Strategi Dakwah Takmir Masjid Raya Al-Falah Sragen dalam Membina Generasi Muda Siti Khuzaemah. Ahmad Zaini Institut Agama Islam Negeri Kudus sitikhuzaemah21@gmail. com , zaini78@iainkudus. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk membahas strategi dakwah mengajak umat untuk mengamalkan ajaran Islam sebagaimana yang telah dilakukan oleh takmir Masjid Raya alFalah dalam membina generasi muda. Riset ini merupakan kajian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di Masjid Raya Al-Falah Sragen. Data primer dalam riset ini diperoleh melalui sesi wawancara dengan takmir masjid, pengurus masjid, karyawan masjid serta abdi dalem Masjid Raya al-Falah Sragen. Selain melalui wawancara data diperoleh melalui observasi dengan cara mengamati, mencatat, mendengar, memotret, merekam, dan mengikuti secara langsung berbagai kegiatan yang terpadat pada Masjid Raya Al-Falah Sragen. Hasil riset ini mengungkapkan bahwa strategi dakwah takmir masjid Raya Al-Falah dalam mengembangkan dan membina generasi muda antara lain melakukan pembinaan remaja masjid, mempertahan kualitas anggota remaja masjid, senantiasa memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada remaja masjid agar memelihara sikap dan perilaku, serta mengembangkan berbagai kegiatan positif bagi remaja masjid. Keywords: Strategi dakwah. Masjid Raya al-Falah. Generasi muda. Abstract This paper aims to discuss the strategy of da'wa, which is inviting people to practice Islamic tenets, that takmir . oard managemen. of Masjid Raya al-Falah implement in youth This research is a field study with a qualitative approach conducted at AlFalah Grand Mosque. Sragen. The primary data of this research is collected through sessions of an interview with the mosque's board members, and the interview also involves mosque administrators, employees, and courtiers. In addition to interviews, observation, including photographing and recording, through direct engagement with mosque activities, is also implemented to collect data. This study reveals that the strategy of board management of alFalah Grand Mosque in youth development involves establishing and guiding teens activities and organizations, sustaining the organization by increasing the members' quantity, frequently guiding the teens to be responsible for their acts, and developing positive youth Keywords: Da'wah strategy. Masjid Raya al-Falah. Young generation. VOL. 3 NO. Page 52 of 61 Pendahuluan Usia remaja merupakan fase masa pubertas. Masa pubertas tersebut dialami oleh para remaja sebagai awal timbulnya keguncangan dan kegelisahan batin yang sangat membutuhkan tempat perlindungan bagi jiwa yang dapat memberikan pengarahan yang positif dalam perkembangan hidup Keguncangan kejiwaan tersebut sejatinya harus dapat dikelola dengan baik oleh berbagai kalangan, baik ustaz, konselor, orang tua maupun teman sebaya. 1 Bahkan sebaiknya dialihkan dalam kegiatan yang Pada umur ini, remaja merasa bahwa pengakuan sosial sangat penting bagi Mereka akan merasa sangat sedih, jika dikucilakan atau diremehkan dari teman-teman Karenanya, mereka tidak ingin ketinggalan mode maupun kebiasaan temantemannya. Kaum muda sangat gelisah jika dipandang remeh oleh teman-temannya, terkhusus dari lawan jenis. Pada sisi yang lain, minat dan perhatiannya terhadap kepentingan masyarakat sekitarnya sangat Mereka akan merasa terpanggil untuk memikirkan dan membantu atas penderitaan Umur remaja merupakan usia peralihan dari anak menuju usia dewasa. Ini merupakan masa pertumbuhan akhir bagi pembinaan ataupun masa persiapan guna memasuki usia dewasa, problemnya semakin banyak. antara problem remaja yang menghadang ialah masalah masa depan, interaksi dengan orang tua serta masalah agama dan moral. Pertama, masalah masa depan. Tiap para Samsul Munir Amin. Bimbingan Dan Konseling Islam (Jakarta: Amzah, 2. , 184. 2 Bambang Syamsul Arifin. Psikologi Agama (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 67. VOL. 3 NO. Dirinya ingin memperoleh kepastian akan menjadi apa setelah tamat. Kecemasan tentang masa depan telah menimbulkan problem bagi generasi muda. Termasuk masalah ini adalah pembentukan rumah tangga dan kedudukan di masyarakat. Kedua, interaksi dengan orang tua. Terkadang terjadi perselisihan pendapat antara anak yang telah menginjak usia remaja dengan orang tuanya. Hubungan yang kurang baik tersebut kadang-kadang disebabkan adanya komunikasi yang terputus antara kedua pihak. Ketiga, serta masalah moral dan agama. Problem ini seringkali dihadapi oleh para remaja di era saat ini yang dipengaruhi oleh kebudayaan luar melalui kemajuan di bidang informasi dan teknologi. Seperti jamak diketahui, masjid merupakan suatu bangunan yang dibangun secara khusus yang memiliki fungsi tempat untuk ibadah kepada Allah swt. , khususnya saat mendirikan salat. Lafal masjid berasal dari kata sajada, yasjudu yang memiliki arti menyembah dan bersujud. Kata masjid dan masajid banyak disebut dalam al-Quran, semisal dalam surat al-Baqarah ayat 114, alAAoraf ayat 31, at-Taubah ayat 18, al-Jin ayat 18 serta ayat lainnya. Masjid ialah tempat seorang hamba untuk berkomunikasi kepada Khalik-Nya. Masjid tempat seseorang untuk saling berjumpa dan tukar menukar informasi mengenai berbagai masalah yang tengah dihadapi, baik suka ataupun duka. Masjid juga sebagai lokasi untuk saling komunikasi dan tukar informasi antara Rasul dengan para sahabat dan umatnya, antara sesama muslim sehingga 3 Zakiah Daradjat. Ilmu Jiwa Agama (Jakarta: Bulan Bintang, 2. , 145Ae47. Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. AuEnsiklopedi IslamAy (Ichtiar Baru Van Hoeve, 2. Page 52 of 61 bisa lebih mempererat ikatan dan jalinan antara sesama kaum muslimin. Disamping juga untuk menjalin kebersamaan dan Inilah peran masjid dalam ruang lingkup sosial terhadap masyarakat secara luas. Kajian mengenai pengelolaan masjid telah dilakukan oleh para akademisi, diantaranya Basit6 yang mengkaji peran masjid bagi generasi muda. Ia menyatakan bahwa membentuk generasi muda merupakan suatu keniscayaan dan kebutuhan yang sangat Saat ini, bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan untuk menjadikan pemudanya sebagai generasi yang memiliki etos kerja yang tinggi, memiliki kemandirian, sikap saling percaya, bekerja keras serta menghargai teknologi dan ilmu pengetahuan sehingga memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Untuk menyiapkan proyek besar ini dibutuhkan peran serta dari terkecuali takmir masjid. Azizah7 membahas tentang strategi takmir Masjid An-Nur dalam memakmurkan kegiatan masjid. Hasil menunjukkan bahwa strategi pengurus takmir dalam rangka memakmurkan masjid dilakukan dengan cara menambah sarana dan prasarana. Sedang aktivitas ibadah Eman Suherman. Manajemen Masjid (Bandung: Alfabeta, 2. , 62. 6 Abdul Basit. AuStrategi Pengembangan Masjid Bagi Generasi Muda,Ay KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 3, no. : 270Ae86, https://doi. org/https://doi. org/10. 24090/komunika. 7 Mailia Nur Azizah. AuStrategi Takmir Dalam Memakmurkan Masjid An-Nur Perumahan Griya Karang Indah Desa Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten BanyumasAy (Purwokerto, http://repository. id/6431/2/MAIL VOL. 3 NO. dengan cara mencari donatur sedekah, infak, santunan duaAoafa, anak yatim, santunan janda, pelaksanaan salat Jumat, salat gerhana dan lainnya. Kegiatan keagamaan terkait dengan pengajian dan peringatan hari besar dalam Islam seperti pengajian pada hari Kamis malam Jumat, hari Jumat bakda Ashar, peringatan Idul Adha. IsraAo MiAoraj. Nuzulul Quran, dan Muharram. Lanjutnya Pitaningtyas8 membahas penerapan manajemen masjid untuk meningkatkan kesejahteraan jemaah yang pada Masjid Raya Al-Falah di Sragen. Hasil pengelolaan kegiatan Masjid Raya al-Falah di Sragen sesuai dengan keinginan dan dapat terlaksana dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai macam kegiatan yang telah direncanakan oleh pihak masjid dan memberikan pengaruh yang positif bagi jemaah. Pengelolaan masjid dengan secara serius, memberikan efek yang positif bagi jemaahnya. Masjid dapat berfungsi untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa serta menumbuhkan kualitas kehidupan duniawi yang mencakup keterampilan, dan ibadah sosial yang sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid. Kajian yang akan dibahas ada perbedaan sekaligus persamaan dengan kedua riset yang IA NUR AZIZAH_STRATEGI TAKMIR DALAM MEMAKMURKAN MASJID AN-NUR PERUMAHAN GRIYA KARANG INDAH DE. Frananda Mahmudahrum Pitaningtyas. AuIMPLEMENTASI MANAJEMEN MASJID DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN JAMAAoAH (Studi Kasus Di Masjid Raya Al-Falah Srage. Ay (Salatiga, http://perpus. id/lemari/fg/free/pdf/? file=http://perpus. id/g/pdf/public/in php/?pdf=9539/1/SKRIPSI . Page 53 of 61 dibahas. Fokusnya sama-sama membahas membedakan dengan riset yang pertama adalah lokasi, sedang perbedaan dengan yang kedua adalah terkait dengan fokus yang Pada kajian ini akan membahas bagaimana langkah-langkah dan strategi dakwah takmir Masjid Raya al-Falah dalam membina generasi muda. Metode Riset ini merupakan kajian lapangan yaitu kajian yang diadakan di suatu tempat secara langsung dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan memahami fenomena mengenai apa saja yang dihadapi subjek penelitian terkait kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas, kompleks dan rinci. Riset ini dilaksanakan pada tahun 2021. Sumber data primer dalam riset ini yaitu wawancara secara langsung kepada pengelola masjid atau biasa yang disebut dengan takmir masjid, karyawan masjid dan abdi dalem Masjid Raya al-Falah. Wawancara digunakan untuk menggali data tentang strategi dakwah Masjid Raya al-Falah Sragen dalam membina generasi muda. Selain wawancara perolehan data melalui observasi dengan cara mencatat, memotret dan mengikuti secara diselenggarakan oleh Masjid Raya Al-Falah Sragen. Masjid tersebut merupakan masjid besar yang berada di kota Sragen dan Raya Sukowati Kuwungsari. Kabupaten Sragen. Provinsi Jawa Tengah. Setelah memperoleh data-data yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis. Analisis data merupakan langkah atau cara untuk mengolah data primer yang dimanfaatkan bagi peneliti Kustadi Suhandang. Strategi Dakwah (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 101Ae2. VOL. 3 NO. untuk memperoleh Pembahasan Strategi Dakwah Takmir Masjid Strategi merupakan suatu kesatuan rancangan komprehensif, menyeluruh, dan terpadu yang ditujukan untuk Hal ini memiliki makna bahwa suatu strategi meliputi hal-hal Pertama, suatu target dan rencana kegiatan yang dirancang untuk memperoleh tujuan jangka pendek, menengah ataupun jangka panjang. Kedua, analisis terhadap lingkungan eksternal ataupun internal, yang mengindikasikan adanya suatu kekuatan Ketiga, keputusan pilihan untuk pelaksanaan yang terarah dan tepat dan dalam mewujudkan rancangan yang telah ditetapkan. Keempat, rencana untuk menjamin ketepatan meraih sasaran dan tujuan. Setiap rancangan yang matang. Analisis SWOT dapat digunakan untuk dakwah secara kelembagaan dan untuk merancang langkah-langkah yang strategis. Ada keunggulan dan kelemahan yang harus diperhatikan terkait dengan eksistensi strategi yang ditetapkan. Strategi dakwah membutuhkan penyesuaian yang tepat, yakni dengan meminimalisir kelemahan maupun ancaman serta memaksimalkan keunggulan maupun peluang. Terkait strategi memakmurkan masjid Allah swt. berfirman pada ayat 18 surat at-Taubah. AuSungguh memakmurkan masjid Allah hanya Moh. Ali Aziz. Ilmu Dakwah: Edisi Revisi (Jakarta: Prenada Media, 2. , 356. Page 54 of 61 orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, senantiasa . melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut . epada apa pu. kecuali Allah. Ay Ayat bahwa hanya para memakmurkan masjid Allah. Hal ini menyiratkan bahwa orang beriman memiliki ciri suka memakmurkan masjid Allah. Orang yang memakmurkan masjid ini disebut Aoamiru masjid. Ayat ini menyebutkan bahwa yang semestinya memakmurkan masjid Allah adalah mereka yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya, mengimani datangnya hari akhirat sebagai tempat pembalasan mentasharrufkan zakat serta tidak takut kepada siapapun melainkan hanya kepada Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk kategori golongan yang memperoleh petunjuk untuk merawat dan memakmurkan masjid. Banyak hadis Rasulullah saw. Beberapa diantaranya hadis Rasulullah saw. Utsman bin Affan. AuBarang siapa yang membangun masjid bagi Allah demi mengharapkan ridha-Nya, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga (HR. Bukhari. Muslim dan Tirmidz. Sabda Beliau yang lain. AuSesungguhnya terdapat seorang perempuan yang senantiasa menyapu 11 Kusnadi Ikhwani and Mehmed S Masthour. Strategi Memakmurkan Masjid (Sukoharjo: Penerbit Hudan, 2. , 57. Ibrahim Husein dkk. Al-Quran Dan Tafsirnya (Edisi Yang Disempurnaka. Jilid IV (Jakarta: Departemen Agama RI, 2. , 79Ae80. Ikhwani Masthour. Strategi Memakmurkan Masjid, 57. VOL. 3 NO. masjid kemudian meninggal dunia. Rasulullah saw. menanyakan kabarnya, dan tatkala dikatakan kepada beliau bahwa perempuan itu telah meninggalAy. Rasulullah berkata. AuKenapa engkau tidak menginformasikan kepada saya, supaya saya menyalatkannya. Tunjukkan kepadaku dimana makamnya. Ay Maka Rasulullah mendatangi makam itu, lalu beliau salat di atasnya (HR. Bukhari. Muslim. Abu Daud dan Ibnu Maja. Adapun takmir asal katanya adalah Aoammara yuAoammiru taAomir, berarti usaha membuat makmur. Jadi tidak hanya memakmurkan masjir, tetapi membuat orang-orang memakmurkan Orang yang melaksanakan tugas ini disebut pengurus takmir. Fungsi Masjid Masjid merupakan ibadah bagi umat Islam. Disanalah terjadi interaksi dengan Allah dan interaksi sesama manusia tampak secara sangat jelas. Masjid, selain menjadi lokasi untuk beribadah menyembah Allah swt. , masjid juga menjadi alat perekat sosial bagi kalangan masyarakat yang berada di sekitar Masjid dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesi. memiliki arti rumah atau bangunan tempat salat bagi umat Islam. 15 Suherman mengutip pendapat Syahidin menyatakan bahwa lafal masjid banyak disebut dalam al-Quran, diulang sampai dua puluh delapan kali yang 14 Rayhan Maulana. Masjid-Masjid Bersejarah Di Lima Benua (Yogyakarta: DIVA Press, 2. , 5. 15 AuKBBI DaringAy (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, https://kbbi. id/entri/masjid. Page 55 of 61 tersebar di berbagai teks dan surat dalam al-Quran. Kalimat atau kata-kata yang senantiasa diulang dalam al-Quran menunjukkan bahwa kata-kata maupun kalimat tersebut mempunyai arti yang sangat penting. Misalnya lafal masjid yang diulang sejumlah duapuluh delapan al-Quran, menunjukkan betapa urgennya posisi, fungsi dan peran masjid bagi umat Pada prinsipnya fungsi utama masjid ialah untuk tempat beribadah kepada Allah swt. , semisal mengaji maupun belajar ilmu syariat. Pada masa Rasulullah saw. masjid mempunyai banyak fungsi, beberapa diantaranya. sebagai tempat ibadah . alat dan ziki. , pendidikan, sebagai tempat konsultasi dan komunikasi . erkait masalah sosial, budaya dan ekonom. , sebagai lokasi latihan militer dan menyiapkan alatalatnya, lokasi merawat para korban perang, tempat untuk berdamai dan pengadilan atas suatu sengketa, aula untuk menerima tamu, tempat untuk menawan tahanan, sebagai pusat penerangan serta pembekalan agama. Di Indonesia, terutamanya di pedesaan, masjid memiliki fungsi dan peran untuk untk pelaksanaan ibadah salat, tempat belajar anak-anak membaca al-Quran, dan digunakan untuk mensiarkan hari besar Islam. Sedang di perkotaan, selain fungsi yang telah disebutkan masjid juga dimanfaatkan sebagai wadah kaderisasi, pembinaan kawula muda, diskusi keagamaan, dan ceramah. 18 Jadi bila merujuk penjelasan tersebut, peran dan 16 Suherman. Manajemen Masjid, 61. fungsi masjid adalah sebagai tempat beribadah bagi umat islam, untuk bermunajat, lokasi penghambaan diri kepada Allah swt. , melalui salat fardu, salat sunah, tiwalah al-Quran, iAotikaf dan aktivitas ibadah lainnya. Manajerial masjid mencakup segala menyemarakkan dan memakmurkan Agar aktivitas masjid lebih sistematis dan terarah, maka perlu diciptakan kegiatan masjid yang lebih mengena bagi jemaah. Setidaknya ada tiga elemen manajerial masjid, yaitu idarah. Aoimarah serta riAoayah. Idarah merupakan kegiatan berfungsi untuk mengembangkan dan mengelola kerjasama antar individu Imarah merupakan aktivitas yang berfungsi sebagai sarana memakmurkan masjid, semisal untuk melaksanakan peningkatan kesejahteraan jemaah. Karenanya, menyemarakkan kegiatan di masjid identik dengan meningkatkan aktivitas masjid yang mencakup program ibadah seperti pelaksanaan salat lima waktu, salat Jumat dan segala hal yang terkait, pelaksanaan pendidikan nonformal, (TPA. TPQ Majlis Taklim,) pendidikan formal (MI. MTs serta MA), ekonomi masyarakat, dan lain-lain. Sedang riAoayah merupakan aktivitas perawatan fasilitas masjid, seperti masalah kebersihan dan keindahan masjid, yang termasuk dalam lingkup peningkatan sarana maupun prasarana Pembinaan bidang riAoayah ini 18 Islam. AuEnsiklopedi Islam,Ay 177. 17 Suherman, 62. VOL. 3 NO. Page 56 of 61 akan berimbas pada kebersihan masjid, masjid tampak indah dan menyenangkan siapapun yang memandang, melihat. Strategi Dakwah Takmir Masjid Raya Al-Falah Sragen dalam Membina Generasi Muda Masjid al-Falah memiliki visi sebagai berikut. AuMasjid Raya al-Falah sebagai pusat dakwah dan pelayanan umat dalam thayyibun wa rabbun ghafur. Ay Sedang . menjadikan Masjid Raya alFalah memakmurkan kegiatan Aoubudiyah di Masjid Raya al-Falah, . menjadikan Masjid Raya al-Falah sebagai tempat rekreasi rohani jemaah, . menjadikan Masjid Raya al-Falah sebagai tempat merujuk persoalan masyarakat, . menjadikan Masjid Raya al-Falah sebagai pusat dakwah dan mencetak Adapun strategi untuk mengembangkan kualitas jemaah pada dasarnya dapat dikembangkan dari beragam prinsip. Pertama, membina dan meningkatkan pemahaman, perilaku, sikap dan kegiatan mengaplikasikan ajaran Islam yang terkait dengan beragam aspek kehidupan, yaitu akidah, ibadah, kewarganegaraan, pendidikan, kesenian, ilmu pengetahuan, dan kejasmanian. Kusnadi Ikhwani. Pembukaan Pratik Pengalaman Lapanngan di Masjid Raya Al-Falah Sragen, tanggal 9 Agustus 2021. Ikhwani Masthour. Strategi Memakmurkan Masjid, 98Ae99. VOL. 3 NO. Kedua, membina dan meningkatkan wawasan para jemaah mengenai nilainilai Ketiga, membina dan meningkatkan wawasan para jemaah mengenai fungsi, tugas dan kedudukan masing-masing, individual maupun kolektif. Prinsip berkiprah dan bekerja sesuai dengan bidang profesinya. Keempat, membina dan meningkatkan kreativitas dan memberdayakan peran jemaah dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya serta yang kelima, membina dan meningkatkan wawasan para jemaah dalam sikap tolong-menolong . aAoawu. , ukhuwwah, musyawarah, toleransi dan kerja sama. Berpijak dari visi, misi dan strategi tersebut, untuk dapat mengembangkan dan membina generasi muda yang tepat sebagai upaya untuk mencapai visi, misi dan tujuan Ikatan Remaja Masjid tersebut, maka para remaja melakukan pengamatan dan menganalisis secara akurat terhadap situasi dan kondisi remaja yang ada selama ini. Hasil dari digunakan dan memudahkan dalam merancang serta menyusun strategi yang akan ditetapkan. Masjid sebagai pusat ibadah juga digunakan untuk membina umat, khususnya bagi generasi mudanya dan dilakukan secara kontinyu. Kegiatan tersebut mencakup sisi jasmani dan rohani sehingga diharapkan terwujudnya profil generasi muda yang berkarakter Para remaja merupakan golongan 21 Asep Muhyiddin and Agus Ahmad Safei. Metode Pengembangan Dakwah (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 138Ae39. Page 57 of 61 yang sangat prospektif dan potensial untuk dibina, hal ini dikarenakan bahwa para remaja sebagai generasi harapan di masa depan, baik untuk dirinya, keluarganya, masyarakat serta agama. Bukan perkara yang mudah menjadi remaja yang bisa berperan secara aktif dalam berbagai aktivitas keagamaan di masjid, karena banyak dari mereka yang berfikiran bahwa aktivitas keagamaan tidak memberikan dampak yang positif bagi diri mereka. Pola pemikiran demikian ini yang harus dirubah. Masjid Raya al-Falah memiliki banyak Salah satu tujuannya terhadap generasi muda ialah supaya generasi ke depan dapat dikawal dan dipimpin oleh para pemuda yang menyukai ilmu dan dakwah Islam. Dampak dakwah dari aktivitas keagamaan bagi para remaja ialah dapat memberikan pengaruh yang positif serta dapat mengembangkan diri yang manfaatnya kembali kepada mereka dan umat. Berpijak pada visi, misi serta tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan analisis SWOT, maka model dan formula strategi pembinaan aktivitas keagamaan yang dilaksanakan Remaja Masjid Raya alFalah Sragen Membina Remaja Masjid Pembinaan para remaja dalam Islam memiliki tujuan supaya remaja tersebut dapat menjadi anak yang salih, yakni anak yang baik, berilmu, memilki akhlak mulia. Seorang anak yang salih menjadi dambaan dan harapan bagi para orang tua muslim. Pembinaan terhadap para remaja dapat dilakukan dengan bermacam cara dan metode serta menyiapkan Salah satu metodenya yaitu melalui pembinaan para remaja Yaitu memberikan suatu wadah perkumpulan atau organisasi remaja muslim bagi mereka yang memanfaatkan masjid sebagai pusat Organisasi remaja masjid adalah salah satu alternatif wadah pembinaan yang terbaik. Melalui perkumpulan atau organisasi remaja ini, mereka memperoleh lingkungan islami yang dapat dikembangkan kreaktivitas yang inovatif. Ustaz K, selaku Ketua TaAomir Masjid Raya al-Falah mengatakan bahwa masjid bukan hanya dimanfaatkan untuk mendirikan salat dan mengaji saja, lebih dari itu banyak aktivitas yang dapat dilakukan di dalam lingkungan Masjid Raya al-Falah Termasuk didalamnya pembinaan remaja baik itu yang terkait dengan masalah keagamaan keterampilan yang sifatnya positif. Misalnya latihan azan, latihan khutbah dan ceramah, mengaji dengan tartil, mengaji tajwid, mengaji kitab kuning dengan makna Arab pegon, pelatihan pelayanan bagi umat, pelatihan IT, memcipta kerajinan tangan, dan sebagainya. 22 Organisasi remaja masjid dapat mengarahkan dan membina para anggotanya supaya beriman, mempelajari beragam ilmu serta beramal salih dalam rangka 22 Wawancara dengan K, selaku Takmir Masjid Raya Al-Falah Sragen, tanggal 23 Agustus 2021. VOL. 3 NO. Page 58 of 61 beribadah dan mengabdi kepada Allah untuk memperoleh ridha-Nya. Peningkatan Kuantitas Kualitas Anggota Remaja Organisasi adalah sarana untuk memperoleh tujuan. Pencapaian target dan tujuan memerlukan perjuangan yang serius dan sungguhsungguh segenap kemampuan dan sumber Perjuangan meraihnya, hanya rupanya saja yang mengalami beberapa perubahan. Perjuangan dan upaya yang dilakukan para remaja masjid adalah dalam rangka dakwah islamiah, yakni untuk mengajak dan menyeru manusia kepada kebenaran yang berasal dari Allah swt. Ada pertarungan antara kebenaran dan Dimana telah dimafhumi direncanakan dengan tepat. Tetapi perlu menjadi perhatian, bahwa dalam dunia ini kebatilan yang mengalahkan kebenaran yang tak terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, perjuangan melawan kebatilan mesti disiapkan dengan sungguhsungguh, sistematis, dan tersusun dengan rapi. Perekrutan anggota dan kaderisasi anggota baru sangat diperlukan demi keberlangsungan suatu organisasi remaja masjid demi meningkatkan kuantitas dan kualitas para anggotanya. Kegiatan ini keberlangsungan kegiatan dan tujuan organisasi dalam mendakwahkan ajaran Islam. Keberadaan anggota VOL. 3 NO. baru akan menambah amunisi, semangat baru, serta tenaga baru bagi para pengurus atau pengelola takmir Disisi lain, ketersediaan kader-kader yang mumpuni dan keberhasilan estafet kepemimpinan Takmir masjid mesti jemaahnya dengan cara melakukan hal-hal berikut. melakukan registrasi anggota baru, menyadarkan kepada para remaja muslim yang belum masuk menjadi anggota supaya mau bergabung dalam organisasi dan perkumpulan bersama, mengadakan aktivias dakwah masjid guna menarik para jemaah agar mau hadir ke masjid, mengadakan kegiatan dakwah tersebut melalui social media yang berguna untuk menambah anggota, memanfaatkan aktivitas kajian yang diadakan masjid tiap harinya sebagai upaya menambah anggota agar berminat untuk mengikuti kegiatan. Memelihara Perilaku dan Sikap Aktivis Remaja Masjid Generasi muslim sebagai pewaris masjid, sudah sepantasnya apabila sikap dan perilakunya mencerminkan muslim yang mempunyai keterikatan secara lahir dan batin dengan tempat ibadah umat muslim tersebut. Sikap dan tingkah lakunya islami, sopan dan santun, serta menampakkan akhlakul karimah . udi pekerti muli. Pola pikir, langkah dan perilakunya bernafaskan nilai-nilai islami. Mereka berkarya, berbuat, dan berjuang demi menegakkan kalimatullah dalam rangka beribadah untuk memperoleh ridha Allah. Allah swt. menjadi tujuan hidupnya dan Rasulullah sebagai Page 59 of 61 teladan yang patut dicontoh sekaligus menjadi idolanya. Aktivitas dan kegiatannya berada dalam pusaran keimanan, berilmu, beramal salih, amal makruf nahi munkar demi meraih kesuksesan serta kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Pengembangan Ragam Aktivitas Seperti telah diketahui, bahwa organisasi remaja masjid merupakan organisasi yang mengumpulkan para remaja muslim agar aktif hadir dan beribadah salat berjemaah maupun kegiatan lainnya di masjid. Oleh karena terkait dengan masjid, maka tugas dan peran utamanya adalah mengembangkan dan memakmurkan eksistensi masjid. Adapun beragam diantaranya turut serta dalam memakmurkan masjid, melakukan pembinaan bagi remaja muslim, mengadakan kaderisasi bagi remaja muslim, memberi sokongan pada penyelenggaraan kegiatan takmir masjid, serta menjalankan aktivitas dakwah dan sosial. Semakin banyak kegiatan keagamaan yang diikuti oleh para remaja, maka diharapkan akan berdampak positif bagi kehidupan remaja itu sendiri maupun jemaahnya yang lain. Para remaja masjid dapat menciptakan inovasi baru secara kreatif untuk mengembangkan aktivitas dakwah. Selain itu para remaja masjid akan memiliki wawasan yang luas tentang aktivitas keagamaan serta dapat menyalurkan aspirasinya kepada generasi muda berikutnya. Kesimpulan Berpijak pada pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pembinaan terhadap generasi muda merupakan suatu keniscayaan dan kebutuhan yang sangat Generasi muda merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat Maka sistem kaderisasi yang mapan dan perekrutan para remaja yang memiliki loyalitas yang tinggi merupakan suatu keniscayaan demi untuk meneruskan estafet kepemimpinan takmir masjid pada masa mendatang. Adapun langkah dan strategi dakwah takmir membina generasi muda adalah melakukan pembinaan bagi remaja masjid, menambah kuantitas dan meningkatkan kualitas remaja masjid, senantiasa memberikan pengarahan dan bimbingan kepada remaja masjid agar memelihara sikap dan perilaku, serta mengembangkan berbagai kegiatan positif bagi remaja masjid. Pembinaan yang telah dilaksanakan harus senantiasa dilaksanakan secara kontinyu yang meliputi sisi material maupun spiritual, sehingga diharapkan terbentuknya profil umat generasi muda Kajian tentang pembinaan remaja masjid atau generasi muda ini perlu digali dan dikaji lebih dalam lagi dengan membandingkan pengelolaan suatu masjid dengan masjid yang lainnya sehingga akan memperoleh informasi yang semakin detil. Manajerial satu masjid dengan masjid lainnya tentu memiliki kekhasan dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan keberadaan masjid Kekhasan dari manajerial bukan untuk dipertentangkan tapi sebaliknya untuk saling melengkapi antara satu dengan 23 Wawancara dengan LO, selaku HRD Masjid Raya Al-Falah Sragen, tanggal 25 Agustus 2021. VOL. 3 NO. Page 60 of 61 lainnya informasi terkait dengan pengelolaan masjid. Daftar Pustaka