Emilda AS et al. Hubungan Peran Konselor Terhadap. HUBUNGAN PERAN KONSELOR LAKTASI DALAM KONSELING MENYUSUI TERHADAP KEBERHASILAN IBU MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF THE RELATIONSHIP OF THE CONTRIBUTION OF THE LACTATION COUNSELOR IN BREASTFEEDING COUNSELING TO SUCCESSFUL EXCLUSIVE BREASTFEEDING Emilda AS1*. Fazdria2. Silfia Dewi3 1,2,3 Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh *E-mail: emilda@poltekkesaceh. AR T IC LE IN F O ABS T R A K Kata Kunci: Peran konselor laktasi. Konseling ASI Eksklusif Latar Belakang: Salah satu kunci utama keberhasilan menyusui adalah kemauan yang kuat pada diri ibu. Kemauan tersebut bisa timbul dari dalam dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan peran konselor laktasi dalam konseling menyusui terhadap keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Metode: Penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel adalah ibu yang memiliki bayi yang berumur 0-6 bulan berjumlah 85 responden. Metode pengambilan sampel dengan proporsional stratified random Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji statistik penelitian ini dengan uji XA . hi-squar. diperoleh nilai P= 0,000 (P< 0,05 Ho diterima. Ha ditola. , menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara peran konselor laktasi dalam konselng menyusui terhadap keberhasilan ibu memberikan ASI Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi yang diberikan oleh konselor laktasi terhadap keberhasilan menyusui. Diharapkan tenaga kesehatan terutama bidan dan konselor laktasi lebih mengupayakan edukasi yang berkesinambungan dan terarah serta agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh ibu. Keywords: Contribution Breastfeeding Exclusive History: Submited 17/06/2023 Revised 12/07/2023 Accepted 20/07/2023 Published 01/12/2023 Penerbit ABSTRACT Background: One of the main keys to successful breastfeeding is the mother's strong will. This desire can arise from within oneself and the environment around it. Objective: This research was conducted to determine the relationship between the role of a lactation counselor in breastfeeding counseling and the success of mothers in providing exclusive breastfeeding. Method: Analytical survey research with a cross sectional design. The sample was mothers who had babies aged 0-6 months, totaling 85 respondents. The sampling method is proportional stratified random sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: The results of the statistical test of this research using the Exclusive breastfeeding. Conclusion: There is an influence of education provided by a lactation counselor on breastfeeding success. It is hoped that health professionals, especially midwives and lactation counselors, will put more effort into continuous and targeted education and so that the information conveyed can be well received by mothers. Emilda AS et al. PENDAHULUAN Secara global, masih sedikit bayi di bawah usia enam bulan yang diberikan ASI secara eksklusif, yaitu sebesar 40%. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beberapa hal tentang pemberian nutrisi pada bayi, yaitu bayi mulai menyusu dalam satu jam kehidupan, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, pengenalan tepat waktu makanan padat, dan ketepatan dalam memberikan makanan pendamping, serta terus menyusui hingga dua tahun atau lebih. ASI adalah salah satu cara yang paling efektif untuk kelangsungan hidup anak. Sekitar 000 jiwa anak akan diselamatkan setiap tahun, jika mereka disusui dalam waktu satu jam kelahiran. ASI kehidupan, dan terus menyusui sampai usia dua tahun (Anon 2. World Health Organization (WHO) dan United Nations ChildrenAos Fund (UNICEF) merekomendasikan pemberian nutrisi yang optimal bagi bayi baru lahir yakni melalui strategi global pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. America Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif kepada bayi selama minimal 6 bulan dan dapat dilanjutkan minimal sampai bayi berusia 12 bulan. ASI merupakan nutrisi terbaik yang secara khusus ditujukan bagi bayi baru lahir karena antibodi, nutrisi yang lengkap dan mudah dicerna oleh bayi baru lahir dibandingkan dengan susu formula. Pemberian ASI bagi bayi baru lahir dapat membantu proses maturasi saluran pencernaan (Lowdermilk et al. Pemberian ASI mempunyai banyak manfaat. Bagi bayi. ASI dapat menurunkan risiko kejadian berbagai penyakit infeksi. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Hubungan Peran Konselor Terhadap. asma dan penyakit alergi, kanker, obesitas, penyakit kardiovaskular dan Bagi ibu, pemberian ASI dapat meningkatkan bonding dengan bayinya, penurunan berat badan setelah melahirkan dan merupakan metode kontrasepsi alami (Anggryni et Dalam jangka panjang, ibu yang memberikan ASI eksklusif lebih rendah menderita penyakit diabetes, penyakit payudara dan ovarium (Dieterich et Praktek ASI eksklusif masih rendah. Pemberian ASI eksklusif pada bayi di bawah usia dua bulan hanya mencakup 64% dari total bayi yang ada. Persentase tersebut menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi yaitu, 46% pada bayi usia 2Ae3 bulan, 14% pada bayi usia 4Ae5 bulan, dan 13% bayi di bawah dua bulan telah diberi susu formula dan satu dari tiga bayi usia 2Ae3 bulan telah diberi makanan Studi ASI eksklusif hingga usia 4Ae6 bulan adalah 8,5%, hingga usia 6 bulan adalah 7,8%, dan 46% memilih memberikan susu formula (Kemenkes RI 2. Rendahnya ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah petugas kesehatan, pengetahuan, dan keluarga/organisasi (Windayanti. Sofiyanti, and Astuti 2. Salah satu kunci utama keberhasilan menyusui adalah kemauan yang kuat pada diri ibu. Kemauan tersebut bisa timbul dari dalam dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya meliputi keluarga dan PKK. Aisyiyah. Konselor ASI dan yang lain. Konselor ASI adalah seseorang yang telah mengikuti Pelatihan Konselor ASI selama 40 jam Standar WHO dan telah tersertifikasi. Menurut hasil Emilda AS et al. dukungan sebaiknya oleh petugas dijadwalkan, sehingga wanita dapat memprediksi kapan dukungan akan kebutuhan, strategi terutama pada dukungan tatap muka dan berlatih ASI eksklusif lebih mungkin untuk dapat berhasil (McFadden et al. Kerjasama dan komunikasi yang baik antara konselor dan ibu serta kemampuan konselor yang menunjukkan sikap terbuka dan bersedia menjadi pendengar yang baik serta menciptakan suasana yang sejauhmana pengetahuan ibu dan mengembangkan pengetahuan ibu tersebut menjadi lebih baik. Faktor lain yang menjadi keberhasilan dalam proses konseling adalah konselor mampu menumbuhkan kepercayaan dan motivasi ibu, sehingga ibu bisa menerima konselor sebagai sumber informasi yang berdampak terhadap mengungkapkan ketidaktahuan yang dihadapi sebelumnya (Nurfatimah. Entoh, and Ramadhan 2. Dengan laktasi yang intensif membantu ibu untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam menghadapi kesulitan dalam pemberian ASI. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan peran konselor laktasi dalam konseling menyusui memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Langsa Lama Kota Langsa. METODE Jenis dan rancangan sampel pada penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan rancangan cross Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi yang berumur 0-6 bulan dan bersedia menjadi responden dalam penelitian ini yang bertempat tinggal di wilayah Puskesmas Langsa Lama Hubungan Peran Konselor Terhadap. berjumlah 85 responden. Metode Alat penelitian data dalam pertanyaan yang sudah tersusun secara terstruktur. Variabel dependen yaitu keberhasilan ibu memberikan ASI ksklusif terdiri dari 1 pertanyaan Variabel independen yaitu peran konselor laktasi sebanyak 16 pertanyaan dengan jawaban pilihan terpimpin. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Frekuensi Umur. Pekerjaan dan Pendidikan Ibu No Karakteristik Umur <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Pekerjaan Bekerja Tidak bekerja Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Paritas Primipara Multipara Dari Tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa karakteristik umur ibu di wilayah kerja Puskesmas Langsa Lama, mayoritas usia ibu dengan kategori 20-35 tahun yaitu sebanyak 62 orang . 9%), pada karakteristik pekerjaan ibu, mayoritas ibu tidak bekerja yaitu sebanyak 48 orang . 5%), memiliki pendidikan menengah atas yaitu sebanyak 39 orang . 9%). mayoritas ibu merupakan multipara yaitu sebanyak 72 orang . 7%). Emilda AS et al. Tabel Hubungan Peran Konselor Terhadap. Frekuensi Responden Berdasarkan Keberhasilan Ibu Memberikan ASI Eksklusif Keberhasilan Ibu Memberikan ASI Eksklusif Tidak Total Tabel 2 dapat dilihat bahwa dari 85 responden, mayoritas sebanyak 54 . memberikan ASI eksklusif, dan hanya . memberikan ASI eksklusif. Tabel 4. Peran Konselor Laktasi Baik Cukup Kurang Tabel Frekuensi Responden Berdasarkan Peran Konselor Laktasi di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Barat Peran Konselor Laktasi 1 Baik 2 Cukup 3 Kurang Jumlah Tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 85 responden, dapat dilihat bahwa dari 85 responden, mayoritas sebanyak 38 ibu . 7%) dengan peran konselor laktasi cukup. Sedangkan peran konselor baik sebanyak 32 ibu . 6%), dan peran konselor laktasi kurang yaitu sebanyak 15 ibu . Hubungan Peran Konselor Laktasi Terhadap Keberhasilan Ibu Memberikan ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Lama Keberhasilan Ibu Memberikan ASI Eksklusif Tidak Tabel 4 menunjukkan bahwa dari 85 responden, 32 ibu mayoritas peran konselor laktasi baik sebanyak 23 . 9%) ibu memberikan ASI eksklusif dan dari 38 ibu dengan peran konselor laktasi cukup sebanyak 7 . ibu memberikan ASI eksklusif. Jumlah PValue Hitung Tabel Sedangkan dari 15 ibu dengan peran konselor laktasi kurang sebanyak 1 . ASI Emilda AS et al. Hubungan Peran Konselor Laktasi Terhadap Keberhasilan Ibu Memberikan ASI Eksklusif Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Lama Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 85 responden, mayoritas peran konselor laktasi cukup di wilayah kerja Puskesmas Langsa Lama sebanyak 38 ibu . 7%). Hasil uji statistik penelitian ini dengan uji XA . hi-squar. pada derajat kepercayaan 95% diperoleh nilai P= 0,000 (P< 0,05 Ho diterima. Ha ditola. , menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Langsa Lama. Hasil penelitian ini sejalan sedikitnya wanita yang mencapai ASI eksklusif harus menerima bimbingan dari tenaga kesehatan di pelayanan upaya-upaya kesulitan menyusui (Zainal. A, and Patimah 2. Penelitian lain dengan informasi tentang menyusui dari melahirkan akan menyusui secara eksklusif lebih lama. Dukungan yang informasi dengan bimbingan face-toface adalah faktor utama yang dapat ASI Intervensi meningkatkan lama pemberian ASI eksklusif (Beal et al. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian menurut Lina . menunjukkan ada pengaruh Hubungan Peran Konselor Terhadap. pemberian ASI eksklusif dengan nilai Odd Rasio (OR) 5,770, dimana ibu menyusui secara lengkap berpeluang 5,770 kali memberikan ASI secara eksklusif dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan konseling menyusui secara lengkap (Lina 2. Keberhasilan merupakan kemampuan ibu untuk memberikan ASI saja pada bayi dengan melakukan teknik menyusui yang benar, yaitu: posisi menyusui, dan pelekatan mulut bayi pada Pencapaian diperlukan teknik-teknik menyusui yang benar. Teknik menyusui yang benar adalah cara ibu memberikan ASI kepada bayi dengan pelekatan dan posisi yang baik dan benar. Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam pemberian ASI (Lavender et al. Suksesty et al. Pengetahuan ibu yang baik ASI Pengetahuan ibu tentang pentingnya menyusui akan meningkat jika selama masa kehamilan dan Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan yang menunjukkan bahwa pengetahuan kelompok yang mendapat konseling laktasi intensif lebih tinggi disbanding Peningkatan pengetahuan disebab kan karena konseling yang menempatkan ibu sebagai subjek, bukan sebagai objek akan menaruh minat yang besar (Ambarwati. Muis, and Susanti 2. Intensitas merupakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya peningkatan pengetahuan ibu, sehingga makin sering terjadi kontak antara ibu dan konselor maka makin sering ibu mendapatkan informasi, yang secara pengetahuan ibu. Manfaat lain dari Emilda AS et al. intensitas konseling yang sering adalah proses pengulangan informasi yang menjadi faktor pendukung dalam pemahaman ibu terhadap informasi tersebut. Informasi atau berulang-ulang dapat meningkatkan (Notoatmodjo 2. Komponen utama dari suatu proses konseling, serta keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang konselor laktasi adalah: kemampuan berkomunikasi. Konselor laktasi dapat membuat ibu membuka diri, menyadari sendiri persepsi keliru yang selama ini mungkin dimilikinya terkait dengan kegiatan menyusui, serta kemudian berkeinginan untuk mengubah atau memperbaiki persepsi keliru tersebut sehingga kegiatan menyusui dapat berjalan lebih lancar. Seorang Konselor Laktasi yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik, akan mengalami tantangan yang lebih besar ketika sedang menjalankan tugasnya (Dennis 2013. WHO 2. Peneltian yang dilakukan oleh (Haroon et al. , menekankan bantuan atau intervensi dini untuk membantu ibu primipara melakukan mempertahankan menyusui sampai enam bulan. Hambatan lain yang berhenti menyusui bayinya adalah menyusui tapi tidak memberitahu bagaimana menyusui dengan benar dan dukungan yang kurang dari Keberhasilan dengan posisi dan perlekatan yang Selain penelitiannya menekankan dukungan petugas kesehatan pada postpartum dini dan berlanjut dengan satu kali meningkatkan durasi dan lamanya menyusui pada ibu primipara (Fu et Konseling membantu ibu untuk memperoleh bukan saja kemampuan. Hubungan Peran Konselor Terhadap. minat dan kesempatan melainkan juga emosi dan sikap yang bisa mempengaruhi dalam menentukan pilihan dan pengambilan keputusan. Adanya perhatian dan pemberian motivasi dalam bentuk kunjungan rumah setelah melahirkan oleh konselor terhadap ibu menjadi dukungan dalam pemberian ASI Kunjungan monitoring pertumbuhan dan sesi yang baik untuk berbagi informasi dan untuk konseling individu (Tempali et al. KESIMPULAN DAN SARAN Terdapat pengaruh edukasi yang diberikan oleh konselor laktasi terhadap keberhasilan menyusui. Diharapkan tenanga kesehatan terutama bidan dan konselor edukasi yang berkesinambungan dan terarah serta sistematis kepada ibu mulai dari masa kehamilan hingga nifas agar tercapai keberhasilan menyusui eksklusif dan dapat menekan Angka Kematian Bayi (AKB) serta menggunakan dan menciptakan media komunikasi yang baik agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh ibu. DAFTAR PUSTAKA