ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K. PADA PEMBANGUNAN GEDUNG POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA Edi Susilo 1. Robby Marzuki 2. Suharto 3 Mahasiswa Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Dosen Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : edisusilo@gmail. ABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. merupakan faktor penting dalam rangka perlindungan dunia kerja, dan juga sangat penting untuk produktivitas dan kelangsungan dunia Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) adalah salah satu hak dasar bagi pekerja yang merupakan komponen dari hak azasi manusia (HAM). Pembangunan Gedung Politeknik Samarinda juga harus memiliki Sistem Manajemen K3L yang bertujuan untuk melindungi pekerja atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan demi kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional, menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja, dan memelihara serta menggunakan sumber-sumber produksi secara aman dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja prosedur keselamatan dan kesehatan kerja pada pembangunan gedung politeknik, apakah dalam pelaksanaan pembangunan tersebut dapat membantu menjaga kinerja progress pelaksanaan dan perencanaan yang ada. Berdasarkan dari data Survei responded an data Variabel pekerjaan yang akan di gunakan dalam pembangunan gedung di dapatkan beberapa hasil Uji Validitas Variable Resiko dengan nilai r tabel yaitu 0,490> 0,374, yang berarti variable ketiga dinyatakan valid. Berdasarkan hasil rata Ae rata Risiko ke dalam Matrix Terdapat satu perkerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi yaitu Pekerjaan Plaster dan Acian dengan nilai Tinggi = 100% = 2,7% Jadi dapat di simpulkan agar para pekerja dalam pembangunan gedung tersebut lebih berhati Ae hati dan mengantisipasi pekerjaan tersebut agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang data menghambat pengerjaan tersebut, dan juga agar tidak terjadi korban jiwa dalam pelaksanaan pembangunan tersebut. Kata Kunci :Tingkat Risiko. Keselamatan dan Kesehatan kerja. Kecelakaan Kerja ABSTRACT Occupational Health and Safety (K. is an important factor in the context of protecting the world of work, and is also very important for productivity and business continuity. Occupational Health and Safety (K3L) is one of the basic rights for workers which is a component of human rights (HAM). The construction of the Samarinda Politeknik Building must also have an K3L Management System which aims to protect workers for their safety in doing work for the welfare of life and increasing national production and productivity, ensuring the safety of everyone else in the workplace, and maintaining and using production sources in an efficient manner safe and efficient. The purpose of this study was to determine the performance of occupational safety and health procedures in the construction of the Politeknik building, whether in the implementation of the development it could help maintain the performance of the existing implementation and planning Based on the respondent's survey data and data on the work variable that will be used in building construction, several results of the Risk Variable Validity Test have been obtained with an r table value of 0. 490> 0. 374, which means the third variable is declared valid. one job that has a high level of risk is Plaster and Acian Work with a value of Height = 100% = 2,7% So it can be concluded that the workers in the construction of the building are more careful and anticipate the work so that there are no work accidents that hinder the work, and also so that there are no fatalities in the implementation of the construction. Keywords :Occupational Safety and Health. Occupational Accidents,Risk Level PENDAHULUAN Keselamatan. Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) adalah hak dasar bagi pekerja dan faktor penting untuk produktivitas serta kelangsungan usaha. Sistem Manajemen K3L bertujuan melindungi pekerja, menjaga keselamatan di tempat kerja, dan mengelola sumber daya dengan Kebijakan perlindungan tenaga kerja bertujuan menciptakan hubungan industrial yang harmonis untuk meningkatkan kesejahteraan. Implementasi K3 dengan fokus pada potensi risiko, program K3 dengan target jelas, serta analisis cost-benefit dapat meningkatkan produktivitas Undang-Undang menegaskan pentingnya pencegahan kecelakaan dan penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK. di setiap perusahaan sebagai kewajiban yang bertujuan mengurangi risiko bahaya dan menciptakan kondisi kerja yang produktif. Tujuan Penelitian Mengetahui kinerja prosedur keselamatan dan kesehatan kerja pada pembangunan gedung METODE Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan untuk melakukan penelitian ini adalah data primer dan data Data primer diperoleh dengan cara observasi atau pengamatan langsung dan melalui kuesioner kepada responden yang berkaitan dengan kegiatan konstruksi. Data sekunder diperoleh melalui jurnal-jurnal atau studi pustaka penelitian yang berkaitan. Desain Penelitian Penelitian dimulai dari penentuan rumusan masalah yang akan dibahas yaitu bagaimana mengukur tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada kegiatan konstruksi di Gedung Politeknik Negeri Samarinda. Selanjutnya melakukan pengumpulan data yaitu data primer yang diperoleh secara langsung yaitu dengan cara pengamatan langsung . terhadap kegiatan konstruksi dilapangan/proyek dan juga dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pihak-pihak yang terkait dengan proyek tersebut yaitu para staf management dan para pekerja konstruksi, serta dilakukan wawancara, sedangkan data lainnya adalah data sekunder yang didapat dari kontraktor selaku pelaksana, selain itu juga mengambil data dari sumber-sumber pustaka penelitian sebelumnya. Kemudian mengolah data sesuai dengan tinjauan pembahasan. Setelah melakukan pengolahan data, dilakukan analisa dan pembahasan tentang pengukuran risiko dengan acuan data yang telah diolah sebelumnya menggunakan analisa deskriptif untuk menganalisa responden, dan pengukuran tingkat risiko dan matrix. Setelah pembahasan selesai maka dibuatlah kesimpulan dan saran dari penelitian yang dilakukan. Teknik Analisis Data Tahap analisis merupakan tindak lanjut setelah pengolahan data selesai dilakukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisi kuantitatif dan analisa kulitatif. Analisa kuantitatif dilakukan berdasarkan pengukuran hasil usaha (K. berupa tingkat frekuensi atau kekerapan cidera cacat dan tingkat severity atau kekerapan cidera cacat. Analisa kualitatif dalam proses pengevaluasiannya di sesuaikan dengan kriteria menurut teori dari International Labour Organization (ILO) dan teori Edwin B. Flippo. ANALISA PEMBAHASAN Gambaran Umum Kegiatan Berikut ini adalah metode secara umum dalam melakukan penelitian pengukuran risiko K3. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam proses identifikasi, yaitu identifikasi variabel risiko K3. Variabel risiko didapat dari hasil studi pustaka, pengamatan langsung dilapangan . Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengumpulan data dengan cara melakukan pendekatan terstruktur menggunakan kuesioner kepada responden yang telah dipilih sebelumnya penelitian dilanjutkan dengan melakukan pengujian validitas yang menggunakan metode pearson product moment. Tujuannya ialah mengetahui hasil valid maupun tidak validdari risiko K3 yang telah diidentifikasi sebelumnya. Dalam melakukan survey utama, responden diberi selebaran melalui kuesioner mengenai tingkat probabilitas dan dampak yang terjadi pada suatu risiko K3 menurut responden. Langkah selanjutnya adalah menganalisa data dari hasil survey utama untuk mengetahui tingkat besaran probabilitas/kekerapan dan dampak terjadinya risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil analisa diatas akan dikonversi dengan bentuk angkakedalam pengukuran probabilitas-dampak untuk mengetahui tingkat risiko. Dari hasil tersebut selanjutnya dilakukan pengukuran risiko sehingga dapat diketahui risiko mana saja yang berdampak signifikan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja/kecelakaan kerja. Resume Hasil Analisa Berdasarkan hasil identifikasi variabel risiko dan pengolahan data yang awalnya terdapat 37 variabel risiko menjadi 25 variabel risiko setelah melewati proses uji validitas yang dimana terdapat 12 variabel yang tidak valid. Tabel 4. 15 Variabel risiko sedang Sumber : Hasil analisa, 2022 Cara mengatasi terhadap risiko ini yang berada dalam level sedang yang artinya risiko masih dapat diterima tapi perlu dilakukan respon atau mengurangi risiko hingga dapat menurunkan level risiko menjadi rendah, dengan cara dikurangi (Risk Reducin. Tabel 4. 16 Variable risiko rendah Sumber : Hasil analisa, 2022 Cara mengatasi terhadap risiko ini dimana variable risiko tersebut dapat diterima tanpa dilakukan langkah untuk mengurangi risiko jadi bisa diabaikan (Risk Ignorin. Tabel 4. 17 Variable risiko tinggi Sumber : Hasil analisa, 2022 Cara mengatasi terhadap risiko ini adalah dengan membawa ahli K3 dalam suatu pekerjaan dan menyiapkan APD. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Identifikasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja padakegiatan pembangunan gedung polnes samarinda terdapat 37 variabel resiko penelitian dengan 17 jenis kegiatan. Berdasarkan hasil pengukuran tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K. pada kegiatan konstruksi pembangunan gedung polnes samarindadapat disimpulkan bahwa dari 37 variabel risikopenelitian dengan 17 jenis kegiatan,dari hasil uji validasi terdapat 25 variabel validdan 12 variabel tidak validdengan 17 jenis kegiatan,dimana dari 37 varibel validtersebut didapatkan hasil sebagai berikut: Tingkat risikoyang memiliki risiko sangat tinggi (Very High Ris. berjumlah 0 Tingkat risiko yangmemiliki risiko tinggi (High Ris. berjumlah 1variabel. Tingkat risikoyang memiliki risiko sedang (Medium Ris. berjumlah 18 variabel dan Tingkat risikoyang memiliki risiko rendah (Low Ris. berjumlah 18 variabel. Saran