komunikasi internal, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Uji Signifikansi Uji t: Nilai t hitung = 8,5, dengan p-value < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi internal secara signifikan memengaruhi motivasi. Uji F: Nilai F hitung = 72,25, dengan p-value < 0,05. Model regresi secara keseluruhan 4 Pembahasan Komunikasi internal memainkan peran strategis dalam mendukung kinerja dan motivasi volunteer Masjid Nurul Asri yang mengusung visi AuMengalirkan Energi KebaikanAy. Komunikasi yang efektif menyampaikan visi, misi, dan tujuan program secara jelas, volunteer merasa terhubung dengan nilai-nilai yang diusung oleh masjid. Menyampaikan informasi yang konsisten, baik melalui media formal seperti rapat maupun informasi dengan cara berdiskusi, menciptakan rasa memiliki . ense of belongin. di kalangan volunteer. Komunikasi internal yang inspiratif bisa meningkatkan motivasi intrinsic volunteer, contoh memiliki rasa bangga dan kepuasan pribadi atas kontribusinya. Penghargaan simbolis dan pengakuan melalui komunikasi eksternal berperan penting membangun motivasi ekstrinsik. Beberapa hambatan kurangnya media komunikasi yang efektif, perbedaan latar belakang volunteer, dan kurangnya kesempatan memberikan feedback bisa mengurangi efektivitas komunikasi internal. Strategi pemanfaatan teknologi digital, pelatihan komunikasi interpersonal, dan pemberian apresiasi terstruktur perlu diterapkan menciptakan komunikasi yang lebih inklusif dan produktif. Komunikasi internal yang baik, volunteer lebih termotivasi dalam berkontribusi aktif, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kerja sama dalam mengalirkan energi kebaikan ke masyarakat luas. Ayu Herera Savitri | https://journal. id/index. php/manekin | Page 150 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 147-151 KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Komunikasi yang baik memfasilitasi kolaborasi antar relawan, di mana 85% responden menyatakan bahwa komunikasi internal meningkatkan kerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas masjid. Komunikasi internal yang efektif terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi para volunteer Masjid Nurul Asri. Dengan komunikasi yang baik, relawan merasa lebih dihargai, memiliki rasa kebersamaan yang kuat, dan termotivasi untuk terus mengalirkan energi kebaikan kepada masyarakat. Untuk menjaga keberlanjutan dampak positif ini, masjid perlu terus mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif dan inklusif. Berdasarkan hasil analisis regresi linier, dapat disimpulkan bahwa komunikasi internal memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi volunteer di Masjid Nurul Asri. Dengan kata lain, semakin baik komunikasi internal, semakin tinggi tingkat motivasi volunteer untuk terlibat dalam kegiatankegiatan masjid yang mengalirkan energi kebaikan. DAFTAR PUSTAKA