Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 ISSN : 2087-121X ANALISIS STOK UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensi. YANG DIDARATKAN DI PPI BANDENGAN KENDAL. JAWA TENGAH STOCK ANALYSIS OF BANANA PRAWN (Penaeus merguiensi. LANDING AT PPI BANDENGAN KENDAL. CENTRAL JAVA Meutia Mollynda*. Suradi Wijaya Saputra. Aninditia Sabdaningsih. Anhar Solichin Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakulitas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro Korespondensi: meutiamollyyuk@gmail. ABSTRAK Penelitian ini mengenai analisis stok udang jerbung (Penaeus mergueinsi. berada di PPI Bandengan. Kendal merupakan salah satu daerah penangkapan udang yang potensial di Pantai Utara Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter pertumbuhan, hubungan antara panjang-berat, tingkat mortalitas, dan tingkat ekploitasi udang jerbung berdasarkan hasil tangkapan jaring arad. Penelitian ini dilakukan dari bulan April sampai Agustus 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang dikumpulkan meliputi data primer yang didapatkan dengan sampling di lokasi penelitian. Metode pengambilan sampel diambil 10% secara acak sederhana dari hasil tangkapan per trip dan metode analisis menggunakan program FAO Ae ICLARM Stock Assessment Tools (FiSAT). Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur ukuran yang tertangkap dominan sebesar 13,8 Ae55,9 mm. Hubungan panjang berat diperoleh persamaan W = 0,0064CL2,003 menunjukan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif artinya pertambahan panjang lebih cepat dari pertambahan bobotnya. Ukuran pertamakali tertangkap (LC50% ) sebesar 34 mm. Persamaan pertumbuhan von Bertanlanffy adalah Lt = 60,85 . -e(-0,50. 0,2. ) dengan panjang karapas maksimum LO sebesar 58,97 mm, laju pertumbuhan udang (K) sebesar 1,50 /tahun, nilai t0 = -0,26 / tahun, laju mortalitas total sebesar (Z) = 1,51/ tahun, laju kematian alamiah sebesar (M) = 1,07 / tahun dan laju kematian karena penangkapan sebesar (F) = 0,44/ tahun. Pola rekuitmen udang jerbung memiliki puncak pada bulan Mei menunjukan persentase sebesar 16,51 %. Nisbah kelamin menunjukan populasi udang betina lebih sedikit dibandingkan udang jantan dengan rasio 1: 1,21. Kondisi tingkat pemanfaatan menunjukan E < 0,5 artinya upaya penangkapan dapat ditambahkan . Kata Kunci: Eksploitasi. Mortalitas. Pertumbuhan. PPI Bandengan. Udang jerbung (P. ABSTRACT This research is about stock analysis of banana prawn (Penaeus mergueinsi. located at PPI Bandengan. Kendal is one of the potential prawn fishing areas on the North Coast of Central Java. The purpose of this study was to determine the growth parameters, the relationship between length-weight, mortality rate, and exploitation level of banana prawn based on the arad net catch. This research was conducted from April to August 2021. The research method used was a survey method. The data collected includes primary data obtained by sampling at the research site. The A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Analisis Stok Udang Jerbung (Penaeus Merguiensi. A (Meutia Mollynda, dk. sampling method was taken at 10% randomly from the catch per trip and the analysis method used the FAO Ae ICLARM Stock Assessment Tools (FiSAT) program. The results showed that the dominant size structure caught was 13. 8 Ae 55. 9 mm. The relationship between length and weight was obtained by the equation W = 0. 0064CL2. 003 showing a negative allometric growth pattern meaning that the length increase was faster than the weight gain. The size of the first caught (LC50%) was 34 mm. The growth equation for von Bertanlanffy is Lt = 60. -e(-0. ) with a maximum carapace length LO of 58. 97 mm, prawn growth rate (K) of 1. 50/ year, t0 = -0. 26/year, total mortality rate (Z) = 1. 51/year, natural death rate (M) = 1. 07/year and fishing mortality rate (F) = 0 ,44/year. The pattern of recruitment of banana prawn has a peak in May showing a percentage of 16. The sex ratio shows that the female prawn population is less than the male prawn with a ratio of 1: 1. The condition of the utilization rate shows E < 0. 5 means that the fishing effort can be increased . Keywords: Bandengan PPI. Exploitation Rate. Growth Mortality. Banana prawn PENDAHULUAN Kabupaten Kendal kawasan pesisir yang terletak di wilayah Pantai Utara Provinsi Jawa Tengah. Potensi sektor perikanan Kabupaten Kendal mampu Berdasarkan Permen-KP Nomor 19 Tahun 2022 tentang estimasi potensi sumber daya ikan, jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan, dan tingkat pemanfatan sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan di Indonesia, hasil estimasi potensi udang penaeid di WPPNRI 712 sebesar 83,820 ton per tahun, jumlah tangkapan ikan yang diperbolehkan sebesar 58,674 ton per tahun dan tingkat pemanfatan sumber daya sebesar 0,8 ton per tahun. Udang penaeid merupakan salah satu komoditas perikanan hasil tangkapan utama di Kabupaten Kendal. Komoditas udang penaeid mempunyai nilai ekonomis tinggi. Pengelolaan perikanan merupakan aspek yang sangat penting untuk mengupayakan agar sumber daya udang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Keterkaitan antar organisme perairan dalam suatu rantai makanan dapat menjadikan salah satu bahan informasi pengelolaan sumber daya udang. Arad merupakan alat tangkap yang tidak selektif dioperasikan di dasar perairan dengan karakteristik udang penaeid yang bersifat demersal dan mencari makan di dasar perairan. Aktivitas penangkapan yang berlebih dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan menjadikan salah satu faktor penurunan stok sumber daya udang. Aktivitas penangkapan udang penaeid di Pantai Utara Jawa dilakukan oleh nelayan dengan alat tangkap arad. Udang jerbung merupakan jenis yang sangat rentan terhadap dampak penangkapan, karena sifat ruayanya yang terbatas, aktivitas gerakan yang rendah dan kemampuan membentuk kawanan yang relatif kecil (Suman dan Umar, 2. Menurut Penn . dalam Sumiono et. Habitat yang sesuai dengan udang penaeid dengan substrat dasar perairan berlumpur, dipengaruhi oleh massa air tawar dan pada kedalaman 10-30 m. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kondisi pemanfaatan stok udang jerbung (Penaeus merguiensi. di perairan Kendal yang berada di dalam daerah satu jalur perairan pantai utara jawa Kondisi sumber daya udang di perairan Kendal dengan mengkaji aspek biologi spesies udang, sehingga dapat tertangkap untuk informasi mengenai pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat pemanfaatan stok. Hal ini dapat dijadikan dasar pengelolaan sumber daya udang jerbung, terutama di perairan Kendal dan A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 II. MATERI DAN METODE Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel diambil 10% secara acak sederhana dari hasil tangkapan per trip. Pengambilan sampel dilakukan 1 kali dalam sebulan dari bulan April - Agustus 2021 di Pendaratan Pelelangan Ikan Bandengan Kabupaten Kendal. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang didapatkan dari pengamatan dan pengukuran meliputi, panjang total . , panjang karapas . , berat udang . TKG dan ukuran mata jaring arad. Materi penelitian yang digunakan status pemanfaatan sumber daya udang jerbung dengan alat tangkap jaring arad. Penelitian akan mengkaji stok udang jerbung meliputi struktur ukuran, parameter pertumbuhan, ukuran pertama kali tertangkap (Lc50%) dan ukuran pertama kali matang gonad (LM50%) untuk mengetahui tingkat pemanfaatan udang ISSN : 2087-121X Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian antara lain Cool box yang digunakan sebagai tempat untuk mengawetkan sampel, alat tulis, kamera, timbangan dengan ketelitian 0,001 gram yang digunakan untuk mengukur berat udang, jangka sorong dengan ketelitian 0,01 mm yang digunakan untuk mengukur panjang karapas. Penggaris papan 30 cm dengan ketelitian 1 mm yang digunakan untuk mengukur panjang total tubuh udang, buku identifikasi Chan . yang digunakan sebagai panduan identifikasi sampel udang yang diperoleh, section kit yang digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi bagian dalam tubuh udang. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah sampel udang Jerbung yang didaratkan di PPI Bandengan. Kendal. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Agustus 2021 di Pendaratan Pelelangan Ikan Bandengan Kabupaten Kendal. Jawa Tengah dapat dilihat pada (Gambar . Gambar 1. Lokasi Pengambilan sampel udang jerbung di PPI Bandengan. Kendal Analisis Data Struktur Ukuran Struktur ukuran dapat digunakan untuk analisis status pemanfaatan udang jerbung Penaeus merguiensis dapat dilihat dari sebaran frekuensi panjang (F. Sebaran frekuensi panjang dapat ditampilkan dalam bentuk histogram dan dibandingkan agar waktu setiap spesies udang Penaeus merguiensis yang ditemukan terdiri dari satu kelompok ukuran atau lebih. Data digunakan dalam penentuan distribusi frekuensi A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Analisis Stok Udang Jerbung (Penaeus Merguiensi. A (Meutia Mollynda, dk. panjang ini didapatkan dengan menentukan selang kelas dan nilai tengah kelas diplotkan dalam sebuah grafik (Susilawati, 2. Hubungan Panjang Berat Menurut Effendie . Hubungan panjang bobot dinyatakan dalam hubungan eksponensial dengan persamaan rumus sebagai berikut: W = aLb Keterangan: W = bobot tubuh . L = panjang karapas . a = intercept . erpotongan kurva hubungan panjang bobot dengan sumbu . b = slope . enduga pola pertumbuhan panjang bera. Selanjutnya, persamaan tersebut dikonversi kedalam bentuk linier yaitu: Log W = log a b log L a dan b adalah konstanta yang diperoleh dari analisis menggunakan regresi linier. Nilai b O 3, dilakukan dengan uji t sebagai 3Oeyca ycIyca Sb adalah simpangan baku dugaan b, yang diduga dengan rumus: yc=UO ycIyca =OoS2b S2yx S2= ycu Keterangan: Sb= Simpangan baku b a = intercept . erpotongan kurva hubungan panjang bobot dengan sumbu . b = slope . enduga pola pertumbuhan panjang bera. Nilai b dapat diartikan sebagai penduga tingkat kerataan hubungan panjang berat udang jerbung sebagai berikut: Nilai b=3 artinya pertambahan panjang selaras dengan pertambahan bobot . Nilai b 3 artinya pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot . llometrik negati. Nilai b 3 artinya pertambahan bobot lebih cepat daripada pertambahan panjang . llometrik positi. Hipotesis untuk menguji nilai b = 3 atau b 3 dilakukan uji-t yaitu : H0: Jika hubungan panjang bobot udang diperoleh b=3 maka pertumbuhan udang isometrik H1: Jika hubungan panjang bobot udang diperoleh b 3 maka pertumbuhan udang allometrik Nilai thitung kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel dengan selang kepercayaan Kriteria pengambilan keputusan sesuai dengan hipotesis yang digunakan yaitu: Jika t hitung lebih besar dari t tabel . hitung > t tabel ) terima H1, tolak H0 Jika t hitung lebih kecil dari t tabel . hitung < t tabel ) terima H0 tolak H1 Ukuran pertama kali tertangkap (Lc50% ) Analisis tertangkap menggunakan metode logistik baku, yaitu dengan memplotkan frekuensi kumulatif udang dengan ukuran panjang dari Menurut Saputra . , dilakukan dengan membuat tabel frekuensi panjang, kemudian membuat presentase frekuensi dan presentase kumulatif pada setiap kelas panjang, membuat kurva logistik baku. Lc50% berada pada titik potong antarasumbu x dengan garis tegak yang ditarik dari titik potong kurva dengan garis mendatar yang didarik dari titik 50%. nilai ukuran pertama kali tertangkap berkaitan dengan nilai selektifitas dari alat tangkap. Metode kurva logistik baku. Lc50% dapat dihitung dengan 1 = P P exp[-r (L-L. ] , . Oe P)/P = yceycuycy[-r(L-L. Selanjutnya persamaan linier jika di Ln kan Ln[. -P)/P= rLc-rL] Keterangan: Y = Ln[. -P)/P]. X=L a = rLc, dan b = -rA. sehingga Lc= Oer A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 Parameter Pertumbuhan Parameter pertumbuhanyang meliputi (LO), pertumbuhan (K). menggunakan metode ELEFAN I dalam program FISAT II. Menurut Asriyana menggunakan program FISAT II dengan metode ELEFAN I kemudian memasukan data interval panjang diduga menggunakan model Von Bertalanffy sebagai berikut : Lt = LO. Oee-K . -t. ) Keterangan: Lt = Panjang total udang saat umur ke-t . LO = Panjang total asimptotik udang. K = Koefisien laju pertumbuhan udang t0 = Umur teoritis udang saat panjang sama dengan waktu nol Parameter pertumbuhan umur teoritis . menggunakan rumus empiris Pauly . hubungan regresi berganda antara umur teoritis pada saat panjang udang sama dengan nol . dengan L dan K, sebagai Log (-t. = - 0,3952 - 0,2752 Log (LO) - 1,038 Log(K) Keterangan: LO = Panjang infiniti . K = Koefisien laju pertumbuhanudang t0 = Umur teoritis udang saat panjangsama dengan waktu nol Laju Mortalitas dan Tingkat Eksploitasi Pendugaan laju mortalitas total (Z) dapat dihitung dengan metode kurva hasil tangkapan . atch curv. yangmenggunakan slope . dan Ln N/t dengan umur relatif sesuai dengan rumus Pauly . sebagai Ln = a Oe Zt Keterangan: N = banyaknya udang pada waktu . T = waktu yang diperlukan untuk tumbuh suatu kelas panjang a = hasil tangkapan yang dikonversikan terhadap panjang ISSN : 2087-121X Pendugaan laju mortalitas alami (M) dihitung dengan menggunakan rumus Pauly . sebagai berikut: Log M= - 0,0152 - 0,279LogLO 0,6543 Log K 0,4634 LogT Keterangan: M = Mortalitas alami LO = Panjang total maksimum persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy . K = Koefisien Von Bertalanffy . m/tahu. T = Rata rata suhu permukaan air . C) Perhitungan digunakan untuk menduga jumlah udang yang ditangkap dibandingkan dengan jumlah total udang yang mati karena semua faktor baik faktor alami maupun faktor penangkapan (Pauly, 1. ycs = ya ycA ya = ya/ycs Keterangan: E : Tingkat eksploitasi F : Laju mortalitas penangkapan Z : Laju mortalitas total M : Laju mortalitas alami Menurut Gulland . dalam Pauly . : laju eksploitasi optimum adalah : F optimum sama dengan M dan E optimum = Nisbah Kelamin Nisbah kelamin merupakan salah satu faktor penting yang bisa diamati untuk mengetahui hubungan jantan dan betina dari suatu populasi udang. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan kelestarian udang yang diteliti diharapkan perbandingan antara udang jantan dan betina seimbang . Menurut Saputra, . persamaan yang digunakan untuk menghitung nisbah kelamin adalah sebagai berikut: Nk = Nbi Nji Keterangan: Nk: Nisbah kelamin A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Analisis Stok Udang Jerbung (Penaeus Merguiensi. A (Meutia Mollynda, dk. Nbi: jumlah udang betina Nji: jumlah udang jantan Nisbah kelamin dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah udang jantan dengan jumlah udang betina dengan menggunakan uji Chi Ae Square (Hadi, 1984 dalam Suparjo 2. , yaitu: X2= {. 0-f. Keterangan: F0 : frekuensi udang jantan dan betina yang Fh: frekuensi harapan, yaitu frekuensi udang jantan ditambah udang betina dibagi dua X : sebuah nilai bagi peubah acak x2 yang menghampiri sebaran x2 Selektivitas Alat Tangkap Selektivitas alat tangkap (SF) dapat dihitung dengan mengetahui nilai LO dan mesh size alat tangkap yang digunakan. Menurut Pauly . dalam Saputra . , nilai dugaan LO dapat diketahui salah satunya rumus: Keterangan: LO : Panjang asimtotik udang . Lmax : Panjang maksimum udang yang tertangkap . Rumus yang digunakan dalam mencari selektivitas alat tangkap adalah sebagai berikut: SF = Keterangan: SF : Selektivitas alat tangkap LC50% : Ukuran udang pertama tertangkap . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil 1 Struktur Ukuran Struktur ukuran udang jerbung yang didapat selama penelitian dianalisis panjang dengan berat untuk mengetahui kohort pada masing masing histogram setiap bulannya dapat dilihat pada (Gambar . LO = Gambar 2. Struktur ukuran udang jerbung (Penaeus merguiensi. Struktur ukuran udang jerbung yang didapat selama penelitian sebanyak 409 dengan jumlah jantan 210 ekor dan betina 199 ekor. Struktur ukuran udang jerbung yang terkecil didapatkan berukuran 13 mm . anjang karapa. dan ukuran terpanjang 55,9 mm . anjang karapa. Keseluruhan sampel yang diambil setiap bulannya mendapatkan modus yaitu 37,8 mm dengan hasil tangkapan sebanyak 46 ekor. Analisis kelompok umur didapatkan di setiap pengambilan sampel terdapat kelompok umur pada bulan April yaitu berjumlah 99 ekor dengan ukuran panjang rata-rata karapas 31,8 mm, bulan Mei yaitu berjumlah 96 ekor dengan ukuran panjang rata-rata karapas 42,9 mm, bulan Juni yaitu berjumlah 117 ekor dengan ukuran panjang rata-rata karapas 37,8 mm, bulan Agustus yaitu berjumlah 96 ekor dengan ukuran A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 panjang rata-rata karapas 31,8 mm. Bulan Juni didominasi oleh munculnya udangudang muda . dang yang masih berukuran keci. yaitu antara 13,8 -19,8 mm. ISSN : 2087-121X Analisis hubungan panjang dengan berat untuk mengetahui sifat pertumbuhan. Hubungan panjang dengan berat udang jerbung selama penelitian tersaji pada Tabel 2 Hubungan Panjang dengan Berat Tabel 1. Hubungan Panjang karapas dan bobot udang jerbung di PPI Bandengan. Parameter Data dan Hasil Perhitungan Jantan Betina Gabungan 0,002 0,006 0,0064 W = aL 2,32 2,00 0,002 L 2,32 2,00 0,006 L 2,00 0,0064 L 2,00 `Kisaran 13,8 Ae 55 21- 54 Pola Allometrik Allometrik Allometrik 0,65 0,98 0,97 0,599 0,713 0,605 Standart error 0,031786 0,030673 0,022027 W = 0,0064CL2,0039 RA = 0,605 Bobot . 25,00 20,00 15,00 10,00 5,00 Panjang Karapas . Gambar 3. Grafik Hubungan panjang karapas dengan berat udang jerbung Berdasarkan grafik hubungan panjang karapas . dengan berat . udang jerbung dapat dilihat pada (Gambar . diperoleh persamaan eksponensial adalah W = 0,0064CL2,003 dengan nilai korelasi (R. = 0,605 dan n = 409 ekor, menunjukan bahwa korelasi antara berat dan panjang karapas Berdasarkan hasil perhitungan hubungan panjang berat didapatkan pola pertumbuhan udang diperoleh nilai b = 2,00. Pengujian terhadap nilai b pada udang jerbung dengan t-test, didapatkan hasil t hitung 1,298 < t tabel 1,965, maka tolak H1 terima H0 dapat menunjukkan bahwa nilai b<3 pertumbuhan udang jerbung bersifat allometrik negatif artinya pertambahan panjang lebih cepat dari pertambahan Ukuran pertamakali tertangkap (Lc 50%) dan ukuran pertamakali matang gonad Penentuan tertangkap (LC50%) dengan memplotkan panjang karapas udang jerbung berdasarkan kelompok panjang dan jumlah udang yang tertangkap dalam presentase komulatif. A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Analisis Stok Udang Jerbung (Penaeus Merguiensi. A (Meutia Mollynda, dk. Ukuran pertama kali udang tertangkap (LC50%) disajikan pada gambar % Kumulatif Lc 50%= 34 Panjang Karapas . Gambar 4. Ukuran panjang karapas pertama kali tertangkap (Lc50%) Berdasarkan (Gambar . ukuran panjang karapas pertama kali tertangkap (LC50%) sebesar 34 mm dan ukuran udang matang gonad (L. sebesar 30,8 mm di Kendal PPI Bandengan menunjukan bahwa udang telah melakukan pemijahan terlebih dahulu baru tertangkap (LC50% > L. Parameter Pertumbuhan. Laju mortalitas. Tingkat eksploitasi Berdasarkan model pertumbuhan panjang pertamakali diperkenalkan oleh von Bertalanffy growth formul. Analisis sebaran frekuensi panjang karapas udang jerbung didapatkan dari kurva pertumbuhan yang mempunyai indeks kesesuaian terbaik (R. = 0,158. Pendugaan parameter pertumbuhan udang jerbung antara lain koefisien pertumbuhan (K), panjang infinity (LO) serta umur teoritis pada saat panjang udang jerbung sama dengan nol . Udang jerbung memiliki koefisien pertumbuhan pada persamaan von Bertanlanffy udang jerbung gabungan adalah Lt = 60,85 . -e. ,50. ) menggunakan program ELEFAN I software FISAT, didapatkan hasil dugaan panjang karapas udang jerbung maksimum yang dapat dicapai LO sebesar 58,97 mm dan K sebesar 1,50 /tahun dengan memasukan nilai Lc dan K diperoleh nilai t0 = -0,26 tahun. Garis pertumbuhan dengan sebaran bulanan frekuensi panjang karapas udang jerbung di PPI Bandengan Kendal di PPI bandengan disajikan pada (Gambar . pada tiap bulannya. Gambar 5. Garis pertumbuhan dengan sebaran bulanan frekuensi panjang karapas udang jerbung di PPI Bandengan Kendal A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 Berdasarkan (Gambar 6. ) laju mortalitas dan tingkat eksploitasi udang jerbung dianalisis metode Length Ae converted Catch curve menunjukan hasil penelitian laju mortalitas total sebesar (Z) = 1,51/ tahun, laju kematian alamiah udang jerbung (M) = 1,07 / tahun ISSN : 2087-121X dan laju kematian karena penangkapan sebesar (F) = 0,44/ tahun. Hal tersebut didapatkan nilai laju pemanfaatan sebesar E = 0,5 dari perbandingan nilai F dengan nilai Gambar 6. Laju mortalitas dan Tingkat eksploitasi udang jerbung Pola rekuitment digunakan untuk analisis rekuitmen populasi udang di alam selama sepanjang tahun. Pola rekuitmen dapat diketahui dengan perhitungan menggunakan FiSAT II dengan cara memasukan nilai L. K dan t0. Pola penambahan baru udang jerbung di perairan Kendal di PPI Bandengan ini memiliki puncak yaitu pada bulan Mei dapat dilihat pada (Tabel . , menunjukan persentase sebesar 16,51 %. Puncak penambahan udang jerbung bervariasi pada beberapa perairan dipengaruhi oleh musim pemijahan. Aktivitas nelayan penangkapan di Kendal cenderung musiman, dan berkaitan dengan kondisi lingkungan perairan. Tabel 2. Pendugaan presentase bulanan penambahan baru udang jerbung Bulan Pendugaan Presentase Rekutment (%) Januari 4,28 Februari 2,69 Maret 1,17 April 11,12 Mei 16,51 Juni 11,51 Juli 15,06 Agustus 11,46 September 7,02 Oktober 8,51 November 10,67 Desember 0,00 A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Analisis Stok Udang Jerbung (Penaeus Merguiensi. A (Meutia Mollynda, dk. 5 Nisbah Kelamin Nisbah kelamin berdasarkan hasil uji Chi Ae square diketahui bahwa nisbah kelamin tidak seimbang. Nisbah kelamin udang jerbung menunjukan populasi udang betina lebih sedikit dibandingkan udang jantan dengan rasio 1: 1,21 atau 47,6% : 52,3% dari total keseluruhan 409 ekor. Rasio udang jerbung jantan dan betina selalu bervariasi secara bulanan dan selalu didominasi udang betina. Pembahasan Struktur Ukuran Struktur ukuran yang diperoleh di Pantai Utara Jawa Tengah PPI Bandengan pada bula April sampai Agustus 2021 dengan modus panjang karapas udang jerbung 37,8 mm, dari keseluruhan sampel udang jerbung 409 ekor. Pada bulan Juni didominasi oleh munculnya udang - udang Hal ini diperkuat oleh peneltian Tritadanu dan Chodrijah . di perairan pantai utara. Jawa Tengah pada bulan April sampai Agustus 2015 dengan modus panjang karapas udang jerbung 28 mm. Modus ukuran panjang di daerah penelitian juga penelitian Saputra et al. , . , di perairan Cilacap pada bulan Oktober 2012 dan Januari 2013 dengan modus panjang karapas udang jerbung sebesar 34-40 mm. Berdasarkan perhitungan kelompok umur dan jumlah populasi yang didapatkan, terdapat perbedaan ukuran panjang karapas yang memiliki jumlah populasi terbanyak pada setiap bulannya. Perbedaan ukuran udang dipengaruhi oleh lingkungan dan ketersedian makanan serta lokasi Ketersediaan makanan di suatu lokasi seperti moluska, krustasea, detritus menjadi daya tarik bagi udang untuk berkumpul sehingga udang yang tertangkap lingkungannya (Sentosa et al. , 2. Dikarenakan daerah penangkapan untuk jaring arad di pesisir utara sebagian besar di daerah pantai, sehingga udang jerbung yang didapatkan berukuran masih muda dan udang dewasa terkonsentrasi di perairan yang lebih dalam pada kedalaman 15-40 m. Hubungan Panjang dengan Berat Berdasarkan kurva hubungan panjang karapas dan berat individu, dapat dilihat bahwa pola pertumbuhan jantan dan betina mempunyai pola pertumbuhan relatif sama bernilai b<3 dapat menunjukkan bahwa pertumbuhan udang jerbung bersifat allometrik negatif artinya pertambahan panjang sangat cepat pada udang kecil dan sebaliknya pertambahan berat sangat lambat. Pada udang besar, pertambahan panjang lambat dan pertambahan berat semakin Sifat pertumbuhan tersebut sama dengan penelitian Tirtadanu dan Ernawati . di Perairan Utara Jawa Tengah yaitu allometrik negatif yaitu jantan 2,3169 dan betina 2,327. Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh Saputra et al. , . di perairan pantai Cilacap, sifat pertumbuhan udang jantan allometrik negatif yaitu 2,026 sedangkan udang betina memiliki sifat 3,105. Perbedaan pertambahan panjang berat udang berkaitan dengan umur udang. Menurut Materio dalam Fauzi et al. , . sifat pertumbuhan ini dipengaruhi oleh banyak faktor baik makanan dan suhu perairan. Berdasarkan pengukuran panjang berat udang Penaeus merguiensis dengan memperhatikan modus panjang karapas setiap bulannya terlihat bahwa kecenderungan terjadinya rekutmen sepanjang tahun dengan puncaknya di prediksi pada bulan Mei. Hal ini berbeda pada penelitian Hargiyatno et al. , . di perairan Laut Arafura sekitar perairan Dolak yang terjadi pada Januari Ae April dan September Ae Desember. Menurut Suman dan Prisantoso, . dalam Suman et al. Perkiraan puncak musim pemijahan digunakan untuk upaya penutupan area dan musim penangkapan agar memberikan kesempatan bagi induk udang untuk melakukan pemijahan. Ukuran pertama kali tertangkap (LC50%) dan ukuran pertama kali matang gonad (L. Hasil penelitian ukuran pertamakali A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 tertangkap (LC50%) digunakan untuk menggambarkan ukuran layak tangkap. Hasil Penelitian didapatkan pada panjang karapas udang jerbung sebesar 34 mm lebih besar daripada ukuran setengah panjang asimtotik . /2LO) yang didapatkan yaitu 30,5 mm maka ukuran udang jerbung yang tertangkap sudah layak tangkap. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya pengaruh dari lingkungan dan persaingan Menurut Mudhifasari . di perairan sebelah utara Kendal Bandengan mendapatkan ukuran pertamakali tertangkap (LC50%) pada panjang karapas 28,1 mm. Hasil penelitian Apriliyani . , di perairan Tanjung Rusa Belitung ukuran pertamakali tertangkap (LC50%) pada panjang karapas 51 mm. Hasil penelitian di perairan Kendal PPI Bandengan menunjukan bahwa LC50% . > Lm50% . ,8 m. artinya udang telah melakukan pemijahan terlebih dahulu baru tertangkap sehingga ukuran udang sudah layak tangkap dan ukuran udang yang tertangkap dapat menunjukan kondisi di perairan Kendal masih terjaga. Menurut Kembaren . , di perairan Pemangkat Kalimantan diketahui LM50% udang jerbung pada panjang karapas sebesar 33,6 mm. Menurut Tirtadanu dan Ernawati . Jika kondisi penangkapan terus berlangsung, stok udang jerbung akan semakin menurun akibat rata rata udang jerbung yang tertangkap belum matang gonad. Perbedaan ukuran udang pertama kali matang gonad dipengaruhi spesies, umur, suhu dan Menurut Sumiono dalam Suman et al. , . umumnya memijah pada ukuran 30 mm Parameter Pertumbuhan. Laju mortalitas. Tingkat eksploitasi Pendugaan parameter pertumbuhan udang jerbung antara lain koefisien pertumbuhan (K), panjang infinity (L. , umur teoritis pada saat panjang udang jerbung sama dengan nol . Analisis parameter pertumbuhan menggunakan program ELEFAN I software FISAT memerlukan dugaan awal rumus Lc = ISSN : 2087-121X Lmax/0,95 diperoleh dugaan awal Lc sebesar 58,97 mm. Hasil perhitungan didapatkan dugaan LO sebesar 58,9 mm dan K sebesar 1,50 /tahun dan diperoleh nilai t0 = -0,26 Persamaan pertumbuhan von Bertanlanffy udang jerbung sebesar Lt = 60,85 . -e(-0,50. 0,2. ) dalam panjang Koefisien dari pertumbuhan (K) pertumbuhan, untuk mengetahui waktu yang diperoleh untuk mencapai ukuran Lc dari udang P. Hasil penelitian didapatkan nilai K suatu populasi yang rendah dari ukuran panjang asimtotiknya sehingga mempunyai mortalitas yang Parameter kurvatur pertumbuhan (K) berkaitan dengan umur udang, karena K menggambarkan waktu yang diperlukan untuk mencapai LO, dan umur yang panjang berkaitan dengan mortalitas. Hal ini menunjukan udang yang memiliki nilai K yang tinggi mempunyai mortalitas yang besar dan spesies dengan nilai K yang rendah mempunyai mortalitas yang rendah. Parameter pertumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu makanan, suhu dan Hal ini diperkuat oleh Effendie . mempengaruhi pertumbuhan adalah : Jumlah dan ukuran makanan yang tersedia, suhu, oksigen terlarut, faktor kualitas air, umur dan ukuran ikan. Laju menggunakan metode kurva hasil tangkapan yang di konversi ke panjang dengan program ELEFAN II. Parameter yang diperlukan untuk memperoleh laju mortalitas adalah LO = 58,97 mm. K = 0,50 per tahun. L mean = 34,0 mm dan LAo= 55 mm. Hasil analisis penelitian didapatkan nilai laju kematian total (Z) sebesar 1,51/tahun, laju mortalitas alami (M) dengan rumus empiris Pauly . diperoleh nilai sebesar 1,07 / tahun dan laju mortalitas karena penangkapan (F) diperoleh melalui hasil pengurangan nilai laju kematian total (Z) dan laju mortalitas alami (M), sebesar 0,44/ tahun. Mortalitas penangkapan menunjukan besarnya laju penangkapan di perairan tersebut. Mortalitas A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Analisis Stok Udang Jerbung (Penaeus Merguiensi. A (Meutia Mollynda, dk. alami dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti suhu, salinitas perairan dan juga faktor predasi dan kompetisi. Hasil analisis penelitian didapatkan nilai mortalitas akibat penangkapan lebih rendah daripada mortalitas alami, diartikan bahwa tingkat pemanfaatan udang jerbung didaratkan di PPI Bandengan termasuk Berdasarkan hasil penelitian Nurdin dan Kembaren . yaitu nilai laju kematian total udang jerbung yang diperoleh dari perairan Sampit. Kalimantan Tengah sebesar 5,70 per tahun, nilai mortalitas alami sebesar 1,93 per tahun, nilai laju kematian karena penangkapan sebesar 3,77 per tahun, dan untuk nilai tingkat eksploitasi sebesar 0,66 per tahun. Rendahnya mortalitas alami disebabkan oleh menurunnya jumlah P. merguensis yang tumbuh pada usia muda dan mengalami kematian secara alami karena diakibatkan oleh tingginya mortalitas penangkapan dapat menunjukkan dugaan terjadinya kondisi growth overfishing yaitu pada udang berumur muda lebih banyak tertangkap sedangkan udang berumur tua lebih sedikit, (Sparre dan Venema 1. Tingkat eksploitasi menunjukan suatu gambaran dari status pemanfaatan sumber Nilai laju eksploitasi dapat diperoleh melalui perbandingan laju kematian karena penangkapan (F) dan laju kematian total dengan persamaan E = F/Z, dengan asumsi bahwa apabila E > 0,5 overfishing. E < 0,5 underfishing dan E = 0,5 MSY. Hasil penelitian diperoleh nilai laju eksploitasi sebesar /tahun. Menurut Damora dan Ranny . menyatakan bahwa hasil tangkapan terhadap stok perikanan akan mencapai maksimum berkelanjutan (MSY) apabila kematian akibat penangkapan diusahakan sebesar kematian alami (F=M), sehingga laju pengusahaan penangkapan akan mencapai optimal bila E = F/2F atau E opt = 0, 5. Berdasarkan hal tersebut dapat penangkapan lebih rendah daripada nilai mortalitas alami. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan perikanan Nomor 50 Tahun 2017 kondisi tingkat pemanfaatan menunjukan E < 0,5 artinya upaya . Menurut Fauzi . dalam kusdiantoro et al. , . menyatakan bahwa penurunan kualitas dan kuantitas sumberdaya perikanan disebabkan oleh adanya tekanan terhadap sumberdaya yang cukup massif. Tekanan yang masif terhadap sumber daya udang dapat disebabkan salah satunya adanya over eksploitasi . yang disebabkan oleh penangkapan udang yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan penurunan daya dukung lingkungan. Nisbah Kelamin Nisbah kelamin udang P. di perairan Bandengan. Kendal didapatkan rasio perbandingan antara udang jerbung betina dan jantan sebesar 47,67 % : 52,32% atau 1: 1,21. Berdasarkan penelitian Saputra et al. , . di perairan Cilacap, nisbah kelamin didapat perbandingan udang jantan dan betina 1:1,61. Hal ini diperkuat dari penelitian Tirtadanu dan Ernawati . di Perairan Utara Jawa Tengah pada bulan April. Mei dan Juni berada dalam kondisi seimbang, sedangkan bulan Juli dan Agustus perbandingan jantan dan betina 1: 4,41 pada bulan Juli dan 1: 2,39 pada bulan Agustus. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah udang jerbung nisbah kelamin betina lebih sedikit ditemukan dibanding nisbah kelamin jantan pada setiap selang kelas Kondisi udang jerbung jantan mendominasi dibandingkan dengan jenis kelamin betina, diduga disebabkan oleh faktor pengaruh lingkungan. Menurut Darmono dalam Saputra et al. , . menyatakan bahwa udang P. jantan rata-rata memiliki umur yang pendek, sehingga dapat menjadi salah satu penyebab semakin lama udang betina jumlahnya lebih Ketidakseimbangan nisbah kelamin dapat menyebabkan penurunan potensi pemijahan. Hal ini diperkuat oleh Courtney et al. , dalam Tirtadanu dan Ernawati . bahwa ketidakseimbangan kelamin pada spesies penaeid merupakan hal yang tidak biasa. A Hak Cipta Oleh Jurnal Harpodon Borneo Tahun 2022 Jurnal Harpodon Borneo Vol. No. April 2022 Konsep Pengelolaan di Perairan Kendal Berdasarkan karakter biologis udang jerbung yang tertangkap selama penelitian diperlukan adanya usaha Ae usaha yang dapat memberikan kesempatan pada udang Ae udang muda untuk tumbuh dan memijah, sehingga populasi udang jerbung yang ada tetap lestari. Konsep pengelolaan yang dapat dilakukan adalah pengendalian ukuran minimum yang sebaiknya tertangkap, mengatur besarnya mesh size jaring yang digunakan agar udang yang tertangkap adalah udang berukuran layak tangkap. Arad merupakan alat tangkap yang tidak selektif dengan mesh size yang sangat kecil sehingga tingkat selektifitas alat tangkap rendah. Kenyataan di lapangan bahwa alat tangkap yang digunakan di Perairan Kendal antara lain alat tangkap arad dengan ukuran mata jaring 1 inchi. Akibatnya banyak udang yang belum layak tangkap tertangkap oleh alat tangkap arad. Upaya menggunakan alat tangkap yang selektif dengan ukuran mesh size yang tepat. Ukuran yang seharusnya boleh ditangkap yaitu ukuran yang melebihi L50% yaitu pada panjang udang minimum > 43 mm dan menggunakan alat tangkap ukuran mata jaring 1,5 inchi. Konsep pengelolaan tersebut dapat diterapkan pada nelayan untuk memperhatikan jumlah penangkapan agar kelestarian stok udang jerbung di Perairan Bandengan Kendal dapat terjaga. IV. KESIMPULAN Penelitian yang telah dilakukan, parameter biologi antara lain strukur ukuran, nisbah kelamin, ukuran Lc, ukuran Lm dan parameter pertumbuhan yaitu : laju pertumbuhan, mortalitas, tingkat eksploitasi udang jerbung di perairan Kendal. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur ukuran yang tertangkap dominan sebesar 13,8 Ae55,9 mm. Hubungan panjang berat diperoleh persamaan W = 0,0064CL2,003 menunjukan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif artinya pertambahan ISSN : 2087-121X panjang lebih cepat dari pertambahan Ukuran pertamakali tertangkap LC50% 34 mm dan ukuran udang matang gonad (L. = 30,8 mm menunjukan (LC50% > L. ukuran udang yang tertangkap sudah layak tangkap. Persamaan pertumbuhan von Bertanlanffy adalah Lt = 60,85 . -e. ,50. 0,2. ) dengan panjang karapas maksimum LO sebesar 58,97 mm, laju pertumbuhan udang (K) sebesar 1,50 /tahun, nilai t0 = -0,26 / tahun, laju mortalitas total sebesar (Z) = 1,51/ tahun, laju kematian alamiah sebesar (M) = 1,07 / tahun dan laju kematian karena penangkapan sebesar (F) = 0,44/ tahun. Pola rekuitmen udang jerbung memiliki puncak pada bulan Mei menunjukan persentase sebesar 16,51 %. Nisbah kelamin menunjukan populasi udang betina lebih sedikit dibandingkan udang jantan dengan rasio 1: 1,21. Kondisi tingkat pemanfaatan menunjukan E < 0,5 artinya upaya penangkapan dapat ditambahkan . Konsep pengelolaan tersebut dapat diterapkan pada nelayan untuk memperhatikan kuota penangkapan agar kelestarian stok udang jerbung di Perairan Bandengan Kendal dapat terjaga. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih bahwa penelitian ini dapat dilaksanakan dari sumber dana Hibah Penelitian Fakulitas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro dengan nomor kontrak 60 / UN7. 2 / PP / 2021 dan kepada dosen pembimbing dan dosen penguji yang telah membantu dan memberikan bimbingan dalam penelitian serta semua pihak yang telah memberikan saran danmasukan dalam penyempurnaan skripsi saya. DAFTAR PUSTAKA