Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Study Penggunaan Serbuk Kaca Sebagai Bahan Substitusi Agregat Halus Pengaruh Terhadap Sifat Mekanik Beton Moch. Aftarian Ferdiansyah1*. Bella Lutfiani Alzakina1. Zainuddin1 Universitas Bojonegoro. Jl. Lettu Suyitno No. 2 Telp. 881984 PO. BOX. 114 BOJONEGORO *m. aftarianferdiansyah@gmail. ABSTRAK Beton adalah bagian dari bangunan yang kita jumpai pada proses pembangunan seperti bangunan gedung, jalan dan jembatan. Perencanaan suatu beton dituntut adanya hasil perencanaan yang menghasilkan beton dengan kuat tekan yang sesuai dengan yang dinginkan. Dalam penelitian ini hasil dari penambahan serbuk kaca sebagai bahan pengganti Sebagian agregat halus dengan persentase penambahan 5%, 7,5% dan 10%. Berdasarkan hasil penelitian beton dengan campuran limbah serbuk kaca sebagai pengganti agregat halus diperoleh kuat tekan beton normal umur 14 hari sebesar 7,76 Mpa. Variasi 1 5% umur 14 hari sebesar 9,32 Mpa, dan Variasi 2 7,5 % umur 14 hari sebesar 12,18 Mpa, dan Variasi 3 10 % umur 14 hari sebesar 12,09 Mpa. Sedangkan kuat tekan beton normal umur 28 hari sebesar 18,15 Mpa. Variasi 1 5% umur 28 hari sebesar 10,95 Mpa, dan Variasi 2 7,5 % umur 28 hari sebesar 12,13 Mpa, dan Variasi 3 10 % umur 28 hari sebesar 10,75 Mpa. hasil penelitian ini pengganti Sebagian agregat halus dengan mengunakan limbah serbuk kaca dapat berpengaruh terhadap kenaikan dan penurunan kuat tekan beton. Kata kunci: beton, serbuk kaca pengganti agregat halus, kuat tekan ABSTRACT Concrete is part of the building that we encounter in the construction process such as building construction, roads and bridges. Planning a concrete requires planning results that produce concrete with compressive strength that is in accordance with what is desired. In this study, the results of adding glass powder as a substitute for some fine aggregate with an additional percentage of 5%, 7. 5% and 10%. Based on the results of the study, concrete with a mixture of glass powder waste as a substitute for fine aggregate obtained normal concrete compressive strength at 14 days of 7. 76 Mpa. Variation 1 5% at 14 days of 9. 32 Mpa, and Variation 2 7. at 14 days of 12. 18 Mpa, and Variation 3 10% at 14 days of 12. 09 Mpa. While the normal concrete compressive strength at 28 days is 18. 15 Mpa. Variation 1 5% at 28 days is 10. 95 Mpa, and Variation 2 7. 5% at 28 days is 12. Mpa, and Variation 3 10% at 28 days is 10. 75 Mpa. The results of this study show that partial replacement of fine aggregate using glass powder waste can affect the increase and decrease of concrete compressive strength. Keywords: concrete, glass powder substitute for fine aggregate, compressive strength PENDAHULUAN Beton adalah elemen penting dalam konstruksi karena tahan terhadap gaya tekan, sehingga kekuatan tekan beton perlu diuji sebelum digunakan dalam pembangunan. Kualitas beton yang digunakan sangat bergantung pada cara perletakannya. Penelitian Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 dan inovasi dalam bidang beton sangat berperan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan alam yang membutuhkan waktu lama untuk regenerasi. Teknologi beton telah berkembang pesat sejak penemuan "Beton Prategang" beberapa dekade lalu, yang diikuti oleh berbagai studi untuk meningkatkan kinerja material ini, baik melalui pemilihan bahan penyusun beton maupun penggantian material lain, termasuk metode pembuatan dan Beberapa jenis beton yang telah dikenal saat ini meliputi beton ringan, beton mutu tinggi, dan beton berkinerja tinggi. (Handy Yohanes Karwur R. Tenda. Wallah. Windah, 2. Penelitian ini fokus pada pemanfaatan limbah kaca, yang berasal dari industri, pembongkaran bangunan, maupun rumah tangga, dalam jumlah besar. Limbah kaca ini berpotensi menjadi solusi alternatif karena sulit terurai oleh tanah dalam waktu ratusan atau ribuan tahun. Sifat kaca yang keras dan tahan terhadap korosi, berbeda dengan limbah besi yang dapat berkarat seiring waktu, menjadikannya bahan yang lebih tahan Oleh karena itu, pemanfaatan limbah kaca sangat berguna. Dalam proses ini, kaca dihancurkan menjadi serbuk dengan ukuran mes 100, yang kemudian digunakan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen, di mana data dihitung berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan di laboratorium Universitas Bojonegoro. Bahan Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan benda uji pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Semen Portland Pozolan Semen yang digunakan adalah semen portland pozolan cement (PPC) dengan merek Semen Gresik Tipe I Agregat Agregat dibedakan menjadi dua yaitu agregat halus dan agregat kasar. Agregat halus berupa pasir yang lolos saringan 4,80 mm dan agregat kasar berupa batu pecah dengan ukuran maksimum 40 mm. Agregat halus yang digunakan berasal dari pasir bengawan solo tepatnya di Desa Ledok Kec. Bojonegoro Kab. Bojonegoro. Agregat kasar yag digunakan adalah batu kerikil lokal dari Bojonegoro Air Air berfungsi sebagai katalis dalam pembuatan beton, yang bereaksi dengan semen untuk mengikat agregat, serta digunakan untuk perawatan beton setelah dicetak . Air yang digunakan dalam pembuatan sampel benda uji diambil dari Laboratorium Teknik Sipil Universitas Bojonegoro. Bahan tambah Bahan tambah yang di gunakan pada pembutatan ini yaitu serbuk kaca . imbah kac. yang berasal dari rumah atupun dari toko penjual kaca yang sudah tidak di gunakan. Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Alat Penelitian Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut: Ayakan Ayakan dengan lubang berturut-turut 9,60 mm, 4,80 mm, 2,40 mm, 1,20 mm, 0,60 mm, 0,30 mm, 0,15 mm yang dilengkapi dengan penutup dan alat penggetar, digunakan untuk mengetahui gradasi agregat halus dan agregat kasar. Timbangan Digital Timbangan digital dengan kapasitas 100 kg. Timbangan ini digunakan untuk menimbang material Ae material yang akan diteliti dan juga untuk menimbang semen, pasir, dan kerikil sebagai bahan beton sebelum di campur. Gelas Ukur Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume air, misalnya pada waktu pemeriksaan kandungan kadar lumpur dan waktu pembuatan benda uji, gelas ukur ini mempunyai kapasitas sebesar 1000 cc. Piknometer Alat ini diginakan untuk memeriksa berat jenis dan penyerapan agregat pasir, piknometer memiliki kapasitas sebesar 500 cc. Oven Oven digunakan untuk mengeringkan agregat pada pengujian kadar air, berat jenis dan gradasi agregat. Kerucut Abrams Kerucut Abrams beserta tilam pelat baja dan tongkat besi digunakan untuk mengukur konsistensi atau secara sederhana workbility adukan dengan percobaan Slum Test. Cetakan Beton Cetakan beton yang digunakan untuk mencetak benda uji terbuat dari bahan baja berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Mesin Pengaduk Beton (Concrate Mixe. Mesin pengaduk beton ini digunakan untuk mencampur bahan adukan beton. Alat yang digunakan memiliki kapasitas 0. 125 m3 dengan kecepatan 20-30 rpm. Mesin Penguji Kuat Tekan Mesin penguji kuat tekan yang di pakai memiliki kapasitas pembebanan maksimum 150 ton dengan ketelitian baca 0. 01 ton. Alat ini di gunakan untuk melakukan pengujian kuat tekan beton silinder. Tongkat Baja Digunakan untuk pengujian slump serta pemadatan pada cetakan silinder. Bak Perendam Alat ini digunakan untuk merendam benda uji selama proses perawatan pada benda uji. Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Alat Bantu Selama proses pembuatan benda uji digunakan beberapa alat bantu untuk melakukan pembuatan benda uji di antaranya adalah, sendok semen, stopwatch, palu karet dan Langkah Penelitian Tahapan pelaksanaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Persiapan Persiapan peralatan yang akan digunakan dan pengujian material utama pembuatan benda uji beton (Agregat kasar. Agregat halus. Semen Portland dan Ai. yang akan dilaksanakan pada Laboratorium Teknik Sipil Universitas Bojonegoro. Proses Pembuatan bahan tambah Limbah kaca di tumbuk sampai halus kemudian di saring menggunakan ayakan lolos saringan no 50 agar memiliki tingkat kehalusan yang seragam. Uji Material Uji material dilakukan dari analisis saringan, berat isi agregat, berat jenis, kadar air, kadar organik, dan kadar lumpur. Perencanaan Campuran Beton Perencanaan campuran beton . ix desig. menggunakan metode berdasarkan SNI-032834-2000. Pengujian Nilai Slump Test Pengujian nilai slump test dilakukan untuk mengukur kelecakan beton segar yang berhubungan dengan tingkat kemudahan dalam pengerjaan. Pembuatan Beton Segar Pembuatan beton segar menggunakan mesin pengaduk beton. Pembuatan Benda Uji Benda uji dibuat menggunakan silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan balok dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 15 cm. Perawatan Benda Uji Perawatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perendaman dalam air . selama 28 hari. Uji Kuat Tekan Beton Uji kuat tekan beton dilakukan dengan cara benda uji diletakkan pada bidang tekan pada mesin dan pembebanan dilakukan secara perlahan sampai beton mengalami kehancuran. Analisis dan Pembahasan Pada tahap ini dilakukan pengolahan data dari pengujian yang telah dilakukan dengan bantuan program Microsoft Excel, kemudian dilakukan pembahasan terkait hasil pengujian yang diperoleh. Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dan saran bertujuan untuk menyimpulkan apa yang telah didapat dari hasil penelitian dan saran untuk peneliti selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam hal ini penulis akan melakukan analisis terhadap data penelitian untuk menghasilkan campuran beton yang diinginkan. Tabel berikut menunjukkan data ini: Tabel 1. Data yang diperoleh pada saat penelitian Nama percobaan Satuan Berat jenis agregat kasar Gr/cmA Hasil 2,45 Berat jenis agregat halus Gr/cmA 2,05 Kadar lumpur agregat kasar 0,99 Kadar lumpur agregat halus 0,79 Berat isi agregat kasar Gr/cmA 1,35 Berat isi agregat halus Gr/cmA 1,69 Kadar air agregar kasar 1,35 Kadar air agregat halus 2,20 FM agregat kasar 2,35 FM agregat halus 2,35 Penyerapan agregat halus 0,75 Penyerapan agregat kasar 0,87 Nilai slump rencana Ukuran agregat maksimum Nilai di atas dapat digunakan untuk merancang campuran beton setelah pengujian dasar (Mix Desig. dengan kuat tekan disyaratkan sebesar 25 MPa yang terlampir pada tabel 4. berdasarkan SNI 03- 2834-2000. Tabel 2. Perancangan campuran beton PERENCANAAN CAMPURAN BETON SNI 03-2834-2000 Tabel/Gambar No. Uraian Perhitungan Kuat tekan yang disyaratkan Ditetapkan Deviasi Standar Nilai 25 MPa 8,3 MPa Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Nilai tambah . Kekuatan rata-rata yang Jenis semen Jenis agregat: - kasar - halus Faktor air-semen bebas Faktor air-semen maksimum Slump Ukuran agregat maksimum Kadar air bebas Jumlah semen Jumlah semen maksimum Jumlah semen minimum Faktor air-semen yang Susunan besar butir agregat 13,6 MPa 1 2 3 38,6 MPa Tipe I Ditetapkan Batu pecah Bojonegro Ditetapkan Ditetapkan Ditetapkan Ditetapkan 11:15 Ditetapkan Ditetapkan 0,48 kg/m3 Daerah Gradasi 40 mm 25,5% Susunan agregat kasar atau Persen agregat halus Berat jenis relatif, agregat ering permukaa. Berat isi beton Kadar agregat gabungan Kadar agregat halus Kadar agregat kasar Proporsi campuran - Tiap m3 - Tiap m3 dengan ketelitian 5 kg - Tiap campuran uji 0,031 m3 Koreksi proporsi campuran - Tiap m3 - Tiap campuran uji 0,031 m3 Pasir Lumajang 0,60 0,48 25-75 mm 40 mm 170 kg/m3 354,17 kg/m3 354,17 kg/m3 325 kg/m3 2,35 20-. 18 x 22 Seme . Air . 354,17 354,17 10,98 5,27 354,17 177,91 10,98 5. 2230 kg/m3 1705,83 kg/m3 434,99 kg/m3 1270,85 kg/m3 Agregat kondisi jenuh Halus Kasar 434,99 1270,85 434,99 1270,85 39,40 13,48 438,51 13,59 1259,41 39,04 Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Pembuatan Benda Uji Penelitian ini menggunakan silinder dengan ukuran 15 x 30 cm sebagai benda uji, dan menghasilkan sebanyak 48 benda uji. Berdasarkan hasil desain campuran, diperoleh proporsi campuran adukan sebagai berikut: Tabel 3. Pembuatan Benda Uji No. Variasi Campuran Beton Beton Normal Umur 14 Hari 28 Hari 6 buah 6 buah Beton Dengan Campuran Bahan Tambah 6 buah 6 buah Serbuk kaca 5% Beton Dengan Campuran Bahan Tambah 6 buah 6 buah Serbuk kaca 7,5% Beton Dengan Campuran Bahan Tambah 6 buah 6 buah Serbuk kaca 10% Total Slump Test Berdasarkan Tabel 4, perbandingan nilai slump antara beton normal, beton V1 5%, beton V2 7,5%, dan beton V3 10% menunjukkan bahwa beton normal memiliki nilai slump tertinggi yaitu 12 cm, sementara beton dengan campuran serbuk kaca mengalami penurunan nilai Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serbuk kaca dalam campuran beton menyebabkan penurunan nilai slump, dan semakin sedikit serbuk kaca yang ditambahkan, semakin tinggi nilai slumpnya. Tabel 4. Slump Test No. Nama Benda Uji Beton Normal V1 5% V2 7,5% V3 10% Tinggi Slump Uji Kuat Tekan Berdasarkan Gambar 1, menjelaskan kuat tekan beton normal rata rata sebesar 7,76Mpa, kuat tekan beton V1 5% rata rata sebesar 9,32 Mpa, kuat tekan beton V2 7,5% rata rata sebesar 12,18 Mpa, dan kuat tekan beton V3 10% sebesar 12,09 Mpa. Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Gambar 1. Uji kuat tekan beton 14 hari Berdasarkan Gambar 2, menjelaskan kuat tekan beton normal rata rata sebesar 18,15 Mpa, kuat tekan beton V1 5% rata rata sebesar 10,95 Mpa, kuat tekan beton V2 7,5 % rata rata sebesar 12,13 Mpa, dan kuat tekan beton V3 10% rata rata sebesar 10,75 Mpa. Gambar 2. Uji kuat tekan beton 28 hari Analisis Data Berdasarkan hasil penelitian beton dengan campuran limbah serbuk kaca sebagai pengganti agregat halus diperoleh kuat tekan beton normal umur 14 hari sebesar 7,76 Mpa. Variasi 1 5% umur 14 hari sebesar 9,32 Mpa, dan Variasi 2 7,5 % umur 14 hari sebesar 12,18 Mpa, dan Variasi 3 10 % umur 14 hari sebesar 12,09 Mpa. Sedangkan kuat tekan beton normal umur 28 hari sebesar 18,15 Mpa. Variasi 1 5% umur 28 hari sebesar 10,95 Mpa, dan Variasi 2 7,5 % umur 28 hari sebesar 12,13 Mpa, dan Variasi 3 10 % umur 28 hari sebesar 10,75 Mpa. hasil penelitian ini pengganti Sebagian agregat halus dengan mengunakan limbah serbuk kaca dapat berpengaruh terhadap kenaikan dan penurunan kuat tekan beton. Pada pengujian slump dalam pembuatan benda uji, terjadi penurunan nilai slump pada beton dengan campuran serbuk kaca dibandingkan dengan beton normal. Beton normal memiliki nilai slump tertinggi, yaitu 12 cm, sedangkan beton dengan penambahan serbuk Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 kaca menunjukkan penurunan nilai slump. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan serbuk kaca dalam campuran beton menyebabkan penurunan nilai slump, dan semakin sedikit serbuk kaca yang digunakan, semakin tinggi nilai slump yang KESIMPULAN Setelah diadakan tahap pembuatan benda uji, perendaman di dalam air, pengujian kuat tekan dan analisis yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan antara lain sebagai Variasi optimum yang didapatkan dari pengganti agregat halus dengan mengunakan serbuk kaca umur 28 hari dapat berpengaruh terhadap kenaikan dan penurunan kuat Kuat tekan beton normal yang diperoleh pada umur 14 hari sebesar 7,76 Mpa sedangkan pada umur 28 hari sebesar 18,15 Mpa. Kuat tekan variasi 5% pada umur 14 hari diperoleh sebesar 9,32 Mpa sedangkan pada umur 28 hari diperoleh sebesar 10,95 Mpa. Kuat tekan variasi 7,5% pada umur 14 hari diperoleh sebesar 12,18 Mpa sedangkan pada umur 28 hari diperoleh sebesar 12,13 Mpa. Kuat tekan variasi 10% pada umur 14 hari diperoleh sebesar 12,09 Mpa sedangkan pada umur 28 hari diperoleh sebesar 10,75 Mpa. Diketahui dari hasil yang diperoleh bahwa nilai kuat tekan beton yang di rencanakan sebesar 25 MPa pada umur 28 hari. Dan hasil yang diperoleh dari uji kuat tekan pada umur 28 hari. Dari beton normal, variasi 1, variasi 2 dan variasi 3 Pada penelitian ini kuat tekan yang dihasilkan tidak memenuhi target yang di rencakan. SARAN Untuk penyempurnaan hasil penelitian serta untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut disarankan untuk melakukan penelitian dengan memperhatikan halAehal sebagai Perlu adanya penelitian lanjutan beton dengan penggunaan bahan tambahan atau bahan campuran lainnya yang dapat meningkatkan kuat tekan beton. Pada saat akan dilakukan pencampuran atau pengecoran, agregat yang telah dicuci dan dikeringkan secara alami harus benar-benar dalam keadaan SSD sehingga kandungan air dalam agregat dapat stabil. Pada saat akan dilakukan pengecoron disarankan untuk membuat 12 benda uji sekaligus untuk mendapatkan pengadukan yang stabil. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Bojonegoro dan semua pihak yang telah memberikan bantuan selama penelitian ini berlangsung. Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 DAFTAR PUSTAKA