ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29261-29267 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Sistem Kendali Lampu Multi Ruangan Berbasis IoT Menggunakan Blynk Hafizh Freda Mawasta1. Muhammad Solehudin2 SMA Tunas Luhur e-mail: it. tunasluhur@gmail. Abstrak Sistem kendali lampu multi ruangan berbasis teknologi memungkinkan pengguna mengontrol pencahayaan secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kendali lampu multi-ruangan berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat dikendalikan melalui aplikasi Blynk yang dapat diakses melalui aplikasi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan System Development Life Cycle (SDLC) dengan tahapan perencanaan, analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan untuk menghasilkan sistem kendali lampu multi-ruangan yang terintegrasi dan dapat dioperasikan dari jarak jauh. Teknik analisis dilakukan dengan menguji respons sistem terhadap perintah pengguna serta efisiensi konsumsi energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat berfungsi dengan baik dalam mengontrol lampu secara real-time, memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu operasional, serta meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Keywords: Sistem Kendali Lampu Otomatis. Kontrol Lampu Multi-Ruangan. Internet Of Things. Blynk. Penghematan Energi. Abstract The multi-room lighting control system based on technology allowed users to control lighting This study aimed to design and implement a multi-room lighting control system based on the Internet of Things (IoT), which was controlled through the Blynk application. The study employed the System Development Life Cycle (SDLC) model with the stages of planning, requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance to produce an integrated multi-room lighting control system that could be operated remotely. The analysis technique was carried out by testing the systemAos response to user commands as well as the efficiency of energy consumption. The results showed that the system functioned properly in controlling lights in real-time, provided flexibility in scheduling operational time, and improved both energy efficiency and user convenience. Keywords: Automatic Lighting Control System. Multi-Room Lighting Control. Internet of Things. Blynk. Energy Saving PENDAHULUAN Teknologi Internet of Things (IoT) telah memberikan dampak signifikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan rumah tangga melalui konsep rumah pintar (Smart Hom. Salah satu penerapan IoT yang paling umum adalah sistem kendali lampu, yang memungkinkan pengguna mengontrol pencahayaan di berbagai ruangan menggunakan perangkat seluler atau perintah suara (Fitriansyah & Suryanto, 2. Sistem ini menawarkan kemudahan, fleksibilitas, serta efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan saklar konvensional, terutama di rumah dengan banyak ruangan (Zainudin & Dede Supiyan, 2. Realisasi sistem kendali lampu multi-ruangan berbasis IoTmelalui aplikasi Blynk yang memerlukan proses perancangan yang mencakup perangkat keras (Hardwar. dan perangkat lunak (Softwar. Pada perangkat keras seperti mikrokontroler ESP32 digunakan untuk mengendalikan sistem seperti relay yang terhubung ke lampu di setiap ruangan. Sedangkan Perangkat lunak seperti Blynk berperan sebagai sistem kendali pada lampu. Pengguna dapat membuat antarmuka kontrol yang intuitif di perangkat seluler, sehingga pengguna dapat Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29261-29267 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 mengontrol hidup dan mati nya lampu di semua ruangan secara real-time dan dimana saja (Mamahit, 2. Dengan sistem ini, pengguna dapat mengatur jadwal hidup dan mati lampu, serta mengoptimalkan penggunaan energi berdasarkan kondisi aktual (Fuady dkk, 2. di setiap ruangan, sehingga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam pengelolaan rumah pintar. (Zannatiamo & Jakaria, 2. Keterbatasan kontrol jarak jauh merupakan salah satu masalah umum dalam sistem kontrol lampu konvensional. Banyak pengguna masih menggunakan saklar manual untuk menyalakan dan mematikan lampu, yang tidak praktis, terutama bagi penghuni rumah besar atau mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas. Sistem kendali lampu berbasis IoT hadir sebagai solusi yang lebih responsif dan fleksibel karena memungkinkan pengguna mengontrol lampu melalui smartphone dari jarak jauh (Ibrahim & Setiyadi, 2. Namun, sebagian besar sistem tersebut masih mengandalkan modul relay dan komponen tambahan lainnya yang dapat meningkatkan biaya dan kompleksitas instalasi (Tenriawaru. Saputra, & Yusril, 2. Berdasarkan permasalah yang dijelaskan, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Prototype sistem kontrol pencahayaan multi-ruangan berbasis IoT. Sistem ini bekerja secara khusus menggunakan mikrokontroler ESP32 WEMOS D1 R32 dan menggunakan aplikasi Blynk. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang masih didasarkan pada modul Relay dan komponen tambahan, pendekatan penelitian ini menunjukkan sistem yang lebih sederhana. Sistem ini berfokus langsung pada kontrol dengan pin GPIO ESP32 . emua input/output sudut pandan. tanpa perlu modul Relay atau komponen eksternal tambahan. Strategi ini membuat Prototype sistem yang dihasilkan menjadi sederhana dan mudah diimplementasikan, dan diharapkan bahwa kontrol cahaya multi-ruangan akan secara efektif dan efektif melalui perangkat METODE Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototipe yang bertujuan untuk merancang dan membangun sistem kendali lampu multi-ruangan berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan mikrokontroler Arduino ESP32 Wemos D1 R32 dan aplikasi Blynk sebagai antarmuka kontrol. Prototipe sistem diwujudkan dalam bentuk miniatur rumah dengan tiga ruangan, masing-masing dilengkapi dengan satu buah lampu LED kecil bertegangan sekitar 3,5V. Sistem ini tidak menggunakan modul relay maupun resistor, sehingga LED dikendalikan langsung melalui pin output digital dari mikrokontroler. Selanjutnya, perancangan sistem mencakup integrasi perangkat keras dan perangkat lunak untuk menciptakan kendali lampu jarak jauh melalui aplikasi Blynk. Alur Penelitian Langkah-langkah penelitian ini disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah Secara umum, alur penelitian dapat digambarkan melalui bagan pada Gambar berikut Gambar 1. Bagan alur penelitian Alur Perancangan Pada bagian alur perancangan alat yang akan dilakukan dapat digambarkan melalui bagan pada gambar 2 berikut ini Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29261-29267 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Gambar 2. Bagan alur perancangan Perancangan Sistem Pada perancangan sistem kendali lampu multi-ruangan berbasis Blynk, dilakukan tahap pemilihan komponen, perancangan rangkaian, serta pemrograman mikrokontroler untuk mengatur nyala lampu melalui aplikasi secara nirkabel. Dapat digambarkan melalui bagan pada gambar berikut ini: Gambar 3. Bagan Perancangan sistem HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil rangkaian Perangkat Keras Pada rangkaian perangkat keras dilakukan dengan cara merangkai hardware, proses pengujian, dan hasil dari pengujian. Pengujian hardware yang digunakan pada rangkaian alat perangkat keras meliputi: Mikrokontroler ESP32 (Wemos D1 R. Lampu LED Aplikasi Blynk Integrasi system Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29261-29267 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Pengujian Mikrokontroler ESP32 Gambar 4. Program pengujian sistem ESP32 Pengujian Mikrokontroler ESP32 ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem Mikrokontroler ESP32 yang digunakan pada penelitian berjalan lancar. Sehingga program dapat berjalan mengontrol lampu LED sesuai harapan Hasil Rangkaian Sistem Kendali Lampu Pengujian sistem kendali lampu dilakukan dengan merangkai komponen seperti pada Gambar 5, yaitu menggunakan mikrokontroler ESP32 dan dikendalikan melalui aplikasi Blynk. ESP32 menerima sinyal digital dari aplikasi dan mengaktifkan empat buah lampu LED yang terhubung ke pin digital GPIO 18, 19, 23, dan 5. Setiap lampu dikontrol melalui virtual pin (V0AeV. , termasuk fitur kontrol serentak (V. dan animasi welcome light yang akan aktif secara otomatis saat ESP32 terhubung ke jaringan WiFi. Pengujian dilakukan dengan mencoba menyalakan dan mematikan lampu dari aplikasi serta memastikan animasi welcome light berjalan normal setiap kali sistem dinyalakan dan berhasil terhubung ke WiFi. Gambar 5. Desain rangkaian sistem kendali lampu Hasil Implementasi Sistem Lampu Multi-Ruangan secara umum prototype sistem terdiri dari rangkaian mikrokontroler ESP32 dan lampu LED, yang terhubung melalui pin output digital dan dikendalikan melalui koneksi Wi-Fi. Sistem ini memungkinkan kontrol jarak jauh terhadap perangkat lampu menggunakan aplikasi berbasis web atau mobile, serta mendemonstrasikan fungsi dasar dari integrasi mikrokontroler dan aktuator dalam sistem otomatisasi sederhana. Hasil rangkaian sistem kendali lampu multi-ruangan dapat dilihat pada gambarA Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29261-29267 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Hasil Desain Antarmuka Blynk Gambar 6. Hasil implementasi rangkaian sistem kendali lampu Dalam perancangan sistem kontrol lampu multi-ruangan ini, dibutuhkan sebuah antarmuka yang memudahkan pengguna dalam mengakses dan mengendalikan perangkat secara fleksibel melalui perangkat mobile. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, digunakan aplikasi Blynk sebagai media antarmuka berbasis Android. Aplikasi ini dipilih karena mendukung integrasi langsung dengan mikrokontroler ESP32 melalui koneksi internet, serta menyediakan tampilan antarmuka yang dapat dikustomisasi tanpa perlu membuat aplikasi dari awal. Pengguna cukup menambahkan elemen seperti tombol, switch, dan indikator sesuai jumlah dan fungsi lampu yang dikendalikan. Sebelum digunakan, pengguna harus mengunduh aplikasi Blynk melalui layanan Google Play Store. Setelah instalasi selesai, pengguna dapat melakukan konfigurasi project dengan memilih jenis perangkat (ESP. dan memasukkan authentication token yang dihubungkan ke program mikrokontroler. Gambar 7. Desain antarmuka kendali lampu multi ruangan Dengan adanya aplikasi ini, sistem menjadi lebih praktis, karena seluruh pengendalian dapat dilakukan melalui satu perangkat tanpa memerlukan tambahan hardware kendali manual. Hasil pengujian perangkat keseluruhan Hasil dari penelitian ini adalah menguji perangkat keras dan perangkat lunak sistem kendali lampu multi-ruangan menggunakan aplikasi Blynk. Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa setiap komponen sistem berfungsi dengan baik, mulai dari koneksi antara mikrokontroler ESP32 dan jaringan Wi-Fi, respon sistem terhadap perintah dari aplikasi, hingga efektivitas kendali terhadap masing-masing lampu pada ruangan yang berbeda. Selama proses pengujian, sistem berhasil merespons perintah dari aplikasi secara realtime dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Lampu dapat dinyalakan dan dimatikan sesuai tombol virtual yang ditekan pada aplikasi, serta koneksi antara perangkat dan server Blynk tetap stabil selama pengujian berlangsung. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang telah bekerja sesuai dengan fungsinya dan siap untuk diterapkan dalam skala ruang kerja sebenarnya. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29261-29267 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Gambar 8. Kondisi saat terhubung ke WiFi Pada saat Arduino terhubung ke Internet (Gambar . maka aka nada seperti animasi (Welcome Ligh. menandakan bahwa Arduino terhubung ke Internet dan sudah dapat dikendalikan menggunakan aplikasi Blynk. Gambar 9. Hasil kendali lampu multi ruangan melalui Blynk Gambar 10. Hasil kendali lampu multi ruangan 1 melalui Blynk Gambar 11. Hasil kendali lampu multi ruangan 2 melalui Blynk Gambar 12. Hasil kendali lampu multi ruangan 3 melalui Blynk Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29261-29267 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Gambar 13. Hasil kendali lampu multi ruangan 4 melalui Blynk SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem prototipe kendali lampu multi-ruangan berbasis mikrokontroler ESP32 Wemos D1 R32 dan aplikasi Blynk berhasil diimplementasikan sesuai fungsi yang dirancang, mampu mengontrol tiga lampu LED secara nirkabel melalui smartphone dengan respons yang baik. Sistem ini tidak terbatas pada jaringan WiFi lokal, karena Blynk memungkinkan kendali dilakukan dari mana saja selama perangkat terhubung ke internet. Sistem ini sederhana, hemat biaya, dan edukatif karena memanfaatkan GPIO secara langsung tanpa relay untuk prototype berdaya rendah, sehingga cocok dijadikan dasar pengembangan sistem otomatisasi rumah sederhana berbasis IoT. Untuk pengembangan lebih lanjut pada skala rumah tangga nyata, disarankan penggunaan modul relay demi keamanan, penambahan fitur autentikasi dan enkripsi, serta integrasi sensor seperti PIR. LDR, dan suhu, termasuk modul RTC, agar fungsionalitas semakin optimal. Selain itu, penggunaan WiFi repeater atau teknologi komunikasi lain seperti LoRa atau NB-IoT dapat meningkatkan stabilitas koneksi dan memperluas jangkauan, sehingga sistem lebih aplikatif dalam skenario smart lighting berskala besar. DAFTAR PUSTAKA