Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 P-ISSN KURIKULA: JURNAL PENDIDIKAN VOLUME: 10 NO: 1 TAHUN 2025 E-ISSN https://ejournal. id/index. php/kurikula/ind ex PENINGKATAN KEMAMPUAN PRAKTIK GERAKAN SHALAT ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL DI RA AR-RAUDAH Mitha Nur Amalina1. Muhammad Basri2. Nurlaili3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara1,2,3. Indonesia Email: mithanuramalina@gmail. Email: muhammadbasri@uinsu. Email: nurlaili@uinsu. Article history Submitted 22/02/2025 Accepted 28/09/2025 Published 30/09/2025 ABSTRACT Prayer is one of the mahdhah worship that has a decree like the Prophet PBUH. Worship forms a person who is considered Muslim and believes, or vice versa. It is important to teach prayer to children, learning begins with prayer movements, using learning media that attract children in learning, namely audiovisual media. This research aims to determine the improvement of the ability to practice prayer movements through audiovisual media. The research uses the Classroom Action Research (PTK) The research subjects were 10 children in class B, which was carried out at RA Ar-Raudah. The data analysis technique used is in the form of observation data. The success index is 75% of all children. Based on the improvement of the ability of children aged 5-6 years in practicing movement through audiovisual media, namely 27. 5% included in the category starting from MB, cycle I obtained 58. including the BSH criterion and cycle II obtained 81% including the BSB category. In conclusion, the ability to practice prayer movements of children aged 5-6 years when using audiovisual media has Key Words: AudioVisual Media. Prayer Movements ABSTRAK Shalat merupakan salah satu ibadah mahdhah yang mempunyai ketetapan seperti Rasulullah SAW. membimbing para sohib. Ibadah membentuk seseorang dianggap muslim dan beriman, atau Penting mengajarkan shalat kepada anak, pembelajaran diawali dengan gerakan-gerakan shalat, mempergunakan media pembelajaran yang memikat anak dalam belajar, yakni media audiovisual. Riset ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan praktik gerakan shalat melalui media Penelitian menggunan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek riset yakni anak kelas B jumlah 10 anak, yang dilakukan di RA Ar-Raudah. Teknik analisis data yang dipergunakan berbentuk data observasi. Indeks kesuksesan 75% dari seluruh jumlah anak. Berdasarkan peningkatan kemampuan anak usia 5-6 tahun dalam praktik gerakan melalui media audiovisual, yaitu 27,5% termasuk kategori mulai MB, siklus I memperoleh 58,5% termasuk kriteria BSH dan siklus II mendapatkan 81% termasuk kategori BSB. Kesimpulannya, kemampuan mengamalkan gerakan sholat anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media audiovisual mengalami peningkatan. Kata Kunci: Media audiovisual, gerakan sholat Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 PENDAHULUAN Perkembangan agama adalah perilaku anak terhadap agama sejak lahir dalam kondisi fitrah yang bertambah secara bersamaan dengan perkembangan susunan bagian tubuh yang Kondisi ini sangat membutuhkan arahan dari orang tua supaya dapat berkembang sesuai dengan agama yang dianutnya (Khoirurroziq Akhmad, 2. Secara umum, agama seseorang ditetapkan oleh pendidikan, pengetahuan dan edukasi yang dikerjakan di masa anak-anak. Seseorang yang sejak dini tidak dibesarkan secara religius, sehingga saat dewasa tidak akan menikmati manfaat agama pada kehidupannya. Kegiatan keagamaan yang bisa disampaikan orang tua pada anak sejak dini, yaitu berpuasa, mengaji dan shalat. Shalat merupakan salah satu ibadah mahdhah yang mempunyai ketetapan seperti Rasulullah SAW. membimbing para sohib. Ibadah membentuk seseorang dianggap muslim dan beriman, atau sebaliknya. Selain itu, shalat sebagai pilar agama, siapa pun yang melakukannya maka menegakkan agama, yang bukan melakukan kesanggupan menghancurkan agama. Oleh sebab itu, setiap orang mukmin mempunyai tanggung jawab untuk melakukan shalat (Nurlaili, 2. Shalat adalah suatu tanggung jawab yang dikerjakan bagi setiap mukmin, sebab shalat salah satu aspek yang sangat bermakna dalam kehidupan Islam. Shalat adalah bagian dari Pendidikan Agama Islam yang sangat mengemukakan faktor afektif dan psikomotorik. Bersumber penjelasan diatas bisa disimpulkan, shalat adalah tanggung jawab yang dilakukan setiap mukmin untuk dapat berdialog dengan Allah SWT, membentuk manusia yang bertakwa dan meminta pertolongan kepada Allah. Oleh sebab itu, anak-anak sudah diajarkan kegiatan shalat sejak masa kecil. Bersumber pada pengamatan yang dilaksanakan peneliti maka pelajaran praktik shalat di RA Ar-Raudah sudah dilakukan menggunakan metode ceramah dan praktik langsung oleh guru, namun anak-anak tidak berhasil karena anak kurang tertarik memperhatikan penjelasan Saat guru meminta anak untuk melakukan gerakan shalat, anak usia dini tidak mampu melaksanakan gerakan shalat dengan bagus dan betul. Gerakan shalat anak yang perlu diperhatikan dan diperbaiki oleh guru, yaitu letak tangan dan kaki ketika melakukan gerakan shalat dari awal takbiratul ikhram sampai salam. Untuk memperbaiki gerakan shalat dan menarik perhatian anak dalam mengajarkan gerakan shalat, membutuhkan media edukasi yang mendukung, yakni media audiovisual. Media audiovisual adalah alat untuk menampilkan bahan audio dan visual secara bersamaan sehingga anak memperoleh pesan atau penjelasan dari penggambaran berbentuk kata atau gambar dengan suara (Pagarra Hamzah, 2. Media audiovisual merupakan perangkat yang paling efisien untuk pelajaran. Media audiovisual bisa diartikan sebagai alat untuk membagikan pengetahuan langsung pada anak, sehingga bisa mengamati dan memperhatikan perbuatan baik dan buruk (Saini, 2. Manfaat penggunaan media audiovisual, yakni memikat minat anak, menjelaskan maksud dari bahan pelajaran, memudahkan gagasan sehingga mudah dipahami, meningkatkan daya masuk anak atas bahan pembelajaran, dan memberikan stimulus anak saat mengikuti pelajaran. Dalam kegiatan praktik gerakan shalat menggunakan perangkat audiovisual dapat mempermudah anak menirukan gerakan-gerakan shalat setara pada ajaran Nabi Muhammad SAW, sebab penerapan perangkat audiovisual bisa ditampilkan pada kalangan banyak. Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Pada riset ini pelajaran memfokuskan kepada pemahaman gerakan shalat melalui perangkat audiovisual. Melalui perangkat tersebut bertujuan untuk mempermudah anak mengerti pembelajaran shalat, membangunkan antusias belajar, membangkitkan dan keinginan anak dalam menuntut ilmu, maka kesanggupan belajar shalat anak dapat Bersumber pada deskripsi tersebut, peneliti terpikat untuk melakukan riset dengan judul AuPeningkatan Kemampuan Praktik Gerakan Shalat Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media AudioVisual di RA Ar-RaudahAy METODEPENELITIAN Riset ini memakai penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah pola riset yang dimaksimalkan di kelas. PTK atau action research merupakan bentuk evaluasi atau penyelidikan dengan gambar diri yang dilaksanakan oleh peserta tertentu dalam aktivitas pelajaran dalam kondisi sosial . dalam rangka mengembangkan penalaran dan fakta dari : . Implementasi sosial atau edukasi mereka sendiri. Penafsiran mereka tentang praktik ini. Kondisi dimana praktik dilakukan (Purnama, 2. Subjek pada penelitiannya adalah anak-anak kelas B di RA Ar-Raudah dengan jumlah 10 orang, terdiri 8 murid laki-laki dan 2 murid perempuan. Pengumpulan data dengan teknik pengamatan dan foto. Menurut I Putu Ade . prosedur penyelenggaraan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di riset ini, yakni menerapkan model dalam bentuk siklus atau putaran, mulai dari perencanaan, implementasi, pengamatan dan refleksi. Berikut ini, gambar model Kemmis dan Mc. Taggart sebagai berikut : Perencanaan Refleksi Siklus I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi Siklus II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1. Siklus PTK Teknik analisis data dipergunakan peneliti untuk mengetahui tingkat kamampuan praktik gerakan sholat anak secara langsung saat proses pembelajaran di kelas. Tindakan dianggap berhasil jika persentase keseluruhan meningkat 75% untuk satu kelas. Rumus yang dapat Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 dipergunakan untuk mengetahui persentase peningkatan kemampuan praktik gerakan sholat anak, yaitu : Keterangan : P = Persentase yang dicari f = Jumlah skor yang diperoleh n = Skor total HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum diselenggarakan siklus I, peneliti melakukan observasi kemampuan gerakan shalat anak. Sehingga peneliti mengambil keputusan menggunakan media audiovisual sebagai perbandingan hasil kemampuan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Hal ini bertujuan untuk melihat perkembangan setelah dilaksanakannya tindakan. Menurut hasil yang diperoleh dari pra siklus bahwa perkembangan kemampuan gerakan shalat anak masih belum maksimal, terdapat anak masih termasuk kategori BB sebanyak 9 anak dan MB sebanyak 1 anak, tidak ada yang termasuk dalam kriteria BSH dan BSB. Siklus I Pelaksanaan siklus I diselenggarakan dua pertemuan, yakni pertemuan pertama dilakukan hari Rabu, 31 Juli 2024, tema ibadah subtema shalat. Aktivitasnya anak melihat video gerakan shalat dari takbiratul ikhram sampai iAotidal dan guru menjelaskan gerakangerakan tersebut. Setelah menonton, guru meminta anak untuk mempraktikan gerakan shalat yang sudah dilihatnya, dipraktikan secara bersama-sama. Pertemuan kedua hari Kamis, 01 Agustus 2024, dengan tema dan subtema sama seperti pertemuan pertama. Anak menonton mulai dari sujud sampai tertib. Kemudian anak mempraktikan secara bersama gerakan yang sudah di lihat. Setelah selesai menonton dan melaksanakan praktik gerakan shalat, guru bertanya kembali tentang gerakan-gerakan yang sudah di kerjakan. Berdasarkan pengamatan dan penilaian yang dilaksanakan peneliti di RA Ar-Raudah pada kelompok B memperlihatkan bahwa kemampuan praktik gerakan shalat anak mengalami peningkatan lebih dari hasil observasi saat pra siklus. Tetapi hasil siklus I belum maksimal, bisa dilihat di tabel berikut : Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Tabel 1. Hasil Observasi Peningkatan Praktik Gerakan Shalat Siklus I Siklus I Nama Jumlah Nilai Ket Skor BSH BSH BSH BSH MKA MRN BSH SMA BSH Jumlah Nilai Rata-rata 58,5% Dari tabel 1, perkembangan praktik gerakan shalat anak dengan jumlah 10 anak menghasilkan nilai rata-rata anak sebesar 58,5%, sehingga termasuk kategori BSH. Persentase pengembangan praktik gerakan shalat bisa dilihat di tabel berikut : Tabel 2. Rekapitulasi Kemampuan Praktik Gerakan Shalat Anak Siklus I Skor Ket 76 Ae 100 51 Ae 75 26 Ae 50 0 Ae 25 Jumlah Anak Berkembang Sangat Baik (BSB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang (BB) Berdasarkan tabel 2, pengembangan gerakan shalat anak di siklus I terdapat 6 anak termasuk kriteria BSH dan 4 anak termasuk dikategorikan MB. Persentase Kemampuan Klasikal (PKK) yaitu kemampuan anak mendapat peningkatan sebanyak 31% setelah pelaksanaan praktik gerakan shalat pada siklus I. Dari hasil tersebut dapat dilihat melalui grafik, berikut : Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Siklus I BSH BSB Gambar 2. Diagram Pelaksanaan Praktik Gerakan Shalat Anak Siklus I Adapun selama proses pembelajaran terdapat permasalahan yang terjadi di siklus I, sebagai berikut : Anak belum mampu melaksanakan gerakan shalat dengan baik, seperti gerakan rukuAo sebab anak masih sulit meluruskan punggung, kepalanya terlalu nunduk dan kakinya tidak bisa rapat. Pada gerakan sujud anak juga masih belum baik, sebab posisi tangan diletakkan di lantai seharusnya diangkat sedikit. Anak belum mampu duduk antara dua sujud yang benar, sebab anak masih duduk di kedua kakinya bukan duduk di atas kaki sebelah kiri dan ujung kaki kanan ditekuk. Ketika menonton terdapat anak yang mengobrol dengan teman sebelahnya. Anak susah tertib saat guru mengatur shaff untuk melaksanakan praktik shalat Anak tidak mau melakukan praktik shalat Pembelajaran di siklus I terdapat kelemahan, sehingga perlu melakukan revisi di siklus II untuk memperoleh hasil yang maksmal. Berikut ini kegiatan yang akan diselenggarakan pada siklus II, yaitu : Guru mengganti video gerakan shalat yang singkat dan jelas, serta memanggil satu anak untuk mempraktikkan gerakan shalat sebelum anak-anak melakukan praktiknya supaya anak bisa melaksanakannya dengan benar. Melaksanakan tindakan yang berbeda, yaitu bertanya pada setiap anak tentang gerakan shalat dan mempraktikkannya secara mandiri Pada siklus II guru memberikan motivasi dengan memberikan hadiah pada anak supaya mereka mau melaksanakan yang diperintahkan guru dan melakukannya dengan semangat. Siklus II Pelaksanaan siklus II diselenggarakn dengan kegiatan yang berbeda dari siklus I. Siklus II diselenggarakan dengan dua pertemuan, yaitu Pertemuan pertama dilakukan pada hari Rabu, 07 Agustus 2024 dengan tema ibadah dan subtema shalat. Anak-anak menonton video gerakan shalat, alat yang digunakan, yaitu laptop. Guru menjelaskan isi dari video yang akan dilihat. Anak-anak mengerti penjelasan yang disampaikan guru. Anak-anak melihat video gerakan shalat dari awal takbiratul ikhram sampai akhir tertib. Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Pertemuan kedua dilakukan pada hari Kamis, 08 Agustus 2024 dengan tema dan sub tema sama seperti pertemuan pertama. Guru memberikan informasi tentang aktivitas yang akan dilaksanakan pada pembelajaran hari ini, yakni guru akan memanggil satu persatu anak kemudian guru bertanya pada anak tersebut tentang gerakan-gerakan shalat. Anak terlebih dahulu menjawab pertanyaan guru lalu melakukan gerakan shalat yang diperintah guru. Dipertengahan pembelajaran guru memberikan perjanjian jika tidak bisa tertib dan tidak mau melakukan gerakan anak tidak mendapatkan hadiah. Aktivitas yang dilaksanakan peneliti memperlihatkan bahwa pada siklus II ini kemampuan praktik gerakan shalat anak meningkat dengan baik dari hasil tindakan saat siklus Hasilnya di tabel, berikut : Tabel 3. Hasil Pelaksanaan Praktik Gerakan Shalat Anak Siklus II Nama Siklus II Jumlah Skor Nilai Ket BSB BSB BSB BSB BSB MKA BSB MRN BSH BSH BSB SMA BSB Jumlah Nilai Rata-Rata Berdasarkan tabel diatas, pada siklus II mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan sebanyak 81% dengan jumlah 10 anak. Pelaksanaan praktik gerakan shalat anak meningkat sangat baik, dapat dilihat anak masuk dalam standar BSH dan BSB. Persentase pengembangan praktik gerakan shalat di tabel berikut : Tabel 4. Rekapitulasi Kemampuan Praktik Gerakan Shalat Anak Siklus II Skor Keterangan 76 Ae 100 Berkembang Sangat Baik (BSB) 51 Ae 75 Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 26 Ae 50 Mulai Berkembang (MB) Belum Berkembang 0 Ae 25 (BB) Jumlah Anak Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Berdasarkan tabel 4 pengembangan kemampuan gerakan shalat di siklus II anak masuk ke dalam kriteria BSH sejumlah 2 anak dan BSB sejumlah 8 anak. Persentase Kemampuan Klasikal (PKK) yaitu bertambah 75% setelah dilaksanakan siklus II. Hasil tersebut secara keseluruhan sudah menjangkau kriteria yang diinginkan peneliti. Dari hasil tersebut dapat dilihat dari diagram batang berikut : Siklus II BSH BSB Gambar 3. Diagram Pelaksanaan Praktik Gerakan Shalat Anak Siklus II Menurut hasil observasi yang diselenggarakan selama siklus II bisa dilihat media audiovisual bisa meningkatkan kemampuan praktik gerakan shalat anak. Hal ini terlihat meningkatnya jumlah nilai rata-rata anak masuk kriteria BSB sebanyak 80% dan 20% anak masuk kriteria BSH pada aktivitas praktik gerakan shalat. Aktivitas yang dilangsungkan peneliti pada siklus II sudah terbilang baik sesuai hasil Sehingga bisa disimpulkan pada siklus II ini penggunanaan media audiovisual dapat meningkatkan kemampuan praktik gerakan shalat anak. Bisa dilihat dari data observasi sebelum tindakan dengan jumlah 9 anak kriteria belum berkembang dan 1 anak kategori mulai berkembang. Ketika sudah dilakukan tindakan di siklus I sebanyak 4 anak kriteria mulai berkembang dan 6 anak BSH. Sedangkan di siklus II jumlah anak di kriteria BSH sebanyak 2 anak dan kriteria BSB jumlah 8 anak. Secara singkat bisa terdapat di tabel berikut Tabel 5 Rekapitulasi Kemampuan Praktik Gerakan Shalat Anak Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II Jumlah Anak Keterangan Pra Siklus Siklus I Siklus II BSB BSH Jumlah Anak Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 Peningkatan kemampuan praktik gerakan shalat anak dari awal sampai siklus II bisa diperhatikan dari diagram batang berikut : 72,72% 54,54% 36,36% 9,0% 0% 18,18% 9,09% Pra Tindakan Siklus I BSB BSH 9,09% 0% Siklus II Gambar 4 Diagram Pelaksanaan Praktik Gerakan Shalat Anak Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II Hasil pengamatan dan refleksi pra siklus nilai rata-rata 27,5%, siklus I dengan nilai rata-rata 58,5% dan siklus II nilai rata-rata 81%. Jadi, kesimpulannya penelitian yang dilakukan peneliti tentang kemampuan praktik gerakan shalat anak melalui media audiovisual dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan yang bagus di RA Ar-Raudah Kecamatan Binjai Utara tahun ajaran 2024/2025 dan riset ini diberhentikan sampai siklus II. PENUTUP Pada pra siklus kemampuan praktik gerakan shalat anak di RA Ar-Raudah dari 10 anak, 9 anak kriteria Belum Berkembang dan 1 anak masuk kriteria Mulai Berkembang. Nilai keseluruhan 27,5% masuk kategori Mulai Berkembang. Hal ini dikarenakan pendidik hanya mempergunakan metode demonstrasi sehingga membuat anak tidak semangat dan fokusnya anak dalam menonton video gerakan shalat. Peningkatan kemampuan praktik gerakan shalat anak pada siklus I, 4 anak berada kriteria Mulai Berkembang dan 6 anak masuk kriteria Berkembang Sesuai Harapan. Peningkatan perkembangan gerakan shalat anak memperoleh nilai 58,5% masuk kategori Berkembang Sesuai Harapan. Pada siklus ini bertambah 31% secara klasikal dan masuk belum memenuhi indikator keberhasilan. Siklus II dari 10 anak, 2 anak masuk dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan dan 8 anak masuk kriteria Berkembang Sangat Baik. Peningkatan kemampuan praktik gerakan shalat anak dengan rata-rata 81% masuk kategori Berkembang Sangat Baik. Pada siklus tersebut kemampuan klasikal sudah memperoleh indikator keberhasilan yakni 75% termasuk kategori Berkembang Sesuai Harapan. Berdasarkan hasil riset membuktikan bahwa kemampuan praktik gerakan shalat anak usia 5-6 tahun melalui media audiovisual di RA Ar-Raudah mengalami peningkatan. Jurnal Kurikula : Jurnal Pendidikan Volume 10 No 1 Tahun 2025 DAFTAR PUSTAKA