Talia Afifah. Nur Puan Aulia. Muhammad Jamaluddin Empatheia : Jurnal Psikologi ISSN :A. DOI :AA. Analysis of Sleep Disorders in the Film AuInsomnia 2002Ay Analisis Gangguan Tidur dalam Film AuInsomnia 2002Ay Talia Afifah1 . Nur Puan Aulia2. Muhammad Jamaluddin 3. 220401110061@student. uin-malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 220401110046@student. uin-malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang jamaluddin@psi. uin-malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Abstract This research analyzes sleep disorders, especially insomnia experienced by the main character in the film "Insomnia 2002" with a qualitative descriptive approach. Insomnia is a sleep disorder that is often triggered by stress, anxiety, and conflict. The movie features the main character. Detective Will Dormer, who suffers from insomnia as a result of tremendous pressure during a murder investigation in an unfamiliar environment. This analysis uses various psychological theories, including cognitivebehavioral theory, sleep hypersensitivity model, and stress-response theory, to explain how unhealthy mindsets and behaviors can trigger and maintain insomnia. The results show that insomnia not only impacts the physical condition but also affects individuals' cognition, behavior, and social interactions. Keywords: sleep disorder, insomnia, movie analysis Abstrak Penelitian ini menganalisis gangguan tidur, khususnya insomnia yang dialami tokoh utama pada film AyInsomnia 2002Ay dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering kali dipicu oleh gangguan stres, kecemasan, dan konflik yang dialami. Film ini menampilkan karakter utama. Detektif Will Dormer, yang menderita insomnia sebagai hasil dari tekanan luar biasa selama investigasi pembunuhan di lingkungan yang asing baginya. Analisis ini menggunakan berbagai teori psikologi, termasuk teori kognitif-perilaku, model hipersensitivitas tidur, dan teori stres respons, untuk menjelaskan bagaimana pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dapat memicu dan mempertahankan insomnia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insomnia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik tetapi juga mempengaruhi kognisi, perilaku, dan interaksi sosial individu. Kata kunci : gangguan tidur, insomnia, analisis film Vol. No. Tahun 2024 Talia Afifah. Nur Puan Aulia. Muhammad Jamaluddin Pendahuluan Gangguan tidur merupakan istilah gangguan utama atau gangguan penyerta umum yang mencakup berbagai kondisi (Hapsari and Kurniawan 2. Seperti yang dapat mempengaruhi kemampuan ketika perasaan cemas atau pikiran tidak seseorang untuk tidur dengan baik secara terkendali . dan kecemasan, terus-menerus. Gangguan tidur memiliki sehingga sulit untuk rileks dan tertidur. berbagai jenis sesuai dengan gejala-gejala Gangguan tidur dapat berdapak buruk yang dialami, salah satu gangguan tidur merupakan insomnia. Insomnia masuk kedalam gangguan kesehatan mental yang berdampak pada sistem kognitif. Hal ini memiliki dampak signifikan pada kualitas dapat menciptakan siklus negatif pada hidup individu. Insomnia adalah salah satu gangguan psikologis dan gangguan tidur gangguan tidur subyektif yang paling saling berkaitan (Hapsari, 2. umum pada populasi orang dewasa secara psikologis seseorang, seperti: Pada penderita gangguan tidur dapat umum dan ditandai dengan kesulitan terus-menerus fungsi kognitif. Penelitian menunjukkan mempertahankan tidur atau tidur non- bahwa kurangnya tidur yang berkualitas restoratif, dengan gangguan fungsional dapat menyebabkan gangguan memori, dan distres di siang hari sebagai salah satu penurunan konsentrasi, kesulitan dalam keluhan tidur subjektif (Brownlow. Miller, pengambilan keputusan, serta penurunan and Gehrman 2. Insomnia kinerja secara umum dalam aktivitas biasanya terjadi kurang dari 4 minggu dan sehari-hari (Altena et al. , 2010. Buysse, dapat dikaitkan dengan penyebab Insomnia dapat mengganggu proses pemulihan otak yang biasanya terjadi masalah-masalah terjadi kurang lebih selama 6 bulan dan tidak mudah ditemukan penyebabnya menyebabkan seseorang terlihat kurang (Faizin. Akibatnya, penderita insomnia Munculnya psikologis ini dapat meningkatkan risiko individu mengalami gangguan tidur atau berkonsentrasi (Hermindo, 2. sebaliknya gangguan tidur dapat pula Kedua Penelitian menganalisis berbagai aspek psikologis digambarkan dalam film "Insomnia 2022". Vol. No. Tahun 2024 Talia Afifah. Nur Puan Aulia. Muhammad Jamaluddin Dengan psikologi, penelitian ini mengungkapkan terhadap rangsangan dapat mengganggu faktor-faktor proses tidur alami. Dalam konteks psikologi klinis dan kecemasan, dan konflik, sehingga dapat abnormal, film ini memberikan wawasan mempengaruhi kondisi tidur seseorang. tentang hubungan antara gangguan tidur Selain itu, analisis ini juga mengeksplorasi dan gangguan mental. Insomnia Dormer dampak perilaku tidak sehat, seperti tidak hanya merupakan gejala fisik tetapi konsumsi obat-obatan atau alkohol, yang juga perwujudan dari konflik psikologis dapat memperburuk kondisi insomnia. yang lebih dalam, seperti rasa bersalah Melalui perspektif psikologi perilaku, kognitif, klinis, dan abnormal, penelitian ini menyoroti bagaimana gangguan tidur terhadap konflik bawah sadar. dapat memengaruhi kognisi, perilaku, dan Dengan demikian, penelitian ini tidak interaksi sosial individu. Dalam film ini, hanya mengkaji film "Insomnia 2022" Dormer sebagai tokoh utama digambarkan sebagai karya seni, tetapi juga sebagai seseorang yang mengalami tekanan luar studi kasus yang memberikan wawasan biasa selama investigasi pembunuhan di tentang kompleksitas psikologis manusia dalam menghadapi tekanan ekstrem dan konsekuensi dari keputusan yang diambil Ketidakmampuannya untuk di bawah tekanan. Melalui analisis ini, tidur dengan baik akibat rasa bersalah dan diharapkan dapat memberikan kontribusi Teori gangguan tidur seperti insomnia, serta pentingnya dukungan sosial dan terapi dalam mengatasi masalah tersebut. dalam analisis ini mencakup teori kognitif- hipersensitivitas tidur, dan teori stres Metode Fakta, realita, masalah, gejala, dan peristiwa hanya dapat dipahami bila menjelaskan bagaimana pola pikir dan peneliti menelusurinya secara mendalam perilaku yang tidak sehat dapat memicu dan tidak hanya terbatas pada pandangan Teori-teori kualitatif (AuMetode Penelitian Kualitatif Vol. No. Tahun 2024 Talia Afifah. Nur Puan Aulia. Muhammad Jamaluddin Prof. Dr. Conny R. Semiawan - Google ditunjukkan (Putri, 2. AuInsomnia 2002Ay BukuAy n. Metode yang digunakan pada merupakan film lawas yang bergenre gangguan tidur insomnia berasal dari memberi gambaran umum yang dialami Amerika Serikat tayang pada 3 Mei 2002, dan tokoh utama dibintangi oleh Al Pacino. insomnia (Latief, 2. Teknik penelitian yang dilakukan dalam penulisan ini dilakukan dengan dua cara, yaitu studi Pustaka. Studi Hasil Gambar Analisis Temuan Penelitian pada Film AoInsomnia 2002Ao merupakan observasi pada film. Penulis memastikan kejadian yang diperlukan benar benar terjadi dan menganalisisnya. (Gambar 1. Dalam studi Pustaka penulis melakukan Scene diatas adalah potongan adegan mencari referensi yang bersumber dari dimana Dormer mengalami gangguan internet, merupakan jurnal dan mengaitkan Insomnia yang menyebabkan dia stress teori-teori yang ada dengan adegan film dan membuat dia mengalami gangguan (Permana, 2. Penulis menggunakan metode tersebut karena mengumpulkan fakta yang terkait dengan insomnia yang ada pada film AuInsomnia 2002Aydan Sasaran utama dalam penelitian ini merupakan adalah tokoh utama dalam film yang dipilih bedasarkan kriteria. Kriteria (Gambar 1. Gambar potongan adegan ketika dormer pindah ke tempat baru yang tidak ada malam. dikarenakan mengalami stress, kecemasan, adegan-adegan Vol. No. Tahun 2024 Talia Afifah. Nur Puan Aulia. Muhammad Jamaluddin (Gambar 1. Scene diatas menunjukkan ketika (Gambar 1. dormer salah mengambil keputusan dan malah menembak rekannya sendiri. Scene diatas adalah ketika Dormer Mencari Tahu Informasi tidak ada satu orang pun yang melihat kejadian ia menembak rekannya. (Gambar 1. Scene diatas adalah ketika Dormer sadar ia telah menembak rekannya namun (Gambar 1. ia tidak mau mengakui bahwa ia yang telah melakukan penembakan itu. Scene diatas adalah ketika Dormer mendapat informasi bahwa ada orang lain (Gambar 1. Didalam scene ini Dormer mengalami keluarga korban, bahwa rekannya telah (Gambar 1. Potongan scene diatas menunjukkan betapa stress dan tertekannya dormer (Gambar 1. Scene diatas menunjukkan ketika Dormer mengalami gangguan insomnia dan mengingat kembali peristiwa dan Vol. No. Tahun 2024 Talia Afifah. Nur Puan Aulia. Muhammad Jamaluddin Pembahasan Film "Insomnia" merupakan sebuah informasi dengan jelas, yang tercermin dalam keputusan-keputusan impulsif dan perilaku yang semakin menantang otoritas (Brownlow. Tokoh utama. Detektif Will Selain itu, interaksi Dormer dengan Dormer, yang diperankan oleh Al Pacino, merupakan sebuah studi kasus yang . iperankan mencerminkan konsep psikologi sosial Dormer, seorang detektif yang telah tentang kekuatan pengaruh lingkungan terhadap individu. Dormer, yang terjebak tangguh, tetapi di balik itu, ia tersiksa oleh dalam situasi yang semakin mengancam gangguan tidur insomnia yang semakin dan tidak terduga, mulai mempertanyakan Dalam moralitasnya sendiri dan sejauh mana dia psikologi klinis, gangguan tidur seperti akan pergi untuk menyelesaikan kasus insomnia sering kali terkait dengan stres tersebut (Savero, 2. dan kecemasan yang kronis (Conn. , 2. Walter Robin Finch William. Dalam konteks psikologi klinis, film Dormer, yang terjebak dalam investigasi "Insomnia" pembunuhan di lingkungan yang asing yang kompleks antara gangguan tidur, baginya, mengalami tekanan yang luar stres, dan gangguan mental. Insomnia biasa dalam menyelesaikan kasus tersebut. yang dialami oleh Dormer tidak hanya Ketidakmampuannya untuk tidur dengan merupakan gejala fisik semata, tetapi juga baik karena berbagai faktor, termasuk rasa cerminan dari konflik psikologis yang lebih dalam. Teori psikoanalisis, yang memberikan dimensi psikologis yang dalam pada karakternya. (Alvaro, 2. Dalam perspektif psikologi perilaku, bagaimana kondisi Sigmund Freud, mungkin menjadi akar dari gangguan mental (Widyaningrum, 2. Dalam kasus Dormer, insomnia dapat dipandang sebagai simptom yang muncul sebagai sosial mereka. Insomnia yang dialaminya akibat dari konflik batin yang tidak Dormer. Vol. No. Tahun 2024 Talia Afifah. Nur Puan Aulia. Muhammad Jamaluddin terselesaikan, seperti rasa bersalah atau perasaan terkekang. Selain Dengan demikian, melalui kaitannya "Insomnia" kognitif juga relevan dalam menganalisis sebagai sebuah film thriller, tetapi juga film ini. Ketika Dormer terjebak dalam memberikan wawasan yang mendalam tentang kompleksitas psikologis manusia mengalami kesulitan dalam pengambilan dalam menghadapi tekanan ekstrem dan keputusan-keputusan gangguan kognitif yang sering terkait yang diambil di bawah tekanan (Putri, dengan insomnia. Pikiran yang tidak terkendali dan kecemasan yang terus- Pembahasan menerus mempengaruhi kemampuannya Bagian ini perlu membahas hubungan untuk berpikir rasional dan membuat antara temuan dan konsep dasar atau keputusan yang tepat. Dalam konteks ini, hipotesis yang dibuat sebelumnya. Penulis film menyoroti pentingnya pemahaman argumen yang diperlukan terkait dengan psikologis dan perilaku yang muncul (Witriya, 2. implikasi yang dibuat oleh karya tersebut Tulis Terakhir, dalam perspektif psikologi terkait dengan teori atau aplikasi. Bagian abnormal, film "Insomnia" memberikan ini tidak boleh merupakan pengulangan gambaran yang menarik tentang gangguan dari bagian hasil. Jelaskan hanya aspek tidur insomnia dan dampak psikologisnya baru dan penting dari penelitian tersebut pada tokoh utama. Detektif Will Dormer. Kesimpulan Insomnia yang dialaminya tidak hanya merupakan gejala fisik semata, tetapi juga yang serius. Dalam konteks ini, teori pemahaman mendalam tentang faktorfaktor memperburuk gangguan tidur tersebut (Hardiyanti, 2. Penelitian ini menganalisis gangguan tidur, khususnya insomnia, pada tokoh "Insomnia Menggunakan bagaimana stres, kecemasan, dan konflik dapat memicu insomnia. Detektif Will Dormer, pembunuhan di lingkungan asing. Analisis Vol. No. Tahun 2024 Talia Afifah. Nur Puan Aulia. Muhammad Jamaluddin menggunakan teori psikologi seperti teori "Insomnia" tidak hanya menghibur tetapi kognitif-perilaku, model hipersensitivitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa insomnia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik mendalam memperlihatkan kompleksitas psikologis individu dalam menghadapi perilaku, dan interaksi sosial individu. tekanan ekstrem serta konsekuensi dari Film ini juga menggambarkan bagaimana keputusan yang diambil di bawah tekanan perilaku tidak sehat seperti konsumsi obat- akibat gangguan kognitif yang dialami. obatan atau alkohol dapat memperburuk Melalui karakter Detektif Will Dormer, kita melihat bagaimana gangguan tidur seperti pentingnya memahami dan mengelola insomnia dapat menjadi cerminan dari gangguan tidur, serta perlunya dukungan konflik psikologis yang lebih dalam, seperti sosial dan terapi. Gangguan tidur seperti rasa bersalah dan perasaan terkekang. insomnia dapat menjadi cerminan dari Dalam konflik psikologis yang lebih dalam. menggambarkan dengan jelas hubungan Insomnia yang kompleks antara gangguan tidur, stres. Penelitian Dalam "Insomnia" pemahaman terhadap konflik bawah sadar menghadapi tekanan ekstrem. Film perilaku, dan penting untuk memahami yang mungkin menjadi akar dari gangguan kognitif tersebut. Daftar Pustaka