ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Power Point Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas i Di MI DDI Batu Bessi Barru Abdul Wahid 1. Nur Afni2. Sri Hastati3. Asriati4. Nanda5 Program Studi Pendidikan Profesi Guru1,2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar3,4,5 Universitas Islam Makassar abdulwahid@uim-makassar. id1, nurafni. dty@uim-makassar. dty@uim-makassar. id3, asriatyasriaty132@gmail. dwinanda290@gmail. Abstrak Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas tiga di MI DDI Batu Bessi menggunakan pembelajaran berbasis PowerPoint. Studi ini didasarkan pada rendahnya motivasi siswa, yang ditandai dengan kurangnya perhatian, aktivitas rendah, dan partisipasi minimal selama proses pembelajaran. Penggunaan teknik pengajaran tradisional dan kurangnya pemanfaatan sumber belajar yang menarik merupakan dua faktor yang berkontribusi terhadap situasi ini. Penelitian ini menggunakan strategi Riset Tindakan Kelas (CAR) dua siklus dengan menggunakan paradigma Kemmis dan McTaggart. Dua puluh dua siswa kelas tiga di MI DDI Batu Bessi menjadi subjek penelitian. Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi semuanya dimasukkan dalam setiap siklus. Dokumentasi pembelajaran, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan survei motivasi belajar siswa digunakan untuk mengumpulkan data. Untuk memastikan bagaimana motivasi belajar siswa berubah selama setiap siklus, dilakukan analisis data kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan materi PowerPoint di kelas dapat secara progresif meningkatkan motivasi belajar siswa. Meskipun belum mencapai puncaknya, motivasi belajar siswa mulai meningkat pada siklus I. Setelah peningkatan pada siklus II, motivasi belajar siswa meningkat secara dramatis dan berada pada kisaran tinggi. Siswa tampak lebih antusias, penuh perhatian, dan terlibat dalam pendidikan mereka. Berdasarkan temuan ini, dapat dikatakan bahwa penggunaan materi PowerPoint merupakan strategi pengajaran alternatif yang berhasil untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas i di MI DDI Batu Bessi. Kata kunci: Motivasi Belajar. Media Powerpoint. Penelitian Tindakan Kelas. Siswa Kelas i. Abstract By using PowerPoint-based learning, this project seeks to increase third-grade pupils at MI DDI Batu Bessi's motivation to learn. The low learning motivation of students, which is typified by inattention, low activity, and little student participation during the learning process, forms the basis of this study. The employment of traditional teaching techniques and the underutilization of engaging learning resources are two factors contributing to this situation. This study employed a two-cycle Classroom Action Research (CAR) strategy using the Kemmis and McTaggart paradigm. Twenty-two third-graders at MI DDI Batu Bessi served as the research subjects. Planning, action execution, observation, and reflection were all incorporated in each cycle. Learning documentation, teacher and student activity observation sheets, and student learning motivation surveys were used to gather data. To ascertain how student learning motivation changed during each cycle, descriptive quantitative and qualitative data analysis was performed. The findings demonstrated that using PowerPoint materials in the classroom could progressively raise students' motivation to study. While not at its best, student ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 learning motivation started to rise in cycle I. Following cycle II's enhancements, student learning motivation rose dramatically and fell into the high range. Pupils seemed more eager, attentive, and involved in their education. Based on these findings, it can be said that using PowerPoint materials is a successful alternative teaching strategy for raising class i students' motivation to learn at MI DDI Batu Bessi. Keywords: Learning Methods. PowerPoint. Learning Motivation. Madrasah Ibtidaiyah. PENDAHULUAN Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan akademik, karakter, dan keterampilan belajar peserta didik sebagai fondasi bagi jenjang pendidikan selanjutnya. Pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan motivasi belajar siswa sebagai faktor penting yang menentukan keberhasilan belajar. Menurut Hardiansyah et al. , kualitas pembelajaran di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong keterlibatan aktif dan semangat belajar peserta didik. Motivasi belajar merupakan dorongan internal maupun eksternal yang menimbulkan semangat, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku belajar seseorang untuk mencapai tujuan tertentu (Sulle & Tulak, 2021. Syawal et al. , 2025. Zulaeha et , 2. Dalam perspektif teori motivasi, motivasi dibedakan menjadi motivasi intrinsik yang berasal dari dalam diri siswa dan motivasi ekstrinsik yang dipengaruhi oleh faktor luar, seperti metode pembelajaran, lingkungan belajar, dan penggunaan media pembelajaran (Hata, 2. Selain itu, model motivasi ARCS yang dikembangkan oleh Keller menekankan bahwa perhatian . , relevansi . , kepercayaan diri . , dan kepuasan . merupakan komponen penting dalam membangun motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran yang mampu menarik perhatian dan melibatkan siswa secara aktif akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar (MaAodika et al. Tangkearung et al. , 2026. Tulak et al. , 2. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran (Kaharuddin et al. , 2026. Tulak et , 2023, 2. Hasil studi yang dilakukan oleh Ziliwu dan Laoli . menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa ditandai oleh kurangnya perhatian terhadap penjelasan guru, rendahnya partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, serta kecenderungan siswa merasa bosan selama proses belajar berlangsung. Temuan serupa juga dilaporkan oleh Murniati . yang menyatakan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan minim pemanfaatan media pembelajaran interaktif menjadi salah satu penyebab rendahnya motivasi belajar siswa di sekolah dasar. Data tersebut menunjukkan bahwa permasalahan motivasi belajar bukan hanya terjadi pada satu sekolah tertentu, tetapi merupakan fenomena yang masih ditemukan di berbagai satuan pendidikan dasar. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas i MI DDI Batu Bessi Barru, ditemukan bahwa motivasi belajar siswa masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari kurangnya perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung, rendahnya keaktifan dalam menjawab pertanyaan guru, serta munculnya perilaku pasif ketika mengikuti kegiatan belajar. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan proses pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah dan belum memanfaatkan media pembelajaran yang menarik secara optimal. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan untuk mempertahankan fokus dan minat belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah media pembelajaran berbasis PowerPoint. Media PowerPoint memungkinkan guru menyajikan materi secara visual melalui kombinasi teks, gambar, warna, audio, animasi, dan video yang dapat menarik perhatian siswa. Menurut Setiawan . , penggunaan media presentasi interaktif mampu meningkatkan perhatian, partisipasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Haeril et al. menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital interaktif pada pembelajaran sekolah dasar memberikan dampak positif terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik. Meskipun berbagai penelitian telah membahas penggunaan media PowerPoint dalam pembelajaran, sebagian besar penelitian lebih berfokus pada peningkatan hasil belajar atau pemahaman konsep siswa. Penelitian yang secara khusus mengkaji efektivitas penggunaan media PowerPoint dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pada kelas rendah, masih relatif terbatas. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengimplementasikan media PowerPoint melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk memperbaiki proses pembelajaran secara berkelanjutan pada konteks MI DDI Batu Bessi Barru. Kondisi inilah yang menjadi research gap dalam penelitian ini. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas i MI DDI Batu Bessi Barru melalui penerapan media pembelajaran berbasis PowerPoint. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh solusi praktis sekaligus kontribusi empiris mengenai efektivitas media PowerPoint dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar, khususnya pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah. METODE Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas i MI DDI Batu Bessi melalui penggunaan media pembelajaran berbasis PowerPoint. Penelitian tindakan kelas dipilih karena memberikan kesempatan kepada guru untuk memperbaiki praktik pembelajaran secara berkelanjutan melalui tindakan yang direncanakan, dilaksanakan. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 diamati, dan direfleksikan. Model PTK yang digunakan mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan . , pelaksanaan tindakan . , observasi . , dan refleksi . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas i MI DDI Batu Bessi Kabupaten Barru Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 22 siswa. Pemilihan subjek didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya perhatian selama pembelajaran, rendahnya partisipasi dalam kegiatan kelas, serta kurangnya antusiasme dalam mengikuti proses Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap sesuai model Kemmis dan McTaggart, yaitu: Perencanaan (Plannin. , pada tahap ini peneliti menyusun perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyiapkan media PowerPoint yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas i, menyusun instrumen penelitian, serta menyiapkan lembar observasi dan angket motivasi belajar. Pelaksanaan Tindakan (Actio. , guru melaksanakan proses pembelajaran menggunakan media PowerPoint sebagai sarana penyampaian materi. Media tersebut dirancang dengan memadukan teks, gambar, warna, dan animasi sederhana untuk meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Observasi (Observatio. , selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti dan observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Observasi dilakukan untuk memperoleh data mengenai keterlaksanaan pembelajaran dan respons siswa terhadap penggunaan media PowerPoint. Refleksi (Reflectio. , data hasil observasi dan angket motivasi belajar dianalisis untuk mengetahui keberhasilan tindakan yang telah dilakukan. Hasil refleksi digunakan sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif. Data penelitian dikumpulkan melalui beberapa teknik sebagai berikut: Angket motivasi belajar, digunakan untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan media PowerPoint. Observasi, dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dokumentasi, digunakan untuk memperoleh data pendukung berupa foto kegiatan pembelajaran, daftar hadir siswa, serta dokumen lain yang relevan dengan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kemudian data angket motivasi belajar dianalisis dengan menghitung skor rata-rata dan persentase pencapaian motivasi belajar siswa pada setiap siklus. Data hasil observasi aktivitas guru dan siswa dianalisis secara kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis ini digunakan untuk menggambarkan perubahan perilaku dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Keberhasilan tindakan ditentukan berdasarkan peningkatan motivasi belajar siswa pada setiap siklus serta tercapainya indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Kondisi Awal (Pra-Tindaka. Sebelum implementasi intervensi pembelajaran, siswa kelas tiga di MI DDI Batu Bessi memiliki motivasi belajar yang rendah. Mayoritas siswa tidak menunjukkan perhatian yang ideal selama proses pembelajaran, menurut pengamatan Siswa jarang berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab, mudah teralihkan perhatiannya, dan menunjukkan sedikit minat terhadap kegiatan belajar. Partisipasi siswa yang rendah dan lingkungan kelas yang kurang kondusif merupakan akibat dari pembelajaran yang masih didominasi oleh metode ceramah tanpa penggunaan media visual. Kesimpulan ini diperkuat oleh hasil kuesioner motivasi belajar yang diberikan di awal. Dari segi minat belajar, aktivitas, dan ketekunan, mayoritas siswa termasuk dalam kategori motivasi rendah hingga sedang. Hasil Penelitian Siklus I Materi PowerPoint yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa kelas tiga digunakan untuk pengajaran di Siklus I. Untuk menarik perhatian siswa, informasi disajikan secara visual menggunakan gambar, warna, dan animasi sederhana. Perubahan positif terlihat dibandingkan dengan keadaan awal. Siswa mulai tertarik pada apa yang mereka pelajari dan lebih fokus pada penjelasan guru. Namun, tingkat partisipasi siswa tidak konsisten. Beberapa siswa tetap diam dan ragu untuk menanggapi pertanyaan atau menyuarakan pendapat mereka. Jika dibandingkan dengan periode sebelum tindakan, tanggapan kuesioner motivasi belajar dari Siklus I menunjukkan peningkatan. Meskipun belum mencapai tingkat yang diinginkan, motivasi belajar siswa termasuk dalam kategori moderat, menunjukkan bahwa penggunaan media PowerPoint mulai memengaruhi minat dan perhatian siswa. Materi pembelajaran perlu ditingkatkan, terutama dengan memasukkan komponen interaktif dan memberi siswa lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pendidikan mereka, menurut temuan refleksi Siklus Hasil Penelitian Siklus II Dengan menggunakan refleksi dari Siklus I, pendekatan dan desain presentasi PowerPoint ditingkatkan pada Siklus II. Mahasiswa antusias terlibat dengan citra media yang lebih beragam, pertanyaan yang merangsang pemikiran, dan keterlibatan Observasi Siklus II mengungkapkan peningkatan yang lebih nyata. Mayoritas mahasiswa menunjukkan tanda-tanda antusiasme terhadap mata kuliah, meningkatkan kemampuan konsentrasi mereka, dan terlibat sepenuhnya dalam sesi ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 tanya jawab. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, dan lingkungan kelas menjadi lebih hidup. Motivasi belajar mahasiswa telah meningkat ke kelompok tinggi, menurut hasil kuesioner motivasi belajar Siklus II. Jika dibandingkan dengan siklus sebelumnya, indikator motivasi termasuk minat belajar, perhatian, aktivitas, dan antusiasme untuk belajar jelas meningkat. Rekapitulasi Hasil Penelitian Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan instruksi berbasis PowerPoint secara bertahap meningkatkan antusiasme siswa untuk Dari motivasi awal yang rendah, yang meningkat pada siklus I dan mencapai puncaknya pada siklus II, terdapat perubahan yang jelas. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan materi PowerPoint yang menarik secara visual dan interaktif dapat meningkatkan lingkungan belajar dan mendorong partisipasi aktif siswa. Dengan demikian, siswa kelas tiga di MI DDI Batu Bessi telah menunjukkan peningkatan motivasi belajar sebagai hasil dari penggunaan pembelajaran berbasis PowerPoint. Tabel 1. Perbandingan Motivasi Belajar Siswa Pra-Tindakan. Siklus I, dan Siklus II Tahap Rata-Rata Skor Kategori Deskripsi Kondisi Siswa Penelitian Motovasi Motivasi Siswa kurang fokus, cepat bosan, pasif Pra Rendah Rendah dalam tanya jawab, dan kurang antusias Tindakan mengikuti pembelajaran. Siswa mulai tertarik dengan pembelajaran. Siklus I Meningkat Sedang perhatian meningkat, namun keaktifan belum merata pada seluruh siswa. Siswa antusias, fokus memperhatikan pembelajaran, aktif bertanya dan Siklus II Tinggi Tinggi menjawab, serta menunjukkan minat belajar yang tinggi. Tabel 2. Perbandingan Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran Aspek Aktivitas Siswa Pra-Tindakan Siklus I Siklus II Perhatian saat guru menjelaskan Rendah Cukup Tinggi Keaktifan bertanya/menjawab Antusias mengikuti Sangat rendah Mulai meningkat Tinggi Rendah Sedang Tinggi Tabel 3. Perbandingan Aktivitas Guru Aspek Aktivitas Guru Siklus I Pemanfaatan media PowerPoint Cukup Pengelolaan kelas Cukup Interaksi guru dan siswa Cukup Siklus II Sangat baik Baik Sangat baik ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis PowerPoint mampu meningkatkan motivasi belajar siswa kelas i MI DDI Batu Bessi. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa media pembelajaran memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. Pada usia sekolah dasar, siswa cenderung lebih mudah memahami informasi yang disajikan secara konkret dan visual dibandingkan dengan penjelasan verbal yang abstrak. Oleh karena itu, penggunaan PowerPoint yang memadukan teks, gambar, warna, dan animasi sederhana mampu memberikan stimulus belajar yang lebih menarik sehingga meningkatkan perhatian siswa selama proses pembelajaran Peningkatan motivasi belajar yang ditemukan dalam penelitian ini dapat dijelaskan melalui teori motivasi belajar yang menyatakan bahwa motivasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dalam konteks penelitian ini. PowerPoint berfungsi sebagai faktor eksternal yang memberikan rangsangan visual sehingga mampu menarik perhatian siswa dan mengurangi kejenuhan selama pembelajaran. Ketika perhatian siswa meningkat, mereka menjadi lebih fokus terhadap materi yang disampaikan guru. Kondisi ini menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang menarik dapat menjadi pemicu munculnya motivasi intrinsik siswa untuk terlibat dalam aktivitas belajar. Temuan penelitian ini juga dapat dianalisis menggunakan model motivasi ARCS (Attention. Relevance. Confidence. Satisfactio. yang dikemukakan oleh Keller. Penggunaan PowerPoint yang memuat gambar, warna, dan animasi mampu meningkatkan aspek attention . Penyajian materi yang disesuaikan dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari siswa mendukung aspek relevance . Selanjutnya, kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran meningkatkan confidence . epercayaan dir. Ketika siswa berhasil mengikuti pembelajaran dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, muncul rasa satisfaction . yang semakin memperkuat motivasi belajar mereka. Dengan demikian, peningkatan motivasi belajar yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga karena media tersebut mampu memenuhi komponen-komponen utama dalam pembentukan motivasi belajar. Selain faktor media, hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan motivasi belajar menjadi lebih optimal ketika PowerPoint dipadukan dengan strategi pembelajaran interaktif. Temuan ini terlihat pada siklus II, ketika guru tidak hanya menyajikan materi melalui slide presentasi, tetapi juga melibatkan siswa dalam kegiatan tanya jawab dan diskusi sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas media pembelajaran tidak berdiri sendiri, melainkan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengelola interaksi pembelajaran. Dengan kata lain. PowerPoint berfungsi sebagai alat pendukung yang membantu guru menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dan berpusat pada siswa. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Setiawan . yang menemukan bahwa penggunaan media PowerPoint dapat meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Temuan ini juga mendukung hasil penelitian Hata . yang menunjukkan bahwa media pembelajaran visual berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar karena mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Kesamaan hasil tersebut memperkuat argumentasi bahwa media PowerPoint masih relevan digunakan pada pembelajaran sekolah dasar, khususnya untuk meningkatkan aspek afektif berupa motivasi belajar. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru sekolah dasar dalam memilih media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penggunaan PowerPoint yang dirancang secara kreatif dapat menjadi alternatif untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pada kelas rendah yang masih membutuhkan banyak stimulasi visual dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena dilaksanakan pada satu kelas dengan jumlah peserta didik yang relatif terbatas. Oleh sebab itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penggunaan PowerPoint terhadap variabel lain, seperti hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, atau keterampilan komunikasi siswa dengan melibatkan sampel yang lebih luas. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis PowerPoint tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga sebagai instrumen pedagogis yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penyajian informasi yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik sekolah dasar. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas (CAR) yang dilakukan pada siswa kelas tiga di MI DDI Batu Bessi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan PowerPoint sebagai alat pengajaran meningkatkan motivasi belajar siswa. Setelah PowerPoint diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, motivasi belajar yang sebelumnya rendah, meningkat. Meskipun aktivitas siswa belum meluas, penerapan tindakan pada Siklus I menunjukkan perubahan awal berupa peningkatan perhatian dan minat belajar siswa. Motivasi belajar siswa meningkat lebih optimal setelah perubahan Siklus II. Siswa tampak lebih terlibat, memperhatikan pelajaran, dan bersemangat untuk berkontribusi dalam debat kelas dan sesi tanya jawab. Lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan dihasilkan melalui PowerPoint ketika disajikan dengan tampilan visual yang menarik, disampaikan secara sistematis, dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa kelas bawah. Hasilnya, siswa kelas tiga di MI DDI Batu Bessi dapat lebih termotivasi untuk belajar dengan menggunakan PowerPoint sebagai alat pengajaran. ELEMENTARY JOURNAL Vol. 9 No. 1 Ae Juni 2026 P-ISSN 2622-0431 E-ISSN 2829-1611 Saran Bagi Guru Guru disarankan untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan media PowerPoint sebagai pendukung pembelajaran. Penyusunan slide hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa kelas rendah, menggunakan bahasa yang sederhana, visual yang menarik, serta disertai aktivitas yang mendorong keterlibatan siswa secara aktif. Bagi Sekolah Sekolah diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dengan menyediakan fasilitas yang memadai serta mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif. Bagi Siswa Siswa diharapkan dapat memanfaatkan pembelajaran berbasis media secara optimal dengan meningkatkan keaktifan, rasa ingin tahu, dan keterlibatan selama proses pembelajaran berlangsung. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kajian ini dengan variabel yang lebih luas, seperti mengombinasikan media PowerPoint dengan model pembelajaran tertentu atau meneliti dampaknya terhadap aspek lain, seperti hasil belajar atau keterampilan berpikir siswa. DAFTAR PUSTAKA