CERIA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 01 No. Mei 2025, pp 41-55 IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLA DALAM MENINGKATKAN MOTORIK KASAR ANAK DI KB MIFTAHUL HUDA CANDI KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA Siti Zaenab1. Solikin2. Nur Khabibah3 1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum. Blora. Indonesia 2 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum. Blora. Indonesia 3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Institut Agama Islam Khozinatul Ulum. Blora. Indonesia sitizainab@gmail. com1, solikin@iaikhozin. id2, nurkhabibah@iaikhozin. ABSTRAK Kata Kunci: Permainan Lempar Bola. Motorik Kasar Keyword: Ball Throwing Game. Gross Motor Copyright A 2025 by Author. Published by CERIA IAI Khozinatul Ulum Blora. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak-anak di KB Miftahul Huda Candi. Kecamatan Todanan. Kabupaten Blora melalui metode bermain bola. Latar belakang penelitian ini adalah adanya permasalahan dalam pengembangan kemampuan motorik kasar anak di lembaga tersebut. Tujuan penelitian meliputi: . mengetahui penerapan metode bermain bola dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, dan . mengetahui hasil penerapan metode tersebut pada anak di KB Miftahul Huda Candi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain bola dilakukan dengan tahapan guru menjelaskan permainan melempar bola, memberikan motivasi, serta memperagakan cara bermain yang benar sehingga anak mudah Berdasarkan hasil evaluasi, kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan yang signifikan dengan capaian pada kategori berkembang sesuai harapan hingga berkembang sangat baik. Persentase rata-rata peningkatan kemampuan motorik kasar mencapai lebih dari 60%, menunjukkan bahwa metode bermain bola efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini di KB Miftahul Huda Candi. ABSTRACT This This study aims to improve the gross motor skills of children at KB Miftahul Huda Candi. Todanan District. Blora Regency through the ball playing method. The background of this study is the existence of problems in the development of children's gross motor skills at the The objectives of the study include: . knowing the application of the ball playing method in improving children's gross motor skills, and . knowing the results of the application of the method on children at KB Miftahul Huda Candi. The results of the study showed that the application of the ball playing method was carried out with the stages of the teacher explaining the ball throwing game, providing motivation, and demonstrating the correct way to play so that children can easily imitate it. Based on the evaluation results, children's gross motor skills experienced a significant increase with achievements in the category of developing according to expectations to developing very well. The average percentage of increase in gross motor skills reached more than 60%, indicating that the ball CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 41 IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLAA playing method is effective in improving the gross motor skills of early childhood children at KB Miftahul Huda Candi. PENDAHULUAN Pendidikan Anak merupakan aset bangsa dan bagian dari generasi muda yang memiliki peran strategis, yaitu sebagai pewaris bangsa, penerus cita-cita perjuangan bangsa, sekaligus sebagai potensi sumber daya manusia dalam perkembangan nasional. Mengingat peran yang sangat penting tersebut, diperlukan adanya pengayoman dan pembinaan serius terhadap kelangsungan hidup Pemenuhan hak-hak anak harus dijamin dan direalisasikan semaksimal mungkin. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, yang nantinya akan membawa pengaruh besar bagi kemajuan bangsa. Hak anak menurut UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak adalah hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan Hak hidup merupakan hak asasi yang utama dan universal. Sementara itu, hak atas tumbuh kembang diturunkan ke dalam hak atas kesehatan, pendidikan, dan hak untuk berekspresi serta memperoleh informasi. Berdasarkan hal tersebut, penyelenggaraan perlindungan dalam bidang kesehatan merupakan salah satu hal terpenting yang harus diupayakan. Salah satu upaya untuk menjaga anak sebagai aset bangsa adalah menyelenggarakan Pendidikan untuk anak pada usia dini yang terkenal dengan sebutan PAUD. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal dan informal. 2 Selain itu Pendidikan di usia dini dapat menstimulus perkembangan emosional anak dan intelektual anak. Karena anak akan belajar bagaimana untuk bersabar, mandiri, serta bergaul dengan orang lain. Anak usia dini memiliki karakteristik: . anak usia dini bersifat unik, . berada dalam masa potensial, . bersifat relatif spontan, . cenderung ceroboh dan kurang perhitungan, . bersifat aktif dan energik, . egosentris, . memiliki rasa ingin tahu yang kuat, . berjiwa petualang, . anak usia dini memiliki Syamsu Yusuf. Nani M. Sugandhi. Perkembangan Peserta Didik, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. Hal 45. Maimunah Hasan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), (Jogjakarta: DIVA Press, 2. , hal. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 42 IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLA A imajinasi dan fantasi yang tinggi, dan . anak usia dini cenderung mudah frustasi dan memiliki rentang perhatian yang pendek. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak adalah dengan memasukkan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan ke dalam kurikulum. Untuk kepentingan tersebut, mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan mulai diberikan sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang diajarkan di sekolah pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dijadikan dasar untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. Dengan adanya pelajaran ini, anak diharapkan dapat meningkatkan kebugaran jasmaninya sehingga dapat melakukan berbagai aktivitas dengan lancar. Selain itu, melalui Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, anak juga dapat mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat, serta melatih kecerdasan emosi. Keterampilan motorik merupakan suatu kemampuan yang sangat penting bagi manusia karena dengan gerak, manusia dapat meraih sesuatu yang menjadi harapannya. Dalam kurikulum 2013, kemampuan motorik terintegrasi dalam kompetensi dasar 3. 1 dan 4. 2 yaitu memahami dan mempraktikkan kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Anak mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang, bermain, beristirahat, berekreasi dan belajar dalam suatu pendidikan. Jadi belajar adalah hak anak, bukan Orang tua dan pemerintah wajib menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk anak dalam rangka program belajar. Karena belajar adalah hak, maka belajar harus menyenangkan, kondusif dan memungkinkan anak menjadi termotivasi dan antusias. 4 Motorik kasar merupakan area terbesar perkembangan di usia batita, yaitu diawali dengan kemampuan berjalan, lari, lompat kemudian Modal dasar untuk perkembangan ini ada tiga dan berkaitan dengan sensoris utama, yaitu keseimbangan . , rasa sendi . , dan raba . Aspek motorik kasar juga dapat dikembangkan melalui kegiatan video bermain. Salah satu contoh, bisa diamati pada anak yang lari berkejar-kejaran untuk menangkap Pada awalnya ia belum terampil untuk berlari, tapi dengan bermain kejar Yuliani Nurani & Bambang Sujiono. Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasaan Jamak, (Jakarta: PT Indeks, 2. Hal. Maimunah Hasan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), (Jogjakarta: DIVA Press, 2. Hal. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLAA kejaran, maka anak berminat untuk melakukannya dan menjadi lebih terampil. 5 Sama seperti halnya anak masih kurang terampil dalam bermain bola. Dalam ajaran Islam melalui kitab sucinya. Alquran, banyak mengajarkan manusia tentang aspek motoric kasar. Salah satunya firman Allah Swt. dalam Q. AlAnfal ayat 60 sebagai berikut: AaO a a aOIa aO a aA a a AA A acaOEa eIA a AacEE aOA a A e aI aII Ca acO s aOIa I a eE a eO aE ea aNaOIa aNaA a ca A acaOA e AacO Ea aNI acI A acEE Oa eEa aI aN eI o aO aI aI aACA AacEEA a AO aIIA a ca A aO aEA a A eOs AaOA ca AOa aOA a ca AA auEa eOEa eI aOaI a eI Ia I aOIa aN eI aaE a eEa aIOIa aN aIA aE a eEa aIOIA Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang . ang dengan persiapan it. kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya. sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya . (QS. Al-Anfal: . METODE Metode secara harfiah berarti cara. Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai cara melakukan suatu kegiatan atau cara melakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis. Dalam dunia psikologi, metode berarti prosedur sistematis . ata cara beruruta. yang biasa digunakan untuk menyelidiki fenomena . ejala-gejal. Maka metode pembelajaran artinya cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana penelitian kualitatif sebagai metode ilmiah sering digunakan dan dilaksanakan oleh sekelompok peneliti dalam bidang ilmu social, termasuk juga ilmu pendidikan. Sejumlah alasan juga dikemukakan yang intinya bahwa penelitian kualitatif memperkaya hasil penelitian Penelitian kualitatif dilaksanakan untuk membangun pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan. Pendekatan penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metode yang menyelidiki suatu fenomena social dan masalah manusia. Pada penelitian ini peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandagan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami. Mayke S. Bermain. Mainan dan Permainan, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana, 2. Hal. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 44 IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLA A Pendekatan yang digunaka penelitian yaitu pendekatan Fenomenologi yaitu merupakan metode kualitatif6. peneliti yang menggunakan pendekatan fenomenologi harus mendekati objek penelitiannya dengan pikiran polos tanpa asumsi, praduga, prasangka, atau pun konsep. Pandangan yang dimiliki peneliti tentang gejala penelitian harus di kurung sementara dan membiarkan partisipan mengungkapkan pengalamannya, sehingga nantinya akan diperoleh hakikat terdalam dari pengalamn Penelitian ini dilakukan di KB Miftahul Huda Candi Kecamatan Todanan Kabupaten Blora , lebih tepatnya di desa Candi Rt: 003 / Rw: 001 Kecamatan Todanan Kabupaten Blora merupakan kelompok bermain dengan status swasta. Pemilihan lokasi lembaga pendidikan ini dengan pertimbangan karena lokasi ini belum menggunakan metode, tehnik dan media pembelajaran yang variatif dan Fasilitas di lembaga ini telah memadai dengan cukup baik. Untuk mengumpulkan data dari objek penelitian, penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut : Observasi, digunakan peneliti untuk mengetahui Upaya Untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Melalui Kegiatan Bermain Bola di KB Miftahul Huda Candi Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi partisipan, yaitu peneliti ikut langsung berpartisipasi terhadap apa yang akan di observasi, artinya posisi penelitian sebagai peneliti dalam kegiatan di KB Miftahul Huda Candi Kecamatan Todanan Kabupaten Blora . Khususnya pengamatan terhadap perkembangan Motorik Kasar pada peserta didik yang berjumlah 20 anak dan mengamati tentang langkah-langkah guru dalam melaksanakan penerapan Bermain Bola. Wawancara, peneliti disini menggunakan wawancara terstruktur yang dimana peneliti telah menyiapkan beberapa item pertanyaan, yang nantinya diajukan kepada informan. Adapun informannya, yaitu kepala sekolah dan guru kelas. Dokumentasi, teknik ini digunakan peneliti untuk melengkapi data atau informasi terkait apa yang menjadi cakupan penelitian yaitu berupa dokumen arsip dan foto observasi di KB Miftahul Huda Candi Kecamatan Todanan. Yusanto. Yoki. "Ragam pendekatan penelitian kualitatif. " Journal of scientific communication . CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLAA HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Metode Bermain Bola di KB Miftahul Huda Candi Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Rancangan Kegiatan belajar mengajar dimulai pada pukul 07. 30, siswa diminta untuk berkumpul di luar kelas untuk berbaris di depan kelas. Selanjutnya para siswa melafalkan janji dua kalimat syahadat dan bernyanyi bersama. Setiap hari, guru dan siswa melakukan ini sebagai kegiatan pengantar dan perlu atau Ini dilakukan untuk menanamkan minat pada anak-anak sebelum mereka mulai belajar di kelas. Ini juga merupakan hobi yang merangsang yang melibatkan anak-anak muda sebelum mereka mulai belajar. Setelah selesai, siswa diminta masuk ke kelas satu per satu sambil bersalaman dan mengucapkan salam. Kemudian siswa diinstruksikan untuk duduk. Kegiatan selanjutnya yaitu peneliti menjelaskan dan memperkenalkan permainan lempar bola dan menjelaskan tata cara serta aturan permainannya. Kemudian guru juga tidak lupa memberikan contoh, mendemonstrasikan atau mempraktekan cara permainan bola. Sebelum melakukan kegiatan tersebut terlebih dahulu dilakukan gerakan pemanasan seperti berjalan, berlari, mengangkat kaki satu persatu dan mengangkat kaki dengan tepuk tangan 7. Peserta didik secara bersama-sama memulai melakukan permainan Lempar bola secara bergantian dengan menunggu instruksi guru. Pada pertemuan ini beberapa siswa masih ada yang mengalami kesulitan dalam permainan bola. Beberapa dari mereka ada yang dapat melakukan dengan baik dan beberapa dari mereka masih memerlukan bantuan dari guru. Pada kegiatan selanjutnya anak diminta guru untuk melakukan Lempar bola tanpa. Dalam hal ini peserta didik melakukan secara bergantian dan beberapa dari peserta didik menunjukkan jika belum dapat melakukan kegiatan tersebut. Kegiatan berikutnya yaitu siswa diminta untuk melempar bola dengan hitungan yang telah ditentukan oleh guru. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengetahui motorik kasar anak. Pertama yang dilakukan guru yaitu dengan menjelaskan tentang permainan yang akan dimainkan yaitu permainan melempar bola. Guru akan senantiasa menjelaskan tatacara bermainnya dan juga guru juga memberikan stimulus atau contoh cara bermainnya. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu narasumber dalam wawancaranya dengan peneliti dimna beliau mengatakan bahwa AuPertama yang kami lakukan dengn menjelaskan ke anak-anak cara bermainnya mb. Kemudian kami juga memeberikan contoh kepada anak-anak ag mereka dapat menirukan dengan baik. Ay Narasumber lain juga menambahan dalam wawancaranya yang mengatakan bahwa Aucara menyampaikan kalau secara lisan saja jelas itu susah, namanya juga anak-anak perlu diperlihatkan bagaimana cara Priska. Priska Dyana Kristi. "Senam. " . CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 46 IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLA A Setelah mereka tahu cara bermainnya seperti apa, mereka akan dengan mudah menirukannya. Ay Berdasarkan potongan wawancara diatas dapat dianalisa bahwa pertama yang guru lakukan dalam permaianan melempar bola yaitu guru senantiasa menjelaskan kepada siswa mengenai permainan melempar bola. Tujuan dari dilakukannya hal tersebut agar siswa dapat mengerti permainan yang akan dimainkan bersama-sama. Selain itu, guru juga memberikan contoh cara bermainnya agar siswa dengan mudah mengikutinya. Perlu diketahui bahwa siswa seusia kelompok belajar akan mudah menirukan apa yang mereka lihat dan apa yang mereka lihat. Pada tahap selanjutnya, guru mengkoordinir siswa serta menyiapkan sebelum permainan dimulai. Hal tersebut dilakukan agar mempermudah dalam mengontrol siswa-siswa mengingat siswa yang masih kecil dan sangat perlu bimbingan dan juga arahan. Selain menyiapkan siswa, guru juga mempersiapkan beberapa property yang akan digunakan dalam permainan melempar bola. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu guru di sekolah tersebut dalam wawancaranya dengan peneliti dimana beliau mengatakan bahwa AuKalau hal tersebut pasti kami persiapkan anak-anak dengan baik. Selanjutnya, kami persiapkan anak-anak dan juga beberapa yang dibutuh dalam bermain bola seperti property yang dibutuh dan lain-lain. Ay Berdasarkan potongan wawancara diatas dapat dianalisa bahwa sebelum permainan melempar bola dilakukan terlebih dahulu guru mempersiapkan siswa agar dapat terkontrol dan bias kondusif. Selanjutnya guru juga mempersiapkan beberapa peralatan yang berhubungan dengan permainan tersebut seperti bola, keranjang dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan agar dalam proses permainan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana dan juga agar tidak membuang banyak energi dalam mengkondisikan siswa. Selain itu, guru juga sedikit memberikan pencerahan atau motivasi agar para siswa dapat melakukan permainan tersebut dengan serius dan juga agar mereka tidak hanya menikmati permainannya tapi juga makna dalam permainan Kemudian guru juga memberikan arahan langkah-langkah dalam permainan melempar bola yang akan dilakukan. Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh salah satu narasumber yang mengatakan bahwa Auyang pasti kami menjelaskan serta memberikan penjelasan tentang manfaat permainan bola yang akan dimainkan dengan harapan anak-anak dapat dapat termotivasi tentang permainan tersebut. Selain itu, kami juga menjelaskan beberapa tahapan dalam bermain bola. Ay Setelah sedikit dikasih motivasi atau keterangan mengenai permainan yang akan dimainkan. Selanjutnya guru mengatur waktu agar semua yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dalam permainan melempar Ulfiah. Zakiah, and Yona Wahyuningsih. "Penerapan Permainan Edukatif Teka Teki Silang Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar. " Dirasah: Jurnal Studi Ilmu Dan Manajemen Pendidikan Islam 6. : 403-410. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLAA bola seharusnya dilakukan diluar ruangan bukan di dalam ruangan agar siswa lebih merasa bebas dalam permainan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu narasumber yang mengatakan bahwa AuKalau untuk waktu tetap kami atur agar anak-anak dapat terarah dengan dalam bermain bola atau game yang akan Karena pada permainan ini akan dilakukan dengan beberapa tahap. Ay Berdasarkan potongan wawancara diatas dapat dianalisa bahwa dalam permainan bola yang akan dimainkan. Guru mengatur waktu agar rencana yang dirancang dapat terlaksana satu persatu. Hal tersebut selain untuk menjalankan permainan bola yang telah direncanakan dan juga agar siswa dapat terkondisikan dengan baik, mengingat mereka masih anak-anak agar tidak sulit dalam Selain itu, permainan melempar bola yang dilakukan membutuhkan beberapa tahapan. Oleh sebab itu perlunya kondisi anak yang kondusif agar semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Kemudian dalam permainan melempar bola guru juga mengamati kegiatan tersebut apakah setiap gerak yang dialakukan anak yang meliputi aspek kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan 9. Guru senantiasa memperhatikan halhal tersebut karena dalam aspek tersebut akan dinilai oleh guru dan juga sebagai bahan agar dalam mendidikan anak dapat menyesuaikan perlakuan yang akan diberiakn kepada siswa tersebut. Hal tersebut juga didukung oleh hasil wawancara dengan narasumber yang mengatakan bahwa Ayya jelas kalau itu, karena fokus daripada permainan bola terletak pada tumpuan kekuatan kaki dan tangan, gerak tubuh yang mereka lakukan, juga sebuah koordinasi antara tagan dan juga kaki serta kesigapan dalam melempar serta mendapatkan bola dari lawa. Jadi kami selalu memperhatikannya dengan seksama. Ay Berdasarkan potongan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa dalam permainan tersebut fokus dari pada perhatian guru tertuju pada beberapa aspek gerak seperti aspek kekuatan, keseimbangan, kelincahan dan juga koordinasi dantar gerak. Semua gerak tersebut memiliki arti serta berfungsi dalam pertumbuhan mereka yaitu para siswa di sekolah tersebut. Karena dalam permainan melempar dan menendang bola terfokus pada tumpuhan kaki dan juga kekuatan tangan. Berdasarkan analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa dalam permainan melempar bola yang pertama dilakukan oleh guru yaitu menjelaskan tentang permaianan melempar bola. Kemudian guru juga memeberikan sedikit motivasi tentang permainan melempar bola yang akan dimainkan. Tahap berikutnya guru memberikan contoh bagaimana cara bermain melempar bola yang benar, agar siswa dapat dengan mudah mempraktekan atau menirunya. Kemudian, fokus daripada permainan tersebut tertuju pada beberapa aspek yaitu pada aspek kekuatan, keseimbangan, koordinasi dan juga kelincahan pada tangan dan juga kaki daripada siswa-siswa tersebut. Sari. Putri Wulan. Mengembangkan kemampuan motorik kasar melalui permainan 3M . elempar, menangkap dan menendan. bola pada anak Kelompok B. Diss. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2019. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 48 IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLA A Kemampuan Penerapan Metode Bermain Bola Untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak di KB Miftahul Huda Candi Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Masa Untuk mengtehui dan menganalisa mengenai peningkatan motorik kasar anak khususnya kekuatan, kelincahan, dan koordinasi melalui permainan Lempar bola di KB Miftahul Huda Candi Todanan Blora, peneliti menggunakan hasil pengamatan yang berupa penilaian kemampuan motorik kasar anak selama peserta didik bermain lempar bola. Data juga didukung dengan hasil wawancara guru mengenai peningkatan motoric peserta didik. Dibawah ini disajikan hasil analisa peneliti terhadap peningkatan motorik kasar anak pada masing-masing Hasil Pengamatan Motorik Kasar Anak pada Aspek Kekuatan Kekuatan Nama Siswa Total Nilai Reynand Shakeil Rois Moundy Bramasta Adinda Ramadhani Ahmad Ghofar Al Faris Aiswa Nahla Naquinsa Muhammad Yusuf Abdulloh Ahmad Faulramdani Ahmad MuAoalim Shofari Muhammad Faa Rafisqi 10 Muhammad Hasan 11 Buntang Al Wahyu Heriyana 14 Najwa Natasya Aqulia 15 Nayla Syarifa Nur Fadhilah 16 Alesha Chayra Putri 17 Anisa 18 Khalyana Ayu Wirumi 19 Alesa Kedhi Nada Muhammad Hafis Agil Revaldo 13 Muhammad Nabil Munif CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLAA Nama Siswa 20 Alesa Kensi Nada Jumlah Kekuatan Total Nilai Keterangan : 1 = BB 3 = BSH 2 = MB 4 = BSB Hasil dari pengamatan peneliti saat pemberian tindakan dengan permaian lempar bola berjalan dengan baik dan lancar. Akan tetapi beberapa anak menunjukkan bahwa masih memiliki tingkat kemampuan motorik kasar yang rendah dan beberapa anak lainnya menunjukkan kemampuan motoriknya sudah mulai berkembang10. Hal itu juga didukung dari hasil pengamatan peneliti yang tertulis pada form penilaian motorik kasar anak. Peneliti menekankan penilain kemampuan motorik anak pada aspek kekuatan, kelincahan, dan Berikut ini hasil pengamatan dan analisa peneliti pada motorik kasar Berdasarkan data penilaian motorik kasar anak di KB Miftahul Huda Candi Todonan Blora dapat dianalisa bahwa dari 20 anak yang diamati terdapat 5 anak atau 25% dari jumlah siswa mendapatkan nilai 58, 5 anak atau 25% mendapatkan nilai sebesar 67, 8 anak atau 40% siswa mendapatkan nilai sebesar 75 dan 5 anak atau 25% siswa mendapatkan nilai sebesar 83. Dari hasil nilai tersebut, dapat dianalisa bahwa 50% siswa di KB Miftahul Huda Candi Todonan Blora kemampuan motoriknya berkembang sesuai harapan, sedangkan 50% lainnya sudah mulai berkembang meskipun masih perlu pengasahan lagi untuk ditingkat kemampuan motriknya pada pertemuan pertama. Hasil Pengamatan Motorik Kasar Anak pada Aspek Keseimbangan Berdasarkan data penilaian motorik kasar anak di KB Miftahul Huda Candi Todonan Blora dapat dianalisa bahwa dari 20 anak yang diamati terdapat 1 anak atau 5% mendapat nilai 54, 4 anak atau 20% mendapat nilai 57, 2 anak atau 10% mendapat nilai 61, 1 anak atau 5% mendapat nilai 64, 3 anak atau 15% mendapat nilai 68, 3 anak atau 15% mendapat nilai 71, 3 anak atau 15% mendapat nilai 75, 2 anak atau 10% mendapat nilai 79, 1 anak atau 5% mendapat nilai 82. Dari hasil nilai tersebut, dapat dianalisa bahwa mayoritas siswa di KB Miftahul Huda Candi Todonan Blora kemampuan motoriknya sudah sesuai baik, sedangkan sedikit lainnya mulai berkembang dimana masih perlu pengasahan lagi untuk ditingkat kemampuan motriknya. Ekawaty. Desy Wahyu, and Lisnawati Ruhaena. "Stimulasi kemampuan motorik anak prasekolah oleh ibu di rumah. " Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi 5. : 14-24. CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 50 IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLA A Nama Siswa Keseimbangan Total Score Reynand Shakeil Rois Moundy Bramasta Adinda Ramadhani Ahmad Ghofar Al Faris Aiswa Nahla Naquinsa Muhammad Yusuf Abdulloh Ahmad Faulramdani Ahmad MuAoalim Shofari Muhammad Faa Rafisqi Muhammad Hasan Buntang Al Wahyu Heriyana 2 Muhammad Hafis Agil Revaldo Muhammad Nabil Munif Najwa Natasya Aqulia Nayla Syarifa Nur Fadhilah Alesha Chayra Putri Anisa Khalyana Ayu Wirumi Alesa Kedhi Nada Alesa Kensi Nada Keterangan : 1 = BB 3 2 = MB 4 = BSH = BSB CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLAA Hasil Pengamatan Motorik Kasar Anak pada Aspek kecepatan Kecepatan Nama Siswa 11 12 13 Total Hasil Reynand Shakeil Rois Moundy Bramasta Adinda Ramadhani Ahmad Ghofar Al Faris Aiswa Nahla Naquinsa Muhammad Yusuf Abdulloh Ahmad Faulramdani Ahmad MuAoalim Shofari Muhammad Faa Rafisqi Muhammad Hasan Buntang Al Wahyu Heriyana Muhammad Hafis Agil Revaldo Muhammad Nabil Munif Najwa Natasya Aqulia Nayla Syarifa Nur Fadhilah Alesha Chayra Putri Anisa Khalyana Ayu Wirumi Alesa Kedhi Nada Alesa Kensi Nada Keterangan : 1 = BB 3 = BSH 2 = MB 4 = BSB Berdasarkan data penilaian motorik kasar anak di KB Miftahul Huda Candi Todonan Blora dapat dianalisa bahwa dari 20 anak yang diamati terdapat 3 anak atau 15% mendapat nilai 50, selanjutnya 7 anak atau 35% mendapat nilai 58, 6 anak atau 30% mendapat nilai 67, 2 anak atau 10% mendapat nilai 75, 2 anak atau 10% mendapat nilai 83. Dari hasil nilai tersebut, dapat dianalisa bahwa mayoritas siswa di KB Miftahul Huda Candi Todonan Blora kemampuan motoriknya sudah CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2025 | 52 IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLA A sesuai baik, sedangkan sedikit lainnya mulai berkembang dimana masih perlu pengasahan lagi untuk ditingkat kemampuan motriknya. Hasil Pengamatan Motorik Kasar Anak pada Aspek Koordinaasi Koordinasi Nama Siswa Total Nilai Reynand Shakeil Rois Moundy Bramasta Adinda Ramadhani Ahmad Ghofar Al Faris Aiswa Nahla Naquinsa Muhammad Yusuf Abdulloh Ahmad Faulramdani Ahmad MuAoalim Shofari Muhammad Faa Rafisqi Muhammad Hasan Buntang Al Wahyu Heriyana Muhammad Hafis Agil Revaldo Muhammad Nabil Munif Najwa Natasya Aqulia Nayla Syarifa Nur Fadhilah Alesha Chayra Putri Anisa Khalyana Ayu Wirumi Alesa Kedhi Nada Alesa Kensi Nada Keterangan : 1 = BB 3 2 = MB 4 = BSH = BSB CERIA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini | Vol. 01 No. Mei 2. IMPLEMENTASI PERMAINAN LEMPAR BOLAA Berdasarkan data penilaian motorik kasar anak di KB Miftahul Huda Candi Todonan Blora dapat dianalisa bahwa dari 20 anak yang diamati terdapat 7 anak atau 35% mendapat nilai 63, selanjutnya 5 anak atau 25% mendapat nilai 69, 5 anak atau 25% mendapat nilai 75 dan 3 anak atau 15% mendapat nilai 81. Dari hasil nilai tersebut, dapat dianalisa bahwa mayoritas siswa di KB Miftahul Huda Candi Todonan Blora kemampuan motoriknya pada aspek koordinasi sudah cukup baik, sedangkan sedikit lainnya mulai berkembang dimana masih perlu pengasahan lagi untuk ditingkat kemampuan motoriknya dalam aspek koordinasi. SIMPULAN Permainan melempar bola di KB Miftahul Huda Candi Todanan Blora dilaksanakan oleh guru melalui beberapa tahapan, dimulai dengan penjelasan mengenai cara bermain, pemberian motivasi kepada anak, serta demonstrasi langsung agar anak mudah menirukan gerakannya. Fokus kegiatan ini tertuju pada pengembangan aspek kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan kelincahan tangan maupun kaki anak. Pelaksanaan permainan melempar bola berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan pada aspek kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan koordinasi. Secara keseluruhan, anak-anak mencapai tahapan berkembang sesuai harapan hingga berkembang sangat baik dengan persentase rata-rata capaian di atas 60%, sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan melempar bola efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di KB Miftahul Huda Candi Todanan Blora. DAFTAR PUSTAKA