Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PERAN KEPEMIMPINAN DIRI DALAM MEMBANGUN TIM DI UPTD TAHURA BUKIT SOEHARTO Nada Salsabila*. Kautsar Eka Wardhana Universitas Islam Negeri sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Indonesia Jl. KH. Abdul Hasan No. 03 Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia *Korespondensi Penulis: nadasalsa2@gmail. ABSTRACT This research was carried out to uncover and understand the role of self-leadership in the team-building process at UPTD Tahura Bukit Soeharto using a descriptive qualitative approach. The research subjects and main data sources focused on the head of UPTD Tahura Bukit Soeharto and the forestry police team. Various techniques applied to collect data were interviews, observations, and documentation. The result showed that in the context of self-leadership and team-building efforts at UPTD Tahura Bukit Soeharto, the head of UPTD applied five sources of strength namely personal strength, knowledge, relationships, influence and resources. This shows that leadership strength does not depend on the position or title, but rather on how a leader utilizes the various strengths to inspire, motivate, and build a solid team. Furthermore, when facing various challenges faced by the team, the head of UPTD Tahura Bukit Soeharto acts as a leader who provides emotional support to his members and encourages flexibility, which contributes to increasing the team's resilience. This results in team members feeling more secure and supported, so they can deal with difficult situations and find innovative With this support, a strong bond is created between team members, which is important for maintaining enthusiasm and motivation in achieving common goals. Keywords: Resource. Self-Leadership. Team-Building ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap dan memahami peran kepemimpinan diri dalam proses pembangunan tim di UPTD Tahura Bukit Soeharto. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berfokus pada kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto dan tim polisi kehutanan sebagai subjek penelitian dan sumber data Untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan, peneliti menerapkan berbagai teknik, termasuk wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti berhasil menyimpulkan bahwa dalam konteks kepemimpinan diri dan upaya membangun tim di UPTD Tahura Bukit Soeharto, kepala UPTD menerapkan lima sumber kekuatan yang mencakup kekuatan pribadi, pengetahuan, hubungan, pengaruh, dan sumber daya. Penerapan kelima sumber kekuatan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan kepemimpinan tidak semata-mata bergantung pada posisi atau jabatan yang dipegang, transform Vol. No. Oktober 2024: 48-56 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. melainkan lebih pada bagaimana seorang pemimpin mampu memanfaatkan berbagai kekuatan yang dimilikinya untuk menginspirasi, memotivasi, dan membangun tim yang solid. Selanjutnya, ketika menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh tim, kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto berperan sebagai pemimpin yang memberikan dukungan emosional kepada anggotanya serta mendorong fleksibilitas, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan ketahanan tim. Hal ini mengakibatkan anggota tim merasa lebih aman dan didukung, sehingga mereka menjadi lebih mampu menghadapi situasi sulit dan mencari solusi yang inovatif. Dengan adanya dukungan tersebut, terciptalah ikatan yang kuat di antara anggota tim, yang penting untuk menjaga semangat dan motivasi dalam mencapai tujuan bersama. Kata kunci: Kepemimpinan diri. Membangun tim. Sumber daya PENDAHULUAN Keberhasilan organisasi bergantung pada kemampuan tim untuk bekerja sama mencapai tujuan. Salah satu kunci untuk membentuk tim yang efektif adalah kepemimpinan yang baik (Firdausi, 2. Pemimpin yang efektif dapat menciptakan budaya kolaborasi dan saling percaya antar anggota tim (Suryadi dkk. , 2. Namun, tidak semua pemimpin berhasil mengarahkan tim dengan baik, beberapa terlalu fokus pada hasil tanpa memperhatikan proses, atau sebaliknya (Setyoningrum dkk. , 2. Kepemimpinan diri, yang berfokus mengembangkan potensi, sangat penting dalam membangun tim yang solid. Pemimpin yang memiliki kesadaran diri dan keterampilan mengelola emosi cenderung lebih efektif dalam memimpin tim yang beragam dan menciptakan suasana yang harmonis (Ambat dkk. , 2. Selain itu, pemimpin yang mampu menetapkan tujuan yang jelas dan terukur dapat menginspirasi anggota tim untuk berkontribusi bersama (Muktamar dkk. , 2. UPTD Tahura Bukit Soeharto, yang bertugas mengelola kawasan hutan dan konservasi lingkungan, menjadi objek ideal untuk mengkaji penerapan kepemimpinan diri dalam konteks pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto menerapkan kepemimpinan diri dalam membangun tim, serta dampaknya terhadap kinerja tim dalam menghadapi tantangan konservasi dan pengembangan Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi lembaga serupa dalam pengelolaan sumber daya alam dan konservasi lingkungan. METODE PENELITIAN Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini (Umrati & Wijaya, 2. dengan metode deskriptif untuk memberikan kepemimpinan diri dalam membangun tim di UPTD Tahura Bukit Soeharto. Penlitian ini mengikuti struktur kerja Miles and Huberman, yang mencakup pengumpulan data, kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini terdiri dari kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto dan tim polisi Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan cara berpartisipasi langsung dalam kegiatan subjek. Wawancara dilaksanakan menggunakan teknik mendalam untuk mengajukan pertanyaan kepada kepala transform Vol. No. Oktober 2024: 48-56 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. UPTD Tahura Bukit Soeharto. Dokumentasi juga digunakan untuk mengumpulkan data berupa gambar, dokumen lembaga, dan catatan penting lainnya yang diseleksi sesuai dengan fokus penelitian (Arifin, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Ken Blanchard kepemimpinan yang efektif memerlukan pemahaman tentang berbagai sumber kekuatan yang dapat digunakan untuk (Wulandari dkk. , 2. Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto menerapkan lima sumber kekuatan kepemimpinan diri yang sangat berpengaruh dalam membangun tim yang solid dan efektif. Sumber kekuatan tersebut yaitu, kekuatan pribadi . ersonal powe. , kekuatan pengetahuan . nowledge powe. , kekuatan hubungan . elation powe. , kekuatan pengaruh . nfluence powe. , dan kekuatan sumber daya . esource powe. Pertama. Kekuatan Pribadi (Personal Powe. adalah jenis kekuatan yang dimiliki oleh seorang pemimpin berdasarkan karakteristik pribadi, hubungan yang positif dan saling percaya dengan orang lain (M. ikom, 2. Hal ini tunjukkan oleh kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto yang menunjukkan kekuatan pribadi yang kuat melalui integritas dan menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi dan menjadi teladan bagi Dengan menunjukkan sikap positif, kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto mampu menciptakan budaya kerja yang mendukung dan memotivasi anggota tim untuk memberikan yang terbaik. Keberanian dalam mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab menjadi bagian integral dari kekuatan pribadi ini. Kedua. Kekuatan Pengetahuan (Knowledge Powe. merujuk pada kekuatan yang dimiliki oleh seseorang karena penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian tertentu yang mereka miliki, yang memberikan mereka pengaruh dan otoritas dalam situasi tertentu (Yusuff, 2. Kekuatan ini tidak bergantung pada jabatan atau posisi formal, melainkan pada pemahaman mendalam atau kemampuan teknis yang dimiliki oleh individu yang membuat mereka dianggap sebagai sumber informasi atau referensi yang sah dalam bidang tertentu. Sebagai seorang pemimpin yang berpengalaman, kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto memiliki pengetahuan yang luas tentang pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan lingkungan. Ia menggunakan pengetahuan ini untuk memberikan pelatihan dan pembinaan kepada anggota tim, sehingga meningkatkan keterampilan dan kemampuan Penerapan pengetahuan yang baik tidak hanya meningkatkan kapasitas kemampuan tim secara keseluruhan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Ketiga. Kekuatan Hubungan (Relation Powe. adalah jenis kekuatan yang berasal dari hubungan sosial, jaringan, atau interaksi antara individu atau kelompok (Angela dkk. Dalam konteks kekuasaan atau pengaruh, kekuatan hubungan merujuk pada kemampuan seseorang untuk mempengaruhi atau mendapatkan sesuatu dari orang lain karena adanya hubungan, koneksi, atau kedekatan yang dimiliki. Hal ini sejalan dengan kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto yang menjalin hubungan baik dengan seluruh anggota tim dan stakeholder, termasuk masyarakat lokal dan instansi terkait. Dengan membangun komunikasi yang terbuka dan transparan, kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto menciptakan kepercayaan yang kuat di dalam tim. Hubungan yang baik ini memfasilitasi kolaborasi yang lebih baik dan memungkinkan penyelesaian konflik dengan lebih mudah. Kekuatan relasi ini juga menciptakan suasana kerja yang kondusif, di transform Vol. No. Oktober 2024: 48-56 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. mana setiap anggota merasa dihargai dan Keempat. Kekuatan Pengaruh (Influence Powe. adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi sikap, perilaku, keputusan, atau pandangan orang lain tanpa harus menggunakan paksaan atau otoritas formal. Kekuatan ini terletak pada daya tarik, persuasi, dan cara-cara yang digunakan untuk mengubah pendapat atau tindakan orang lain, seringkali berdasarkan hubungan interpersonal, reputasi, atau keterampilan komunikasi (Pramudibyanto. Kemampuan kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto untuk mempengaruhi tim dengan visi dan misinya sangat krusial. berkontribusi secara maksimal dengan menunjukkan bagaimana setiap tugas berkontribusi pada tujuan yang lebih besar. Dengan pendekatan ini, anggota tim merasa lebih terhubung dengan tujuan organisasi dan lebih termotivasi untuk mencapainya. Kekuatan pengaruh ini juga memungkinkan kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto untuk memandu dan memberi arahan saat terjadi pelaksanaan tugas. Kelima. Kekuatan Sumber Daya (Resource Powe. adalah jenis kekuatan yang berasal dari kendali atau akses terhadap sumber daya yang bernilai, baik itu berupa materi, informasi, finansial, atau bahkan Dalam konteks kekuasaan, sumber mempengaruhi atau mengendalikan perilaku orang lain, kelompok, atau organisasi (N , 2. Orang atau entitas yang memiliki kekuatan ini cenderung memiliki pengaruh yang signifikan karena mereka memiliki kendali atas sesuatu yang dibutuhkan atau diinginkan oleh orang lain. Hal ini di tunjukkan olehg kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto yang memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada, baik itu sumber daya manusia, material, maupun keuangan. Ia memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki alat dan menyelesaikan tugas mereka. Dengan pengelolaan sumber daya yang baik, kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto juga dapat meningkatkan efisiensi kerja dan hasil yang dicapai oleh tim. Adapun dampak positif yang signifikan terhadap kinerja tim di UPTD Tahura Bukit Soeharto. Beberapa dampak tersebut Peningkatan Kinerja Tim: Dengan penerapan sumber kekuatan yang baik, tim mampu mencapai kinerja yang lebih tinggi. Setiap anggota tim merasa lebih percaya diri dalam menjalankan tugas dan dapat Kolaborasi yang Lebih Baik: Hubungan yang terjalin antara anggota tim dan kepala UPTD menciptakan sinergi dalam bekerja. Tim menjadi lebih kolaboratif, berbagi informasi, dan saling mendukung satu sama lain, sehingga mempercepat proses penyelesaian tugas. Keterlibatan Anggota: Kekuatan pengaruh dan relasi yang dibangun oleh kepala UPTD membuat anggota tim merasa lebih terlibat dalam pengambilan keputusan. Keterlibatan ini meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil kerja tim. Adaptasi yang Fleksibel: Ketika menghadapi tantangan di lapangan, seperti perubahan cuaca atau kendala operasional, tim dapat beradaptasi dengan lebih baik. Kepemimpinan transform Vol. No. Oktober 2024: 48-56 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. memberikan ketenangan dan arah yang jelas dalam situasi yang sulit. Kepemimpinan diri yang diterapkan oleh kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto kepemimpinan tidak hanya terletak pada posisi atau jabatan, tetapi lebih kepada bagaimana seorang pemimpin dapat memanfaatkan kekuatan dalam dirinya untuk menginspirasi dan membangun tim (Istanto. Penerapan kelima sumber kekuatan kepemimpinan diri memberikan pondasi yang kuat bagi terciptanya tim yang efektif dan produktif salah satu aspek yang paling menonjol adalah pentingnya kekuatan pribadi dan pengaruh (Manihuruk & Tirtayasa, 2. Pemimpin yang mampu mengenali dan mengembangkan potensi diri serta anggota timnya menciptakan suasana di mana setiap individu merasa memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan. Ini tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap visi Seorang pemimpin yang memiliki integritas dan dapat mempengaruhi anggota tim akan menciptakan lingkungan kerja yang positif (Purwati & Wijaya, 2. Ketika anggota tim merasa dihargai dan didengarkan, mereka cenderung untuk lebih berkomitmen terhadap tujuan bersama. Integritas pemimpin berfungsi sebagai teladan bagi anggota tim, mendorong mereka untuk bertindak dengan cara yang sama. Dengan menanamkan nilai-nilai etika dan kejujuran, pemimpin dapat menciptakan budaya di mana setiap individu merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi secara maksimal. Ini berkontribusi pada pembentukan budaya organisasi yang sehat, di mana kolaborasi dan inovasi dapat Hal ini sejalan dengan hasil penelitian diatas, yang mengemukakan bahwa pemimpin yang memiliki kekuatan pribadi . ersonal powe. seperti integritas, kemampuan besar untuk mempengaruhi dan memotivasi tim. Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto, sebagai contoh, menunjukkan kekuatan pribadi yang kuat dengan menjadi teladan dalam integritas dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, yang secara langsung menciptakan budaya kerja yang mendukung dan positif bagi anggota Selain itu, pengelolaan sumber daya yang efektif merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan organisasi (Pujiharti, 2. Kepemimpinan yang baik memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki dukungan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas mereka dengan optimal. Dalam konteks ini, pemimpin yang bijak juga memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan, sehingga setiap individu dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan baru di lingkungan kerja. Ini tidak hanya meningkatkan kinerja individu, tetapi juga memperkuat daya saing tim secara Hal dengan Kekuatan Sumber Daya (Resource Powe. yang diterapkan oleh kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto, yang dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada baik itu sumber daya manusia, material, maupun keuangan. Kemudian pemimpin yang memiliki kontrol atas sumber daya yang penting dapat memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki alat dan dukungan yang mereka butuhkan untuk mencapai kinerja yang optimal, yang berujung pada peningkatan efisiensi dan hasil yang lebih baik bagi tim. Akhirnya, pentingnya komunikasi yang jelas dan terbuka tidak dapat diabaikan Pemimpin yang mampu menjelaskan visi dan tujuan organisasi dengan cara yang mudah dipahami akan membantu anggota tim untuk transform Vol. No. Oktober 2024: 48-56 Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. merasakan keterkaitan dengan tujuan Dengan demikian, setiap anggota tim akan merasa lebih termotivasi untuk berkontribusi, mengetahui bahwa usaha mereka memiliki dampak yang signifikan terhadap pencapaian tujuan bersama. Keterbukaan dalam komunikasi juga menciptakan ruang bagi umpan balik empati, yang penting untuk perbaikan dan inovasi berkelanjutan dalam organisasi. Kekuatan pengaruh (Influence Powe. yang dimiliki oleh kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto memungkinkan pemimpin tersebut untuk mengkomunikasikan visi dan misi dengan cara yang menginspirasi dan memotivasi. Berdasarkan temuan, kekuatan pengaruh yang dimiliki kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto membangun komunikasi yang efektif, yang membuat anggota tim merasa lebih terhubung dengan tujuan organisasi dan lebih termotivasi untuk berkontribusi. Pemimpin yang memiliki kekuatan pengaruh yang kuat dapat menjelaskan dengan jelas bagaimana kontribusi masing-masing anggota penting untuk pencapaian tujuan bersama. Kemudian kepemimpinan yang baik juga berperan krusial dalam kemampuan tim untuk beradaptasi dengan tantangan di lapangan (Daud, 2. Seperti di UPTD Tahura Bukit Soeharto. Tantangan yang dihadapi oleh tim di lapangan sering kali berkaitan dengan kondisi alam, kebijakan masyarakat setempat. Dalam hal ini, kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto telah mempengaruhi adaptasi tim terhadap tantangan tersebut, sebagai berikut: Resiliensi Tim: Pemimpin yang mampu memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada anggota tim dapat membantu mereka mengatasi stres dan transform Vol. No. Oktober 2024: 48-56 tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menemukan bahwa kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto secara konsisten memberikan dukungan yang menciptakan rasa aman dan percaya diri pada anggota Hal ini memungkinkan anggota tim untuk lebih berani mengambil risiko dan mencoba pendekatan baru saat menghadapi masalah, meningkatkan resiliensi tim secara keseluruhan. Fleksibilitas dalam Pengambilan Keputusan: Kepemimpinan yang adaptif terbukti sangat berpengaruh dalam memungkinkan tim untuk mengubah strategi dan pendekatan ketika dihadapkan pada situasi yang tidak terduga. Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto memiliki kemampuan untuk mendorong anggota tim berpikir kreatif dan mencari solusi alternatif dalam perubahan kondisi yang cepat, seperti perubahan kebijakan atau kondisi alam yang tidak dapat Pengembangan Keterampilan: Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto secara aktif mendorong mengembangkan keterampilan dan Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan kapasitas individu, tim menjadi lebih siap dan lebih berbagai tantangan yang muncul di lapangan, baik yang bersifat teknis maupun sosial. Kolaborasi dan Sinergi: Kolaborasi antar anggota tim juga berperan Journal of Sustainable Transformation Vol. 03 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. adaptabilitas tim. Kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto mendorong kerjasama yang erat antara anggota tim untuk memanfaatkan kekuatan masing-masing. Penelitian ini menciptakan sinergi dalam tim, bersama-sama menciptakan solusi yang lebih menyelesaikan masalah yang muncul, serta mengatasi tantangan yang dihadapi dengan lebih baik. Dalam pemimpin yang memberikan dukungan emosional dan mendorong fleksibilitas dapat memperkuat resiliensi tim (Aula dkk. , 2. Pemimpin yang menciptakan lingkungan kerja yang positif dan aman memungkinkan anggota tim untuk lebih siap menghadapi situasi sulit dan mencari solusi inovatif. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian tentang kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto, yang berhasil memotivasi timnya melalui kekuatan pribadi dan kekuatan pengaruh, sehingga menciptakan ikatan kuat dan rasa tanggung jawab di antara anggota tim, serta memperkuat semangat kolaborasi. Pengembangan keterampilan juga penting dalam adaptasi tim terhadap Pemimpin yang aktif mendukung pembelajaran dan peningkatan keterampilan menciptakan tim yang lebih adaptif dan siap menghadapi perubahan (Rofiyana dkk. Hal ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan yang menekankan investasi dalam kekuatan sumber daya . esource powe. seperti yang diterapkan oleh kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto dalam memberikan pelatihan dan pengembangan kompetensi anggota tim. Terakhir, komunikasi yang efektif memperkuat transparansi dan mengurangi ketidakpastian, meningkatkan keterlibatan anggota tim dalam pengambilan keputusan. Pemimpin yang menjaga komunikasi terbuka menciptakan rasa saling percaya dan meningkatkan kohesi tim, yang sangat penting dalam menghadapi tantangan Hal ini terkait dengan kekuatan pengaruh . nfluence powe. yang digunakan kepala UPTD Tahura Bukit Soeharto untuk membangun percakapan dan memperkuat hubungan antar anggota tim. Dengan demikian, kepemimpinan yang komunikasi yang efektif terbukti dapat meningkatkan adaptabilitas dan resiliensi tim, seperti yang diterapkan di UPTD Tahura Bukit Soeharto. KESIMPULAN Penerapan lima sumber kekuatan kepemimpinan diri yang dilakukan kepala UPTD Tahura bukit soeharto yang ditunjukkan melaui sikap proaktif dan kemampuan beradaptasi dalam mencapai tujuan lembaga dan pengelolaan sumber daya alam yang dinamis. Sehingga hal ini menciptakan lingkukan kerja yang kondusif dan memotivasi anggota tim dalam beradaptasi dengan tantangan yang ada. UCAPAN TERIMA KASIH