Hubungan Kepemimpinan Transformasional denganA (Yurita Mailintina. Ribka Sabarina P. , dk. Hubungan Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja Karyawan di Rumah Sakit Pengayoman Cipinang Jakarta Timur The Relationship Between Transformational Leadership Performance at Pengayoman Cipinang Hospital East Jakarta Employee Yurita Mailintina1*. Ribka Sabarina Panjaitan2. Ludovikus3. Tesya Octavia4. Dameria Saragih5. Tri Setyaningsih6. Ernawati7. Dachliana8. Imelda9. Cindy Feronica10. Stefanova Oryza Oxana11. Faiza Al Zahra12. Mochamad Ichrom Tobari13 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada dan Akademi Kebidana Hampar Baiduri Kalianda Lampung Selatan. Lampung. Indonesia Korespondensi Penulis: yuritamailintina. 91@gmail. ABSTRACT Transformative leadership is one of the effective leadership styles in improving employee Pengayoman Hospital Cipinang East Jakarta as one of the private hospitals in East Jakarta, needs effective leadership to improve the performance of its employees. This study aims to analyze the relationship between transformative leadership and employee performance at Pengayoman Cipinang Hospital. East Jakarta. Methods: This study uses a survey method using a questionnaire as a data collection instrument. The research sample consisted of 40 respondents from Cipinang Pengayoman Hospital. East Jakarta, which were randomly selected. The results of the study show that this correlation shows a strong positive relationship between the two variables with a significance value (Sig. 2-taile. 000, where an increase in Transformational Leadership tends to be followed by an increase in Performance. Conclusion: This study concludes that transformative leadership has a positive and significant relationship with employee performance at Pengayoman Hospital Cipinang East Jakarta. Therefore, it is recommended that the leadership of the East Jakarta Cipinang Nursing Hospital improve its transformative leadership skills to improve the performance of its employees. Keywords : Transformational Leadership. Performance. Employees. Hospital. ABSTRAK Kepemimpinan transformatif merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai. RS Pengayoman Cipinang Jakarta Timur sebagai salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Timur, memerlukan kepemimpinan yang efektif untuk meningkatkan kinerja karyawannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepemimpinan transformatif dengan kinerja pegawai RS Pengayoman Cipinang Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Sampel penelitian terdiri dari 40 responden RS Cipinang Pengayoman Jakarta Timur yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kedua variabel dengan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar 0,000, dimana peningkatan Kepemimpinan Transformasional cenderung diikuti oleh peningkatan Kinerja. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformatif mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai RS Pengayoman Cipinang Jakarta Timur. Oleh karena itu, disarankan kepada pimpinan RSUD Cipinang Jakarta Timur untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan transformatif guna meningkatkan kinerja pegawainya. Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional. Kinerja. Pegawai. Rumah Sakit. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 103-111 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kepemimpinan Transformasional denganA (Yurita Mailintina. Ribka Sabarina P. , dk. PENDAHULUAN Dalam konteks bahasa Inggris. AyLeadershipAy, namun esensi kepemimpinan sebenarnya terletak pada relasi yang solid antara seseorang dengan kolektivitas. Berdasarkan pendapat (Komariah dan DjamaAoan Satori. Peran menentukan arah organisasi. Karena itu, kemampuan seorang pemimpin dalam kesuksesan organisasi, karena mereka dapat memotivasi pegawai untuk bekerja sama dan mencapai tujuan yang telah Menurut (Asmarazisa, 2. Kepemimpinan yang sukses dapat dicapai apabila terjadi kolaborasi yang harmonis antara pemimpin dan timnya. Dengan adanya kesepahaman yang sama dan sistem yang efektif, maka tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Di masa revolusi perubahan, perusahaan harus memiliki kemampuan untuk bertransformasi dan berinovasi agar dapat tetap kompetitif dan Dengan kemajuan dan terus berkembang (Asbari. Masyarakat Indonesia secara umum masih memiliki kecenderungan kuat untuk menghormati figur otoritas. Oleh karena itu, mempelajari dan menganalisis praktik kepemimpinan dalam berbagai setting sosial, khususnya dalam konteks bisnis, sangat penting untuk memahami dinamika sosial dan organisasi (Asbari, 2. Hasil penelitian lapangan tidak mendukung hipotesis bahwa gaya kepemimpinan langsung terhadap peningkatan kinerja karyawan, sebagaimana telah disajikan oleh beberapa studi empiris sebelumnya (Asbari. Masduki & Novitasari, 2. Temuan ini berbeda dengan beberapa studi lain yang menyajikan bukti bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki dampak yang berarti terhadap peningkatan kinerja karyawan (Asbari. Masduki & Novitasari, 2. Studi-studi memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kemampuan berubah, tetapi penelitian (Ahmad Susanto, 2. Hasil beberapa studi menunjukkan bahwa memiliki korelasi yang signifikan dengan kemampuan karyawan untuk beradaptasi dengan perubahan. (Dwipayana. MT, & Suaryana, 2. Dalam organisasi. SDM harus diakui sebagai aset yang sangat berharga, sehingga kinerja pegawai harus dipantau secara cermat dan adil, agar mereka dapat bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Oleh karena itu, mengembangkan, mengelola, dan menerapkan kinerja yang optimal dalam suatu organisasi menjadi salah satu faktor penentu bagi organisasi untuk dapat keunggulan kompetitif (Yusuf, 2. menyatakan bahwa kinerja adalah Capaian yang dapat diperoleh oleh seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi sesuai dengan batas wewenang dan kewajiban yang diberikan kepadanya. (Agrawal. , & Gupta, 2. menyatakan bahwa untuk meningkatkan kemampuan bersaing dan mencapai tujuan, perusahaan memerlukan pegawai yang dapat berkinerja dengan optimal dan dengan cepat dan akurat. Oleh karena itu, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya manusia dan mempertahankan kinerja yang tinggi dari karyawan yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap (Suharnomo. Perusahaan menggunakan kinerja sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa efektif tugasnya dan berkontribusi pada kemajuan organisasi di masa depan. Namun, kemampuan dan kualitas karyawan dalam menyelesaikan tugasnya berbeda-beda, kemampuan dan keahlian yang unik. Oleh karena itu, faktor kinerja karyawan sangat penting untuk diperhatikan, karena kinerja yang buruk dapat menjadi masalah serius bagi perusahaan dan mempengaruhi kualitas pelayanan. Kinerja pegawai yang menurun dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kepuasan dalam bekerja, upah yang tidak sesuai dengan harapan, kondisi lingkungan kerja yang tidak mendukung, kemampuan yang kurang memadai, dan juga rasa tidak puas dalam diri pekerja. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 103-111 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kepemimpinan Transformasional denganA (Yurita Mailintina. Ribka Sabarina P. , dk. Ketidakpuasan ini dapat menyebabkan berbagai masalah dalam organisasi, seperti absensi, konflik antara atasan dan karyawan, tingginya tingkat absensi, mogok kerja, dan pergantian karyawan (Simamora, 2. Tiga faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah: faktor individu . emampuan, keahlian, dan karakteristik persona. , faktor psikologis . ersepsi, motivasi, dan kepribadia. , serta faktor organisasional . umber daya, kepemimpinan, penghargaan, dan desain Peran pemimpin sangat penting dalam menentukan arah perusahaan, sehingga gaya kepemimpinan yang baik dapat berdampak positif pada kinerja (Khustina. Laily. Kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan memiliki kemampuan untuk mengubah cara berpikir dan berperilaku anggota tim dengan cara yang lebih inovatif dan kreatif. Gaya kepemimpinan ini sangat efektif dalam memenuhi kebutuhan dan harapan anggota kelompok kerja yang ingin merasa dihargai dan diinspirasi untuk mencapai kesuksesan di masa depan. Proses kepemimpinan ini melibatkan perubahan budaya, memperhatikan nilai dan standar, serta mengarahkan tujuan yang lebih tinggi. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional dapat memahami motif dan kebutuhan anggota, memperlakukan mereka secara holistik, dan memberikan pengaruh yang kuat (Northouse. Cara pemimpin memimpin organisasi dapat mempengaruhi suasana kerja dan kondisi psikologis bawahan. Perilaku pemimpin yang demikian dapat meningkatkan atau mengurangi tingkat stres yang dialami oleh bawahan menurut (Adinata, 2. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin dapat dilihat dari cara mereka mempengaruhi dan mengarahkan anggota tim serta bawahannya melalui perilaku atau cara yang mereka pilih dan gunakan, sehingga dapat menciptakan budaya organisasi yang positif dan produktif. Situasi yang dihadapi saat ini menunjukkan bahwa kultur organisasi dan gaya kepemimpinan belum sepenuhnya Berdasarkan analisis masalah yang ada, jelas bahwa faktor manusia menjadi faktor penentu, yaitu staf RS Pengayoman Cipinang Jakarta Timur yang dapat menjalankan tugasnya dengan baik, memiliki kemampuan, dan mencapai target Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan kajian lebih lanjut tentang: AuHubungan Kepemimpinan Transformasional Dengan Kinerja Karyawan Di Rumah Sakit Pengayoman Cipinang Jakarta TimurAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gaya diterapkan di RS Cipinang Pengayoman Jakarta Timur dapat meningkatkan kinerja METODE Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode Cross-Sectional, menganalisis data variabel dari sampel atau populasi subjek pada suatu titik waktu Pendekatan ini termasuk dalam kategori penelitian observasional yang tidak melakukan manipulasi variabel pada subjek penelitian. Variabel Independen Kepemimpinan Transformasional Variabel Dependen Kinerja Karyawan Karakteristik Perancu : - Usia - Jenis Kelamin - Tingkat Pendidikan - Lama bekerja Variabel Perancu Gambar 1 Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 103-111 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kepemimpinan Transformasional denganA (Yurita Mailintina. Ribka Sabarina P. , dk. Dalam penelitian ini, hipotesis digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara variabel independen, yaitu Disiplin Kerja dan Loyalitas Kerja, dengan variabel dependen, yaitu kinerja pegawai, rekam medis, administrasi ruangan rawat inap, dan rawat jalan. Untuk menentukan apakah terdapat hubungan yang signifikan antar variabel, penelitian ini menggunakan 0,05. Berdasarkan hal tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Dikatakan ada hubungan apabila A < 0,05 atau Hipotesis Alternatif (H. diterima dengan syarat X 2 hitung Ou X 2 Tabel. Dikatakan tidak ada hubungan apabila A > 0,05 atau Hipotesis Nol (H. diterima dengan syarat X 2 hitung O X 2 Tabel. Desain kuantitatif dengan pendekatan Crosectional, pengumpulan data melalui teknik survei dan kuesioner. Pendekatan ini termasuk dalam kategori penelitian asosiatif kausal, hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui survei yang dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti angket, tes, wawancara terstruktur, dan lain-lain, kemudian diolah sendiri oleh peneliti untuk mendapatkan hasil yang akurat (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan desain crosectional untuk menganalisis faktor-faktor yang berisiko dan dampaknya secara pengumpulan data yang komprehensif (Sugiyono. , 2. Populasi yang menjadi target dalam penelitian ini adalah semua staf Rumah Sakit Cipinang Pengayoman Jakarta Timur. Untuk kesahihan hasil, maka sampel harus dapat mewakili populasi yang diteliti. Karena populasi berjumlah kurang dari 100, maka metode total sampling digunakan untuk (Sugiyono. , 2. Karena populasi yang relatif kecil, penelitian ini menggunakan metode total sampling untuk membuat kesimpulan yang lebih umum. Total sampling dapat dilakukan jika populasi sedikit atau hanya sedikit lebih besar dari yang diharapkan dengan tingkat kesalahan Jika menggunakan seluruh populasi sebagai sampel, maka istilah sensus yang Dalam penelitian ini, total sampling dipilih dengan jumlah responden Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Cipinang Pengayoman. Jakarta Timur. HASIL Penelitian yang dilakukan selama enam bulan, dari Januari hingga Juni 2024. Kepemimpinan Transformasional Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Pengayoman Cipinang Jakarta Timur akan diulas pada bab ini. Analisis data akan membahas korelasi tersebut melalui penyajian data yang mencakup deskripsi umum dan variabel-variabel yang diukur. Dalam penelitian ini, sebanyak 40 responden mengisi kuesioner dengan akurat, dan seluruh data dikumpulkan dengan teliti sesuai kondisi yang ada, sehingga tidak ada data yang tidak lengkap atau hilang. Pada demografi responden dari kelompok perlakuan dan kontrol akan diuraikan berdasarkan beberapa variabel, seperti jenis kelamin, usia, masa kerja, dan Dalam penelitian ini, 40 responden dipilih menggunakan teknik sampling bertujuan, memilih responden yang paling sesuai dengan tujuan penelitian. Tabel 1 Karakteristik Demografi Responden . Frekuensi Pria Jenis kelamin Wanita 20-30 Tahun 31-40 Tahun Usia 41-50 Tahun 51-60 T Tahun 1-3 Tahun Lama Bekerja 4-6 Tahun Persen Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 103-111 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kepemimpinan Transformasional denganA (Yurita Mailintina. Ribka Sabarina P. , dk. 7-9 Tahun >10 Tahun Sekolah menengah Diploma Tiga Sarjana Satu Sarjana Dua Sarjana Tiga Pendidikan Terakhir Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 40 responden yang terbanyak adalah perempuan 27 . ,5%) responden, jenis kelamin laki-laki 13 ( 32,5%) responden, umur 20-30 tahun 12 . ,0%) responden, umur 31 -40 tahun 13 . ,5%) responden, umur 41-50 tahun 13 . ,5%) responden dan umur 51-60 tahun 2 . ,0%) responden. Lama kerja 1-3 tahun Uji Korelasi Kepemimpinan Transformasional 13 . ,5%) responden, 4-6 tahun 3 . ,5%) responden dan >10 tahun 24 . ,0%) Pendidikan terakhir SMA 6 . ,0%) responden. Diploma Tiga 3 . ,5%) responden. Sarjana Satu 24 . ,0%) responden. Sarjana Dua 6 . ,0%) responden dan Sarjana Tiga 1 . ,5%) Tabel 2 Korelasi . Pertunjukan Kepemimpinan Transformasional ,561** Korelasi Pearson tanda tangan. -eko. ,000 Pertunjukan Korelasi Pearson ,561* tanda tangan. -eko. ,000 Tabel 2 menunjukkan hasil analisis korelasi Pearson antara dua variabel yaitu Kepemimpinan Transformasional Kinerja. Korelasi Pearson Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja sebesar 0,561 yang menunjukkan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara kedua variabel tersebut. Artinya Kepemimpinan Transformasional dengan peningkatan Kinerja. Korelasi ini signifikan pada tingkat 0,01 . itunjukkan dengan **), yang berarti sangat kecil kemungkinan hubungan tersebut terjadi secara kebetulan. Nilai signifikansi (Sig. sebesar 0,000 untuk kedua variabel, menunjukkan bahwa korelasi tersebut signifikan secara statistik. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kepemimpinan Transformasional dengan Kinerja. Jumlah sampel (N) untuk kedua variabel adalah 40 yang berarti analisis ini didasarkan pada data 40 responden. Berdasarkan tabel yang telah tersaji, dapat ditarik beberapa kesimpulan utama mengenai profil responden: jenis kelamin perempuan mendominasi sebanyak 27 ,5%), laki-laki berjumlah 13 orang . ,5%). umur terbanyak adalah 31-40 tahun dan 41-50 tahun sebanyak 13 responden . ,5%), disusul usia 20-30 tahun sebanyak 12 responden . ,0%) dan usia di atas 51-60 tahun sebanyak 2 responden ( 5,0%). lama kerja terbanyak >10 tahun sebanyak 24 responden . ,0%), disusul masa kerja 1-3 tahun sebanyak 13 responden . ,5%), dan 4-6 tahun sebanyak 3 responden . ,5%), pendidikan terakhir dengan terbanyak adalah S1 sebanyak 24 responden . ,0%), disusul SMA sebanyak 6 responden . ,0%). Sarjana Dua sebanyak 6 responden . ,0%), dan Sarjana Tiga sebanyak 1 Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 103-111 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kepemimpinan Transformasional denganA (Yurita Mailintina. Ribka Sabarina P. , dk. ,5%) dan Diploma Tiga sebanyak 3 responden ( 7,5%). Dari data mayoritas responden adalah perempuan, berusia 31-40 dan 41-50 tahun, dengan masa kerja >10 tahun, dan berpendidikan terakhir Sarjana Satu. PEMBAHASAN Analisis Tabel mengungkapkan adanya korelasi yang Kepemimpinan Transformasional dan Kinerja, dengan nilai korelasi Pearson sebesar 0,561. Korelasi ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kedua Kepemimpinan Transformasional Kinerja. Tingkat kepercayaan korelasi ini sangat tinggi, dengan nilai signifikansi sebesar 0,01 dan simbol (**), yang terjadinya hubungan tersebut secara kebetulan sangat kecil. Berdasarkan hasil analisis data dari 40 responden, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kepemimpinan Transformasional Kinerja, sehingga menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kinerja. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Usman, 2. Studi ini menemukan Kepala Puskesmas Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur memiliki dampak yang Gaya transaksional ternyata menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja tenaga Puskesmas Penelitian yang dilakukan oleh (Hamdi dkk, 2. studi ini membuktikan bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang kuat terhadap disiplin kerja pegawai di Puskesmas Mabuun Raya. Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan ini dapat meningkatkan disiplin kerja pegawai di Puskesmas tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Muhammad Rio Firdaus, 2. tentang hubungan gaya kepemimpinan transformasional kepala ruangan dengan kinerja perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Selanjutnya dilakukan oleh (Eri dan Enok, 2. tentang hubungan gaya kepemimpinan pelayanan kesehatan di Puskesmas Long Ikis menunjukkan adanya hubungan. Pada pernyataan kemampuan pimpinan dalam bersama dan mampu membangkitkan semangat kerja perawat dengan skor menunjukkan bakat dan kemampuan permasalahan yang berarti bahwa semakin semakin baik layanan kesehatannya. Pemimpin menciptakan suasana kerja yang positif dan mempengaruhi bawahannya untuk berbuat lebih baik. Dengan demikian, bawahan akan merasa dihargai dan dipercaya, serta memiliki rasa hormat Pemimpin transformasional menggunakan pertimbangan individual, dan stimulasi intelektual untuk meningkatkan kinerja, karyawannya(Sulieman. Hussin, 2. (Sukri, 2. melakukan penelitian Pemimpin menciptakan suasana kerja yang positif dan mempengaruhi bawahannya untuk berbuat lebih baik. Dengan demikian, bawahan akan merasa dihargai dan dipercaya, serta memiliki rasa hormat Pemimpin transformasional menggunakan pertimbangan individual, dan stimulasi intelektual untuk meningkatkan kinerja. Tiga dimensi perilaku kepemimpinan yang terkait dengan proses kepemimpinan kondisional, pengelolaan sumber daya berbasis situasi, dan manajemen reaktif Pemimpin menggunakan penghargaan kondisional kepada bawahan jika mereka memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Sementara Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 103-111 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kepemimpinan Transformasional denganA (Yurita Mailintina. Ribka Sabarina P. , dk. itu, manajemen pengecualian proaktif melibatkan pemimpin dalam menetapkan standar yang ketat dan melakukan pengawasan yang cermat untuk mencegah melakukan intervensi dan koreksi untuk Di sisi lain, manajemen masalahnya telah menjadi lebih parah atau lebih serius (Fadiah Retno Imara, 2. Pemimpin yang memiliki kemampuan produktivitas dan efektivitas karyawan. Oleh karena itu, gaya kepemimpinan transformasional sangat diperlukan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa signifikan terhadap kinerja karyawan. Semakin kepemimpinan transformasional, maka semakin baik pula kinerja karyawan yang Hal kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, organisasi (Usman, 2. Dalam bawahannya terhadap permasalahan dan mengarahkan mereka untuk melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih komprehensif. Dengan demikian, organisasi dapat meningkatkan kinerja dan efektivitas pegawainya. Dalam konteks ini, tidak hanya digunakan untuk mengoreksi kesalahan, tetapi juga untuk memberikan perhatian dan bimbingan kepada petugas Tujuan dari gaya kepemimpinan ini adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, di mana kepala puskesmas dapat memberikan umpan balik dan arahan yang konstruktif tanpa menyinggung perasaan tenaga kesehatan (Marwanto, 2. Penggunaan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja perawat. Dengan menerapkan gaya kepemimpinan Pemimpin yang memiliki meningkatkan kepuasan kerja. Namun, beberapa perawat mengeluhkan bahwa pimpinan belum memberikan bimbingan Oleh karena itu, pimpinan perlu organisasi secara jelas dan menarik, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan kinerja perawat, serta meningkatkan kepercayaan diri dan komitmen perawat terhadap organisasi (Fadiah Retno Imara. Pemimpin memegang peranan kunci dalam menjamin kelancaran operasional di rumah sakit, karena mereka merupakan Kegiatan kepemimpinan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk yang berbeda, yang tercermin dalam gaya kepemimpinan yang spesifik. Dengan mengintegrasikan tujuan organisasi dan mengevaluasi kinerja setiap anggota staf secara lebih komprehensif dan akurat (Fenta Kebede. Aboye. , 2. Implementasi kepemimpinan yang fleksibel dalam suatu organisasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di antara para Ketika gaya kepemimpinan tersebut dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi organisasi yang unik, maka anggota akan lebih termotivasi dan berkomitmen dalam menjalankan tugas dan mencapai target mereka (Fenta Kebede. Aboye. , 2. Observasi yang teliti menunjukkan bahwa terdapat meningkatkan motivasi dan kinerja tim, budaya: energi positif, keputusan yang tegas, keyakinan diri, integritas moral, kemampuan beradaptasi, kemampuan mengelola emosi, kemampuan berempati, kemampuan untuk belajar dari kesalahan (Sharma. Webster. , 2. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 103-111 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kepemimpinan Transformasional denganA (Yurita Mailintina. Ribka Sabarina P. , dk. SIMPULAN Penelitian ini mengkaji hubungan antara kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan dengan kinerja karyawan di Rumah Sakit Cipinang Pengayoman Jakarta Timur. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berfokus pada perubahan ini memiliki dampak yang Pemimpin yang menerapkan meningkatkan kesadaran dan motivasi para petugas kesehatan, sehingga mereka dapat bekerja lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Selain itu, gaya kepemimpinan ini juga menciptakan kepuasan kerja dan produktivitas tenaga Dengan demikian, penerapan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan di Rumah Sakit Cipinang Pengayoman terbukti dapat meningkatkan diberikan kepada pasien. SARAN Saran Tempat Penelitian Rumah Sakit Pengayoman Cipinang Jakarta Timur adalah pilihan yang tepat karena menjadi fokus utama penelitian. Namun, untuk memperkuat validitas hasil, disarankan untuk memperluas lokasi penelitian ke beberapa rumah sakit lain di Jakarta Timur seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau rumah sakit swasta lainnya. Mengambil data dari unit-unit yang berbeda di rumah sakit tersebut, seperti dari departemen administrasi, keperawatan, dan Saran STIKes RS Husada STIKes RS Husada dapat berperan sebagai mitra akademis dalam penelitian ini. Mereka dapat menyediakan dukungan dalam bentuk bimbingan metodologi penelitian, analisis data, dan publikasi hasil penelitian. Memanfaatkan laboratorium dan perpustakaan STIKes Husada mengakses literatur ilmiah yang relevan dan analisis data. Saran Penelitian Selanjutnya Penelitian mengeksplorasi bagaimana gaya kepemimpinan transformasional mempengaruhi aspek spesifik dari kepuasan kerja, motivasi, dan Melakukan penelitian longitudinal untuk melihat dampak jangka transformasional terhadap kinerja karyawan di rumah sakit. Menggunakan pendekatan mixedmethods dengan kombinasi survei pemahaman yang lebih mendalam Membandingkan kepemimpinan transformasional lainnya, seperti kepemimpinan transaksional, untuk menentukan metode yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan di rumah sakit DAFTAR PUSTAKA